
Situasi darurat yang timbul dari bencana alam seperti tsunami, gempa bumi, banjir, angin topan atau yang dibuat oleh manusia seperti serangan teror, kerusuhan, kecelakaan, dll. menyebabkan kerugian sosial dan ekonomi yang luar biasa dan berdampak buruk pada orang miskin di ekonomi berpenghasilan rendah, khususnya. Dalam tulisan ini, kami mencoba untuk melihat dan menganalisis hubungan antara keadaan darurat dan media sosial online, khususnya Twitter, Facebook, dan Youtube. Secara khusus, kami melihat tiga masalah penting. Pertama, kami mencoba melihat efek terjadinya keadaan darurat di media sosial. Kedua, ketika tiba-tiba ada lonjakan postingan di media sosial karena kejadian tersebut, bagaimana banjir data tersebut dapat diekstraksi dan diproses secara efektif untuk menciptakan kesadaran situasional dan meminimalkan kerusakan akibat bencana. Ketiga, bagaimana postingan media sosial yang berbeda dapat membantu berbagai pemerintah dan lembaga lain untuk bersiap dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengelola keadaan darurat guna meminimalkan kerugian. Dalam survei ini, makalah yang berpusat di sekitar keadaan darurat dan pengaruhnya terhadap media sosial dan berbagai organisasi yang terkait dengan manajemen krisis dianggap diterbitkan dalam dekade terakhir. Artikel ini dipublikasikan pada 2021 di jurnal Science Direct






Tenaga kesehatan diharapkan memiliki pengetahuan tentang pengobatan bencana dan siap menghadapi bencana obat. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat pengetahuan, sikap, dan kesiapan praktik kedokteran bencana di kalangan petugas kesehatan di Uni Emirat Arab (UEA) dan mengetahui pengaruh faktor sosiodemografi terhadap praktik kedokteran bencana. Sebuah survei cross-sectional dilakukan di antara berbagai profesional kesehatan di berbagai fasilitas kesehatan di UEA. Kuesioner elektronik digunakan dan didistribusikan secara acak di seluruh negeri. Data dikumpulkan dari Maret hingga Juli 2021. Artikel ini dipublikasikan pada 2023 di jurnal PLOS One