Seminar Kesiapsiagaan Sector Kesehatan dalam Menghadapi Bencana Non Alam (Nuklir)

asm bencana nuklir sesi1

Annual Scientific Meeting (ASM)

Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada

Seminar

Kesiapsiagaan Sector Kesehatan dalam Menghadapi Bencana Non Alam (Nuklir)

Kamis, 30 Maret 2023

diselengarakan oleh Pokja Bencana FK-KMK UGM bekerjasama dengan 
Departemen Keperawatan FK-KMK UGM

 

{tab title=”Kerangka Acuan Kegiatan” class=”green” align=”justify”}

 

PENGANTAR

Indonesia merupakan negara dengan potensi bencana yang cukup tinggi. Selama ini, terdapat banyak pengalaman penanganan bencana alam, tetapi masih belum banyak pengalaman penanganan bencana non alam. Indonesia, melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), merencanakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia yang akan akan dimulai setelah 2025. Rencana pembangunan ini tentunya menekankan perlunya upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kesiapsiagaan sektor kesehatan dalam menghadapi bencana nuklir.

Bencana nuklir dapat memberikan dampak yang besar bagi masyarakat. Perubahan status kesehatan secara langsung maupun tidak langsung dapat terjadi kepada masyarakat yang terdampak. Selain itu, upaya evakuasi masyarakat menuju zona aman pun memerlukan strategi khusus agar tidak menyebabkan kerugian yang lebih besar. 

Kesiapsiagaan yang baik diharapkan dapat mengoptimalkan upaya proses penanggulangan bencana. Kesiapsiagaan yang baik juga diharapkan dapat menekan dampak yang terjadi ketika bencana. Kerjasama antar pihak menjadi kunci utama dalam keberhasilan upaya peningkatan kesiapsiagaan. Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam upaya peningkatan kesiapsiagaan bencana nuklir meliputi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), institusi pendidikan baik dalam aspek kependidikan dan pusat studi penelitian, Dinas Kesehatan Provinsi, Kabupaten/Kota, dan Organisasi Riset Tenaga Nuklir-Badan Riset Inovasi Nasional. Oleh karena itu, urusan krisis kesehatan menjadi tanggung jawab bersama berbagai pihak dengan pengorganisasian yang terencana, terintegrasi dengan organisasi terkait dan siap digunakan pada saat terjadi situasi krisis. Peran tiap pihak yang terlibat menjadi sangat penting untuk peningkatan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana nuklir. 

 

TUJUAN

Membahas peran dan kesiapan masing-masing pihak dalam kesiapsiagaan sektor kesehatan dalam menghadapi bencana non alam (nuklir). 

 

METODE PELAKSANAAN

Seminar dilaksanakan melalui hybrid, didahului dengan sesi panel oleh pembicara dari Hiroshima University. Setelah itu, sesi selanjutnya merupakan diskusi panel dengan pembicara dari berbagai pihak meliputi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pusat Studi Bencana. Adapun sesi panel selanjutnya akan diisi oleh pihak Dinas Kesehatan DIY, Organisasi Riset Tenaga Nuklir BRIN dan RSUP Dr. Sardjito. 

 

OUTPUT

Peserta mengetahui bagaimana upaya kesiapsiagaan sektor kesehatan dalam menghadapi bencana non alam (nuklir).

 

PESERTA

Target peserta berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten Kota, pengelola program kesehatan, rumah sakit, puskesmas, dan Kementerian Kesehatan (KKP, balai besar, pusat pelatihan), BPBD, perguruan tinggi kesehatan, peneliti, mahasiswa dan pemerhati bencana kesehatan termasuk masyarakat umum lainnya.

 

WAKTU PELAKSANAAN

Hari/Tanggal               : Kamis, 30 Maret 2023
Pukul                         : 08.00-12.00 WIB
Link Zoom                  : 
https://ugm-id.zoom.us/j/91035000943?pwd=K2tYeFJsak9TYytnZVB3NEdLWVNRQT09
Meeting ID: 910 3500 0943
Passcode: 200456

 

JADWAL KEGIATAN

Waktu

Kegiatan/Materi

Narasumber

08.00-08.30 WIB

Registrasi

 

08.30-08.35 WIB

Pembukaan

 

08.35-08.40 WIB

Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Gadjah Mada

 

08.40 – 08.45 WIB

Sambutan Ketua Pokja Bencana FK-KMK UGM /Keperawatan

Sutono, SKp., M.Kep., MSc

08.45 – 08.50 WIB

Sambutan Dekan F-KMK UGM

dr. Yodi Mahendradhata, MSc, Ph.D, FRSPH

Sesi Panel 1

   

08.50-09.10 WIB

(10.50-11.10 JST)

Lesson Learned from Japan’s Radiation Disaster

Prof Nobuyuki Hirohashi

(Hiroshima University)

09.10-09.20 WIB

(11.10-11.20 JST)

Diskusi

Moderator : Ns. Maryami Yuliana, S.Kep., M.Kep., PhD

09.20-09.40 WIB

Rencana kesiapsiagaan DIY dalam menghadapi bencana non alam

BPBD DIY

09.40-10.00 WIB

Peran Universitas dalam Kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana non alam

Syahirul Alim, S.Kp., M.Sc.PhD

(Departemen Keperawatan Dasar dan Emergensi FKKMK UGM)

10.00-10.20 WIB

Diskusi Sesi Panel 1

Moderator : Ns. Maryami Yuliana, S.Kep., M.Kep., PhD

Sesi Panel 2

10.20-10.40 WIB

Peran pemerintah lokal di sektor kesehatan dalam kesiapan meghadapi bencana non alam (nuklir)

Dinas Kesehatan DIY

10.40-11.00 WIB

Peran dan kesiapan Organisasi Riset Tenaga Nuklir dalam menghadapi bencana nuklir sektor kesehatan

Organisasi Riset Tenaga Nuklir Badan Riset dan Inovasi Nasional

11.00-11.20 WIB

Kesiapan rumah Sakit dalam Mengantisipasi Bencana Non Alam (Nuklir) RSUP dr Sardjito

RSUP Dr. Sardjito

11.20-11.50 WIB

Diskusi Sesi Panel 2

Moderator : Madelina Ariani, SKM, MPH

11.50-12.00 WIB

Penutup

 

 

PENUTUP

Demikian Kerangka Acuan Kegiatan Seminar ASM Pokja Bencana FK-KMK UGM mengenai Kesiapsiagaan Sector Kesehatan dalam Menghadapi Bencana Non-Alam (Nuklir). Kami berharap melalui kegiatan ini instansi terkait tergerak untuk mengembangkan penanganan bencana mulai dari kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana non-alam. Sebagai  lembaga riset dan konsultasi, Pokja Bencana Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (PKMK FK-KMK) UGM, akan memberikan sumbangan pengembangan inovasi dalam dunia keilmuan di bidang kesehatan dan Manajemen Bencana dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana. 

 {tab title=”Reportase Sesi 1” class=”red” align=”justify”}

Kegiatan Annual Scientific Meeting diselenggarakan oleh PKMK UGM, Pokja Bencana FK-KMK UGM, dan Departemen Keperawatan melalui zoom seminar dan live streaming. Rangkaian acara dimulai pukul 08.00 hingga pukul 12.00 WIB. Kegiatan dibagi menjadi dua sesi, pada sesi panel 1 mengangkat topik Pembelajaran Mengenai Kebencanaan dari Jepang, Rencana Kesiapsiagaan DIY dalam menghadapi bencana non alam, dan Peran Universitas dalam Kesiapsiagaan menghadapi Bencana Non Alam. Sesi panel 1 dimoderatori oleh Ns. Maryami Yuliana Kosim, S.Kep., M.Kep., PhD dari Departemen Keperawatan Dasar dan Emergensi, FK-KMK UGM.

asm bencana nuklir sesi1

Pemateri pada sesi panel 1 meliputi Prof. Nobuyuki Hirohashi dari Hiroshima University, Drs. Biwara Yuswantana, MSi selaku Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah DIY, dan Sutono, S.Kp, MSc., M.Kep dari Departemen Keperawatan Dasar dan Emergensi, FK-KMK UGM.

Prof Nobuyuki Hirohashi menjelaskan mengenai “Lesson Learned from Japanese Radiation Disaster”. Pada awal sesi, Prof Hirohashi menekankan pentingnya mengambil pelajaran dari pengalaman bencana yang sudah dialami sebelumnya agar dapat meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi kondisi tak terduga di masa depan. Selain bom nuklir pada masa Perang Dunia, di Jepang sendiri kejadian kecelakaan radiasi nuklir terjadi di Tokaimura pada 1999 dan bencana Fukushima pada 2011. Kecelakaan radiasi nuklir di Tokaimura menjadi titik balik munculnya peraturan yang mengatur mengenai kesiapsiagaan kejadian nuklir di Jepang. Pada bencana nuklir di Fukushima, kesulitan terjadi pada saat evakuasi karena kondisi musim dingin dan kurangnya support medis pada saat evakuasi. Sehingga, diperlukan perencanaan yang baik dalam penanganan potensi bencana nuklir yang terjadi, termasuk di dalamnya adalah pembagian zonasi.

Beberapa pertimbangan dalam evakuasi:

1. Distribusi RS dan fasilitas perawatan

2. Jumlah pasien di area tersebut

3. Kendaraan yang tersedia

Selain itu, evakuasi juga menghadapi stigma karena kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai evakuasi ke tempat aman dari radiasi. Kurangnya pengetahuan dapat menimbulkan diskriminasi. Diperlukan pendidikan dan pelatihan secara berkelanjutan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat.

asm bencana nuklir sesi1 1

Materi kedua disampaikan mengenai Rencana Kesiapsiagaan DIY dalam menghadapi Potensi Bencana Non Alam (Kegagalan Teknologi) yang disampaikan oleh Kepala Pelaksana BPBD DIY. Di DIY, potensi bencana non alam kegagalan teknologi dapat terjadi pada reaktor nuklir BATAN di Babarsari, Sleman. Kegagalan bencana kegagalan teknologi dapat terjadi karena ikutan bencana alam, kesalahan prosedur, dan lain-lain. Upaya penanganan pengurangan bencana kegagalan teknologi dapat dilakukan beberapa tahap meliputi perencanaan, peningkatan standar keselamatan, sosialisasi rencana penyelamatan, peningkatan fungsi deteksi dan peringatan dini dan penyusunan prosedur operasi penyelamatan dan rencana evakuasi penduduk sekitar. Kajian Indeks Risiko Bencana DIY pada kejadian kegagalan teknologi berada pada kelas bahaya dan kerentanan yang rendah, sedangkan kapasitas sedang, sehingga kesimpulan kelas risiko rendah.

BATAN Yogyakarta sudah memiliki rencana tindak darurat (rencana kontigensi). Adapun upaya kesiapsiagaan meliputi setiap 2 tahun sekali dengan skala internal, pelatihan SDM TRC dalalm penanganan darurat nuklir/limbah beracun. Tantangan ke depan meliputi: potensi kegagalan teknologi pada reaktor nuklir BATAN, kepadatan penduduk, kurangnya pemahaman dan pengetahuan masyarakat tentang bahaya nuklir, penyusunan SOP penanganan bencana nuklir.

asm bencana nuklir sesi1 2

Materi ketiga pada sesi 1 disampaikan oleh Sutono, S.Kp., MSc., M.Kep mengenai Peran Universitas dalam Kesiapsiagaan Bencana Non Alam. Beberapa bencana (man-made hazard) yang pernah terjadi: radiological hazard (kerusakan berat teaktor nuklir akibat gempa dan tsunami 2011), menimbulkan paparan radioaktif yang menyebabkan lebih dari 100.000 orang dievakuasi, insiden kapal tanker Bangladesh yang menyebabkan minyak tumpah di laut, kebakaran depo pertamina plumpang, dan sebagainya. Keterlibatan akademisi dalam disaster risk reduction antara lain: 1) penerapan data ilmiah untuk pengambilan kebijakan dan keputusan, 2) Partisipasi civitas akademika dalam proses diskusi, 3) Implementasi teknologi sebagai hilirisasi dari penelitian. Akademisi juga dapat terlibat secara aktif pada Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI).

Reporter: Hersinta Retno Martani (Departemen Keperawatan Dasar dan Emergensi)

{tab title=”Reportase Sesi 2″ class=”blue” align=”justify”}

 asm bencana nuklir

Seminar kesiapsiagaan sektor kesehatan dalam menghadapi bencana non alam (nuklir) diselenggarakan pada Kamis (30/3/2023) oleh Pokja Bencana FK-KMK UGM, Departemen Keperawatan FK-KMK UGM dan PKMK UGM. Kegiatan ini merupakan salah satu seminar yang diadakan dalam rangka Annual Scientific MeetingPada sesi kedua seminar menghadirkan tiga pemateri dan dimoderatori oleh Madelina Ariani, MPH peneliti dari Pokja Bencana FK-KMK UGM. Materi pertama terkait Peran pemerintah lokal di sektor kesehatan dalam kesiapan meghadapi bencana non alam (nuklir) oleh Kudiana SKM, M.Sc dari Dinkes Provinsi DIY. Upaya yang wajib dilakukan dan terus dilakukan oleh pemerintah adalah penguatan kesiapsiagaan termasuk penguatan perencanaan dan organisasi. Kesiapsiagaan tersebut akan mengakomodir rencana yang harus disiapkan, SOP, alur koordinasi, manajemen komunikasi dan regulasi. Upaya selanjutnya adalah meningkatkan kapasitas SDM kesehatan sehingga sewaktu-waktu bisa ditugaskan dalam penanganan bencana. Beberapa upaya yang sudah dilakukan oleh Sektor Kesehatan di DIY adalah penerbitan regulasi di daerah, sosialisasi penduduk yang terdampak krisis kesehatan, pembentukan HEOC/ klaster kesehatan, penyusunan perencanaan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan, pelatihan/gladi dan monitoring evaluasi.

Materi kedua terkait Peran dan Kesiapan Organisasi Riset Tenaga Nuklir dalam menghadapi bencana nuklir sektor kesehatan disampaikan oleh Dr.Rer.Biol.Hum.Heru Prasetio, MSi Kepala Pusat Riset Tek. Keselamatan, Metrologi dan Mutu Nuklir. Heru menampilkan bagaimana bahaya paparan radiasi bagi lingkungan dan hal-hal yang harus disiapkan oleh rumah sakit. Jika paparan radiasi terkontaminasi ke lingkungan tentunya akan memberikan dampak risiko pada tubuh manusia. Penanganan kontaminasi dimulai dengan skrining awal untuk mengidentifikasi sejauh mana potensi radiasi yang terkontaminasi. Prosedur tindakan di RS harus menyiapkan ruang dekontaminasi, bahan/alat dan ruang triase. Menyambung materi kedua, dr. Hanif Afkari Sp. KN -TM. RSUP Sardjito menyampaikan tentang Kesiapan Rumah Sakit dalam Mengantisipasi Bencana Non-Alam (Nuklir) RSUP dr Sardjito. RSUP Sardjito sudah melakukan mitigasi hazard mapping potensi bahaya nuklir. Kemenkes menetapkan RSUP Sardjito sebagai RS Rujukan Nasional untuk penanganan bencana Nuklir. RSUP sudah memiliki Hospital Disaster Plan sebagai panduan yang operasional dalam penanganan bencana termasuk bencana nuklir, pengaturan ruang dekontaminasi dan ruang triase. Alat-alat proteksi radiasi wajib ada di RS Rujukan Nasional penanganan bencana nuklir: perangkat kit kontaminasi, personal dosimetry, APD radiasi, dan alat pemantau radiasi . RSUP Sardjito sudah pernah melakukan simulasi kesiapsiagaan bencana nuklir pada 2016 dan 2022. RSUP Sardjito secara teknis sarana pendukung dan kesiapan SDM sudah siap sebagai RS Rujukan Bencana Nuklir.

Pada sesi diskusi dibahas kembali bagaimana bentuk kesiapsiagaan manajemen RS dalam menghadapi bencana nuklir, manajemen penanganan korban dan perimeter diameter standar aman area radiasi nuklir. Idealnya manajemen pelayanan kebencanaan pada setiap RS harus mempunyai Hospital Disaster Plan sebagai petunjuk yang operasional untuk menangani semua jenis bencana. Prinsip penanganan awal untuk korban radiasi, harus dilakukan dekontaminasi terlebih dahulu kepada korban kemudian melanjutkan penanganan sesuai dengan dampak yang diakibatkan pada tubuh pasien.

Reporter : Happy R Pangaribuan, MPH

Pokja Bencana FK-KMK UGM

 

 {tab title=”Video” class=”red” align=”justify”}

{/tabs}

Matrikulasi Materi Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan pada Fasilitator Lokal Sulawesi Tengah

Kerangka Acuan Kegiatan

Matrikulasi Materi Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan pada Fasilitator Lokal Sulawesi Tengah

Mei – Oktober 2021


 

Pengantar

Pada kejadian gempa Mamuju Sulawesi Barat, fasilitator lokal berkoordinasi dengan tim PKMK FK – KMK UGM untuk ikut terlibat dalam penanganan gempa. Selanjutnya fasilitator lokal juga sudah berperan sebagai pemateri pada pelatihan penyusunan dokumen penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di Dinkes Kota Palu, Dinkes Kabupaten Donggala, RSUD Kabelota, Puskesmas Tompe dan Puskesmas Sangurara. Secara umum, fasilitator mampu memaparkan materi dengan baik. Penyampaian materi pada pelatihan tersebut didampingi oleh narasumber dari PKMK FK – KMK UGM.

 

PKMK FK – KMK UGM akan terus bekerja sama dengan fasilitator lokal dalam rangka melakukan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis Kesehatan di Sulawesi Tengah. Pengembangan kapasitas lokal ini juga menjadi salah satu program pengembangan kapasitas sumber daya di daerah dalam penanganan bencana dan krisis kesehatan. Fasilitator lokal sudah memilih materi yang mereka minati dan menjadi materi ajar ketika ada pelatihan penyusunan disaster plan. Harapannya, fasilitator lokal bukan hanya sekedar mengetahui gambaran umum dari materi ajar melainkan juga benar – benar memahami konsep materi dan tujuan dari materi.

Terlebih materi perencanaan penanggulangan bencana ini terus berkembang dan perlu untuk di – update sesuai dengan potensi bencana yang sedang dan yang akan terjadi. Dengan demikian, penguatan pemahaman fasilitator lokal terhadap materi yang sudah dipilih sangat penting untuk diperdalam kembali supaya fasilitator lebih memahami dan menguasai konsep materi. Melalui kegiatan matrikulasi ini dapat memenuhi kekurangan dan menjawab kesenjangan dalam pengetahuan atau keterampilan fasilitator lokal dalam menguasai materi pembelajaran disaster plan.

 

Tujuan

Kegiatan ini bertujuan untuk memenuhi kekurangan dan menjawab kesenjangan dalam pengetahuan atau keterampilan fasilitator lokal untuk menguasai materi pembelajaran penyusunan perencanaan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di dinas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas.

 

Proses Kegiatan

Kegiatan ini akan dilakukan secara daring melalui aplikasi zoom meeting dengan pembagian room sesuai dengan minat fasilitator.

 

Peserta Kegiatan

Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah fasilitator lokal yang sudah mengikuti rangkaian training of trainer (TOT) disaster plan oleh PKMK FK – KMK UGM

 

Hal yang Perlu Dipersiapkan oleh peserta:

Materi yang sudah pernah dibawakan pada pelatihan dan pertanyaan/ pernyataan yang perlu diperdalam.

 

Output Kegiatan

Fasilitator lokal lebih memahami konsep materi yang diminati/dipilih

 

Jadwal dan Materi Kegiatan

Link zoom (setiap pertemuan)           

Meeting ID: 849 5726 0557

Passcode: 712834

 

Pertemuan 1

Hari/Tanggal   : Jumat, 15 Mei 2021
Waktu            : 14.00 – 15.30 WITA

Pertemuan 2

Hari/Tanggal   : Senin, 25 Oktober 2021
Waktu            : 14.00 – 15.30 WITA

 

Pertemuan 3

Hari/Tanggal   : Kamis, 28 Oktober 2021
Waktu            : 14.00 – 15.30 WITA

 

Kamis, 15 April 2021  
Waktu Materi/Kegiatan Fasilitator Lokal Narasumber
Pertemuan 1 : Jumat, 15 Mei 2021
14.00 – 14.10 Pengantar –          PKMK FK – KMK UGM –         
14.10 – 14.20 Pembagian room sesi 1 –          PKMK dan Peserta –         
14.20 – 15.20

Room 1 :

Materi Kebijakan dan Komponen Disaster Plan di Dinkes, RS dan Puskesmas

Akreditasi SNARS

  • Erywahyuningtias, SKM, MAP
  • Fatma A.Deu, SKM, M.Si

dr. Bella Donna, M.Kes

 

Room 2 :

Materi Analisis Risiko

  • Sutarto, SKM
  • Lusia Salmawati, SKM, M.Sc
  • Zakiyatun, MH, SKM
  • Lepsi Saputri, SKM

–          Madelina Ariani, MPH

–          Happy R Pangaribuan, MPH

Room 3 :

Materi Logistik dan Fasilitas saat Bencana

 

Gde Yulian Yogadhita, M.Epid, Apt

 

15.20 Rencana Tindak Lanjut    
Pertemuan 2 : Senin, 25 Oktober 2021
14.00 – 14.05 Pembagian room –           
14.05 – 15.30

Room 1 :

Sistem Pengorganisasian

  • Sutarto, SKM
  • Iskandar

dr. Bella Donna, M.Kes

 

 

Room 2 :

SOP dan Pengembangan Skenario

  • Indrawati Patappa
  • Erywahyuningtias, SKM, MAP
  • Iskandar
  • Lepsi Saputri, SKM

–          Madelina Ariani, MPH

–          Happy R Pangaribuan, MPH

 

Room 3 :

–          Data dan Informasi

–          Peta Respon

  • Muhammad Nasir, SKM, MSc
  • Warihan Unok, S.Kep.Ns. M.Kep
  • Astrin, Amd.Keb
  • Ahsan, S.Kep, Ns, M.Kes

Gde Yulian Yogadhita, M.Epid, Apt

 

Pertemuan 3 : Kamis, 28 Oktober 2021
14.00 -14.05 Pembagian room penugasan    
14.05 – 14. 50

Room 1

Penugasan Sistem Pengorganisasian

  • Sutarto, SKM
  • Iskandar
  • Fatma A.Deu, SKM, M.Si
dr. Bella Donna, M.Kes

Room 2

Penugasan Analisis Risiko

  • Lusia Salmawati, SKM, M.Sc
  • Zakiyatun, MH, SKM
  • Lepsi Saputri, SKM
Happy R Pangaribuan, SKM, MPH

Room 3

Penugasan Pengembangan Skenario dan SOP

  • Indrawati Patappa
  • Erywahyuningtias, SKM, MAP
Madelina Ariani, MPH

Room 4

Penugasan Praktik Peta Respon dan Fasilitas saat Bencana

  • Muhammad Nasir, SKM, MSc
  • Warihan Unok, S.Kep.Ns. M.Kep
  • Astrin, Amd.Keb
  • Ahsan, S.Kep, Ns, M.Kes

Gde Yulian Yogadhita, M.Epid, Apt

 

14.50 – 15.30 Penugasan Draft Dokumen Disaster Plan Seluruh fasilitator lokal  
15.30 Penutupan dan Rencana Tindak Lanjut    
         

Training of Trainer (TOT) Dinkes Disaster Plan, Hospital Disaster Plan dan Puskesmas Disaster Plan – November 2020

logo caritas

logo caritas

Training of Trainer (TOT) Dinkes Disaster Plan, Hospital Disaster Plan dan Puskesmas Disaster Plan

November 2020


{tab title=”Kerangka Acuan Kegiatan” class=”blue”}

Pengantar

PKMK FK-KMK UGM bekerja sama dengan Caritas Germany akan melakukan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis Kesehatan di Sulawesi Tengah. Fasilitas kesehatan yang menjadi sasaran program ini adalah Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah, Dinkes Kabupaten Donggala, RS Kabelota, RS Kota Palu, Puskesmas Sangurara dan Puskesmas Tompe. Dalam pelaksanaan program ini PKMK FK-KMK UGM akan tetap melibatkan Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah dan universitas lokal.

Peningkatan kapasitas sumber daya local dalam menyusun perencanaan penanggulangan bencana dan krisis keseahatan di daerah sangatlah penting. Pada project tahun sebelumnya PKMK FK-KMK UGM telah mendampingi Dinkes Provinsi Sulteng, Dinkes Kab. Sigi, RSUD Tora Bello dan Puskesmas Marawola untuk menyelesaikan dokumen disaster plan. Harapannya tim kecil atau peserta yang aktif dalam penyusunan tersebut mampu mendampingi untuk menyiapkan dokumen disaster plan di dinkes, rumah sakit dan puskesmas lainnya. Proses pendampingan ini juga akan diperkuat oleh peran universitas lokal yaitu dari Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, dan Fakultas Kedokteran Universitas Al-Khairat.

TOT ini merupakan salah satu kegiatan dari rangkaian kegiatan Perluasan Program Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan ke Masyarakat di Sulawesi Tengah. Kegiatan TOT tidak hanya sebatas pemberian materi pada saat pelatihan. Kegiatan ini akan berkelanjutan dimana setelah mendapatkan TOT, peserta bersedia dan mampu menjadi Fasilitator dan Pendamping dalam meningkatkan kapasistas manajemen penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di dinas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas.

Tujuan

TOT ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Dinas Kesehatan dan Perguruan Tinggi untuk mendampingi kabupaten/kota di Sulawesi Tengah dalam menyusun perencanaan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan.

Proses Kegiatan

Proses kegiatan ini lakukan dalam bentuk laring dan daring. Kelas TOT akan dikelompokkan menjadi 3 bagian yaitu :

  • TOT Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Puskesmas (Puskesmas Disaster Plan)
  • TOT Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Rumah Sakit (Hospital Disaster Plan)
  • TOT Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Dinas Kesehatan (Dinkes Disaster Plan)

PKMK FK-KMK UGM sudah membagikan terlebih dahulu link google form surat komitmen dan registrasi peserta TOT. Didalam formulir tersebut peserta memilih kelas TOT yang akan diikuti.

Peserta Kegiatan

Peserta kegiatan ini sekitar 20 orang yang berasal dari universitas, dinas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas.

 

Output Kegiatan

  • Peserta memahami konsep penyusunan disaster plan
  • Peserta mampu dan bersedia menjadi pendamping dan fasilitator penyusunan dokumen disaster plan di puskesmas, rumah sakit dan dinas kesehatan.

 

Jadwal

TOT I : dilakukan via laring atau pertemuan langsung

Waktu : Selasa – Rabu / 17-18 November 2020
Pukul : 08.00 – 10.00 WITA
Tempat : Fakultas Kedokteran Untad

 

Selasa, 17 November 2020
Waktu Materi Penanggung Jawab
08.00 – 08.10 Pembukaan dan Pengantar

Dinkes Provinsi Sulteng

PKMK

08.10 – 08.20

Penugasan 1:

Peserta dengan stiky note, menuliskan apa saja kebutuhan Penyusunan rencana di RS, Puskesmas dan Dinas Kesehatan

Tim PKMK FK-KMK UGM dan Peserta
08.20 – 08.50

Materi 1:

Program,aktivitas, misi dan visi

Gde Yulian Yogadhita M.Epid, Apt
08.50 – 09.05

Penugasan 2:

Menuliskan misi dan visi dalam disaster plan dan program aktivitas

Tim PKMK FK-KMK UGM dan Peserta

09.05 – 09.35

 

09.35 – 09.50

Materi 2 :

Konsep Disaster Plan

Diskusi

dr. Bella Donna, M.Kes
09.50 – 10.00 Review hari 1 Tim PKMK FK-KMK UGM dan Peserta
Rabu, 18 November 2020
Jam Materi Penanggung Jawab
08.00 – 08.10 Pengantar hari ke-2 PKMK FK-KMK UGM

08.10 – 08.25

 

 

 

08.25 – 08.40

Penugasan 3:

Menuliskan aktivitas dari sebuah perencanaan penanggulangan bencana

 

Diskusi

Tim PKMK FK-KMK UGM dan Peserta

08.40 – 09.10

 

 

09.10 – 09.25

Materi 3 :

Komponen Disaster Plan

 

Diskusi

dr. Bella Donna, M.Kes

09.25 – 09.40

 

 

 

09.40 – 09.50

Penugasan 4:

Mencoba Menyusun alternatif organisasi penanggulangan bencana

 

Diskusi

Tim PKMK FK-KMK UGM dan Peserta
09.50 – 10.00 Penutup  

 

TOT II : dilakukan via daring atau dalam jaringan

Catatan : peserta mengikuti TOT II berdasarkan kelas TOT yang dipilih. Misalnya peserta yang memilih TOT Puskesmas Disaster Plan, maka peserta tersebut hanya mengikuti kelas TOT Puskesmas Disaster Plan

1. TOT Puskesmas Disaster Plan

Waktu : Senin, 23 November 2020

Pukul : 09.00 – 12.00 WITA

Tempat : dari tempat masing-masing peserta

 

Senin, 23 November 2020
Waktu Materi Penanggung Jawab
09.00 – 09.10 Pengantar PKMK FK-KMK UGM

09.10 – 09.40

 

 

 

09.40 – 09.55

Materi 1 :

Sistem pengorganisasian berbasis Incident Command System (ICS) di Puskesmas

Diskusi

dr. Hendro Wartatmo

09.55 – 10. 25

 

 

10.25 – 10.35

Penugasan 1 :

Menyusun sistem pengorganisasian berbasis ICS di Puskesmas

Diskusi

Tim PKMK FK-KMK UGM dan Peserta

10.35 – 11.05

 

 

11.05 – 11.20

Materi 2 :

Analisis Risiko, HVA dan Manajemen Risiko

Diskusi

Madelina Ariani, MPH

11.20 – 11. 50

 

 

11.50 – 12.00

Penugasan 2 :

Melakukan perhitungan analisis risiko di Puskesmas

Diskusi

Tim PKMK FK-KMK UGM dan Peserta
12.00 Pengarahan TOT III  

 

2. TOT Dinkes Disaster Plan :

Waktu : Senin, 23 November 2020
Pukul : 13.00 – 16.00 WITA
Tempat : dari tempat masing-masing peserta

Senin, 23 November 2020
Waktu Materi Penanggung Jawab
13.00 – 13.10 Pengantar PKMK FK-KMK UGM

13.10 – 13.40

 

 

 

13.40 – 13.55

Materi 1 :

Sistem pengorganisasian dan gugus tugas berbasis Incident Command System (ICS) di Dinas Kesehatan

Diskusi

dr. Hendro Wartatmo

13.55 – 14. 25

 

 

14.25 – 14.35

Penugasan 1 :

Menyusun sistem pengorganisasian berbasis ICS di Dinas Kesehatan

Diskusi

Tim PKMK FK-KMK UGM dan Peserta

14.35 – 15.05

 

 

15.05 – 15.20

Materi 2 :

Analisis Risiko, HVA dan Manajemen Risiko

Diskusi

Madelina Ariani, MPH

15.20 – 15. 50

 

 

15.50 – 16.00

Penugasan 2 :

Melakukan perhitungan analisis risiko di DInas Kesehatan

Diskusi

Tim PKMK FK-KMK UGM dan Peserta
16.00 Pengarahan TOT III  

 

3. TOT Hospital Disaster Plan :

Waktu : Selasa, 24 November 2020
Pukul : 09.00 – 12.00 WITA
Tempat : dari tempat masing-masing peserta

 

Selasa, 24 November 2020
Waktu Materi Penanggung Jawab
09.00 – 09.10 Pengantar PKMK FK-KMK UGM

09.10 – 09.40

 

 

 

09.40 – 09.55

Materi 1 :

Sistem pengorganisasian berbasis Incident Command System (ICS) di Rumah Sakit

Diskusi

dr. Hendro Wartatmo

09.55 – 10. 25

 

 

10.25 – 10.35

Penugasan 1 :

Menyusun sistem pengorganisasian berbasis ICS di Rumah Sakit

Diskusi

Tim PKMK FK-KMK UGM dan Peserta

10.35 – 11.05

 

 

11.05 – 11.20

Materi 2 :

Analisis Risiko, HVA, HSI dan Manajemen Risiko

Diskusi

Madelina Ariani, MPH

11.20 – 11. 50

 

 

11.50 – 12.00

Penugasan 2 :

Melakukan perhitungan analisis risiko di Rumah Sakit

Diskusi

Tim PKMK FK-KMK UGM dan Peserta
12.00 Pengarahan TOT III  

 

 

TOT III : dilakukan via daring atau dalam jaringan

Catatan : peserta mengikuti TOT III berdasarkan kelas TOT yang dipilih. Misalnya peserta yang memilih TOT Puskesmas Disaster Plan, maka peserta tersebut hanya mengikuti kelas TOT Puskesmas Disaster Plan

 

1.TOT Puskesmas Disaster Plan

Waktu : Rabu, 25 November 2020

Pukul : 09.00 – 12.00 WITA

Tempat : dari tempat masing-masing peserta

 

Rabu, 25 November 2020
Waktu Materi Penanggung Jawab
09.00 – 09.10 Pengantar PKMK FK-KMK UGM

09.10 – 09.40

 

09.40 – 09.55

Materi 1 :

Penyusunan Skenario di Puskesmas

Diskusi

Madelina Ariani

09.55 – 10. 25

 

10.25 – 10.35

Materi 2 :

Peta respon dan Peta Risko

Diskusi

Gde Yulian Yogadhita M.Epid, Apt

10.35 – 11.05

 

 

11.05 – 11.20

Materi 3 :

Teknis Menyusun Puskesmas Disaster Plan

Diskusi

dr. Bella Donna, MPH

11.20 – 11. 50

 

11.50 – 12.00

Penugasan :

Penyusunan Puskesmas Disaster Plan

Diskusi

Tim PKMK FK-KMK UGM dan Peserta
12.00 Penutupan dan Rencana Tindak Lanjut  

 

2. TOT Dinkes Disaster Plan :

Waktu : Rabu, 25 November 2020

Pukul : 13.00 – 16.00 WITA

Tempat : dari tempat masing-masing peserta

 

 

Rabu, 25 November 2020
Waktu Materi Penanggung Jawab
13.00 – 13.10 Pengantar PKMK FK-KMK UGM

13.10 – 13.40

 

 

13.40 – 13.55

Materi 1 :

Penyusunan Skenario di Dinas Kesehatan

Diskusi

Madelina Ariani

13.55 – 14. 25

 

14.25 – 14.35

Materi 2 :

Peta respon dan Peta Risko

Diskusi

Gde Yulian Yogadhita M.Epid, Apt

14.35 – 15.05

 

 

 

15.05 – 15.20

Materi 3 :

Rencana Operasional Penaggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Dinkes

Diskusi

dr. Bella Donna, MPH

15.20 – 15. 50

 

15.50 – 16.00

Penugasan :

Penyusunan Dinkes Disaster Plan

Diskusi

Tim PKMK FK-KMK UGM dan Peserta
16.00 Penutupan dan Rencana Tindak Lanjut  

 

3. TOT Hospital Disaster Plan :

Waktu : Kamis, 26 November 2020

Pukul : 09.00 – 12.00 WITA

Tempat : dari tempat masing-masing peserta

 

Kamis, 26 November 2020
Waktu Materi Penanggung Jawab
09.00 – 09.10 Pengantar PKMK FK-KMK UGM

09.10 – 09.40

 

 

09.40 – 09.55

Materi 1 :

Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Infeksi (PPI) di Rumah Sakit

Diskusi

dr. Handoyo Pramusinto, SpB

09.55 – 10. 25

 

10.25 – 10.35

Materi 2 :

Logistik Kesehatan dan surge capacity

Diskusi

dr. Sulanto Saleh Danu, Sp.FK

10.35 – 11.05

 

11.05 – 11.20

Materi 3 :

Teknik Penyusunan HDP

Diskusi

dr. Bella Donna, MPH

11.20 – 11. 50

 

11.50 – 12.00

Penugasan:

Penyusunan Dokumen HDP

Diskusi

Tim PKMK FK-KMK UGM dan Peserta
12.00 Penutupan dan Rencana Tindak Lanjut  

 

Penutup

Demikian Kerangka Acuan Kegiatan Training of Trainer (TOT) Dinkes Disaster Plan, Hospital Disaster Plan dan Puskesmas Disaster Plan. Kegiatan ini penting sebagai peningkatan kapasitas peserta dalam proses pendampingan penyusunan rencana penanggulangan bencana dan krisis kesehatan ke puskesmas, rumah sakit dan dinas kesehatan lainnya. Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM sebagai penyelenggara program akan berkomitmen demi tercapainya tujuan program dan Caritas Germany sebagai mitra penyelenggara program akan mendapatkan laporan rutin terkait keberlangsungan program.

 

{tab title=”Reportase” class=”red”}

Reportase

Training of Trainer (TOT) Dinkes Disaster Plan, Hospital Disaster Plan dan Puskesmas Disaster Plan

November 2020

TOT ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Dinas Kesehatan dan Perguruan Tinggi untuk mendampingi kabupaten/kota di Sulawesi Tengah dalam menyusun perencanaan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan. Pada kegiatan sinkronisasi program tanggal 26 Oktober 2020, rencana kegiatan TOT ini sudah disampaikan kepada Dinas Kesehatan dan Pihak Universitas. Kemudian PKMK FK – KMK UGM membuat satu formulir melalui google form sebagai bentuk registrasi dan surat komitmen dari calon peserta TOT. Berdasarkan penjelasan di google form tersebut, Dinkes Provinsi Sulteng, Dinkes Kabupaten Sigi, FK Universitas Tadulako, FKM Universitas Tadulako dan FK Universitas Alhaeraat mengirimkan surat penugasan calon peserta TOT. Jumlah calon peserta TOT yang mendaftar ada sekitar 37 orang. Bentuk surat komitmen dan registrasi dapat diakses pada link http://bit.ly/TOTdisasterplan.

Sebelum peserta mendapatkan TOT, PKMK FK – KMK UGM membagikan undangan kegiatan pre fornas JKKI dengan topik workshop perencanaan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di puskesmas, rumah sakit dan dinas kesehatan kepada calon peserta TOT. Harapannya setelah mengikuti kegiatan ini calaon peserta TOT sudah memiliki gambaran terkait dengan perencanaan penanggulangan becana dan krisis kesehatan. Penyelenggaraan TOT ini dilakukan engan dua metode yaitu Pertemuan Pertama secara laring (langsung) yang diselenggarakan pada 17 – 19 November di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako dan Pertemua kedua secara daring (online) yang diselenggarakan pada 24 – 26 November 2020.

{tab-ex 17 November 2020}

h2 tot caritas

Dok. PKMK FK-KMK UGM ”Penugasan kelompok penyusunan Program, Project, Vision, Mission“

Sesi ini diawali dengan penjelasan kembali terkait gambaran umum rencana pelaksanaan TOT disaster plan. Kegiatan ini akan berkelanjutan dimana setelah mendapatkan TOT, peserta bersedia dan mampu menjadi Fasilitator dan Pendamping dalam meningkatkan kapasistas manajemen penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di dinas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas. Selanjutnya pemaparan dari Gde Yulian Yogadhita M.Epid, Apt terkait ”Program, Project, Vision Mission“. Melalui materi ini peserta bisa memahami apa yang dimaksud dengan program, visi dan misi dalam merencanakan sebuah kegiatan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Program adalah proses yang terorganisir didisain secara sistematis dan strategis dengan dukungan proyek untuk mencapai tujuan yang ditetapkan sehubungan dengan visi. Sementara project adalah proses yang terorganisir didisain secara sistematis dan strategis terdiri dari kegiatan kegiatan untuk mencapai sasaran yang ditetapkan sehubungan dengan tujuan dan visi.

Selanjutnya peserta dibagi menjadi 3 kelompok yaitu (1) Kelompok Puskesmas Disaster Plan; (2) Kelompok Hospital Disaster Plan; (3) Kelompok Dinkes Disaster Plan. Masing – masing kelompok didampingi oleh fasilitator. Setiap kelompok mencoba menyusun program, project, vision, mission. Fasilitator telah menyiapkan template untuk pengisian penugasan tersebut. Adapun komponen yang harus diisi adalah visi-misi, program – goal, project – objective – activity -strategi. Masing-masing kelompok berproses dengan baik dan mereka dibebaskan untuk mengeluarkan pendapat. Hasil penugasan ini akan dikoreksi dan direview kembali pada TOT selanjutnya.

Reporter : Happy R Pangaribuan

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

{tab-ex 18 November 2020}

h2 tot caritas 18

”Dok. PKMK FK-KMK UGM ”Diskusi pada pemaparan materi Disaster Plan (kiri) dan Review penugasan Program, Project, Vision, Mission“

Pada sesi hari ini peserta TOT mendapatkan materi pembelajaran dari dr. Bella Donna, M.Kes terkait dengan disaster plan. Perlu membangun kapasitas untuk mengelola keadaan darurat dan bencana serta mempersiapkan dalam menghadapi risiko ke depan, tepat waktu. Langkah kesiapan menghadapi bencana dimulai dari identifikasi risiko, menyusun perencanaan, menyiapkan sistem komando/klaster dan terakhir implementasi dan latih. Di dalam sistem klaster keseahtan akan terbangun koordinasi tim, kolaborasi bantuan dan integrasi sistem. Disaster Plan ini dibuat untuk menghadapi keadaan darurat yang masih bisa ditanggulangi oleh kapasitas lokal, disusun bersama pihak – pihak yang terlibat. Skenario dan tujuan disepakati bersama serta menetapkan peran dan tugas setiap pihak yang terkait. Dokumen perencanaan yang disusun oleh dinkes, RS dan puskesmas menjadi bagian dari dokumen renkon daerah yang dibuat oleh BPBD.

Dokumen perencanaan penanggulangan bencana dan kriris kesehatan harus sedetail mungkin dan sesuai kebutuhan sehingga dapat dioperasionalkan dalam rencana operasi tanggap darurat. Dokumen ini dikaji ulang secara periodik berdasarkan perubahan komponen risiko bencana yang berdampak terhadap kesehatan.

Selanjutnya peserta dibagi kembali dalam kelompok berdasarkan kelas TOT yang dipilih. Kelompok TOT Puskesmas Disaster Plan ada sebanyak 11 orang, TOT Hospital Disaster Plan ada sebanyak 16 orang dan TOT Dinkes Disaster Plan ada sebanyak 10 orang. Peserta kelompok melanjutkan review penugasan Program, Project, Vision, Mission. Setelah mendapatkan materi dari dr. Bella Donna, peserta lebih mudah me – review kembali hasil penugasan. Secara umum mereka sudah memahami bagaimana proses penyusunan rencana program sehingga muncul satu project yang dapat meningkatkan penanganan bencana dan krisis kesehatan.

Reporter : Happy R Pangaribuan

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

{tab-ex 19 November 2020}

h2 tot caritas 19

Dok. PKMK FK-KMK UGM „Pemaparan Analisis Risiko (kiri) dan Prakter pembuatan peta respon (kanan)“

Sesi hari ini ada 2 materi yang disampaikan yaitu : (1) Analisis Risiko dan Pengembangan Skenario oleh Madelina Ariani, MPH dan (2) Peta Risiko oleh Gde Yulian Yogadhita, Apt, M.Epid. Madelina menekankan bahwa sektor kesehatan, untuk membuat perencanaan bencana membutuhkan pendekatan multidisiplin dan multi sektor. Melakukan identifikasi potensi hazard adalah langkah awal yang tepat untuk menyusun perencanaan/ kesiapsiagaan yang tepat. Perencanaan yang efektif dengan mengetahui serta menggunakan sumber yang ada untuk menghadapi bencana sangat penting untuk menentukan atau memprediksi kejadian yang nyata kedepannya dan bagaimana menyusun respon yang tepat terhadap ancaman tersebut. Pemaparan materi diselangselingi dnegan penugasan analisis risiko dan penyusunan skenario.

Pada pemaparan peta risiko Gde Yulian menyampaikan Peta Risiko Bencana merupakan gambaran Tingkat Risiko bencana suatu daerah secara spasial dan non spasial berdasarkan Kajian Risiko Bencana suatu daerah. Ini tercantum dalam Peraturan Kepala BNPB Nomor 2 Tahun 2012 tentang pedoman pengkajian umum risiko bencana. Sedangkan peta respon merupakan respon kapasitas daerah dalam merespon kedaruratan yang disajikan dalam bentuk peta yang berisi bahaya (single hazard), kapasitasm alur respon, dan jalur evakuasi. Peta respon diletakkan di tempat yang mudah dilihat, selalu diupdate berdasarkan hasil laporan perkembangan. Selanjutnya peserta kembali kemasing-masing kelompok dan melakukan praktek penyusunan peta respon.

Reporter : Happy R Pangaribuan

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

{tab-ex 24 November 2020}

h2 tot caritas 3

Dok. PKMK FK-KMK UGM ” Diskusi Materi Sistem pengorganisasian berbasis Incident Command System (ICS)“

Penyelenggaraan TOT kali ini dilakukan via online dimanana sesi ini merupakan lanjutan dari kegiatan TOT yang sebelumnya dilaksanakan onsite. Materi pertama disampaikan oleh dr. Hendro tentang sistem pengorganisasian berbasi ICS. Sistem pengorganisasian ini penting untuk menetapkan bagaimana proses inisiasi atau mulai bekerjanya organisasi penanggulangan bencana dan siapa yang mempunyai kewenangan atas itu. ICS sebagai sistem komando untuk perintah, kontrol dan sumber daya selama suatu kegiatan berlangsung. Artinya struktur yang dibentuk hanya berlaku saat kejadian, misalnya saat tanggap darurat. Sistem komando itu bukan organisasi tetapi sistem yang mengatur komandonya. Fungsi komando membagi habis tugas personilnya, menetapkan prosedur komunikasi antar elemen pendukung dan membuat program cadangan untuk situasi darurat yang terjadi diluar rencana.

Pada sesi diskusi peserta menanyakan sebaiknya simulasi dilakukan berapa kali. Simulasi menunjukkan kemampuan yang dimiliki, demonstrasi menunjukkan apa yang idealnya. Simulasi dilakukan sekali setahun untuk melihat kekurangan dan yang perlu diperbaiki apa jadi bukan untuk sekedar syarat akreditasi. Setelah sesi diskusi, melalui aplikasi brakroom zoom peserta dibagi menjadi 3 kelas sesuai dengan kelompok TOT yang dipilih yaitu kelompok puskesmas disaster plan, hospital disaster plan dan dinkes disaster plan. Dalam kelompok terdapat fasilitator yang mengarahkan. Peserta mencoba menyusun satu struktur pengorganisasian saat bencana berdasarkan sistem komando. Selama penugasan peserta lebih mudah memahami karena sebelumnya pada kegiatan pre fornas mereka sudah mendapatkan materi ini apalagi ada fasilitator yang bisa memberi arahan dan masukan selama proses pengerjaan. Struktur organisasi yang dibangun saat bencana, harus sejalan dengan struktur organisasi sehari – hari. Artinya sebagian besar strukturnya menyerupai, bidang logistik saat sehari-hari menjadi penanggung jawab tim logistik di struktur tim bencana.

Reporter : Happy R Pangaribuan

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

{tab-ex 25 November 2020}

h2 tot caritas 4

Dok. PKMK FK-KMK UGM ”Pemaparan materi Logistik saat Bencana (kiri) dan peserta TOT Hospital Disaster Plan (Kanan)

Pada awal kegiatan sesi hari ini semua peserta masih digabungkan dalam satu room untuk mendapatkan materi pembelajarand dari dr. Sulanto Saleh Danu, Sp.FK tentang Logistik Medik dan Fasilitas saat Bencana.Kesiapan logistik medik ini ada dalam setiap fase bencana yaitu logistik medik pada fase pra bencana, fase respon dan pasca bencana. Penyimpanan logistik medik bencana tergantung pada fase bencana, tipe bencana, dampak bencana, lokasi bencana, komunikasi dan transportasi. Dalam mempersiapkan logitik medik pada saat respon, penting terlebih dahulu diketahui data informasi situasi di lokasi bencana, informasi ini didapatkan dari tim surveilans dan tim RHA. Dalam menyiapkan logistik medik untuk operasional (pelayanan) harus berdasarkan pedoman pengobatan.

Selanjutnya melalui aplikasi brakroom zoom peserta dibagi menjadi 3 kelas sesuai dengan kelompok TOT yang dipilih yaitu kelompok puskesmas disaster plan, hospital disaster plan dan dinkes disaster plan.Pada room kelompok puskesmas disaster plan terdapat 2 materi yang disampaikan yaitu data informasi oleh Madelina Ariani, MPH dan komunikasi risiko manajemen relawan oleh Gde Yulian Yogadhita, Apt, M.Epid. Pada Kelompok TOT Hospital Disaster Plan disampaikan materi Pengendalian dan Pencegahan Infeksi oleh dr. Handoyo Pramusinto, SpB dan materi Hospital Safety Index oleh Madelina Ariani, MPH. Pada kelompok TOT Dinkes Disaster Plan disampaikan materi Aktivasi Klaster Kesehatan dan materi Data Informasi oleh dr. Bella Donna, M.Kes. Seluruh materi yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan dari masing – masing kelompok TOT. Melalui materi data informasi dan manajemen risiko, puskesmas dapat memahami alur informasi dan formulir apa saja yang disiapkan di puskesmas dalam penanganan bencana dan krisis kesehatan. Pada materi pengendalian penyakit infeksi rumah sakit dapat memahami bagaimana tim PPI ini bekerja dan mampu mengendalikan penularan penyakit di rumah sakit. Pada materi aktivasi klaster kesehatan dinas kesehatan sebagai leading sektor dan koordinato klaster kesehatan dapat memahami sistem pengaktifan klaster kesehatan, bidang apa saja yang terlibat dan bagaimana membangun koordinasi dalam sistem klaster kesehatan.

Reporter : Happy R Pangaribuan

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

{tab-ex 26 November 2020}

h2 tot caritas 5

Dok. PKMK FK-KMK UGM ”Presentase penugasan dari kelompok TOT Hospital Disaster Plan“

Pada pertemuan TOT hari ini berfokus pada teknis pengerjaan dokumen disaster plan. Peserta langsung dibagi melalui aplikasi zoom peserta (melalui break out room) berdasarkan kelompok TOT (kelompok puskesmas disaster plan, hospital disaster plan dan dinkes disaster plan). Proses teknis pengerjaan dokumen disaster plan di dalam kelompok didampingi oleh fasilitator dari PKMK FK – KMK UGM. Masing – masing kelompok berdiskusi mengisi draft dokumen disaster plan. Setelah pengerjaan selesai, peserta kembali digabungkan dalam satu room dan masing – masing kelompok mempersentasikan hasil penugasan.

Pada penugasasan kelompok TOT Dinkes Diasaster Plan, di latar belakang dokumen dimasukkan gambaran umum demografi, kebijakan, bencana dan analisis risiko. Dasar hukum diisi dengan kebijakan – kebijakan yang update serta keputusan – keputusan terkait yang mendukung dokumen perencanaan ini misalnya dari BPBD setempat. Untuk Bab 2, gambaran umum demografi dimasukkan, semua kapasitas masing-masing daerah yang didampingi dinkes mulai dari SDM dan fasilitas lainnya. Untuk bab 3 untuk pengorganisasian disesuaikan dengan struktur organisasi dinkes setempat. Dalam struktur komando disusun sesuai dengan ICS di dinkes. Tupoksi membagi habis tugas dari yang ada di struktur. Di analisis risiko akan menghasilkan bencana apa yang menjadi prioritas untuk disiapkan dari hasil perhitungan. Skenario yang disusun berdasarkan dari hasil analisis risiko tersebut. SOP untuk semua jenis bencana yang umum, misalnya pengaktifan klaster, sistem koordinasi, sistem data dan informasi, mobilisasi petugas kesehatan dan sebagainya.

Pada penugasan kelompok TOT Hospital Disaster Plan data dan sarana dimasukkan dalam dokumen. Tim – tim yang siap melakukan pelayanan dimasukkan juga dalam komponen ketenagaan. Semua tenaga kesehatan yang memiliki keahlian tertentu didata. Analisis risiko mulai dengan mengidentifikasi data – data empiris dari sekitar rumah sakit. Terdapat sistem komando dan kontrol khusus untuk skenario, kapasitas fungsionalnya seperti apa dan lebih baik jika dilengkapi tabel pengkategorian risiko bencana. Dalam sistem komando disusun orang – ornag yang bekerja saat bencana, komando ya jelas, dan ada pembagian tugas yang jelas. Untuk fasilitas.
Lampiran berupa SOP yang dilakukan dalam setiap tahapan penanggulangan bencana.

Pada penugasan Kelompok TOT Puskesmas Disaster Plan, mencoba menyusun dokumen disaster plan Puskesmas Kaleke. Daftar istilah disesuaikan dengan konten. Pada latar belakang dimasukkan gambaran geografis puskesmas, informasi umum bencana mulai sulteng sampai ke pkm dan pentingnya menyusus naskah disaster plan. Dasar hukum sudah ada, tapi ini penting untuk dicek kembali supaya dasar hukum yang disusun sudah update. Pada gambaran umum wilayah kerja dimasukkan profil kesehatan, vulnerability dan 12 standar SPM puskesmas. Struktur organisasi dan ketenagaan mengambil dari struktur puskesmas. Sama juga dengan ketenagaan sesuai dengan yg ada di puskesmas. Sistem komando akan membuat bagannya dan akan didiskusikan dan disepakati dengan pihak Puskesmas Kaleke. Terkait SOP disesuaikan dengan kebutuhan puskesmas.

Reporter : Happy R Pangaribuan

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

{/tabs-ex}

{/tabs}

Sosialisasi Rencana Kegiatan Pelatihan Penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit

logo caritas

logo caritas

Kerangka Acuan Kegiatan

Sosialisasi Rencana Kegiatan Pelatihan Penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit

(Dinkes Kab. Donggala, Dinkes Kota Palu, RS Kabelota dan RS di Kota Palu)


Jumat, 26 Februari 2021

Pengantar

PKMK FK-KMK UGM bekerja sama dengan Caritas Germany akan melakukan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis Kesehatan di Sulawesi Tengah. Fasilitas kesehatan yang menjadi sasaran program ini adalah Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah, Dinkes Kabupaten Donggala, RS Kabelota, RS di Kota Palu, Puskesmas Sangurara dan Puskesmas Tompe. Dalam pelaksanaan program ini PKMK FK-KMK UGM akan tetap melibatkan Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah dan universitas lokal (Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, dan Fakultas Kedokteran Universitas Al-Khairat).

Peningkatan kapasitas sumber daya local dalam menyusun perencanaan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di daerah sangatlah penting. Dalam peningkatan kapasitas sumber daya local tersebut, PKMK FK-KMK UGM telah menyelenggarakan Training of Trainer (TOT) Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan (Disaster Plan) pada November 2020 dan ujian interview peserta pada Desember 2021. Dari proses kegiatan tersebut dihasilkan sebanyak 25 orang peserta TOT yang bersedia dan mampu menjadi Fasilitator dan Pendamping dalam penyusunan dokumen perencanaan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di dinas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas.

Melalui kegatan sosialisasi ini Tim PKMK FK-KMK UGM akan menyampaikan rencana penyusunan dokumen penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit. Bagaimana persiapan, metode dan waktu pelaksanaan kegiatan akan disepakati pada pertemuan ini. Sosialisasi ini juga akan melibatkan Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah, Dinkes Kab. Sigi, Fakultas Kedokteran, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, Fakultas Kedokteran Universitas Al-Khairat, dan RS Undata khususnya peserta TOT yang bersedia menjadi fasilitator dan pendamping dalam penyusunan dokumen.

Tujuan

Sosialisasi ini bertujuan untuk menyampaikan rencana kegiatan :

  • Pelatihan aktivasi klaster kesehatan di Dinas Kesehatan Kab. Donggala dan Dinas Kesehatan Kota Palu
  • Pelatihan penyusunan dokumen perencanaan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di Dinas Kesehatan Kab. Donggala dan Dinas Kesehatan Kota Palu
  • Pelatihan penyusunan dokumen perencanaan penanggulangan bencana di RS Kabelota
  • Review dokumen perencanaan penanggulangan bencana rumah sakit (Hospital Disaster Plan) di kota Palu

Proses Kegiatan

Kegiatan ini akan dilakukan via daring (online) dengan menggunakan aplikasi zoom. Tim PKMK FK-KMK UGM akan menyampaikan rencana kegiatan kemudian akan disiskusikan bersama-sama dengan peserta.

Peserta Kegiatan

  1. Bidang terkait yang mengurusi bencana dan krisis kesehatan di:
    • Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah
    • Dinas Kesehatan Kab. Donggala
    • Dinas Kesehatan Kota Palu
    • Rumah Sakit Kabelota Kab. Donggala
  2. Tim penyusun atau bidang penyusun dokumen Hospital Disaster Plan RS di Kota Palu :
    1. Rumah Sakit Undata
    2. Rumah Sakit Woodward Palu
    3. Rumah Sakit Anutapura
    4. Rumah Sakit Bhayangkara
    5. Rumah Sakit Wirabuana
    6. Rumah Sakit Budi Agung
    7. Rumah Sakit Samaritan
    8. Rumah Sakit Madani
  3. Fasilitator dan Pendamping dari Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah, Dinkes Kab. Sigi, Fakultas Kedokteran, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, Fakultas Kedokteran Universitas Al-Khairat, dan RS Undata

 

Output Kegiatan

Peserta memahami dan bersedia bekerja sama dalam pelaksanaan rencana penyusunan dokumen penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit.

 

Jadwal

Waktu : Jumat, 26 Februari 2021
Pukul : 13.00 – 14.00 WITA
Tempat : dari tempat masing-masing

 

Jumat, 26 Februari 2021
Waktu Materi Penanggung Jawab
13.00 – 13.10 Pembukaan dan Pengantar

Dinkes Provinsi Sulteng

PKMK

13.10 – 13.40 Sosialisasi Rencana Kegiatan Tim PKMK FK-KMK UGM dan Peserta
13.40 – 14.00 Diskusi dan Rencana Tindak Lanjut  
14.00 Penutupan Tim PKMK FK-KMK UGM

 

Penutup

Demikian Kerangka Acuan Kegiatan Training of Trainer (TOT) sosialisasi rencana penyusunan dokumen penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit. Kegiatan ini penting sebagai persiapan perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis Kesehatan di Sulawesi Tengah. Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM sebagai penyelenggara program akan berkomitmen demi tercapainya tujuan program dan Caritas Germany sebagai mitra penyelenggara program akan mendapatkan laporan rutin terkait keberlangsungan program.

 

 

Pelatihan Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Dinas Kesehatan Maret 2021

logo caritas

logo caritas

Pelatihan Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Dinas Kesehatan

(Dinkes Disaster Plan)

Selasa-Kamis/23-25 Maret 2021


{tab title=”Kerangka Acuan Kegiatan” class=”blue”}

 

Pengantar

PKMK FK-KMK UGM bekerja sama dengan Caritas Germany akan melakukan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis Kesehatan di Sulawesi Tengah. Fasilitas kesehatan yang menjadi sasaran program ini adalah Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah, Dinkes Kabupaten Donggala, RS Kabelota, RS di Kota Palu, Puskesmas Sangurara dan Puskesmas Tompe. Dalam pelaksanaan program ini PKMK FK-KMK UGM akan tetap melibatkan Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah dan universitas lokal (Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, dan Fakultas Kedokteran Universitas Al-Khairat).

Dinas kesehatan sebagai leading sektor di bidang kesehatan penting mempersiapkan kapasitas dalam menghadapi bencana dan harus menyiapkan dokumen rencana penanggulangan bencana. Amanat menyusun rencana penanganan bencana di Dinas Kesehatan tercantum pada UU 36 Tahun 2009 pasal 82 ayat (1) menyatakan bahwa pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat bertanggung jawab atas ketersediaan sumber daya, fasilitas dan pelaksanaan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan berkesinambungan pada bencana. Dinas kesehatan juga berperan dalam upaya mendorong dan mensosialisasikan Hospital Disaster Plan bagi rumah sakit umum dan swasta di wilayah kerjanya, termasuk juga untuk penanggulangan bencana di tingkat puskesmas.

Ketidakjelasan sistem komando kerap sekali masih menjadi kendala utama pada saat pengaktifanTentu ini akan semakin sulit bagi dinas kesehatan yang belum memiliki dokumen perencanaan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan. Kendala sistem komando mulai dari pembagian tugas yang kurang jelas, alur komunikasi yang belum optimal dan tidak ada rencana alternatif sangat menghambat kecepatan respon penanganan bencana. Apalagi dalam kondisi pandemi COVID-19, peran dinas kesehatan tidak hanya sekedar sebagai pembuat kebijakan namun harus mampu menjamin bahwa perencanaan yang sudah disusun sebelumnya bisa mengakomodir segala kebutuhan penanganan bencana termasuk dalam pemutusan mata rantai penularan dan menghadapi lonjakan pasien. Dengan demikian sudah saatnya Dinas Kesehatan memperkuat kapasitas penanganan bencana di daerah melalui satu perencanaan yang operasional, yang hidup dan mencakup semua rencana kebutuhan dan penanganan bencana alam dan non alam.

Tujuan

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Dinas Kesehatan Kota Palu dan Dinas Kesehatan Kab. Donggala dalam menyusun rencana penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di daerahnya.

Proses Kegiatan

Kegiatan ini akan dilakukan secara langsung di Dinas Keseahtan Kota Palu selama 3 hari. Hari pertama dan kedua peserta akan mendapatkan materi dan hari ketiga peserta akan diberi penugasan.

Yang Perlu dipersiapkan oleh peserta

  • Profil dinas kesehatan
  • Struktur organisasi SOTK terbaru
  • Dokumen penanggulangan bencana/ rencana kontijensi yang dimiliki oleh Provinsi/ Kabupaten Kota (biasanya ada di BPBD, bisa diminta)
  • Draft/ SOP/ dokumen renkon bidang kesehatan punya dinkes*jika ada
  • SK tim bencana dinkes, atau perpub, atau kebijakan lainnya di daerah mengenai penanganan bencana*jika ada
  • Laptop

Peserta Kegiatan

Peserta kurang lebih berjumlah 20 orang yang berasal dari

  • Dinas Kesehatan Kota Palu
  • Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala

Peserta dari masing-masing dinas kesehatan terdiri dari:

  • 5 orang tim sebagai tim penyusun yang berasal dari bagian yang mengurusi bidang wabah dan kebencanaan
  • 5 orang bidang/bagian terkait lainnya dengan penanggulangan wabah dan bencana (kepala bidang/seksi)

Output Kegiatan

Peserta memahami pentingnya dinas kesehatan memiliki perencanaan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di daerah. Selanjutnya, peserta memahami dokumen Dinkes Disaster Plan dan masing-masing dinkes dapat menyelesaikan dokumen Dinkes Disaster Plan.

Jadwal dan Materi Kegiatan

Waktu              : Selasa – Kamis / 23-25 Maret 2021
Pukul               : 08.30 – 15.00 WITA
Tempat            : Puskesmas Sangurara


Selasa, 23 Maret 2021
Waktu Materi/Kegiatan Fasilitator Narasumber
08.30 – 08.45

Pembukaan

  • Pengantar dari PKMK FK-KMK UGM
  • Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah

08.45 – 09.25

09.25 – 09.40

Materi 1: Kebijakan dan Komponen penyusunan rencana penanggulangan bencana di Dinas Kesehatan

Diskusi

Dr. dr. Ketut Suarayasa, M.Kes

Materi

dr. Bella Donna, M.Kes

 

09.40 – 10.20

10.20 – 10.35

Materi 2: Sistem Komando dan Pengorganisasian

Diskusi

Alfina A. Deu, SKM, M.Si

Materi

dr. Bella Donna, M.Kes

 

10.35 – 10.45 Coffee Break

10.45 – 11.15

11.15 – 11.45

Penugasan Pengorganisasian
  • Dr. dr. Ketut Suarayasa, M.Kes
  • Alfina A. Deu, SKM, M.Si
  • Lepsi Saputri, SKM

Happy Pangaribuan, MPH

11.45 – 13.00 ISHOMA
13.00 – 13.40 Materi 3 : Analisis Risiko dan Pengembangan Skenario

Lepsi Saputri, SKM

Materi

Madelina Ariani, MPH

 

13.40 – 14.10

14.10 – 14.40

Penugasan Analisis Risiko
  • Dr. dr. Ketut Suarayasa, M.Kes
  • Alfina A. Deu, SKM, M.Si
  • Lepsi Saputri, SKM

Happy Pangaribuan, MPH

14.40 Pengarahan hari-2
Rabu, 24 Maret 2021
Waktu Materi/Kegiatan
08.30 – 08.45 Review kegiatan hari 1 Happy Pangaribuan, MPH

08.45 – 09.25

09.25 – 09.40

Materi 4: Logistik Medik dan Fasilitas

Diskusi

drg. Lutfiah

Materi

Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
09.40 – 09.50 Coffee Break

09.50 – 10.30

10.30 – 10.40

Materi 5 : Data dan Informasi

Diskusi

Drg. Elli Yane Bangkele, M.Kes

Materi

Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
10.40 – 11.20 Materi 6 : SOP saat Bencana Jellyta H. E. Bofe, SKM, MSi Madelina Ariani, MPH

11.20 – 11.40

11.40 – 12.00

Penugasan SOP
  • drg. Lutfiah
  • Drg. Elli Yane Bangkele, M.Kes
  • Jellyta H. E. Bofe, SKM, MSi
  • dr.Muhammad Ali Hi.Palanro

Happy Pangaribuan, MPH

12.00 – 13.00 ISHOMA

13.00 – 13.40

13.40 – 14.00

Materi 7 : Peta Risiko dan Peta Respon

Praktek Peta Risiko

dr.Muhammad Ali Hi.Palanro

Materi

Drg. Elli Yane Bangkele, M.Kes

Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid

14.00 – 14.30

14.00 – 15.00

Penyusunan dokumen Dinkes Disaster Plan
  • drg. Lutfiah
  • Drg. Elli Yane Bangkele, M.Kes
  • Jellyta H. E. Bofe, SKM, MSi
  • dr.Muhammad Ali Hi.Palanro
Tim PKMK FK-KMK UGM
Kamis, 25 Maret 2021
Waktu Materi
08.30 – 08.45 Review Kegiatan hari-2 Happy Pangaribuan, MPH

08.45 – 09.25

09.25 – 09.40

Materi 8 : Manajemen Klaster Kesehatan saat Bencana

Diskusi

Materi Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
09.40 – 09.50 Coffee break
09.50 – 10.20 Penugasan Manajemen Klaster Kesehatan saat Bencana
  • Dr. dr. Ketut Suarayasa, M.Kes
  • Alfina A. Deu, SKM, M.Si
  • Lepsi Saputri, SKM drg. Lutfiah
  • Drg. Elli Yane Bangkele, M.Kes
  • Jellyta H. E. Bofe, SKM, MSi
  • dr.Muhammad Ali Hi.Palanro
Tim PKMK FK-KMK UGM

10.20 – 10.50

10.50 – 11.20

11.20 – 11.50

Penyusunan Dokumen Dinkes Disaster Plan
11.50 – 13.00 ISHOMA

13.00 – 13.30

13.30 – 14.00

Presentasi draft dokumen Dinkes Disaster Plan

Diskusi

14.00 – 14.10 Pembentukan Tim Kecil Penyusun Dinkes Disaster Plan
14.10 – 14.30 Rencana Tindak Lanjut Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
14.30 Penutupan dr. Bella Donna, M.Kes

Penutup

Demikian TOR Rencana Penyusunan Penanggulangan Bencana Dinas Kesehatan (Dinkes Disaster Plan). Kegiatan ini bermanfaat bagi Dinas Kesehatan Kota Palu dan Dinas Kesehatan Kab. Donggala yaitu tersusunnya draft dokumen Dinkes Disaster Plan. Bagi Divisi Bencana Kesehatan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (PKMK FK-KMK) UGM, sebagai lembaga riset dan konsultasi, akan bermanfaat untuk memberikan sumbangan pengembangan inovasi dalam dunia keilmuan di bidang kesehatan dan Manajemen Bencana Kesehatan di Dinas Kesehatan. Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FKKMK UGM sebagai penyelenggara program akan berkomitmen demi tercapainya tujuan program dan Caritas Germany sebagai mitra penyelenggara program akan mendapatkan laporan rutin terkait keberlangsungan program.

{tab title=”Reportase” class=”red”}

donggala 1

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Peserta Pelatihan Dinkes Disaster Plan“

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Dinas Kesehatan Kota Palu dan Dinas Kesehatan Kab. Donggala dalam menyusun rencana penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di daerahnya. Kegiatan dilaksanakan secara langsung selama 3 hari dimana hari pertama dan kedua peserta mendapat materi dan hari ketiga peserta diberi penugasan. Seluruh materi disampaikan oleh fasilitator lokal dari Dinkes Provinsi Sulteng, FK Universitas Tadulako, dan FK Universitas Alkhaeraat didampingi oleh narasumber dari tim PKMK FK – KMK UGM. Mereka adalah peserta kegiatan Training of Trainer Dinkes Disaster Plan yang dilakukan pada November 2020 lalu. Setiap fasilitator selesai memaparkan materi, tim PKMK FK – KMK UGM menambahkan hal yang perlu yang belum disampaikan oleh fasilitator. Jumlah peserta yang mengikuti Pelatihan Dinkes Disaster Plan dari Dinkes Kota Palu sebanyak 13 orang, dari Dinkes Kab. Donggala sebanyak 6 orang, fasilitator lokal 6 orang dan tim dari PKMK FK – KMK UGM 4 orang.

Selasa, 23 Maret 2021

Pertemuan hari ini peserta mendapatkan 3 materi yaitu (1) Kebijakan dan Komponen Dinkes Disaster Plan oleh Dr. dr. Ketut Suarayasa, M.Kes; (2) Sistem Komando dan Pengorganisasian oleh Alfina A. Deu, SKM, M.Si dan (3) Analisis Risiko dan Pengembangan Skenario oleh Lepsi Saputri, SKM. Materi pertama menekankan setiap terjadi bencana di daerah dinas kesehatan menjadi koordinator dalam operasi klaster kesehatan. Artinya dinas kesehatan perlu menyusun rencana kontijensi atau rencana penanggulangan bencana dan krisis kesehatan. Perencanaan yang matang ini akan membantu dinas kesehatan saat bencana terjadi, karena di dalam perencanaan ini akan dituliskan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh dinas dan apa saja yang perlu disiapkan. Sehingga ketika terjadi bencana dinas kesehatan melihat kembali dokumen yang sudah disusun artinya ada acuan atau panduan yang digunakan oleh dinas kesehatan. Materi kedua menekankan bahwa dalam sistem pengorganisasian tidak bersifat individual tapi ada sistem yang dibangun yaitu sistem komando. Di dalam struktur disusun mulai dari komandan, sekretaris, keuangan, tim logistik, tim data dan informasi, tim promosi kesehatan, dan semua bidang sub klaster kesehatan. Disusun lengkap dengan tupoksi masing – masing bidang, sehingga jelas siapa melakukan apa. Materi ketiga menekankan dalam dokumen dinkes disaster plan, perlu ditetapkan potensi bencana apa yang memiliki risiko tinggi. Tentu ini didapatkan melalui analisis risiko, artinya ada prioritas bencana apa yang akan dikembangkan dalam bentuk skenario di dalam dokumen.

 donggala2

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Penyampaian materi sistem pengorganisasian (kiri) dan materi analisis risiko (kanan)“

Rabu, 24 Maret 2021

Pada pertemuan hari kedua ini peserta mendapatkan 3 materi yaitu (1) Data dan Informasi oleh drg. Elli Yane Bangkele, M.Kes; (2) Logistik dan Fasilitas oleh drg. Lutfiah; dan (3) Peta Risiko dan Peta Respon oleh dr. Muhammad Ali Hi.Palanro. Materi data dan informasi membicarakan terkait bagaimana alur dari puskesmas melapor ke Dinkes Kab/Kota kemudian diteruskan ke Dinkes Provinsi dan bagaimana alur komunikasi ke BPBD. Alur komunikasi ini harus dimuat dalam dokumen dinkes disaster plan. Begitu juga dengan alur penanganan relawan, relawan yang datang registrasi di dinas kesehatan, kemudian dinas kesehatan menentukan penempatan bertugas. Pada materi logistik dan fasilitas banyak membahas bagaimana manajemen pengelolaan bantuan yang datang mulai dari penerimaan, penyimpanan, dan pendistribusian. Segala bantuan obat – obatan dan makanan yang datang harus diperhatikan masa kadaluarsanya dan jika ada yang tidak sesuai standar dinas kesehatan berhak mengembalikan logistik tersebut kepada relawan. Sementara yang dimaksud dengan fasilitas saat bencana adalah bagaimana dinas kesehatan mengalihfungsikan ruangan sehari – hari menjadi ruangan yang dibutuhkan saat bencana. Misalnya dalam sehari – hari ruangan aula dipakai untuk pertemuan namun saat bencana ruangan ini dipakai menjadi ruang komando. Selanjutnya pada materi peta risiko dan peta respon, di dalam peta risiko akan terlihat wialyah mana saja yang zona merah, kuning, oranye dan hijau dan lokasi fasilitas kesehatan. Saat terjadi bencana peta risiko ini digunakan menjadi peta respon untuk menentukan titik pelayanan kesehatan (fasyankes dan pos pelayanan kesehatan) yang menangani korban bencana. Sehingga memudahkan dinas kesehatan untuk menempatkan relawan dengan melihat peta respon tersebut.

donggala3

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Penyampaian materi data dan informasi (kiri), materi logistik (tengah) dan praktek peta respon (kanan)

Rabu, 25 Maret 2021

Kegiatan hari ini dimulai dengan penyampaian materi Aktivasi Klaster Kesehatan oleh Gde Yulian Yogadhita M.Epid, Apt. Pemenuhan kebutuhan kesehatan yang bermutu pada saat bencana maupun krisis kesehatan sesuai standar minimal menggunakan sistem koordinasi yang terkoneksi. Aktivasi klaster ini merupakan tanggung jawab dinas kesehatan dimana dinas kesehatan berperan sebagai koordinator klaster kesehatan. Semua koordinasi penanganan bencana terpusat di dinas kesehatan, pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh puskesmas dan rumah sakit dan juga relawan harus melapor ke dinas kesehatan. Selanjutnya penyampaian materi Standar Prosedur Operasional (SPO) saat bencana oleh Madelina Ariani, MPH. Memenuhi standar – standar yang dibutuhkan dalam pengelenggaraan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan yang tidak terdapat pada kegiatan sehari – hari. Isi SPO ini adalah proses penyelenggaraan kegiatan, bagaimana dan kapan harus dilakukan, dimana, dan oleh siapa dilakukan. Setelah penyampaian materi selesai, peserta melanjutkan penugasan menyusun draft dokumen dinkes disaster plan. Peserta dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok Dinkes Kota Palu dan Kelompok Dinkes Kab. Donggala. Proses penugasan ini didampingi oleh fasilitator lokal dan tim dari PKMK FK – KMK UGM.

 donggala 4

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Diskusi Klaster Kesehatan (kiri) dan penugasan (kanan)“

Penutup dan Rencana Tindak Lanjut

Kegiatan ini berjalan dengan baik, selanjutnya fasilitator lokal akan mendampingi dinas kesehatan dalam proses penyelesaian dokumen dinkes disaster plan. Pada 31 Maret fasilitator akan melakukan pendampingan yang pertama untuk melanjutkan penyusunan dokumen di Dinkes Kab. Donggala.

Reporter : Happy R Pangaribuan

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK – KMK UGM

{tab title=”Video” class=”green”}

{/tabs}

 

Pelatihan Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Puskesmas – 26 Maret 2021

logo caritas

logo caritas

 

Pelatihan Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Puskesmas

(Puskesmas Disaster Plan)

Puskesmas Sangurara, 26-27 Maret 2021


{tab title=”Kerangka Acuan Kegiatan” class=”blue”}

Pengantar

PKMK FK-KMK UGM bekerja sama dengan Caritas Germany akan melakukan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis Kesehatan di Sulawesi Tengah. Fasilitas kesehatan yang menjadi sasaran program ini adalah Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah, Dinkes Kabupaten Donggala, RS Kabelota, RS di Kota Palu, Puskesmas Sangurara dan Puskesmas Tompe. Dalam pelaksanaan program ini PKMK FK-KMK UGM akan tetap melibatkan Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah dan universitas lokal (Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, dan Fakultas Kedokteran Universitas Al-Khairat).

Pengembangan dokumen perencanaan penanggulangan bencana di tingkat puskesmas (Puskesmas Disaster Plan) masih sangat jarang dilakukan. Sementara selama ini yang terjadi adalah banyak puskesmas mengalami kekacauan pelayanan kesehatan ketika terjadi bencana. Puskesmas yang belum memiliki dokumen perencanaan penanggulangan bencana akan kesulitan untuk mengoperasionalkan manajemen penanganan bencana mulai dari pembagian tugas yang jelas, alur komunikasi dan rencana alternatif. Puskesmas harus memahami bahwa dokumen Puskesmas Disaster Plan sebagai salah satu bentuk kesiapan puskesmas untuk menghadapi bencana alam dan bencana non alam. Ini menjadi pembelajaran bagi seluruh fasilitas kesehatan terutama puskesmas saat terjadi bencana non alam pandemi COVID-19 yang menuntut puskesmas harus siap, khususnya dalam pelaksanaan layanan COVID-19 tapi juga tidak mengganggu layanan rutin sehari – hari terhadap pasien non COVID-19.

Dengan demikian sudah saatnya puskesmas memahami pentingnya menyusun dokumen perencanaan penanggulangan bencana operasional mungkin yang mencakup semua rencana kebutuhan dan penanganan bencana alam dan non alam. Pelatihan Puskesmas Disaster Plan ini akan membahas bagaimana upaya penyusunan rencana penanggulangan bencana di tingkat puskesmas, apa saja komponen, indikator penilaiannya, siapa saja yang terlibat hingga sharing pengalaman dalam pengembangan Puskesmas Disaster Plan.

Tujuan

Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong puskesmas dalam menyusun dan mempersiapkan rencana penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di wilayah kerja puskesmas masing – masing.

Proses Kegiatan

Kegiatan ini akan dilakukan secara langsung di Puskesmas Sangurara selama 2 hari. Hari pertama dan kedua peserta akan mendapatkan materi dan penugasan

Yang Perlu dipersiapkan oleh peserta

Peserta diharapkan dapat membawa Profil Puskesmas seperti:

  1. Peta (Map)Puskesmas, termasuk Peta wilayah kerja dan Hazard Mapping
  2. Inventarisasi :Sarana dan Prasarana serta Fasilitas Medis dan Non Medis.
  3. Kapasitas: Jumlah Tempat tidur dan SDM Medis dan Non Medis (untuk Puskesmas Rawat Inap)
  4. Mapping Fasilitas Kesehatan

Peserta Kegiatan

Peserta kegiatan sekitar 20 orang dengan rincian 10 orang dari Puskesmas Sangurara dan 10 orang Puskesmas lainnya di sekitar Sangurara. Perserta adalah Kepala Puskesmas, tim akreditasi puskesmas, dan/atau tim penanggulangan bencana puskesmas. Jika ada peserta dari puskesmas lain maka tim atau perorangan yang mewakili puskesmas diharapkan berasal dari unsur pimpinan (kepala puskesmas, KTU)/ operasional (dokter umum, perawat, bidan)/ logistik (Gizi, apoteker, tenaga kesehatan masyarakat, rumah tangga) atau perencanaan (administrasi, keuangan, dan medical record). Peserta dari Puskesmas lain yang bersedia ikut maksimal 2 orang.

Output Kegiatan

Setelah melalui proses pelatihan maka pihak puskesmas akan mempunyai tenaga yang terlatih dan memahami Teknik penyusunan dokumen Puskesmas Disaster Plan. Kemudian terbentu satu tim kecil yang memiliki komitmen menyelesaikan penyusunan dokumen Puskesmas Disaster Plan.

Jadwal dan Materi Kegiatan

Waktu              : Jumat-Sabtu / 26-27 Maret 2021

Pukul               : 08.30 – 15.00 WITA

Tempat            : Puskesmas Sangurara

Jumat, 26 Maret 2021 Fasilitator Narasumber
Waktu Materi/Kegiatan
08.30 – 08.45

Pembukaan

          Pengantar dari PKMK FK-KMK UGM

          Kepala Puskesmas

08.45 – 09.25

09.25 – 09.35

Materi 1: Konsep dan komponen puskesmas Disaster Plan

Diskusi

Erywahyuningtias, SKM, MAP

Dr. Bella Donna, M.Kes/ Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid

09.35 – 10.15

10.15 – 10.25

Materi 2: Sistem Komando dan Pengorganisasian dan SOP

Diskusi

Sutarto, SKM Dr. Bella Donna, M.Kes/ Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
10.25 – 10.35 Coffee Break
10.35 – 11.05 Penugasan Pengorganisasian
  • Erywahyuningtias, SKM, MAP
  • Sutarto, SKM
  • dr. Puspita Sari, M.Biomedic
Happy Pangaribuan, MPH/ Madelina Ariani, MPH

11.05 – 11.45

11.45 – 11.55

Materi 3 : Logistik Medik dan Fasilitas

Diskusi

dr. Puspita Sari, M.Biomedic Dr. Bella Donna, M.Kes/ Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
11.55 – 13.00 ISHOMA

13.30 – 14.10

14.10 -14.20

Materi 3 : Analisis Risiko

Diskusi

Sutarto, SKM Happy Pangaribuan, MPH/ Madelina Ariani, MPH
14.20 – 14.50 Penugasan Analisis Risiko
  • Erywahyuningtias, SKM, MAP
  • Sutarto, SKM
  • dr. Puspita Sari, M.Biomedic
  • Muhammad Nasir, SKM, MSc
  • Astrin, Amd.Keb

14.50 – 15.00 Pengarahan hari-2 Happy Pangaribuan, MPH/ Madelina Ariani, MPH
Sabtu, 27 Maret 2021
Waktu Materi/Kegiatan
08.30 – 08.45 Review kegiatan hari 1 Happy Pangaribuan, MPH/ Madelina Ariani, MPH

08.45 – 09.25

09.25 – 09.40

Materi 5: Data dan Informasi

Diskusi

Muhammad Nasir, SKM, MSc Dr. Bella Donna, M.Kes/ Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
09.40 – 09.50 Coffee Break

09.50 – 10.30

10.30 – 11.00

Materi 6 : Peta Risiko dan Peta Respon

Praktek Peta Risiko

Astrin, Amd.Keb

Dr. Bella Donna, M.Kes/ Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
11.00 – 12.00 Penugasan Penyusunan Puskesmas Disaster Plan
  • Erywahyuningtias, SKM, MAP
  • Sutarto, SKM
  • dr. Puspita Sari, M.Biomedic
  • Muhammad Nasir, SKM, MSc
  • Astrin, Amd.Keb

Tim PKMK FK-KMK UGM
12.00 – 13.00 ISHOMA
13.00 – 14.00 Penugasan Penyusunan Puskesmas Disaster Plan

14.00 – 14.30

14.30 – 14.45

Presentasi draft dokumen Puskesmas Disaster Plan

Diskusi

14.45 – 15.00 Pembentukan Tim Kecil Penyusun Puskesmas Disaster Plan dan Rencana Tindak Lanjut Happy Pangaribuan, MPH/ Madelina Ariani, MPH
15.00 Penutupan Dr. Bella Donna, M.Kes/ Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid

Penutup

Demikian kerangka acuan kegiatan Pelatihan Rencana Penyusunan Penanggulangan Bencana di Puskesmas (Puskesmas Disaster Plan). Kami berharap puskesmas dapat memahami Teknik penyusunan dokumen Puskesmas Disaster Plan. Sebagai lembaga riset dan konsultasi, Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (PKMK FK-KMK) UGM, akan memberikan sumbangan pengembangan inovasi dalam dunia keilmuan di bidang kesehatan dan Manajemen Bencana di Puskesmas. Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FKKMK UGM sebagai penyelenggara program akan berkomitmen demi tercapainya tujuan program dan Caritas Germany sebagai mitra penyelenggara program akan mendapatkan laporan rutin terkait keberlangsungan program.

{tab title=”Reportase” class=”red”}

sagura 1

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Sesi Pembukaan oleh Kepala Puskesmas Sangurara“

Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong puskesmas dalam menyusun dan mempersiapkan rencana penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di wilayah kerja puskesmas masing masing. Kegiatan dilakukan secara langsung di Puskesmas Sangurara selama 2 hari. Seluruh materi disampaikan oleh fasilitator lokal dari Dinkes Provinsi Sulteng, Dinkes Kab. Sigi, FK Universitas Tadulako, dan FK Universitas Alkhaeraat didampingi oleh narasumber dari tim PKMK FK – KMK UGM. Fasilitator ini adalah peserta kegiatan Training of Trainer Puskesmas Disaster Plan pada November 2020 lalu yang bersedia dan berkomitmen untuk terlibat dalam perluasan kapasitas sistem manajemen penanganan bencana di puskesmas. Tim PKMK FK – KMK UGM menambahkan hal yang perlu atau belum disampaikan oleh fasilitator saat pemaparan materi. Selain peserta dari Puskesmas Sangurara, pelatihan ini juga diikuti oleh puskesmas lainnya yaitu Puskesmas Lere, Puskesmas Singgani, Puskesmas Tawaeli, Puskesmas Pantoloan, Puskesmas Mamboro, Puskesmas Kamonji, Puskesmas Tipo, Puskesmas Bulili, Puskesmas Talise, Puskesmas Nosarara, Puskesmas Birobuli dan Puskesmas Mabelopura. Jumlah peserta yang mengikuti dari puskesmas sebanyak 24 orang, fasilitator lokal 4 orang dan tim dari PKMK FK – KMK UGM 4 orang.

Jumat, 26 Maret 2021

Pertemuan hari ini peserta mendapatkan 4 materi yaitu (1) Konsep dan Komponen Puskesmas Disaster Plan oleh Erywahyuningtias, SKM, MAP; (2) Sistem Komando dan Pengorganisasian oleh Sutarto, SKM (3) Analisis Risiko oleh Sutarto, SKM; dan (4) Logistik dan fasilitas saat bencana oleh dr. Puspita Sari, M.Biomedic. Saat pemaparan, Erywahyuningtias menyatakan puskesmas harus menyadari bahawa puskesmas merupakan lini terdepan yang memegang peranan utama untuk kesiapsiagaan bencana dan krisis kesehatan. Selama ini yang dihadapi puskesmas saat terjadi bencana adalah bingung harus melakukan apa terlebih dahulu apalagi jika tenaga kesehatan ikut menjadi korban, dan wajar jika terjadi kekacauan. Bagaimana meminimalkan kekacauan ini salah satunya dengan menyiapkan sejak dini dokumen puskesmas disaster plan. Dalam dokumen ini akan memuat segala sesuatu yang dibutuhkan puskesmas saat becana, jadi dokumen ini adalah dokumen yang harus disusun seoperasioanl mungkin dan lengkap. Sutarto memaparkan bahwa koordinasi yang tidak baik akan menimbulkan kekacauan karena masing – masing tidak tahu apa yang harus dilakukan dan kepada siapa akan berkoordinasi. Penting dalam dokumen disusun struktur organisasi yang berbasi sistem komando. Struktur organisasi ini bersifat sederhana, jelas dan dapat dimobilisasi dengan singkat.

Analisis risiko penting untuk mengidentifikasi potensi ancaman (hazards) di lingkungan puskesmas, ini merupakan langkah awal yang paling baik untuk membuat kesiapsiagaan/perencanaan. Melalui analisis risiko puskesmas akan mengetahui potensi ancaman bencana yang ada di wilayah dan menentukan prioritas dalam penanggulangan bencana dan krisis Kesehatan. Pada materi logistik, dr. Puspita Sari menekankan bahwa ornag yang bertugas di bidang penerimaan dan pendistribusian logistik saat bencana harus memahami standar logistik saat bencana. Banyak hal yang harus disiapkan seperti berita acara, pengecekan kualitas logistik dan pemetaan atau list logitik yang dibutuhkan di daerah puskesmas. Artinya jika ada bantuan yang datang tidak sesuai standar dan tidak dibutuhkan, puskesmas berhak untuk mengembalikannya ke relawan. Manajemen logistik dikelola bukan anya pada saat ebncana namun pada pra bencana dan pasca bencana. Pada pra bencana menganalisis kebutuhan logistik jika bencana terjadi, jenis bencana bisa disesuaikan dnegan hasil analisis risiko.

 sagura 2

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Penyampaian materi konsep dan komponen puskesmas disaster plan (kiri) dan materi analisis risiko (kanan)“

Sabtu, 27 Maret 2021

Pada pertemuan hari kedua ini peserta mendapatkan 2 materi yaitu (1) Data dan Informasi oleh Muhammad Nasir, SKM, MSc; (2) Peta Risiko dan Peta Respon oleh dr.Muhammad Ali Hi.Palanro. Dalam struktur organisasi berbasis sistem komando ada tim data dan informasi. Pengelolaan data dan informasi bertujuanmenjamin ketersediaan informasi yang cepat, tepat, akurat, konsisten, terkini, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar pengambilan keputusan. Peta Risiko Bencana adalah gambaran Tingkat Risiko bencana suatu daerah secara spasial dan non spasial berdasarkan Kajian Risiko Bencana suatu daerah. Saat terjadi bencana peta risiko ini digunakan menjadi peta respon untuk menentukan titik pelayanan kesehatan (fasyankes dan pos pelayanan kesehatan) yang menangani korban bencana. Sehingga memudahkan dinas kesehatan untuk menempatkan relawan dengan melihat peta respon tersebut. Peserta melakukan praktek langsung bagaimana membuat peta respon yang didampingi oleh fasilitator lokal dan tim PKMK FK -KMK UGM. Peserta memerankan ada yang menjadi relawan, tim logistik, tim penerimaan relawan dan tim peta respon. Kemudian peserta melanjutkan penyusunan draft dokumen puskesmas disaster plan.

 sagura 3

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Penyampaian materi data dan informasi (kiri), materi logistik (kanan)

Penutup dan Rencana Tindak Lanjut

Kegiatan ini berjalan dengan baik, selanjutnya fasilitator lokal akan mendampingi puskesmas dalam proses penyelesaikan dokumen dinkes disaster plan. Dalam mempermudah pendampingan ini, puskesmas membentuk tim penyusun dokumen dan membuat grup whatsApp.

Reporter : Happy R Pangaribuan

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

{tab title=”Video” class=”green”}

{/tabs}

Pelatihan Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Puskesmas – 29 Maret 2021

logo caritas

logo caritas

Kerangka Acuan Kegiatan

Pelatihan Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Puskesmas

(Puskesmas Disaster Plan)

Puskesmas Tompe, 29-30 Maret 2021


{tab title=”TOR” class=”red”}

Pengantar

PKMK FK-KMK UGM bekerja sama dengan Caritas Germany akan melakukan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis Kesehatan di Sulawesi Tengah. Fasilitas kesehatan yang menjadi sasaran program ini adalah Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah, Dinkes Kabupaten Donggala, RS Kabelota, RS di Kota Palu, Puskesmas Tompe dan Puskesmas Tompe. Dalam pelaksanaan program ini PKMK FK-KMK UGM akan tetap melibatkan Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah dan universitas lokal (Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, dan Fakultas Kedokteran Universitas Al-Khairat).

Pengembangan dokumen perencanaan penanggulangan bencana di tingkat puskesmas (Puskesmas Disaster Plan) masih sangat jarang dilakukan. Sementara selama ini yang terjadi adalah banyak puskesmas mengalami kekacauan pelayanan kesehatan ketika terjadi bencana. Puskesmas yang belum memiliki dokumen perencanaan penanggulangan bencana akan kesulitan untuk mengoperasionalkan manajemen penanganan bencana mulai dari pembagian tugas yang jelas, alur komunikasi dan rencana alternatif. Puskesmas harus memahami bahwa dokumen Puskesmas Disaster Plan sebagai salah satu bentuk kesiapan puskesmas untuk menghadapi bencana alam dan bencana non alam. Ini menjadi pembelajaran bagi seluruh fasilitas kesehatan terutama puskesmas saat terjadi bencana non alam pandemi COVID-19 yang menuntut puskesmas harus siap, khususnya dalam pelaksanaan layanan COVID-19 tapi juga tidak mengganggu layanan rutin sehari – hari terhadap pasien non COVID-19.

Dengan demikian sudah saatnya puskesmas memahami pentingnya menyusun dokumen perencanaan penanggulangan bencana operasional mungkin yang mencakup semua rencana kebutuhan dan penanganan bencana alam dan non alam. Pelatihan Puskesmas Disaster Plan ini akan membahas bagaimana upaya penyusunan rencana penanggulangan bencana di tingkat puskesmas, apa saja komponen, indikator penilaiannya, siapa saja yang terlibat hingga sharing pengalaman dalam pengembangan Puskesmas Disaster Plan.

Tujuan

Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong puskesmas dalam menyusun dan mempersiapkan rencana penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di wilayah kerja puskesmas masing – masing.

Proses Kegiatan

Kegiatan ini akan dilakukan secara langsung di Puskesmas Tompe selama 2 hari. Hari pertama dan kedua peserta akan mendapatkan materi dan penugasan.

Yang Perlu dipersiapkan oleh peserta

Peserta diharapkan dapat membawa Profil Puskesmas seperti:

  1. Peta (Map)Puskesmas, termasuk Peta wilayah kerja dan Hazard Mapping
  2. Inventarisasi :Sarana dan Prasarana serta Fasilitas Medis dan Non Medis.
  3. Kapasitas: Jumlah Tempat tidur dan SDM Medis dan Non Medis (untuk Puskesmas Rawat Inap)
  4. Mapping Fasilitas Kesehatan

Peserta Kegiatan

Peserta kegiatan sekitar 20 orang dengan rincian 10 orang dari Puskesmas Tompe dan 10 orang Puskesmas lainnya di sekitar Sangurara. Perserta adalah Kepala Puskesmas, tim akreditasi puskesmas, dan/atau tim penanggulangan bencana puskesmas. Jika ada peserta dari puskesmas lain maka tim atau perorangan yang mewakili puskesmas diharapkan berasal dari unsur pimpinan (kepala puskesmas, KTU)/ operasional (dokter umum, perawat, bidan)/ logistik (Gizi, apoteker, tenaga kesehatan masyarakat, rumah tangga) atau perencanaan (administrasi, keuangan, dan medical record). Peserta dari Puskesmas lain yang bersedia ikut maksimal 2 orang.

Output Kegiatan

Setelah melalui proses pelatihan maka pihak puskesmas akan mempunyai tenaga yang terlatih dan memahami Teknik penyusunan dokumen Puskesmas Disaster Plan. Kemudian terbentu satu tim kecil yang memiliki komitmen menyelesaikan penyusunan dokumen Puskesmas Disaster Plan.

Jadwal dan Materi Kegiatan

Waktu              : Senin-Selasa / 29-30 Maret 2021
Pukul               : 08.30 – 15.00 WITA
Tempat            : Puskesmas Tompe

Jumat, 26 Maret 2021 Fasilitator Narasumber
Waktu Materi/Kegiatan
08.30 – 08.45

Pembukaan

  • Pengantar dari PKMK FK-KMK UGM
  • Kepala Puskesmas

08.45 – 09.25

09.25 – 09.35

Materi 1: Konsep dan komponen puskesmas Disaster Plan

Diskusi

Erywahyuningtias, SKM, MAP

Dr. Bella Donna, M.Kes/ Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid

09.35 – 10.15

10.15 – 10.25

Materi 2: Sistem Komando dan Pengorganisasian dan SOP

Diskusi

Sutarto, SKM Dr. Bella Donna, M.Kes/ Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
10.25 – 10.35 Coffee Break
10.35 – 11.05 Penugasan Pengorganisasian
  • Erywahyuningtias, SKM, MAP
  • Sutarto, SKM
  • dr. Puspita Sari, M.Biomedic
Happy Pangaribuan, MPH/ Madelina Ariani, MPH

11.05 – 11.45

11.45 – 11.55

Materi 3 : Logistik Medik dan Fasilitas

Diskusi

dr. Puspita Sari, M.Biomedic Dr. Bella Donna, M.Kes/ Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
11.55 – 13.00 ISHOMA

13.30 – 14.10

14.10 -14.20

Materi 3 : Analisis Risiko

Diskusi

Sutarto, SKM Happy Pangaribuan, MPH/ Madelina Ariani, MPH
14.20 – 14.50 Penugasan Analisis Risiko
  • Erywahyuningtias, SKM, MAP
  • Sutarto, SKM
  • dr. Puspita Sari, M.Biomedic
  • Muhammad Nasir, SKM, MSc
  • Astrin, Amd.Keb

14.50 – 15.00 Pengarahan hari-2 Happy Pangaribuan, MPH/ Madelina Ariani, MPH
Sabtu, 27 Maret 2021
Waktu Materi/Kegiatan
08.30 – 08.45 Review kegiatan hari 1 Happy Pangaribuan, MPH/ Madelina Ariani, MPH

08.45 – 09.25

09.25 – 09.40

Materi 5: Data dan Informasi

Diskusi

Muhammad Nasir, SKM, MSc Dr. Bella Donna, M.Kes/ Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
09.40 – 09.50 Coffee Break

09.50 – 10.30

10.30 – 11.00

Materi 6 : Peta Risiko dan Peta Respon

Praktek Peta Risiko

Astrin, Amd.Keb

Dr. Bella Donna, M.Kes/ Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
11.00 – 12.00 Penugasan Penyusunan Puskesmas Disaster Plan
  • Erywahyuningtias, SKM, MAP
  • Sutarto, SKM
  • dr. Puspita Sari, M.Biomedic
  • Muhammad Nasir, SKM, MSc
  • Astrin, Amd.Keb

Tim PKMK FK-KMK UGM
12.00 – 13.00 ISHOMA
13.00 – 14.00 Penugasan Penyusunan Puskesmas Disaster Plan

14.00 – 14.30

14.30 – 14.45

Presentasi draft dokumen Puskesmas Disaster Plan

Diskusi

14.45 – 15.00 Pembentukan Tim Kecil Penyusun Puskesmas Disaster Plan dan Rencana Tindak Lanjut Happy Pangaribuan, MPH/ Madelina Ariani, MPH
15.00 Penutupan Dr. Bella Donna, M.Kes/ Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid

Penutup

Demikian kerangka acuan kegiatan Pelatihan Rencana Penyusunan Penanggulangan Bencana di Puskesmas (Puskesmas Disaster Plan). Kami berharap puskesmas dapat memahami Teknik penyusunan dokumen Puskesmas Disaster Plan. Sebagai lembaga riset dan konsultasi, Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (PKMK FK-KMK) UGM, akan memberikan sumbangan pengembangan inovasi dalam dunia keilmuan di bidang kesehatan dan Manajemen Bencana di Puskesmas. Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FKKMK UGM sebagai penyelenggara program akan berkomitmen demi tercapainya tujuan program dan Caritas Germany sebagai mitra penyelenggara program akan mendapatkan laporan rutin terkait keberlangsungan program.

 

{tab title=”Reportase” class=”green”}

dinkes disaster plan tompe 1

Dok. PKMK FK-KMK UGM.

Peserta Pelatihan Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Puskesmas Tompe“

Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong puskesmas dalam menyusun dan mempersiapkan rencana penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di wilayah kerja puskesmas masing – masing. Kegiatan dilakukan secara langsung di Puskesmas Sangurara selama 2 hari. Seluruh materi disampaikan oleh fasilitator lokal dari Dinkes Provinsi Sulteng, Dinkes Kab. Sigi, FK Universitas Tadulako, dan FK Universitas Alkhaeraat didampingi oleh narasumber dari tim PKMK FK – KMK UGM. Fasilitator acara ini merupakan peserta Training of Trainer Puskesmas Disaster Plan pada November 2020 lalu yang bersedia dan berkomitmen untuk terlibat dalam perluasan kapasitas sistem manajemen penanganan bencana di puskesmas. Tim PKMK FK – KMK UGM menambahkan hal yang perlu atau belum disampaikan oleh fasilitator saat pemaparan materi. Jumlah peserta dari puskesmas yang mengikuti pelatihan ini sebanyak 16 orang, fasilitator lokal 4 orang dan tim dari PKMK FK – KMK UGM 4 orang.

Pertemuan hari pertama Puskesmas Tompe mendapatkan 4 materi yaitu (1) Konsep dan Komponen Puskesmas Disaster Plan oleh Erywahyuningtias, SKM, MAP; (2) Sistem Komando dan Pengorganisasian oleh Iskandar (3) Analisis Risiko oleh Muhammad Nasir, SKM, MSc; serta (4) Logistik dan fasilitas saat bencana oleh dr. Puspita Sari, M.Biomedic. Pada materinya Erywahyuningtias mengatakan puskesmas harus menyadari bahwa puskesmas merupakan lini terdepan yang memegang peranan utama untuk kesiapsiagaan bencana dan krisis kesehatan. Penting dalam dokumen disusun struktur organisasi yang berbasi sistem komando. Struktur organisasi ini bersifat sederhana, jelas dan dapat dimobilisasi dengan singkat. Analisis risiko penting untuk mengidentifikasi potensi ancaman (hazards) di lingkungan puskesmas, ini merupakan langkah awal yang paling baik untuk membuat kesiapsiagaan/perencanaan. Manajemen logistik dikelola bukan hanya pada saat bencana namun pada pra bencana dan pasca bencana.

Pada pertemuan hari kedua ini masing – masing puskesmas mendapatkan 2 materi yaitu (1) Data dan Informasi oleh Muhammad Nasir, SKM, MSc; (2) Peta Risiko dan Peta Respon oleh Gde Yulian Yogadhita, M.Epid . Dalam struktur organisasi berbasis sistem komando ada tim data dan informasi. Pengelolaan data dan informasi bertujuan menjamin ketersediaan informasi yang cepat, tepat, akurat, konsisten, terkini, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar pengambilan keputusan. Peta Risiko Bencana adalah gambaran Tingkat Risiko bencana suatu daerah secara spasial dan non spasial berdasarkan Kajian Risiko Bencana suatu daerah. Pada akhir sesi peta respon, peserta melakukan praktek langsung bagaimana cara membuat peta respon. melakukan praktek langsung bagaimana membuat peta respon yang didampingi oleh fasilitator lokal dan tim PKMK FK – KMK UGM. Peserta memerankan ada yang menjadi relawan, tim logistik, tim penerimaan relawan dan tim peta respon. Pada sesi diskusi juga peserta menanyakan apa perbedaan peta risiko dan peta respon dan siapa yang bertanggung jawab untuk membuat peta ini. Peserta. Kemudian peserta melanjutkan penyusunan draft dokumen puskesmas disaster plan.

 dinkes disaster plan tompe 2

Dok. PKMK FK-KMK UGM.
“Penyampaian materi Data dan Informasi (kiri) dan praktek peta respon (kanan)

Penutup dan Rencana Tindak Lanjut

Kegiatan ini berjalan dengan baik, selanjutnya fasilitator lokal akan mendampingi puskesmas dalam proses penyelesaikan dokumen dinkes disaster plan. Dalam mempermudah pendampingan ini, puskesmas membentuk tim penyusun dokumen dan membuat grupW.

 

Reporter : Happy R Pangaribuan

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK – KMK UGM

{/tabs}

Pelatihan Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Puskesmas – 30 Maret 2021

logo caritas

logo caritas

Pelatihan Perencanaan Penanggulangan Bencana di Rumah Sakit

(Hospital Disaster Plan)

RSUD Kabelota Donggala Sulawesi Tengah, 30 Maret – 1 April 2021


{tab title=”Kerangka Acuan Kegiatan” class=”blue”}

Pengantar

PKMK FK-KMK UGM bekerja sama dengan Caritas Germany akan melakukan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis Kesehatan di Sulawesi Tengah. Fasilitas kesehatan yang menjadi sasaran program ini adalah Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah, Dinkes Kabupaten Donggala, RS Kabelota, RS di Kota Palu, Puskesmas Sangurara dan Puskesmas Tompe. Dalam pelaksanaan program ini PKMK FK-KMK UGM akan tetap melibatkan Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah dan universitas lokal (Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, dan Fakultas Kedokteran Universitas Al-Khairat).

Rumah sakit yang belum memiliki Hospital Disaster Plan (HDP) akan kesulitan untuk mengoperasionalkan manajemen penanganan bencana mulai dari pembagian tugas yang jelas, alur komunikasi dan rencana alternatif. Demikian juga akan terjadi bagi rumah sakit yang sudah memiliki HDP namun belum operasional. Rumah sakit harus memahami bahwa HDP adalah sebagai salah satu bentuk kesiapan rumah sakit untuk menghadapi bencana alam dan bencana non alam. Seperti situasi sekarang dunia telah digemparkan dengan terjadinya bencana non alam pandemik COVID-19. Masalah yang dihadapi rumah sakit akan semakin kompleks karena rumah sakit harus memikirkan bagaimana memutuskan mata rantai penularan di rumah sakit dan bagaimana untuk menghadapi lonjakan pasien. Pada dasarnya konsep penanganan pandemi ini sama dengan penanganan bencana, perbedaannya terletak pada sifat agen kausatif virus.

Dengan demikian sudah saatnya rumah sakit memahami bahwa HDP ini sangat penting dipersiapkan sejak sekarang, HDP yang operasional dan yang mencakup semua rencana kebutuhan dan penanganan bencana alam dan non alam. HDP yang disusun dalam bentuk dokumen berisi potensi bencana yang dihadapi rumah sakit, aktivasi sistem komando, prosedur pengananan bencana, fasilitas saat bencana dan alur komunikasi. HDP ini merupakan dokumen yang bersifat hidup (update) dan menjadi satu sistem untuk memenuhi kebutuhan menuju Safe Hospital yang dapat digunakan dalam keadaan krisis kesehatan sehari-hari di Rumah Sakit.

Tujuan

  1. Peserta memahami penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana di Rumah Sakit (HDP) harus menyesuaikan dengan karakteristik di tiap rumah sakit.
  2. Peserta mampu memahami dan menyusun HDP berdasarkan template yang ada.
  3. Peserta mampu membuat Plan of Action tentang penanganan bencana.

Proses Kegiatan

Kegiatan ini akan dilakukan secara langsung di RSUD Kabelota selama 3 hari. Hari pertama dan kedua peserta akan mendapatkan materi dan hari ketiga peserta akan diberi penugasan.

Peserta Kegiatan

Peserta diperkirakan sekitar 10-15 orang yang terdiri dari :

  • Direksi dan Kepala Bagian RSUD Kabelota
  • Bidang/bagian yang mengurusi rujukan, wabah, bencana, krisis kesehatan
  • Tim penyusun

Yang Perlu dipersiapkan oleh peserta:

Pengetahuan mengenai rumah sakitnya, seperti profil rumah sakit, organisasi RS, peta (Map) Rumah Sakit, termasuk peta wilayah kerja.

Output Kegiatan

Setelah melalui proses Workshop, terdapat tim kecil dari peserta workshop yang komitmen menyelesaikan penyusunan dokumen HDP RSUD Kableota.

Jadwal dan Materi Kegiatan

Waktu              : Selasa-Kamis, 30 Maret – 1 April 2021
Pukul               : 08.30 – 15.00
Tempat            : RSUD Kabelota

Selasa, 30 Maret 2021
Waktu Materi/Kegiatan Fasilitator Narasumber
08.30 – 08.45

Pembukaan

          Pengantar dari PKMK FK-KMK UGM

          Direktur RSUD Kabelota

08.45 – 09.25

09.25 – 09.40

Materi 1: Akreditasi (SNARS) dan Strategi Penyiapan HDP di RS

Diskusi

  • Dr. Surianto, S.Kep, Ns, MPH
  • Fatma A.Deu, SKM, M.Si
dr. Bella Donna, M.Kes

09.40 – 10.20

10.20 – 10.35

Materi 2: Sistem Komando dan Pengorganisasian

Diskusi

  • dr. David Pakaya, M.Biomed
  • dr.Imtihanah Amri, M.Kes., Sp.An
dr. Sulanto Saleh Danu, Sp.FK
10.35 – 10.45 Coffee Break

10.45 – 11.15

11.15 – 11.45

Penugasan Pengorganisasian Happy Pangaribuan, MPH
11.45 – 13.00 ISHOMA
13.00 – 13.40 Materi 3 : Analisis Risiko
  • Lusia Salmawati, SKM, M.Sc
  • Zakiyatun, MH, SKM
dr. Wahyu Kartiko Tomo, Sp.B

13.40 – 14.10

14.10 – 14.40

Penugasan Analisis Risiko Happy Pangaribuan, MPH
14.40 Pengarahan hari-2
Rabu, 31 Maret 2021
Waktu Materi/Kegiatan
08.30 – 08.45 Review kegiatan hari 1 Happy Pangaribuan, MPH
08.45 – 09.15 Materi 4 : Pengenalan Tools Hospital Safety Index (HIS)
  • dr. Mohamad Zulfikar Sp.B
  • dr. Diah Mutiarasari, MPH
Madelina Ariani, MPH

09.15 – 10.00

10.00 – 10.15

Materi 5: Logistik Medik dan Fasilitas

Diskusi

  • dr. Ryzka, M.Kes
  • Dr. Muh. Ryman Napirah, S.KM., M.Kes
dr. Sulanto Saleh Danu, Sp.FK
10.15 – 10.25 Coffee Break
10.25 – 11.05 Materi 6 : SOP saat Bencana
  • Indrawati Patappa
  • Dr. Surianto, S.Kep, Ns, MPH
dr. Wahyu Kartiko Tomo, Sp.B

11.05 – 11.35

11.35 – 12.05

Penugasan SOP Happy Pangaribuan, MPH
12.05 – 13.00 ISHOMA

13.00 – 13.40

13.40 – 13.55

Materi 7 : Data dan Informasi

Diskusi

  • Warihan Unok, S.Kep.Ns. M.Kep
  • dr. Rafly Suwandhi Wahid, M.Kes
Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid

13.55 – 14.35

14.35 – 15.00

Materi 8 : Peta Risiko dan Peta Respon

Praktek Peta Risiko

Ahsan, S.Kep, Ns, M.Kes

dr. Miranti, M.Kes

Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
15.00 Pengarahan kegiatan hari-3
Kamis, 1 April 2021
Waktu Materi
08.30 – 08.45 Review Kegiatan hari-2 Happy Pangaribuan, MPH

08.45 – 09.30

09.30 – 10.15

Penyusunan dokumen HDP Tim Fasilitator
  • dr. Sulanto Saleh Danu, Sp.FK
  • dr. Wahyu Kartiko Tomo, Sp.B
  • Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
10.15 – 10.25 Coffee break

10.25 – 11.10

11.10 – 12.00

Penyusunan Dokumen HDP
12.00 – 13.00 ISHOMA

13.00 – 13.30

13.30 – 14.00

Presentasi draft dokumen HDP

Diskusi

14.00 – 14.10 Pembentukan Tim Kecil Penyusun HDP Tim PKMK
14.10 – 14.30 Rencana Tindak Lanjut Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
14.30 Penutupan dr. Bella Donna, M.Kes

Penutup

Demikian TOR Pelatihan Rencana Penyusunan Penanggulangan Bencana di Rumah Sakit (Hospital Disaster Plan). Kami mengharapkan apabila kerjasama ini terwujud, menjadi kerjasama yang saling menguntungkan. Bagi RSUD Kabelota keuntungan yang didapat adalah tersusunnya dokumen HDP. Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM sebagai penyelenggara program akan berkomitmen demi tercapainya tujuan program dan Caritas Germany sebagai mitra penyelenggara program akan mendapatkan laporan rutin terkait keberlangsungan program.

 

{tab title=”Reportase” class=”red”}

kabelota 1

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Peserta pelatihan penyusunan HDP di RSUD Kabelota“

Kegiatan ini dilakukan secara langsung di RSUD Kabelota selama 3 hari. Hari pertama dan kedua peserta mendapatkan materi dan hari ketiga peserta diberi penugasan. Kegiatan ini bertujuan supaya peserta memahami penyusunan rencana penanggulangan bencana di rumah sakit (Hospital Disaster Plan) sesuai dengan karakteristik di tiap rumah sakit. Seluruh materi disampaikan oleh fasilitator lokal dari Dinkes Provinsi Sulteng, FK Universitas Tadulako, dan FK Universitas Alkhaeraat didampingi oleh narasumber dari tim PKMK FK – KMK UGM. Fasilitator ini adalah peserta kegiatan Training of Trainer Puskesmas Disaster Plan pada November 2020 lalu yang bersedia dan memiliki komitmen untuk terlibat dalam perluasan kapasitas sistem manajemen penanganan bencana di puskesmas. Tim PKMK FK – KMK UGM menambahkan hal yang perlu atau belum disampaikan oleh fasilitator saat pemaparan materi. Jumlah peserta yang mengikuti dari rumah sakit sebanyak 17 orang, fasilitator lokal 8 orang dan tim dari PKMK FK – KMK UGM 4 orang.

Selasa, 30 Maret 2021

Pertemuan hari ini peserta mendapatkan 3 materi yaitu (1) Akreditasi (SNARS) dan Strategi Penyiapan HDP di RS oleh Dr. Surianto, S.Kep, Ns, MPH dan Fatma A.Deu, SKM, M.Si; (2) Sistem Komando dan Pengorganisasian oleh dr. David Pakaya, M.Biomed (3) Analisis Risiko oleh Lusia Salmawati, SKM, M.Sc dan Zakiyatun, MH, SKM. Akreditasi merupakan pengakuan erhadap standar mutu rumah sakit. Kesiapsiagaan rumah saakit dalam menghadapi bencana termasuk dalam penilaian akreditasi rumah sakit. Dokumen HDP menekan kekacauan jika terjadi bencana. Rumah sakit harus siap dengan kemungkinan bahaya yang terjadi di wilayah kerja rumah sakit. Dalam pengorganisasian yang penting adalah sistem komando. Sistem komando akan memperjelas siapa melakukan apa, bagaimana komunikasinya dan menyusun rencana alternatif. Analisis risiko akan lebih mudah dilakukan jika ada data kejadian bencana. Risiko dapat dikurangi dengan meningkatkan kapasitas.

Rabu, 31 Maret 2021

Pada pertemuan hari kedua ini peserta mendapatkan 5 materi yaitu (1) Pengenalan tools HSI oleh dr. Wahyu Kartiko Tomo, Sp.B; (2) logistik medik dan fasilitas oleh Dr. Muh. Ryman Napirah, S.KM., M.Kes; (3) SOP saat bencana oleh Indrawati Patappa; (4) Data dan Informasi oleh Warihan Unok, S.Kep.Ns. M.Kep; dan (5) Peta risiko dan peta respon oleh Ahsan, S.Kep, Ns, M.Kes. Tool HIS dapat digunakan rumah sakit untuk menilai kapasitas rumah sakit dalam penanganan bencana. Logistik merupakan unsur pokok yang menentukan berhasil atau gagalnya manajemen bencana. Manajemen logistik akan mengatur mulai dari perencanaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian dan pelaporan pengunaan logistik saat bencana. Data dan informasi penting menjamin ketersediaan informasi krisis kesehatan yang cepat, tepat, akurat, konsisten, terkini, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar pengambilan keputusan. SOP memenuhi standar – standar yang dibutuhkan dalam pengelenggaraan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan yang tidak terdapat pada kegiatan sehari – hari. Peta Risiko Bencana adalah gambaran Tingkat Risiko bencana suatu daerah secaraspasial dan non spasial berdasarkan Kajian Risiko Bencana suatu daerah. Pada akhir kegiatan peserta melakukan praktek menyusun peta respon sesuai dengan hasil analisis risiko yang sudah dilakukan pada pertemuan hari pertama.

kabelota 2

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Praktek penyusunan peta respon“

Kamis, 1 April 2021

Hari ini peserta didampingi langsung oleh fasilitator lokal untuk penugasan penyusunan draft dokumen HDP. Peserta terbagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok sistem pengorganisasian, kelompok analisis risiko dan kelompok fasilitas saat bencana. Selama penugasan peserta menanyakan langsung kepada fasilitator jika mengalami kesulitan dalam pengerjaan. Setelah sesi penugasan selesai, PKMK FK – KMK UGM menyampaian rencana tindak lanjut dari kegiatan ini.

kabelota 3

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Penugasan penyusunan dokumen HDP“

Penutup dan Rencana Tindak Lanjut

Kegiatan ini berjalan dengan baik, selanjutnya fasilitator lokal akan mendampingi rumah sakit dalam proses penyelesaikan dokumen Hospital Disaster Plan. Dalam mempermudah pendampingan ini, puskesmas membentuk tim penyusun dokumen dan membuat grup whatsApp.

Reporter : Happy R Pangaribuan

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

{/tabs}

 

Sinkronisasi Program 26 Oktober 2020

logo caritas

logo caritas

Kerangka Acuan Kegiatan

Sinkronisasi Program dengan Dinas Kesehatan Provinsi, Kabupaten/Kota Sulawesi Tengah

Perluasan Peningkatan Kapasitas Masyarakat melalui Penguatan Sistem dan Pemberdayaan dalam Menghadapi Bencana dan Krisis Kesehatan di Sulawesi Tengah


Pasca gempa, tsunami, dan likuifaksi di Palu, Sigi dan Donggala tercatat dari 49 Puskesmas ada sebanyak 9 puskesmas terkena dampak dengan rusak berat dan 12 puskesmas dengan rusak ringan. Selain itu terdapat 2 rumah sakit mengalami kerusakan berat dan 11 rumah sakit mengalami kerusakan ringan. Sebagai wilayah zona merah berpotensi bencana,banyak hal yang harus disiapkan untuk meningkatkan kapasitas sektor kesehatan dalam menghadapi bencana di Sulawesi Tengah.Pada tahun 2019-2020 pasca bencana (gempa, tsunami, dan likuifaksi)Sulawesi Tengah, PKMK FK-KMK UGM bekerja sama dengan Caritas Germany telah melakukan program pendampingan rutin dalam menguatkan sistem manajemen dan kapasitas SDM kesehatan Sulawesi Tengah. Fasilitas kesehatan yang menjadi sasaran program ini adalah Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah, Dinkes Kabupaten Sigi, RS Tora Belo dan Puskesmas Marawola.

Berdasarkan lesson learn dari program tersebut dan setelah melihat kebutuhan lanjutan dalam peningkatan kapasitas Sulawesi Tengah, maka PKMK FK-KMK UGM bekerja sama dengan Caritas Germany merencanakan perluasan program ini ke daerah lainnya di Sulawesi Tengah. Oleh karena itu, pada rapat evaluasi dan rencana tindak lanjut proyek antara PKMK FK-KMK UGM dan stakeholder di Sulawesi Tengah maka dilakukanlah sinkronisasi program dengan rencana aksi daerah bidang kesehatan sebagai berikut: Dinas Kesehatan Provinsi memperluas pendampingannya ke Kota Palu dan Kabupaten Donggala, serta pengembangan aplikasi akses kegawatdaruratan untuk masyarakat, dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di Sulawasi Tengah dalam pengaktifan pos klaster kesehatan. Perluasan program ini akan berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis keseahtan di Sulteng.

Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah tetap dilibatkan dan dikuatkan agar dapat memberikan pendampingan penguatan kapasitas penanganan bencana sektor kesehatan bagi 12 kabupaten/kota lainnya di Provinsi Sulawesi Tengah. Dalam pelaksanaan program ini juga akan melibatkan universitas lokal yaitu Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, dan Fakultas Kedokteran Universitas Al-Khairat. Harapannya universitas lokal mampu mendukung dan mendampingi pemerintah lokal dalam penanggulangan bencana. Pada kegiatan sinkronisasi ini PKMK FK-KMK UGM akan mensosialisasikan kegiatan-kegiatan dan tujuan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis kesehatan kepada Dinas Kesehatan Provinsi dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Sehingga tidak terjadi tumpang tindih program dengan program regional. Dengan demikian program ini akan sinkron dengan program bencana dan krisis kesehatan yang sedang berlangsung dan yang sudah direncanakan di daerah Sulawesi Tengah.

 

Tujuan

Mensosialisasikan kegiatan-kegiatan dan tujuan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis kesehatan kepada Dinas Kesehatan Provinsi dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.

Proses Kegiatan

Kegiatan ini dilakukan via virtual dimana PKMK FK-KMK UGM akan bersama-sama berdiskusi dan berkoordinasi untuk sinkronisasi program perluasan dengan program bencana dan krisis kesehatan yang sedang berlangsung dan yang sudah direncanakan di daerah Sulawesi Tengah

Peserta Kegiatan

Peserta kegiatan adalah bidang yang terlibat dalam penanganan bencana dan krisis kesehatan di Dinas Kesehatan dan :

  • Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah
  • UPT P2KT Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah
  • Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi
  • Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala
  • Dinas Kesehatan Kota Palu
  • Puskesmas Marawola

Output Kegiatan

Terdapat sinkronisasi program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat oleh PKMK FK-KMK UGM dengan program bencana dan krisis kesehatan yang sedang berlangsung dan yang sudah direncanakan di daerah Sulawesi Tengah

 

Jadwal dan Materi Kegiatan

Hari, tanggal : Senin, 26 Oktober 2020

Waktu : 13.00 – 14.00 WITA

Tempat : di tempat masing-masing peserta

 

Waktu Materi/Kegiatan Narasumber/Fasilitator
13.00 – 13.10 Pengantar PKMK FK-KMK UGM/Caritas Germany
13.10 – 13.30 Gambaran umum kegiatan dan tujuan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis Kesehatan di Sulawesi Tengah PKMK FK-KMK UGM
13.30 – 13.50 Dinkusi Sinkronisasi Program dengan Program terkait Bencana dan Krisis Kesehatan di Sulawesi Tengah PKMK FK-KMK UGM dan Dinas Kesehatan
13.50 – 14.00 Kesimpulan dan Rencana Tindak Lanjut PKMK FK-KMK UGM

 

Penutup

Demikian TOR kegiatan sinkronisasi program perluasan kapasitas masyarakat. Kegiatan ini menjadi awal proses kerja sama antara PKMK FK-KMK UGM dengan pemerintah daerah dan sektor kesehatan Sulawesi Tengah untuk mendukung keberlangsungan dan keberlanjutan program. Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM sebagai penyelenggara program akan berkomitmen demi tercapainya tujuan program dan Caritas Germany sebagai mitra penyelenggara program akan mendapatkan laporan rutin terkait keberlangsungan program.

Sinkronisasi Program dengan Fakultas Kedokteran – 26 Oktober 2020

logo caritas

logo caritas

Sinkronisasi Program dengan Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, dan Fakultas Kedookteran Universitas Al-Khairat

Perluasan Peningkatan Kapasitas Masyarakat melalui Penguatan Sistem dan Pemberdayaan dalam Menghadapi Bencana dan Krisis Kesehatan di Sulawesi Tengah

{tab title=”Kerangka Acuan Kegiatan” class=”blue”} 

Pasca gempa, tsunami, dan likuifaksi di Palu, Sigi dan Donggala tercatat dari 49 Puskesmas ada sebanyak 9 puskesmas terkena dampak dengan rusak berat dan 12 puskesmas dengan rusak ringan. Selain itu terdapat 2 rumah sakit mengalami kerusakan berat dan 11 rumah sakit mengalami kerusakan ringan. Sebagai wilayah zona merah berpotensi bencana,banyak hal yang harus disiapkan untuk meningkatkan kapasitas sektor kesehatan dalam menghadapi bencana di Sulawesi Tengah.Pada tahun 2019-2020 pasca bencana (gempa, tsunami, dan likuifaksi)Sulawesi Tengah, PKMK FK-KMK UGM bekerja sama dengan Caritas Germany telah melakukan program pendampingan rutin dalam menguatkan sistem manajemen dan kapasitas SDM kesehatan Sulawesi Tengah. Fasilitas kesehatan yang menjadi sasaran program ini adalah Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah, Dinkes Kabupaten Sigi, RS Tora Belo dan Puskesmas Marawola.

Berdasarkan lesson learn dari program tersebut dan setelah melihat kebutuhan lanjutan dalam peningkatan kapasitas Sulawesi Tengah, maka PKMK FK-KMK UGM bekerja sama dengan Caritas Germany merencanakan perluasan program ini ke daerah lainnya di Sulawesi Tengah. Oleh karena itu, pada rapat evaluasi dan rencana tindak lanjut proyek antara PKMK FK-KMK UGM dan stakeholder di Sulawesi Tengah maka dilakukanlah sinkronisasi program dengan rencana aksi daerah bidang kesehatan sebagai berikut: Dinas Kesehatan Provinsi memperluas pendampingannya ke Kota Palu dan Kabupaten Donggala, serta pengembangan aplikasi akses kegawatdaruratan untuk masyarakat, dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di Sulawasi Tengah dalam pengaktifan pos klaster kesehatan. Perluasan program ini akan berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis keseahtan di Sulteng.

Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah tetap dilibatkan dan dikuatkan agar dapat memberikan pendampingan penguatan kapasitas penanganan bencana sektor kesehatan bagi 12 kabupaten/kota lainnya di Provinsi Sulawesi Tengah. Dalam pelaksanaan program ini juga akan melibatkan universitas lokal yaitu Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, dan Fakultas Kedokteran Universitas Al-Khairat. Pada kegiatan sinkronisasi ini PKMK FK-KMK UGM akan mensosialisasikan kegiatan-kegiatan dan tujuan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis kesehatan kepada pihak universitas lokal. Harapannya universitas lokal mampu mendukung dan mendampingi pemerintah lokal dalam penanggulangan bencana.

 

Tujuan

Mensosialisasikan kegiatan-kegiatan dan tujuan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis kesehatan di Sulawesi Tengah.

 

Proses Kegiatan

Kegiatan ini dilakukan via virtual atau daring. PKMK FK-KMK UGM akan berdiskusi dan berkoordinasi dengan pihak universitas terkait program perluasan peningkatan pemberdayaan masyarakat sehingga universitas dapat berperan dalam pelaksanaan program tersebut.

 

Peserta Kegiatan

Peserta kegiatan adalah dosen/pengajar dan staff fakultas:

  1. Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
  2. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako
  3. Fakultas Kedokteran Universitas Al-Khairat

 

Output Kegiatan

Universitas lokal berperan dalam pelaksanaan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat serta bersedia mendukung dan mendampingi pemerintah lokal dalam penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di Sulawesi Tengah.

 

Jadwal dan Materi Kegiatan

Hari, tanggal : Senin, 26 Oktober 2020

Waktu : 14.30 – 15.30 WITA

Tempat : di tempat masing-masing peserta

 

Waktu Materi/Kegiatan Narasumber/Fasilitator
14.30 – 14.40 Pengantar PKMK FK-KMK UGM/Caritas Germany
14.40 – 15.00 Gambaran umum kegiatan dan tujuan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis Kesehatan di Sulawesi Tengah PKMK FK-KMK UGM
15.00 – 15.20 Diskusi Sinkronisasi Program dengan Peran Universitas

PKMK FK-KMK UGM

Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako

Fakultas Kedokteran Universitas Al-Khairat

15.20 – 15.30 Kesimpulan dan Rencana Tindak Lanjut PKMK FK-KMK UGM

 

Penutup

Demikian TOR kegiatan sinkronisasi program perluasan kapasitas masyarakat. Kegiatan ini menjadi awal proses kerja sama antara PKMK FK-KMK UGM universitas lokal untuk mendukung keberlangsungan dan keberlanjutan program. Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM sebagai penyelenggara program akan berkomitmen demi tercapainya tujuan program dan Caritas Germany sebagai mitra penyelenggara program akan mendapatkan laporan rutin terkait keberlangsungan program.

{tab title=”Reportase” class=”red”}

Reportase

Sinkronisasi Program dengan Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kabupaten/Kota, Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, dan Fakultas Kedokteran Universitas Al-Khairat

Senin, 26 Oktober 2020

enlarge sulsel h1

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Diskusi sikronisasi program dengan Dinas Kesehatan dan Pihak Universitas”

Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan kegiatan -kegiatan dan tujuan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis kesehatan kepada Dinas Kesehatan dan Universitas. Kegiatan dilakukan via virtual dimana PKMK FK – KMK UGM bersama – sama berdiskusi dan berkoordinasi untuk sinkronisasi program perluasan dengan program bencana dan krisis kesehatan yang sedang berlangsung dan yang sudah direncanakan di daerah Sulawesi Tengah. Peserta kegiatan bersasal dari Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah, Dinkes Kabupaten Sigi, Dinkes Kota Palu, Dinkes Kabupaten Donggala, Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, dan Fakultas Kedokteran Universitas Al-Khairat.

Gambaran umum proyek disampaikan oleh Madelina Ariani, MPH sebagai perwakilan tim dari PKMK FK – KMK UGM. Proyek yang dilakukan oleh PKMK FK – KMK UGM bekerja sama dengan Caritas Germany dan ini merupakan lanjutan dari kerja sama tahun lalu. Kegiatan proyek ini belangsung selama 12 bulan terhitung sejak 1 Oktober 2020 – 30 September 2021. Tujuan umum proyek untuk memperluas dan meningkatkan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis kesehatan di Sulawesi Tengah. Tujuan khusus proyek : (1) meningkatkan kemampuan Dinas Kesehatan dan perguruan tinggi untuk mendampingi kabupaten/kota di Sulawesi Tengah dalam menyusun perencanaan penanggulangan bencana bidang kesehatan; (2) meningkatkan kapasitas sistem manajemen penanggulangan bencana alam dan non Alam (pandemi) di Kota Palu dan Kabupaten Donggala; (3) meningkatkan kesiapsiagaan dan pemberdayaan masyarakat untuk adaptasi kebiasaan baru dan penanganan bencana alam di masa pandemi; dan (4) monitoring, evaluasi dan diseminasi pembelajaran kegiatan ke daerah lainnya.

Banyak kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan tesebut. Tentu proses penyelenggaran kegiatan ini membutuhkan kerja sama dan keterlibatan dari dinas kesehatan dan universitas. Kegiatan Training of Trainer (TOT) terkait dengan penyusunan rencana penanggulangan bencana dan krisis kesehatan akan diikuti oleh dinas kesehatan dan universitas. Kegiatan pelatihan penyusunan dinkes disaster plan dan pelatihan aktivasi klaster kesehatan akan diikuti oleh Dinkes Kota Palu dan Dinkes Kab. Donggala. Pelatihan Hospital Disaster Plan akan diikuti oleh RS Kab. Donggala dan Kota Palu. Kegiatan Pelatihan Puskesmas Disaster Plan akan diikuti oleh Puskesmas Tompe dan Puskesmas Sangurara. Kegiatan lainnya adalah terkait layanan pre hospital PSC 119 untuk UPT P2KT Dinkes Prov. Sulteng, pelatihan family disaster plan untuk Puskesmas Marawola dan kegiatan untuk edukasi masyarakat.

Diskusi

enlarge sulsel h1 1

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Sesi Diskusi”

dr Lutfiah (Kabid P2) dari Dinkes Kota Palu menyambut baik seluruh kegiatan. Jika membutuhkan budgeting tambahan dari Dinkes akan dikoordinasikan kepada Kepala Dinkes, karena rencana kegiatan ini akan sangat membantu dinkes dalam manajemen bencana sektor kesehatan. Setelah ada pandemi COVID-19 terjadi perubahan RAB, banyak dana tersedot kesana, semua anggaran berubah 70%. Selanjutnya Alfina A.Deu Kepala UPT P2KT Dinkes Sulteng menyatakan pelatihan – pelatihan dalam kegiatan ini berkesinambungan. Sekarang yang perlu diperhatikan adalah bagaimana memperkuat klaster kesehatan. Harapannya PKMK FK – KMK UGM membantu advokasi pimpinan untuk implementasi kegiatan bencana dan krisis kesehatan. Bagaimana klaster kesehatan ini berperan aktif ketika terjadi krisis kesehatan. Selanjutnya penguatan sub klaster kesehatan. Pihak universitas juga sangat menyambut baik semua rangkaian kegiatan dan bersedia terlibat aktif dalam implementasi kegiatan.

Reporter : Happy R Pangaribuan
Div. Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

{/tabs}