Pengembangan Kurikulum Bencana di FK UGM

mmb-fk

mmb-fkMenyadari bahwa negara Indonesia sangat rentan dengan kejadian bencana alam, Universitas Gadjah Mada berusaha menjadi pelopor dalam upaya penanggulangan bencana di Indonesia. Beberapa program studi kebencanaan didirikan di beberapa fakultas di UGM, pembangunan Pusat Studi Bencana Alam, dan pengembangan Magister Manajemen Bencana.

Untuk itu, Fakultas Kedokteran UGM telah memasukkan bencana ke dalam blok perkuliahan maupun kurikulum baik S-1 dan S-2. Saat ini kurikulum bencana telah masuk dalam blok 4.2 pada pendidikan kedokteran umum bergabung dengan mata kuliah sistem kesehatan. Sedangkan pada pendidikan keperawatan, kebencanaan masuk ke dalam blok 4. Selama kurang lebih tujuh minggu mahasiswa akan mempelajari kondisi tanggap darurat bencana, penanganan, maupun persiapan perencanaan terkait logistik medis.

Pada pendidikan pascasarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat, Minat Kebijakan Manajemen Pelayanan Kesehatan, kebencanaan masuk dalam mata kuliah pilihan wajib. Selama satu semester, mahasiswa akan diajarkan mengenai framework bencana, kebijakan dan regulasi kebencanaan, dan pemahaman mengenai Regional Disaster Plan dan Hospital Disaster Plan.

Tidak hanya itu, Fakultas Kedokteran juga mengembangkan pengajaran bagi mahasiswa Magister Manajemen Bencana (MMB) Sekolah Pascasarjana UGM. Pada beberapa kesempatan mahasiswa dari dari MMB dan S-2 IKM dapat bergabung pada kuliah besar mengenai kebencanaan.

Pertimbangan Pemilihan Manajer Lokal pada Penanggulangan Bencana

disaster-leader

disaster-leaderKondisi bencana jelas berbeda dengan saat normal. Karakteristik yang sangat membedakannya adalah ketidakterdugaan dan peningkatan jumlah dalam waktu singkat, baik peningkatan jumlah pasien, jumlah kebutuhan alat kesehatan dan obat, serta ruang yang aman. Seorang manajer dalam kondisi normal bisa menjalankan tugasnya dengan baik, tetapi belum tentu pada masa bencana. “Shock” keadaan bisa mempengaruhi kondisi manajer. Terdapat beberapa kasus pada penanggulangan bencana, dimana manajer kesehatan lokal merasa tidak mampu menjalankan tugasnya, mengundurkan diri atau meminta digantikan.

Misalnya saja di rumah sakit, saat bencana sudah pasti akan timbul korban, dari yang ringan sampai meninggal dunia. Kondisi ini masih ditambah dengan jumlah korban yang terus meningkat. Kondisi seperti inilah yang mudah menimbulkan kepanikan dan kekacauan dalam penanganan korban di rumah sakit. Hal ini terjadi saat rumah sakit tidak mengalami bencana, bagaimana jika sebuah rumah sakit juga mengalami bencana? Dengan sumberdaya yang tersisi rumah sakit tetap menjalankan fungsinya untuk memberikan layanan kesehatan kepada korban.

Kondisi bencana sering disebut dengan kondisi yang “kacau” atau chaos, namun, pengorganisasian harus tetap dijalankan. Jika tidak, kondisi “kacau” akan semakin memperparah keadaan dan berdampak pada korban. Disinilah muncul peran manajer lokal dalam penanggulangan bencana daerahnya, atau pimpinan jika kondisinya di rumah sakit. Manajer ini yang menjadi komando pengorganisasian penanggulangan bencana di daerah. Ia juga bertanggungjawab untuk mengelola sumber daya yang dimilikinya untuk diatur dan dikoordinasikan.

Siapakah yang pantas menjadi manajer pada saat penanggulangan bencana? Umumnya pada kondisi bencana, pemerintah daerah yang berperan, dalam hal ini gubernur atau bupati yang langusng menjadi komandannya. Kemudian, sejak ada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) maka BPBD lah yang berperan. Siapa yang menjadi komandannya bisa juga tergantung dari dokumen penyusunan rencana penanggulangan bencana daerah. Semakin sebuah daerah atau rumah sakit siap dengan rencana penanggulangan bencana maka harapannya pengorganisasian pada masa bencana bisa efektif dan efisien.

Pada beberapa artikel penelitian dan buku-buku pedoman kebencanaan disebutkan, pentingnya kehadiran manajer pada masa bencana. Karena semua bencana bersifat lokal, maka manajer yang dibutuhkan juga bersifat lokal. Manajer lokal adalah orang yang memiliki pemikiran tajam dan kritis yang telah mengenal daerahnya dengan baik sehingga dapat bertindak efektif. Tugas manajer lokal bertanggungjawab untuk keselamatan dan kesejahteraan masyarakat, dia dituntut mampu berpikir kritis untuk mengidentifikasi dan mengantisipasi situasi, memecahkan masalah, dan membuat keputusan secara efektif dan effisien. Namun, kembali lagi, kondisi bencana berbeda dengan kondisi normal sehingga pemilihan lokal manajer juga harus mempertimbangkan beberapa hal.

Penelitian Stacy dan Metthew tahun 2013 yang mencoba mencari korelasi antara kemampuan manajer lokal pada masa bencana dengan karakteristik umur, pendidikan, pengalaman, dan jenis kelamin memperlihatkan bahwa korelasi yang cukup mempengaruhi kemampuan manajer lokal adalah pendidikan dan pengalaman.  Pada dasarnya, salah satu faktor yang membentuk sikap seseorang adalah pengalamannya. Terutama pada masa krisis seperti bencana, dimana tekanan semakin menigkat, maka pengalaman menangani masa krisis sebelumnyalah yang bisa membuat manajer lebih tenang. Sedangkan, faktor pendidikan diduga berkorelasi karena dianggap dengan semakin tinggi pendidikan seseorang maka semakin banyak kasus pembelajaran yang telah dilaluinya. Dengan demikian, faktor pendidikan dan pengalaman kebencanaan dapat dipertimbangkan untuk memilih manajer lokal dalam penanggulangan bencana. selain itu, pemberian pelatihan kebencanaan dan studi kasus kebencanaan dapat menjadi upaya peningkatan pengalaman dan pemikiran kritis manajer lokal.

Rujukan:

Peerbolte SL, Colline ML. 2013. Disaster management and the critical thinking skill of lokal emergency managers: correlation with age, gender, aducation, and years in occupation. Journal Disaster; 37(1): 48-60.

Climate Change Mitigation and Adaptation Policies – in the health sector

hari-1

“Climate Change Mitigation and Adaptation Policies – in the health sector”

CC-MAP Workshop April 15th-19th 2013
Faculty of Medicine Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Workshop Climate Change and Adaptation Policies in the Health Sector yang diselenggarakan oleh FK UGM dan Umea University merupakan kegiatan lanjutan dari workshop serupa yang pernah digelar awal tahun 2013 di Swedia. Workshop kali ini diarahkan langsung untuk melihat keadaan Kabupaten Gunung Kidul sebagai daerah yang akan menjadi model percontohan pemanfaatan sistem informasi kesehatan.

hari-1 hari-2 hari-3 hari-4 hari-5

Jadwal Kegiatan

Time

Activity

Presentations by

Monday, April 15

09:00 – 09.30

Opening ceremony

  • Opening remarks and Welcome speech

 

Dean Faculty of Medicine, Universitas Gadjah Mada

09.30 – 10.00

Intro to CC-MAP project

Dr. Maria Nilsson

Prof.Hari Kusnanto

10.00 – 12.00

Effects on health in the district as a result of climate change

Dr. Joacim Rocklov

 

Discussant

Prof. Hari Kusnanto

12.00 – 13.00

Lunch break

 

13.00 – 15.00

Decision Making Process in Health in Gunungkidul

 

Gunungkidul Govt.

 

Ehealth situation and readiness assessment in Gunungkidul

DHO Gunungkidul

 

Discussant

Prof. Laksono Trisnantoro

15.00 – 16.00

Discussion (policy meeting)

Dr. Maria Nilsson

Tuesday, April 16

10.00 – 12.00

Biomedical engineering and informatics – a fundamental brick when developing and implementing eHealth applications


Prof. Ronnie Lundström

 

 

Preliminary result CCB analysis and ehealth readiness

Dr.AsaHolmner
Dr.LutfanLazuardi

12:00 – 13.00

Lunch break

 

13.00 – 15.00

Disaster preparedness and response

Dr.Handoyo Pramusinto

Dr. Bella Donna

15.00 – 16.00

Discussion

 

Wednesday, April 17

08.00 – 16.00

Field visit to Gunungkidul

RSUD Wonosari

Gunungkidul DHO/PHC

 

 

Gunungkiul Government

 

Thu, April 18

09.00 – 12.00

ICLD discussion

Visit to Sardjito Hospital

Dr.Asa Holmner

Dr.Handoyo Pramusinto

12.00 – 16.00

Excursion

 

 

 

Frid, April 19

09.00 – 12.00

Concluding Discussion

Dr. Maria Nilsson
Prof Hari Kusnanto
Prof Laksono Trisnantoro

Download materi “klik” pada nama masing-masing pembicara

Annual Scientific Meeting (ASM) 2013

Dalam rangka Annual Scientific Meeting (ASM) 2013
Kelompok Kerja Bencana Komisariat KAGAMA Fakultas Kedokteran UGM

Bekerjasama dengan

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan  FK UGM

menyelenggarakan Semiloka mengenai:
Pengaruh “Perubahan Iklim (Climate Change)” pada Manajemen Bencana dan Dampaknya di Sektor Kesehatan dengan kasus Penanggulangan Bencana Banjir di Jakarta

Tempat : Gd. Program Pasca Sarjana FK UGM Lantai 2
Rabu, 6 Maret 2013


pengantar Pengantar

Kata Bencana sudah sangat  tidak asing bagi semua orang  dan  sudah memahami apa, bagaimana serta dari mana asal terjadinya bencana. Saat ini muncul kata baru  yaitu “Perubahan Iklim (Climate Change)”  yang pada sebagian negara ini bukan hal yang baru. Perubahan iklim atau Climate Change saat ini sedang menjadi perhatian banyak negara. Sejak 2007 negara-negara di dunia bertemu dan merumuskan perjanjian untuk memperlambat dan mengambil tindakan terhadap dampak Climate Change. Climate Change berdampak kepada sistem kehidupan, termasuk sosial ekonomi, pertanian hingga kesehatan. Bencana yang terjadi akhir-akhir ini berkaitan dengan Climate Change antaralain kekeringan dan banjir besar yang berkepanjangan. Terjadinya Climate Change tidak terlepas dari Global Warming yang ditandai dengan meningkatnya suhu bumi mempengaruhi pola curah hujan, badai, dan kekeringan. Dilaporkan oleh The Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) bahwa iklim bumi semakin panas. Jika tidak diambil tindakan pencegahan segera maka Climate Change akan berdampak serius bagi masyarakat dunia.

Pemahaman terhadap bencana selama ini adalah bahwa bencana diakibatkan oleh alam dan perbuatan manusia. Berbeda dengan “Perubahan Iklim (Climate Change)” bahwa situasinya terjadi akibat alam tetapi dampak yang terjadi berikutnya dapat  akibat perbuatan manusia yang kurang disiplin dalam menjaga lingkungan sehingga perubahan iklim yang dianggap biasa menjadi tidak biasa karena bisa mengakibatkan bencana. Perubahan iklim yang bagi sebagian masyarakat di Jakarta merupakan hal yang biasa, tetapi tanpa disadari ternyata situasi kali ini menjadi situasi yang tidak biasa karena mengakibatkan banjir dimana-mana. Bencana banjir yang terjadi dikarenakan belum adanya kepedulian masyarakat terhadap lingkunganya baik dalam pembuangan sampah sampai kepada pembangunan yang tidak  pada tempatnya. Ini sangat memprihatinkan jika  terus dibiarkan. Karena itu sangat penting memahami bagaimana perubahan iklim yang terjadi saat ini di Indonesia dan apa yang harus dilakukan dalam mengatasinya agar tidak menjadi satu kejadian bencana yang mengakibatkan penderitaan terhadap masyarakat.

Sudah saatnya pemahaman mengenai hal ini disebarkan ke seluruh masyarakat. Berbagai kejadian seperti banjir, angin ribut, kebakaran hutan di musim kemarau, kekeringan, sampai perubahan pola penyebaran penyakit sedikit banyak terkait dengan Climate Change. Banjir Jakarta yang terjadi awal tahun ini berkaitan dengan dampak Climate Change dimana curah hujan melimpah dalam waktu yang lama. Hal ini berdampak pada peningkatan kejadian penyakit perut karena terkait penyediaan sumber air dan minimnya air bersih ketika bencana banjir. Selain itu, WHO (2004) melaporkan bahwa terdapat sejumlah penyakit yang meningkat prevalensinya akibat dampak perubahan iklim antara lain, malaria, demam berdarah dengue, chikungunya, dan penyakit lain yang ditularkan melalui rodent seperti leptospirosis. Pimpinan pemerintah diharapkan memahami tentang Climate Change dan mulai mengembangkan strategi untuk menghadapinya bersama masyarakat luas. Sektor kesehatan sendiri juga berkontribusi secara signifikan terhadap emisi gas rumah kaca. Kesiapan sektor kesehatan untuk melakukan tindakan mitigasi dan adaptasi perlu dinilai dan dibangun.

Dampak bencana yang diakibatkan oleh perubahan iklim ini selain memahami mitigasi dan adaptasi, maka manajemen dalam penanggulangan bencana tetap berperan penting dalam menolong masyarakat dan mengurangi dampak potensial pada kesehatan masyarakat serta penyebarannya.

tuj  Tujuan

  • Meningkatkan pemahaman terhadap solusi adaptasi terhadap perubahan iklim dapat diimplementasikan di Indonesia dan Negara tropis pada umumnya.
  • Meningkatkan pemahaman terhadap peningkatan penyakit menular dan tidak menular akibat dari perubahan iklim.
  • Meningkatkan pemahaman pemerintah dalam mengatur kebijakan akibat dari perubahan iklim.
  • Meningkatkan pemahaman pentingnya Manajemen Bencana dalam penanggulangan bencana.

Hasil yang diharapkan adalah:

  • Adanya pemahaman  terhadap akibat perubahan iklim  di sektor kesehatan.
  • Adanya inisiatif individual terhadap perubahan gaya hidup, mengurangi mengendarai kendaraan untuk hal yang kurang berguna serta pola konsumsi yang berbeda dengan melihat dampaknya terhadap lingkungan.
  • Adanya Koordinasi dan Komunikasi yang baik antara stakeholder terkait dalam Manajemen Bencana.

Jadwal Acara

Waktu

Kegiatan

Narasumber

08.00 – 08.30

Registrasi

 

08.30 – 09.00

Pembukaan

Dr Handoyo Pramusinto SpB BS

09.0      – 12.00

Sesi I:

1.       Dampak dan Strategi adaptasi perubahan Iklim terhadap kesehatan (Climate Change Health Impacts and adaptation strategies)

 

2.       Perubahan iklim dan e Health: Strategi Mitigasi dan Adaptasi pada sektor Kesehatan. (Climate change and eHealth: a strategy for health sector mitigation and adaptation)

 

 

Diskusi  dan tanya jawab

 

 

Pembicara:

1.   Dr Joacim Rocklöv (Public Health and Clinical Medicine, Umeå, Sweden)

2.       Dr Asa Holmer (Dept. of Biomedical Engineering & Informatics. University Hospital of Northern Sweden. & Umeå Centre for Global Health Research)

Pembahas:

1.    Prof. Dr. Sudibyakto, M.S (pusat Study Bencana UGM dan Penasehat BNPB)

2.  Prof. Hari Kusnanto, Dr. PH (Pusat Studi Lingkungan Hidup)

Moderator: dr. Handoyo Pramusinto SpB BS

12.00 – 13.00

Lunch Break

 

13.00 – 14.30

Sesi II:

1.     Pengalaman  Tim  I Penanggulangan Bencana DERU UGM dalam Bencana banjir Jakarta untuk sektor kesehatan

2.     Pengalaman Tim II Penanggulangan Bencana UGM dalam Bencana banjir Jakarta

Diskusi dan tanya jawab

Pembicara:

1.       Sri Setyorini, S.Kep, MKes (PSIK)

2.       Dr Hanif  Afkari (RS Sarjito)

 

Pembahas:

1.       Dr Handoyo Pramusinto, SpB BS

2.       Dr Hendro Wartatmo, SpB. KBD

Moderator : Dr. Bella Donna, MKes

14.30 – 15.00

Coffee Break

 

15.00 – 16.00

Sosialisasi Pokja Bencana FK UGM

Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc, Ph.D

16.00 – 16.15

Penutup

Dr Handoyo Pramusinto SpB BS

Peserta Yang Diharapkan

  1. Pimpinan dan Staf yang bertanggung jawab pada manajemen bencana di Rumah Sakit
  2. Pimpinan Instansi Pemerintah/ Dinas Kesehatan
  3. Rumahsakit Pemerintah dan RS Swasta
  4. Pimpinan dan dosen Fakultas Kedokteran
  5. Dosen/peneliti/pemerhati bidang manajemen bencana
  6. Mahasiswa S1, S2, dan S3

Biaya Pendaftaran:

Diharapkan peserta dapat mendaftarkan secara kelompok. Biaya pendaftaran adalah:

  1. 1 orang Rp 250.000,-
  2. 2 orang Rp 400.000,-
  3. 3 orang Rp 500.000,-
  4. 4 orang Rp 600.000,-

Fasilitas: Paket meeting dan dan sertifikat ber SKP-IDI

Biaya dapat ditransfer melalui:
Bank BNI atas nama :  PMPK FK UGM
No. Rekening       : 0203024192


INFO dan PENDAFTARAN:

Hendriana Anggi/ Dewi Catur
Pusat Manajemen Pelayanan Kesehatan
Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada
Gedung IKM (sayap utara) Lt. 2
Fakultas Kedokteran UGM
Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281
Telp      : 0274 – 549425
HP        : 081227938882/ Anggi, 0818263653/dewi
Email    : [email protected]/[email protected]


Pengaruh “Perubahan Iklim (Climate Change)” pada Manajemen Bencana dan Dampaknya di Sektor Kesehatan

Dalam rangka Annual Scientific Meeting (ASM) 2013
Fakultas Kedokteran UGM
Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan  FK UGM

Menyelenggarakan Semiloka mengenai:

Pengaruh “Perubahan Iklim (Climate Change)” pada Manajemen Bencana
dan Dampaknya di Sektor Kesehatan

Dengan kasus
Penanggulangan Bencana Banjir di Jakarta

Tempat: Gd. Program Pasca Sarjana FK UGM Lantai 2
Rabu, 6 Maret 2013

Pengantar

Kata Bencana sudah sangat  tidak asing bagi semua orang  dan  sudah memahami apa, bagaimana serta dari mana asal terjadinya bencana. Saat ini muncul kata baru  yaitu “Perubahan Iklim (Climate Change)”  yang pada sebagian negara ini bukan hal yang baru. Perubahan iklim atau Climate Change saat ini sedang menjadi perhatian banyak negara. Sejak 2007 negara-negara di dunia bertemu dan merumuskan perjanjian untuk memperlambat dan mengambil tindakan terhadap dampak Climate Change. Climate Change berdampak kepada sistem kehidupan, termasuk sosial ekonomi, pertanian hingga kesehatan. Bencana yang terjadi akhir-akhir ini berkaitan dengan Climate Change antaralain kekeringan dan banjir besar yang berkepanjangan. Terjadinya Climate Change tidak terlepas dari Global Warming yang ditandai dengan meningkatnya suhu bumi mempengaruhi pola curah hujan, badai, dan kekeringan. Dilaporkan oleh The Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) bahwa iklim bumi semakin panas. Jika tidak diambil tindakan pencegahan segera maka Climate Change akan berdampak serius bagi masyarakat dunia. 

Pemahaman terhadap bencana selama ini adalah bahwa bencana diakibatkan oleh alam dan perbuatan manusia. Berbeda dengan  “ Perubahan Iklim (Climate Change)”  bahwa situasinya terjadi akibat alam tetapi dampak yang terjadi berikutnya dapat  akibat perbuatan manusia yang kurang disiplin dalam menjaga lingkungan sehingga perubahan iklim yang dianggap biasa menjadi tidak biasa karena bisa mengakibatkan bencana. Perubahan iklim yang bagi sebagian masyarakat di Jakarta merupakan hal yang biasa, tetapi tanpa disadari ternyata situasi kali ini menjadi situasi yang tidak biasa karena mengakibatkan banjir dimana-mana. Bencana banjir yang terjadi dikarenakan   belum adanya kepedulian masyarakat terhadap lingkunganya baik dalam pembuangan sampah sampai kepada pembangunan yang tidak  pada tempatnya. Ini sangat memprihatinkan jika  terus dibiarkan. Karena itu sangat penting memahami bagaimana perubahan iklim yang terjadi saat ini di Indonesia dan apa yang harus dilakukan dalam mengatasinya agar tidak menjadi satu kejadian bencana yang  mengakibatkan penderitaan terhadap masyarakat.

Sudah saatnya pemahaman mengenai hal ini disebarkan ke seluruh masyarakat. Berbagai kejadian seperti banjir, angin ribut, kebakaran hutan di musim kemarau, kekeringan, sampai perubahan pola penyebaran penyakit sedikit banyak terkait dengan Climate Change. Banjir Jakarta yang terjadi awal tahun ini berkaitan dengan dampak  Climate Change dimana curah hujan melimpah dalam waktu yang lama. Hal ini berdampak pada peningkatan kejadian penyakit perut karena terkait penyediaan sumber air dan minimnya air bersih ketika bencana banjir. Selain itu, WHO (2004) melaporkan bahwa terdapat sejumlah penyakit yang meningkat prevalensinya akibat dampak perubahan iklim antara lain, malaria, demam berdarah dengue, chikungunya, dan penyakit lain yang ditularkan melalui rodent seperti leptospirosis. Pimpinan pemerintah diharapkan memahami tentang Climate Change dan mulai mengembangkan strategi untuk menghadapinya bersama masyarakat luas.  Sektor kesehatan sendiri juga berkontribusi secara signifikan terhadap emisi gas rumah kaca. Kesiapan sektor kesehatan untuk melakukan tindakan mitigasi dan adaptasi perlu dinilai dan dibangun.
Dampak bencana yang diakibatkan oleh perubahan iklim ini selain memahami mitigasi dan adaptasi, maka manajemen dalam penanggulangan bencana tetap berperan penting dalam menolong  masyarakat dan mengurangi dampak potensial pada kesehatan masyarakat serta penyebarannya.

Tujuan:

  • Meningkatkan pemahaman terhadap solusi adaptasi terhadap perubahan iklim dapat diimplementasikan di Indonesia dan Negara tropis pada umumnya.
  • Meningkatkan pemahaman terhadap peningkatan penyakit menular dan tidak menular akibat dari perubahan iklim.
  • Meningkatkan pemahaman pemerintah dalam mengatur kebijakan akibat dari perubahan iklim.
  •  Meningkatkan pemahaman pentingnya Manajemen Bencana dalam penanggulangan bencana.

Hasil yang diharapkan adalah:

  • Adanya pemahaman  terhadap akibat perubahan iklim  di sektor kesehatan.
  • Adanya inisiatif individual terhadap perubahan gaya hidup, mengurangi mengendarai kendaraan untuk hal yang kurang berguna serta pola konsumsi yang berbeda dengan melihat dampaknya terhadap lingkungan.
  • Adanya Koordinasi dan Komunikasi yang baik antara stakeholder terkait dalam Manajemen Bencana.

Jadwal Acara

Waktu

Kegiatan

Narasumber

08.00 – 08.30

Registrasi

 

08.30 – 09.00

Pembukaan

Dr Handoyo Pramusinto SpB BS

09.0    – 12.00

Sesi I :

  1. Dampak Perubahan Iklim terhadap kesehatan masyarakat pada kasus dinegara Swedia. (Impact from Climate Change on Human Health in Sweden)

 

  1. Perubahan iklim dan e Health: Strategi Mitigasi dan Adaptasi pada sektor Kesehatan. (Climate change and eHealth: a strategy for health sector mitigation and adaptation)

 

Diskusi dan tanya jawab

 

 

Pembicara:

  1. Dr Joacim Rocklöv (Public Health and Clinical Medicine, Umeå, Sweden)
  2. Dr Åsa Holmner (Dept. of Biomedical Engineering & Informatics. University Hospital of Northern Sweden. &. Umeå Centre for Global Health Research)

Pembahas:

  1. Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc, Ph.D (pakar manajemen kesehatan)
  2. Prof. Sudibyakto (pusat Study Bencana UGM dan Penasehat BNPB)

 Moderator: dr. Handoyo Pramusinto SpB BS

12.00 – 13.00

Lunch Break

 

13.00 – 14.30

Sesi II:

  1. Pengalaman Tim I Penanggulangan Bencana DERU UGM dalam Bencana banjir Jakarta untuk sektor kesehatan
  2. Pengalaman Tim II Penanggulangan Bencana UGM dalam Bencana banjir Jakarta

 Diskusi dan tanya jawab

Pembicara:

  1. Sri Setyorini, S.Kep ( PSIK)

      2. Dr Hanif Afkari( RS Sarjito)

 

Pembahas:

  1. Dr Handoyo Pramusinto, SpB BS
  2. Dr Hendro Wartatmo, SpB. KBD

 Moderator: Dr. Bella Donna

14.30 – 15.00

Coffee Break

 

15.00 – 16.00

Sosialisasi Pokja Bencana FK UGM

Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc, Ph.D

16.00 – 16.15

Penutup

Dr Handoyo Pramusinto SpB BS

Peserta Yang Diharapkan:

  1. Pimpinan dan Staf yang bertanggung jawab pada manajemen bencana di Rumah Sakit
  2. Pimpinan Instansi Pemerintah / Dinas Kesehatan
  3. Rumahsakit Pemerintah dan RS Swasta
  4. Pimpinan dan dosen Fakultas Kedokteran
  5. Dosen/ peneliti/ pemerhati bidang manajemen bencana
  6. Mahasiswa S1, S2  dan  S3

Biaya Pendaftaran:

Diharapkan peserta dapat mendaftarkan secara kelompok. Biaya pendaftaran adalah:

  • 1 orang Rp 250.000,-
  • 2 orang Rp 400.000,-
  • 3 orang Rp 500.000,-
  • 4 orang Rp 600.000,-

Fasilitas: Paket meeting dan dan sertifikat ber SKP-IDI

Biaya dapat ditransfer melalui:

Bank BNI atas nama :  PMPK FK UGM
No. Rekening : 0203024192

Mitigasi Perubahan Cuaca dan Kebijakan Adaptasi di sektor kesehatan

hari-1

Telah diadakan workshop mengenai “Mitigasi Perubahan Cuaca dan Kebijakan Adaptasi di sektor kesehatan”. (“Climate Change Mitigation and Adaptation Policies – in the health sector”). Kegiatan dilangsungkan di Unit Epidemiology and global health research, Umeå University, Umeå, Sweden.

Untuk mengikuti reportase kegiatan silahkan klik tombol dibawah ini:

hari-1 hari-2 hari-3 hari-4 hari5blinkk


Jadwal Kegiatan

Mitigasi Perubahan Cuaca dan Kebijakan Adaptasi Disektor Kesehatan
21-25 Januari 2013 Unit Epideliology and Health Research Umeå University

Date

Time

Activity

Presentation by

Monday

10:00 – 12:00  

CC-MAP in short

Decision making structures for the health sector

• The case of Indonesia
• The case of Sweden

Policies for climate change mitigation and adaptation in the health sector, including policies for eHealth

• The case of Indonesia
• The case of Sweden

Dr Maria Nilsson

Prof Laksono Trisnantoro
Dr Maria Nilsson

 


Prof Hari Kusnanto
Dr Maria Nilsson

13:00 – 16:00

Impacts from climate change on human  health in Sweden and Indonesia

The environmental plan of Västerbotten County Council – An overview and presentation of chosen strategies

Dr Joacim Rocklöv
Prof Hari Kusnanto

Coordinator Susanne Bergström

Tuesday

10:00 – 12:00

The regional energy- and climate strategy of the County Administrative Board of västerbotten

 

Climate change and eHealth: a strategy for health sector mitigation and adaptation followed by a discussion

Coordinator Tina Holmlund

 

 

Dr Åsa Holmner and
Dr Lutfan Lazuardi

13:00 – 16:00

Cardiac echo consultation on distance Telemedicine in Northern Sweden

Kurt Boman, Mona Olofsson
Thomas Molen and Göran Algers 

Wednesday

10.00 – 12.00

Discussion on experiences developing eHealth identifying key points for policy development

13:00 – 15:00

Remote on-call doctors and consultations Check -up

Johan Skönevik and
Leif Nyström

Thursday

09.00 – 16.00

Excursion, social activity

Friday

10.00 – 12.00  

Demonstration

Norrland University Hospital

13:00 – 15:00

Concluding discussion

Arsip pengantar

Annual Scientific Meeting (ASM) 2013 

Pameran dan Seminar Kebencanaan di Indonesia

Dalam rangka Annual Scientific Meeting (ASM) 2013 Kelompok Kerja Bencana FK UGM akan menyelenggarakan Pameran Ilmiah Kebencanaan di Indonesia pada 2 Maret  2013. Selain itu, akan diadakan pula semiloka dengan judul “Pengaruh Perubahan Iklim (Climate Change) pada Manajemen Bencana dan Dampaknya di Sektor Kesehatan dengan kasus Penanggulangan Banjir di Jakarta”. Pembicara kegiatan ini melibatkan pembicara dari Public Health and Clinical Medicine, Umeå University Sweden. Kegiatan semiloka akan dilaksanakan pada Rabu, 6 Maret 2013 bertempat di Gedung Program Pasca Sarjana FK UGM Lantai 2.

Tujuan kegiatan ini untuk memahami mitigasi, adaptasi, juga manajemen dalam penanggulangan bencana. Manajemen dalam penanggulangan bencana  memiliki peranan penting dapat menolong masyarakat dan mengurangi dampak potensi pada kesehatan masyarakat. Peserta kegiatan adalah pimpinan dan staf yang bertanggung jawab pada menajemen bencana Rumah Sakit, pimpinan instansi pemerintah dan dinas kesehatan, dosen, peneliti, dan pemerhati bidang manajemen bencana serta mahasiswa S1, S2, dan S3. Harapannya terdapat kesamaan pemahaman terhadap dampak perubahan iklim di sektor kesehatan sehingga terciptanya koordinasi manajemen bencana yang baik antar stakeholder. Selengkapnya mengenai jadwal acara, pendaftaran kepesertaan, dan fasilitas silahkan klik-disini

    UGM PEDULI BANJIR JAKARTA

team-ugm-peduli-banjir

Banyak bencana yang terjadi di Indonesia dalam dekade ini, mulai dari tsunami, gempa bumi, longsor, angin, hingga banjir yang melanda hampir disemua wilayah Indonesia. UGM berkomitmen sebagai universitas yang terdepan dalam kebencanaan yang terjadi di Indonesia. Kepedulian UGM terhadap bencana tidak diragukan lagi berupa kajian ilmiah, pengiriman tanggap bencana, hingga pemulihan pasca bencana yang terjadi di Indonesia sudah dilakukan UGM. Salah satunya, bencana banjir Jakarta yang terjadi hingga saat ini, telah menggerakkan UGM untuk membantu korban. DERU UGM bersama POKJA Bencana (FK UGM, RS Sardjito, RS Akademik UGM) dan mahasiswa UGM telah mendatangi banjir Jakarta sejak 18 januari lalu. Mereka tersebar di banyak posko pengungsian banjir Jakarta. Tim DERU UGM membawa tenaga medis, relawan, dan logistik medis maka pertolongan dan pelayanan kesehatan dilakukan di posko pengungsian banjir Jakarta. Bantuan sembako bagi korban banjir juga sempat diberikan oleh Rektor UGM.Bantuan moril dan materil sangat dibutuhkan korban banjir Jakarta, Informasi lebih lanjut, silahkan  klik-disini

Konferensi Nasional 2013
Bencana dan Lingkungan : Ilmu, Kesiapsiagaan dan Ketahanan

Konferensi Lingkungan hidup dan Bencana akan membahas mengenai peningkatan kejadian bencana lingkungan dan ilmu pengetahuan, teknologi, dan pengambilan keputusan yang diperlukan untuk lebih efektif mempersiapkan, merespon, dan membuat masyarakat kita lebih tangguh. Konferensi ini akan dilaksanakan pada  15-17 Januari 2013, di Washington DC, dan akan melibatkan 1.200 pemimpin dari tanggap darurat, ilmiah, kebijakan, konservasi, komunitas bisnis, serta pejabat pemerintah federal dan lokal. Mereka akan bekerja melintasi batas-batas tradisional untuk mengembangkan strategi dan meluncurkan kemitraan baru dan inisiatif. Konferensi ini akan membahas tema-tema, seperti bencana air terjun, perpotongan lingkungan alam dan bangunan, bencana sebagai mekanisme perubahan ekologis, serta tema lintas sektor berikut: pemikiran ulang pemulihan dan memperluas visi mitigasi, perilaku manusia dan konsekuensinya serta ketahanan. Informasi lebih lanjut silahkan kunjungi halaman berikut ini klik-disini

FK UGM Gelar Pameran Kebencanaan

Pemotongan-Pita-Secara-Simbolis Berbagai bencana yang terjadi di Indonesia dilihat dari jenis dan jumlahnya sangat beragam. Peran Universitas dalam penanggulangan Bencana sangat penting karena berkaitan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dalam penanggulangan bencana yang terjadi di Indonesia, Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada mengambil peran aktif dalam penanggulangan bencana Gempa dan Tsunami di Aceh, Gempa Bantul Yogyakarta, Gempa dan Tsunami Pangandaran, Gempa Padang dan Letusan Gunung Merapi Yogyakarta. Oleh karena itu, pameran ilmiah ini mendokumentasikan pengalaman bencana, dan modul-modul pelatihan serta isi kurikulum pendidikan yang terkait bencana di FK UGM. Selain itu, juga memberikan pengetahuan dan gambaran mengenai pengalaman dalam penanganan bencana yang telah dilakukan oleh FK UGM dan RS Sardjito pada tiap fase bencana, agar bisa memberikan bentuk inovasi dalam penanggulangan bencana ke masa depan. Pameran ini diselenggarakan oleh Tim Pokja Bencana bekerjasama dengan PMPK FK UGM, selama 4 hari (10 – 13 Desember 2012) yang dibuka pada tanggal 10 Desember, Pukul 10.30 WIB bertempat di Lobby Auditorium FK UGM. Untuk membaca reportase silahkan klik-disini

Pameran Poster

PAMERAN ILMIAH

PENGALAMAN FK UGM DALAM BERBAGAI BENCANA DAN

KURIKULUM BENCANA DI PENDIDIKAN KEDOKTERAN

PROGRAM S1 DAN S2 UGM

PENGANTAR

Peran Universitas dalam penanggulangan Bencana sangat penting karena berkaitan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian masyarakat. Melalui keikutsertaan dalam penanggulangan bencana, dapat dikatakan bahwa perguruan tinggi melakukan tanggungjawabnya untuk mengabdi kepada masyarakat. Alasan lain pentingnya peran perguruan tinggi adalah tersedianya banyak sumberdaya. Contoh: Fakultas Kedokteran memiliki banyak dokter, residen, perawat, laboratorium dan biasanya perguruan tinggi memiliki jaringan komunikasi dan informasi yang luas dan dapat dimanfaatkan sewaktu mobilisasi dan mitigasi penanggulangan bencana. Oleh karena itu, sebuah Fakultas Kedokteran sangat memerlukan kurikulum pendidikan Manajemen Bencana pada program S1.

Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai salah satu universitas terbesar di Indonesia, telah banyak berperan dalam membantu penanggulanan bencana yang terjadi di Indonesia. Bencana yang pernah terjadi seperti kejadian Gempa dan Tsunami Aceh, Gempa Padang, Gempa Bantul, Gempa dan Tsunami Pangandaran serta Bencana Letusan Gunung Merapi di Yogyakarta tahun 2010. Bencana-bencana tersebut menyebabkan kerugian baik material maupun korban jiwa.

Dari beberapa kejadian bencana yang telah terjadi, melibatkan Tim yang expert dan berkompeten dari FK UGM dan RS Sardjito dalam upaya penanganan bencana yang terjadi. Selain itu, sebagai dasar lesson learned dalam proses pembelajaran untuk Manajemen Bencana di Perguruan Tinggi, khususnya untuk Mahasiswa FK UGM dengan harapan mahasiswa FK UGM bisa melihat aspek manajemen bencana yang dilakukan oleh Tim FK yang mengikuti kegiatan penanganan bencana tersebut. Oleh karena itu, melalui kegiatan pameran bencana ini, mahasiswa diharapkan dapat melihat implementasi dari kegiatan manajemen bencana yang telah dilakukan oleh FK UGM dan RS Sardjito pada beberapa kejadian bencana dan juga dari fase dalam siklus bencana dari preparedness sampai ke recovery.

 

TUJUAN PAMERAN

Memberikan pengetahuan dan gambaran kepada peserta, khususnya mahasiswa mengenai pengalaman dalam penanganan bencana yang telah dilakukan oleh FK UGM dan RS Sardjito pada tiap fase bencana, agar bisa memberikan bentuk inovasi dalam penanggulangan bencana ke masa depan

  

WAKTU DAN TEMPAT 

Waktu             :   10 – 13 Desember 2012
                            Pembukaan Tanggal 10 Desember 2012, Pukul 10.00 – 10.30 

Tempat            :   Lobby Auditorium FK UGM

 

TOPIK POSTER

Poster 1 : Pengantar manajemen bencana

Poster 2 : Fase Respon

Poster 3 : Fase Recovery, yaitu Tsunami Aceh

Poster 4 : Fase Preparedness

Poster 5 : Kurikulum Manajemen Bencana UGM

Poster 6 : Penelitian Tim Pokja Bencana FK UGM 

 


Diselenggarakan oleh:
Pokja Bencana FK UGM bekerjasama dengan PMPK FK UGM
Jl Farmako Sekip Utara, Yogyakarta

Seminar Nasional : Manajemen Risiko Bencana

Seminar Nasional : Manajemen Risiko Bencana Akibat Perubahan Iklim

Dalam Rangka Dies Natalis UGM ke-63
Sekolah Pascasarjana menyelenggarakan
“SEMINAR NASIONAL II PERUBAHAN IKLIM DI INDONESIA”

Tema
Hari/Tanggal  
Waktu   
Tempat   

: Manajemen Risiko Bencana Akibat Perubahan Iklim
: Kamis, 29 Nopember 2012
: 08.00 – 15.30 WIB
: Balai Senat UGM, Bulaksumur, Yogyakarta

Keynote speech :

Prof. Dr. Armida S. Alisjahbana, SE, MA
(Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala BAPPENAS)

Pembicara Utama :

  • Dr. Syamsul Maarif, M.Si (Kepala BNPB)
  • Prof. Dr (HC) Rachmat Witoelar (Dewan Nasional Perubahan Iklim)
  • Prof. Dr. Sudibyakto (Pengelola Magister Manajemen Bencana SPs UGM)

Panitia juga menerima makalah yang akan dipresentasikan dalam bentuk poster (poster session):

Topik Poster

  1. Perubahan Iklim : Dampak, Strategi Mitigasi dan Adaptasinya;
  2. Hasil Riset Perubahan Iklim dengan Pendekatan Multi/interdisiplin;
  3. Kebijakan dan Strategi Nasional Manajemen Risiko Dampak Perubahan Iklim;
  4. Dampak Strategi, Mitigasi dan Adaptasi dalam Pranoto Mongso; dan
  5. Adaptasi dan Mitigasi Bencana pada Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil

File softcopy makalah dan poster (standing banner) diserahkan pada Panitia (Email : [email protected] atau [email protected]) paling lambat Kamis 22 Nopember 2012

Kontribusi :

  • Umum : Rp 200.000,-
  • Mahasiswa UGM : Rp 50.000,-
  • Mahasiswa non-UGM : Rp 100.000,-

Fasilitas :

  • Seminar kit
  • Sertifikat
  • Coffee Break
  • Lunch

Sekretariat:
Ana Anggraini (0274) 564239
Siti Nur Hidayah (0274) 520318
Fitria Nur Rohmah (0811284680)
Sekolah Pascasarjana
Jl. Teknika Utara, Pogung, Yogyakarta 55281