Aktivitas Gempa Gunung Anak Krakatau Menurun

BANDAR LAMPUNG – Aktivitas kegempaan vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) menunjukkan frekuensi menurun, pada Ahad (16/10). Meski gempa menurun, namun wisatawan belum boleh mendekat kawasan GAK.

“Aktivitas kegempaannya menurun beberapa hari terakhir,” kata Andi Suardi, kepala Pos Pemantau GAK di Desa Hargo Pancoran, Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Ahad (16/10).

Continue reading

Kegempaan Gunung Lokon Masih diatas Normal

MANADO – Aktivitas kegempaan Gunung Lokon di Provinsi Sulawesi Utara, masih tinggi meskipun sudah ditandai dengan sejumlah letusan pada 11 dan 14 Oktober 2011. “Aktivitas kegempaannya masih di atas normal. Indikasi peningkatan aktivitas magmatik masih tinggi dan terus menyuplai energi,” kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu di Kakaskasen, Kota Tomohon Farid Ruskanda Bina di Tomohon, Sabtu. Peningkatan kegempaan kembali terjadi Jumat (14/10) pascapeningkatan kegempaan di hari Senin (9/10).

Tercatat empat kali gempa tektonik jauh, 97 gempa vulkanik dangkal, 94 gempa vulkanik dalam serta 29 kali gempa embusan. Total gempa vulkanik dalam dan dangkal sebanyak 191 kali.

Catatan pos pengamatan gunung api Sabtu (15/10), pukul 00.00 WITA-06.00 WITA empat kali gempa tektonik jauh, 15 kali gempa vulkanik dalam dan 26 kali gempa vulkanik dangkal.

Continue reading

Gunung Anak Krakatau Digoyang Gempa 1.468 Kali

Gunung Anak Krakatau Digoyang Gempa 1.468 Kali

CINANGKA–MICOM: Kegempaan Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda mencapai 1.468 kali sehingga Pusat Vulkanalogi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih melarang siapapun untuk mendekat sampai radius dua kilometer.

“Aktivitas GAK terus menerus, dan seismograf mencatat pada Kamis,  13 Oktober 2011 terjadi 1.468 kali kegempaan engan rincian 1. 466 gempa vulkanik, dan dua  kali hembusan,” kata Kepala Pos Pemantau GAK di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Anton Tripambudi, Jumat (14/10) malam.

Dia menjelaskan, kegempaan GAK sudah tiga hari mengalami penurunan yang sebelumnya mencapai angka 5 ribu sampai 6 ribu lebih. “PVMBG masih memberikan status GAK pada level III atau Siaga, karenanya masih melarang warga atau turis mendekat ke lokasi kegempaan pada radius dua kilometer,” katanya menambahkan.

PVMBG juga masih menurut Anton, meminta kepada warga untuk tetap melakukan aktivitas seperti biasa, seperti nelayan atau lainnya. “Sepanjang rekomendasi yang telah dibuat oleh kami tidak dilanggar, saya rasa aman,” katanya menambahkan.

Seorang nelayan di Cinangka, Kabupaten Serang, Julkifli mengaku dengan peningkatan status GAK dari level II ke III,

sedikit terganggu aktivitas mencari ikan. “Kalau sebelum GAK statusnya Siaga, saya bisa mencari ikan sampai pinggir gunung, tapi setelah statusnya naik saya tidak berani khawatir ada kecelakaan,” katanya.

Apalagi kata dia, setiap dirinya akan pergi mencari ikan di laut, istrinya selalu mengingatkan dan melarangnya untuk mendekat ke GAK. “Keluarga saya sangat khawatir dan selalu was-was kalau saya pergi ke laut, karena status GAK yang Siaga,” katanya.

Diakui oleh dia, istri dan anaknya sudah meminta untuk tidak melaut lagi, dan mencari penghasilan dari profesi lain. “Saya sudah diminta oleh istri untuk berjualan kelapa di pasar, tapi karena saya sedang tidak punya modal, saya tetap menjadi nelayan,” ujarnya. (Ant/OL-2)

Terjadi 16 Gempa Susulan pasca Gempa Bali

Terjadi 16 Gempa Susulan pasca Gempa Bali

REPUBLIKA.CO.ID,DENPASAR – Kepala Badan Meteorologi Kimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar, Wayan Suwardana, mengatakan akitivitas seismik di selatan Bali saat ini sudah relatif normal. Pada Kamis (13/10) pagi kemarin, gempa berkekuatan 6,8 SR mengguncang Bali.

“Meski aktivitas seismik sudah relatif normal, namun masih terdeteksi terjadi gempa oleh alat kami,” kata Suwardana saat dihubungi Antara di Denpasar, Jumat.

Kekuatan gempa susulan, yang terjadi setelah gempa utama pada Kamis (13/10) pukul 11.16 Wita, terus melemah. Berdasarkan hasil pemantauan, sejak bencana alam tersebut melanda kawasan Pulau Dewata sampai sekarang itu tercatat sebanyak 16 kali gempa susulan.

“Namun, masyarakat tidak perlu khawatir karena kekuatan gempa tersebut di bawah 4 pada Skala Richter (SR). Getarannya hanya bisa dirasakan oleh peralatan saja,” ujarnya.

Dari hasil monitoring pihaknya, gempa susulan tersebut masih tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami. Mengenai perkiraan akan kembali terjadi gempa kekuatan yang besar lagi, menurut Suwardana, pihaknya tidak bisa memperkirakan. Karena, semua ilmuwan di seluruh dunia tidak akan bisa memperkirakan terjadinya gempa.

“Saat ini hal yang kami lakukan terus melakukan monitoring aktivitas seismik. Ini untuk mengetahui apakah masih terjadi gempa susulan atau tidak,” katanya.


Sumber: Antara

Papua Nugini Diguncang Gempa 6,7 SR

Papua Nugini Diguncang Gempa 6,7 SR

Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyebut, gempa terjadi di kedalaman 45 km.

VIVAnews — Lindu dengan kekuatan besar, 6,7 skala Richter mengguncang Papua Nugini, Jumat 14 Oktober 2011 pukul 13.35 waktu setempat. Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyebut, gempa terjadi di kedalaman 45 kilometer.

Pusat gempa berada di 103 kilometer timur kota pegunungan Lae dan 336 kilometer utara ibu kota Port Moresby.

Meski memenuhi syarat terjadinya tsunami — di mana gempa berkekuatan lebih dari 6,5 SR — tak dikeluarkan peringatan datangnya gelombang raksasa.

Pasific Tsunami Warning Centre juga tidak mengeluarkan peringatan tsunami pasca gempa. Belum diketahui dampak kerusakan dan korban jiwa akibat peristiwa ini.

Sebelumnya, dua gempa mengguncang Bali, Kamis 13 Oktober 2011. Pertama, pada pukul 10.16 WIB, dengan kekuatan 6,8 SR. Gempa berikutnya terjadi pada pukul 14.52 WIB dengan kekuatan 5,6 SR.

Tak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan di Bali. Gempa juga tak menyebabkan korban jiwa. Meski sejumlah bangunan rusak dan sekitar 49 orang luka-luka.

• VIVAnews

ISPA menyerang Ribuan Warga Sekitar Gunung Marapi

Akibat semburan abu vulkanik Gunung Marapi, Ribuan masyarakat Kabupaten Tanahdatar di sekitar daerah Gunung Marapi terserang Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Seratus ribu jiwa lainnya mengalami hal yang sama jika erupsi Marapi terus terjadi. Hal itu terungkap dari data yang dilansir oleh Pemkab Tanahdatar saat acara kunjungan Kepala Badan nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif ke Kecamatan X Koto, kemarin (13/10).

Continue reading

Pemerintah Thailand Berencana Mengalihkan Air Banjir ke Laut

Pemerintah Thailand mengeluarkan peringatan banjir di sejumlah tempat di Bangkok dan meminta penduduk yang tinggal di kawasan rendah untuk mengungsi. Bangkok terletak hanya dua meter di atas permukaan laut dan sejumlah luar kota telah tergenang.
Para pejabat merencanakan untuk mengalihkan air banjir ke laut. Sejauh ini, banjir yang melanda Thailand sejak Juli lalu menewaskan 283 orang dan menggenangi banyak tempat di sejumlah daerah.

Continue reading

60 Orang Masuk RS,19 Bangunan Rusak

60 Orang Masuk RS,19 Bangunan Rusak

Denpasar (Bali Post) –
Sedikitnya 60 orang dirawat di tiga rumah sakit pascagempa yang mengguncang Denpasar, Kamis (13/10) kemarin. Gempa mengguncang Bali pada pukul 11.16 wita dengan kekuatan 6,8 skala Richter (SR). Berikutnya terjadi 10 kali gempa susulan yang berpusat di barat daya Nusa Dua. Gempa susulan yang ke-10 merupakan gempa besar kedua dengan kekuatan 5,8 SR.
Korban paling banyak dirawat di RS Sanglah. Jumlahnya 46 orang. Korban umumnya mengalami luka di bagian kepala dan tangan terkena pecahan genteng dan jatuh saat menyelamatkan diri.
Sebagian besar korban adalah siswa SMKN 2 yang berada di Jalan Pendidikan, Denpasar. Mereka tertimpa genteng dan benda keras lainnya. Selain siswa SMKN 2, tiga orang siswa SD 8 Dauh Puri dan SD 2 Dauh Puri juga menambah deretan jumlah korban gempa yang dirawat di ruang UGD RS Sanglah. Sebagian dari mereka yang sudah mendapatkan pengobatan diperbolehkan pulang. ”Namun tujuh orang di antaranya masih perlu mendapatkan perawatan intensif,” ungkap juru bicara RS Sanglah, dr. Ken Wirasandi.
Dikatakannya, para korban umumnya luka akibat kejatuhan serpihan genteng, namun semua pasien bisa ditangani dengan baik. Sementara tujuh orang yang dirawat intensif terus mendapatkan perawatan dan pengecekan lebih lanjut. Bila tidak ada masalah serius mereka akan diizinkan pulang.
Kepala Perpustakaan SMKN 2 Denpasar Sukarata menceritakan, kejadian tersebut berawal saat para siswa dan guru berhamburan ke luar ruangan sekolah untuk menyelamatkan diri. Tiba-tiba pecahan genteng mengenai sejumlah siswa dan guru hingga menyebabkan luka di bagian kepala. Bahkan, salah seorang guru BK Ida Ayu Putu Arsani saat membantu evakuasi sempat terjatuh dan terinjak, sehingga menyebabkan cedera pada bahu kiri.
Dari data yang dihimpun Bali Post, selain di RS Sanglah, korban gempa juga dirawat di sejumlah rumah sakit di Denpasar yakni 3 orang di RS Kasih Ibu, dan 11 orang di RS Wangaya.
Informasi dari Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah III menyebutkan, gempa berpusat 143 kilometer barat daya Nusa Dua dengan koordinat 9,89 derajat Lintang Selatan dan 114,53 derajat Bujur Timur. Adapun kedalamannya 10 kilometer.
Selang lima jam setelah gempa berkekuatan 6,8 SR, masyarakat Bali kembali dikejutkan dengan gempa susulan berkekuatan 5,6 SR.

Bangunan Rusak

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Denpasar, Bali, mencatat sekitar 19 bangunan rusak akibat gempa, kemarin.
Kepala BPBD Kota Denpasar Sudana Satri Graha mengatakan, hasil pengecekan menunjukkan, ada delapan gedung sekolah yang rusak, namun yang terparah yakni gedung SMKN 2 Denpasar. ”Yang paling parah dialami SMKN 2 Denpasar, hampir semua atap genteng rontok,” katanya.
Bangunan yang rusak tersebut yakni delapan sekolah, gedung DPRD Kota Denpasar, gedung Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Museum Alam Puri Penatih, Pos Pemadam Kebakaran di Jalan Juanda, satu rumah sakit, dan enam rumah milik warga yang ada di empat kecamatan di Kota Denpasar. ”Semuanya mengalami kerusakan pada tembok dan gentengnya berjatuhan,” ujarnya. (bit/kmb)

Gempa Besar di Bali

– ”Gejer Bali” Tahun 1815 15.000 tewas
– Gempa Buleleng Tahun 1862 –
– Gempa Jembrana Tahun 1890 –
– Gempa Bali Tahun 1917 1.500 tewas
– Gempa Seririt Tahun 1976 560 tewas
– Gempa Karangasem Tahun 1979 –
– Gempa Karangasem Tahun 1979 24 tewas
– Gempa Karangasem Tahun 2004 –
– Gempa Nusa Dua Tahun 2010 –
– Gempa Nusa Dua Tahun 2011 –
——————————-
Pusat Data Bali Post

Sementara, RS Sanglah Terima 50 Korban Gempa

Sementara, RS Sanglah Terima 50 Korban Gempa


VIVAnews – Akibat gempa, sekitar 50 warga dilarikan ke rumah sakit Sanglah, Denpasar, Bali.  Mereka luka-luka. “Umumnya kena benda keras. Badannya luka, kepala berdarah-darah,” ujar Humas RS Sanglah, Danti, saat dihubungi VIVAnews.com, Kamis 13 Oktober 2011.

Sebagian besar korban adalah siswa SMK 2 yang berada di Jalan Pendidikan, Denpasar. Mereka  tertimpa atap dan benda keras lain.  Dibawa para guru ke rumah sakit Sanglah. “Mereka diantar oleh guru,” imbuhnya.

Selain para siswa, banyak juga korban masyarakat umum. Namun, Danti belum bisa memberikan keterangan lebih jelas mengenai data lengkap para korban.

Gempa mengguncang Bali pada pukul 10.16 WIB. Versi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat kekuatan gempa sebesar 6,8 skala Richter. Sementara Badan Geologi AS (USGS) menyebut, gempa di Pulau Dewata berkekuatan 6,0 SR.

Gempa diketahui berada di lokasi 9.89 Lintang Selatan dan 114.53 Bujur Timur. Pusat gempa berada pada jarak 143 kilometer arah Barat Daya, Nusa Dua, Bali.

• VIVAnews

Info Korban Gempa Bali

Info Korban Gempa terkini:

RS Sanglah 47 orang (rawat inap: 7 orang, CKR: 5 orang, Fraktur: 2 orang)

RS Wangaya: 10 orang luka ringan

RS Kasih Ibu: 5 orang (rawat inao: 2 orang karena CKR dan fraktur).

RS Kapal Badung: 4 orang luka Ringan

Total 66 orang, total rawat inap 9 orang