Standarisasi Pertolongan Pertama Dibutuhkan DIY
JOGJA — DIY termasuk salah satu wilayah rentan bencana alam di Indonesia yang berpeluang jatuhnya korban jiwa. Untuk itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X berencana membuat standarisasi pertolongan pertama terhadap korban bencana agar tidak mengalami luka lebih parah.Standarisasi ini dikonsultasikan dengan Pemerintah Jepang akhir pekan lalu sebagai langkah menindaklanjuti bencana alam Merapi dan Gempa Bumi 2006.
“Saya minta mereka bisa bantu. Saya perlu regulasi untuk kesehatan, saya akan bikin standarisasi program bencana alam,” katanya usai menerima tamu pemerintah Jepang akhir pekan lalu di Kepatihan Jogja.
Misalnya, praktek di lapangan ketika menolong korban patah tulag apakah dibopong atau ditandu harus ada standarisasi. Jangan sampai pertolongan pertama dilakukan asal asalan yang justru memperparah kondisi korban.
“Saya ingin bikin standarisasi pertolongan pertama,” jelasnya.
Selain membicarakan tentang aplikasi pertolongan pertama, Sultan juga menyinggung konstruksi bangunan tahan gempa. Bangunan dirancang oleh arsitektur dan diawasi oleh pemerintah bagaimana bangunan memenuhi. Pengawasan dari pemerintah saja sebenarnya tidak cukup sehingga perlu ada pengawasan independen diluar pemerintah.
“Konsultasi juga minta pendapat apakah perlu tidak pengawasan independen untuk kontrol rumah itu. Makanya kami ingin tahu di Jepang pengawasannya bagaimana,” jelas Sultan.
sumber: solopos.com
Post Comment