BNPB Gelar Sosialisasi Penanggulangan Bencana

PURWOREJO – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar sosialisasi perundang-undangan dalam penanggulangan bencana di Hotel Sanjaya Purworejo, Kamis (24/10). Sejumlah isu antara lain terkait maraknya partai politik mendirikan posko ketika terjadinya bencana, mengemuka dalam kegiatan itu.

Continue reading

Indonesia: Laboratorium Bencana

petabencana

Indonesia: Laboratorium Bencana

petabencana

Sepekan ini, warga di beberapa daerah yang mengalami kekeringan sudah bisa lega karena mulai dirasakan adanya tanda-tanda hujan. Yogyakarta misalnya, dalam sepekan ini sudah terjadi hujan dua kali. Seperti perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika tentang musim kemarau dan penghujan tahun ini, selengkapnya klik-disini

Kini Indonesia dikenal juga dengan sebutan Laboratorium bencana. Tidak berlebihan memang, karena dalam setahun Indonesia mengalami puluhan bencana sekaligus. Bahkan dalam satu musim, Indonesia mengalami dua bencana sekaligus, banjir dan kekeringan. Buletin bencana BNPB bulan September selengkapnya memaparkan tentang fenomena ini, Silahkan klik-disini

Sayangnya, rumah sakit di Indonesia masih belum siap dalam menghadapi bencana. Untuk itulah, Pusat Kebijakan Manajemen Pelayanan Kesehatan FK UGM akan menyelenggarakan Seminar Penyusunan Hospital Disaster Plan (HDP) pada 12 November mendatang. Peserta yang diharapkan hadir adalah pimpinan dan staf rumah sakit di Indonesia yang bertanggungjawab mengenai penanggulangan bencana, pimpinan Dinas Kesehatan, pimpinan dan dosen Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat, penelitian dan pemerhati bencana, serta mahasiswa. Selengkapnya TOR seminar klik-disini.

Pekan ini, kembali kami hadirkan artikel-artikel mengenai manajemen bencana banjir untuk menghadapi musim penghujan yang akan tiba,

Proceeding Workshop, Flood Risk Management in South Asia, silahkan klik-disini

Original Paper, Flood Risk Perceptions and spatial multi-criteria analysis: an exploratory research for hazard mitigation,  silahkan klik-disini

Systematic Review, Public Perception of Flood Risk and Community-based Disaster Preparedness, silahkan klik-disini

Seluruh SKPD di daerah yang terkena bencana, oleh kepala daerah diminta untuk siaga dan terus memantau perkembangan bencana, pengungsi, dan penyakit. Termasuk di dalamnya dinas kesehatan, dinas sosial, dan BPBD. Hingga lebih dari pertengahan tahun 2013, Indonesia masih belum aman terhadap bencana.

Minggu lalu:

siklus-manajemen-resikoMembangun Ketahanan Masyarakat terhadap Kekeringan

peta-bencana-bnpb Bencana dan Penyakit Tidak Menular

Gempa Bumi Hantam Pesisir Meksiko

MEXICO CITY – Gempa bumi berkekuatan 6,4 skala Richter mengguncang pesisir Meksiko, tepatnya di Teluk California, Sabtu (19/10/2013).

Para pengamat gempa AS mengatakan gempa itu berpotensi tsunami. Namun, pemerintah Meksiko mengatakan belum menerima laporan adanya kerusakan atau korban akibat gempa bumi.

Continue reading

Penanggulangan bencana perlu teknologi lebih canggih

Palang Merah Internasional mengatakan, tindakan kemanusiaan perlu menggunakan teknologi lebih canggih untuk membantu menanggulangi bencana global. Palang Merah mengatakan, Laporan Bencana Dunia tahunan menguatkan bahwa penggunaan teknologi baru sangat penting untuk membantu mempersiapkan diri dan merespons keadaan darurat.

Continue reading

Papua Niugini Diguncang Gempa 7,1 SR

PORT MORESBY — Gempa bumi berkekuatan 7,1 dalam skala Richter mengguncang Papua Niugini, Rabu (16/10/2013). Demikian menurut Badan Survei Geologi AS (USGS), meski belum diterbitkan peringatan dini tsunami.

Continue reading

SEMINAR Strategi Menyusun HOSPITAL DISASTER PLAN

Pusat Kebijakan Manajemen Kesehatan (PKMK)
Fakultas Kedokteran UGM

Menyelenggarakan

SEMINAR

Strategi Menyusun HOSPITAL DISASTER PLAN (HDP)

Selasa, 12 November 2013
Ruang Senat KPTU FK UGM Lt. 2 Yogyakarta

Pengantar

Kita tidak dapat menahan bencana yang dapat terjadi kapan dan di mana saja tanpa dapat diduga: di rumah atau di tempat bekerja apalagi dengan cakupan wilayah Indonesia yang sangat luas di ring of fire bumi dan di antara pelat Australia dan Asia menjadikan hampir seluruh wilayah Indonesia rawan bencana.

Belajar dari berbagai pengalaman bencana yang terjadi di Indonesia, secara otomatis rumahsakit akan menjadi pusat rujukan. Oleh karena itu dalam usaha meminimalkan resiko bencana, diharapkan rumahsakit mempunyai perencanaan dan prosedur untuk penanganan bencana dalam bentuk Hospital Disaster Plan. Dengan adanya perencanaan ini diharapkan rumahsakit dapat menangani korban secara lebih baik dalam situasi bencana. Pentingnya rencana penanggulangan bencana bagi rumahsakit didukung dengan Undang-undang RI no.44 tahun 2009 dan salah satu Pembahasan Akreditasi Rumahsakit tahun 2012, dimana kesiapan menghadapi bencana menjadi elemen penilaian standar Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) 6.

Sayangnya hampir seluruh rumahsakit di Indonesia belum sepenuhnya dapat menangani korban bencana dengan cepat dan tepat. Hal ini terjadi karena fungsi, struktur, medical support, dan manajemen support yang kolap. Di samping itu, masing-masing rumahsakit memiliki cara penanganan korban yang beragam sehingga belum memiliki keseragaman dalam penanganan maupun kesiapannya.

Beberapa tahun terakhir ini PKMK bekerja sama dengan Pusat Penanggulangan Krisis (PPK) Kementerian Kesehatan dan WHO dalam melakukan In House Training HDP di beberapa rumahsakit. Mengingat prosedur Penanggulangan Bencana (Disaster Plan, DP) adalah serangkaian prosedur yang sudah disiapkan sebelumnya maka sebuah Disaster Plan hanya akan dapat dijalankan bila sesuai dengan kapasitas dan kompetensi staf yang dilatih, di evaluasi, dan diperbaiki secara periodik. Oleh karena itu perlu pengembangan HDP dan pelatihan terus menerus.

Strategi pelatihan berbeda-beda. Disamping pendampingan tatap muka In House Training, pengembangan lainnya adalah menggunakan cara e-learning melalui website bencana kesehatan www.bencana-kesehatan.net. Diharapkan dengan pengembangan HDP bedasarkan e-learning ini akan meringankan biaya rumahsakit-rumahsakit dalam menyusun HDP secara mandiri. Dalam hal ini strategi pendanaan pelatihan yang bertumpu pada pendekatan e-learning menjadi hal penting untuk dibahas.

  Tujuan

  1. Mendiskusikan perlunya rumahsakit Disaster Plan.
  2. Mengetahui lebih jelas kebijakan pemerintah terhadap Hospital Disaster Plan.
  3. Membahas pengalaman beberapa (negeri dan swasta) rumahsakit dalam menangani situasi bencana.
  4. Membahas strategi untuk pendanaan pelatihan Hospital Disaster Plan dengan menggunakan e-learning dan tatap muka.

Jadwal Acara

Kegiatan

Narasumber

Registrasi

 

Pembukaan

Perwakilan Dekanat FK UGM

Ketua Pokja Bencana FK UGM

Sesi I :


  Pembicara :
  Direktur BUK Rujukan Kementerian Kesehatan RI

  Peran Kemenkes dalam regulasi Hospital Disaster Plan (BUK
  Rujukan Kemenkes), terkait Akreditasi RS.

 pdfDownload Materi

  Moderator : dr. Handoyo Pramusinto SpB BS

Coffe Break

 

Sesi II

Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (PERSI).

Stephani M Nainggolan

pdfKesiapan rumahsakit dalam penyusunan Hospital Disaster Plan


Direktur RSU Panembahan Senopati Bantul

dr. Gandung Bambang Hermanto

Pengalaman rumahsakit dalam menyusun hospital disaster planpdfDownload Materi

Moderator : Sutono, SKp

ISHOMA dan Kunjungan Pameran

 

Sesi III:

Pembicara :

1.   Dr. Sulanto Saleh Danu, SpFK

      Pengembangan modul HDP

pdfDownload Materi

2.   Direktur RSU Panti Nugroho Yogyakarta

      dr. Tendean Arif Wibowo
      Pengalaman rumahsakit  dalam menyusun 
      Hospital Disaster Plan

pdfDownload Materi


Moderator : dr. Bella Donna, M.Kes

 Penutup

 Dr Handoyo Pramusinto SpB BS

Note :
Peserta  membawa HDP rumah sakit masing-masing

Peserta Yang Diharapkan

  1. Pimpinan dan Staff yang bertanggung jawab pada manajemen bencana di rumahsakit
  2. Dinas Kesehatan
  3. Pimpinan dan dosen Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat
  4. Dosen/peneliti/pemerhati bidang manajemen bencana
  5. Mahasiswa S1,dan  S3

 

Biaya Pendaftaran:

Diharapkan peserta dapat mendaftarkan secara kelompok. Biaya pendaftaran adalah:

1 orang Rp 250.000,-

2 orang Rp 400.000,-

3 orang Rp 500.000,-

4 orang Rp 600.000,-

Fasilitas: Paket meeting dan dan sertifikat ber SKP-IDI

Biaya dapat ditransfer melalui :

Bank BNI atas nama : PKMK FK UGM

No. Rekening : 0203024192


INFO dan PENDAFTARAN :

Hendriana Anggi / Dewi Catur

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan

Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Gedung IKM (sayap utara) Lt. 2

Fakultas Kedokteran UGM

Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281

Telp      : 0274 – 549425

HP        : 081227938882/ Anggi, 0818263653/dewi

Email    : [email protected] / [email protected]

Membangun Ketahanan Masyarakat terhadap Kekeringan

siklus-manajemen-resiko

siklus-manajemen-resiko

Selama sebulan ini, bahasan kita masih tentang peristiwa kekeringan yang terjadi di banyak daerah di Indonesia. Berbagai hal tentang kekeringan yang berhubungan dengan kesehatan masyarakat telah kita sampaikan pada pengantar-pengantar yang lalu. Kali ini kita akan membahas tentang ketahanan masyarakat terhadap bencana kekeringan.

Silahkan klik-disini untuk membaca artikel terkait. Kerentanan masyarakat terhadap bencana diartikan sebagai ancaman resiko bahaya (susceptibility), kemampuan (resilience) masyarakat untuk menghadapi (response) dan bangkit (recovery) dari bencana. Pengurangan kerentanan terhadap bencana terdiri dari dua kegiatan; upaya pengurangan resiko bahaya (susceptibility) dan upaya peningkatan ketahanan (resilience) masyarakat.

Apakah saat ini kita terlambat membangun ketahanan? Tidak, karena upaya peningkatan ketahanan masyarakat meliputi kesiapan, respon, dan pemulihan. Saat ini kita berada pada masa respon (tanggap) dan beberapa daerah telah memasuki masa pemulihan terhadap bencana kekeringan. Hampir semua daerah yang mengalami kekeringan telah melakukan upaya tanggap darurat dengan melakukan dropping air, bahkan BNPB telah menyiapkan dana 90 miliar untuk bencana kekeringan. Namun, respon kita masih kurang dalam upaya mengontrol penyebaran penyakit infeksi, sanitasi air dan lingkungan, serta surveilans penyakit akibat kekeringan.

Berikut ini buku dan paper mengenai pengalaman-pengalaman beberapa negara dalam menghadapi bencana kekeringan; Buku-Drought and Water Crises: Science, Technology, and Management Issues, silahkan klik-disini

Paper- Drought, Livestock and Livelihoods: Lessons from the 1999-2001 emergency response in the pastoral sector in Kenya silahkan klik-disini

Paper – Anticipating and Responding to Drought in Southern Africa: lessons from the 2002-2003 Experience, silahkan klik-disini

Seluruh SKPD di daerah yang terkena bencana, oleh kepala daerah diminta untuk siaga dan terus memantau perkembangan bencana, pengungsi, dan penyakit. Termasuk di dalamnya dinas kesehatan, dinas sosial, dan BPBD. Hingga lebih dari pertengahan tahun 2013, Indonesia masih belum aman terhadap bencana.

Minggu lalu:

peta-bencana-bnpb Bencana dan Penyakit Tidak Menular peta-bencana-bnpbIndonesia Masih Terus Dilanda Bencana