Loading Now

Gempa Aceh, Layanan Kesehatan Sangat Dibutuhkan

BANDA ACEH – Korban jiwa hingga siang ini, Rabu (3/7) telah mencapai 22 orang akibat gempa berkekuatan 6,2 SR yang melanda Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Selain makanan, kebutuhan mendesak untuk para pengungsi adalah layanan kesehatan, khususnya tenaga medis dan obat-obatan, serta pengadaan MCK.

Gempa berkekuatan 6,2 skala richter melanda Aceh, sekitar pukul 14.37 WIB, Senin (2/7). Gempa berpusat di 4,70 lintang utara dan 96,61 bujur timur atau 35 kilometer barat daya Kabupaten Bener Meriah dengan kedalaman 10 kilometer.

BNPB melaporkan adanya beberapa ruas jalan yang terputus. “Koordinasi terus kita lakukan unuk membantu proses SAR dan evakuasi termasuk mendatangkan tenaga medis dari Medan,” demikian Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat data Informasi dan Humas BNPB.

Hadi (45), warga Bener Meriah, terkejut saat merasakan gempa kuat yang mengakibatkan jalanan retak. Warga sekitar sempat panik dan berhamburan keluar gedung.

Adapun Hendra (32), Direktur LKC Aceh, sedang dalam perjalanan ketika gempa pertama terjadi. Gempa susulan yang terjadi pukul 8.55 pagi, membuat warga kian waspada.

Secara spontan beberapa lembaga kemanusian dari luar Aceh bergerak mengirimkan bantuan. Tiket pesawat menuju Aceh langsung fully-booked. Ahmad (28), Koordinator SAR Dompet Dhuafa, menuturkan sempat kesulitan mendapatkan tiket pesawat dari Jakarta.

“Tim SAR DMC terpaksa diberangkatkan melalu jalan darat,” imbuhnya sambil mengkoordinasikan pendirian Posko Kemanusiaan di Takengon, Aceh.

Program trauma healing dan sekolah darurat akan diprioritaskan untuk pemulihan kondisi psikososial anak-anak dan penuhi kebutuhan belajar. “Aksi layanan sehat siap diberikan untuk para korban maupun relawan,” demikian dr Dessy Prasinta (28), relawan medis dari DD Aceh.

sumber: suaramerdeka.com

Post Comment

YOU MAY HAVE MISSED