Perhatian terhadap pertolongan pertama, respon cepat dalam situasi emergensi dan bencana semakin terlihat. Kemenkes dan Dinas Kesehatan terus membangun kolaborasi dalam peningkatan pelayanan kegawatdaruratan medis dengan sektor terkait termasuk dengan organisasi relawan kesehatan. Pengantar website bencana kesehatan minggu ini akan membagikan modul Bantuan hidup dasar (BHD), reportase dan video rekaman ulang kegiatan Webinar dan Musyawarah Nasional Komunitas Relawan Emergensi Kesehatan Indonesia/ MUNAS KREKI dengan tema “Bangga menjadi relawan kesehatan, garda terdepan tenaga cadangan kesehatan”. Dalam webinar ini dibahas terkait teknik pertolongan bantuan hidup dasar, teknik menolong kegawatdaruratan medis dan peran relawan kesehatan dalam penanggulangan kedaruratan bencana. BHD biasanya dilakukan oleh petugas medis yang terlatih, namun teknik ini sudah mulai disosialisasikan kepada masyarakat umum. Teknik BHD sangat baik diajarkan kepada masyarakat umum supaya mereka mampu memberikan pertolongan pertama dalam situasi darurat ketika seseorang mengalami kegagalan organ vital yang dapat mengancam nyawa seperti Resusitasi Jantung Paru (RJP) dan Pertolongan Pertama Korban Tersedak. Kemudian bagaimana dengan kondisi emergensi dalam lingkup besar yaitu kondisi bencana? Tentu kebutuhan daerah sudah berbeda, tidak hanya memberdayakan kapasitas lokal saja namun membutuhkan bantuan relawan dari luar daerah.
Simak informasi selengkapnya melalui reportase, buku panduan dan rekaman video dibawah ini.


Negara yang mengalami bencana skala besar membutuhkan bantuan dari multi sektor atau organisasi dalam penanganan bencana. Organisasi tersebut berasal dari antar lembaga pemerintah dan lembaga non pemerintah baik itu nasional maupun internasional.
Tenaga kesehatan diharapkan memiliki pengetahuan tentang pengobatan bencana dan siap menghadapi bencana obat. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat pengetahuan, sikap, dan kesiapan praktik kedokteran bencana di kalangan petugas kesehatan di Uni Emirat Arab (UEA) dan mengetahui pengaruh faktor sosiodemografi terhadap praktik kedokteran bencana. Sebuah survei cross-sectional dilakukan di antara berbagai profesional kesehatan di berbagai fasilitas kesehatan di UEA. Kuesioner elektronik digunakan dan didistribusikan secara acak di seluruh negeri. Data dikumpulkan dari Maret hingga Juli 2021. Artikel ini dipublikasikan pada 2023 di jurnal PLOS One

Risk communication (RC) merupakan salah satu fungsi yang diperlukan dalam penanggulangan bencana. Menetapkan proses komunikasi seperti perencanaan, transparansi kebijakan dan pedoman, pelatihan ahli RC, menyediakan infrastruktur komunikasi dan evaluasi dalam waktu sesingkat mungkin mengurangi kebingungan dan ketidakkonsistenan manajemen. Salah satu tantangan yang ada adalah tidak mengetahui secara pasti dimensi komunikasi risiko dan komponennya dalam bencana. Tujuannya untuk mengidentifikasi komponen komunikasi risiko bencana dalam sistem kesehatan. Penelitian ini dilakukan dengan tinjauan sistematis dan pencarian database PubMed, Scopus, Web of Science, ProQuest, Google Scholar dan Science Open 2000–2021 untuk mengidentifikasi komponen komunikasi risiko bencana dalam sistem kesehatan. Artikel ini dipublikasikan pada 2022 di jurnal NCBI
Gempa yang terjadi di Turki dan Suriah pada 6 Februari hingga saat ini telah menewaskan 33 ribu orang. Upaya pencarian korban masih terus berlanjut dan jumlah korban terus bertambah. Konflik Suriah menjadi tantangan besar dalam pengiriman bantuan, khususnya pengiriman bantuan bagi wilayah-wilayah pemberontak. Bantuan kemanusiaan datang dari berbagai negara termasuk Indonesia. Indonesia telah mengirimkan tim BASARNAS, tim SAR, tenaga medis, logistik kesehatan untuk membantu korban gempa. Dilansir dari website Kemenkes, pada 13 Februari 2023 Kemenkes mengirimkan tim medis dan logistik kesehatan untuk membantu penanganan gempa bumi yang terjadi di Turki dan Suriah. Tenaga medis yang dikirim terdiri dari 3 jenis yakni dokter spesialis, tenaga kesehatan dan tenaga pendukung kesehatan. Total tenaga medis yang diberangkatkan sebanyak 104 orang. Pengiriman tim medis (Emergency Medical Tim /EMT) ini menjadi tahap awal, bantuan perkembangan penanganan gempa akan tetap dipantau sehingga pengiriman tim selanjutnya menyesuaikan kebutuhan Turki. Info terkait perkembangan pengiriman tim medis dan bantuan logistik dapat dipantau melalui