Loading Now

Pelatihan Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Puskesmas – 26 Maret 2021

logo caritas

logo caritas

 

Pelatihan Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Puskesmas

(Puskesmas Disaster Plan)

Puskesmas Sangurara, 26-27 Maret 2021


{tab title=”Kerangka Acuan Kegiatan” class=”blue”}

Pengantar

PKMK FK-KMK UGM bekerja sama dengan Caritas Germany akan melakukan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis Kesehatan di Sulawesi Tengah. Fasilitas kesehatan yang menjadi sasaran program ini adalah Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah, Dinkes Kabupaten Donggala, RS Kabelota, RS di Kota Palu, Puskesmas Sangurara dan Puskesmas Tompe. Dalam pelaksanaan program ini PKMK FK-KMK UGM akan tetap melibatkan Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah dan universitas lokal (Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, dan Fakultas Kedokteran Universitas Al-Khairat).

Pengembangan dokumen perencanaan penanggulangan bencana di tingkat puskesmas (Puskesmas Disaster Plan) masih sangat jarang dilakukan. Sementara selama ini yang terjadi adalah banyak puskesmas mengalami kekacauan pelayanan kesehatan ketika terjadi bencana. Puskesmas yang belum memiliki dokumen perencanaan penanggulangan bencana akan kesulitan untuk mengoperasionalkan manajemen penanganan bencana mulai dari pembagian tugas yang jelas, alur komunikasi dan rencana alternatif. Puskesmas harus memahami bahwa dokumen Puskesmas Disaster Plan sebagai salah satu bentuk kesiapan puskesmas untuk menghadapi bencana alam dan bencana non alam. Ini menjadi pembelajaran bagi seluruh fasilitas kesehatan terutama puskesmas saat terjadi bencana non alam pandemi COVID-19 yang menuntut puskesmas harus siap, khususnya dalam pelaksanaan layanan COVID-19 tapi juga tidak mengganggu layanan rutin sehari – hari terhadap pasien non COVID-19.

Dengan demikian sudah saatnya puskesmas memahami pentingnya menyusun dokumen perencanaan penanggulangan bencana operasional mungkin yang mencakup semua rencana kebutuhan dan penanganan bencana alam dan non alam. Pelatihan Puskesmas Disaster Plan ini akan membahas bagaimana upaya penyusunan rencana penanggulangan bencana di tingkat puskesmas, apa saja komponen, indikator penilaiannya, siapa saja yang terlibat hingga sharing pengalaman dalam pengembangan Puskesmas Disaster Plan.

Tujuan

Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong puskesmas dalam menyusun dan mempersiapkan rencana penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di wilayah kerja puskesmas masing – masing.

Proses Kegiatan

Kegiatan ini akan dilakukan secara langsung di Puskesmas Sangurara selama 2 hari. Hari pertama dan kedua peserta akan mendapatkan materi dan penugasan

Yang Perlu dipersiapkan oleh peserta

Peserta diharapkan dapat membawa Profil Puskesmas seperti:

  1. Peta (Map)Puskesmas, termasuk Peta wilayah kerja dan Hazard Mapping
  2. Inventarisasi :Sarana dan Prasarana serta Fasilitas Medis dan Non Medis.
  3. Kapasitas: Jumlah Tempat tidur dan SDM Medis dan Non Medis (untuk Puskesmas Rawat Inap)
  4. Mapping Fasilitas Kesehatan

Peserta Kegiatan

Peserta kegiatan sekitar 20 orang dengan rincian 10 orang dari Puskesmas Sangurara dan 10 orang Puskesmas lainnya di sekitar Sangurara. Perserta adalah Kepala Puskesmas, tim akreditasi puskesmas, dan/atau tim penanggulangan bencana puskesmas. Jika ada peserta dari puskesmas lain maka tim atau perorangan yang mewakili puskesmas diharapkan berasal dari unsur pimpinan (kepala puskesmas, KTU)/ operasional (dokter umum, perawat, bidan)/ logistik (Gizi, apoteker, tenaga kesehatan masyarakat, rumah tangga) atau perencanaan (administrasi, keuangan, dan medical record). Peserta dari Puskesmas lain yang bersedia ikut maksimal 2 orang.

Output Kegiatan

Setelah melalui proses pelatihan maka pihak puskesmas akan mempunyai tenaga yang terlatih dan memahami Teknik penyusunan dokumen Puskesmas Disaster Plan. Kemudian terbentu satu tim kecil yang memiliki komitmen menyelesaikan penyusunan dokumen Puskesmas Disaster Plan.

Jadwal dan Materi Kegiatan

Waktu              : Jumat-Sabtu / 26-27 Maret 2021

Pukul               : 08.30 – 15.00 WITA

Tempat            : Puskesmas Sangurara

Jumat, 26 Maret 2021 Fasilitator Narasumber
Waktu Materi/Kegiatan
08.30 – 08.45

Pembukaan

          Pengantar dari PKMK FK-KMK UGM

          Kepala Puskesmas

08.45 – 09.25

09.25 – 09.35

Materi 1: Konsep dan komponen puskesmas Disaster Plan

Diskusi

Erywahyuningtias, SKM, MAP

Dr. Bella Donna, M.Kes/ Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid

09.35 – 10.15

10.15 – 10.25

Materi 2: Sistem Komando dan Pengorganisasian dan SOP

Diskusi

Sutarto, SKM Dr. Bella Donna, M.Kes/ Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
10.25 – 10.35 Coffee Break
10.35 – 11.05 Penugasan Pengorganisasian
  • Erywahyuningtias, SKM, MAP
  • Sutarto, SKM
  • dr. Puspita Sari, M.Biomedic
Happy Pangaribuan, MPH/ Madelina Ariani, MPH

11.05 – 11.45

11.45 – 11.55

Materi 3 : Logistik Medik dan Fasilitas

Diskusi

dr. Puspita Sari, M.Biomedic Dr. Bella Donna, M.Kes/ Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
11.55 – 13.00 ISHOMA

13.30 – 14.10

14.10 -14.20

Materi 3 : Analisis Risiko

Diskusi

Sutarto, SKM Happy Pangaribuan, MPH/ Madelina Ariani, MPH
14.20 – 14.50 Penugasan Analisis Risiko
  • Erywahyuningtias, SKM, MAP
  • Sutarto, SKM
  • dr. Puspita Sari, M.Biomedic
  • Muhammad Nasir, SKM, MSc
  • Astrin, Amd.Keb

14.50 – 15.00 Pengarahan hari-2 Happy Pangaribuan, MPH/ Madelina Ariani, MPH
Sabtu, 27 Maret 2021
Waktu Materi/Kegiatan
08.30 – 08.45 Review kegiatan hari 1 Happy Pangaribuan, MPH/ Madelina Ariani, MPH

08.45 – 09.25

09.25 – 09.40

Materi 5: Data dan Informasi

Diskusi

Muhammad Nasir, SKM, MSc Dr. Bella Donna, M.Kes/ Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
09.40 – 09.50 Coffee Break

09.50 – 10.30

10.30 – 11.00

Materi 6 : Peta Risiko dan Peta Respon

Praktek Peta Risiko

Astrin, Amd.Keb

Dr. Bella Donna, M.Kes/ Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
11.00 – 12.00 Penugasan Penyusunan Puskesmas Disaster Plan
  • Erywahyuningtias, SKM, MAP
  • Sutarto, SKM
  • dr. Puspita Sari, M.Biomedic
  • Muhammad Nasir, SKM, MSc
  • Astrin, Amd.Keb

Tim PKMK FK-KMK UGM
12.00 – 13.00 ISHOMA
13.00 – 14.00 Penugasan Penyusunan Puskesmas Disaster Plan

14.00 – 14.30

14.30 – 14.45

Presentasi draft dokumen Puskesmas Disaster Plan

Diskusi

14.45 – 15.00 Pembentukan Tim Kecil Penyusun Puskesmas Disaster Plan dan Rencana Tindak Lanjut Happy Pangaribuan, MPH/ Madelina Ariani, MPH
15.00 Penutupan Dr. Bella Donna, M.Kes/ Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid

Penutup

Demikian kerangka acuan kegiatan Pelatihan Rencana Penyusunan Penanggulangan Bencana di Puskesmas (Puskesmas Disaster Plan). Kami berharap puskesmas dapat memahami Teknik penyusunan dokumen Puskesmas Disaster Plan. Sebagai lembaga riset dan konsultasi, Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (PKMK FK-KMK) UGM, akan memberikan sumbangan pengembangan inovasi dalam dunia keilmuan di bidang kesehatan dan Manajemen Bencana di Puskesmas. Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FKKMK UGM sebagai penyelenggara program akan berkomitmen demi tercapainya tujuan program dan Caritas Germany sebagai mitra penyelenggara program akan mendapatkan laporan rutin terkait keberlangsungan program.

{tab title=”Reportase” class=”red”}

sagura 1

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Sesi Pembukaan oleh Kepala Puskesmas Sangurara“

Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong puskesmas dalam menyusun dan mempersiapkan rencana penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di wilayah kerja puskesmas masing masing. Kegiatan dilakukan secara langsung di Puskesmas Sangurara selama 2 hari. Seluruh materi disampaikan oleh fasilitator lokal dari Dinkes Provinsi Sulteng, Dinkes Kab. Sigi, FK Universitas Tadulako, dan FK Universitas Alkhaeraat didampingi oleh narasumber dari tim PKMK FK – KMK UGM. Fasilitator ini adalah peserta kegiatan Training of Trainer Puskesmas Disaster Plan pada November 2020 lalu yang bersedia dan berkomitmen untuk terlibat dalam perluasan kapasitas sistem manajemen penanganan bencana di puskesmas. Tim PKMK FK – KMK UGM menambahkan hal yang perlu atau belum disampaikan oleh fasilitator saat pemaparan materi. Selain peserta dari Puskesmas Sangurara, pelatihan ini juga diikuti oleh puskesmas lainnya yaitu Puskesmas Lere, Puskesmas Singgani, Puskesmas Tawaeli, Puskesmas Pantoloan, Puskesmas Mamboro, Puskesmas Kamonji, Puskesmas Tipo, Puskesmas Bulili, Puskesmas Talise, Puskesmas Nosarara, Puskesmas Birobuli dan Puskesmas Mabelopura. Jumlah peserta yang mengikuti dari puskesmas sebanyak 24 orang, fasilitator lokal 4 orang dan tim dari PKMK FK – KMK UGM 4 orang.

Jumat, 26 Maret 2021

Pertemuan hari ini peserta mendapatkan 4 materi yaitu (1) Konsep dan Komponen Puskesmas Disaster Plan oleh Erywahyuningtias, SKM, MAP; (2) Sistem Komando dan Pengorganisasian oleh Sutarto, SKM (3) Analisis Risiko oleh Sutarto, SKM; dan (4) Logistik dan fasilitas saat bencana oleh dr. Puspita Sari, M.Biomedic. Saat pemaparan, Erywahyuningtias menyatakan puskesmas harus menyadari bahawa puskesmas merupakan lini terdepan yang memegang peranan utama untuk kesiapsiagaan bencana dan krisis kesehatan. Selama ini yang dihadapi puskesmas saat terjadi bencana adalah bingung harus melakukan apa terlebih dahulu apalagi jika tenaga kesehatan ikut menjadi korban, dan wajar jika terjadi kekacauan. Bagaimana meminimalkan kekacauan ini salah satunya dengan menyiapkan sejak dini dokumen puskesmas disaster plan. Dalam dokumen ini akan memuat segala sesuatu yang dibutuhkan puskesmas saat becana, jadi dokumen ini adalah dokumen yang harus disusun seoperasioanl mungkin dan lengkap. Sutarto memaparkan bahwa koordinasi yang tidak baik akan menimbulkan kekacauan karena masing – masing tidak tahu apa yang harus dilakukan dan kepada siapa akan berkoordinasi. Penting dalam dokumen disusun struktur organisasi yang berbasi sistem komando. Struktur organisasi ini bersifat sederhana, jelas dan dapat dimobilisasi dengan singkat.

Analisis risiko penting untuk mengidentifikasi potensi ancaman (hazards) di lingkungan puskesmas, ini merupakan langkah awal yang paling baik untuk membuat kesiapsiagaan/perencanaan. Melalui analisis risiko puskesmas akan mengetahui potensi ancaman bencana yang ada di wilayah dan menentukan prioritas dalam penanggulangan bencana dan krisis Kesehatan. Pada materi logistik, dr. Puspita Sari menekankan bahwa ornag yang bertugas di bidang penerimaan dan pendistribusian logistik saat bencana harus memahami standar logistik saat bencana. Banyak hal yang harus disiapkan seperti berita acara, pengecekan kualitas logistik dan pemetaan atau list logitik yang dibutuhkan di daerah puskesmas. Artinya jika ada bantuan yang datang tidak sesuai standar dan tidak dibutuhkan, puskesmas berhak untuk mengembalikannya ke relawan. Manajemen logistik dikelola bukan anya pada saat ebncana namun pada pra bencana dan pasca bencana. Pada pra bencana menganalisis kebutuhan logistik jika bencana terjadi, jenis bencana bisa disesuaikan dnegan hasil analisis risiko.

 sagura 2

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Penyampaian materi konsep dan komponen puskesmas disaster plan (kiri) dan materi analisis risiko (kanan)“

Sabtu, 27 Maret 2021

Pada pertemuan hari kedua ini peserta mendapatkan 2 materi yaitu (1) Data dan Informasi oleh Muhammad Nasir, SKM, MSc; (2) Peta Risiko dan Peta Respon oleh dr.Muhammad Ali Hi.Palanro. Dalam struktur organisasi berbasis sistem komando ada tim data dan informasi. Pengelolaan data dan informasi bertujuanmenjamin ketersediaan informasi yang cepat, tepat, akurat, konsisten, terkini, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar pengambilan keputusan. Peta Risiko Bencana adalah gambaran Tingkat Risiko bencana suatu daerah secara spasial dan non spasial berdasarkan Kajian Risiko Bencana suatu daerah. Saat terjadi bencana peta risiko ini digunakan menjadi peta respon untuk menentukan titik pelayanan kesehatan (fasyankes dan pos pelayanan kesehatan) yang menangani korban bencana. Sehingga memudahkan dinas kesehatan untuk menempatkan relawan dengan melihat peta respon tersebut. Peserta melakukan praktek langsung bagaimana membuat peta respon yang didampingi oleh fasilitator lokal dan tim PKMK FK -KMK UGM. Peserta memerankan ada yang menjadi relawan, tim logistik, tim penerimaan relawan dan tim peta respon. Kemudian peserta melanjutkan penyusunan draft dokumen puskesmas disaster plan.

 sagura 3

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Penyampaian materi data dan informasi (kiri), materi logistik (kanan)

Penutup dan Rencana Tindak Lanjut

Kegiatan ini berjalan dengan baik, selanjutnya fasilitator lokal akan mendampingi puskesmas dalam proses penyelesaikan dokumen dinkes disaster plan. Dalam mempermudah pendampingan ini, puskesmas membentuk tim penyusun dokumen dan membuat grup whatsApp.

Reporter : Happy R Pangaribuan

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

{tab title=”Video” class=”green”}

{/tabs}

Post Comment

YOU MAY HAVE MISSED