Gunung Lokon di Sulawesi Utara, Senin pukul 07.58 WITA meletus kecil dan memuntahkan material debu vulkanik setinggi 100-150 meter. “Letusannya kami kategorikan kecil. Besaran amplitudo letusan sekitar 10 milimeter. Debu kemudian ditiupkan ke arah utara,” ujar Farid Ruskanda Bina, Kepala Pos Pengamatan GunungApi Lokon dan Mahawu di Kakaskasen, Kota Tomohon, Senin (5/9/2011).
Gunung Lokon meletus Lagi
{simplepopup}

{/simplepopup}

Gunung Lokon di Sulawesi Utara meletus dua kali meski oleh Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu di Kakaskasen, Kota Tomohon, dikategorikan letusan kecil. “Ketinggian letusan kami tidak bisa melihatnya karena kondisi waktu itu tertutup awan dan berkabut. Letusannya terjadi pukul 04.07 WITA dan 04.14 WITA,” jelas staf Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu, Warno, di Tomohon, Minggu.
Lokon Meletus, Jalanan di Tomohon Ramai Orang Mengungsi
Hingga lima menit setelah ledakan keras pertama, Gunung Lokon masih menyemburkan asap. Situasi di Kota Tomohon menjadi agak panik. Di jalanan pusat kota, kendaraan melaju dengan cepat. Masyarakat mencari tempat aman dan pergi ke pengungsian.
Gunung Papandayan masih pada Level III
Meski hingga saat ini status Gunung Papandayan masih pada Level III atau Siaga, Pemkab Garut menyiapkan rencana atau skenario langkah-langkah darurat untuk mengantisipasi jika gunung itu meletus dalam waktu dekat. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut H Iman Alirahman SH MSi, mengatakan, upaya tersebut dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan terjadinya bencana jika Gunung Papandayan meletus dalam waktu dekat ini.
Lokon Keluarkan Abu Vulkanik Setinggi 150 Meter
Letusan dari Kawah Tompaluan Gunung Lokon terus terjadi. Tercatat tiga letusan dengan mengeluarkan abu vulkanik, Kamis (25/8) kemarin. Letusan pertama terjadi sekitar pukul 09.12 Wita, kemudian disusul letusan kedua pukul 10.22 Wita dan terakhir pukul 19.50 Wita.
Gempa Susulan Lebih Besar Mengguncang Singkawang
Gempa kembali mengguncang wilayah Kota Singkawang dan Kabupaten Bengkayang, Rabu (24/8/2011) malam. Kali ini, kekuatan gempa lebih besar dibanding yang terjadi sebelumnya pada Selasa (23/8/2011) pagi. Gempa di Kalbar merupakan fenomena langka. Selama ini, wilayah Kalimantan dianggap paling aman dari gempa, karena tidak menjadi lintasan lempeng induk dunia. Karena itu, ketika terjadi gempa, warga di daerah ini menjadi panik bukan main.
Aktifitas Gunung Lokon Meningkat Lagi
Aktivitas Gunung Lokon di Sulawesi Utara meningkat lagi dan berpotensi terjadi letusan. “Kegempaaannya terus meningkat.
Hal ini bisa mengindikasikan akan terjadi letusan lagi. Kami hanya memprediksinya dan kami tidak tahu kapan akan terjadi,” kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu di Kakaskasen, Kota Tomohon, Farid Ruskanda Bina, di Tomohon, Selasa.
PVMBG Pantau Papandayan Dikhawatirkan Meletus Lebaran
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merasa khawatir Gunung Papandayan akan meletus saat Idulfitri. Karena itu, PVMBG meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tidak meliburkan personelnya saat Lebaran.
Gempa Lampung Barat
Masyarakat Lampung Berhamburan Rasakan Gempa 6,2 SR
REPUBLIKA.CO.ID,LIWA, LAMPUNG–Masyarakat Pesisir Lampung Barat berhamburan ke luar rumah akibat merasakan gempa berkekuatan 6,2 Skala Richter (SR), bahkan sebagian besar masyarakat menjauh dari pantai di takutkan gempa tersebut berpotensi Tsunami.
“Guncangan gempa terasa sangat kuat, gempa tersebut mengakibatkan perabot rumah tangga saya terguling, sehingga saya segera menyelamatkan diri karena takut getaran gempa tersebut dapat merobohkan rumah saya,” kata masyarakat Kecamatan Pesisir Tengah Lampung Barat, Mat Saifudin (38) sekitar 320 Km dari Bandarlampung, di Krui, Selasa pagi.
Dia menjelaskan, sebagian besar masyarakat keluar rumah dan lari di tanah lapang. Menurut dia, getaran gempa sangat kuat membuat sebagian besar tiang listrik bergoyang kencang. “Getaran gempa kali ini sangat kuat di bandingkan beberapa hari lalu, bahkan getaran tersebut membuat atap rumah yang terbuat dari seng berbunyi keras, sehingga saat getaran terjadi menimbulkan suara sangat gaduh,” kata dia lagi.
Dia mengakui, masyarakat yang berada di lokasi pantai berlari menjauh, yang dikhawatirkan gempa tersebut dapat berpotensi Tsunami. Kemudian lanjut dia, masyarakat enggan kembali kerumah, karena di takutkan gempa susulan terjadi. “Dalam sepekan terakhir Lampung Barat kerap di guncang gempa, dan kondisi ini jelas membuat masyarakat takut, dan yang kami sesalkan saat terjadi gempa, masyarakat tidak mendapatkan informasi yang jelas apakah gempa tersebut berpotensi Tsunami atau tidak,” kata dia lagi.
Sementara itu masyarakat Kelurahan Way Mengaku, Kecamatan Balikbukit, Lampug Barat, Tarsim (37) mengatakan, getaran gempa mampu menggoyangkan lemari dan perabot berat lain. “Gempa yang terjadi jelas membuat masyarakat panik, yang kami takutkan getaran tersebut dapat mengancam keselamatan, sebab dari beberapa gempa yang terjadi beberapa hari lalu tidak sekuat kali ini, sehingga mampu menggeser benda berat,” kata dia.
Dia memaparkan, kondisi tanah di Kota Liwa sangat labil, sehingga saat terjadi gempa mampu merobohkan tempat tinggal. Kemudian Tarsim menjelaskan, meskipun getaran gempa terjadi hanya beberapa detik, akan tetapi kekuatannya mampu menjatuhkan perabot rumah.
“Gempa menjadi sesuatu paling menakutkan bagi kami, sebab gempa dahsyat pernah terjadi di Lampung Barat dan menewaskan ratusan orang, sehingga saat gempa mengguncang daerah ini, jelas masyarakat segera menyelamatkan diri dan menuju tanah lapang, karena takut musibah besar itu akan terjadi kembali,” kata Tarsim lagi.
Sebelumnya Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan terjadi gempa berkekuatan 6,2 skala Richter (SR), Selasa pukul 03.12 WIB dengan pusat 140 kilometer Barat Daya Krui Lampung . Gempa yang berlokasi di 6,45 Lintang Selatan 103,91 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer dinyatakan tidak berpotensi tsunami.
Pusat gempa juga berada 154 Barat Daya Liwa-Lampung, 179 Kilometer Barat Laut Ujungkulon-Banten, 188 Barat daya Tanjung Karang-Lampung, 325 Kilometer Barat Daya Jakarta-Indonesia. Hingga Selasa pukul 05.00 WIB belum ada laporan kerusakan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.
Kegempaan Gunung Papandayan di Atas Normal
Garut – Kegempaan Gunung Papandayan, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, sudah di atas normal, yakni mencapai enam kali, sejak Sabtu dinihari (13/8), pukul 00.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB.
“Kegempaan di Papandayan sudah terjadi enam kali, itu di atas normal,” kata Momon salah satu petugas Pos Pengamatan Gunung Papandayan di Kecamatan Cisurupan, Sabtu.