Tim Kesehatan UGM Peduli Banjir Jakarta Berpulang ke Jogjakarta

h7-1

Senin, 28 Januari 2013

Saatnya tim berpulang ke Jogjakarta. Bantuan baik pelayanan kesehatan dan bantuan medis harapannya dapat bermanfaat bagi warga dan pengungsi banjir Jakarta. Banjir Jakarta memang belum mengering tetapi interaksi tim dan warga telah memberikan sebuah pelajaran yang berharga. Pelajaran mengenai kebersamaan dan tolong-menolong. Sebagaimana sebuah tubuh, ketika satu anggota tubuh merasa sakit maka seluruh tubuh akan meresakan sakitnya juga. Kali ini Jakarta yang mengalami Banjir dan UGM sebagai anggota tubuh lainnya merasakan hal yang sama dan peduli untuk membantu meringankan. Terimakasih kepada anggota Tim Kesehatan UGM Peduli Banjir Jakarta.

TIM UGM 1

h7-1
h7-2 h7-3 h7-4 h7-5

TIM 2 UGM

h7-6
h7-7 h7-8 h7-9 h7-10


Lihat reportase hari lainnya

hari-1   h4
h5 h6


Rekomendasi Tanggapdarurat Bencana Kedepannya

h6-1

Minggu, 27 Januari 2013

h6-1

Sepekan Tim Kesehatan berada di Jakarta untuk membantu korban dan pengungsian bencana banjir.Kerjasama yang baik antara Tim Kesehatan UGM dan kementrian kesehatan serta tim penanggulangan bencana lainnya telah dirasakan oleh warga dan pengungsi banjir. Terdapat permasalahan yang dirasakan oleh tim selama bertugas seperti koordinasi dan  komunikasi antar tim,  kurangnya peta wilayah dalam tanggapdarurat bencana, transportasi (traffic jump) dan  kendaraan operasional yang  kurang, serta kelengkapan peralatan tim yang masih harus dilengkapi.
Permasalahan dan kekurangan yang dirasakan saat ini harapannya dapat memberikan masukan bagi kegiatan selanjutnya, adapun usulan yang direkomendasikan tim adalah:

  1. Perlu diadakan suatu GIAT PELATIHAN SIMULASI BENCANA yang kontinu dan terintegrasi dalam setahun
  2. Mapping daerah bencana mutlak harus dimiliki Tim
  3. Mempunyai mobil operasional yang multiguna yang dapat sewaktu-waktu ada bencana siap dioperasikan
  4. Tim perlu dibekali peralatan sepeti: GPS, telephone satelit, Handy Talk (HT), dan adanya personal Kit yg standar.

h6-2


Lihar reportase hari lainnya:

hari-1   h4
h5  h7

10 Penyakit Terbanyak Hasil Pendataan Tim Kesehatan UGM

h5-1

Sabtu, 26 Januari 2013

h5-1

Tepat pukul 11.00 WIB Tim Kesehatan UGM Peduli Banjir Jakarta kembali mendatangi dua posko pengungsian yang kemarin telah didatangi, yaitu Pos Elektro dan Pos Jalan Marlina. Dua lokasi ini masih tergenangi banjir hingga saat ini dan warga masih membutuhkan bantuan.

Hingga pukul 15.00 WIB, tim kesehatan melakukan pelayanan kesehatan kepada 186 orang pengungsian. 10 Penyakit terbanyak meliputi ISPA, dermatitis, gastro enteritis akut, myalgia, common cold, faringitis akut, tinea pedis, febris, TTH, dan cephalgia. Hingga saat ini, ISPA masih menjadi keluhan utama warga dan pengungsi.

h5-2


Lihar reportase hari lainnya:

hari-1   h4
 h6 h7

Persiapkan Pos Pelayanan : Tim Kesehatan Bekerjasama dengan Warga

h4-1

Jumat,  25 Januari 2013

h4-1Hari ini, Tim Kesehatan UGM Peduli Banjir Jakarta melakukan pelayanan kesehatan di tiga titik pengungsian. Tim mempersiapkan segala keperluan, transportasi menuju lokasi dengan parahu karet, dan membawa logistik untuk pengobatan. Tim mulai bergerak pukul 11.30 pagi.

 

 

 

Posko Pabrik Baja, posko Elektro, dan Jalan Marlina menjadi sasaran pelayanan kesehatan hari ini. Diketahui dari hasil tim assessment bahwa di lokasi pengungsian ini terjadi kesulitan untuk mendapatkan air bersih sehingga hari ini akan didatangkan pula tim mobil pompa air.

h4-2

h4-3

h4-4

Total pengungsi yang diberikan pelayanan kesehatan hari sebanyak 460 orang. Dimana penyakit yang dikeluhkan tidak jauh berbeda dengan lokasi pengungsian hari-hari sebelumnya. ISPA masih menjadi keluhan yang utama. Namun, hari ini tim kesehatan merujuk 1 bayi yang lahir prematur dengan Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) dan dehidrasi berat. Selain melakukan pengobatan, tim kesehatan juga melakukan promosi kesehatan seperti mencuci tangan yang baik dan benar, yang terlihat pada dokumentasi dibawah ini.

h4-5


Lihar reportase hari lainnya:

hari-1  
h5 h6 h7

Flood plan needed to stem tide

grafton levee

NOW the hue and cry from the flooding has died down and the recovery processes are in train in Bundaberg and elsewhere, the debate has shifted to the question of what should be done to alleviate Queensland’s flood problem.

Continue reading

Pengaruh “Perubahan Iklim (Climate Change)” pada Manajemen Bencana dan Dampaknya di Sektor Kesehatan

Dalam rangka Annual Scientific Meeting (ASM) 2013
Fakultas Kedokteran UGM
Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan  FK UGM

Menyelenggarakan Semiloka mengenai:

Pengaruh “Perubahan Iklim (Climate Change)” pada Manajemen Bencana
dan Dampaknya di Sektor Kesehatan

Dengan kasus
Penanggulangan Bencana Banjir di Jakarta

Tempat: Gd. Program Pasca Sarjana FK UGM Lantai 2
Rabu, 6 Maret 2013

Pengantar

Kata Bencana sudah sangat  tidak asing bagi semua orang  dan  sudah memahami apa, bagaimana serta dari mana asal terjadinya bencana. Saat ini muncul kata baru  yaitu “Perubahan Iklim (Climate Change)”  yang pada sebagian negara ini bukan hal yang baru. Perubahan iklim atau Climate Change saat ini sedang menjadi perhatian banyak negara. Sejak 2007 negara-negara di dunia bertemu dan merumuskan perjanjian untuk memperlambat dan mengambil tindakan terhadap dampak Climate Change. Climate Change berdampak kepada sistem kehidupan, termasuk sosial ekonomi, pertanian hingga kesehatan. Bencana yang terjadi akhir-akhir ini berkaitan dengan Climate Change antaralain kekeringan dan banjir besar yang berkepanjangan. Terjadinya Climate Change tidak terlepas dari Global Warming yang ditandai dengan meningkatnya suhu bumi mempengaruhi pola curah hujan, badai, dan kekeringan. Dilaporkan oleh The Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) bahwa iklim bumi semakin panas. Jika tidak diambil tindakan pencegahan segera maka Climate Change akan berdampak serius bagi masyarakat dunia. 

Pemahaman terhadap bencana selama ini adalah bahwa bencana diakibatkan oleh alam dan perbuatan manusia. Berbeda dengan  “ Perubahan Iklim (Climate Change)”  bahwa situasinya terjadi akibat alam tetapi dampak yang terjadi berikutnya dapat  akibat perbuatan manusia yang kurang disiplin dalam menjaga lingkungan sehingga perubahan iklim yang dianggap biasa menjadi tidak biasa karena bisa mengakibatkan bencana. Perubahan iklim yang bagi sebagian masyarakat di Jakarta merupakan hal yang biasa, tetapi tanpa disadari ternyata situasi kali ini menjadi situasi yang tidak biasa karena mengakibatkan banjir dimana-mana. Bencana banjir yang terjadi dikarenakan   belum adanya kepedulian masyarakat terhadap lingkunganya baik dalam pembuangan sampah sampai kepada pembangunan yang tidak  pada tempatnya. Ini sangat memprihatinkan jika  terus dibiarkan. Karena itu sangat penting memahami bagaimana perubahan iklim yang terjadi saat ini di Indonesia dan apa yang harus dilakukan dalam mengatasinya agar tidak menjadi satu kejadian bencana yang  mengakibatkan penderitaan terhadap masyarakat.

Sudah saatnya pemahaman mengenai hal ini disebarkan ke seluruh masyarakat. Berbagai kejadian seperti banjir, angin ribut, kebakaran hutan di musim kemarau, kekeringan, sampai perubahan pola penyebaran penyakit sedikit banyak terkait dengan Climate Change. Banjir Jakarta yang terjadi awal tahun ini berkaitan dengan dampak  Climate Change dimana curah hujan melimpah dalam waktu yang lama. Hal ini berdampak pada peningkatan kejadian penyakit perut karena terkait penyediaan sumber air dan minimnya air bersih ketika bencana banjir. Selain itu, WHO (2004) melaporkan bahwa terdapat sejumlah penyakit yang meningkat prevalensinya akibat dampak perubahan iklim antara lain, malaria, demam berdarah dengue, chikungunya, dan penyakit lain yang ditularkan melalui rodent seperti leptospirosis. Pimpinan pemerintah diharapkan memahami tentang Climate Change dan mulai mengembangkan strategi untuk menghadapinya bersama masyarakat luas.  Sektor kesehatan sendiri juga berkontribusi secara signifikan terhadap emisi gas rumah kaca. Kesiapan sektor kesehatan untuk melakukan tindakan mitigasi dan adaptasi perlu dinilai dan dibangun.
Dampak bencana yang diakibatkan oleh perubahan iklim ini selain memahami mitigasi dan adaptasi, maka manajemen dalam penanggulangan bencana tetap berperan penting dalam menolong  masyarakat dan mengurangi dampak potensial pada kesehatan masyarakat serta penyebarannya.

Tujuan:

  • Meningkatkan pemahaman terhadap solusi adaptasi terhadap perubahan iklim dapat diimplementasikan di Indonesia dan Negara tropis pada umumnya.
  • Meningkatkan pemahaman terhadap peningkatan penyakit menular dan tidak menular akibat dari perubahan iklim.
  • Meningkatkan pemahaman pemerintah dalam mengatur kebijakan akibat dari perubahan iklim.
  •  Meningkatkan pemahaman pentingnya Manajemen Bencana dalam penanggulangan bencana.

Hasil yang diharapkan adalah:

  • Adanya pemahaman  terhadap akibat perubahan iklim  di sektor kesehatan.
  • Adanya inisiatif individual terhadap perubahan gaya hidup, mengurangi mengendarai kendaraan untuk hal yang kurang berguna serta pola konsumsi yang berbeda dengan melihat dampaknya terhadap lingkungan.
  • Adanya Koordinasi dan Komunikasi yang baik antara stakeholder terkait dalam Manajemen Bencana.

Jadwal Acara

Waktu

Kegiatan

Narasumber

08.00 – 08.30

Registrasi

 

08.30 – 09.00

Pembukaan

Dr Handoyo Pramusinto SpB BS

09.0    – 12.00

Sesi I :

  1. Dampak Perubahan Iklim terhadap kesehatan masyarakat pada kasus dinegara Swedia. (Impact from Climate Change on Human Health in Sweden)

 

  1. Perubahan iklim dan e Health: Strategi Mitigasi dan Adaptasi pada sektor Kesehatan. (Climate change and eHealth: a strategy for health sector mitigation and adaptation)

 

Diskusi dan tanya jawab

 

 

Pembicara:

  1. Dr Joacim Rocklöv (Public Health and Clinical Medicine, Umeå, Sweden)
  2. Dr Åsa Holmner (Dept. of Biomedical Engineering & Informatics. University Hospital of Northern Sweden. &. Umeå Centre for Global Health Research)

Pembahas:

  1. Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc, Ph.D (pakar manajemen kesehatan)
  2. Prof. Sudibyakto (pusat Study Bencana UGM dan Penasehat BNPB)

 Moderator: dr. Handoyo Pramusinto SpB BS

12.00 – 13.00

Lunch Break

 

13.00 – 14.30

Sesi II:

  1. Pengalaman Tim I Penanggulangan Bencana DERU UGM dalam Bencana banjir Jakarta untuk sektor kesehatan
  2. Pengalaman Tim II Penanggulangan Bencana UGM dalam Bencana banjir Jakarta

 Diskusi dan tanya jawab

Pembicara:

  1. Sri Setyorini, S.Kep ( PSIK)

      2. Dr Hanif Afkari( RS Sarjito)

 

Pembahas:

  1. Dr Handoyo Pramusinto, SpB BS
  2. Dr Hendro Wartatmo, SpB. KBD

 Moderator: Dr. Bella Donna

14.30 – 15.00

Coffee Break

 

15.00 – 16.00

Sosialisasi Pokja Bencana FK UGM

Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc, Ph.D

16.00 – 16.15

Penutup

Dr Handoyo Pramusinto SpB BS

Peserta Yang Diharapkan:

  1. Pimpinan dan Staf yang bertanggung jawab pada manajemen bencana di Rumah Sakit
  2. Pimpinan Instansi Pemerintah / Dinas Kesehatan
  3. Rumahsakit Pemerintah dan RS Swasta
  4. Pimpinan dan dosen Fakultas Kedokteran
  5. Dosen/ peneliti/ pemerhati bidang manajemen bencana
  6. Mahasiswa S1, S2  dan  S3

Biaya Pendaftaran:

Diharapkan peserta dapat mendaftarkan secara kelompok. Biaya pendaftaran adalah:

  • 1 orang Rp 250.000,-
  • 2 orang Rp 400.000,-
  • 3 orang Rp 500.000,-
  • 4 orang Rp 600.000,-

Fasilitas: Paket meeting dan dan sertifikat ber SKP-IDI

Biaya dapat ditransfer melalui:

Bank BNI atas nama :  PMPK FK UGM
No. Rekening : 0203024192

Duh, Kampung Pulo Banjir Lagi

Duh, Kampung Pulo Banjir Lagi JAKARTA – Wilayah bantaran Sungai Ciliwung di Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, kembali dilanda banjir setinggi dua meter atau sedada orang dewasa, Jumat (8/2/2013). Meski demikian, sebanyak 562 Kepala Keluarga atau sekitar 1.556 jiwa warga Kampung Pulo memilih tak mengungsi dan tetap bertahan di lantai dua rumahnya masing-masing.

Continue reading