Pelatihan jangka pendek ini diinisiasi oleh Malaysia-Japan International Institute of Technology (MJIIT) of Universiti Teknologi Malaysia (UTM) di Kuala Lumpur untuk setiap orang yang memiliki ketertarikan dalam mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya terait manajemen resiko bencana. setiap peserta memiliki beberapa pilihan terkait dengan waktu pelaksanaan pelatihan yaitu kursus full (2 minggu) atau memilih menghadiri sesi ceramah yang diberikan oleh dosen Jepang (2-3 hari). Peserta yang menyelesaikan kursus secara penuh akan mendapatkan 3 SKS yang dapat diakumulasikan dalam kurun waktu 3 tahun untuk mendapatkan gelar Master, sedangkan peserta yang menghadiri sesi 2-3 hari akan mendapatkan sertifikasi Continuing Professional Development (CPD). Waktu pelaksanaan yang ditawarkan pada September 2017-Juni 2018. Beberapa topik yang diangkat yaitu manajemen bencana yang terintegrasi, perencanaan respon kegawatdaruratan dan komunikasi, informasi geohazard untuk pengkajian resiko bencana, sistem sungai dan manajemennya, pendidikan kebencanaan dan kesiapsiagaan untuk resiliansi sosial, dan lain-lain. Informasi pendaftaran dapat diperoleh melalui Klik Disini ![]()
Reportase 24th Asia Pacific Symposium On Critical Care And Emergency Medicine 2017
Asia Pacific Symposium on Critical Care and Emergency Medicine ke-24 terselenggara pada 3-5 Agustus 2017 di Discovery Kartika Plaza Hotel Bali. Event internasional ini bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI ini untuk pertama kalinya ini mengangkat tema “Multispeciality Approach to the Acutely ill Patient”. Pada hari pertama yaitu 3 Agustus 2017, kegiatan terbagi menjadi 3 sesi. manajemen Pada sesi pertama topik yang diangkat adalah Safe Community for Emergencies and Disaster dimoderatori oleh Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc., PhD yang merupakan dosen dan guru besar di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Selanjutnya sesi kedua bertema Safe Primary Health Care for Emergencies and Disaster dengan moderator dr. Hendro Wartatmo, Sp.B-KBD yang merupakan dosen departemen bedah RSUP dr. Sardjito Yogyakarta. Sesi terakhir pada hari tersebut adalah Safe Hospital for Emergency Medicine and Disaster yang dimoderatori oleh Dr. Rahmawati Husein yang merupakan dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Reportase kegiatan tersebut dapat disimak Klik Disini ![]()
Webinar Series : Melawan Lupa Gempa Padang
Webinar series yang diselenggarakan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK UGM Ini berjudul “Melawan Lupa Gempa Padang”. Penyelenggaraan webinar pada Selasa, 29 Agustus 2017 pukul 13.00-15.00 WIB di Lab Leadership Lt.3 Fakultas Kedokteran UGM. Pembicara dalam webinar kali ini adalah dr. Bella Donna, M.Kes (Kepala Divisi Manajemen Bencana PKMK FK UGM) yang terjun langsung pada saat bencana terjadi serta Dinas Kesehatan Padang. Tujuan webinar ini untuk sharing pengalaman dan menambah wawasan mengenai pembelajaran penanggulangan bencana yang pernah terjadi di Indonesia. Seperti diketahui bahwa telah terjadi gempa dengan kekuatan 7,6 SR pada 2009 di Sumatera Barat. Kejadian ini tentunya menyisakan kenangan yang tidak terlupakan. Menilik kembali kejadian tersebut dan penggulanggannya harus dilakukan sebagai acuan dalam menghadapi kejadian berikutnya yang mungkin terjadi. Informasi pendaftaran selanjutnya Klik Disini ![]()
Public health interventions in the pandemics and epidemics
Terjadi berbagai perubahan pada ke 21 yang semakin mempermudah setiap orang, namun disisi lain juga memberikan resiko berbagai permasalahan. Travel/perjalanan dan Perdagangan, urbanisasi, degradasi lingkungan serta perubahan lainnya dapat meningkatkan resiko wabah penyakit, penyebaran dan amplifikasinya ke dalam epidemik dan pandemik. Disisi lain ilmu pengetahuan dan teknologi terkait bahaya infeksius juga semakin berkembang. Kursus online gratis ini disediakan oleh World Health Organisation (WHO) untuk memberikan informasi terkait wabah dan keadaan darurat kesehatan. Konten kursus yaitu resiko komunikasi untuk penyakit Influenza, Program WHO dalam merespon kejadian kegawatdaruratan dan wabah, stok vaksin global yang dibutuhkan untuk menghadapi berbagai keadaan, serta sistem informasi geografis yang dibutuhkan untuk manajemen penyakit epidemik. Informasi selengkapnya terkait pendaftaran Klik Disini
![]()
Free Online Course : Pandemic and Epidemic-prone Disease
Perubahan yang terjadi pada 2 dekade terakhir ini mengubah bagaimana seseorang hidup. Kursus online gratis ini bertujuan untuk memberikan informasi terkini kepada responder tentang bagaimana melakukan menejemen wabah yang diketahui dan yang baru muncul pada abad ke 21. Fous kursus pada 13 buah hazard infeksius, memberikan pengetahuan ilmiah saat ini serta diberikan melalui presentasi video dan tes mandiri. Hal ini dapat mempermudah peserta dlam memahami berbbagai jenis penyakit infeksius yang menjadi endemik maupun pandemik. Kasus-kasus yang dibahas dalam kursus yaitu avian influenza, cholera, ebola, lassa fever, leptospirosis, meningitis, MERS, pandemic influenza, plague, rift valley fever, dan zika. Informasi selengkanya terkait pendaftaran Klik Disini
.
Free Online Course : Incident Management System
Kursus online ini membahas tentang sistem manajemen insiden pada saat bencana terjadi. Terdapat 4 model dalam pelaksanaan pembelajarannya yaitu program kegawatdaruratan yang dibuat oleh WHO dan perannya, pengenalan terhadap manajemen kegawatdaruratan, kerangka kerja respon kegawatdaruratan dan sistem manajemen insiden yang diaplikasikan di WHO. Masing-masing modul akan dibahas secara menyeluruh, sehingga diharapkan kursus ini dapat meningkatkan kemampuan responder dalam melakukan sistem manajemen insiden yang baik. Informasi selengkapnya tentag pendaftaran Klik Disini ![]()
24th ASIA PACIFIC SYMPOSIUM ON CRITICAL CARE AND EMERGENCY MEDICINE 2017

Asia Pacific Symposium on Critical Care and Emergency Medicineke-24 diselenggarakan pada tanggal 3-5 Agustus 2017 di Discovery Kartika Plaza Hotel Bali. Ini merupakan event internasional tahunan yang diikuti oleh peserta dari berbagai multidisplin dari berbagai negara seperti: Indonesia, Korea, Australia, Cina, Hongkong, India, dan banyak lagi. APSCCE untuk pertama kalinya bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI untuk melihat penguatan fasilitas kesehatan yang aman di masa depan. Pada tahun ini tema yang diangkat adalah Multispeciality Approach to the Acutely ill Patient. Dalam simposium tersebut juga diselenggarakan Pre Symposium pada tanggal 1-2 Agustus 2017 dan Post Symposium pada 5-6 Agustus 2017. Peneliti dari PKMK FK UGM berkesempatan untuk mengikuti kegiatan ini dan Prof. Laksono Trisnantoro, M.Sc, PhD terlibat dalam kegiatan tersebut sebagai moderator. Penjelasan lengkapnya Klik Disini ![]()
Pengelolaan Korban Masal dan Dekontaminasi
Perencanaan yang hati-hati dan melakukan latihan secara teratur untuk meningkatkan kapabilitas merupakan kunci penting dalam mengimplementasikan respon efektif yang dapat dilakukan untuk masalah seperti adanya material berbahaya maupun kejadian dengan korban masal. Tindakan penting yang harus segera dilakukan pada saat kejadian yang disebabakan material berbahaya atau kontaminan adalah evakuasi, disrobing dan dekontaminasi. Disrobing merupakan tindakan melepaskan pakaian. Hal ini merupakan tindakan sederhana, namun efektif sebagai tindakan segera pada saat kejadian. Selanjutnya dekontaminasi dapat didefinisikan sebagai suatu proses menghilangkan material berbahaya yang terdapat diluar atau permukaan tubuh untuk mengurangi paparan kontaminan baik lokal maupun sistemik. Pada jurnal ini tindakan-tindakan tersebut dipaparkan. Artikel ini dapat digunakan sebagai salah satu sumber bacaan bagi responder dalam menghadapi kejadian akibat kontaminan atau matrial berbahaya. Informasi selengkapnya Klik Disini
Efektifitas Hospital-based Emergency Decontamination (HBED)
Hingga 2001 sebagian besar standar praktik untuk dekontaminasi korban masal menggunakan response-oriented atau berorientasi pada respon di tempat kejadaian berlangsung dibandingkan dekontaminasi di rumah sakit. dekontaminasi kemudian difokuskan juga di rumah sakit, mengingat pentingnya peran rumah sakit dalam proses ini. Tim HBDE bertujuan untuk mendekontaminasi korban dan mencegah paparan sekunder di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah tim HBED yang telah ada saat ini dapat melakukan pertolongan pada korban akibat agen kontaminan berupa kimia, biologi, atau radioaktif. Gambaran akhir penelitian menunjukkan tingkat kesiapsiagaan rumah sakit dalam menghadapi kejadian ini. hasil menarik yang diperoleh dari penelitian inni adlaah kepercayaan diri tim dalam melakukan dekontaminasi pada kejadian kegawatdaruratan oleh agen kontaminan sebesar 39%. Hal ini menunjukkan tindkan dekontaminasi harus dilakukan pelatihan secara teratur, sehingga tim dapat secara percaya diri melakukan tindakan penyelamatan pada kejadian sesungguhnya. Informasi selengkapnya Klik Disini ![]()
Reportase Webinar Series: Melawan Lupa Tsunami dan Gempa Aceh
Webinar series bulan ini berjudul “Melawan Lupa Tsunami dan Gempa Aceh”. Webinar disampaikan langsung oleh pembicara yang teerjun langsung pada saat kejadian Tsunami dan Gempa Aceh pada 2004 lalu. moderator webinar ini selanjutnya adalah Sutono, S.Kp., M.Sc, M.Kep. Pembicara memaparkan tentang persiaan, keberangkatan, kejadian langsung di lokasi bencana hingga pentingnya peran relawan khususnya dari tim kesehatan. Penggalangan dana dilakukan tim dari Yogyakarta serta komunikasi terus dilakukan dengan tim yang berada di Aceh untuk tetap up to date kondisi terkini. Beberapa kendala dihadapai oleh tim baik pada saat keberangkatan maupun di lokasi kejadian. Pada saat keberangkatan tim tidak dapat mendarat langsung di Meulaboh, sehingga perjalanan dilakukan bertahap dengan bantuan pihak Pemerintah dan asing. Tim kesehatan juga mengalami penculikan oleh GAM, namun hal tersebut dapat teratasi dengan baik. Pada kejadian tersebut, dokter asing juga yang melakukan operasi dengna dampingan dari dokter Indonesia. Hal-hal lain seputar kejadian bencana di Aceh terssebut terangkum dalam reportase ini. informasi selengkapnya Klik Disini ![]()