Dalam beberapa tahun terakhir, banyak negara telah menderita karena bencana alam. Tanggap bencana terus menghadapi tantangan di sektor kesehatan di semua negara, salah satu yang signifikan adalah informasi dan manajemen komunikasi. Selama dekade terakhir, kemajuan pesat di bidang teknologi informasi telah menyebabkan manajemen informasi secara efektif dan peningkatan komunikasi dalam pengaturan perawatan kesehatan. Teknologi informasi merupakan solusi penting untuk respon yang efektif terhadap bencana dan keadaan darurat, sehingga jika sistem informasi dan komunikasi yang efisien tersedia maka hal tersebut akan sangat berharga. Selengkapnya
“Refugees are people like anyone else, like you and me. They led ordinary lives before becoming displaced, and their biggest dream is to able to live normally again. On this World Refugee Day, let us recall our common humanity, celebrate tolerance and diversity and open our hearts torefugees everywhere.” Ban Ki-moon
Pembaca website bencana kesehatan, 20 Juni lalu beberapa negara di belahan dunia memperingati hari refugees atau pengungsi sedunia. Kutipan kata di atas adalah ungkapan yang sangat menggugah dari Ban Ki-moon kepada kita semua bahwa refugees adalah manusia yang sama seperti kita semua yang juga ingin hidup normal seperti kita semua.
Menurut laporan UN bahwa ada lebih dari 50 juta lebih refugees di seluruh dunia dan setengah diantaranya adalah anak-anak dan perempuan. Hal ini akan terus bertambah dengan prediksi meningkatnya kejadian bencana alam dan konflik sosial. Minggu ini ini akan diperingati sebagai hari pengungsi sedunia, silakan pembaca website bencana kesehatan menyimak beberapa laporan peringatan hari pengungsi sedunia berikut ini http://www.hopkinsglobalhealth.org/news-events/news/world-refugee-day/ dan http://www.un.org/en/events/refugeeday/.
Sekolah memiliki peran penting dalam pengembangan pengetahuan untuk membangun ketahanan masyarakat. Hal ini penting untuk melibatkan masyarakat dengan melakukan peran mereka untuk meningkatkan ketahanan terhadap bencana, untuk menjamin keberlanjutan pendidikan bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi upaya pendidikan saat bencana dan untuk mengembangkan model konseptual untuk meningkatkan ketahanan masyarakat pesisir. Selengkapnya:
Sepertinya pengalaman penanganan bencana yang menimpa Indonesia memberikan sebuah pelajaran yang berharga dalam pengembangan manajemen bencana saat ini. Indonesia telah belajar banyak dari penanganan Tsunami Aceh 2004, Gempa Padang dan Jogjakarta, bencana gunung meletus Merapi Yogyakarta dan Gunung Sinabung, Karo, hingga bencana banjir Jakarta 2013 lalu. Penghargaan dari pemerintah dan masyarakat Nepal serta negara lain kepada tim bantuan bencana Indonesia disana dapat terlihat dari pernyataan yang diliris pada media massa, Selengkapnya , , dan . Hal ini tidak serta merta membuat kita puas, kita harus terus bisa memonitoring dan mengevaluasi aktivitas dan program penanggulangan bencana agar dapat bekerja lebih efisien dan efektif untuk menolong masyarakat. Terutama kemampuan untuk menciptakan masyarakat tangguh bancana dengan daya resilien yang tinggi dan mandiri.
Pembaca website bencana kesehatan, senang sekali minggu ini kita dapat berjumpa kembali. Kabar gembira bahwa hari ini telah diselenggarakan kegiatan Pertemuan Ilmiah Tahunan Riset Kebencanaan Ikatan Ahli Bencana Indonesia (PIT IABI) di Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada. Perhelatan akbar yang bekerjsama dengan BNPB ini akan diselenggarakan selama dua hari ke depan (Selasa-kamis, 26-28 Mei 2015) mulai pukul 08.00 hingga 18.00 WIB. Rangkaian kegiatan PIT IABI diisi dengan seminar terbuka yang salah satunya membahas mengenai pasca Sendai Framework Maret lalu, sesi paralle oral presentation yang terbagi menjadi banyak Pokja, salah satunya pokja kesehatan yakni Epidemi dan wabah penyakit, selain itu ada juga pameran yang melibatkan perguruan tinggi, instansi, dan pusat penelitian baik dalam dan luar Yogyakarta, dan masih banyak kegiatan lainnya. Baca selengkapnya mengenai PIT IABI,
Pokja Bencana Fakultas Kedokteran UGM juga turut serta dalam PIT IABI 2015 dengan mengadakan Pameran Ilmiah Bencana. Pokja Bencana menampilkan banner dan poster pengalaman bencana, alat-alat kesehatan pada saat bencana, dan juga infomasi mengenai kurikulum kebencanaan bagi mahasiswa kedokteran umum dan keperawatan yang dikembangkan oleh Fakultas Kedokteran UGM.
Pembaca website bencana kesehatan, 24-27 Agustus mendatang akan diselenggarakan Forum Kebijakan Kesehatan Indonesia di Padang, tepatnya di Universitas Andalas Padang. Forum ini merupakan ajang pertemuan peneliti tanah air dalam bidang kebijakan kesehatan. Ada 8 kelompok kerja yang akan diselenggarakan tahun ini, salah satunya adalah kelompok kerja Penanggulangan Bencana. Kami sangat mengharap partisipasi dan keaktifan semua penggiat penanggulangan bencana sektor kesehatan disini untuk dapat mengikuti kegiatan ini dengan mengirimkan abstrak sebelum 30 Mei 2015 ini, selengkapnya mengenai kegiatan ini silakan dan ; Senang sekali FKKI tahun ini diselenggarakan di Padang, dimana kita ketahui Padang pernah ditimpa bencana gempa dan masih diprediksi dengan ancaman Mentawai Megathrust, mari kita manfaatkan pertemuan ini untuk membahas berbagai hal dalam pengembangan menajemen bencana sektor kesehatan, kurikulum bencana kesehatan di FK, FKM, dan Stikes, pengembangan public health preparedness di Indonesia, dan hal lainnya yang berhubungan.
19th WORLD CONGRESS ON DISASTER AND EMERGENCY MEDICINE
21-24 April 2015, cape town, south africa
Kali ini World Congress On Disaster and Emergency Medicine (WCDEM) yang kesembilan belas diselenggarakan di Cape Town, Afrika Selatan pada 21-24 April 2015. WCDEM ini membahas salah satunya lima isu pesan kunci untuk bidang kesehatan dalam Sendai Framework yaitu: hasil dari pengurangan risiko bencana tidak hanya menyelamatkan jiwa manusia saja, tetapi juga kesehatan, pendekatan seluruh hazard (termasuk epidemi dan pandemi), isu safe hospital sebagai prioritas utama, investasi di sektor kesehatan, dan target dan indikator yang fokus pada kesehatan. Sendai framework ini dirumuskan untuk menggantikan Hyogo framework yang sudah berakhir. Tim dari Pokja Bencana ikut menghadiri kegiatan ini. Simak reportase kami
Pembaca sekalian, menarik sekali membahas kesehatan populasi rentan dalam penanggulangan bencana saat ini. Kesehatan ibu anak dan kesehatan reproduksi salah satunya yang juga menjadi target pencapaian MDGs kita tahun lalu, dan bagaimana peran sektor kesehatan dalam pelindungan kesehatan populasi rentan serta penanggulangan bencana dan krisis kesehatan ke depannya, yang mana kita ketahui bahwa ancaman bencana semakin meningkat dengan adanya pengaruh perubahan iklim yang otomatis juga berdampak pada peningkatan risiko kesehatan masyarakat. Pembaca sekalian, dapat menyimak reportase kegiatan seminar ini mulai esok pada link di bawah ini.
Masih dalam rangkaian seminar ini, kami membagi dalam tiga tahap sebagai berikut: Tahap 1:
Pra Seminar adalah kegiatan melalui diskusi online untuk menggiring kesepahaman mengenai tujuan seminar antara penyelenggara, narasumber, pembahas, moderator, dan peserta yang ingin terlibat. Proses ini sudah berjalan awal maret hingga menjelang seminar
Tahap 2:
Seminar adalah kegiatan seminar yang berlangsung Senin, 16 Maret 2015
Tahap 3:
Pasca seminar adalah kegiatan lanjutan untuk kita bersama-sama merumuskan tujuan seminar dalam bentuk tulisan yang bisa dipublikasi ataupun kegiatan lanjutan yang disepakati bersama
Pembaca sekalian, kami mengundang seluas-luasnya rekan sekalian yang selama ini berkecimpung dalam kebencanaan dan kesehatan untuk terlibat dalam forum diskusi pasca seminar ini. Caranya dengan mengkonfirmasi kesediaan rekan sekalian ke email [email protected] dengan format Nama, Instansi tempat bekerja/mahasiswa/peneliti, nomor HP dengan subjek email Konfirmasi Tahap 3 Seminar Bencana.
14th World Congress on Public Health adalah forum kesehatan masyarakat yang diselenggarakan sekali dalam tiga tahun. Kali ini acara diselenggarakan di Science City, Kolkata, India. Kongres ini diselenggarakan oleh World Federation of Public Health Associations (WFPHA) dan Indian Public Health Association (IPHA) dan acara diselenggarakan pada Rabu-Minggu (11-15/2/2015). Kongres ini menghadirkan ahli kesehatan masyarakat dari berbagai belahan dunia. Pembicara berbagi pengalaman dan perspektif tentang kesehatan masyarakat dari berbagai negara, mulai dari India, Kanada, Brazil, Asia, Afrika, dan lainnya. Konferensi ini dibagi dalam lima acara besar yaitu pre-conference, plenaries & speakers, thematic sessions, concurrent sessions, dan free papers.
Kongres ini bertujuan untuk mendorong promosi “Rakyat Sehat-Lingkungan Sehat” dan akan mempertemukan ribuan peserta dari berbagai disiplin ilmu kesehatan masyarakat dari berbagai negara di seluruh dunia. Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK UGM mengirimkan tiga delegasi dari spesifik ilmu yang berbeda untuk melaporkan topik-topik yang menarik dan terkait dengan situasi di Indonesia di web ini. Simak reportase kegiatannya pada link berikut
Pembacawebsite bencana kesehatan, baru kemarin kita berkumpul dan membahas mengenai manajemen bencana sektor kesehatan dalam pertemuan kongres dunia melalui fotumWCDEM kesembilan belas, Namun, bencana memang tidak pernah diduga kedatangannya, seiring kepulangan kami ke Indonesia, kami mendengar kabar bahwa telah terjadi gempa bumi Nepal dengan kekuatan 7,9 SR. Gempa ini telah meratakan banyak bangunan pemukiman, fasilitas umum, hingga bangunan bersejarah di Nepal. Hingga saaat ini pun, kami mendapat kabar bahwa korban telah mencapai angka 3 ribu ebih dan korban luka mencapai angka 6.ribuan. Bantuan terus berdatangan ke negara ini, termasuk dari Indonesia. Presiden Joko Widodo dalam sela pertemuan KTT ASEAN di Kuala Lumpur menyatakan bahwa akan mengirimkan tim medis dan SAR Indonesia ke Nepal. Namun dalam pernyataannya, Presiden Jokowi tetap menghimbau perhatian untuk keselamatan tim yang akan dikirimkan ke sana, termasuk Jokowi memikirkan tentang akses tim ke sana. Jokowi juga menghimbau untuk menganalisis bantuan apa yang tepat untuk diberikan untuk korban Nepal, Selengkapnya . Dilansir oleh BNPB maka Indonesia telah memberikan bantuan 1 juta Dollar Amerikakepada korban Nepal. Bantuan ini berupa logistik makanan dan obat-obatan. Selain itu, BNPB mengirimkan juga tenda keluarga hingga 300 unit, tenda posko, tenda pengungsi, serta makanan tambahan gizi hingga sepuluh ribu paket. Dalam rapat koordinasi bersama kementerian terkait dan LSM, LSM terkait juga memberikan sejumlah bantuan, seperti sepuluh ribu kaleng kornet kambing, dan 50 kantong mayat. Selengkapnya