Kronologi Banjir di Kab. Hulu Sungai Tengah, Prov. Kalimantan Selatan

Kronologis :
• Akibat hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Rabu, 13 Januari 2021, Pukul 23.00 WITA

Update : Jum’at, 15 Januari 2021 Pukul. 08.10 WIB

Lokasi :
• Kec. Barabai
• Kec. Hantakan
• Kec. Batu Benawa
• Kec. Batang Alai Selatan
• Kec. Batang Alai Utara
• Kec. Pandawan

Korban Jiwa :
• Terdapat korban mengungsi (Pendataan)
• ±10.000 Jiwa terdampak

Kerugian Materil :
• ±10.000 unit rumah terdampak
• TMA ± 50 – 200 cm

Upaya :
• TRC BPBD Kab. Hulu Sungai Tengah melakukan kaji cepat, berkoordinasi dengan instansi terkait dan bersama tim gabungan melakukan evakuasi korban
• BPBD bersama Dinsos telah membuka dapur umum

Kondisi Mutakhir :
• Bupati menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir TMT 14 – 21 Januari 2021
• Pkl. 08.30 WIB Hujan intensitas ringan-sedang
• Banjir masih bertahan

Kebutuhan Mendesak :
• Logistik Pangan/Non Pangan
• Family Kits
• Perlengkapan Bayi
 
Sumber :
• Kalak BPBD dan Pusdalops BPBD Kab. Hulu Sungai Tengah

Diinformasikan Oleh :
PUSDALOPS-PB BNPB
Nomor Pengaduan / Call Center : 117 (Bebas Pulsa)
Instagram : pusdalops_bnpb
Twitter : @Bnpbpusdalops

GEMPABUMI TEKTONIK M 6,2 MENGGUNCANG MAJENE, TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI

Kejadian dan Parameter Gempabumi:
Hari Jumat, 15 Januari 2021 pukul 01.28.17 WIB wilayah Majene diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki magnitudo  M=6,2. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 2,98 LS dan 118,94 BT , atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 6 km arah TimurLaut Majene, Sulawesi Barat pada kedalaman 10 km.

Jenis dan Mekanisme Gempabumi:
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik ( thrust fault ).  

Dampak Gempabumi:
Guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Majene, Mamuju IV-V MMI ( Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun ), Palu, Mamuju Tengah, Mamuju Utara dan Mamasa III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu ). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.
Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI.

Gempa Pendahuluan:
Sebelum gempa utama, Pada pukul 01.25 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukan 1 aktifitas gempabumi pendahuluan ( foreshock ) dengan magnitudo M=3,1.

Gempabumi Susulan:
Hingga hari Jumat, 15 Januari 2021 pukul 02.20 WIB, Hasil monitoring BMKG menunjukkan 6 aktivitas gempabumi susulan ( aftershock ) dengan magnitudo maksimum M=4,1. Gempabumi ini masih merupakan rangkaian gempabumi pada tanggal 14 Januari 2021 Pukul 13.35 WIB dengan magnitudo M=5,9.

Rekomendasi:
Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah.

Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.*  

Jakarta, 15 Januari 2021
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG
BAMBANG SETIYO PRAYITNO, M.Si

Jakarta Butuh Sekitar 16 Juta Dosis Vaksin Covid-19 agar Tercipta Herd Immunity

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, Pemprov DKI Jakarta kebagian vaksin Sinovac untuk pelaksanaan vaksinasi tahap awal.

“Saat ini yang sudah sampai di Jakarta adalah jenis yang Sinovac,” kata Widyastuti dalam keterangan video YouTube Pemprov DKI Jakarta, Rabu (13/1/2021).

Dia mengatakan, setiap penerima akan mendapat dua dosis vaksi. Setelah dosis pertama diberikan, dua minggu kembali disuntikan dosis kedua.

“Jadi, satu orang dengan jenis vaksin Sinovac akan mendapatkan dua kali suntikan,” kata Widyastuti.

Sedangkan untuk target herd immuity atau kekebalan kelompok, lanjut Widyastuti, sebanyak 7,9 juta orang di Jakarta harus menerima vaksinasi Covid-19.

DKI Jakarta membutuhkan antara 15 juta-16 juta dosis vaksin agar terciptanya herd immunity.

“Kalau semua nanti memakai vaksin Sinovac dengan dua dosis, berarti ada sekitar 15-16 juta dosis yang dibutuhkan di DKI Jakarta,” kata dia.

Adapun untuk kegiatan vaksinasi tahap awal akan dilaksanakan di 453 fasilitas kesehatan DKI Jakarta dengan jumlah dosis vaksin yang sudah diterima sebanyak 39.200 vaksin.

Untuk tahap awal direncanakan disuntikan kepada 119.145 orang yang diprioritaskan kepada tenaga kesehatan di DKI Jakarta.

Kegiatan vaksinasi akan dimulai pada Jumat (15/1/2021). Jadwal tersebut mundur satu hari karena pertimbangan banyak tokoh masyarakat yang akan divaksin menjalani ibadah puasa pada hari Kamis, sehingga dilakukan pada hari Jumat.

Sementara itu, pandemi Covid-19 di Ibu Kota semakin memburuk. Data Pemprov DKI, ada penambahan 3.476 kasus baru Covid-19 pada Rabu kemarin.

Jumlah itu diperoleh dari hasil tes pada Rabu dengan hasil 2.877 kasus, serta tambahan 599 kasus dari satu rumah sakit BUMN selama tujuh hari terakhir yang baru dilaporkan.

Angka kasus baru tersebut merupakan yang tertinggi sejak awal pandemi pada Maret 2020.

Dengan penambahan tersebut, akumulasi kasus Covid-19 di Ibu Kota jadi sebanyak 214.728 kasus.

Saat ini, kasus aktif atau pasien yang masih dirawat atau menjalani isolasi mandiri mencapai 19.459 orang.

Sebanyak 191.635 orang telah dinyatakan sembuh dengan tingkat kesembuhan 89,2 persen.

Sementara 3.634 orang dilaporkan meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,7 persen.

Kemudian untuk persentase kasus positif atau positivity rate selama sepekan terakhir di Jakarta sebesar 15,1 persen.

Sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 9,3 persen.

Standar persentase kasus positif menurut Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) tidak lebih dari 5 persen.

15 Juta Dosis Vaksin Sinovac Mendarat Lagi di RI

Jakarta

Sebanyak 15 juta dosis vaksin COVID-19 dari Sinovac mendarat hari ini. Vaksin ini diangkut dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia.

“Baru saja kami bersama dengan Bapak Menteri Agama dan Dirut Garuda meninjau proses unloading vaksin Sinovac yang baru saja tiba Tanah Air dengan jumlah sebanyak 15 juta dosis,” kata Kepala BNPB Doni Monardo, Selasa (12/1/2020).

Doni mengatakan, vaksin ini merupakan tahap ketiga. Pemerintah terus menambah vaksin untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.”Tentunya kita harus bersyukur karena untuk tahap ketiga ini pemerintah telah mendatangkan vaksin untuk menambah jumlah vaksin yang nantinya akan diberikan kepada masyarakat,” katanya.

Namun sebagaimana pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Doni menuturkan, masyarakat mesti tetap menjalankan protokol kesehatan kendati sudah ada vaksin.

“Vaksin harus diimbangi dengan kepatuhan kepada protokol kesehatan,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan 15 juta bahan baku vaksin Corona akan tiba hari ini. Vaksin tersebut akan diproses di Bio Farma. Nantinya, vaksin yang jadi sekitar 12 juta vaksin.

“15 juta bahan baku vaksin akan datang insyaallah besok (hari ini), dari Sinovac ini akan bisa diproses Bio Farma dalam jangka waktu satu bulan. Sehingga, nanti di awal Februari kita sudah punya 12 juta vaksin jadi dari 15 juta bahan baku ini,” kata Budi dalam teleconference, Senin kemarin (11/1/2021).

Dia mengatakan, Indonesia juga akan mendapat vaksin dari kerja sama multilateral dengan Global Alliance for Vaccine and Immunization (GAVI). Budi belum menyampaikan secara rinci berapa vaksin yang akan didapat.

Namun, vaksin Corona yang diberikan kemungkinan minimal 54 juta dosis dan maksimal 108 juta dosis.

“Ada berita baik juga disampaikan Ibu Menlu kerja sama multilateral dengan GAVI juga kelihatannya akan menghasilkan putusan yang baik diharapkan bahwa minimal 54 juta dosis, maksimal bisa menjadi 108 juta vaksin gratis bisa kita dapatkan dari GAVI,” paparnya.

Perlu Tahu, Ini 4 Tahap Penyuntikan Vaksin COVID-19

Brebes – Puskesmas Tanjung Brebes, Jawa Tengah, Senin (11/1/2021) melaksanakan simulasi pemberian vaksin kepada para tenaga medis. Simulasi ini bertujuan agar vaksinasi corona ini berjalan sesuai standar yang ditetapkan.

Simulasi ini bertujuan memberikan pembekalan teknis kepada tenaga kesehatan menjelang pelaksanaan vaksinasi corona dalam waktu dekat ini. Mengingat ada berbagai tahapan dan syarat sebelum orang diberikan suntikan vaksin.

“Karena ini sesuatu yang baru saya berharap semua tenaga kesehatan tahu dan paham (mekanisme vaksin corona) sehingga bisa terlaksana dengan baik. Tadi sudah disimulasikan dari awal sampai akhir,” kata Kepala Puskesmas Tanjung, drg Adhi Supriadi kepada wartawan usai menggelar simulasi di kantornya.

Dengan pengetahuan yang dimiliki, petugas kesehatan nantinya bisa memberikan sosialisasi kepada masryarakat, terutama mereka yang masih ragu. Mereka harus bisa meyakinkan masyarakat bahwa vaksin ini akan melindungi diri dan orang lain dari penularan virus COVID-19.

“Mereka (nakes) harus bisa memberikan pemahaman soal vaksin ini. Bahwa vaksin corona akan melindungi diri dan orang lain. Ini terutama bagi yang masih ragu. Harapan kami tidak ada lagi yang takut maupun ragu,”ujar Adhi berharap.

Diteruskan Adhi, vaksinasi dilakukan sebanyak dua kali secara bertahap dalam waktu 14 hari. Proses pemberian vaksin pun tidak sama dengan vaksin lain, karena harus melalui empat tahapan.

“Setiap orang yang akan divaksin istilahnya harus melalui empat pos. Mereka akan diperiksa dan skrining sebelum disuntik,” terangnya.

Tahapan pertama, orang yang akan disuntik vaksin harus lolos verifikasi pendaftaran melalui aplikasi ‘Peduli Lindungi’. Kemudian ke pos dua untuk skrining dan anamnase. Di pos ini calon penerima vaksin akan diperiksa secara detail termasuk ada tidaknya penyakit penyerta (comorbid).

“Pos dua ini akan diberikan pertanyaan sebanyak 16 item termasuk ada tidaknya penyakit bawaan. Jika ada satu saja item yang tidak sesuai syarat, maka dia tidak boleh menerima vaksin,” ungkap Adhi.

Jika lolos di pos dua, maka tahapan berikutnya adalah pemberian vaksin corona yang berada di pos tiga. Usai disuntik, penerima vaksin akan menjalani masa observasi selama 30 menit di pos empat. Observasi ini untuk melihat gejala klinis yang muncul setelah pemberian vaksin atau KIPI (Kejadin Ikutan Pasca Imunisasi).

“Selama masa observasi ini, akan dipantau gejala klinis yang muncul pasca pemberian vaksin. Jika timbul efek samping dari vaksin berupa gejala klinis akan dimasukkan ke kamar KIPI,” sambungnya.

Kepala Puskesmas Tanjung ini menegaskan, efek samping yang muncul atau KIPI tidak membahayakan. Biasanya gejala yang muncul adalah faktor alergi seperti vaksin vaksin lain.

“Kita juga sudah praktikkan dalam simulasi bila muncul KIPI setelah disuntik. Biasanya karena alergi seperti vaksin lain. Ini bisa ditangani oleh petugas,” imbuhnya menandaskan.

Karena harus melalui empat prosedur, pelaksanaan vaksin ini akan memakan waktu 45 sampai 50 menit tiap orang. Sehingga nanti diperkirkan dalam sehari tiap puskesmas hanya bisa menyuntik 10 sampai 15 orang.

Program vaksin corona dimulai, pahami efek samping pasca vaksinasi

KONTAN.CO.ID – Jakarta. Pemerintah mulai menjalankan program vaksinasi virus corona hari ini, Rabu (13/1/2021). Suntik vaksin virus corona akan menimbulkan efek samping bagi tubuh. Namun, efek samping vaksin virus corona tersebut hanya bersifat ringan dan sedang.

Untuk pertama kali, vaksin virus corona akan disuntikkan kepada Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Selanjutkan vaksin virus corona diberikan kepada tenaga medis yang menangani Covid-19.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah merilis izin penggunaan darurat vaksin virus corona alias izin emergeny Use Authorization atau EUA atas vaksin Sinovac, China dan Bio Farma.

Vaksin virus corona asal China Sinovac kini bernama CoronaVac. Pasca mengantongi izin darurat  EUA ini , vaksin virus corona Sinovac atau CoronaVac ini bisa beredar dan digunakan.

Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito dalam konferensi pers secara virtual, Senin (11/1) menjelaskan, berdasarkan data interim hasil uji klinis III di Bandung, “Hasil efficacy uji klinis di Bandung 65,30 persen,” kata Kepala BPOM Penny, Senin (11/1).

Selengkapnya

Suntik vaksin Covid-19 dimulai, tolak vaksinasi dihukum 1 tahun & denda Rp 100 juta

ONTAN.CO.ID – Jakarta. Pemerintah akan mulai menjalankan program suntik vaksin Covid-19 hari ini, Rabu (13/1/2021). Semua orang yang mendapat notifikasi suntikan vaksin Covid-19 harus patuh. Orang yang menolak vaksin Covid-19 akan mendapat hukum penjara dan denda hingga Rp 100 juta.

Program vaksinasi Covid-19 di Indonesia akan diawali dengan penyuntikan kepada Presiden Joko Widodo. Selanjutnya, vaksin Covid-19 akan disuntikkan secara bertahap kepada tenaga medis, pejabat publik hingga tokoh agama.

Suntik vaksin Covid-19 kepada tenaga medis, baik dokter dan perawat ditargetkan kelar hingga April 2021. Suntik vaksin Covid-19 gratis, tanpa biaya.

Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) Prof Edward OS Hiariej menegaskan, mengacu pada Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan,  setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan atau menghalangi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan bisa dipidana.

“Yakni penjara paling lama satu tahun atau denda maksimal Rp 100 juta,” ungkap Wamenkum dalam ‘Webinar Nasional: Kajian Hukum, Kewajiban Warga Negara Mengikuti Vaksinasi’ yang diselenggaran PB IDI, Senin (11/1).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga menyebut, setiap penerima SMS vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes, hukumnya wajib. Menolak vaksin Covid-19 bakal menghadapi konsekuensi hukum sesuai UU Kekarantinaan kesehatan.

Lebih lanjut Wamenkum menjelaskan dalam  UU Kekarantinaan Kesehatan tersebut, ada kewajiban-kewajiban yang harus dilakukan warga negara ketika masa wabah, salah satunya mengikuti vaksinasi.

“Ketika kita mengatakan vaksinasi ini kewajiban maka secara mekanisme maka jika ada warga negara tidak mau divaksin bisa kena sanksi pidana. Bisa denda, bisa penjara, bisa juga kedua-duanya,” tuturnya.

Sanksi lain dalam UU tersebut juga mengancam seperti tidak memakai masker, tidak menjaga jarak, pengambilan paksa jenazah COVID-19, lalu menghalangi pemakaman jenazah COVID-19, termasuk di dalamnya orang yang menolak untuk dilakukan vaksin terhadap dirinya.

Hanya, sanksi dalam UU ini adalah langkah terakhir saat sarana penegakan hukum lain tidak berfungsi. Termasuk sosialisasi dari tenaga kesehatan, dokter, para medis termasuk di dalamnya rekan-rekan IDI ini amat sangat penting,” jelas Wamenkum.

“Untuk menciptakan kesadaran masyarakat, dari sisi medis vaksin itu bisa bermanfaat bagi kesehatan dan sebagainya. Kalau sudah ada kesadaran, tanpa upaya paksa dalam konteks penegakan hukum dan pidana tidak perlu lagi diberikan,” ujar dia.

Ingat, suntik vaksin virus corona penting untuk mengurangi penyebaran Covid-19. Namun, meski sudah mendapat suntikan vaksin Covid-19, protokol kesehatan 3M, yakni menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak harus tetap dilakukan.

Terima Sertifikasi Halal Vaksin Covid-19, Bio Farma: Kehalalan Jadi Isu Utama di Negara Kita

JAKARTA, KOMPAS.com – Direktur Utama PT Bio Farma Persero Honesti Basyir mengatakan, kondisi pandemi Covid-19 memberikan suatu pelajaran yang sangat berharga bagi semua pihak.

Kolaborasi dari semua pihak, kata Honesti, diperlukan untuk bahu-membahu keluar dari permasalahan pandemi tersebut.

Honesti berujar, pada saat melaporkan progress pengambangan vaksin kepada Presiden Joko Widodo, Menteri BUMN, dan Menteri Kesehatan, satu kata yang tidak pernah lupa dari mereka adalah tentang kehalalan.

“Karena memang masalah kehalalan ini juga menjadi isu utama di negara kita ini,” kata Honesti dalam Penyerahan Sertifikat Halal Vaksin Covid-19, Rabu (13/1/2021).

“Karena memang di Indonesia itu yang namanya vaksin itu harus bisa memberikan faktor safety-nya harus ada, khasiatnya harus ada, mutunya harus ada dan halal,” ucap dia.

Belajar dari pengalaman bagaimana tidak optimalnya program vaksinasi Rubella tahun 2018, juga menjadi pelajaran berharga untuk Bio Farma melakukan proses kehalalan.

“Kami sangat mengerti kondisi yang terjadi, sehingga memang kita lakukan proses ini dengan seksama dan Alhamdulillah dengan semua support dari Kementerian Agama dan MUI pada hari ini kita bisa mendapatkan sertifikasi tersebut,” ucap Honesti.

Lebih jauh Honesti mengatakan, sebelum menerima sertifikasi halal tersebut, ia melaporkan kepada Menteri dan Wakil Menteri BUMN serta Menteri Kesehatan.

Mereka, kata Honesti tidak bisa hadir karena mendampingi presiden Joko Widodo di Istana Negara untuk dilakukan Vaksin.

“Salam dari bapak-bapak tersebut karena pada hari ini mereka juga hadir di Istana bersama juga dengan Pak Menteri Agama,” ucap Honesti.

Cerita Dokter yang Suntikkan Vaksin Covid-19 untuk Jokowi, Sempat Gemetar di Awal

JAKARTA, KOMPAS.com – Wakil Dokter Kepresidenan dr Abdul Muthalib menjadi orang yang menyuntikkan vaksin Covid-19 untuk Presiden Joko Widodo.

Acara penyuntikan vaksin Covid-19 perdana itu berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (13/1/2021).

Ia mengatakan sempat merasa deg-degan sebelum menyuntikkan vaksin Covid-19 buatan Sinovac ke dalam tubuh orang nomor satu di republik ini.

“Menyuntik orang pertama di Indonesia tentunya ada rasa gugup,” kata Abdul Muthalib usai penyuntikan.

Namun, saat memulai penyuntikan, ia merasa tenang kembali dan dapat mengendalikan rasa gugup yang melanda sebelumnya.

Penyuntikan vaksin Covid-19 untuk Presiden Jokowi berjalan lancar dan tanpa rasa sakit. Bahkan, Abdul Muthalib mengatakan tak ada pendarahan di bekas suntikan Presiden Jokowi. 

“Pada waktu menyuntikkannya tidak masalah. Tidak gemetaran lagi waktu menyuntikkannya. Pertamanya saja agak gemetaran,” kata Abdul Muthalib.

“Semua berjalan baik dan lancar, enggak ada masalah. Bahkan tidak ada pendarahan sama sekali di bekas suntikannya. Sekarang masih menunggu 30 menit ke depan,” tutur Abdul Muthalib.