Outlook Bencana Kesehatan 2020

 

Diselenggarakan oleh:
Divisi Manajemen Bencana Kesehatan, Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK)
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK)
Universitas Gadjah Mada


Pengantar

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mempresentasikan kaleidoskop bencana 2019 dan outlook bencana 2020 di penghujung Desember 2019 lalu bersama dengan BMKG, PVMBG dan lintas kementerian terkait. Bencana hidrometeologi dan geologi masih mendominasi sepanjang 2019 dan akan tetap sama pada tahun ini. Sedangkan untuk jumlah bencana alam 2019 lebih tinggi (3662 kejadian) pada 2018 (3397 kejadian) tetapi terjadi penurunan dalam jumlah korban. Namun bagaimana dengan kaleidoskop dan outlook bencana non alam? Bagaimana dengan dampaknya terhadap krisis kesehatan?

Selain itu, pada kaleidoskop PKMK FK – KMK UGM pada 20 Desember 2019 yang mengusung tema Membangun Kesehatan dari Daerah Pinggiran, Divisi Manajemen Bencana Kesehatan juga turut menyampaikan kaleidoskop bencana kesehatan sepanjang 2019, diantaranya berkembangnya pedoman EMT, klaster kesehatan, dan pelatihan kebencanaan bidang kesehatan. Melihat bahwa kebijakan dan koordinasi di tingkat pusat untuk isu krisis kesehatan, ketahanan kesehatan, dan bencana semakin membaik maka tantangan ke depannya adalah bagaimana menyiapkan dan menguatkan daerah pinggiran. Dalam hal ini, lini terdepan dalam koordinasi bencana kesehatan di daerah adalah dinas kesehatan, rumah sakit, dan puskesmas tentunya. Bagaimana dinas kesehatan provinsi, kabupaten/kota mampu menjadi leader dalam upaya pengurangan risiko dan penanganan bencana dan krisis kesehatan di daerah?

Untuk memperdalam refleksi kaleidoskop bencana kesehatan 2019, Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK – KMK UGM kembali mengadakan diskusi outlook bencana kesehatan 2020, selain itu juga bertujuan untuk mendiskusikan rumusan penguatan dinas kesehatan dalam menghadapi bencana dan krisis kesehatan, termasuk penguatan pembiayaan, koordinasi lintas program, dan kerjasama perguruan tinggi kesehatan di daerah.

Pembicara dan Pembahas

  • Pusat Krisis Kesehatan, Kementerian Kesehatan
  • World Bank Indonesia (Isu ketahanan kesehatan)
  • Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK – KMK UGM
  • Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah
  • Ketua Board PKMK FK – KMK UGM
  • Adviser Pokja Bencana FK – KMK UGM

Agenda Kegiatan

Waktu         : Kamis, 16 Januari 2020
Pukul           : 10.00 – 12.00 WIB
Tempat       : Common Room Gedung Litbang Lantai 1 FK – KMK UGM

Waktu Kegiatan Narasumber
09.50 – 10.00 Registrasi  
10.00 – 10.05 Pembukaan MC/ Moderator

10.05 – 10.25

10.25 – 10.45

Presentasi outlook krisis kesehatan 2020

Presentasi outlook bencana kesehatan FK-KMK UGM

  • Pusat Krisis Kesehatan, Kementerian Kesehatan
  • Divisi Manajemen Bencana Kesehatan, PKMK FK-KMK UGM
10.45 – 11.15 Pembahas
  • World Bank Indonesia (Isu ketahanan kesehatan)
  • Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah
  • Ketua Board PKMK FK – KMK UGM
    (Prof. dr. Laksono Trisnantoro, MSc, PhD)
  • Adviser Pokja Bencana FK – KMK UGM
  • dr. Hendro Wartatmo, Sp.BKBD
  • dr. Sulanto Saleh Danu, Sp.FK
11.15 – 11.45 Diskusi langsung dan webinar MC/ Moderator
11.45 – 11.55 Pemaparan rencana kegiatan 2020  
11.55 – 12.00 Penutupan  

 

Sasaran Peserta Webinar

  • Dinas Kesehatan Provinsi/ Kabupaten/ Kota
  • Rumah Sakit
  • Puskesmas
  • BPBD Provinsi/ Kabupaten/ Kota
  • Fakultas Kedokteran/ Kedokteran dan Kesehatan/ Kesehatan Masyarakat
  • Peneliti
  • Mahasiswa
  • Pemerhati Bencana Kesehatan


Narahubung

Dewi Catur Wulandari
Mobile: +62 818263653
Email : [email protected]
Pusat Kebijakan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK-KMK UGM
Gedung Penelitian dan Pengembangan Lantai 1
Jalan Medika Yogyakarta 55281 Indonesia
Phone/fax: +62 274 549425
Email: [email protected]m
Website: www.bencana-kesehatan.net

dr. Hendro Wartatmo, Sp.BKBD

dr. Sulanto Saleh Danu, Sp.FK

Pelatihan Manajemen Pos Klaster Kesehatan dalam Bencana

Kerangka Acuan Kegiatan

Pelatihan Manajemen Pos Klaster Kesehatan dalam Bencana

Diselenggarakan oleh Pokja Bencana
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan
Universitas Gadjah Mada

9 Desember 2019
Auditorium Perpustakaan Lantai 2 FK-KMK UGM


Pengantar

Komitmen FK – KMK UGM dalam penanggulangan bencana sektor kesehatan di Indonesia sudah dimulai sejak bencana Tsunami Aceh 2004 silam. Terbukti dengan berkembangnya penanganan bencana dari fokus respon ke upaya kesiapsiagaan dan manajemen, termasuk mengembangkan kurikulum bencana kesehatan untuk mahasiswa S1 dan S2. Upaya penanganan bencana selalu mengedepankan pendampingan sistem kesehatan dan kebijakan penanggulangan bencana baik pusat dan daerah. Tidak hanya itu, berjejaring juga menjadi pendekatan yang dilakukan, diantaranya dengan dinas, rumah sakit, puskesmas, universitas, dan alumni di daerah termasuk kementerian kesehatan dan Academic Health System (AHS) UGM.

Untuk mendukung koordinasi dan pelaksanaan bantuan medis dan manajemen bencana ke depannya, FK – KMK UGM berencana melakukan penjaringan minat anggota bencana baik di dalam lingkup FK – KMK UGM maupun AHS UGM, manajemen dan dukungan medis. Ke depannya, tim bencana ini akan siap diberangkatkan ke daerah bencana dengan bekal manajemen, medis, dan pertahanan diri yang kuat. Hal ini juga mendukung rencana strategis Kementerian Kesehatan untuk mempersiapkan Emergency Medical Team (EMT) nasional Indonesia.

Berdasarkan hal tersebut, Pokja Bencana FK – KMK UGM bermasuk mengadakan pelatihan manajemen pos klaster kesehatan dalam bencana kepada anggota. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi pembekalan manajemen untuk anggota tim bencana AHS UGM.

Tujuan

  • Penjaringan minat anggota bencana AHS UGM : Manajemen support atau Medical support
  • Peningkatan kapasitas tim bencana AHS UGM dalam manajemen pos klaster kesehatan

Kegiatan

  1. Seminar manajemen bencana bidang kesehatan
  2. Pelatihan manajemen pos klaster kesehatan dalam bencana

Tempat dan Jadwal Kegiatan

Tempat   : Ruang Senat, KPTU FK – KMK UGM
Tanggal   : Senin, 9 Desember 2019
Pukul       : 07.30 – 17.00 WIB

Jadwal

Waktu Kegiatan Keterangan
07.30 – 08.30 Registrasi  
08.30 – 09.00

Sambutan dan Pembukaan

Sambutan Ketua Pokja Bencana FK – KMK UGM

Sambutan Ketua AHS UGM

Sambutan dan Pembukaan oleh Dekan FK-KMK UGM

09.00 – 09.15

Pengarahan tentang tim bencana AHS UGM

Wadek Bidang Kerjasama dan Pengabdian Masyarakat FK – KMK UGM dan AHS UGM
09.15 – 10.00

Materi 1: Perjalanan Pokja Bencana dalam membantu penanganan bencana di Indonesia

Diskusi

Pokja Bencana FK – KMK UGM

(dr Handoyo Pramusinto SpB BS)

10.00 – 11.00

Materi 2: Manajemen tim dan disaster survival

Diskusi

Pokja Bencana FK – KMK UGM

(dr Hendro Wartatmo SpB KBD)

11.00 – 11.45

Materi 3: pengaktifan klaster kesehatan,

Diskusi

Pokja Bencana FK – KMK UGM

(dr Bella Donna MKes)

11.45 – 13.00 Istirahat  
13.00 – 15.00

Materi dan Penugasan :

Pendampingan manajemen klaster kesehatan saat bencana di dinas kesehatan

Membuat peta respon

Manajemen relawan

Pokja Bencana FK – KMK UGM

(dr Bella Donna MKes)

15.00 – 17.00

Materi dan Penugasan Pendampingan manajemen klaster kesehatan

Data dan Informasi

Teknik pengenalan dan pengisian form

Pokja Bencana FK – KMK UGM

(Madelina Ariani SKM MPH)

17.00 Penutupan Wadek Bidang Kerjasama dan Pengabdian Masyarakat FK – KMK UGM dan AHS UGM

Daftar peserta

  1. AHS UGM
    • RSUP Sardjito
    • RS UGM
    • RSPAU Hardjulukito
    • RSUD Wates
    • RSUP Klaten
  2. Pokja Bencana FK-KMK UGM
  3. Bagian/ departemen FK-KMK UGM

 

Narahubung

  Kepesertaan:
Dewi Catur
0818 263 653
[email protected]
  Konten:
Happy Pangaribuan
0853 5872 7172
[email protected]

Pameran Ilmiah Kebijakan Kesehatan dan Manajemen Bencana Indonesia 2019

 Pameran Ilmiah Kebijakan Kesehatan dan Manajemen Bencana Indonesia 2019

Rabu – Jumat, 30 Oktober – 1 November 2019

Diselenggarakan oleh:

Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM bekerjasama dengan Pokja Bencana FK UGM
dan Divisi Manajemen Bencana Pusat Kebijakan Manajemen Kesehatan FK – KMK UGM

Pengantar

Kompleksitas masalah dan peran dalam penanggulangan bencana menuntut aktor -aktor penanggulangan bencana mampu berkolaborasi dan berkomunikasi dengan berbagai sektor yang terlibat. Seorang tenaga kesehatan misalnya, tidak dapat melakukan layanan kesehatan pada masa tanggap bencana sendirian, layanan kesehatan yang ada di daerah bencana akan bertemu dan mendapat bantuan dari relawan yang datang baik dari pemerintah, perguruan tinggi, ataupun organisasi kemasyarakatan. Mengingat prosedur penanggulangan bencana adalah serangkaian prosedur yang sudah disiapkan sebelumnya maka sebuah Disaster Plan hanya akan dapat dijalankan bila sesuai dengan kapasitas dan kompetensi staf yang dilatih, dievaluasi, dan diperbaiki secara periodik. Oleh karena itu, perlu pengembangan manajemen bencana dan pelatihan terus menerus.

Kebijakan dalam penanggulangan bencana ini selalu diupdate karena karakteristik bencana yang terjadi berbeda – beda. Kementerian kesehatan bersama dengan organisasi terkait termasuk FK – KMK UGM bekerja sama untuk menyusun kebijakan yang strategis dan terintegrasi, misalnya stategi untuk menghimpun relawan kesehatan yang ada di Indonesia. Belajar dari beberapa pengalaman bencana Indonesia, tercatat bahwa banyak relawan yang sudah terlatih dan siap membantu saat bencana terjadi. Banyaknya bencana yang terjadi saat ini menuntut peran perguruan tinggi untuk dapat memasukkan kurikulum pendidikan bencana bagi mahasiswa sehingga mahasiswa mampu memahami perannya dimasa depan dalam penanggulangan bencana.

Tantangan dalam memahamkan pembelajaran manajemen bencana kesehatan bagi mahasiswa adalah sulitnya mahasiswa membayangkan kejadian bencana, bagaimana proses koordinasi, bagaimana memberikan layanan kesehatan, bagaimana cara bergabung dalam upaya penanggulangan bencana, dan banyak tantangan lainnya. Proses pembelajaran manajemen bencana kesehatan ini semakin berat, terutama dirasakan oleh mahasiswa yang belum memiliki pengalaman dalam situasi bencana. Berdasarkan hal ini, proses pembelajaran kemudian dikembangkan dengan berbagai macam pendekatan antara lain menggunakan model Pembelajaran Berdasarkan Masalah, praktikum, skills lab, kuliah pakar, dan video pembelajaran. Semua metode yang dikembangkan bertujuan untuk memahamkan mahasiswa kepada perannya sebagai tenaga kesehatan di masa yang akan datang dalam menghadapi bencana.

Sejak 2010, FK – KMK selalu mengadakan pameran ilmiah kebencanaan pada akhir Blok D2 untuk mahasiswa kedokteran dan keperawatan. Setiap tahun pameran ini melibatkan organisasi kemanusiaan dan kebencanaan yang ada di Yogyakarta seperti Dinas Kesehatan Provinsi Yogyakarta, BPBD, PMI, TBMM dan MDMC, serta rumah sakit dan Pusbankes 118. Melalui pameran harapannya mahasiswa dapat langsung berinteraksi dengan pelaku lapangan untuk lebih mudah memahami mengenai manajeman penanggulangan bencana bidang kesehatan.

Sejak pertama kali diadakan, pameran ilmiah bencana menjadi kegiatan dan salah satu metode pembelajaran yang disukai oleh mahasiswa dan dirasakan mampu memberikan pemahaman lebih mengenai gambaran penanggulangan bencana bidang kesehatan yang sebenarnya bagi mahasiswa. Pokja Bencana FK – KMK UGM juga selalu terlibat dalam penanganan bencana yang pernah terjadi di Indonesia berupa bantuan tenaga medis, logistik dan manajemen klaster kesehatan. Pengalaman – pengalaman tersebut telah didokumentasikan dalam bentuk buku berjudul “Relawan Kesehatan di Medan Bencana” dimana buku ini menceritakan bagaimana kondisi dan penanganan saat bencana dari sector kesehatan. FK – KMK UGM pada kesempatan ini mengajak semua pihak untuk kembali terlibat dalam Launching Buku “Relawan Kesehatan di Medan Bencana” dan Pameran Ilmiah Manajemen Bencana Bidang Kesehatan di Indonesia 2019.

Tujuan

Pameran bertujuan untuk:

  1. Memberikan pengetahuan dan gambaran mengenai pengalaman dalam penanganan bencana yang telah dilakukan khususnya bidang kesehatan, agar bisa memberikan bentuk inovasi dalam penanggulangan bencana di masa depan.
  2. Memberikan pelajaran langsung mengenai manajamen penanggulangan bencana bidang kesehatan sehingga mahasiswa mendapat gambaran bagaimana prosesnya melalui diskusi dan dokumentasi kegiatan oleh pelaku penanggulangan bencana.
  3. Mendekatkan mahasiswa dengan pelaku-pelaku manajemen penanggulangan bencana di DIY.

Ketentuan Peserta Pameran Dan Pembagian Topik

Pada umumnya semua peserta pameran diharapkan dapat menunjukkan atau menampilkan peran masing – masing dalam penanggulangan bencana selama ini, baik pengalaman kegiatan bencana, program atau fokus. Namun, untuk keperluan pembelajaran mahasiswa kami mencoba membagi dan mengharap kesediaan rekan peserta pameran sekalian untuk menambahkan materi atau menjelaskan materi di bawah ini selain materi yang memang seharusnya ada pada stand peserta masing – masing.

Kami juga mengharapkan keikutsertaan peserta dalam mengisi materi di Ignite Stage yang telah disediakan setiap harinya pada jadwal yang telah ditentukan di bawah ini:

 

No. Peserta Permohonan topik tambahan/ menjelaskan tentang
1

FK KMK UGM (Pokja Bencana, Divisi Bencana Kesehatan PKMK, Prodi Keperawatan, Prodi Kedokteran Umum, dan Prodi Gizi Kesehatan)

FK KMK UGM Lebih menjelaskan tentang teori sesuai dengan materi perkuliahan

Teori pembelajaran sesuai dengan topik perkuliahan diantaranya:

       Manajemen bencana kesehatan

       Emergency Medical Team (EMT)

       Hospital Disaster Plan (HDP)

       Disaster Nursing

       Pengalaman pengiriman tim medis dan manajemen ke lapangan (Lombok, Palu, Lampung)

       Simulasi klaster kesehatan saat bencana (Peta respon)

2

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY

BPBD lebih menjelaskan tentang ICS dan koordinasi dalam penanggulangan bencana.

       Peralatan dalam penanggulangan bencana (bisa mobil, evakuasi, dll)

       Materi pameran BPBD DIY

3

PMI Provinsi Yogyakarta

Lebih menjelaskan mengenai manajemen relawan kesehatan.

Kegiatan kegiatan PMI di lapangan.

4 MDMC Lebih menjelaskan kegiatan penanggulangan bencana yang dilakukan, termasuk manajemen relawan kesehatan.
5 TBMM FK KMK UGM Kegiatan yang dilakukan oleh TBMM terkait kesiapsiagaan dan respon bencana.
6 Pusbankes 118 PERSI DIY Lebih menjelaskan kegiatan yang dilakukan dalam penanggulangan bencana, pelatihan, simulasi, dan lain sebagainya.

PENGUNJUNG PAMERAN

  • Mahasiswa kedokteran umum Blok D.2 reguler
  • Mahasiswa kedokteran umum Blok D.2 internasional
  • Mahasiswa Fakultas Kedokteran FK UGM
  • Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas lainnya di Jogjakarta
  • Masyarakat Umum

 

WAKTU DAN TEMPAT

Waktu     : Rabu- Jumat, 30 Oktober – 1 November 2019
Tempat   : Auditorium FK – KMK UGM (Pembukaan tanggal 30 Oktober 2019)
Lobby Auditoriun FK – KMK UGM (Pameran 31 Oktober – 1 November 2019)

Jadwal kegiatan

Waktu Kegiatan Ket.
Rabu, 30 Oktober 2019
07.30 – 08.15 Registrasi Panitia
08.15 – 08.30 Pembukaan MC
08.30 – 10.00 Kuliah Tamu  
10.00 – 11.00 Launching Buku
  1. Wartatmo,
11.00 – 11.10 Sambutan Ketua Blok D.2 Pendidikan Dokter reguler/internasional Dr. dr. Andreasta Meliala/ dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc, PhD
11.10 – 11.20 Sambutan dan Pembukaan oleh Dekan FK-KMK UGM Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed. Ph.D.,SpOG(K)
11.20 – 11.30 Simbolis Pembukaan dengan Pemotongan pita di gerbang pameran Dekan FK UGM, Direktur PKMK, Ketua Pokja, Ketua Board PKMK dan hadirin
11.30 – 11.40 Orientasi ke stand pameran masing-masing Tamu undangan dan mahasiswa
12.00 – 13.00 ISHOMA
13.00 – 16.00 Pameran Peserta
Kamis, 31 Oktober 2019
09.00 – 16.00 Pameran Peserta
Jumat, 1 November 2019
09.00 – 16.00 Pameran Peserta

Penutup

Demikian TOR Launching Buku dan Pameran Bencana 2019 disusun. Kegiatan ini bermanfaat bagi mahasiswa untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang manajemen penanggulangan bencana bdiang kesehatan. Pengalaman – pengalaman peserta saat menangani bencana yang dibagikan pada pameran dan juga yang sudah terdokumentasi dalam satu buku bisa menjadi pelajaran untuk perbaikan manajemen bencana kesehatan.


INFORMASI LEBIH LANJUT

Pusat Kebijakan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK UGM Gedung IKM Sayap Utara Lantai 2
Jalan Farmako Sekip Utara, Yogyakarta 55281 Indonesia
Phone/fax: +62 274 549425
Email: [email protected]m
Website: www.bencana-kesehatan.net

Dewi Catur Wulandari
Mobile: +62 818-263-653
Email: [email protected]

 

Launching Buku : Relawan Kesehatan di Medan Bencana

Launching Buku : Relawan Kesehatan di Medan Bencana

Rabu, 30 Oktober 2019

Diselenggarakan oleh:
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan
Universitas Gadjah Mada


PENGANTAR

Indonesia merupakan negeri yang terletak di wilayah cincin api dunia, dengan karakteristik geografis rawan bencana. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)   mencatat sebanyak 2.277 bencana alam terjadi sejak Januari – Juli 2019. Bahkan, menjelang akhir Januari 2019, data dari Centre for Research on the Epidemiology of Disasters (CRED) dan EM-DAT   (International   Disaster   Database),   Badan Perserikatan Bangsa Bangsa   untuk Pengurangan Risiko Bencana (United Nations Office for Disaster Risk Reduction/UNISDR) menunjukkan bahwa Indonesia berada pada peringkat pertama negara dengan jumlah korban jiwa tertinggi akibat bencana alam sepanjang 2018.

Bencana   geologi,   mulai   gempa,   tsunami,   erupsi   gunung   berapi,   longsor,   banjir,   dan belakangan likuefaksi, merupakan peristiwa alam yang terjadi secara tak terduga dan tak mengenal waktu. Dampak yang ditimbulkan pun sangat besar, seperti hancurnya infrastruktur bangunan, rusaknya infrastruktur sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat hingga jatuhnya korban jiwa. Kehadiran bencana memang tidak bisa dicegah, akan tetapi masih mungkin untuk melakukan tindakan yang mampu mengurangi risiko akibat paparan dampaknya. Oleh karenanya, kesiapsiagaan dan upaya mitigasi bencana sangat diperlukan terutama untuk menurunkan angka cedera, hilang, dan jatuhnya korban jiwa.

Tim Bencana Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan FK- KMK/RSUP Dr. Sardjito berinisiatif menyusun buku yang berisi berisi catatan lapangan tim membantu korban bencana di Indonesia selama kurun waktu 15 tahun. Narasi buku diawali dengan kisah tim saat tsunami Aceh pada Desember 2004 hingga tsunami Selat Sunda menghantam Banten dan Lampung pada Desember 2018. Tidak hanya itu, buku yang ditulis juga mengungkapkan pengalaman pribadi salah satu anggota tim yang terlibat dalam penanganan bencana kelaparan di Kabupaten Lombok Tengah, NTB 1980, serta erupsi Merapi 1994.

Belum banyak buku pengalaman penanganan bencana yang khusus membahas kegiatan tim kesehatan di lapangan. Berkaitan dengan hal tersebut, FK- KMK UGM akan menggelar launching dan bedah buku “Relawan Kesehatan di Medan Bencana”, untuk memperkenalkan karya buku tersebut sekaligus harapannya buku ini dapat menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa kesehatan dan masyarakat umum yang tertarik pada bidang kesehatan bencana.

 

TUJUAN

Agenda ini bertujuan untuk:

  1. Launching buku “Relawan Kesehatan di Medan Bencana, perjalanan Tim FK UGM/RSUP dr. Sardjito Membantu Korban Bencana (2004
  2. Diskusi pengalaman dan pembelajaran tim kesehatan dalam penanganan bencana.

 

WAKTU DAN TEMPAT

Waktu     : Rabu 30 Oktober 2019

Pukul       : 10.00 – 12.00 WIB
                 (bersamaan dengan pembukaan pameran ilmiah bencana kesehatan)

Tempat   : Auditorium FK – KMK UGM

 

WEBINAR

http://bit.ly/webinarbencana2019
Webinar ID: 163-113-235

        

JADWAL KEGIATAN

Waktu Kegiatan Ket.
09.50 – 10.00 Registrasi  
10.00 – 10.10 Pembukaan Dekan FK KMK UGM
10.10 – 10.40 Pemaparan isi buku  
10.40 – 11.00 Diskusi dan tanya jawab Moderator
11.00 – 12.00 Pembukaan Pameran Ilmiah Bencana Kesehatan

Informasi Lebih Lanjut

Pusat Kebijakan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK UGM Gedung IKM Sayap Utara Lantai 2
Jalan Farmako Sekip Utara, Yogyakarta 55281 Indonesia
Phone/fax: +62 274 549425
Email: [email protected]m
Website: www.bencana-kesehatan.net

Dewi Catur Wulandari
Mobile: +62 818-263-653
Email: [email protected]

 

Webinar Potensi Hazard Tsunami di Selat Sunda

Webinar Potensi Hazard Tsunami di Selat Sunda

FK – KMK UGM

Senin, 31 Desember 2018   |    10.00 – 12.00 WIB
Ruang Senat Gd. KPTU Lantai 2 FK – KMK UGM

{tab title=”TOR – Materi – Video ” align=”justify”  class=”red”}

PENGANTAR

Aktivitas vulkanik gunung Anak Karakatau dalam sebulan ini dengan puncaknya erupsi serta guguran tanah di dalam laut pada Sabtu (22/12/2018) telah menyebabkan terjadinya tsunami di Banten dan Lampung. Data korban jiwa terus meningkat. Penanganan telah dilakukan oleh kapasitas lokal dibantu tim relawan baik medis maupun non medis yang berdatangan dari banyak daerah di Indonesia. Termasuk dari FK-KMK UGM yang komitmen terlibat dalam penanggulangan bencana di Indonesia.

Diprediksi lebih jauh bahwa aktivitas gunung Anak Krakatau akan terus meningkat, yang memungkinkan gempa dan tsunami lagi bagi daratan sekitarnya. Hal ini membutuhkan kesiapsiagaan dari daerah yang mungkin terdampak lebih luas dari yang sudah terjadi (22 Desember lalu). Namun, tidak semua daerah di Indonesia memiliki kesadaran dan kesiapsiagaan yang baik dalam menghadapi ancaman seperti ini. Tidak hanya itu, pelaku penanggulangan bencana juga perlu mengetahui tentang hazard di Selat Sunda, bagaimana penyelamatan diri, dan sebagainya.

Berdasarkan hal tersebut, FK – KMK UGM merasa perlu untuk melakukan diskusi tentang Hazard Tsunami dan bencana lainnya di Selat Sunda. Harapannya, anggota Pokja Bencana dan civitas akademika di lingkungan FK – KMK mengetahui tentang ancaman ini dan dapat melakukan diskusi lebih jauh terkait kemungkinan dampak dan perencanaan penanggulangan bencana ke depannya di bidang kesehatan.

TUJUAN

  1. Peningkatan pengetahuan Pokja Bencana dan civitas akademika sebagai pelaku penanggulangan bencana bidang kesehatan di Indonesia tentang potensi hazard Tsunami dan bencana lainnya di Selat Sunda.
  2. Sebagai dasar tim Pokja Bencana dan civitas akademika untuk menyusun rencana pendampingan bagi daerah – daerah yang diprediksi akan terdampak.

PESERTA

  1. Tim Pokja Bencana FK – KMK UGM
  2. Dosen dan peneliti bidang kebencanaan
  3. AHS UGM
  4. Mahasiswa TBMM
  5. Jejaring
  6. Pemerhati bencana di Yogyakarta dan luar daerah

JADWAL

Waktu Materi Pembicara
09.30 – 10.00 Registrasi
10.00 – 10.15 Pembukaan

Wakil Dekan Bidang Kerjasama Alumni dan Pengabdian kepada Masyarakat.

dr. Mei Neni Sitaresmi,Sp.A(K).,Ph.D

10.15 – 11.00

Penyampaian Materi

Hazard Tsunami dan Erupsi anak Gunung Krakatau di Selat Sunda

Pembicara.

Dr. Agung Harijoko,ST,M.Eng

Materi    Video

Moderator :

Prof. Laksono Trisnantoro

11.00 – 11.45 Usulan Kegiatan Mitigasi di Lampung

Tim Pokja Bencana FK-KMK UGM

Materi     Video

 

12.00 Penutup

 

agreement, arrangement, document, register, registration, sign, write iconPENDAFTARAN DAN INFORMASI

Pendaftaran dapat dilakuan di website www.bencana-kesehatan.net atau
Informasi lebih lanjut dan untuk mendaftar melalui :
Dewi Catur Wulandari, S.Sos
Mobile: +62 818 263653
Email:
[email protected]

{tab title=”Reportase” class=”blue” }

 

upload

Webinar ini diselenggarakan pada Senin (31/12/2018), sebagai penutup akhir tahun webinar ini dirasa penting untuk mengingkatkan kesadaran tsunami bagi masyarakat Indonesia. Peserta webinar berasal dari sejumlah pemerhati bencana di Indonesia. Pembukaan disampaikan oleh dr Meineni Sitaresmi, Sp.A(K), PhD sebagai perwakilan dari FK – KMK UGM. Tsunami yang dianggap selalu diawali gempa terpatahkan dengan terjadinya erupsi gunung Anak Krakatau (yang beraktivitas berbeda) pada Sabtu (22/12/2018) dan memicu gelombang tinggi. Tujuan utama kegiatan ini untuk menggali potensi aktivitas gunung Anak Krakatau supaya dapat dilakukan perencanaan, untuk pengiriman tenaga kesehatan dan bantuan lain ke lokasi dimana korban terdampak.

Prof. Laksono Trisnantoro bertindak sebagai moderator dalam kesempatan ini.  Dr. Agung Harijoko, ST, M. Eng, Teknik Geologi UGM sebagai pembicara dalam kegiatan ini. Gunung Anak Krakatau sebelumnya tidak diperkirakan akan memicu tsunami. Gunung Anak Krakatau dikelilingi 3 pulau (Panjang, Rakata dan Sertung) yang merupakan sisa gunung Krakatau purba, gunung Anak Krakatau muncul pada 1927, yang berdiri di atas material lepas sisa 1883, yaitu serpihan batu. Aliran lava sangat aktif ke berbagai arah sejak 1788, aliran lava ini tenang seperti di Hawaii. Tingkat bahaya lava ini lebih rendah karena hanya mengalir di tubuh gunung api.

Dari pihak pemerintah melalui PVMBG, sudah menempatkan pos pengamatan di Banteng dan Kalianda Lampung. Anak Krakatau ini terpantau sejak lama terutama kegempaannya karena hal tersebut menginikasikan adanya aktivitas magma. Peta wilayah kerentanan tsunami, namun tidak ada peringatan dini untuk waktu terjadinya. Pasalnya waktu terjadinya tsunami akibat erupsi gunung di tengah laut sulit diprediksi.

Tipe erupsi yang terjadi di Anak Krakatau sebelumnya adalah Strombolian yang berupa erupsi ke atas seperti kembang api dan tidak berbahaya karena menandakan dapur magma kering. Namun setelah mencermati foto satelit pasca erupsi 22 Desember, Anak Krakatau mengalami erupsi Surtseyan. Hal ini terjadi karena kepundan gunung bergeser tidak lagi di pusat selain itu terdapat rekahan di sisi tubuh gunung yang menyebabkan air laut masuk. Jika proporsi air dan magma 30 %, maka memicu erupsi besar seperti yang yang terjadi pada 22 Desember lalu. Jika longsornya di bawah laut, tsunami tidak akan besar. Namun erupsi Anak Krakatau yang terakhir dipicu karena longsornya tubuh gunung anak Krakatau. Maka gelombang laut yang sampai ke daratan cukup tinggi. Simulasi gelombang laut menunjukkan masih ada celah (Anak Krakatau dikelilingi 3 gunung lain yaitu Rakata, Sertung dan Panjang), gelombang air berbeda jika ada lahar, dan gelombangnya ke segala arah. Sebelum letusan 22 Desember, sudah terjadi tremor yang over jumlahnya. Jika di PVMBG, dimonitor juga magnitudenya, dan tremor sudah melebihi deteksi alat, longsor yang terjadi setelah itu tidak tercatat.

Diskusi yang berlangsung pada sesi ini berlangsung menarik, para peserta menanyakan pihak mana yang memberikan peringatan terkait tsunami? Agung menyatakan pihak yang memantau dan memberi peringatan untuk tsunami yaitu BPPTK melalui alat khusus yang merekam gelombang laut, yaitu Buoy.  PVMBG lebih ke respon pasca terjadinya bencana dan memantau kegempaan yang terjadi di Indonesia.

Peserta lain menanyakan bagaimana mitigasi bencana untuk erupsi gunung api aktif di Indonesia? Agung memaparkan satu-satunya jalan untuk mitigasinya ialah memantau kegempaan gunung tersebut. Tsunami di Banten dan Lampung ini seharusnya dapat menjadi tambahan fokus perhatian untuk seluruh pihak. Gunung api laut yang aktif bukan hanya Anak Krakatau melainkan di Indonesia Timur terdapat gunung Gamalama. Beberapa waktu lalu, terdapat statement dari kepala daerah yang menyatakan jangan sampai ilmuwan menakut-nakuti warga. Maka, Agung sangat berharap agar ilmuwan dapat memberi peringatan dini pada warga tanpa menakut-nakuti.  Meski faktanya pemerintah sudah lama memantau gunung Anak Krakatau ini.

Terkait komando yang seharusnya dijalankan dalam bencana, Agung menilai BNPB yang sebaiknya memimpin.

Sesi 2. Dukungan Pokja Bencana FK-KMK UGM dalam Pendampingan Pasca Tsunami di Lampung

Tercatat, pada 29 Desember jumlah relawan yang ada di Lampung Selatan ialah 332 orang dan  terbagi dalam 52 Tim Kesehatan. Melalui webinar dengan tim Pokja Bencana yang sedang bertugas di Lampung serta dr Nana (Bidang Layanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan).  Pembentukan RDP dan HDP untuk berfokus pada puskesmas dan RS terpilih. Maka, diperlukan komitmen yang kuat agar respon ini menjadi terstruktur.

Relawan medis yang masuk ke Lampung Selatan yaitu wilayah Rajabasa, Kalianda dan sekitarnya harus melapor pada Dinas Kesehatan Kabupaten. Selain itu, sudah pernah dilakukan simulasi tsunami di pelabuhan Bakauheni sebelum tsunami 22 Desember lalu. Ke depan, Pokja Bencana akan mendampingi dalam penyusunan HDP dan puskesmas disaster plan dengan mengambil 1 RS dan 1 puskesmas sebagai unit yang didampingi. (W)

 

{tab title=”Video” class=”grey” }

{/tabs}

Central Sulawesi Response Emergency Medical Team (EMT) Review and Coordination

Review and Coordination Emergency Medical Team (EMT)

for Eartquake and Liquifaction in Palu, Sigi and Donggala, Central Sulawesi

Four Point Hotel, Makasar
18-20 December 2018


Pengantar

Penurunan angka kematian dan pencegahan disabilitas jangka panjang dalam bencana dan wabah melalui tanggap darurat yang cepat dan koordinasi dari tim medis yang berkualitas merupakan hal yang mendasar ketika negara menghadapi kegawatdaruratan. Istilah Emergency Medical Teams (EMTs) mengacu pada kelompok professional kesehatan yang memberikan pelayanan klinis kepada populasi yang terdampak bencana atau wabah dan kegawatdaruratan sebagai lonjakan kapasitas yang didukung sistem kesehatan lokal. EMT dapat berasal dari pemerintah (sipil dan militer) dan swasta, serta dapat terdiri dari staf nasional dan internasional. EMT memiliki sejarah yang Panjang dalam merespon bencana yang tiba-tiba atau sudden onset disaster (SOD). SOD merupakan bencana alam yang muncul tanpa peringatan seperti gempa bumi, tsunami, angina topan dan banjir bandang, dimana dapat menyebabkan tingginya jumlah korban jiwa. Dalam situasi ini, diperlukan penanganan trauma segera untuk pasien yang terluka dan memulihkan pelayanan klinis dan pelayanan kesehatan publik sementara sampai sistem nasional pulih kembali.

EMT CC yang dioperasikan oleh WHO didukung Kementerian Kesehatan atau dalam kebanyakan kasus kegiatan ditaraf non-internasional, diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provisi atau daerah yang didukung EMT berpengalaman, bertanggung jawab dalam mengkoordinasi EMT yang sudah terdaftar atau pun ad-hoc EMT selama fase respon dan untuk memastikan keselarasan dengan prinsip koordinasi humanitarian dalam lingkup yang lebih luas, seperti On-Site Operations Coordination Centre (OSOCC) dan pendekatan sectoral/kluster. Dalam konteks Indonesia, Kementrian Kesehatan bersama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengadopsi pendekatan kluster IASC Cluster kedalam system nasional yang tidak memerlukan aktivasi ketika terjadi bencana dan kegawatdaruratan. EMT CC ditempatkan dibawah sub-kluster pelayanan medis didalam kluster kesehatan nasional. Adaptasi ini memerlukan pengenalan kepada negara tetangga seperti ASEAN Humanitarian Assistance Center (AHA Center) dan pendonor internasional dan NGO untuk kolaborasi yang lebih baik di masa yang akan datang.

Pemerintah dan masyarakat yang terdampak bencana dan wabah dijamin mendapatkan respon yang tepat waktu dan dapat diprediksi oleh EMT yang telah dilatih dan mandiri. EMT yang memenuhi standar minimum dan terjamin kualitasnya akan cenderung diminta oleh negara tetangga yang terdampak dan diberikan jalur masuk lebih mudah ke negara tersebut. Lembaga donor, termasuk masyarakat mendapat jaminan bahwa tim yang mereka dukung sudah memenuhi standar minimum internasional dan bekerja dalam sistem respon yang dikoordinir secara global. EMT nasional dan regional dapat mengantisipasi dan menyiapkan untuk kejadian di tingkat lokal, nasional, sub-regional dan regional sebelum terjadi.

Dalam merespon bencana gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi di Sulawesi Tengah, pertemuan ini akan meninjau waktu respon, durasi pelayanan, upaya yang diberikan tim dan mendapatkan informasi kedepannya tentang program dan kegiatan tim relawan medis/ EMT untuk daerah. Selain itu, dalam pertemuan ini diharapkan dapat dirumuskannya pedoman/ formulir pada setiap bidang layanan yang diberikan pada saat bencana.

 

Tujuan:

Tujuan kegiatan ini untuk penguatan sistem EMT dan kegiatan di klaster kesehatan pada saat bencana kedepannya.

 

Kegiatan sebagai berikut:

Hari I: 18 Desember 2018
Kegiatan Waktu Pembicara
          Registrasi 14.00 – 16.00 Komite
          Pembukaan dan perkenalan 16.00 – 18.00 Kepala Pusat Krisis Kemenkes
          Makan malam 18.00
Hari II : 19 Desember 2018
Kegiatan Waktu Pembicara

          Konsep EMT

08.00 – 09.00

WHO

          Coffee break 09.00 – 09.15
          Pengembangan EMT di Indonesia 09.15 – 10.15 Kepala Pusat Krisis Kemenkes

          Presentasi Karakteristik EMT selama fase respon di Sulawesi Tengah

          Presentasi Laporan Harian dan Laporan Keluar EMT

          Diskusi

10.15 – 10.45

10.45 – 11.15

11.15 – 11.45

Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah

 

UGM

Moderator

          Perkenalan peran FGD 11.45 – 12.00 Tim Fasilitator (5 orang)
          Makan siang 12.00 – 13.00

          Topik FGD

  1. Pelayanan kesehatan dan respon medis dalam bencana
  2. Manajemen bencana kesehatan dan logistic
  3. Surveilans bencana, data dan sistem informasi
  4. Kesehatan Lingkungan pada bencana
  5. Masalah Kesehatan masyarakat di bencana (gizi, kesehatan reproduksi, promosi kesehatan)

13.00 – 14.45

          Fasilitator 1 + Direktur Rujukan Pelayanan Kesehatan + Direktur Pelayanan Primer

          Fasilitator 2 + Direktur Manajemen Obat Publik dan Logistik Kesehatan

          Fasilitator 3 + Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan

          Fasilitator 4 + Direktur Kesehatan Lingkungan

          Fasilitator 5 + Direktur Gizi Komunitas Community Nutrition

Kegiatan Waktu Pembicara
          Istirahat 14.45 – 15.00

FGD: membuat kerangka kerja mendatang sesuai topik berikut:

  1. Pelayanan kesehatan dan respon medis dalam bencana

  1. Manajemen bencana kesehatan dan logistik

  1. Surveilans bencana, data dan sistem informasi
  2. Kesehatan Lingkungan pada bencana
  3. Masalah Kesehatan masyarakat di bencana (gizi, kesehatan reproduksi, promosi kesehatan)
15.00 – 16.30

          Fasilitator 1 + Direktur Rujukan Pelayanan Kesehatan + Direktur Pelayanan Primer

          Fasilitator 2 + Direktur Manajemen Obat Publik dan Logistik Kesehatan

          Fasilitator 3 + Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan

          Fasilitator 4 + Direktur Kesehatan Lingkungan

          Fasilitator 5 + Direktur Gizi Komunitas Community Nutrition

          Presentasi 16.30 – 17.30 Moderator
          Makan malam 18.00 – 19.00

          FGD: rencana kontribusi EMT pada masa pemulihan

          5 round table

19.00 – 20.00 Fasilitator
          Rapat dan pengarahan pemerintah nasional dan daerah pada masa pemulihan dan rehabilitasi di Sulawesi Tengah 20.00 – 21.00

Kepala Pusat Krisis Kemenkes

Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah

Hari 3: 20 Desember 2018
Kegiatan Waktu Pembicara
          Penutupan 08.00 – 09.00 Kepala Pusat Krisis Kemenkes

Webinar Series : Situasi Penanganan Aktivitas Gunung Agung

Term of Reference (TOR)

Webinar Series :

Situasi Penanganan Aktivitas Gunung Agung


PENGANTAR

Gunung Agung merupakan salah satu gunung api yang masih aktif di Indonesia berlokasi di Kabupaten Karangasem, Bali. Gunung Agung sempat terjadi kenaikan aktivitas dan pada 18 September 2017 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) secara resmi menaikkan status dari waspada menjadi siaga, serta pada22 September 2017 naik kembali menjadi awas. Penduduk dan hewan peliharaan pun sudah dilakukan evakuasi yang tersebar ke beberapa pengungsian. Namun pada 29 Oktober 2017 secara resmi PVMBG menurunkan statusnya dari awas menjadi siaga.

Pengungsi yang tinggal di pengungsian dengan fasilitas seadanya, secara otomatis akan muncul beberapa penyakit yang menyerang pengungsi. Pemerintah terutama Dinas Kesehatan pun turut andil dalam penanganan permasalahan tersebut, mulai dari kesehatan pengungsi yang harus terjaga, trauma healing paska bencana, serta banyak pengungsi yang termasuk kategori rentan yakni usia lanjut, ibu hamil, dan balita.

Pada saat status Gunung Agung naik, tim dari Teknik Geodesi UGM yang bekerjasama dengan Disaster Response Unit (DERU) UGM dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berhasil melakukan pemetaan wilayah di sekitar lereng Gunung Agung dengan menggunakan fasilitas drone Buffalo FX-79. Visualisasi yang didapatkan sangat membantu untuk melihat keadaan terkini dari Gunung Agung.

Webinar series periode November mengangkat tema tentang situasi penanganan Gunung Agung. Diskusi dan berbagi pengalaman mengenai program dan tindakan yang telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan setempat dalam penanganan bencana tersebut. Selain itu sharing pengalaman tim Teknik Geodesi mengenai proses dan akhirnya berhasil mendapatkan visualisasi Gunung Agung.

tujuanTUJUAN

Untuk berbagi pengalaman dan menambah wawasan mengenai situasi penanganan Gunung Agung.

 

agendaTempat, Waktu dan Tanggal Pelaksanaan

Kegiatan ini akan dilaksanakan pada :

Hari, Tanggal         : Kamis, 23 November 2017
Waktu                  : 13.00 – 15.00 WIB
Tempat                : Lab Leadership Lt.3 Fakultas Kedokteran UGM
Judul                    : Situasi Penanganan Gunung Agung
Pembicara             : Ni Made Parwati, SKM, M.Kes (Dinas Kesehatan Provinsi Bali)*
                            Ruli Andaru, ST, M.Eng (Dosen Teknik Geodesi UGM)
Moderator            : Madelina Ariani, SKM, MPH (Peneliti PKMK FK UGM)

Registration URL            : https://goo.gl/q5HFne
Webinar ID                     : 935-738-483

 

analytics, audience, presentation, training icon  Target Peserta

  • Kementerian Kesehatan (Pusat Krisis Kesehatan)
  • BNPB
  • BPBD
  • Dinas Kesehatan
  • Rumah Sakit
  • Fakultas Kedokteran, Kesehatan, dan Keperawatan
  • Group EMT Indonesia
  • Mahasiswa
  • Peneliti
  • LSM
  • dan sebagainya

Agenda Acara

Waktu Materi Pembicara
13.00 – 13.15 Pembukaan Madelina Ariani, SKM, MPH
13.15 – 13.45 Penyampaian Materi Ni Made Parwati, SKM, M.Kes*
13.45 – 14.15 Penyampaian Materi Ruli Andaru, ST, M.Eng
14.15 – 14.45 Diskusi  
14.45 – 15.00 Penutup Madelina Ariani, SKM, MPH

*dalam konfirmasi

agreement, arrangement, document, register, registration, sign, write icon INFORMASI PENDAFTARAN

Lelyana
Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK UGM
Mobile           : 081329760006
Ph                    : 0274-549425
Fax                  : 0274-549424

Pelatihan Survey Kuisioner Penelitian Kesiapsiagaan Fasilitas Kesehatan dalam Menghadapi Arus Mudik Tahun 2017

TOR

 Pelatihan Survey Kuisioner Penelitian
Kesiapsiagaan Fasilitas Kesehatan dalam Menghadapi Arus Mudik Tahun 2017

Kamis, 18 Mei 2017

 

 Pengantar

Mudik merupakan kebiasaan kebanyakan orang di Indonesia ketika perayaan hari besar keagamaan, khususnya untuk masyarakat muslim dalam menghadapi lebaran setiap tahunnya. Lonjakan penumpang, moda transportasi, dan arus pemudik terjadi utamanya pada H-10 hingga H+10 lebaran. Arus mudik dan arus balik seperti ini kerap menimbulkan permasalahan seperti kemacetan dan kecelakaan.

Sektor kesehatan memandang arus mudik sebagai kejadian mass gathering (berkumpulnya orang dalam jumlah yang banyak dalam satu waktu) yang dapat mengakibatkan mass causality, bisa menimbulkan kesakitan atau kematian. Untuk itu, sektor kesehatan perlu melakukan kesiapan dalam menghadapi arus mudik setiap tahunnya. Tujuannya untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian yang ditimbulkan selama arus mudik.

Pusat Krisis Kesehatan, Kemenkes RI bekerjasama dengan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK UGM melakukan penelitian untuk mengukur kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dalam menghadapi arus  mudik 2017 yang diselenggarakan di beberapa tempat di pulau Jawa dan Sumatera. Untuk itu, perlu dilakukan pelatihan kepada surveyor mengenai penggunaan pedoman wawancara dan kuisioner penelitian.

  Tujuan

Kegiatan ini bertujuan untuk:

  1. Memberikan pemahaman mengenai konsep kesiapsiagaan sektor kesehatan dalam menghadapi event tahunan seperti arus mudik
  2. Memberikan penjelasan mengenai penelitian ini
  3. Melatih penggunaan pedoman wawancara dan kuisioner kesiapsiagaan arus mudik
  4. Melatih memberikan penilaian terhadap hasil pengumpulan data

 Peserta

  • Pusat Krisis Kesehatan, Kemenkes RI
  • PKMK FK UGM
  • Surveyor

 

Tempat dan Waktu

Kegiatan dilaksakan di dua tempat secara webinar, Yogyakarta dan Jakarta.

Hari/tanggal    : Kamis, 18 Mei 2017
Waktu            : 10-00 – 16.00 WIB
Tempat           : Mutiara Hotel jl. Malioboro Jogjakarta (Host)
                       Pusat Krisis Kesehatan, Kemenkes RI (Co Host)

Jadwal kegiatan

Waktu Kegiatan Keterangan
10.00 – 10.30 Pembukaan dan arahan Kepala PKK
10.30 – 11.30

Pembicara 1 : Kebijakan Nasional Penanggulangan krisis Kesehatan

Diskusi

Kepala PKK
11.30 – 12.30

Pembicara 2: Konsep Penelitian Kesiapsiagaan menghadapi arus mudik

Diskusi

PKMK (dr. Hendro Wartatmo, Sp.BD)
12.30 – 13.30 Istirahat  
13.30 – 14.30

Pembicara 3 : Penjelasan pedoman wawancara

Diskusi

PKMK (Madelina Ariani, MPH)
14.30 – 15.30

Pembicara 4 : penjelasan penilaian hasil (checklist penilaian)

Diskusi

PKMK (Madelina Ariani, MPH)
15.30 – 16.00 Penutup PKK dan PKMK