Hari Ke-3 IDEC 2011

alt

IDEC2011: Hari Ke I || Hari Ke II || Hari Ke IV

Sabtu, 29 Oktober 2011

Seperti hari-hari sebelumnya, kegiatan IDEC 2011 dimulai pukul 09.00 dengan Expo pada tiap Stand yang ada. pada hari ketiga, Tim PMPK mengikuti kegiatan Workshop yang di adakan oleh Pusat Studi Tsunami dan Mitigasi Bencana (TDMRC-Tsunami and Disaster Mitigation Research Center) Universitas Syiah Kuala. TDMRC adalah lembaga riset yang didirikan pada 30 Oktober 2006. Keberadaan TDMRC bertujuan untuk meningkatkan sumber daya riset kebencanaan yang berkualitas, memberikan advokasi pada pemerintah dalam membuat kebijakan, mengumpulkan dan menyediakan data terbaik dengan mempercepat prosess pengumpulan data yang tepat berkaitan dengan dampak dari bencana. Disamping itu, TDMRC juga berkontribusi meningkatkan masyarakat yang tahan bencana, berkolaborasi dengan para peneliti dan lembaga riset lainnya dalam riset-riset kebencanaan. TDMRC sebagai salah satu ujung tombak dalam pelaksanaan dan pengembangan penelitian dibidang kebencanaan di Provinsi Aceh didisain untuk mampu menjadi lembaga riset yang handal dan tangguh, yang mampu merumuskan dan melaksanakan kebijakan riset dan pengembangan untuk memecahkan berbagai masalah kebencanaan, baik pada tingkat daerah, nasional dan internasional.

alt 

Topik dari Talkshow yang disampaikan oleh TDMRC-Unsyiah adalah mengenai Pembuatan Peta Risiko Bencana (Risk Map). Dalam penyampaian materi, Tim TDMRC menjelaskan tentang terminology-peristilahan gambaran umum proses pembuatan peta risiko bencana (Risk Map) serta Metodologi Penyusunan Peta Risiko Bencana Aceh. 

Talkshow lain yang berlangsung setelah talkshow yang diselenggarakan oleh TDMRC-Unsyiah adalah dari PT. Exsol Innovindo. Topic yang disampaikan adalah Deformation Monitoring System to Prevent Disaster. dalam kesempatan ini, pembahasan mengenai Deformasi Sistem Monitoring untuk Mencegah Bencana

{gallery}idec2011_3{/gallery}

Hari Ke-4 IDEC 2011

alt

IDEC2011: Hari Ke I || Hari Ke II || Hari Ke III

Minggu, 30 Oktober 2011

Hari Ke-empat merupakan Hari terakhir IDEC 2011. Pengunjung lebih banyak karena hari terakhir dan merupakan hari libur kerja serta libur sekolah, pengunjung kebanyakan orang tua berserta anaknya. Rangkaian kegiatan masih seperti biasa, pameran expo dari tiap stand tetap berjalan dengan baik, Kompas masih menayangkan pemutaran 2 film, yaitu 1) Indonesia Cincin Api dan Tambora mengguncang dunia; 2) Indonesia Cincin Api dan Toba Mengubah dunia, serta adanya Talkshow dari Redemption Drop mengenai Bencana.

alt 

Redemption merupakan suatu bentuk pengorbanan, kepedulian, solidaritas sosial dan kebersamaan terhadap suatu komitmen yang sampai sekarang masih menjadi “mimpi besar” terutama dalam hal kesehatan, yaitu MDGs 2015. Redemption Drop merupakan kegiatan kemanusiaan berskala global dengan mengajak masyarakat untuk mewujudkan mimpi tersebut melalui kajian ilmiah dan aksi nyata dengan turun (Drop) di dusun-dusun yang berbatasan dengan hutan di gunung-gunung Indonesia (yang kita percaya sebagai pertahanan terakhir manusia) dengan intervensi yang sesuai dengan “seharusnya”, melalui sebuah aksi “Expedition of Mountain in Indonesia Through MDGs 2015” selama lima tahun dengan target 10 gunung di Indonesia. Aksi ini awalnya merupakan niatan kawan-kawan petualang dan dokter muda yang gemar mendaki gunung untuk memberikan suatu aksi nyata “making the one drop” di dusun-dusun tersebut, sebagai suatu simbol ucapan terima kasih kita (Redemption) kepada masyarakat yang selalu menjaga alamnya untuk kepentingan global (hutan/paru-paru dunia, yang tanpanya paru-paru kita tidak dapat berfungsi). Berbagai aksi nyata untuk mewujudkan komitmen tersebut dengan mengajak masyarakat luas untuk bersama-sama berdiri dan melangkah dalam mengurangi melalui kegiatan pertama “Rinjani Redemption Drop 2010” di Lombok, NTB (14-24 Juli 2010). Pada Talkshow ini dijelaskan mengenai bencana dan aksi yang pernah dilakukan pada saat bencana.

Talkshow lain juga disampaikan oleh PT. Secom Indopratama yang merupakan anak perusahaan dari SECOM.Co., Ltd di Jepang, salah satu perusahaan penyedia jasa dan produk pengamanan yang terkemuka di dunia, salah satu solusi pengamanan yang disediakan adalah Sistem Alarm Elektronik dengan Pengawasan & Aksi monitoring dan Emergency Response selama 24-jam. Dalam kegiatan IDEC 2011, PT. Secom Indopratama membahas mengenai Enhancing Security Inspection and Detection System to Reduce Disaster Possibility yaitu cara peningkatan keamanan dan inspeksi system deteksi untuk mengurangi kemungkinan bencana. 

Kegiatan lain yang berlangsung pada hari keempat adalah Simulasi mengenai Peralatan Komunikasi darurat yang dilaksanakan oleh Kementerian Pertahanan RI yang dilaksanakan pada open space halaman Hall A.

altaltalt

{gallery}idec2011_4{/gallery}

Hari Ke-2 IDEC 2011

alt

IDEC2011: Hari Ke I || Hari Ke III ||  Hari Ke IV

Jum’at, 28 Oktober 2011

Hari kedua kegiatan IDEC 2011 dimulai pukul 09.00 dengan Expo pada tiap Stand yang ada. Tiap Stand dari Institusi baik Pemerintah, maupun swasta memamerkan Produk unggulan serta hasil kegiatan yang telah mereka kerjakan, khususnya mengenai peran mereka terhadap Penanganan Bencana. Selain itu, tiap stand juga memberikan beberapa kekhasan dari tiap program yang mereka kerjakan. Salah satunya stand kementerian kesehatan, memamerkan beberapa contoh kegiatan yang telah dilakukan. Misalnya contoh ruang operasi pada rumah sakit lapangan, pemutaran film tentang bencana gempa dan merapi, serta pembagian buku panduan penanganan bencana, leaflet tentang promosi kesehatan pada saat bencana. Selain itu juga, memamerkan contoh kegiatan yang pernah dilakukan bekerja sama dengan Tim PMPK FK UGM yaitu mengenai Kegiatan Hospital Disaster Plan(HDP).

Dalam Kegiatan IDEC 2011, setiap hari dilakukan pemutaran dua film oleh Kompas melalui tim ekspedisi Cincin Api.

alt

Judul film yang diputar adalah 1) Indonesia Cincin Api dan Tambora mengguncang dunia; 2) Indonesia Cincin Api dan Toba Mengubah dunia. Dua film ini merupakan hasil Ekspedisi dari Tim Ekspedisi Cincin api yang mengeksplorasi gunung berapi dan lempeng benua di Indonesia, yang terjalin dalam lingkar Cincin Api Pasifik. Bertolak dari Tambora, mengarungi kaldera Toba, mendaki puncak-puncak berapi lainnya yaitu Sinabung dan Sibayak, Krakatau, Agung dan Rinjani, Semeru-Bromo, Merapi-Merbabu, Galunggung, Kerinci-Dempo, Egon-Lawu, hingga Sangihe-Ambon; kemudian menyusuri lempeng benua Sesar Darat Sumatera dan berakhir di Mentawai. Namun yang diluncurkan saat ini adalah dua film yang di putar pada kegiatan IDEC 2011.

Tim PMPK mengikuti pemutaran Film tersebut dihari kedua, yaitu pada pukul 11.00-12.00 dan 13.30 – 14.30.

11.00 – 12.00: Indonesia Cincin Api dan Tambora mengguncang dunia

alt

Film ini menceritakan tentang aktifitas dari Gunung Tambora, stratovolcano aktif yang berada di Nusa Tenggara Barat, terbentang 340 km di sebelah utara sistem palung Jawa. Aktivitas vulkanik gunung berapi ini mencapai puncaknya pada bulan April tahun 1815, meletus dalam skala tujuh pada Volcanic Explosivity Index. Gelegar letusannya terdengar hingga pulau Sumatra (lebih dari 2.000 km).

Abu vulkanik jatuh di Kalimantan, Sulawesi, Jawa dan Maluku, menyebabkan kematian hingga tidak kurang dari 71.000 jiwa, bahkan letusan ini menyebabkan perubahan iklim dunia. Satu tahun berikutnya, 1816, menjadi Tahun tanpa musim panas karena perubahan drastis dari cuaca Amerika Utara dan Eropa efek debu yang dihasilkan dari letusan Tambora. Gunung yang pernah memiliki letusan terbesar setelah letusan Danau Taupo tahun 181. Tambora hanyalah salah satu tiang langit dari sederet gunung berapi yang dimiliki Indonesia

 

13.30 – 14.30 : Indonesia Cincin Api dan Toba Mengubah dunia

Pemutaran film Indonesia Cincin Api dan Toba Mengubah dunia menceritakan tentang Toba pada awalnya sebenarnya adalah sebuah gunung yang muncul dari aktivitas tektonik yang membentuk dapur magma yang dalam ribuan tahun makin membesar. Pada salah satu sudut antar segmen di Sumatera bagian utara. Toba yang kita ketahui saat ini sebagai danau sebenarnya adalah kaldera atau semacam kubangan dalam istilah orang awam yang terbentuk sebagai dampak dari tiga kali letusan Gunung Toba. Letusan pertama, 840.000 tahun lalu, menghasilkan Kaldera Porsea. Letusan kedua, 501.000 tahun lalu menghasilkan Kaldera Haranggaol, dan Letusan ketiga, 74.000 tahun lalu menghasilkan Kaldera Sibadung dan menyatunya ketiga kaldera.

Menyatunya ketiga kaldera pada letusan terakhir 74.000 tahun yang lalu, itulah yang kita pahami saat ini sebagai Danau Toba. Dahsyat letusannya diperkirakan 300 kali dari letusan Gunung Tambora di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Tahun 1815 yang menenggelamkan tiga kerajaan lokal dibawahnya dan dikenang sebagai tahun tanpa musim panas. Hasil liputan Ekspedisi Cincin Api, saya pun akhirnya percaya jika dikatakan Gunung Toba mengubah Dunia. Kedahsyatan letusannya memuntahkan 2.800 km3 piroklastik silica yang tersebar seluas 4 juta km2hingga menutupi Asia Selatan, Arab, India, dan Laut Cina Selatan. Letusannya diyakini menutupi sebagian permukaan bumi selama enam tahun dan beberapa peradaban manusia tenggelam dalam perut bumi.

Dasar danau (Kaldera) Toba yang mengalami pengangkatan akibat kegiatan vulkanik dapur magma yang masih aktif, itulah yang kita kenal selama ini sebagai Pulau Samosir. Pada dua sisi Kaldera Toba, terdapat Gunung Pusuk Buhit dengan ketinggian 1.972 meter diatas permukaan laut (mdpl) dan Gunung Sipisopiso dengan ketinggian 1947 mdpl, dibawahnya keduanya terdapat dapur magma yang masih aktif hingga kini. Masih terdapatnya dapur magma aktif di sekitar Kaldera   Toba seakan mengingatkan kita betapa sebenarnya kita harus waspada hidup di negeri cincin api, walau kita begitu mengagumi dan mencintai Toba. Keindahan yang tak pernah bosan jika dipandang, keindahan yang sama ikut memesona dan memikat wisatawan domestik dan luar negeri

altaltalt

 {gallery}idec2011_2{/gallery}

Hari Pertama IDEC 2011

alt

IDEC2011 : Hari Ke II || Hari Ke III ||  Hari Ke IV

Kamis, 27 Oktober 2011 

Acara Pembukaan

Kegiatan IDEC 2011 yang diselenggarakan dari tanggal 27 – 30 Oktober 2011, bertempat di Jakarta International Expo, Kemayoran Jakarta. Dalam pembukaan ini, disampaikan beberapa kata sambutan. Sambutan pertama dari Presiden Direktur PT Kerabat Dyan Utama (Radyatama), Ernst K. Remboen., selaku Event Organizer. Sambutan kedua oleh Dr. Syamsul Maarif, M.Si, selaku Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dalam pidato pembukaannya, beliau menyampaikan bahwa dalam rangka memberikan pemahaman kepada masyarakat luas dan insan peduli bencana di Indonesia, paradigma Pengurangan Risiko Bencana (PRB) menjadi sangat penting untuk mempersiapkan masyarakat dalam menghadapi bencana. Ini merupakan media dan sarana yang tepat untuk memberikan peran secara langsung dalam memberikan edukasi terkait pengurangan risiko dan penanggulangan bencana. Beliau berharap melalui kegiatan ini dapat tercipta perubahan sikap dari masyarakat dalam membangun kesadaran khususnya bagi mereka yang berada diwilayah rawan bencana dan menyelamatkan kehidupan. Selain itu, beliau juga berharap penyelenggaraan kegiatan ini bisa berlangsung secara terus menerus dan dapat memberikan wawasan serta pengalaman yang baru dalam penanggulangan bencana.

alt

Sambutan ketiga sekaligus membuka secara resmi pelaksanaan Indonesia Disaster Preparedness, Response, Recovery, Expo dan Conference (IDEC) 2011 oleh Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra), H.R. Agung Laksono. Beliau menjelaskan bahwa kegiatan ini terlaksana, salah satunya adalah karena adanya penghargaan kepada Presiden RI dari PBB atas kesungguhan Indonesia terhadap pentingnya pemahaman dan penyiapan dalam penanggulangan bencana. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menjadi gambaran kepada Negara luar mengenai  persiapan dan pencegahan terhadap bencana.

alt

Dengan pemukulan Gong oleh Menkokesra yang didampingi oleh Kepala BNPB dan Presiden Direktur Radyatama, maka acara secara resmi dibuka. Setelah acara pembukaan, Menkokesra berkunjung ke Stand dari tiap peserta Expo IDEC 2011, salah satunya adalah Stand Kementerian Kesehatan. Tim PMPK FK UGM bergabung dengan Stand Kementerian Kesehatan karena adanya Kerjasama dalam beberapa Kegiatan, Khususnya Hospital Disaster Plan (HDP). Rangkaian acara terus berlanjut, pada hari pertama ini juga dilaksanakan Workshop secara Paralel di beberapa ruangan. Salah satunya yang diikuti adalah di Ruang Lawu 1 Hall A, mengenai Disaster Management and Climate Change.

Setelah pembukaan pada Pukul 13.00, langsung dilanjutkan sesi-sesi materi.

Kuliah Umum

13.00 – 13.30

Materi              : Lessons from the March 2011 Tohoku, Japan, earthquake and tsunami disaster
Presentator     : Prof. Kenji Satake (Earthquake Reseach. Institute of University Tokyo)Sesi 1

Sesi 1

Pukul               : 13.00 – 14.30
Materi              : Disaster Management in Indonesia
Presentator     : Kepala BNPB

Materi              : Disaster Preparedness and Response
Presentator     : Kepala BASARNAS

Materi              : Climate Phenomenon and Anticipation of Extreme Weather
Presentator     : Kepala BMKG

Materi              : Indonesia Position in the Context of Global Climate Change Negotiation
Presentator     : Kepala Dewan Nasional Perubahan Iklim

Sesi 2

Pukul              : 15.00 – 16.15
Presentator    : Danny Hilman Natawidjaja
Institusi          : LIPI

Materi             : Post Tsunami Disaster And Its Aftermath Experiences Of Brr Aceh-Nias
Presentator    : John S Pallister (Volkanologis USGS)

Materi             : Natural Disasters In Indonesia The French-Indonesian Cooperation
                         In Volcanology (Past And Future)
Presentator    : Dr. Jean-Paul Tautain

Sesi 3
Pukul               : 16.15 – 17.30
Materi              : Public Health Emergency in Disaster Management
Presentator     : Emil Agustiono (Epidemiologist, Indonesia)

Materi              : Volcanic Hazard Mitigation in Indonesia Collaboration Japan – Indonesia
Presentator     : Masato Iguchi (Associate Professor at Disaster Prevention Research Institute,
                          Kyoto University, Japan)                                                         

Materi              : Policy Response to 3.11 Earthquake and Tsunami Disaster
Presentator     : Dr. Koresawa (JICA Project)

Sesi 4
Pukul 17.30 – 18.00
Acara Penutupan Workshop oleh Prof. Dr. Indroyono Soesilo selaku Sekretaris Eksekutif dari Kementerian Koordinator Kesejahteraan Masyarakat.

Galeri Foto

{gallery}id_disaster{/gallery}

Indonesia Disaster Preparedness, Response, Recovery, Expo and Conference 2011

alt

IDEC 2011

(Indonesia Disaster Preparedness, Response, Recovery, Expo and Conference 2011)

alt

Indonesia terletak di lempeng tektonik utama yaitu Lempeng Indonesia-Australia, Eurasia Plate dan Lempeng Pasifik. Ketiga lempeng tektonik tersebut menyebabkan gempa dan juga bisa menyebabkan tsunami. Bencana lainnya seperti banjir, kebakaran dan angin topan adalah hasil dari kerentanan alam dan kehancuran.

Pencapaian Presiden Republik Indonesia, Dr H. Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Juara Global untuk Pengurangan Risiko Bencana dari PBB yang diberikan untuk keberhasilan Indonesia dalam mengembangkan kesadaran tentang pentingnya pengelolaan bencana dan memasukkan kedalam roadmap pembangunan jangka panjang dan kebijakan nasional.

Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Republik Indonesia berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan dukungan dari departemen lain menyelenggarakan Indonesia Disaster Expo & Conference (IDEC) 2011 pada 27-30 Oktober 2011 di Jakarta International Expo, Kemayoran Jakarta. Indonesia Disaster Preparedness, Response, Recovery, Expo and Conference diikuti oleh lebih dari 100 peserta dengan lebih kurang 100.000 pengunjung. Peserta terdiri dari instansi pemerintah, lembaga dan juga pelaku industri produk-produk kebencanaan dari dalam dan luar negeri. Produk ataupun jasa yang dapat dilihat selama pameran antara lain kamera pengawas, sistem pemetaan, tank evakuasi, helikopter, alarm, perahu karet, mobil penjernih air, mobil identifikasi korban, berbagai jenis tenda darurat, mobil pemadam kebakaran, alat-alat pemadam, alat pelacak korban bencana, konsultan keselamatan, peralatan kesehatan, peralatan evakuasi, dan masih banyak lagi. Ini adalah IDEC yang pertama kali diselenggarakan dan diharapkan akan berkesinambungan tiap tahunnya.

Kegiatan ini sangat berfungsi dan berperan untuk mendidik, menginformasikan, dan mempromosikan produk penanggulangan bencana kepada masyarakat. Ini juga dapat  digunakan sebagai media untuk menyajikan program-program penanganan bencana ke internasional, dan mempublikasikan informasi dari potensi bencana yang akan terjadi, bagaimana cara mengantisipasi, tindakan yang harus dilakukan dan menunjukkan hasil produk inovasi teknologi yang berhubungan dengan kesiapsiagaan bencana, respon dan pemulihan.

Kegiatan yang diselenggarakan di IDEC 2011 seperti Pendidikan dengan mengundang sekolah-sekolah, universitas, organisasi masyarakat, dan masyarakat umum untuk melihat serta belajar tentang bencana; Informasi tentang pengurangan bencana dan program penanganan dengan perkembangan teknologi; simulasi untuk pertolongan pertama bagi korban, simulasi bencana, dan simulasi prosedur standar untuk mengurangi risiko bencana; Jaringan sebagai tempat untuk berkumpulnya organisasi masyarakat, relawan, peneliti, investor, pemerintah dan stakeholder lainnya; Promosi untuk industri yang terkait dengan peralatan pemantauan, antisipasi, pencegahan, sampai pengurangan risiko bencana dan Penjualan jasa serta produk pengurangan risiko bencana.

Untuk melihat detail kegiatan harian bisa dilihat dalam tombol berikut:

altaltaltalt

Pasca Gempa Turki, Kerusuhan Terjadi di Penjara Van

Pasca Gempa Turki, Kerusuhan Terjadi di Penjara Van


VAN | SURYA Online – Kerusuhan meletus di satu penjara di provinsi yang diguncang gempa vumi di Turki, Van, setelah pemerintah menolak untuk memindahkan tahanan yang ketakutan ke tempat yang aman, kata keluarga tahanan.

Suara tembakan terdengar dari kompleks tersebut, dan asap membubung ke udara pada malam hari, setelah para tahanan membakar selimut mereka dalam aksi protes.

Petugas pemadam dikerahkan untuk memadamkan si jago merah, demikian laporan media setempat, Rabu (26/10/2011).

Penjara tersebut, yang dapat menampung sebanyak 1.000 tahanan, rusak akibat gempa berkekuatan 7,2 pada skala Richter, Minggu (23/10/2011).

Keluarga tahanan berkumpul di luar bangunan penjara itu sambil berteriak “Erdogan –pembunuh”. Mereka merujuk kepada Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan.

Penjara tersebut berada di pinggiran kota Van, ibu kota  provinsi dengan nama yang sama –tempat sedikitnya 459 orang tewas tewas akibat gempa.

Sebanyak 200 tahanan melarikan diri dari penjara itu setelah gempa Bumi, tapi 50 tahanan kembali setelah bertemu dengan keluarga mereka, kata pihak berwenang.

Dampak Gempa, 71 Bangunan Rusak, 10 Masih Dirawat

Gempa 6,8 SR di Bali

Dampak Gempa, 71 Bangunan Rusak, 10 Masih Dirawat

Denpasar, CyberNews. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat dua gempa bumi yang mengguncang barat daya Nusa Dua, Bali merusak setidaknya 71 bangunan di Pulau Dewata.

Sebanyak 39 rumah penduduk dan 16 sekolah rusak ringan-sedang, 4 rumah ibadah rusak ringan, 7 kantor pemerintah rusak ringan, dan 2 toko serta 3 rumah sakit/puskesmas rusak ringan.

“Sebagian besar kerusakan atap runtuh dan tembok retak. Tidak ada hotel yang rusak,” tulis Kepala BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam rilisnya.

Sementara itu, Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan melaporkan, korban gempa sebanyak 83 orang. Sepuluh orang di antaranya masih menjalani rawat inap di rumah sakit.

Hasil diagnosa terhadap mereka yang dirawat inap menyebutkan, lima orang cidera kepala ringan dan lima orang mengalami fraktur/patah tulang. Tujuh orang di antara mereka dirawat RS Sanglah, dua di RSU Kasih Ibu, dan seorang lagi dirawat di RS Surya Husada.

Sebelumnya, dua gempa mengguncang Bali. Gempa pertama terjadi sekira pukul 10.16 WIB dengan kekuatan 6,8 SR. Gempa bertitik pusat di 143 kilometer barat daya Nusa Dua. Sedangkan gempa kedua terjadi pukul 14.52 WIB dengan kekuatan 5,6 SR.

Aktivitas Gunung Marapi Menurun

Aktivitas Gunung Marapi Menurun

BUKITTINGGI – Aktivitas Gunung Marapi di Koto Baru, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumbar, nampak mulai menurun dengan tidak lagi mengeluarkan asap hitam sejak Sabtu (24/9) pagi.

Pantauan ANTARA di daerah Sungaipuar, Kabupaten Agam, terlihat puncak Gunung Marapi hanya mengeluarkan asap putih relatif mulai menipis dengan tekanan melemah.

Seorang warga Sungaipuar St. Sinaro menyebutkan, gunung biasanya setiap pagi antara pukul 07.00 WIB – pukul 09.34 WIB mengerluarkan asap hitam tebal disusul asap putih, namun sejak Sabtu pagi tidak lagi terlihat.

“Ini menandakan aktivitas gunung mulai menurun. Kita berharap gunung tidak lagi mengeluarkan asap hitam pekat disertai debu vulkanik, apalagi letusan,” katanya.

Warga Sungaipuar lainnya Mak Sima mengatakan, asap putih yang keluar dari kawah gunung selain telah menipis juga tidak berlangsung lama, atau hanya sekitar dua menit saja.

“Setelah mengeluarkan asap putih tipis sekitar dua menit, setelah itu tidak ada lagi mengeluarkan asap, baru sekitar 10 menit kemudian asap putih kelur lagi,” ucapnya.

Menurut dia, gumpalan asap putih yang terlihat menipis dan tingginya juga telah berkurang dari biasa diperkirakan mencapai 50 meter.

Pada hari Jumat lalu, katanya, gunung mengeluarkan gumpalan asap hitam disusul asap putih berasal dari kawah gunung pada pukul 09.30 WIB.

“Asap mulai tipis dengan tekanan melemah akan seperti itu seterusnya, sehingga warga sudah bisa melakukan aktivitas ke ladang mereka yang dekat dengan pucak gunung,” harapannya.

Petugas pengamatan Gunung Marapi, Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (BGPVMB) Warseno mengatakan, status aktivitas vulkanik gunung yang memiliki ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut itu hingga saat ini masih “Waspada”.

“BGPVMB tetap mengeluarkan larangan bagi masyarakat dan pendaki untuk tidak melakukan pendakian sampai tiga kilometer dari puncak,” katanya.

Gunung itu pada Selasa (20/9) pagi telah mengeluarkan debu vulkanik bercampur belerang sekitar 150 hingga 200 meter dari kawah.

Sebaran abu vulkanik menjangkau beberapa kabupaten dan kota di Sumatera Barat seperti Agam, Tanahdatar, dan Padangpanjang.

Debu vulkanik yang disemburkan Gunung Marapi sejak Agustus 2011 sampai dengan saat ini telah lebih dari 15 kali. (Ant)

Sumber: Sinar Harapan

Tentang Kami

Divisi manajemen bencana adalah merupakan salah satu divisi yang berada dibawah Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK UGM, berdiri sejak awal tahun 2008. Pembentukan divisi ini berdasarkan kebutuhan lapangan, yaitu belum ada konsep manajemen penanganan bencana yang bisa dijadikan referensi, khususnya di sektor kesehatan serta keterlibatan Institusi pendidikan secara intensif masih sangat terbatas jumlahnya.

Visi :
“Untuk merumuskan konsep manajemen penanggulangan bencana di sektor kesehatan dan implementasinya”

Misi :
“Untuk menyusun konsep Nasional manajemen bencana di Sektor Kesehatan yang mencakup seluruh lapisan masyarakat, serta sosialisasi, realisasi, evaluasi, dan pengembangannya”

Produk kegiatan dari Divisi Manajemen Bencana adalah:

a) Penelitian

Penelitian untuk implementasi pengembangan manajemen kebencanaan dan
manajemen penanggulangan bencana.

b) Seminar/Workshop :

Seminar/workshop tentang isu-isu kebencanaan mengenai Public Health emergency
Respon
/Rehabilitasi kepada Stakeholder dan Medical Emergency Respon untuk
penyusunan Hospital Disaster Plan (Khusus untuk RS)

c) Pelatihan :

1. Pelatihan untuk peningkatan skill Penanganan Bencana (PPGD)
2. Pelatihan bagi para staff pengajar lembaga pendidikan Kesehatan
3. Pelatihan bagi Penyusun Hospital Disaster Plan (Hosdip)

d) Konsultasi/Pendampingan:

1. Pendampingan penyusunan sistem Manajemen Bencana untuk Pemda
2. Pendampingan penyusunan Hospital Disaster Plan untuk RS

e) Pengembangan Modul:

Modul kuliah untuk S0, S1, S2.

Slideset

The Widgetkit Slideset takes your product showcase to the next level. It provides a sleek way to show multiple sets of items and uses smooth effects while looping through them.

Features

  • Clean and very lightweight code
  • Eye-catching transition effects
  • Fully responsive including all effects
  • Support of named custom sets
  • Swipe navigation on mobile phones
  • Built with HTML5, CSS3, PHP 5.3+ and the latest jQuery version
  • Works with Joomla and WordPress

Slide Example

The sets are auto generated (4 items per set), item names are shown and it uses the slide effect and navigation buttons.

[widgetkit id=32]

Zoom Example

The sets are arranged manually, sets names are used as a navigation and it uses the zoom effect.

[widgetkit id=33]

Drops Example

The sets show the item names and it uses the drops effect and navigation buttons.

[widgetkit id=49]

Deck Example

This auto generated sets uses prev/next buttons as a navigation and the deck effect.

[widgetkit id=43]

How To Use

The Widgetkit Slideset takes full advantage of the very user-friendly Widgetkit administration interface. You can create and manage all slidesets and their different items in one place. After you have created a slideset, you can load it anywhere on your website using shortcodes or the universal Widgetkit Joomla module or WordPress widget.