EWARS merupakan singkatan dari Early Warning, Alert and Response System. World Health Organization (WHO) mendesain sistem ini untuk meningkatkan deteksi terhadap wabah penyakit di setting kegawatdaruratan, seperti pada negara konflik atau negara yang terkena bencana alami. EWARS dikembangkan selama kejadian kegawatdaruratan sebagai suatu sistem surveillence. WHO bekerja sama dengan Menteri Kesehatan dan partner. Sektor Kesehatan untuk memberikan pelatihan pada pekerja lokal untuk menggunakan sistem ini. EWARS dapat digunakan dengan mudah, biaya murah dalam mendeteksi secara cepat suatu wabah penyakit. Terdapat suatu istilah “EWARS in box” yang digunakan. Seperti arti katanya terdapat suatu kotak yang berisi semua alat yang dibutuhkan untuk melakukan surveillance dan melakukan respon. Kotak tersebut dapat digunakan pada setting tempat yang mengalami kesulitan internet atau listrik. Peralatan tersebut berupa laptop, mobile phone dan server lokal. Disediakan juga generator listrik, charger generator tersebut; hal ini disediakan agar laptop atau mobile phone tersebut dapat berfungsi penuh selama 24 jam. Terdapat beberapa negara yang telah menggunakan sistem ini yaitu Nigeria, Sudan Selatan, Ethiopia, Fiji, dan lain-lain. Informasi selengkapnya Klik Disini ![]()
Sistem Grade/Kelas Suatu Kejadian Kegawatdaruratan
WHO memiliki peran penting dalam memberikan bantuan kepada anggotanya untuk mempersiapkan, melakukan respon, dan perbaikan setelah kejadian kegawatdaruratan dengan konsekuensi pada kesehatan masyarakat. WHO membuat suatu sistem grade/kelas terhadap suatu negara yang mengalami kegawatdaruratan. Terdapat 4 kelas pembagian yaitu ungraded, grade 1, grade 2 dan grade 3. Ungraded merupakan suatu kejadian yang telah dikaji, dimonitor oleh WHO; namun tidak membutuhkan respon WHO pada saat itu. Grade 1 diberikan apabila kejadian dialami oleh 1 negara atau lebih dengan konsekuensi minimal pada kesehatan masyarakat, sehingga membutuhkan respon minimal dari WHO ataupun secara internasional. Perbedaan antara ketiga grade tersebut adalah konsekuensi yang timbul dari kejadian di 1 atau lebih negara. Pada grade 2 terdapat konsekuensi yang moderat, sedangkan pada grade 3 terdapat konsekuensi yang substansial terhadap kesehatan masyarakat. Contoh negara yang mengalami kegawatdaruratan grade 3 yaitu Irak, Nigeria, Sudan Selatan, dan lain-lain. Contoh negara dengan Grade 2 selanjutnya adalah Kamerun, Ethiopia, Libya, Myanmar, Ukraina. Informasi selengkapnya Klik Disini ![]()
HeRAMS : Sistem Monitoring Pemberi Layanan Kesehatan
Pendekatan Health Resources and Services Availability Monitoring (HeRAMS) merupakan sistem yang dikembangkan untuk melakukan monitor fasilitas kesehatan, pelayanannya dan sumber-sumber terkait layanan kesehatan pada setting kegawatdaruratan. Status fasilitas kesehatan di wilayah yang mengalami kegawatdaruratan dapat diketahui dengan menggunakan sistem ini. data yang diperoleh dapat digunakan sebagai informasi penting dalam pengambilan keputusan dan koordinasi pada sektor kesehatan pada kejadian kegawatdaruratan. Pelayanan kesehatan memiliki peran yang krusial dalam mencegah terjadinya kematian, kesakitan dan kecacatan pada kejadian kegawatdaruratan. Apabila suatu pelayanan kesehtan tidak dapat berfungsi, hal ini akan berdampak pada korban. Melakukan monitor terhadap kesiapan suatu pelayanan kesehatan dalam memberikan pelayanan pada saat kegawatdaruratan terjadi tidak mudah. Ketidakpastian dalam akses informasi, kurangnya waktuserta keamananmenyebakan pengumpulan informasi secara sistematis menjadi terkendala. HeRAMS mencoba menjawab permasalahan tersebut. Terdapat aplikasi HeRAMS yang memberikan berbagai informasi pada area tersebut. Negara yang telah menggunakan sistem HeRAMS yang berbasis aplikasi ini adalah Fiji, Mali, Nigeria, Filipina, Republik Arab Syria dan Yaman. Informasi selengkapnya Klik Disini ![]()
Memahami Resiliansi Komunitas Melalui Media Pembelajaran yang Menarik

Proses pemahaman terhadap suatu informasi dapat diperoleh melalui media pembelajaran yang menarik. The National Academy of Sciences’ Koshland Science Museum yang berkolaborasi dengan the Resilient America Roundtable mengembangkan suatu game yang digunakan dalam pembelajaran kebencanaan. Game atau permainan ini bernama “Extreme Event Game” yang telah dilakukan review oleh para ahli dan staf akademis nasional. Selama 2 tahun terakhir telah dilakukan percobaan penggunaannya. Permainan ini dapat digunakan oleh berbagai kelompok dan setting. Pada permainan seorang pemain harus dapat memprioritaskan sumber, merespon terhadap bencana, memprioritaskan sumber, mengkaji dampak, dan membangun koalisi. Komponen-komponen yang terdapat didalamnya adalah skenario bencana yang diberikan kepada pemain, terdapat fasilitator di dalam kegiatan ini, serta kegiatan diskusi dan refleksi. Keuntungan yang diperoleh pemain adalah dapat mengasah kemampuan dalam berpikir kritis, meningkatkan pemahaman yang berhubungan dengan resiliansi bencana, membangun kemampuan bekerjasama dalam tim, dan lain-lain. Informasi selengkapnya Klik Disini ![]()
Reportase Webinar Series Melawan Lupa : Gempa Padang

Divisi Manajemen Bencana, Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK UGM menyelenggarakan kegiatan webinar series Melawan Lupa Gempa Padang. Webinar ini berlangsung di laboratorium leadership, Fakultas Kedokteran UGM. terdapat 2 orang pembicara pada webinar kali ini, keduanya bertugas langsung pada saat gempa yang berkekuatan 7,6 SR pada 30 September 2009 lalu. pembicara pertama yaitu dr. Bella Donna., M.Kes yang merupakan Kepala Divisi Manajemen Bencana FK UGM serta bertugas menjadi liaison officer saat Gempa Padang terjadi. pengalaman yang diceritakan yaitu tentang 2 tim dari yogyakarta. Tim dari RSUP Dr. Sardito dan PKMK memberikan bantuan di daerah Padang Pariaman. Salah satu permasalahan yang terjadi yaitu manajemen relawan yang membantu saat gempa. Pembicara kedua, Indraveri, M.Kes dari BPBD Provinsi Sumatra Barat yang pada saat terjadi Gempa Padang masih bertugas di Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Barat pada bagian kebencanaan. Pembicara menambahkan bahwa manajemen bantuan yang datang ke daerah menjadi masalah lain pada saat itu. Informasi selengkapnya Klik Disini ![]()
Analisis Pembiayaan Resiko Bencana
Brosur ini merupakan hasil kerja dari Disaster Risk Finance (DRF) yang merupakan bagian dari The Disaster Risk Finance and Insurance Program (DRFIP) Bank Dunia. Tujuannya untuk menguatkan manajemen finansial dari resiko bencana dengan menyediakan finansial, informasi ekonomi dan tools terkait dengan resiko bencana. Brosur ini menjelaskan berbagai tipe alat/tools yang dapat digunakan oleh pemerintah. Analisa data terkait dengan bencana baik kerugian yang diderita, fiscal, macro economic menghasilan informasi yang bermakna. Informasi ini dapat digunakan untuk pengambilan keputusan, untuk monitoring dan evaluasi, serta pembangunan kapasitas. Pada akhir brosur diberikan 2 studi kasus terkait dengan asuransi di Kenya dan Filipina. Informasi selengkapnya Klik Disini ![]()
Efek Domino pada Serangan Pelayanan Kesehatan
Serangan pada pelayanan kesehatan merupakan suatu tindak kekerasan atau hambatan verbal maupun fisik; atau dapat juga diartikan sebagai ancaman kekerasan yang menggaggu ketersediaan, akses dan pemberian layanan kesehatan atau pencegahan selama keadaan darurat. Serangan tersebut dapat berupa pengeboman, penjarahan, penembakan, serangan kimia, cyber attack, pemaksaan staf untuk bertindak melawan etiknya, kekerakan psikologis dan lain-lain. Menurut data WHO tahun 2014-2015 terdapat 594 serangan pada 19 negara yang mengalami kegawatdaruratan, serta 62% serangan ditujukan pada pelayanan kesehatan. Serangan pada pelayanan kesehatan dapat memberikan efek domino. Efeknya tidak hanya membahayakan tenaga kesehatan, namun orang-orang yang juga membutuhkan bantuan tenaga kesehatan. Akan tetapi, konsekuensi ini belum terdokumentasi secara baik dan meluas. Prioritas tindakan yang dapat dilakukan untuk menghentikan serangan ini seperti menetapkan undang-undang nasional terkait kemanusiaan, melibatkan masyarakat dalam melindungi pelayanan kesehatan, menginformasikan rencana tanggap darurat dengan analisis resiko keaman, dan lain-lain. Informasi selengkapnya Klik Disini ![]()
Dampak Serangan Pelayanan Kesehatan dalam Angka
Data terlapor tentang hasil review data sekunder dari berbagai sumber terbuka yang menggambarkan serangan pada pelayanan kesehatan dikumpulkan sejak Januari 2014- Desember 2015 pada negara-negara yang mengalami kegawatdaruratan. Jumlah serangan pada masing-masing negara di dunia yang mengalami konflik dipaparkan secara detail. Informasi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang keluasan dan sifat masalah yang dialami negara konflik. Informasi terkait dengan prioritas aksi yang telah dipaparkan pada tulisan di atas dirumuskan dari data ini. Hal tersebut membuktikan bahwa dampak serangan dalam angka merupakan langkah awal dalam menentukan berbagai tindakan yang dianggap penting untuk dilakukan. Informasi selengkapnya Klik Disini
.
Webinar Series : Melawan Lupa Gempa Padang
Mengingatkan kembali tentang Webinar series yang diselenggarakan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK UGM Ini berjudul “Melawan Lupa Gempa Padang”. Webinar ini akan dilaksanakan pada Selasa, 29 Agustus 2017 Pukul 13.00-15.00 WIB di Lab Leadership Lt.3 Fakultas Kedokteran UGM. Pembicaranya adalah adalah dr. Bella Donna, M.Kes (Kepala Divisi Manajemen Bencana PKMK FK UGM). pengalamannya secara langsung dalam bencana Padang disertai dengan Paparan oleh Dinas Kesehatan Padang. Sebuah pembelajaran yang baik dapat ditarik dari gempa yang berkekuatan 7,6 SR pada 2009 di Provinsi Sumatera Barat. Mendiskusikan atau sharing kembali kejadian tersebut pada webinar kali ini dilakukan agar dapat menjadi acuan dalam menghadap kejadian berikutnya. Informasi pendaftaran selanjutnya Klik Disini ![]()
Regulasi dan Manajemen untuk International Emergency Medical Teams
Publikasi terbaru ini menggambarkan tentang isu-isu terkait regulasi dan manajemen Tim Kegawatdaruratan Medis Internasional pada kejadian bencana dengan onset tiba-tiba, baik kejadian dengan skala besar maupun kecil. Terdapat berbagai pengalaman pelaksanaan penanggulangan bencana yang telah dilaksanakan terdapat dalam publikasi ini; seperti Wabah Ebola di Afrika, Gempa Nepal 2015, Gempa Ekuador 2016. Salah satu rekomendasi yang disebutkan adalah pengurangan gap kompetensi antar tim yang ada pada kejadian bencana. hal lain yang dapat ditemukan yaitu tim yang persiapannya buruk dan terus berdatangan pada kejadian bencana. kesiapsiagaan bencana nasional negara yang terkena bencana untuk memfasilitasi bantuan dan koordinasi dari tim luar selama bencana terjadi menjadi hal yang esensial. Hal tersebut yang melandasi regulasi dan manajemen untuk tim internasional disusun. Informasi selengkapnya Klik Disini
.