Akibat semburan abu vulkanik Gunung Marapi, Ribuan masyarakat Kabupaten Tanahdatar di sekitar daerah Gunung Marapi terserang Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Seratus ribu jiwa lainnya mengalami hal yang sama jika erupsi Marapi terus terjadi. Hal itu terungkap dari data yang dilansir oleh Pemkab Tanahdatar saat acara kunjungan Kepala Badan nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif ke Kecamatan X Koto, kemarin (13/10).
Pemerintah Thailand Berencana Mengalihkan Air Banjir ke Laut
Pemerintah Thailand mengeluarkan peringatan banjir di sejumlah tempat di Bangkok dan meminta penduduk yang tinggal di kawasan rendah untuk mengungsi. Bangkok terletak hanya dua meter di atas permukaan laut dan sejumlah luar kota telah tergenang.
Para pejabat merencanakan untuk mengalihkan air banjir ke laut. Sejauh ini, banjir yang melanda Thailand sejak Juli lalu menewaskan 283 orang dan menggenangi banyak tempat di sejumlah daerah.
60 Orang Masuk RS,19 Bangunan Rusak
60 Orang Masuk RS,19 Bangunan Rusak
Denpasar (Bali Post) –
Sedikitnya 60 orang dirawat di tiga rumah sakit pascagempa yang mengguncang Denpasar, Kamis (13/10) kemarin. Gempa mengguncang Bali pada pukul 11.16 wita dengan kekuatan 6,8 skala Richter (SR). Berikutnya terjadi 10 kali gempa susulan yang berpusat di barat daya Nusa Dua. Gempa susulan yang ke-10 merupakan gempa besar kedua dengan kekuatan 5,8 SR.
Korban paling banyak dirawat di RS Sanglah. Jumlahnya 46 orang. Korban umumnya mengalami luka di bagian kepala dan tangan terkena pecahan genteng dan jatuh saat menyelamatkan diri.
Sebagian besar korban adalah siswa SMKN 2 yang berada di Jalan Pendidikan, Denpasar. Mereka tertimpa genteng dan benda keras lainnya. Selain siswa SMKN 2, tiga orang siswa SD 8 Dauh Puri dan SD 2 Dauh Puri juga menambah deretan jumlah korban gempa yang dirawat di ruang UGD RS Sanglah. Sebagian dari mereka yang sudah mendapatkan pengobatan diperbolehkan pulang. ”Namun tujuh orang di antaranya masih perlu mendapatkan perawatan intensif,” ungkap juru bicara RS Sanglah, dr. Ken Wirasandi.
Dikatakannya, para korban umumnya luka akibat kejatuhan serpihan genteng, namun semua pasien bisa ditangani dengan baik. Sementara tujuh orang yang dirawat intensif terus mendapatkan perawatan dan pengecekan lebih lanjut. Bila tidak ada masalah serius mereka akan diizinkan pulang.
Kepala Perpustakaan SMKN 2 Denpasar Sukarata menceritakan, kejadian tersebut berawal saat para siswa dan guru berhamburan ke luar ruangan sekolah untuk menyelamatkan diri. Tiba-tiba pecahan genteng mengenai sejumlah siswa dan guru hingga menyebabkan luka di bagian kepala. Bahkan, salah seorang guru BK Ida Ayu Putu Arsani saat membantu evakuasi sempat terjatuh dan terinjak, sehingga menyebabkan cedera pada bahu kiri.
Dari data yang dihimpun Bali Post, selain di RS Sanglah, korban gempa juga dirawat di sejumlah rumah sakit di Denpasar yakni 3 orang di RS Kasih Ibu, dan 11 orang di RS Wangaya.
Informasi dari Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah III menyebutkan, gempa berpusat 143 kilometer barat daya Nusa Dua dengan koordinat 9,89 derajat Lintang Selatan dan 114,53 derajat Bujur Timur. Adapun kedalamannya 10 kilometer.
Selang lima jam setelah gempa berkekuatan 6,8 SR, masyarakat Bali kembali dikejutkan dengan gempa susulan berkekuatan 5,6 SR.
Bangunan Rusak
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Denpasar, Bali, mencatat sekitar 19 bangunan rusak akibat gempa, kemarin.
Kepala BPBD Kota Denpasar Sudana Satri Graha mengatakan, hasil pengecekan menunjukkan, ada delapan gedung sekolah yang rusak, namun yang terparah yakni gedung SMKN 2 Denpasar. ”Yang paling parah dialami SMKN 2 Denpasar, hampir semua atap genteng rontok,” katanya.
Bangunan yang rusak tersebut yakni delapan sekolah, gedung DPRD Kota Denpasar, gedung Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Museum Alam Puri Penatih, Pos Pemadam Kebakaran di Jalan Juanda, satu rumah sakit, dan enam rumah milik warga yang ada di empat kecamatan di Kota Denpasar. ”Semuanya mengalami kerusakan pada tembok dan gentengnya berjatuhan,” ujarnya. (bit/kmb)
Gempa Besar di Bali
– ”Gejer Bali” Tahun 1815 15.000 tewas
– Gempa Buleleng Tahun 1862 –
– Gempa Jembrana Tahun 1890 –
– Gempa Bali Tahun 1917 1.500 tewas
– Gempa Seririt Tahun 1976 560 tewas
– Gempa Karangasem Tahun 1979 –
– Gempa Karangasem Tahun 1979 24 tewas
– Gempa Karangasem Tahun 2004 –
– Gempa Nusa Dua Tahun 2010 –
– Gempa Nusa Dua Tahun 2011 –
——————————-
Pusat Data Bali Post
Sementara, RS Sanglah Terima 50 Korban Gempa
Sementara, RS Sanglah Terima 50 Korban Gempa
VIVAnews – Akibat gempa, sekitar 50 warga dilarikan ke rumah sakit Sanglah, Denpasar, Bali. Mereka luka-luka. “Umumnya kena benda keras. Badannya luka, kepala berdarah-darah,” ujar Humas RS Sanglah, Danti, saat dihubungi VIVAnews.com, Kamis 13 Oktober 2011.
Sebagian besar korban adalah siswa SMK 2 yang berada di Jalan Pendidikan, Denpasar. Mereka tertimpa atap dan benda keras lain. Dibawa para guru ke rumah sakit Sanglah. “Mereka diantar oleh guru,” imbuhnya.
Selain para siswa, banyak juga korban masyarakat umum. Namun, Danti belum bisa memberikan keterangan lebih jelas mengenai data lengkap para korban.
Gempa mengguncang Bali pada pukul 10.16 WIB. Versi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat kekuatan gempa sebesar 6,8 skala Richter. Sementara Badan Geologi AS (USGS) menyebut, gempa di Pulau Dewata berkekuatan 6,0 SR.
Gempa diketahui berada di lokasi 9.89 Lintang Selatan dan 114.53 Bujur Timur. Pusat gempa berada pada jarak 143 kilometer arah Barat Daya, Nusa Dua, Bali.
• VIVAnews
Info Korban Gempa Bali
Info Korban Gempa terkini:
RS Sanglah 47 orang (rawat inap: 7 orang, CKR: 5 orang, Fraktur: 2 orang)
RS Wangaya: 10 orang luka ringan
RS Kasih Ibu: 5 orang (rawat inao: 2 orang karena CKR dan fraktur).
RS Kapal Badung: 4 orang luka Ringan
Total 66 orang, total rawat inap 9 orang
Nusa Dua Bali Diguncang Gempa Susulan 5,6 SR
Nusa Dua Bali Diguncang Gempa Susulan 5,6 SR

Sebuah mobil rusak parah tertimpa atap beton akibat guncangan gempa 6,8 SR yang melanda Bali, Kamis (13/10/2011) sekitar pukul 11.16
TRIBUNNEWS.COM, NUSA DUA – Gempa susulan berkekuatan 5,6 skala Richter mengguncang kawasan Nusa Dua, Bali, Kamis (13/10/2011) sekitar pukul 14.52 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, pusat gempa berada pada 131 kilometer barat daya Nusa Dua Bali atau 9,76 Lintang Selatan (LS)-114,53 Bujur Timur (BT) dengan kedalaman sekitar 10 kilometer.
Sebelumnya, Gempa berkekuatan 6,8 skala Richter mengguncang kawasan Nusa Dua, Bali, Kamis (13/10/2011) sekitar pukul 10.16 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, pusat gempa berada pada 143 kilometer barat daya Nusa Dua Bali atau 9,89 Lintang Selatan (LS)-114,53 Bujur Timur (BT) dengan kedalaman sekitar 10 kilometer.
Namun BMKG mencatat gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. (*)
Gempa 6,8 SR Mengguncang Bali
Gempa berkekuatan 6,8 skala Richter mengguncang wilayah Bali. Sebuah pura di Jalan Pertigaan Nusa Indah runtuh akibat guncangan gempa ini.
Gempa berkekuatan 6,8 skala Richter ini terjadi pada pukul 10.16 WIB. Berada di 143 km Barat Daya Nusa Dua Bali. Gempa berpusat di kedalaman 10 km. Selain di Bali, gempa ini juga dirasakan di Lombok dan Banyuwangi di Jawa Timur. Informasi yang dilansir Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa gempa berkekuatan 6,8 SR terjadi sekitar pukul 10.16 WIB di Nusa Dua, Bali, Kamis 13 Oktober 2011.
Bali Digoyang Gempa 6,8 SR
Bali Digoyang Gempa 6,8 SR

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Bali diguncang gempa dengan kekuatan 6,8 skala richter pada pukul 10.16 WIB. Menurut BMKG, gempa terjadi di 143 kilometer barat daya Nusa Dua Bali dengan kedalaman 10 km. Sejauh ini belum ada tanda-tanda tsunami. Namun situasi di Bali cukup panik, masyarakat berhamburan ke luar rumah.
Gempa Gunung Anak Krakatau Tidak Berpotensi Memicu Tsunami
Kalianda, Lampung – Petugas pemantau gunung api menyatakan bahwa potensi gempa vulkanik Gunung Anak Krakatau untuk memicu terjadinya tsunami sangat kecil, dan warga tidak perlu khawatir dengan aktivitas gunung di Perairan Selat Sunda itu.
“Kegempaan Gunung Anak Krakatau memiliki kekuatan rendah sehingga sangat kecil berpotensi menimbulkan tsunami,” kata Petugas Pos Pemantau Gunung Anak Krakatau di Desa Hargopancuran Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Andisuardi di Rajabasa, Rabu.
BMKG Bisa Beri Peringatan Dini Tsunami ke 23 Negara
BMKG Bisa Beri Peringatan Dini Tsunami ke 23 Negara