Webinar ini berjudul “Lingkungan Mayor Kejadian Prehospital CBRNE-Bukti Terkini dan Kesenjangan Persisten yang Mempengaruhi Perlakuan Korban, Tindakan Medis, dan Dekontaminasi”. Webinar diselenggarakan pada hari Jumat pukul 09.00 AEST (Australian Eastern Standard Time). Topik tentang CBRNE ini pertama kalinya diselenggarakan oleh WADEM dengan pembicaranya yaitu Associate Professor David Heslop, UNSW Sydney. Pembicara memiliki pengalaman selama lebih dari 12 tahun di militer di Australia serta berbagai pengalaman pelatihan pada pengobatan CBRNE. CBRNE merupakan kepanjangan dari Chemical, Biological, Radiological, Nuclear and Explosive (Bahan Peledak Kimia, Biologis, Radiologi dan Nuklir). Bahan-bahan ini dapat dijadikan sebagai senjata dan menimbulkan korban masal. Seorang responder kegawatdaruratan harus memahami penanganan situasi kegawatdaruratan yang disebabkan oleh CBRNE tersebut. Pada Webinar ini akan disampaikan terkait dengan judul tersebut, sehingga dapat memperluas informasi terkait berbagai aspek pada CBRNE. Informasi selengkapnya Klik Disini ![]()




Serangan terorisme yang dialami langsung maupun yang dipelajari dari menonton tv, mendengarkan orang dewasa mendiskusikannya maupun media pendukung lainnya dapat memberikan dampak pada anak-anak. Peran orang tua dalam memberikan respon pada anak-anak merupakan hal terpenting yang harus dilakukan. Berdasarkan penemuan pada penelitian di kota Oklahoma terdapat 2 faktor yang dapat meningkatkan gejala stres pada anak yaitu tingginya paparan tentang terorisme di televisi dan distres yang dialami orang tua. Orang tua dapat membantu koping anak terhadap terorisme dengan cara menciptakan lingkungan yang aman, memberikan dukungan emosional pada anak, jujur pada anak dengan apa yang terjadi, monitor paparan media pada anak, memberitahukan anak tentang apa yang dilakukan pemerintah, dan lain-lain.
Sebagai key player dalam kejadian kegawatdaruratan, perawat diharapkan dapat memerankan kepemimpinan selama krisis kesehatan. Tidak hanya memberikan perawatan yang berkualitas pada korban, memastikan keamanan diri sendiri juga sangat penting. Agar hal tersebut dapat lebih efektif, tetap up to date terhadap pedoman pemerintah dalam menangani kejadian kegawatdaruratan, termasuk di dalamnya serangan terorisme. Untuk membantu perawat untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi kegawatdaruratan, Mosby mengembangkan ReadyRN: Disaster Nursing and Emergency Preparedness sebagai sebuah kuliah online. Tujuan dari kursus ini adalah untuk memastikan bahwa perawat dapat mempersiapkan dirinya dalam merespon kejadian krisis kesehatan nasional. Terdapat 26 mata kuliah yang ditawarkan untuk menghadapi kejadian seperti sistem surveilans pada bioterorisme, dampak psikososial pada bencana, terorisme biologis dan kimia, dan lain-lain.
