Loading Now

Penyakit Modern Merebak Terlalu Cepat

Prof-Kartomo-W

Prof-Kartomo-WSerpong, PKMK. Kemunculan penyakit masyarakat modern sebagai pembunuh utama di Indonesia cenderung terlalu cepat. Saat pengetahuan standar gizi di masyarakat Indonesia belum terlalu bagus, penyakit masyarakat modern seperti gangguan jantung dan ginjal sudah menjadi pembunuh utama.

“Tingkat kematian akibat penyakit seperti jantung di Indonesia sudah hampir sama dengan di Amerika Serikat. Seharusnya, kita belum sampai disitu,” kata Prof. Dr. Kartomo Wirosuhardjo, ahli demografi dan kependudukan dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (17/6/2013).

Di Amerika Serikat ataupun negara maju yang lain, 40 persen masyarakat meninggal karena penyakit jantung. Kemudian, 30 persen karena penyakit kanker. selanjutnya, 30 persen lagi karena penyakit yang lain. “Di Indonesia, tren serupa semakin menguat,” jelas Kartomo. Indonesia saat ini ada di periode health transition. Masyarakat yang meninggal karena penyakit seperti tuberculosis, malaria, dan lain-lain, sudah jarang. Sebab, penyakit tersebut bisa diatasi dengan upaya preventif ataupun kuratif seperti  penggunaan berbagai obat antibiotik. “Kasus yang lebih mudah kita temui adalah kematian karena penyakit masyarakat modern itu,” Kartomo menegaskan.

Kehadiran program pengobatan dari Pemerintah seperti Kartu Jakarta Sehat dan Badan Pengelola Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan), memungkinkan pengobatan penyakit masyarakat modern itu digratiskan. Sementara, di Amerika Serikat, penderita penyakit tersebut dijamin oleh asuransi pribadi. “Menurut saya, kita punya keberanian politik yang luar biasa karena menjamin pengobatan penyakit berat itu,” kata Kartomo. Hal lain yang perlu diperhatikan yakni bahwa seseorang disebut sehat tidak sekadar dari segi fisik. Kesehatan seseorang harus dilihat dari segi fisik, mental, dan sosial. Maka, seorang penderita cacat fisik bisa sehat secara mental dan sosial bila negara  memberikan pekerjaan kepadanya, tutup Kartomo

Post Comment

YOU MAY HAVE MISSED