Laporan Kegiatan Table Top Exercise (TTX) di Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi

sulteng 1

Laporan Kegiatan

Table Top Exercise (TTX)

di Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi

Provinsi Sulawesi Tengah

Sigi, 25 Februari 2020

sulteng 1

Pengantar

Table Top Exercise (TTX) dilaksanakan untuk menguji kemampuan teoritis dan manajemen (berdasarkan dokumen) petugas dinas kesehatan dalam menanggapi situasi bencana dirancanglah kegiatan. Tujuan TTX adalah agar Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi memahami tugas dan fungsi mereka saat bencana. Kemudian meninjau dan mendiskusikan kembali tindakan apa saja yang perlu ditambahkan dalam dokumen. Ke depan, dokumen ini diharapkan menjadi percontohan bagi kabupaten/kota lain dalam penyusunan dokumen rencana penanggulangan bencana sektor kesehatan baik dari dalam provinsi Sulawesi Tengah maupun provinsi lain di Indonesia.

 

Pelaksanaan

Table Top Exercise (TTX) Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi dilaksanakan pada hari Selasa (25/2/2020) di Dinas Kesehatan Sigi dengan jumlah peserta sebanyak 80 orang. Keseluruhan peserta berasal dari berbagai instansi antara lain :

  • Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah (UPT. Pusat Pelayanan Keselamatan Terpadu)
  • Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi
  • Dinas Sosial Kabupaten Sigi
  • BPBD Kabupaten Sigi
  • Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
  • Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat
  • Sejenakhening.com

sulteng 2

TTX Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi dimulai pada pukul 13.30 WITA dibuka oleh Karama, SE., M.Kes selaku kepala bidang SDMK Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi. Karama menyampaikan bercermin dari kejadian kemarin (gempa dan likuifikasi), Dinas Kesehatan Sigi sangat mengapresiasi adanya pendampingan oleh PKMK UGM dalam pembuatan dokumen rencana penanggulangan bencana ini.

sulteng 3

Pelaksanaan Table Top Exercise (TTX) Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi dibagi ke dalam 4 sesi. Sesi pertama bertujuan untuk menilai bagaimana Dinas Kesehatan Sigi (1) menerima dan memproses informasi kejadian bencana, (2) mengaktifkan klaster kesehatan, (3) manajemen relawan kesehatan/EMT. Sesi pertama berlangsung diskusi antara peserta dari Dinas Kesehatan Sigi dan Fasilitator UGM (dr. Bella Dona, M.Kes., dr. Sulanto, dan Sutono S.Kep., M.Kes) sedangkan tim universitas, BPBD, Dinsos, dan Sejenakhening masih sebagai Observer. Diskusi via telpon berlangsung dengan kepala seksi pelayanan kesehatan rujukan terkait alur rujukan pasien. Proses diskusi berjalan lancar dan dihadiri oleh masing – masing penanggung jawab subklaster kesehatan Dinas Kesehatan Sigi.

sulteng 4

Sesi kedua bertujuan untuk menilai: (1) Manajemen bantuan logistik kesehatan dan non kesehatan; (2) Pengaktifan sub – sub klaster kesehatan. Pada sesi kedua pelaksanaan TTX, membentuk kelompok – kelompok berdasarkan masalah yang timbul dalam subklaster kesehatan. Peserta dari Universitas Alkhairaat, Universitas Tadulako, dan Sejenakhening.com bergabung dengan tim subklaster Dinas Kesehatan Sigi sesuai dengan bidang dan keahliannya untuk membantu memecahkan masalah yang mungkin akan muncul saat bencana.

sulteng 5

Sesi ketiga bertujuan untuk menilai: (1) Pembuatan peta respon; (2) Manajemen pencatatan

Sesi keempat bertujuan untuk menilai: koordinasi lintas sektor. Pada sesi ini, terjadi simulasi kecil bagaimana Dinas Kesehatan Sigi berkoordinasi dengan lintas sektor. Koordinasi yang terjadi adalah komunikasi antara Dinas Kesehatan Sigi dengan BPBD Sigi dan Dinas Sosial Sigi. Bagaimana Dinas Kesehatan melaporkan data korban luka ringan, luka sedang, dan luka berat ke BPBD. Bagaimana pencatatan fasilitas kesehatan terdampak. Dan bagaimana koordinasi donasi obat dari relawan ke BPBD harus dengan sepengetahuan Dinas Kesehatan agar keamanan dan kelayakan obat terjaga. Hal – hal tersebut menjadi salah satu acuan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam penanganan bencana. Harapannya ke depan koordinasi lintas sektor menjadi lebih baik.

Reporter : Andi Tri Wangi

Reportase Webinar Gerak Cepat Rumah Sakit dalam Menghadapi COVID-19

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Webinar di Common Room Gedung Litbang FK-KMK UGM”

Reportase Webinar

Gerak Cepat Rumah Sakit dalam Menghadapi COVID-19

23 Maret 2020

 

Webinar ini diselenggarakan oleh PERSI dalam upaya peningkatan kesiapsiagaan rumah sakit dalam situasi COVID-19. Pada pembukaan ketua PERSI mengatakan dengan adanya back up dari KARS dan UGM, akan berusaha melakukan yang terbaik supaya rumah sakit mampu memberi pelayanan yang maksimal.

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Webinar di Common Room Gedung Litbang FK-KMK UGM”

Materi COVID-19 Support to Health Structure

Materi ini disampaikan oleh Daniel Von Rege dari Medecines Sans Frontier Indonesia (Dokter Lintas Batas – Internasional) dan dr. Chandra Sembiring dari Atlas Medical Pioneer FKUP. Sesi ini membahas langkah – langkah manajemen fasilitas kesehatan dalam epidemiologi lokal; The Infection Prevention and Control (IPC) dan kerentanan Coronaviridane terhadap penghalang/pelindung bahan kimia. Pemateri memulai dengan menampilkan siklus manajemen bencana mulai dari mitigasi, preparedness untuk mengurangi risiko bencana, respon, recovery dan rehabilitasi. Sesi ini akan melihat dari segi preparedness. Manajemen pada dasarnya sama dengan pengembangan Mass Casualty Plans dan Business Continuity Plans, kedua hal tersebut harus terkait.

Manajemen fasilitas menilai struktur dari rumah sakit yaitu struktur umum, staf, prosedur screening, alur (pasien, staf, dan pengunjung), prosedur IPC dan material. Struktur umum berkaitan dengan bangunan dan fasilitas yang ada di rumah sakit yang mendukung pencegahan penyebaran COVID-19. Penilaian kepada staff adalah apakah mereka sudah memiliki kompetensi untuk menangani COVID-19 ini mulai dari pemahaman untuk proteksi diri dan menyampaikan informasi bagi pasien. Prosedur skrining harus benar – benar dikuasai oleh staf dan isi kuesionar tidak mencantumkan berupa stigma yang membuat masyarakat menjadi takut. Alur untuk pasien, staf dan pengunjung ini perlu dibuat dengan jelas untuk meminimalkan perpindahan infeksi. Prosedur IPC akan mengurangi kemungkinan pajanan tak sengaja pada pasien infeksi sehingga menciptakan lingkungan yang aman untuk staf, pasien dan pengunjung.

Diskusi

KARS menyampaikan bahwa terkait fasilitas ini sudah ter – cover dalam Standar Akreditasi Rumah Sakit (SNARS). Saatnya rumah sakit membuktikan dan menerapkan panduan Hospital Disaster Plan (HDP) yang sudah dibuat dan lulus akreditasi, apakah dokumen tersebut sudah operasional. Triase adalah titik pertama yang dilakukan oleh rumah sakit dan organisasi profesi sudah menyusun SOP triase penanganan COVID-19 ini. Rumah sakit tidak boleh menolak pasien, paling tidak mampu melakukan screening sehingga bisa dilakukan pemisahan berdasarkan hasil screening.

23 3 2020 2

Rumah sakit akan menghadapi lonjakan pasien artinya penting untuk melihat konsep lonjakan (surge capacity) dan ini merupakan pengetahuan baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Ada dua pertanyaan menarik yang ditanyakan oleh UGM yaitu pertama jika memang rumah sakit tidak siap, apakah tetap bisa menerima pasien?. Kedua, apakah sudah ada program atau rencana desentralisasi dalam penanganan COVID-19 ini?. Menanggapi pertanyaan tersebut, rumah sakit harus menilai dan menganalisis kemampuan mereka dalam menghadapi COVID-19. Rumah sakit mampu melakukan apa dan tidak mampu melakukan apa. Setiap rumah sakit di daerah harus bertemu dan membicarakan kapasitasnya masing – masing sehingga bisa diatur sistem rujukan yang lebih terintegrasi. Penilaian ini sebaiknya tidak hanya dilakukan oleh internal rumah sakit saja karena bisa saja bias, namun difasilitasi oleh dinas kesehatan dan PERSI daerah. Gerak cepat rumah sakit dalam menghadapi COVID-19 membutuhkan kolaborasi dan integrasi dari pusat ke daerah. Persi di daerah masing- masing akan membantu daerah untuk menfasilitasi kebutuhan rumah sakit sekarang ini apa terkait penanganan COVID-19.

Penutup

Webinar ini merupakan langkah awal untuk meningkatkan kapasitas rumah sakit dalam menghadapi lonjakan pasien dan webinar akan berlanjut mengikuti perkembangan penanganan COVID-19di rumah sakit. Dokumen HDP yang ada di rumah sakit menjadi panduan bagi rumah sakit untuk mengembangkan manajemen fasilitas rumah sakit. Manajemen fasilitas pandemi COVID-19 ini berbeda jauh dengan outbreak lainnya karena tingkat penularannya sangat tinggi. Dengan demikian, rumah sakit penting menilai kapasitas fasilitas yang dimiliki dan fasilitas apa saja yang penting untuk dikembangkan. Dalam hal ini dibutuhkan kerja sama dan kolaborasi dari sector – sektor terkait termasuk PERSI, organisasi profesi, universitas, dinas kesehatan dan sektor lainnya.

Reporter : Happy R Pangaribuan

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

Webinar Surge Capacity dalam Menghadapi Pandemic Covid-19

Kerangka Acuan

Webinar Surge Capacity dalam Menghadapi Pandemic Covid-19

{tab titile=”TOR dan Materi” class=”red” align=”justify”}

 

Latar Belakang

Pandemi COVID-19 masuk dalam kategori bencana (biological disaster). Konsep penanganan pandemi ini sama dengan konsep penanganan bencana. Perbedaannya hanya ada di prinsip dasar penanganan karena perbedaan sifat agen kausatifnya. Melihat kondisi peningkatan pasien COVID-19 di Indonesia dan diperkirakan akan mengalami lonjakan pasien, maka sudah saatnya memiliki perencanaan kapasitas cadangan untuk menghadapi lonjakan pasien (surge capacity). Surge capacity adalah representasi kemampuan terukur untuk mengelola masuknya pasien secara tiba – tiba. Ini tergantung pada sistem manajemen insiden yang berfungsi dengan baik dan variabel ruang, persediaan, staf dan pertimbangan khusus (misalnya pasien yang terkontaminasi atau menular). Dengan demikian fasilitas kesehatan mampu memobilisasi dengan cepat permintaan yang meningkat, melampaui tingkat layanan normal jika terjadi lonjakan atau keadaan darurat kesehatan masyarakat. Surge Capacity ini seharusnya sudah difasilitasi dalam Hospital Disaster Plan (HDP).

Langkah operasional dalam surge capacity pada pandemi juga memiliki perbedaan yang signifikan, khususnya karena sifat penularannya yang tinggi. Dengan demikian penting dilakukan penyamaan persepsi terkait konsep surge capacity, prinsip – prinsip dasar surge capacity, dan langkah operasional surge capacity dalam menghadapi pandemi COVID-19. Melalui webinar ini, Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK – KMK UGM dan Pokja Bencana FK – KMK UGM akan menyampaikan terkait surge capacity dalam menghadapi pandemic COVID-19. Webinar mengundang stakeholder terkait dan melibatkan PERSI DIY dan Dinkes DIY sebagai pemantik diskusi.

 

Tujuan

Menyamakan persepsi tentang konsep surge capacity, prinsip – prinsip dasar surge capacity, dan langkah operasional surge capacity dalam menghadapi pandemi COVID-19.

 

Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Hari/Tanggal      : Kamis, 26 Maret 2020
Pukul                : 13.00-15.00 WIB
Tempat            : Ruang Sekber Lt. 2 Gedung Litbang

 

Jadwal Kegiatan

Waktu Kegiatan/Materi Narasumber/Fasilitator
13.00 – 13.10 Pembukaan Prof. Laksono Trisnantoro
13.10 – 13.40 Surge Capacity dalam Menghadapi Pandemic Covid-19

dr. Hendro Wartatmo

Materi Presentasi

dr. Bella Donna M.Kes

Materi Presentasi

13.40 – 14.40 Diskusi  
14.40 – 15.00 Rencana Tindak Lanjut Prof. Laksono Trisnantoro

Acara ini terbuka untuk umum dan dapat diikuti melalui link berikut:

Link Webinar:

https://attendee.gotowebinar.com/register/2131660981909639948
Webinar ID: 984-022-075

Live Streaming

http://kanalpengetahuan.fk.ugm.ac.id/live/

 

Narahubung:

Happy Pangaribuan

0853 5872 7172

 

{tab Reportase}

Webinar dibuka oleh Prof. dr. Laksono Trisnantoro. Webinar ini membahas surge capacity untuk menghadapi lonjakan pasien saat wabah COVID-19 melanda Indonesia. Harapannya melalui diskusi ini akan didapatkan satu strategi surge capacity yang memungkinkan bisa dilaksanakan segera di DIY. Tentunya dengan memperhatikan sumber daya yang ada di daerah.

Perencanaan Surge Capacity dalam Konteks COVID-19

Materi ini disampaikan oleh dr. Bella Donna dari Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK – KMK UGM. Surge berada di level rumah sakit yang terkait dengan Hospital Disaster Plan (HDP) dan sistem kesehatan. Hubungan surge capacity dalam HDP, dilihat dari elemen penilaian akreditasi rumah sakit sudah jelas. Dalam surge capacity ada struktural, ada sistem komunikasi, ada sumber alternatif dan pelayanan alternatif. Apakah rumah sakit saat ini sudah memiliki hal tersebut dalam penanganan COVID-19?. Indikator kesiapsiagaan rumah sakit dilihat dari segi kebijakan dan pengorganisasian, komunikasi, prosedur, rencana kontijensi, fasilitas dan SDM, pembiayaan, monitoring dan evaluasi. Terdapat empat komponen surge capacity (4 S) yaitu staff, stuff, structure dan system. Keempat komponen ini sangat penting disiapkan. Struktur berkaitan dengan fasilitas. Ada berbagai jenis surge hospital yang bisa dikembangkan misalnya membuka rumah sakit yang sudah ditutup (Pulau Galang), menggunakan bangunan non medis (Wisma Atlit, Wisma Haji), dan fasilitas medis bergerak. Pemenuhan SDM dalam surge facility bisa dilakukan dengan open rekrutmen relawan kesehatan dan mengirim atau menugaskan sementara staf dari rumah sakit non – surge ke rumah sakit surge. Pertanyaannya adalah siapa pemimpin yang merencanakan pengembangan surge capacity di DIY?

Surge Capacity Pada Penanggulangan COVID-19

Materi ini disampaikan oleh dr. Hendro Wartatmo dari Pokja Bencana FK – KMK UGM. COVID-19 bagian dari bencana, artinya dalam penanganannya kita harus berpikir secara manajemen bencana. Surge berbicara tentang bagaimana meningkatkan kemampuan secara mendadak, namun tidak semudah yang dipikirkandibayangkan. Pilihan surge di DIY  ada dua yaitu pertama surge capacity in hospital dan kedua surge hospital. Jika surge capacity in hospital di 25 RS DIY sepertinya tidak mungkin, yang paling rasional itu adalah opsi kedua, membuat rumah sakit khusus untuk COVID-19  ini, tawarannya banyak bisa seperti wisma atlit dan rumah sakit kosong. Kenapa ini lebih dipilih? Karena syarat untuk menjadi rumah sakit rujukan itu sangat banyak. Prinsipnya adalah pelayanan kesehatan harus bisa dipenuhi apalagi pelayanan dituntut harus sesuai standar. Hal yang menjadi masalah, kita belum mempunyai pengalaman surge untuk penyakit menular. Konsep dasar skenario untuk surge hospital (sebagai RS Rujukan) adalah penanganan pasien dipusatkan di satu tempat, rumah sakit yang lain sebagai tempat triase termasuk puskesmas juga. Jika ingin melaksanakan rumah sakit rujukan, pertama sekali ditentukan dulu siapa komandannya, staf (gugus DIY, pakar profesi), pelaksana (RS Hardjolukito, RS Persi DIY, relawan), dan logistik (RS Harjolukito, pemerintah, sumbangan). Prinsip Incident Command System (ICS) ada 3 yaitu siapa komandannya, siapa melakukan apa, dan rencana cadangan. Kesimpulannya bagaimana RS Rujukan COVID-19 bisa berfungsi segera?

 

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Diskusi membahas pertanyaan peserta webinar”

 

Diskusi

  • Skenario wabah hampir tidak ada di rumah sakit, yang banyak itu skenario bencana alam. Opsi yang memungkinkan dipilih adalah opsi kedua tadi yaitu surge hospital. Namun kita membutuhkan SK atau surat resmi dan ada ketegasan dari Pemda karena DIY punya kemampuan untuk surge hospital ini.
  • Problem besar saat ini selain kapasitas adalah ketersediaan resources, koordinasi dan leadership. Artinya jika memang alat pelindung diri (APD) – nya tidak siap, lebih baik penanganan COVID-19 ini disatukan saja seperti surge hospital. Misalnya dalam satu wilayah terdapat 10 rumah sakit, maka lebih baik ditentukan 1 atau 2 yang siap untuk menangani COVID-19 dengan mempertimbangkan  indikator rumah sakit rujukan (surge). Sementara rumah sakit lainnya (non – surge) melakukan triase dan tenaga kesehatan bisa ditugaskan dari rumah sakit non – surge
  • Terkait data dan informasi, sistem pelaporan, ada baiknya sudah terakomodir dalam satu ICS.  Sehingga datanya itu satu pintu. Termasuk nanti pengaturan surge resources dari rumah sakit lain di rumah sakit rujukan, ada kepala operasional yang mengaturnya.
  • Kebijakan terkait etika khususnya apakah tenaga medis diperbolehkan menolak memberikan asuhan pada pasien COVID-19 ini diatur oleh Pemda. Kembali ke konsep surge hospital, jika ini sudah tersistem dengan baik otomatis rumah sakit yang tidak siap melayani pasien, bisa dirujuk ke rumah sakit rujukan (surge) artinya tidak ada penolakan yang dilakukan rumah sakit. Dengan adanya surge hospital dalam satu wilayah, semua dilakukan secara bertahap atau berjenjang, puskesmas sudah mendapatkan triase, menuju rumah sakit secara bertahap (Puskesmas à RS Triase à RS Rujukan).
  • Perkembangan di DIY, usulan surge hospital sudah sampai Pemda, sekarang sedang menunggu kejelasan SK resmi. Seperti yang disampaikan oleh Prof Sutaryo (staf asisten gubernur DIY), sudah ada pembahasan penanganan COVID-19 dikonsentrasikan di Rumah Sakit TNI AU Hardjolukito Yogyakarta. Rumah sakit ini mampu, mempunyai cadangan, ada laboratorium, jauh dari pemukiman, jalur pasien masuk juga ada, sehingga inilah rumah sakit yang paling ideal untuk DIY sebagai rumah sakit rujukan. Selebihnya APD dilengkapi oleh pemerintah daerah dan tenaga kesehatan dari IDI atau Persi DIY dibawah koordinasi Dinkes. Semoga SK – nya segera terbit.

Penutup

Strategi untuk surge capacity di DIY lebih kepada opsi surge hospital yaitu memusatkan rujukan penanganan pasien di satu rumah sakit. Lonjakan mungkin bisa sedikit atau banyak. Dalam pengembangan surge hospital ini, penting juga mencermati shelter untuk SDM kesehatan, penanganan mental health SDM kesehatan dan penanganan limbah berbahaya. Webinar selanjutnya akan membahas satu skenario yang bisa dipakai berdasarkan SK yang akan dikeluarkan oleh gubernur dalam pengembangan surge hospital ini.

 

Reporter : Happy R Pangaribuan

{/tabs}

UPDATE MANAJEMEN COVID-19

Pada Desember 2019, Komisi Kesehatan Masyarakat Wuhan melaporkan sebuah wabah penyakit yang mirip pneumonia dan baru diketahui penyebabnya adalah virus corona jenis baru/ Novel Corona Virus. Sejak itu, kasus pertama mulai ditemukan di luar China, diantaranya Thailand (13 Januari 2020), Jepang (16 Januari 2020), Korea Selatan dan Taiwan (20 Januari 2020). Indonesia mulai terjangkit COVID-19 sejak 2 Maret 2020 dan jumlah kasus terus meningkat. Kepala BNPB kemudian memutuskan perpanjangan status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat virus corona di Indonesia hingga 29 Mei 2020.

Hal ini mengingatkan kita pada pandemi SARS 2020 lalu. Seluruh daerah di Indonesia siap siaga, beberapa telah berkoordinasi dengan Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan COVID-19 dan menetapkan status tanggap darurat. Situasi ini jelas bukan situasi normal, sistem kesehatan sudah terganggu fungsinya sehingga penanganan bencana dan krisis kesehatan (pandemi: salah satu bencana non alam) harus dilakukan.

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK dan Pokja Bencana FK – KMK UGM selama ini selalu terlibat dalam situasi bencana dan krisis kesehatan yang terjadi di Indonesia. Untuk itu, melalui laman Update Manajemen COVID-19 ini kami hadir untuk berbagi kegiatan, pengetahuan, dan pendampingan untuk masyarakat, terutama untuk daerah dalam hal ini pemerintah daerah, dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, tenaga kesehatan, termasuk juga fakultas kedokteran dan kesehatan untuk bersama-sama menguatkan sistem kesehatan baik nasional maupun daerah masing-masing.

Update manajemen COVID-19 adalah upaya untuk mendapingi pihak – pihak terkait termasuk masyarakat dalam penanganan COVID-19. Fungsi manajemen penanganan COVID-19 mulai dari perencanaan, pengorganisasian, aktivitas dan pengawasan. Menu yang ada di laman ini adalah aturan kebijakan, media promosi, laporan kegiatan, infografis, jurnal, hasil webinar dan rekomendasi. Silakan juga memberikan pertanyaan pada link yang sudah kami sediakan.

{tab title=”Aturan Kebijakan” align=”justify” class=”info”}

Kebijakan terkait COVID-19 berisi rangkaian konsep dan asas yang menjadi pedoman dan dasar rencana dalam pelaksanaan penanganan COVID-19 nasional dan daerah. Kebijakan ini dikeluarkan oleh pemerintah yang berlaku secara nasional. Selanjutnya pemerintah daerah menurunkan aturan tersebut menjadi surat keputusan atau surat edaran gubernur di daerah masing – masing. Kebijakan yang dikeluarkan terus berkembang sesuai dengan kebutuhan masyarakat untuk menyelesaikan masalah yang baru dampak dari COVID-19. Kebijakan COVID-19 sudah dikembangkan sejak Januari 2020 dimulai dengan adanya buku pedoman tentang kesiapsiagaan menghadapi infeksi Novel Coronavirus (2019-nCoV) yang dikeluarkan oleh Kemenkes RI.

Laman ini bertujuan untuk mengumpulkan aturan – aturan di tingkat nasional, daerah (DIY), dan UGM sehingga mudah untuk ditemukan dan dibaca berdasarkan tanggal penerbitan regulasi tersebut. Aturan di tingkat universitas (UGM) harapannya dapat menjadi referensi bagi universitas – universitas lainnya di seluruh Indonesia bagaimana merespon penanganan COVID-19 ini. Begitu juga dengan aturan di tingkat DIY yang harapannya dapat menjadi referensi untuk daerah lain.

Tentunya aturan ini menyesuaikan dengan kebutuhan masing – masing daerah. Untuk itu kami membuka diskusi dan pertanyaan dari pembaca sekalian melalui link yang telah disiapkan.

{slider title =”Lingkup UGM” class=”icon”}

{slider title=”Lingkup Provinsi DIY” class=”icon”}

{slider title=”Nasional” class=”icon”}

 

{/sliders}

{tab title=”Media Promosi” class=”success”}

Media promosi terkait dengan informasi penanganan COVID-19 yang dikemas sesederhana mungkin dan menarik sehingga mudah dipahami oleh pembaca. Informasi ini tentu terus berkembang menyesuaikan aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Kementerian kesehatan aktif memberikan informasi – informasi dalam bentuk flyer supaya masyarakat lebih mudah memahami pesan yang ingin disampaikan melalui website, Instagram, twiter kementerian kesehatan.

Untuk itu, kami mencoba merangkumkan media-media promosi kesehatan COVID-19 yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan dan UGM (Health Promoting University (HPU) UGM, Ina Health UGM, dan pusat studi/kajian lainnya di UGM). Media lain dengan sasaran dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, dan fakultas kedokteran/kesehatan juga tersedia di laman ini. Silakan men – download dan menyebarluaskannya.

{slider title=”Kemenkes – RI” class=”icon” open=”false” }

report icon VIDEOGRAFIS – Penanganan COVID – 19

report icon Jaga Diri dan Keluarga Anda dari Corona Virus dengan Germas

report icon Penularan Corona

pdf TENTANG NOVEL CORONAVIRUS (NCOV)

pdf Pertanyaan dan Jawaban Terkait COVID-19 Kementerian Kesehatan

pdf Pedoman Pencegahan dan Pengendalian CORONAVIRUS Disease (COVID – 19)

pdf INFOGRAFIS – Jejaring Lab Pemeriksaan COVID

pdf Jaga Diri, Jaga Sesama Dari COVID – 19

pdf FLYER – Yuk Di Rumah Saja

pdf FLYER – Jika Merasa Tidak Sehat

pdf Jika Merasa Kurang Sehat, Apa yang Harus Dilakukan di Rumah?

pdf Screening PDP

pdf Spesimen PDP

pdf Artikel – Lakukan Protokol Kesehatan Jika Anda Mengalami Gejala COVID – 19

pdf FLYER – Jaga Kebersihan Masjid dan Mushola -1

pdf FLYER – Jaga Kebersihan Masjid dan Mushola -2

pdf Alur Deteksi Covid – 19

pdf FLYER CARA MEMAKAI MASKER

pdf FLYER COVID-19 MASYARAKAT

pdf FLYER CTPS_COVID-19

pdf FLYER CTPS

pdf FLYER ETIKA BATUK

pdf nCoV-19 Poster

 

{slider title=”UGM” class=”icon”}

 

report icon Video Podcast – Seluk Beluk COVID 19

report icon Video – Cara Tepat Disinfeksi Alat Elektronik

report icon Video – Mencuci Tangan Pakai Sabun

report icon Video – Mengenal Virus Corona

report icon Cegah COVID-19: Disinfeksi Peralatan Elektronik

pdf FLYER – Siapa yang Berisiko Alami Gejala Berat Akibat COVID-19?

pdf FLYER – Rentan Terinfeksi Virus COrona

pdf Flyer – Literasi Coronavirus Series 6: Pencegahan di Rumah

pdf Flyer – Literasi Coronavirus Series 5: Tindakan Pencegahan di Sekolah

pdf Flyer – Literasi Coronavirus Series 4: Cegah Infeksi di Tempat Kerja

pdf Flyer – Literasi Coronavirus Series 3: Etika Batuk Bersin

pdf Flyer – Literasi Coronavirus Series 2: Cuci Tangan dengan Benar

pdf Flyer – Literasi Coronavirus Series 1: Apa yang Perlu Kita Tahu

pdf FLYER – Social Distancing

pdf FLYER – Menemani Anak dalam Masa Tenggang 14 Hari

pdf FLYER – Jangan Sentuh Wajah

pdf FLYER – Mengelola Stres Saat Wabah Corona

{slider title=”Khusus Disabilitas” class=”icon”}

pdf Penangkal Inklusi Tangkal COVID-19

report icon Cuci Tangan yang Benar

report icon Cegah Penularan Virus

report icon Nahla Sihab – Cuci Tangan

report icon Jaga Diri dan Keluarga

report icon Video Komik Corona

report icon Cuci Tangan Pakai Sabun 20 Detik

report icon Bagaimana Penyebaran Virus Corona

 

{/sliders}  

 

{tab title=”Laporan Kegiatan” class=”warning”}

Di laman ini kami akan menyajikan laporan harian kegiatan tim Pokja Bencana FK – KMK UGM dalam pendampingan manajemen COVID-19 baik secara internal di tingkat fakultas dan eksternal untuk DIY dan daerah lainnya. Pokja Bencana FK – KMK UGM dan Divisi Manajemen Bencana PKMK telah melakukan pendampingan kepada DIY melalui keikutsertaan pada rapat – rapat koordinasi terpadu yang dipimpin oleh BPBD DIY, rekomendasi yang diberikan mulai dari pentingnya pemahaman sektor kesehatan dan terkait mengenai definisi operasional pasien Corona sesuai dengan buku pedoman COVID yang pertama waktu itu, rekomendasi pencarian kasus yang harus dipimpin oleh program P2 Dinas Kesehatan (saat itu belum ditetapkan status tanggap darurat), serta perumusan rencana operasi terpadu yang kemudian berubah menjadi rencana operasi gugus tugas DIY dalam percepatan penanganan COVID-19 di DIY.

Proses pendampingan kali ini sedikit berbeda dari pendampingan respon kesiapsiagaan dan tanggap darurat seperti biasanya, terutama tatap muka langsung yang berubah menjadi rapat daring/online sehingga dokumentasi foto hanya sedikit. Meski demikian, kami tetap berharap dari laporan kegiatan ini dapat menjadi rujukan kegiatan dan pengalaman yang dapat diaplikasikan di tempat lainnya, terutama bagi fakultas kedokteran dan kesehatan di lainnya yang juga sedang melakukan pendampingan penguatan sistem kesehatan di daerah. Simak selengkapnya:

{slider title=”Jumat, 3 April 2020″ class=”danger” open=”false”}

Hari ini pertemuan terakhir Workshop Aktivasi Hospital Disaster Plan (HDP) Berbasis Incident Command System (ICS) dalam Menghadapi Pandemi COVID-19. Beberapa perwakilan peserta mempresentasekan hasil penugasan mereka kemudian narasumber langsung memberikan tanggapan dan masukan. Melihat antusiasme rumah sakit untuk mengikuti workshop ini, maka workshop akan dibuka kembali untuk angkatan yang kedua dan tercatat sampai hari ini sudah 35 rumah sakit yang mendaftar. Tim Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK – KMK (masuk dalam Pokja Bencana FK-KMK UGM) mengadakan rapat untuk persiapan workshop Aktivasi HDP berbasis ICS Angkatan kedua, mulai dari pendataan peserta dan memperbaiki laman website. Kemudian dilanjutkan mendiskusikan rencana Workshop Komunikasi dalam ICS Penanganan COVID-19 di rumah sakit. Workshop ini merupakan lanjutan dari serial Workshop Aktivasi HDP Berbasis ICS dalam Menghadapi Pandemi COVID-19, sehingga peserta workshop-nya akan sama. Pokja Bencana mulai menyusun kerangka acuan, materi dan penugasan. Kegiatan pokja bencana lainnya adalah pengembangan website update manajemen covid dan pengembangan knowledge management.

03 04 2020

Dok. PKMK FK-KMK “Rapat Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM”

{slider title=”Kamis, 2 April 2020″ class=”info” }

Hari ini merupakan pertemuan ketiga Workshop Aktivasi Hospital Disaster Plan Berbasis Incident Command System dalam Menghadapi Pandemi COVID-19. Seperti biasa kegiatan dimulai dengan review penugasan hari kedua. Fasilitator memberikan 2 contoh penugasan peserta yang menggunakan ICS dan MIMMS dalam struktur pengorganisasian di RS. Topik yang dibahas pada pertemuan ketiga ini adalah Pengorganisasian Incident Command System (ICS) di Rumah Sakit. Peserta diberikan penugasan yang ketiga yaitu menyusun tupoksi tim ICS dan menyusun plan B untuk menghadapi kendala yang mungkin terjadi. Hasil penugasan tersebut akan dikoreksi esok harinya.

Pokja bencana juga membantu satgas penanganan covid di UGM untuk memperbaiki alur komunikasi dan pembagian tugas dalam ICS mereka. Kegiatan pokja bencana lainnya adalah pengembangan website update manajemen covid dan pengembangan knowledge management. Informasi selengkapnya terkait workshop simak di KLIK DISINI

02 04 2020

Dok. PKMK FK-KMK “Penyampaian Materi oleh Narasumber dari Pokja Bencana FK-KMK UGM”

{slider title=”Rabu, 1 April 2020″ class=”warning”} 

Hari ini Pokja Bencana melanjutkan Workshop Aktivasi Hospital Disaster Plan Berbasis Incident Command System dalam Menghadapi Pandemi COVID-19. Kegiatan dimulai dengan review penugasan hari pertama. Fasilitator menunjukkan infografis jawaban dari peserta yaitu apakah sudah memiliki HDP, apakah ada ICS dan apakah ICS sudah diaktifkan. Hampir 50% peserta belum mengaktifkan ICS. Materi yang disampaikan hari ini tentang Incident Command System (ICS). Pada materi ini dr. Hendro menegaskan bahwa tanpa ICS di rumah sakit maka operasional penanganan COVID-19 tidak akan berjalan. Peserta diberi penugasan 2 dengan batas pengumpulan tugas pukul 15.00. Selanjutnya Pokja Bencana mengoreksi penugasan tersebut pukul 15.00-17.00. Kegiatan pokja bencana lainnya adalah pengembangan website update manajemen covid (hasil webinar) dan pengembangan knowledge management. Informasi selengkapnya terkait workshop simak di KLIK DISINI

1 04 2020

Dok. PKMK FK-KMK “Sesi Diskusi Workshop Aktivasi Hospital Disaster Plan Berbasis Incident Command System dalam Menghadapi Pandemi COVID-19”

{slider title=”Selasa, 31 Maret 2020″ class=”danger”}

Dilaporkan oleh : Happy R Pangaribuan

Hari ini Pokja Bencana melaksanakan Workshop Aktivasi Hospital Disaster Plan Berbasis Incident Command System dalam Menghadapi Pandemi COVID-19. Materi yang disampaikan yaitu tentang Komponen HDP dalam Akreditasi SNARS : Menilai Kesiapan Rumah Sakit Saat Ini. Tim Pokja Bencana membagi tugas, ada yang bertindak sebagai narasumber, fasilitator, notulen, IT dan bagian administrasi. Peserta diberi penugasan 1, fasilitator mengecek hasil penugasan dan merangkum semua hasil penugasan dalam bentuk infografis. Hasil penugasan ini akan di – review pada workshop hari kedua. Kegiatan pokja bencana lainnya adalah pengembangan website update manajemen COVID-19d (hasil webinar) dan pengembangan knowledge management. Informasi selengkapnya terkait workshop silakan simak di KLIK DISINI

31 3 2020

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Workshop Aktivasi Hospital Disaster Plan Berbasis Incident Command System dalam Menghadapi Pandemi COVID-19”

{slider title=”Senin, 30 Maret 2020″ class=”success” }

 

Dilaporkan oleh : Happy R Pangaribuan

Hari ini Pokja Bencana FK – KMK UGM fokus untuk persiapan Workshop Hospital Disaster Plan dalam Menghadapi Pandemi COVID-19 yang akan dilaksanakan pada 31 Maret – 3 April 2020 setiap pukul 08.30-10.00 WIB melalui aplikasi Zoom. Pokja Bencana menyiapkan kerangka acuan kegiatan, menyiapkan materi dan penugasan, dan mengirimkan rencana kegiatan ke rumah sakit. Banyak rumah sakit yang mendaftar dari berbagai daerah. Dibentuk juga WAG grup untuk koordinasi terkait informasi kegiatan kepada peserta. Kegiatan pokja bencana lainnya adalah pengembangan website update manajemen COVID-19 dan pengembangan knowledge management.

Informasi selengkapnya terkait workshop silakan simak di KLIK DISINI

 

{slider title=”Jumat, 27 Maret 2020″ class=”warning”}

Dilaporkan oleh : Happy R Pangaribuan

Pokja Bencana melanjutkan pendampingan kepada FK – KMK UGM dan universitas. Salah satu anggota Pokja Bencana masuk dalam Incident Command System di universitas sebagai wakil komandan dalam penanganan COVID-19 di UGM. Pokja Bencana mengirimkan bebrapa formulir kepada universitas seperti form laporan tiap bidang kepada komandan, form permintaan logistik, form alur pelaporan, dan lain – lain. Pokja bencana terus mengembangkan knowledge management melalui laman website https://manajemencovid-dirs.net/ dan http://bencana-kesehatan.net/index.php. Hari ini pokja bencana mengirimkan beberapa referensi dan jawaban atas pertanyaan pertanyaan terkait penanganan surge khusus fasilitas pada forum tanya jawab di laman website https://manajemencovid-dirs.net/. Kegiatan selanjutnya Pokja Bencana akan melanjutkan pendampingan, pengembangan knowledge management, dan pengembangan website update manajemen COVID-19.

 

{slider title=”Kamis, 26 Maret 2020″ class=”info”}

Hari ini Pokja Bencana melaksanakan webinar Surge Capacity dalam Menghadapi Pandemi COVID-19. Webinar ini dihadiri juga oleh perwakili IDI DIY dan diikuti oleh PERSI DIY, rumah sakit, dinkes melalui webinar dan livestreaming youtube. Laporan selengkapnya bisa disimak di http://bencana-kesehatan.net/index.php/65-agenda/3907-webinar-surge-capacity-dalam-menghadapi-pandemic-covid-19#reportase. Pokja bencana juga memberikan beberapa referensi untuk diupload di website https://manajemencovid-dirs.net/ , sebagai bahan diskusi pengembangan surge hospital di DIY. Pokja Bencana menyarakan agar DIY segera membentuk Incident Command System (ICS) dalam proses pengembangan rumah sakit rujukan khusus penanganan COVID-19.

25 03 2020

Dok. Pokja Bencana FK-KMK UGM “Webinar Surge Capacity dalam Menghadapi Pandemic COVID-19”

Pokja bencana juga masih melanjutkan pendampingan internal di FK – KMK UGM, pengembangan knowledge manajemen dan pengembangan website. Selanjutnya Pokja Bencana akana terlibat dalam pengembangan surge hospital di DIY.

{slider title=”Selasa, 24 Maret 2020″ class=”danger”}

Hari ini Pokja Bencana dibantu oleh Tim Publikasi PKMK FK-KMK UGM mulai alert rencana webinar Surge Capacity dalam Menghadapi COVID-19 kepada para stakeholder terkait. Laporan kegiatan webinar Persi juga dibuat dan dipublish di laman website https://bencana-kesehatan.net/index.php/59-halaman/reportase/3908-reportase-webinar-gerak-cepat-rumah-sakit-dalam-menghadapi-covid-19. Pokja Bencana berkoordinasi dengan ASB aktivis penyandang disabilitas dalam pengembangan media untuk penyandang disabilitas di website manajemen COVID-19.

Dalam pendampingan internal kepada FK – KMK UGM, Pokja Bencana membuat alur pelaporan harian tim bencana fakultas serta tugas dan fungsi masing – masing tim. Pada pukul 11.00 WIB Pokja Bencana menfasilitasi rapat webinar dengan para fasilitator pengelola knowledge management. Disampaikan bahwa para para fasilitator pengelola website https://manajemencovid-dirs.net/ supaya aktif dalam forum manajemen COVID-19. Dalam hal ini fasilitator berperan sebagai penghubung penanya dengan narasumber dan mengumpulkan referensi sesuai bidang masing – masing. Pukul 15.00 WIB Pokja bencana juga mengikuti rapat koordinasi penanganan COVID-19 FK – KMK UGM.

{slider title=”Senin, 23 Maret 2020″ class=”success” }

Dilaporkan oleh : Happy R Pangaribuan dan Madelina Ariani

Pokja Bencana FK-KMK UGM hari ini mengikuti webinar yang diselenggarakan oleh PERSI berjudul “Gerak Cepat Rumah Sakit dalam Menghadapi COVID-19”, dimana dr. Hendro Wartatmo diundang sebagai pembahas. Pada webinar tersebut Pokja Bencana menyampaikan bahwa sudah saatnya rumah sakit menilai kemampuan atau kapasitas fasilitas yang mereka miliki dan kapasitas apa yang penting disiapkan jika terjadi lonjakan pasien. Menanggapi isu lonjakan tersebut Pokja Bencana juga sudah menyusun konsep surge capacity dalam menghadapi COVID-19 berdasarkan kajian ilmiah. Kegiatan Pokja Bencana lainnya adalah memperkaya konten update manajemen COVID-19, mengelola knowledge management dengan berbagai isu di web http://manajemencovid-dirs.net, mengikuti rapat di fakultas dan rapat koordinasi Pokja Bencana.

Dok. Pokja Bencana FK-KMK UGM “ Webinar Rapat Koordinasi Pokja Bencana”

Pada rapat koordinasi Pokja Bencana pukul 16.00 dibahas kembali perkembangan penganan COVID-19 di DIY dan universitas. Memang yang menjadi tantangan adalah pemahaman mengenai bencana atau situasi krisis seharusnya bisa lepas dari birokrasi sehari-hari, sehingga kegiatan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat. Saat ini yang dilakukan pokja adalah pendampingan informal dengan mengelola knowledge management harapannya ini dapat diakses tidak hanya untuk DIY tetapi juga daerah lain yang membutuhkan. Rencana kegiatan selanjutnya adalah merumuskan rekomendasi mengenai surge hospital planning melalui webinar “Surge Capacity dalam Menghadapi COVID-19 “ pada Kamis, 26 Maret 2020. Informasi selengkapnya KLIK DISINI

 {slider title=”Minggu, 22 Maret 2020″ class=”warning”}

Dilaporkan oleh : Happy R Pangaribuan dan Madelina Ariani

Pokja bencana hari ini memperbaiki tampilan laman website http://bencana-kesehatan.net/index.php/72-full-page/3906-update-manajemen-covid-19#rekomendasi. Pengembangan website ini dibantu oleh tim publikasi PKMK FK-KMK UGM. Website Update Manajemen Covid-19 merupakan bagian dari knowledge management untuk eksternal. Update informasi di website setiap harinya di alert oleh tim publikasi kepada pihak-pihak penggiat bencana termasuk dinas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas. Dalam pendampingan manajerial untuk Internal FKKMK Pokja Bencana tetap mengusulkan struktur organisasi Incident Command System (ICS) supaya dibentuk di fakultas maupun di universitas. Pokja Bencana sudah memberikan form laporan harian per bidang ke dekan/ komandan dan form laporan harian FKKMK ke rektorat

Dok. Pokja Bencana FK-KMK UGM “Laman Webinar Rapat Koordinasi Pokja Bencana”

Pokja Bencana melakukan rapat koordinasi pada pukul 17.00 via webinar untuk membahas perkembangan penanganan covid-19 oleh FK-KMK. Menanggapi surat tentang Implementasi Pembatasan Kegiatan oleh FK-KMK UGM, maka sebaiknya dari Pokja Bencana dibuatkan kartu tugas atau semacam surat ijin jika hendak melakukan koordinasi atau mengunjungi pos komando di PKMK. Meskipun demikian tetap menfasilitasi rapat koordinasi setiap harinya dari rumah via webinar. Pokja Bencana mengingatkan kembali bahwa akan tetap mendampingi FKKMK untuk tata kelola struktur organisasi karena memang melihat kondisi saat ini sudah dibutuhkan.

{slider title=”Sabtu, 21 Maret 2020″ class=”red” }

Dilaporkan oleh : Happy R Pangaribuan dan Madelina Ariani

Kegiatan tim Pokja Bencana FK – KMK UGM hari ini adalah melanjutkan pendampingan dalam segi manajerial di tingkat fakultas dan pengembangan knowledge management. Tim juga mulai membahas tentang keperluan apa saja yang dibutuhkan dalam surge capacity dari berbagai referensi. Dalam hal ini pokja bencana aktif berdiskusi tentang pengembangan kapasitas cadangan yang disiapkan rumah sakit untuk menghadapi lonjakan pasien (surge hospital).

Pada pukul 16.00 Pokja Bencana juga melakukan rapat koordinasi dengan dekanat. Pokja Bencana menyampaikan bahwa form laporan kegiatan harian yang perlu disampaikan kepada masing – masing bidang yang terlibat dalam rapat koordinasi FK – KMK UGM. Pokja Bencana FK- KMK UGM akan membagikan formulir laporan tersebut. Ada tiga poin penting yang akan disampaikan dalamformulir laporan yaitu kegiatan yang sudah dilakukan, kegiatan yang akan dilakukan dan list kebutuhan. Dalam rapat koordinasi juga disampaikan pihak dekanat tentang penggalangan dana untuk kebutuhan yang diperlukan UGM dalam penanganan COVID-19 . UGM sudah membuka donasi dari sahabat UGM dan aka nada penambahan menu peruntukan dana dalam penangan COVID-19  termasuk untuk pemenuhan APD, kegiatan knowledge management dan sebagainya. Rencana kegiatan Pokja Bencana selanjutnya adalah Webinar HDP Senin, 23 maret 2020 dengan PERSI DIY dan MSF Indonesia dan pendampingan manajemen untuk posko terpadu COVID-19 DIY di pusdalop BPBD DIY.

{slider title=”Jumat, 20 Maret 2020″ class=”info”}

Dilaporkan oleh : Happy R Pangaribuan dan Madelina Ariani

Kegiatan tim Pokja Bencana FK-KMK UGM hari ini adalah melakukan rapat koordinasi pagi bersama dengan pengarah. Selain itu juga terlibat pada kegiatan webinar pengalaman penganan COVID-19 oleh RSPI Sulianti Saroso. Hal ini juga menjadi konsen Pokja Bencana dalam mendampingi DIY melakukan surge planning.

Usulan struktur ICS telah dibahas di dekanat dan diputuskan bahwa Pokja Bencana lebih fokus pendampingan manajerial ICS di tingkat fakultas sekaligus tetap memberikan masukan dan saran untuk ICS dan penanganan di tingkat universitas. Dengan ini Pokja Bencana dapat lebih fokus pada pendampingan eksternal termasuk mengelola knowledge management dimana saat ini kita tidak bisa hanya fokus untuk DIY tetapi juga daerah lainnya di Indonesia.

Dok. Pokja Bencana FK-KMK UGM “ Rapat Koordinasi Pokja Bencana dengan Fakultas Via Webinar”

Upaya manajemen pengetahuan/ knowledge management dimulai dari mengelompokkan pertanyaan dan isu yang dibutuhkan oleh stakeholder dalam hal ini klinisi di RS, dinas kesehatan, puskesmas, dan BPBD. Telah siap laman khusus Update Manajemen Covid-19 di website bencana kesehatan yang akan mengelola dan membagikan pengetahuan dan pengalaman penanganan COVID-19 ini. Silakan kunjungi https://bencana-kesehatan.net/index.php/72-full-page/3906-update-manajemen-covid-19#aturan-kebijakan.

{slider title=”Kamis, 19 Maret 2020″ class=”green”}

Dilaporkan oleh : Happy R Pangaribuan dan Madelina Ariani

Dok. Pokja Bencana FK-KMK UGM Hari ini (19/3/2020), telah ditetapkan posko penanganan COVID-19 Pokja Bencana FK – KMK UGM di ruang bencana Divisi Manajemen Bencana PKMK, sementara hingga ada keputusan dekanat lebih lanjut. hari ini juga diberlakukan shift anggota yang berkoordinasi langsung di posko, sehingga kegiatan memang dilakukan dari rumah masing – masing. Melanjutkan rencana operasi kemarin, usulan Incident Command System (ICS) telah dibuat dan diserahkan ke Dekanat. Meski struktur dan alur pelaporan masing – masing bidang teknis saat ini langsung dilaporkan ke dekan, ICS ini tetap harus dibuat agar kegiatan lebih terorganisir. Struktur organisasi yang penanganan COVID-19 FK – KMK yang telah disusun berdasarkan dengan skema ICS yang dikembangkan dalam penanganan bencana dan krisis kesehatan. Struktur organisasi akan didiskusikan lebih lanjut dengan pihak dekanat. Hal yang perlu diperhatikan adalah memastikan orang – orang yang terlibat dalam struktur organisasi ICS aktif melaksanakan fungsinya masing – masing dan melaporkan kegiatan yang sudah dilakukan. Dengan adanya struktur organisasi ini masing – masing orang memahami harus melaporkan apa dan kepada siapa dilaporkan.

Rapat koordinasi pukul 15.00 WIB, agenda rapat hari ini ada dua yaitu perkembangan penanganan COVID-19 di UGM/DIY dan progress struktur organisasi penangan COVID-19 di FK – KMK UGM. UGM sudah membentuk call center yang bertugas menjawab masalah terkait COVID-19 dan akan dilakukan juga rekruitmen volunteer yaitu tim yang akan melakukan SOP assessment di UGM. Sistem informasi di grup media akan fokus untuk melihat dan tracking isu – isu hoax termasuk isu – isu medis. Akan dikembangkan informasi untuk orang awam (ina health, sosmed UGM, dan lain – lain) dimana semua informasi harus berbasis bukti dan ada labelling UGM. Ada penumpukan pasien di RS rujukan DIY, maka ke depannya kita perlu mapping RS lainnya termasuk RS swasta di DIY. Dalam hal ini FK – KMK menfasilitasi Dinkes untuk melakukan pemetaan tersebut.

Rencana operasi selanjutnya adalah:

  1. pematangan ICS di tingkat fakultas dan universitas sedangkan masing – masing bidang tetap melaksanakan dukungan teknis sesuai dengan fungsinya.
  2. FK – KMK UGM akan mulai masuk ke detail surge capacity, melakukan surge capacity di rumah sakit dan menjalankan aktivitas knowledge management.

 

{slider title=”Rabu, 18 Maret 2020″ class=”red”}

Dilaporkan oleh : Happy R Pangaribuan dan Madelina Ariani

Melanjutkan rencana kegiatan kemarin, hari ini Pokja Bencana FK – KMK UGM mencoba menyusun rencana operasi pendampingan internal dan eskternal UGM, termasuk mengusulkan struktur organisasi tim penanganan COVID-19. Kegiatan tetap diusakan dengan pembatasan. Hanya kegiatan atau kebutuhan yang mendesak dan membutuhkan koordinasi tatap muka yang menjadi alasan tim berkumpul di ruang bencana Divisi Manajemen Bencana, PKMK FK – KMK UGM.

Rapat koordinasi hari ini dimulai pukul 15.10 WIB lebih banyak membahas aktivitas apa yang sudah dan akan dilakukan oleh FK-KMK UGM berdasarkan sumber daya manusia yang ada di FK-KMK UGM. Tropmed menyampaikan bahwa pencarian Orang dalam Pemantauan (ODP) sudah dimulai dari Dinkes Kesehatan Sleman dan untuk civitas UGM sendiri sudah dilakukan I Pasien dalam Pengawasan (PDP), yang mengeluh demam dan sebelumnya melakukan kontak erat dengan pasien positif akan menjadi prioritas. Dinkes kota meminta dibuatkan pemodelan yang menggunakan asumsi-asumsi epidemiologis. Perlu dibuat pemodelannya untuk persiapan surge capacity, ini digunakan untuk advokasi juga.

18 3 2020

Berdasarkan hasil rapat ini maka akan lebih dimatangkan mengenai 2 kegiatan yang akan dilakukan yaitu:

  1. Mengembangkan knowledge management untuk disebarkan kepada masyarakat awam diusulkan dikelola oleh InaHealth, kepada tenaga kesehatan masyarakat diusulkan dikelola oleh Pokja Bencana bersama Prodi S2 IKM dan kepada tenaga medik (termasuk keperawatan) diusulkan dilakukan oleh Cochrane Center, bersama Departemen Klinis terkait, Keperawatan, Gizi, dan PKMK/Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan.
  2. Pendampingan daerah yakni mengembangkan bantuan ke dinas kesehatan untuk Penyelidikan Epidemiologi dipimpin oleh FETP, mengamankan kampus FK – KMK UGM dengan berbagai tindakan fisik dipimpin oleh Bagian Sarana dan Prasarana. Arahan dari Dekanat rencana kegiatan selanjutnya segera membuat struktur organisasi satgas bencana FK – KMK UGM lengkap dengan tugas fungsi dan alur komando.

{slider title=”Selasa, 17 Maret 2020″ class=”blue”}

Dilaporkan oleh : Happy R Pangaribuan dan Madelina Ariani

17 3 2020Hari ini, sejak koordinasi minggu lalu maka Pokja Bencana FK – KMK UGM mulai melakukan rapat daring untuk berkoordinasi dengan internal FK – KMK dan universitas. Pokja Bencana FK – KMK sendiri sejak awal Februari telah berkoordinasi dengan BPBD DIY dan Dinas Kesehatan Provinsi DIY dalam rapat koordinasi terpadu kesiapsiagaan COVID-19 DIY. Ada dua fokus kegiatan Pokja Bencana FK – KMK UGM yakni pendampingan internal UGM dan eksternal.

FK – KMK UGM mulai bergerak menjalankan sistem manajemen penanganan COVID-19 di FK – KMK UGM. Semua bidang yang terkait dari dekanat, fakultas dan pokja bencana diundang untuk mengikuti rapat rutin koordinasi penanganan COVID-19 . Rapat koordinasi hari ini dilaksanakan pukul 15.00 – 16.00 WIB melalui video call whatsapp. Agenda rapat pertemuan ada tiga yaitu laporan masing-masing tim dalam penanganan COVID-19 di UGM/DIY, laporan masalah selama pendampingan penanganan COVID-19 di DIY dan rencana tim bencana FK – KMK dalam penanganan COVID-19 di UGM/DIY.

Hasil laporan masing – masing tim dalam penanganan COVID-19 di UGM/DIY masih berfokus membahas media promosi kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19 kepada masyarakat. Dari Tropmed akan mendukung dalam pembuatan media, dari Ina Health lebih ke pengembangan video (animasi), dari HPU lebih ke media channel dan Tim Pokja Bencana dapat mendukung manajemen teknis. Perkembangan di DIY sekarang adalah DIY sudah membuat Satgas di tingkat provinsi hingga di kabupaten dan DIY tidak ada lockdown. Surveilans di DIY belum berjalan dengan baik. Artinya yang menjadi tugas sekarang adalah memperbaiki sistem yang ada, menyusun rencana yang lebih operasional seperti pada penanggulangan bencana. Rencana tim bencana FK – KMK dalam penanganan COVID-19 di UGM/DIY akan aktivasi tim bencana (Incident Command System).

{/sliders}

{tab title=”Jurnal” class=”info”}

Melalui laman ini, kami berusaha mengumpulkan literatur dari jurnal ilmiah, buku, dan paparan pakar mengenai penanganan COVID-19. Kami juga membuka diri untuk kiriman atau request literatur dari pembaca sekalian, silakan memberikan komentar di bawah ini.

{tab title=”Webinar HDP RS” class=”danger”}

Dalam rangka bersama-sama melawan pandemik COVID-19, PKMK FK – KMK UGM, RSPI Sulianti Saroso dan Jejaring lainnya berupaya melakukan diskusi online untuk mengelola pengalaman dan pengetahuan tentang penanganan COVID-19 . Hasil diskusi ini harapannya dapat dipraktekan dan dilihat dampaknya dalam menghadapi COVID-19.

Di laman ini kami menyajikan informasi agenda webinar manajemen COVID-19, hasil diskusi webinar, dan materi webinar. Untuk itu, silakan memasukkan pertanyaan agar kami dapat mengetahui kebutuhan pembaca sekalian

{slider title=”Workshop Aktivasi Hospital Disaster Plan berbasis Incident Command System dalam Menghadapi Pandemi COVID-19 ” class=”icon” open=”false” }

Senin, 06 April 2020

pelatihan 2 hdp rs h1

Dok. PKMK FK-KMK UGM “ Workshop Aktivasi HDP berbasis ICS-Angkatan II”

Peserta yang tergabung pada workshop ini sebanyak 43 rumah sakit yang tersebar di Indonesia. Fasilitator mengawali kegiatan ini dengan menampilkan hasil survei rumah sakit terkait Hospital Disaster Plan (HDP) dan Incident Command System (ICS) yang ada di RS. Hasil survei menunjukkan dari 21 rumah sakit terdapat 5 rumah sakit yang belum memiliki HDP, 6 rumah sakit belum memiliki tim bencana/ICS dan 13 rumah sakit belum mengaktifkan ICS.

Selengkapnya

{slider title=”Surge Capacity Level RS dan Daerah” class=”icon”}

manj covid

Melihat kondisi sekarang ini, banyak masyarakat yang mudik dari daerah zona merah menjadi tantangan tersendiri bagi daerah. Daerah harus siap menghadapi lonjakan penderita COVID-19, karena pergerakan masyarakat ini belum terawasi dnegan baik. PKMK FK – KMK UGM menyelengarakan webinar diskusi  tentang surge capacity di level rumah sakit dan daerah yang dilaksanakan pada 31 Maret 2020. Webinar ini sebagai bentuk dukungan dari PKMK FK – KMK UGM untuk mengembangkan pengetahuan tentang COVID-19 dan manajemen dalam kebencanaan. Dalam hal ini, bagaimana persiapan manajemen menghadapi lonjakan pasien di sebuah daerah. Salah satunya dengan menyusun skenario untuk menghadapi lonjakan. Laporan selengkapnya simak di KLIK DISINI

{slider title=”Pengalaman RSPI Sulianti Saroso Melakukan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi COVID-19″ class=”icon” }

https://img.beritasatu.com/cache/beritasatu/600x350-2/721435123210.jpg

Sebagai rumah sakit yang salah satu fungsinya melayani pasien COVID-19, tim pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) COVID-19 RSPI Sulianti Saroso melakukan berbagai upaya untuk tidak terkontaminasi dengan cara meningkatkan daya tahan penjamu, inaktivasi agen penyebab infeksi dan memutus rantai penularan. Triase, melakukan deteksi dini dan source control merupakan salah satu strategi dari pencegahan dan pengendalian infeksi COVID-19. PKMK FK – KMK UGM telah menyelenggarakan diskusi manajemen COVID-19 pada 27 Maret 2020. Kali ini membahas Pencegahan dan Pengendalian Infeksi COVID-19 bersama tim PPI RSPI.

Laporan selengkapnya Klik Disini

{slider title=”Pengalaman Penanganan Outbreak Covid-19 di RSPI Sulianti Saroso” class=”icon” }

Pengalaman Penanganan Outbreak Covid-19 di RSPI Sulianti Saroso

20 Maret 2020

Forum Manajemen COVID-19 yang diinisiasi oleh FK – KMK UGM telah menyelenggarakan seminar jarak jauh (webinar) pertama dengan menghadirkan direksi dan tim klinisi RSPI Sulianti Saroso sebagai Narasumber utama pada Jumat, 20 Maret 2020. Diskusi ini membahas pengalaman RSPI Sulianti Suroso menangani pasien yang melonjak drastis (Surge). Pembahasan pengalaman ini dalam konteks peningkatan Surge Capacity RS dimana harus ada persiapan menghadapi jumlah pasien yang melonjak di saat wabah.

Reportase Klik Disini

{slider title=”Hospital Disaster Plan (HDP) dalam menghadapi Pandemi COVID-19″ class=”icon” }

Hospital Disaster Plan (HDP) dalam menghadapi Pandemi COVID-19

23 Maret 2020

Rumah sakit menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan penanganan COVID-19 PKMK FK – KMK UGM mengadakan kembali forum diskusi melalui webinar dengan melibatkan stakeholders terkait. Isu peningkatan pasien COVID-19, kelelahan tenaga kesehatan, keterbatasan fasilitas dan logistik di rumah sakit dalam penanganan COVID-19 menjadi dasar kuat pentingnya HDP dalam menghadapi pandemi COVID-19. Diskusi ini mengundang PERSI DIY dan MSF Indonesia untuk membahas tindak lanjut nyata dalam memperbaiki tata kelola Rumah Sakit untuk penanganan COVID-19.

Reportase Klik Disini

{slider title=”Surge Capacity dalam Menghadapi Pnademic COVID-19, 26 Maret 2020″ class=”icon” }

Jumlah penderita COVID-19 dan jumlah kematian yang diakibatkan COVID-19 terus meningkat setiap harinya di Indonesia. Masyarakat ingin mengetahui bagaimana mendeteksi seseorang terkena COVID-19, apakah laboratorium mampu untuk melakukan uji tes dalam jumlah yang banyak dengan hasil yang cepat. Mempercepat deteksi dini penderita COVID-19 merupakan salah satu strategi untuk mengurangi angka kematian akibat COVID-19. Diskusi ini diselenggarakan oleh PERSI bekerja sama dengan PKMK FK – KMK UGM untuk membahas pertanyaan masyarakat luas mengenai ujung tombak deteksi pasien COVID-19.

Reportase dan Materi Silakan KLIK DISINI

{/sliders}


HDP RS

webinar Angkatan I Aktivasi Hospital Disaster Plan berbasis Incident Command System dalam Menghadapi Pandemi COVID-19

webinar Angkatan II Aktivasi Hospital Disaster Plan berbasis Incident Command System dalam Menghadapi Pandemi COVID-19

webinar Angkatan III Aktivasi Hospital Disaster Plan berbasis Incident Command System dalam Menghadapi Pandemi COVID-19

webinar Angkatan IV Aktivasi Hospital Disaster Plan berbasis Incident Command System dalam Menghadapi Pandemi COVID-19

webinar biru  Angkatan I Workshop Komunikasi dalam Incident Command System (ICS)

webinar biru  Angkatan II Workshop Komunikasi dalam Incident Command System (ICS)

webinar biru  Angkatan III Workshop Komunikasi dalam Incident Command System (ICS)

webinar biru  Angkatan IV Workshop Komunikasi dalam Incident Command System (ICS)

webinar green Simulasi Hospital Disaster Plan berbasis Incident Command System dalam Menghadapi Pandemic Covid-19

webinar green Simulasi II Hospital Disaster Plan berbasis Incident Command System dalam Menghadapi Pandemic Covid-19

webinar Workshop Logistik dalam Incident Command System (ICS) Penanganan COVID-19 di Rumah Sakit

webinar Angkatan II Workshop Logistik dalam Incident Command System (ICS) Penanganan COVID-19 di Rumah Sakit

webinar Angkatan IV Workshop Logistik dalam Incident Command System (ICS) Penanganan COVID-19 di Rumah Sakit

 

{/tabs}

 


 

Webiste Resmi Terkait Covid-19

Pusat          https://www.covid19.go.id

DIY             https://corona.jogjaprov.go.id

Jakarta        https://corona.jakarta.go.id

Jawa Barat   https://pikobar.jabarprov.go.id/

Protokol Pemerintah RI untuk Covid-19

https://www.hawaiipublicradio.org/sites/khpr/files/styles/x_large/public/202003/ap_coronavirus_covid-19_indonesia.jpg

Pengantar website minggu ini masih membahas tentang upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Indonesia. Informasi terkini diketahui bahwa 6 orang warga Indonesia positif terjangkit Covid-19. Setiap daerah sudah bersiap untuk siaga jika jumlah terjangkit meningkat, mulai dari penguatan rumah sakit rujukan, sistem pengaduan dan penanganan pasien. Pemerintah Indonesia telah menyusun protokol utama dalam penanganan kasus penyebaran Covid-19. Lima protokol yang diluncurkan sifatnya memperkuat protokol yang sudah ada. Kelima protokol tersebut adalah protokol kesehatan, protokol komunikasi, protokol pengawasan perbatasan, protokol area pendidikan, dan protokol area public dan transportasi. Protokol kesehatan menjelaskan alur penanganan jika seseorang merasa tidak sehat dan merasa sehat. Dinyatakan tidak sehat dengan kriteria demam 38oC dan batuk pilek dimana setelah dilakukan screening dan memenuhi suspect Covid-19 maka akan diantar ke RS rujukan terdekat untuk mendapatkan perawatan kesehatan. Sementara jika seseorang sehat namun ada riwayat perjalanan 14 hari yang lalu ke negara terjangkit Covid-19 atau merasa pernah kontak dengan penderita Covid-19 maka dianjurkan menghubungi Hotline Center Corona di daerah masing masing.

Selengkapnya KLIK DISINI

Protokol Pemerintah RI untuk Covid-19

https://www.hawaiipublicradio.org/sites/khpr/files/styles/x_large/public/202003/ap_coronavirus_covid-19_indonesia.jpg

Pengantar website minggu ini masih membahas tentang upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Indonesia. Informasi terkini diketahui bahwa 6 orang warga Indonesia positif terjangkit Covid-19. Setiap daerah sudah bersiap untuk siaga jika jumlah terjangkit meningkat, mulai dari penguatan rumah sakit rujukan, sistem pengaduan dan penanganan pasien. Pemerintah Indonesia telah menyusun protokol utama dalam penanganan kasus penyebaran Covid-19. Lima protokol yang diluncurkan sifatnya memperkuat protokol yang sudah ada. Kelima protokol tersebut adalah protokol kesehatan, protokol komunikasi, protokol pengawasan perbatasan, protokol area pendidikan, dan protokol area public dan transportasi. Protokol kesehatan menjelaskan alur penanganan jika seseorang merasa tidak sehat dan merasa sehat. Dinyatakan tidak sehat dengan kriteria demam 38oC dan batuk pilek dimana setelah dilakukan screening dan memenuhi suspect Covid-19 maka akan diantar ke RS rujukan terdekat untuk mendapatkan perawatan kesehatan. Sementara jika seseorang sehat namun ada riwayat perjalanan 14 hari yang lalu ke negara terjangkit Covid-19 atau merasa pernah kontak dengan penderita Covid-19 maka dianjurkan menghubungi Hotline Center Corona di daerah masing masing.

Selengkapnya KLIK DISINI

Upaya Sinkronisasi Ketahanan Kesehatan dengan Rencana Penaggulangan Bencana Kesehatan: Studi Kasus Antraks dan Covid-19

seminar bencana asm

seminar bencana asm

Pengetahuan tentang upaya pencegahan dan penanganan penyebaran Covid-19 sudah banyak menarik perhatian para ilmuwan, praktisi dan akademisi. Hasil penelitian, analisis dan pembahasan  terkait Covid-19 dari berbagai aspek sudah banyak tersebar di media. FK – KMK UGM juga turut merespon pencegahan dan bahaya Covid-19 dari aspek akademik. Pada awal 2020, ketahanan kesehatan diuji dengan munculnya dampak bencana alam (banjir yang terjadi di Jakarta) dan bencana non-alam (munculnya Antraks di Gunung Kidul DIY dan ancaman Corona Virus). Maka dalam rangka Annual Scientific Meeting (ASM) FK – KMK UGM, Pokja Bencana bekerja sama dengan PKMK mengangkat Studi Kasus Corona Virus dan Antraks dalam Upaya Sinkronisasi Ketahanan Kesehatan dengan Rencana Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan. Seminar ini akan dilaksanakan pada 2 April 2020.

Selengkapnya KLIK DISINI

Laporan Kegiatan Table Top Exercises Hospital Disaster Plan RSUD Tora Bello

torabello 1

Laporan Kegiatan

Table Top Exercises Hospital Disaster Plan RSUD Tora Bello

25 Februari 2020

torabello 1

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Table Top Exercise (TTX) HDP RSUD Tora Bello

 

Pengantar

Table top exercises (TTX) ini dirancang untuk menguji kemampuan teoritis dan manajemen (berdasarkan dokumen) petugas rumah sakit untuk menanggapi situasi bencana yaitu bagaimana mereka memahami tugas dan fungsi mereka saat bencana. Kemudian meninjau dan mendiskusikan kembali tindakan apa saja yang perlu ditambahkan dalam dokumen. Kegiatan ini dilaksanakan di RSUD Tora Bello dengan jumlah peserta 104 orang terdiri dari staff RSUD Tora Bello, FK Universitas Tadulako, FKM Universitas Tadulako, FK Universitas Alkhaeraat dan Unit P2KT Dinkes Provinsi Sulteng.

Pelaksanaan

                Pada pembukaan disampaikan bahwa rumah sakit sudah pernah melakukan simulai namun belum maksimal. Petugas belum memahami tugas dan fungsinya masing – masing saat bencana. Harapannya melalui TTX ini dokumen yang sudah disusun dapat diperbaiki dan dilengkapi. Rumah sakit juga mohon ijin sebelum pelaksanaan TTX ada simulasi singkat mulai dari suara sirene sampai petugas berkumpul di titik kumpul evakuasi. PKMK FK – KMK juga menyampaikan bahwa TTX ini bukanlah ujian sehingga tidak perlu tegang, namun TTX ini bertujuan untuk menguji dokumen disaster plan rumah sakit apakah sudah operasional, apakah semua orang yang terlibat dalam dokumen sudah memahami peran dan fungsinya masing – masing. Dengan demikian akan dihasilkan juga, hal – hal penting apa saja yang belum tercantum dalam dokumen.

                Selanjutnya RS menyalakan sirene, semua peserta menuju titik kumpul evakuasi. Ada beberapa pasien juga yang sudah disiapkan dibawa ke titik evakuasi. Setelah berkumpul di titik evakuasi, terlihat masing-masing unit memperagakan menelepon komandan bencana (kepala UGD) melaporkan kondisi tiap unit. Komandan mencatat semua laporan tiap unit seperti ketersediaan obat, kondisi pasien, tenaga kesehatan yang bertugas dan alat kesehatan. Kemudia komandan melaporkan semua informasi yang didapat saat kejadian dan kebutuhan urgent kepada penanggung jawab bencana (Direktur Rumah Sakit). Direktur meneruskan laporan tersebut ke Dinas Kabupaten Sigi. Dalam simulasi juga terlihat ada relawan dan wartawan yang datang. Setelah simulasi singkat selesai peserta kembali ke ruangan dan memulai kegiatan TTX.

torabello 2

Dok. PKMK FK-KMK UGM “TTX sesi pertama penerinaan informasi bencana”

Sesi pertama menilai bagaimana peserta menerima dan memproses informasi kejadian bencana, pengaktifan klaster kesehatan dan manajemen relawan kesehatan/ EMT. Narasumber menyampaikan beberapa pertanyaan terkait hal tersebut dan peserta memberikan jawaban. Beberapa peserta belum memahami isi dokumen dengan baik karena dokumen belum disosialisasikan ke semua staf rumah sakit. Rumah sakit bekum memiliki alat komunikasi alternatiif atau fasilitas radio komunikasi jika saat bencana listrik padam dan tidak ada sinyal. Rumah sakit juga perlu mengembangkan ruang triase. Hal lain yang perlu ditambahkan dalam dokumen adalah ceklist pelaporan saat kejadian awal kepada komandan dan alur pengaktifan tim bencana RS.

Sesi kedua menilai manajemen bantuan logistik kesehatan, non kesehatan dan pengaktifan sub-sub klaster kesehatan. Rumah sakit mampu menyediakan logistik selama satu minggu sejak bencana terjadi. Kendala selama ini adalah rumah sakit tidak membedakan status pasien akibat bencana dan non bencana, sehingga dalam dokumen akan dilampirkan SOP tentang pencatatan pasien tersebut (pembedaan di rekam medik). Terkait permintaan logistik berupa tenda, akan dibuat Mo dengan BPBD Kabupaten Sigi.

torabello 3

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Sesi ketika pembuatan peta respon, data dan pelaporan”

Sesi ketiga menilai pembuatan peta respon, manajemen pencatatan, analisis, dan pelaporan data dan informasi. Pada sesi ini staff RS yang bertanggungjawab dalam penerimaan relawan mempraktekkan langsung pembuatan peta respon. Peserta dari Universitas Tadulako dan Universitas Alkhairaat berperan sebagai relawan. Staff RS yang bertugas di pengelolaan data dan informasi juga mempraktekkan input data laporan harian dibantu oleh 2 orang peserta mahasiswa dari universitas.

Secara keseluruhan kegiatan berjalan dengan baik. Rencana selanjutnya adalah tim penyusun akan melengkapi dokumen. Dokumen HDP ini akan menjadi dokumen yang hidup, dimana akan direvisi sewaktu – waktu sesuai dengan kondisi dan kebutuhan rumah sakit.

Reporter : Happy R Pangaribuan

Table Top Exercise Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah

ttx 1

Laporan Kegiatan

Table Top Exercises Penanggulangan Bencana Sektor Kesehatan

Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah
25 Februari 2020

 ttx 1

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Table Top Exercise (TTX) HDP RSUD Tora Bello

Pengantar

Table top exercises (TTX) ini dirancang untuk menguji kemampuan teoritis dan manajemen (berdasarkan dokumen) petugas Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah (Dinkes Prov. Sulteng) untuk menanggapi situasi bencana yaitu bagaimana mereka memahami tugas dan fungsi mereka saat bencana. Kemudian dari proses TTX ini dihasilkan informasi dan tindakan apa saja yang perlu ditambahkan dalam dokumen. Kegiatan ini dilaksanakan di Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah dengan jumlah peserta 100 orang terdiri dari staf dinkes provinsi, DVI Bidokkes Sulteng, BPBD, Dinas Sosial Sulteng, FK Universitas Tadulako, FKM Universitas Tadulako, dan FK Universitas Alkhaeraat.

Pelaksanaan

                Pada pembukaan disampaikan bahwa saat bencana dinkes provinsi lebih berperan ke fungsi koordinasi dan pengawasan tindakan respon di dinkes kabupaten, rumah sakit dan puskesmas. Dokumen sudah ada, namun belum maksimal sehingga dalam kegiatan TTX ini nantinya ada informasi – informasi penting yang belum tertulis bisa dituangkan kembali saat revisi. Staf yang terlibat harus memahami apa yang menjadi peran fungsinya saat bencana. PKMK FK – KMK juga menyampaikan bahwa TTX ini bukanlah ujian namun salah metode yang dilakukan untuk menguji dokumen dinkes disaster plan provinsi apakah sudah operasional, apakah semua orang yang terlibat dalam dokumen sudah benar – benar paham tugasnya masing – masing.

ttx 2

Dok. PKMK FK-KMK UGM “TTX sesi pertama penerimaan informasi bencana”

Sesi pertama menilai bagaimana peserta menerima dan memproses informasi kejadian bencana, pengaktifan klaster kesehatan dan manajemen relawan kesehatan/ EMT. Narasumber menanyakan alur informasi awal kejadian bencana, siapa yang bertanggung jawab dan informasi apa yang dibutuhkan. Dinkes belum menuliskan alur dan ceklis informasi tersebut dalam dokumen. Peserta yang bertugas di penerimaan relawan masih keliru menjelaskan dan memahami bagaimanan manajemen penerimaan relawan. Dokumen belum tersosialisasikan secara merata kepada seluruh staf yang berperan di dalam dokumen.

Sesi kedua menilai manajemen bantuan logistik kesehatan, non kesehatan dan pengaktifan sub – sub klaster kesehatan. Dalam pelaksanaan dan pengaktifan sub klaster SOP alur program belum dimasukkan ke dalam dokumen. Secara umum, sub klaster sudah memahami apa yang menjadi tugas fungsi mereka. Pemahaman yang perlu ditingkatkan adalah tindakan awal yang akan dilakukan sub klaster saat pertama sekali diaktifkan dan menerima informasi bencana. Hal lain yang perlu diperhatikan dan ditambahkan dalam dokumen adalah SOP rujukan dan terkait manajemen penanganan jenazah.

ttx 3

Sesi ketiga menilai pembuatan peta respon, manajemen pencatatan, analisis, dan pelaporan data dan informasi. Pada sesi ini ada praktek pembuatan peta respon dan input data informasi untuk laporan harian klaster kesehatan. Praktek dibantu oleh peserta dari Universitas Tadulako dan Universitas Alkhairaat berperan sebagai relawan. Selanjutnya pada sesi 4 praktek rapat koordinasi lintas sektor. Komandan yang bertugas melaporkan kegiatan klaster kesehatan kepada BPBD dan sektor lainnya. Secara keseluruhan kegiatan berjalan dengan baik. Rencana selanjutnya adalah tim penyusun akan melengkapi dokumen. Dinkes provinsi juga akan membantu dan mendorong Dinkes Kab. Sigi, Puskesmas Maeawola dan RSUD Tora Bello untuk memperbaiki dokumen disaster plan mereka.

Reporter : Happy R Pangaribuan

3 Kunci Korea Selatan Berhasil Tangani Virus Corona Lebih Baik dari Negara Lain

SEOUL, KOMPAS.com – Sejak kasus pertama diumumkan pada 20 Januari silam, pemerintah Korea Selatan kerap mengumumkan angka kesembuhan lebih sering dibandingkan angka kasus infeksi baru.

Ada tiga kunci mengapa Korea Selatan tepat dalam penanganan virus corona.

Pertama, pemerintah Korea Selatan mengadakan pengujian yang luas dan efektif dengan menggunakan drive-thru-clinics.

Dalam satu hari, sekitar 15 ribu warganya dapat dites virus sehingga meminimalisir penularan baik masih berupa gejala ringan apalagi gejala berat.

Layanan drive-thru-clinics dapat mengurangi beban rumah sakit dan mengurangi risiko kesehatan petugas medis. 

Dikutip dari CNN, sebuah perusahaan bioteknologi Korea telah mengembangkan tes virus corona dalam waktu tiga pekan.

Seseorang yang dites virus dan mendapat bantuan dokter bisa memintanya sehingga membuatnya mudah dalam mengakses.

Terdapat juga 96 jaringan laboratorium yang mampu memproses sampel-sampel hasil tes virus.

Menteri Kesehatan Korea Selatan, Park Neunghoo mengatakan kepada CNN, “Mendeteksi pasien sejak dini sangat penting.”

Kedua, pemerintah Korea Selatan selalu beri informasi yang terbuka kepada publik.

Contoh paling nyata adalah lokasi GPS dari seseorang yang terkonfirmasi Covid-19 bisa dilihat dari aplikasi sehingga warga lain yang belum tertular bisa menjauhi area tersebut.

Salah satu aplikasi Covid-19 Korea Selatan yang menunjukkan di mana kasus infeksi dapat dilihat secara daring. screenshot google play via business insider Salah satu aplikasi Covid-19 Korea Selatan yang menunjukkan di mana kasus infeksi dapat dilihat secara daring.

Meski hal itu dipertanyakan dari perspektif privasi, namun dapat membantu orang lain merasa aman dan tentu mengetahui informasi yang benar dan mengendalikan kesehatan mereka.

Ketiga, Korea Selatan juga melakukan Social Distancing untuk memotong pertumbuhan kasus. Dengan populasi 51 juta orang, mereka telah menutup sekolah-sekolah, kantor-kantor dan melarang pertemuan besar.

Terdapat pula kamera pengecek suhu di tiap pintu masuk gedung dan petugas berpakaian pelindung di tempat umum untuk mengingatkan warga agar mencuci tangan mereka.

Saat ini, berdasarkan https://www.worldometers.info/coronavirus/ angka infeksi di Korea Selatan mencapai 8.236 dengan 150 kasus baru.

Meski begitu angka sembuhnya cukup tinggi yakni sebesar 1.137 orang dan angka kematian yang sangat kecil dibandingkan daratan utama China, Italia dan Iran yaitu 75 orang.