Pengetahuan Manajemen Bencana Kesehatan
Struktur Konsultan
Struktur Konsultan
International Seminar on Disaster Health Management
International Seminar on Disaster Health Management
10 years Tsunami Aceh : Lessons Learned and Strategy
for Disaster Management on Health Sector in Indonesia
Presented by:
Working groups on Disaster Management, Faculty of Medicine UGM
And Center for Health Policy and Management, Faculty of Medicine UGM
On 17-18 December 2014
Background
It has been 10 years after a tsunami Aceh. It was one of the deadliest disaster in Indonesian history. We can still remember, how was the devastating tsunami that was happened on 26 December 2004 at 07.58 WIB, an earthquake with magnitude 8,9 SR in Indian Ocean, 66 km west coast of Aceh and followed by a big tsunami with waves up to 12 meters, with the wave speed up to 500-900 km per hour.
Tsunami aceh has destroyed infrastructures, houses and buidings. It has not only ruin the buildings, but it also caused hundred thousand people killed, injured and lost. While, the other hundred thousand people displaced. This is a big tragedy in indonesian history, even this event is not the first tsunami happened in Indonesia. Before tsunami aceh, there was a tsunami happened in 1861 and 1907. But before tsunami aceh 2004, we don’t aware with the importance of disaster management.
Tsunami aceh in 2004 was the tsunami with the longest ruptured in the world history. The length of ruptured under sea which being a source of earthquake and tsunami is about 1600 km. Hiro Kanamori et al. In their paper with the title “Historical seismograms for unraveling a mysterious earthquake: The 1907 Sumatra Earthquake”, did not mention the length of ruptured, but they wrote the similarity between tsunami 1907 and tsunami Nias 2005 and earthquake on November 2002. But because the limitation of the equipment, so the length of the ruptured was not clear. Based on that similarity can be concluded that the lenght of ruptured tsunami Nias in 2005 is shorter than ruptured in tsunami Aceh 2004 (Hiro Kanamori et al. 2004).
After a big tsunami 2004, we finally aware that disaster management is very from tsunami Aceh, what elements has done good and what element needs an improvement, so we are well prepared if it happen again in the future.
Faculty of medicine UGM and RS Sardjito has helped Aceh in Tsunami 2004 for 4 years and published a book about its experinced in helping aceh with the title “ 3 Years Activities of Sardjito Hospital, Faculty of Medicine, and Faculty o Psychology UGM in Aceh”. Based in its experinced, the center for health policy and management, especially disaster management division and working gruop on disaster management faculty of medicine UGM will organize international seminar/workshop to commemorate the tsunami aceh 2004 and disaster management journey that has been conducted over 10 years.
Objective:
The general objective of this seminar is to find the disaster management strategy on health sector in Indonesia
The Specific objectives:
- the participants understand the importance of disaster preparedness to create a community resiliences.
- the participants understand the importance of disaster surveillance on disaster management.
- the participants understand the importance of disaster management
Venue:
Faculty of Medicine Universitas Gadjah Mada, Farmako Sekip Utara Street, Yogyakarta 55281, Indonesia.
Date and Time:
1. International Seminar : 17th – 18th December 2014, 09.00-13.00 WIB
2. Oral and Poster Presentation : 17th -18th December 2014, 14- 16.00 WIB
Participants:
Participants from Indonesia and Neighborhood countries (Asia Pacific) are welcome to participate in this seminar. Participants are expected to submit abstract in English. In the presentation (oral and poster), participants can used Bahasa Indonesia and English. The official language of the seminar is English. Expected numbers of participants are around 300 participants.
Participants are expected to attend:
- Health practice
- Local government
- Health workers in Health District Office (Section on outbreaks and disaster)
- Health workers in Primary Health Care (puskesmas) (Section on outbreaks and disaster)
- Clinicians, nurse, midwife, and other health workers in hospital (hospital disaster team)
- Local Agency for Disaster Management (BPBD) (Section on emergency and preparedness)
- Activist in Humanitarian and disaster, NGO
- Lectures and researcher
- Graduate student on disaster medicine, public health preparedness, nursing, and disaster management.
Call for Abstract (Oral and Poster)
We invite all colleagues to presenting result of research, review, and systematic experience in disaster health management. Topics we will considerable:
1. Pre-Hospital, Disaster and Emergency Medicine
2. Disaster Management and Public Health Preparedness
a. Disaster Epidemiology and Surveillance
b. Health Policy and Management on Disaster
c. Health Information System on Disaster
d. Gender and Children on Disaster
e. Older and Disability People on Disaster
f. Resilience on Health Disaster
g. Disaster Education
An abstract consist of title, authors, affiliation, correspondence email, background, purpose, method, result, conclusion, and keywords in maximum 300 words.
Submit abstract through online applicant www.bencana-kesehatan.net before 15th October 2014 12.00 WIB.
| 1. First announcement | : Second week of August 2014 |
| 2. Registration open | : 8 September – 15 December, 2014 |
| 3. Call for abstract | : 8 September – 1 November, 2014 |
| 4. Abstract review | : 2 -10 November 2014 |
| 5. Announcement of selected abstract | : 12 November 2014 |
Online registration for this seminar : http://www.bencana-kesehatan.net start from September 8, 2014.
Organizing Committee Secretariat:
Center for Health Policy and Management Faculty of Medicine UGM
IKM Building Sayap Utara 2nd Fl
Farmako Sekip Utara Street, Yogyakarta 55281 Indonesia
Phone/fax: +62 274 549425
Email: [email protected]
Contact person:
Dewi Catur Wulandari
Mobile: +62 813 9468 3424
Email: [email protected]
Madelina Ariani
Mobile: +62 815 2178 2128Email: [email protected]
Pengembangan Kesiapsiagaan Daerah dalam Penanggulangan Bencana atau Regional Disaster Plan (RDP)
Dalam rangka Annual Scientific Meeting (ASM) 2014
Kelompok Kerja (Pokja) Bencana Komisariat KAGAMA Fakultas Kedokteran UGM
Bekerjasama dengan
Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK UGM
menyelenggarakan Seminar mengenai :
Pengembangan Kesiapsiagaan Daerah dalam Penanggulangan Bencana
atau Regional Disaster Plan (RDP) dan Safety Awareness
pada Relawan Bencana
Kampus FK UGM – Jumat, 14 Maret 2014

Pengantar
Kejadian bencana meningkat dalam satu dekade ini di seluruh dunia. Bencana alam tercatat sebanyak 332 ditahun 2011 dan jumlah ini sama dengan rata-rata kejadian bencana diantara rentang tahun 2001 hingga 2010 sebanyak 384 kejadian. Korban pengungsian mencapai 244,7 juta jiwa dengan korban meninggal sebanyak 30773 jiwa.
Indonesia merupakan negara yang paling rawan bencana alam di dunia. United Nations International Stategy for Disaster Reduction (UNISDR; Badan PBB untuk Strategi Internasional Pengurangan Risiko Bencana) menyatakan ini disebabkan oleh berbagai bencana alam yang terjadi di Indonesia mulai gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, banjir, tanah longsor, kekeringan, dan kebakaran hutan.
Banjir merupakan bencana alam yang paling sering terjadi dalam satu dekade ini di dunia. Banjir menyebabkan 53000 orang meninggal. Di Indonesia, bencana hidrometeorologi mendominasi selama 2013. Tercatat 768 kejadian bencana hingga September 2013 dengan 36,97% kejadian banjir. Korban banjir mencapai angka ratusan ribu jiwa dan kerugian yang ditaksir mencapai triliyunan rupiah
Kejadian bencana yang meningkat harusnya menjadi alarm buat birokrasi kabupaten/kota dan masyarakatnya untuk menaikkan status kewaspadaan pada level lebih tinggi. Kabupaten/kota seharusnya sudah memiliki standar-standar penyelamatan yang memadai sebagai kesiapan menjamin keselamatan penduduknya. Terlebih bagi wilayah indonesia yang berada dalam negara rawan bencana yang dikenal sebagai cincin api (ring of fire). Sayangnya belum banyak kabupaten/kota yang memiliki perencanaan kesiagaan bencana.
Manajemen bencana dari sudut pandang kesehatan dapat dilihat sebagai sebuah sistem yang kompleks yang harus dipelajari untuk memberikan input sebagai dasar ilmiah untuk membuat keputusan dan tindakan. Dalam kondisi bencana sistem yang ada diantaranya sistem kesehatan di suatu daerah seringkali kolaps dan tidak dapat berfungsi dengan baik sehingga diperlukan suatu sistem penanggulangan bencana yang terkoordinir yang dapat mensupport (mengambil alih wewenang) dalam penanganan bencana. Sistem penanggulangan bencana yang dibentuk diharapkan dapat berfungsi dalam penanganan sebelum, pada saat, dan setelah terjadinya bencana dan dengan dibentuknya sistem penanggulangan bencana dapat mengakomodir semua sumber daya kesehatan yang ada dalam penanggulangan bencana.
Untuk meminimalkan resiko bencana, institusi kesehatan harus mempunyai perencanaan dan prosedur untuk penanganan bencana sehingga dapat menangani korban dalam jumlah yang sangat banyak dalam situasi bencana, bahkan dapat mengidentifikasi potensial terjadinya bencana di lingkungan wilayahnya.
Hal ini dipicu oleh adanya kelompok kesehatan dan rumah sakit yang telah mengalami situasi bencana di daerahnya dan menginginkan adanya persiapan yang lebih baik apabila bencana terjadi kembali. Karena itu perlu adanya sistem penanggulangan bencana di tiap wilayah, dimana di dalam perencanaan penanggulangan bencana sektor kesehatan juga ditemukan adanya perencanaan kesiapsiagaan rumah sakit dalam penanggulangan bencana atau Hospital Disaster Plan (HDP).
Pembentukan sistem kewaspadaan dan penanganan terpadu (networking) masalah kesehatan dalam bencana merupakan pembentukan sistem atau suatu organisasi terpadu yang bertumpu pada masalah kesehatan dengan melakukan koordinasi lintas sektor. Dengan terbentuknya suatu sistem terpadu diharapkan tidak akan terjadi lagi kesimpangsiuran dalam penanganan masalah bencana terutama di sektor kesehatan.
Salah satu hal yang penting di atur dalam perencanaan kesiapsiagaan penanggulangan bencana di daerah adalah manajemen relawan. Manajemen relawan adalah upaya pengaturan penempatan, alokasi tugas, dan keselamatan bagi relawan pada saat bencana. Dengan adanya RDP harapannya daerah mampu menjadi pemimpin dalam penanggulangan bencana termasuk pengaturan relawan baik dari dalam ataupun relawan yang datang dari luar untuk membantu daerah.
Berdasarkan hal tersebut diatas, maka Pusat Kebijakan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK UGM menawarkan kerjasama dengan tiap-tiap pemerintah daerah, dinas kesehatan, rumah sakit, Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD, dan lain-lain yang terlibat dalam penanggulangan bencana di daerah untuk membuat rencana penanggulangan bencana untuk tiap-tiap wilayah.
Tujuan :
- Terbentuknya wawasan Sistem Kewaspadaan Penanganan Terpadu Lintas Sektor Dalam penanggulangan Bencana di daerah (provinsi, kabupaten, kota) yaitu terbentuknya suatu organisasi jejaring penanganan bencana sektor kesehatan ditiap-tiap daerah.
- Terbentuk pemahaman serta kemampuan dalam mengorganisir relawan pada saat bencana.
Hasil yang diharapkan adalah :
- Terbentuknya pemahaman terhadap pentingnya perencanaan kesiapsiagaan bencana di daerah (Regional Disaster Plan)
- Adanya inisiatif dari dinas kesehatan untuk membuat atau menyempurnakan perencanaan kesiapsiagaan bencana di daerah atau RDP disektor kesehatan.
- Adanya perencanaan pengorganisasian relawan pada saat bencana oleh daerah.
- Adanya Koordinasi dan Komunikasi yang baik antara stakeholder terkait Manajemen Penanggulangan Bencana di Daerah.
Jadwal Acara
|
Waktu |
Kegiatan |
Narasumber |
|
08.00 – 08.30 |
Registrasi |
|
|
08.30 – 0 9.00 |
Pembukaan dr . Handoyo Pramusinto Sp . BS (K) – Ketua Pokja Bencana FK UGM Prof. Dr. dr. Teguh Aryandono, Sp.B(K)onk – Dekan FK UGM |
|
|
09.00 – 09.15 |
Coffee Break |
|
|
09.15 – 09.45 |
Peran Nasional dalam Perencanaan Penanggulanngan Bencana di Daerah |
|
|
09.45 – 10. 15 |
Peran BPBD dalam Penyiapan Penanggulangan Bencana Daerah |
|
|
10.15 – 10.45 |
Pengembangan Rencana Penanggulangan Daerah (RDP) saat ini (case study). |
|
|
10-45 – 11.00 |
Pembahas :
|
|
|
11.00 – 11.20 |
Diskusi |
Moderator : dr. Bella Donna, MKes |
|
1 1.20 – 1 3.00 |
ISHOMA |
|
|
13.00 – 1 3.30
|
Pengalaman Pengelolaan Relawan dalam Penanggulangan Bencana di Daerah Istimewa Yogyakarta |
|
|
1 3.30 – 14.00
|
Manajemen Relawan |
|
|
14.00 – 14.30
|
Pengalaman relawan dalam penanggulangan bencana |
|
|
14.30- 15.00
|
Pembahas: 1. dr. Arida Oetami, M.Kes (Dinas Kesehatan DIY) 2. Fery Ardianto (SAR DIY) 3. Enaryaka, S.Kep., Ns (BPBD DIY) |
|
|
15.00 – 15.20 |
Diskusi |
|
|
1 5 . 20 – 15.40 |
Kesimpulan dan Penutup |
dr. Handoyo Pramusinto , Sp . BS (K) |
Peserta :
Yang menjadi sasaran pada kegiatan ini adalah :
- Pemerintah Provinsi, Kabupaten/kota: BAPPEDA, Dinsosnakertrans, Linmas dan BPK
- Dinas Kesehatan Provinsi, Kabupaten/ Kota
- Rumah Sakit Pemerintah dan Swasta
- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
- Lembaga Sosial Masyarakat
- TNI POLRI
- BMKG
- Pusat Study Bencana
- LSM Kemanusiaan, Relawan
- Dosen dan Peneliti Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat
- Mahasiswa S1, S2, dan S3
- Umum
Pendaftaran:
Biaya pendaftaran adalah: Rp 250.000,-/orang
Fasilitas: Paket meeting, Sertifikat, seminar kit
Biaya dapat ditransfer melalui :
Bank BNI atas nama : PKMK FK UGM
No. Rekening : 0203024192
Hendriana Anggi / Dewi Catur
Pusat Kebijakan Manajemen Kesehatan
Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada
Gedung IKM (sayap utara) Lt. 2
Fakultas Kedokteran UGM
Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281
Telp : 0274 – 549425
HP : 081227938882/ Anggi, 0818263653/dewi
Email : [email protected]/[email protected]
Web : www.kebijakankesehatanindonesia.net/www.bencana-kesehatan.net
SKENARIO SIMULASI PENANGGULANGAN BENCANA
SKENARIO SIMULASI
PENANGGULANGAN BENCANA
Pada hari Minggu 1 Desember 2013, jam 5.30 wib, terjadi bencana tanah longsor di wilayah Gedang Sari Gunungkidul, setelah tiga hari diguyur hujan yang lebat. Informasi dari pemerintah desa setempat dilaporkan terdapat :
- 20 rumah tinggal rusak berat
- 5 rumah tertimbun tanah longsoran
- Beberapa tempat jalan desa tertutup longsoran tanah
- korban jiwa : 21 KK kehilangan rumah terdiri dari dengan 45 jiwa harus mengungsi, 25 orang mengalami perlukaan : 10 orang luka berat, 9 luka sedang, 6 orang luka ringan.
- Kemungkinan ada 9 orang berada di dalam rumah yang tertimbun tanah longsor.
Kronologis pertolongan:
10 orang masyarakat dari desa tangguh dan SIBAT yang membantu korban pertama kali.
Setelah kejadian, perangkat desa setempat melapor ke pak tentang kejadian bencana melalui sms. Sambil berangkat menuju lokasi bencana, pak Lurah menghubungi pihak-pihak terkait (untuk menginformasikan kejadian tersebut dan langkah-langkah yang harus segera diambil).
Panduan kegiatan simulasi:
LAPORAN TIM KOMUNIKASI : laporan telah terjadi bencana tanah longsor di desa Gedang sari pada Minggu, 1 Desember 2013, Pukul 05.30 WIB.
SESI I:
Tim Kentongan
Tim Reaksi Cepat dari masyarakat dan puskesmas
Kasus yang di dapat :
SESI II:
Tim Evakuasi
> Tim Medis dari puskesmas, TRC, komunitas, dan masyarakat yang selamat melakukan pertolongan pertama dan membawa korban ke rumah sakit.
> Kasus yang banyak dan rumah sakit tidak mampu sehingga membutuhkan bantuan dari luar.
> Sementara, korban tanah longsor berkumpul di bangunan yang aman di daerah tersebut.
> BPBD melakukan penilaian cepat terkait lokasi, penentuan status gawat darurat, kerusakan, kerugian, sumber daya, penyelamatan dan evakuasi masyarakat terkena bencana, pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan terhadap kelompok rentan dan pemulihan dengan segera prasarana dan sarana vital.
SESI III: Rehabilitasi : dengan kesiapsiagaan yang baik maka penanganan bencana tanah longsor dapat dilakukan dengan baik.
Panduan pertanyaan:
- Identifikasi pihak-pihak yang harus terlibat mulai dari menit-menit pertama kejadian.
- Buat langkah pemecahan masalah untuk menanggulangi bencana tersebut :
- Sistem komando?
- Alur komando / struktur organisasi?
- Koordinasi ?
- Tim respon cepat?
- Triase ?
- Treatment ?
- Evakuasi – transportasi ?
- Rumah sakit lapangan?
- Peran RS Wonosari dalam penanggulangan korban yang dirujuk ke rumah sakit.
- Di tempat kejadian ?
- Persiapan di IGD ?
- Sistem komando?
- Alur komando / struktur organisasi?
- Koordinasi ?
- Tim respon cepat?
- Triase ?
- Treatment ?
- Evakuasi – transportasi ?
- Surge capacity
- Dokumentasi
- Press management
- Logistik dll
Gladi Lapang Penanggulangan Bencana di Kabupaten Gunung Kidul

Gladi Lapang Penanggulangan Bencana di Kabupaten Gunung Kidul
Table Top Exercice dan Simulasi Tanah Longsor
Latar belakang
Kabupaten Gunung Kidul merupakan salah satu Kabupaten di Yogyakarta yang rawan bencana. Data bencana yang di publikasikan oleh Pemerintah Yogyakarta hingga tahun 2010 menempatkan Kabupaten Gunung Kidul diurutan ke tiga daerah yang banyak mengalami bencana setelah Kabupaten Kulon Progo dan Bantul. Letak dan keadaan geografis Kabupaten Gunung Kidul menjadi faktor seringnya terjadi kejadian bencana, seperti kekeringan, angin puting beliung, dan tanah longsor. Selain itu, Kabupaten Gunung Kidul juga terancam gelombang tsunami yang datang dari Samudra Hindia yang merupakan perbatasan langsung dengan Kabupaten Gunung Kidul disebelah selatan.
Topografi Gunung Kidul berupa perbukitan dan pegunungan kapur menjadi faktor seringnya kejadian tanah longsor terjadi. Belum lagi, pada musim penghujan yang menyebabkan lunaknya tanah perbukitan yang memudahkan terjadinya tanah longsor pada dataran dengan kepadatan tanah yang kurang. Tingginya intensitas curah hujan seperti saat ini membuat prihatin banyak pihak. Terutama, warga yang tinggal di daerah rawan bencana tanah longsor. Masyarakat harus diberikan pemahaman tentang bahaya tanah longsor sehingga ketahanan masyarakat dapat meningkat dan masyarakat dapat siaga dan sigap jika terjadi tanda-tanda tanah longsor dan mampu menyelamatkan diri.
Kesiapsiagaan menghadapi bencana tanah longsor, tidak cukup dilakukan oleh pemerintah saja, tetapi juga melibatkan masyarakat. Salah satu upaya meningkatkan pemahaman masyarakat dan uji coba perencanaan kesiapsiagaan bencana oleh Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul dapat dilakukan dengan menggelar simulasi penanggulangan bencana tanah longsor. Harapannya, hasil dari simulasi ini dapat memberikan masukan kepada Pemerintahan Gunung Kidul, Rumah Sakit di Gunung Kidul, dan masyarakat Gunung Kidul dalam menyiapkan perencanaan penanggulangan bencana baik ditingkat daerah atau Regional Disaster Plan (RDP) dan perencanaan penanggulangan bencana di sektor kesehatan baik bagi dinas kesehatan dan rumah sakit atau Hospital Disaster Plan (HDP).
Terkait dengan hal tersebut, sebuah proyek oleh Swedish International Development Cooperation Agency (Sida) bekerjasama dengan Umeå University, Swedia, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia, dan Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta bermaksud mengadakan Gladi Lapang Penanggulangan Bencana Tanah Longsor di Kabupaten Gunung Kidul.
Tempat Kegiatan : Kecamatan wedang Sari, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta
Waktu dan Tanggal: Kamis, 5 Desember 2013 Pukul 09.00 wib – selesai
Peserta :
- Pemerintahan Kabupaten Gunung Kidul
- Badan Penanggulangan Bencana Daerah Gunung Kidul
- Bappeda Kabupaten Gunung Kidul
- Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Kidul
- Rumah Sakit Umum Daerah Wonosari, Gunung Kidul
- Puskemas Gedang Sari
- PMI Kabupaten Gunung Kidul
- Forum Penanggulangan Bencana Gunung Kidul
- Kecamatan
- Kelurahan
- Masyarakat
- Polsek
- Koramil
Jadwal kegiatan:
|
No. |
Waktu |
Kegiatan |
|
1. |
08.00 – 08.30 |
Registrasi peserta dan undangan |
|
2. |
08.30 – 08.45 |
Sambutan dan pembukaan oleh Bupati Kabupaten Gunung Kidul |
|
3. |
08.45 – 09.00 |
Pengarahan peserta oleh panitia |
|
4. |
09.00 – 12.00 |
Simulasi |
|
5. |
12.00 – 13.00 |
Evaluasi dan Rekomendasi |
Skenario Simulasi (klik untuk membaca skenario)
Informasi :
Dewi Catur Wulandari, S.Sos
Pusat Manajemen Pelayanan Kesehatan (PMPK)
Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada
Gedung IKM Baru, Sayap Utara Lt.2
Jl. Farmako Sekip Utara-Yogyakarta 55281
Telp/Fax: (0274) 549425
Mobile: 0818263653
Email: [email protected]
International Symposium on Climate Change and Health
International Symposium on Climate Change and Health
Mitigation and adaptation in the health sector with focus on research, policy and action
Yogyakarta, 4 Desember 2013
Latar belakang
Perubahan iklim global dan dampak fisik, biologis serta sosialnya semakin tampak dan dikenali. Kesehatan manusia dipengaruhi oleh perubahan iklim ekstrem misalnya terjadinya banjir pantai dan gelombang panas, meningkatnya vektor penularan penyakit menular (misalnya malaria, demam berdarah dan kolera), berkurangnya pangan yang mengakibatkan malnutrisi dan termasuk munculnya gangguan kejiwaan akibat kejadian ekstrem. Perubahan iklim menjadi tantangan kesehatan masyarakat dan tenaga medis profesional yang berupaya untuk mengurangi tingkat penyakit dan kematian yang diakibatkannya.
Berbagai upaya untuk mengurangi kerentanan terhadap perubahan iklim dengan mengantisipasi, merencanakan dan menanggapi risikonya perlu dilakukan. Kemampuan adaptasinya berkaitan erat dengan kemampuan negara, akses terhadap teknologi, sumber daya politik, sosial dan ekonomi, serta adanya kebijakan nasional dan instrumen untuk memandu para pengambil keputusan. Strategi adaptasi yang bertujuan untuk mengurangi kerentanan terhadap perubahan iklim idealnya harus berkelanjutan dan menghindari menyebabkan kenaikan lebih lanjut dalam emisi gas rumah kaca. Di bidang kesehatan, eHealth merupakan strategi yang menarik untuk beradaptasi terhadap iklim dan memainkan faktor kunci dalam mitigasi serta menjadi cara efektif untuk mengurangi kerentanan terhadap perubahan iklim .
Untuk menghindari dampak yang serius, semua sektor dan masyarakat memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan dan menerapkan strategi untuk menurunkan tingkat emisi gas rumah kaca. Sektor kesehatan merupakan sektor yang memberikan kontribusi cukup besar terhadap emisi gas rumah kaca sehingga perlu menjadi sektor yang menjadi contoh.
Terkait dengan hal itu, sebuah proyek yang dibiayai oleh Swedish International Development Cooperation Agency (Sida) bekerjasama dengan Umeå University, Swedia dan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia, bermaksud mengadakan simposium terkait upaya mitigasi perubahan iklim dan adaptasi di sektor kesehatan termasuk penggunaan eHealth. Simposium berfokus pada pemaparan pengetahuan dan kesenjangan yang terjadi saat ini yang harapannya menjadi pengetahuan yang bermanfaat bagi semua pihak.
Tempat Kegiatan : Auditorium FK UGM, Yogyakarta
Waktu dan Tanggal: 4 Desember 2013
Peserta yang diharapkan hadir:
- Pengambil kebijakan
- Manajer dan petugas kesehatan
- Peneliti dan mahasiswa
- Perwakilan LSM yang terkait lingkungan, iklim dan kesehatan
Biaya Registrasi
Umum: Rp. 100.000
Mahasiswa: Rp. 50.000
Tentatif Kegiatan:
|
Rabu, 4 Desember 2013 |
|
|
08.00-08.30 |
Registration |
|
08.30-09.00 |
Opening Remarks
Annika Siwertz, Counsellor, the Swedish Embassy, Jakarta Prof. Dr. dr. Teguh Aryandono, Sp.B(K).Onk, Dean Faculty of Medicine, UGM |
|
09.00-09.30 |
Key note presentation: Climate change and impacts on human health.
|
|
09.30-10.45 |
Speakers: Moderator:
|
|
10.45-11.00 |
Coffee break |
|
11.00-12.10 |
Speakers: Moderator:
|
|
12.10-13.30 |
Lunch Break and Exhibition/ Poster Presentations |
|
13.30-14.40 |
Speakers
Moderator
|
|
14.40-15.20 |
Coffee break Exhibition/ Poster Presentations |
|
15.20-16.30 |
Speakers Moderator
|
|
16.30-17.00 |
Dr Maria Nilsson, Umeå University
Prof. Adi Utarini, Vice Dean Faculty of Medicine, UGM
|
Peserta Pameran:
- Ericsson
- Divisi Manajemen Bencana, Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan, Fakultas Kedoketaran UGM
- Simkes, Fakultas Kedoketaran UGM
- Unit Production House Fakultas Kedoketaran UGM
- Pusat Studi Lingkungan Hidup UGM
- Pusat Promosi dan Perilaku, Fakultas Kedoketaran UGM
- Sysfomedika
- Dinkes Gunung Kidul
- Myconos
Fasilitas:
Paket meeting, Seminar Kit
Informasi lebih lanjut:
www.bencana-kesehatan.net
www.symposium.fk.ugm.ac.id/ccmap/
Biaya dapat ditransfer melalui:
Bank BNI atas nama : PKMK FK UGM
No. Rekening : 0203024192
Informasi dan pendaftaran
Anggi / Vira
Center for Health Policy and Management, Faculty of Medicine, Gadjah Mada University
Gedung IKM Lt2. Jalan Farmako Sekip Utara Yogyakarta, 55281, Indonesia
Telp/Fax: (0274) 549425
HP: 081227938882 (Anggi) / 085712467621 )
Email: [email protected]
Live Streaming
SEMINAR
Pengembangan Kesiapsiagaan Daerah dalam Penanggulangan Bencana
atau Regional Disaster Plan (RDP) dan Safety Awareness
pada Relawan Bencana
14 Maret 2014
|
|
PETUNJUK VIDEO STREAMING :
|
|
BNPB Gelar Sosialisasi Penanggulangan Bencana
PURWOREJO – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar sosialisasi perundang-undangan dalam penanggulangan bencana di Hotel Sanjaya Purworejo, Kamis (24/10). Sejumlah isu antara lain terkait maraknya partai politik mendirikan posko ketika terjadinya bencana, mengemuka dalam kegiatan itu.
Pengurangan Risiko Bencana di Indonesia
Rupanya Indonesia tidak saja terkenal dengan kekayaan warisan budayanya, tanahnya yang subur, dan keramahan masyarakatnya, tetapi juga kekayaan akan ancaman bencana. Berada di antara dua benua dan dua samudra, lantas membuat Indonesia menjadi tempat persinggahan yang strategis dan menguntungkan tetapi juga membuat Indonesia merasakan dampaknya. Dampaknya berupa bencana alam, gempa, tsunami, banjir, angin puting beliung, longsor dan masih banyak lagi.
Ahli lempeng bumi, ahli gempa, ahli tsunami, dan ahli bencana lainnya pasti mengenal Indonesia. Betapa tidak, jalur megatrust gempa melalui hampir seluruh wilayah Indonesia. Begitu juga dengan dua lempeng bumi yang menyebabkan gempa, juga bertemu di Indonesia. Pantaslah Indonesia disebut Hipermarket Bencana.
Sudahkan kita sadar bahwa ini semua mengancam kita? Ataukah ancaman ini sudah kita anggap “teman” atau sudah biasa terjadi. Apakah korban berjatuhan akibat bencana itu biasa? Marilah kita duduk bersama untuk menyadari bahwa ini adalah ancaman yang bisa kita kurangi dampaknya terutama bagi kehidupan manusia dan bagi saudara-saudara kita yang berada di wilayah-wilayah yang rentan bencana.
Minggu lalu, kami terlibat dalam rangkaian kegiatan Asia Pacific Disaster Risk Reduction and Resilience (APDR3) dalam acara Indonesia Symposium on Disaster Risk Reduction and Resilience. Kegiatan berlangsung selama dua hari (13-14/6/2013) di Hotel Sheraton, Yogyakarta. Pada kesempatan ini, Universitas dalam (UGM dan UII) dan Luar Negeri (University of Hawaii), NGO, dan lembaga donor terlibat dalam diskusi tentang pengurangan risiko bencana di Indonesia.
Dari kegiatan ini, kami mengangkat tema Upaya Pengurangan Risiko Bencana dalam Website Bencana Kesehatan minggu ini. Kami ingin membagikan beberapa hal penting dari kegiatan APDR3 kepada pembaca sekalian, juga beberapa bacaan yang terkait. Semua ini kami sampaikan untuk mengedepankan ide dan inspirasi mengenai keterlibatan kita dalam pengurangan risiko bencana.
Silahkan mengikutinya di bawah ini:
Reportase :
Indonesia Symposium on Disaster Risk Reduction and Resilience APDR3
Sambutan pada pembukaan simposium secara bergantian di sampaikan oleh penyelenggara kegiatan, yakni Asia Pacific Disaster Risk Reduction and Resilience (APDR3), Kedutaan Besar Indonesia di Amerika, University of Hawaii Manoa, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Islam Indonesia. Dalam sambutannya, masing-masing universitas merasa senang dengan keterlibatan mereka dalam kegiatan ini. Mereka menyadari ancaman bencana di Indonesia dan berupaya melakukan sesuatu dalam rangka penanggulangan bencana. Baca selengkapnya, ![]()
Reportase:
Pre-simposium Indonesia Disaster Risk Reduction: University of Hawaii Kunjungi FK UGM
Kedatangan dekan University of Hawaii disambut oleh Dekanat Fakultas Kedokteran, bagian kurikulum, Konsultan Pokja Bencana, dan Pusat Kebijakan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK UGM. dr.Endro memulai diskusi dengan dekan University of Hawaii (UH) mengenai kurikulum kebencanaan di FK UGM. dekan UH menyatakan ketertarikannya dan mencoba membicarakan dengan presiden terkait kerjasama yang bisa dilakukan UH dan UGM dalam manajemen kebencanaan. Selengkapnya silahkan ![]()
