Lima Rumah Warga Gunci Hanyut Diterjang Arus Sungai

Sebanyak enam rumah warga Desa Gunci, Kecamatan Paya Bajong, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, amblas diterjang abrasi Sungai Krueng Keuretoe. Pasalnya, sejak enam bulan terakhir abrasi sungai Krueng Keureutoe semakin parah, sehingga telah mengikis dan mengancam permukiman warga setempat.

Bahkan setelah diterjang arus banjir pada Senin (23/5), sudah lima rumah warga hanyut ke sungai. Lima rumah yang terbawa arus itu adalah milik Abdullah Ali, Syahkubat, Hadijah, Abdurrasyid, Tengku Usman, dan Razali.

Continue reading

Hujan Lebat, Bekasi Timur Dilanda Banjir

Hujan lebat melanda Bekasi, Jawa Barat, tengah malam hingga dini hari ini. Hujan tersebut menyebabkan banjir di wilayah Bekasi bagian timur.

Banjir di antaranya melanda RT 05/20, Kelurahan Margahayu, Bekasi Timur, Rabu (25/5/2011). Dwi, salah satu warga setempat, menuturkan, air setinggi kurang lebih 50 cm menggenangi lingkungan perumahannya. “Sekarang sudah setengah meteran lebih. Mungkin kalau di Perumnas III lebih tinggi lagi, karena dia kan di atas,” kata Dwi.

Continue reading

Kondisi Pengungsi Klandasan Memprihatinkan

Kondisi kehidupan 145 warga pengungsi yang rumah mereka rusak parah diterjang ombak setinggi 3 meter, Minggu (22/5) lalu, di RT 03 dan 04 Kelurahan Klandasan Ulu, Balikpapan Kalimantan Timur sungguh memprihatinkan.

Pasalnya hingga kini 31 kepala keluarga yang menjadi korban itu belum menerima bantuan. Setelah dua hari, warga korban yang rumahnya porak-poranda tersebut baru menerima bantuan selimut dan handuk.

Continue reading

Bengkulu dilanda Gempa 5,4 SR

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menginformasikan terjadi gempa berkekuatan 5,4 skala Richter yang berpusat di posisi 87 kilometer barat daya Bengkulu, Rabu (25/5) pukul 06.29 WIB.

Pusat gempa  di posisi 4,53 Lintang Selatan – 101,99 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer, dan tidak berpotensi tsunami.

Continue reading

Ribuan Warga Pamekasan Menderita TBC

Sebanyak 989 warga masyarakat Pamekasan, Madura, Jawa Timur diketahui menderita penyakit tuberkulosis (TBC). “Jumlah warga yang menderita TBC itu dalam kurun waktu 2010 hingga 2011,” kata Kepala Dinas Kesehatan Pamekasan, Ismail Bey, Selasa (24/5). Ia menjelaskan, sepanjang 2010 sebanyak 759 warga Pamekasan yang diketahui menderita TBC, sedang pada kurun waktu 2011 hingga Mei saat ini sebanyak 610 orang.

Para penderita TBC ini kebanyakan tersebar di tiga wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Palengaan, Pasean dan Kecamatan Tlanakan. Angka penderita TBC di Kabupaten Pamekasan ini tergolong tinggi di Jawa Timur, dan pemerintah sedang berupaya melakukan pengobatan. Ia mengemukakan, Kabupaten Pamekasan menduduki peringkat kelima di Jatim dalam hal kasus TBC tersebut, setelah Kabupaten Sumenep, Lumajang, Kota Malang, dan Jember.

Continue reading

Banjir bandang di Agara

Banjir bandang yang melanda Desa Lawe Penanggalan, Kec. Ketambe Agara, Minggu (21/5), mengakibatkan tiga rumah ambruk, puluhan meter oprit jembatan rusak parah dan hubungan Kutacane – Blangkejeren putus total. Pantuan di lokasi, Pemkab Agara dipimpin Bupati H. Hasanuddin B dan Ketua DPRK, Salim Fakhri mengerahkan alat berat untuk memperbaiki oprit jembatan rusak .Namun jalan nasional Kutacane-Blangkejeren belum bisa dilewati kenderaan.

Antrian panjang kenderaan roda dua dan roda empat dari arah Kutacane dan Blangkejeren, terlihat menunggu alat berat milik memperbaiki jalan dan membuat jalan darurat. Sementara di dekat jembatan terlihat tumpukan kayu dan batu besar yang dibawa sungai Lawe Penanggalan.

Continue reading

Warga Pondok Labu Mulai Bersihkan Rumah

Warga Kampung Pulo, Pondok Labu, Jakarta Selatan mulai membersihkan sisa-sisa air dan lumpur di dalam rumah mereka yang dilanda banjir akibat meluapnya Kali Krukut sejak Sabtu, 21 Mei 2011. “Capek dan pegel juga membersihkannya,” kata Muniroh, 48 tahun, warga Kampung Pulo saat ditemui Senin, 23 Mei 2011.

Banjir setinggi sekitar satu meter telah menyisakan bercak-bercak lumpur di dinding rumah warga. Perabotan rumah tangga warga yang terbuat dari kayu juga terlihat rusak. Banjir ini mulai surut pada Minggu, 22 Mei 2011 siang. “Tapi tadi pagi masih ada genangan air,” ucap Muniroh.

Continue reading

Pemerintah Tanggung Biaya Pengobatan Pasien Antraks

Pemerintah Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, membebaskan biaya pengobatan warga yang diserang antraks, baik yang menjalani perawatan maupun berobat jalan. Kebijakan itu dilakukan untuk memberikan pelayanan masyarakat secara baik.

“Bagi yang dirawat di RSU akan dimasukkan dalam asuransi Jamkesda, sehingga pasien tidak dipungut biaya sepeser pun,” ujar Kabid Pelayanan Kesehatan Finuril Hidayati, Kamis (19/5/2011).

Hingga hari ini, pasien antraks yang masih dirawat di rumah sakit hanya satu orang yakni Suradi. Sementara 10 pasien lainnya mendapat pengobatan di posko kesehatan di Desa Rejosari, Kecamatan Miri. Posko kesehatan akan dibuka hingga 6 hari mendatang.

Continue reading

Longsor Jalur Trans-Sulawesi di Mamuju

Jalur Trans-Sulawesi tepatnya di Desa Botteng, Kecamatan Simboro Kepulauan sekitar 20 kilometer arah selatan Kota Mamuju, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Barat, putus karena longsor, mengakibatkan kendaraan tidak dapat melintasi jalan tersebut. Pemantauan di Mamuju, Minggu (15/5), jalan Trans-Sulawesi di Desa Botteng, Kabupaten Mamuju, yang menghubungkan antara Kota Mamuju dengan Kabupaten Majene, terputus akibat longsor sejak pukul 19.00 wita, tanpa dapat dilalui kendaraan.

Akibat longsor itu membuat ratusan kendaraan yang berasal dari arah utara yakni dari Kota Mamuju yang akan menuju Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, tertahan. Kendaraan tampak antrean panjang sejauh satu kilometer, karena tidak bisa melintasi jalan yang tertutup longsor itu.

Continue reading

Korban Perahu Tenggelam di Bengawan Solo Tuntut Keadilan

Sekitar 30 orang yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Pinggiran (Aliran) di Kabupaten Bojonegoro, Jatim melakukan aksi unjuk rasa, Kamis (12/5) siang. Mereka menuntut keadilan bagi warga korban perahu tenggelam di Sungai Bengawan Solo, pekan lalu. Demonstran juga mendesak pihak DPRD dan Pemkab Bojonegoro bertanggungjawab atas musibah yang menelan sembilan korban jiwa.

Semula, mereka berunjukrasa di bundaran Adipura, Kota Bojonegoro. Demonstran juga melakukan orasi secara bergantian di tempat itu dengan membawa sejumlah poster. Di antaranya, bertuliskan “Perjuangkan aspirasi rakyat pinggiran, Nyawa rakyat bukan tumbal, Segerakan regulasi penyeberangan sungai, dan Realisasikan jembatan warga pinggiran.”

Continue reading