Anak Krakatau Keluarkan Hembusan 32 Kali

Anak Krakatau Keluarkan Hembusan 32 Kali

CINANGKA – Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengeluarkan hembusan sebanyak 32 kali, dan gempa vulkanik 6.132 kali pada Selasa (18/10) kemarin. “Kemarin GAK di Selat Sunda sesuai data dari rekaman Seismograf mencatat 32 kali hembusan, dan gempa vulkanik 6.132 kali, dengan demikian total kegempaannya 6.164 kali,” kata Kepala Pos Pemantau GAK di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Anton Tripambudi, Rabu (19/10). Dia menjelaskan, hembusan GAK yang keluar dari perut gunung tersebut sejak ditetapkan statusnya Siaga atau level III pada tanggal 30 September lalu termasuk record, karena sebelumnya hembusan yang dikeluarkan tidak sebanyak itu. “Sebelumnya hembusan yang dikeluarkan GAK tidak mencapai 30, tetapi hanya diangka 20 saja, dan belasan. Tapi kemarin lumayan banyak,” katanya. Oleh karena itu pihaknya masih meminta warga untuk tidak mendekat pada radius dua kilometer dari lokasi kegempaan, karena masih membahayakan warga. “Kami masih memberlakukan larangan warga atau turis mendekat ke lokasi kegempaan sampai radius dua kilometer,” katanya. Pusat Vulkanalogi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kata Anton, juga meminta warga untuk tetap tenang dan tidak resah dengan adanya peningkatan kegempaan yang terjadi pada GAK. “Warga juga untuk tetap melakukan aktifitas seperti biasanya, dan nelayan juga tetap melakukan kegiatannya sepanjang tidak melebihi dari batas radius berbahaya yang kami tetapkan,” ujarnya. (Ant)

Sumber: Sinar Harapan

Gempa 5,5 SR Guncang Papua

Gempa 5,5 SR Guncang Papua

Jayapura, CyberNews. Gempa berkekuatan 5,5 Skala Richter (SR) mengguncang kawasan Papua, Rabu (19/10), sekitar pukul 11.53 WIB.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, gempa dengan kedalaman 270 km, berada pada lokasi 72 km Tenggara Keawkwa, Papua. Namun, gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa ataupun kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.

Gempa 5 SR Guncang NTT

Gempa 5 SR Guncang NTT


KUPANG–MICOM: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan gempa berkekuatan 5,0 skala Richter (SR) di 133 kilometer timur laut Kupang-NTT, Rabu (19/10). Gempa yang terjadi pukul 07.50 WIB itu berlokasi di 9,89 Lintang Selatan-124,75 Bujur Timur dengan kedalaman 57 kilometer dan tidak berpotensi tsunami. Pusat gempa juga berada di 173 kilometer barat daya Dili, Timor Leste; 364 kilometer tenggara Ende-NTT; 496 kilometer Tenggara Ruteng-NTT; dan 2.033 kilometer Tenggara Jakarta. (Ant/OL-9)

New Britain Papua Nugini

Gempa berkekuatan 6,3 skala Richter melanda daerah New Britain Papua Nugini (PNG), Selasa, tetapi mungkin tidak menimbulkan tsunami, kata para ahli gempa Australia.

Survai Geologi Amerika Serikat mengatakan gempa itu terjadi pada kedalamam 10km, sekitar 163km timur laut bagian timur Kandrian, New Britain dan sekitar 576 km dari ibu kota Port Moresby.

Continue reading

Tiga Tewas Akibat Banjir di Donggala

Tiga Tewas Akibat Banjir di Donggala

alt

VIVAnews – Hujan deras selama tiga jam menyebabkan banjir di Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah pada Jumat 14 Oktober 2011 pukul 16.00 WIB.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan, hujan deras membuat Sungai Sarumana di Kabupaten Donggala meluap. Tak hanya merendam rumah-rumah, musibah ini juga menyebabkan tiga orang meninggal dunia.

“Tiga korban adalah Sinim (70), Neti (8), dan Neli (5 ),” kata Sutopo dalam rilis yang diterima VIVAnews.com, Selasa 18 Oktober 2011.

Sementara itu, kerugian material meliputi 72 unit rumah rusak berat, 44 unit rumah rusak sedang, dan dua jembatan hanyut.

“Masyarakat sebagian mengungsi di rumah saudaranya dan sekolahan,” kata dia.

Saat ini, air sudah surut, BPBD Kabupaten Donggala sedang melakukan pendataan korban dan kerusakan, berkoordinasi dengan instansi terkait dalam penanganan darurat bencana, dan telah mendirikan posko kesehatan.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, selain menghanyutkan dan merusak rumah, sebuah pasar di Desa Mbuwu juga rusak dan rata setelah diterjang bencana banjir tersebut. (art)

• VIVAnews

Jumlah Korban Banjir Vietnam Meningkat Jadi 55 Orang

Jumlah Korban Banjir Vietnam Meningkat Jadi 55 Orang

HANOI– Pemerintah Vietnam melaporkan, jumlah korban banjir di negaranya saat ini sudah mencapai 55 orang. Lebih dari 170 ribu perumahan saat ini sudah dilanda banjir.

Banjir terburuk yang melanda Vietnam dimulai pada Agustus lalu. Banjir ini awalnya menewaskan 24 orang yang sebagian besar adalah anak-anak. Sekira 60 ribu perumahan juga dilanda banjir.

Namun, korban banjir pun kian meningkat, seperti halnya di Thailand. Hujan deras menjadi penyebab utama dari banjir maut itu. Demikian seperti diberitakan Associated Press, Selasa (18/10/2011).

Vietnam sendiri merupakan salah satu negara eksportir beras terbesar di dunia. Wilayah pertanian yang terletak di delta Sungai Mekong yang merupakan area penghasil beras itu sudah dibanjiri.

Pada 10 Oktober lalu, total kerugian akibat banjir di Vietnam ini mencapai USD44 juta atau sekira Rp390,8 miliar (Rp8,883 per dolar).

Banjir maut yang melanda Vietnam juga dirasakan oleh Thailand dan Kamboja. Berawal dari badai tropis dan juga angin muson, terjadilah hujan deras di ketiga negara Asia Tenggara ini. Hujan deras yang tak kunjung usai pun menyebabkan banjir. Total korban jiwa yang tewas akibat banjir di ketiga negara ini dikabarkan mencapai 500 orang.(rhs)

Gempa Sinabang tak Berpotensi Tsunami

Gempa Sinabang tak Berpotensi Tsunami


JAKARTA–MICOM: Gempa berkekuatan 5,8 skala richter (SR) mengoncang Sinabang, Aceh. Namun, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Seperti yang dikutip situs Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di kedalaman 28 kilometer, 27 kilometer arah Barat Daya Sinabang, Aceh, atau 149 kilometer di Barat Daya Tapaktuan, 159 km Barat Daya Labuhanhaji, atau 1523 km Barat Laut Jakarta. Gempa terjadi pukul 00.16.20 WIB, Senin (17/10). (OL-8)

Perairan Timur Aceh Kembali Digoyang Gempa, Kali Ini 5,8 SR

alt

Perairan Timur Aceh Kembali Digoyang Gempa, Kali Ini 5,8 SR

alt

Gempa 5,8 SR yang mengguncang perairan Timur Pulau Simeulue, Aceh, Senin (17/10) dini hari

Senin, 17 Oktober 2011 00:31 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Perairan Timur Aceh kembali dilanda gempa. Kali ini, menurut catatan BMKG, gempa sebesar 5,8 SR mengguncang perairan di timur Pulau Simeulue. Gempa terjadi pada Senin (17/10) dini hari, tepatnya 00.16.20 dengan kedalaman 28 kilometer dari muka laut. Posisi gempa 27 kilometer barat daya Sinabang, NAD. Sejauh ini belum ada informasi lanjutan terkait gempa. Namun BMKG mengklaim tidak terjadi tsunami dalam gempa ini. Kawasan Timur Sumatera memang rawan gempa. Sebelumnya, gempa yang memicu tsunami dahsyat di Kepulauan Mentawai terjadi pada 2010.


Sumber: BMKG

Banjir Bandang di Donggala Mengakibatkan 3 Orang Tewas

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan banjir bandang yang terjadi Donggala pada Jumat (14/10/2011) pukul 16.00 WIB di Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah  menyebabkan ratusan rumah rusak.

Tercatat, tujuh desa terkena banjir bandang yaitu Desa Mbuwu, Desa Watatu, Desa Suluwana, Desa Walombi, Desa Malimo, Desa Lumbu Lama, Desa Nguwara. Banjir bandang menyebabkan 3 orang meninggal yaitu Sinim (70), Neti (8), Neli (5).

Continue reading

Tak Ada Korban Jiwa dalam Gempa Bali

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan dampak gempa di Bali yang berkekuatan 6,8 skala Richter yang terjadi pada Kamis (13/10/2011). Tidak ada korban jiwa akibat gempa tersebut.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan, total korban luka sebanyak 90 orang, dengan perincian 86 orang korban rawat jalan dan empat orang rawat inap.

Continue reading