Mensos Arahkan Sentra Percepat Distribusi Bantuan Logistik ke Lokasi Bencana

JAKARTA – Menteri Sosial Tri Rismaharini menekankan peran penting pimpinan dan staff di sentra-sentra milik Kemensos dalam penanganan bencana. Salah satu aspek penting dalam penanganan bencana adalah penyiapan lumbung sosial.

“Selama ini kita merasa kagok karena tidak semua sentra bisa menangani bencana. Tapi dengan latihan yang sudah diberikan, seharusnya pegawai dan staf di semua sentra sudah memahami bagaimana meningkatkan kesiagaan dalam penanganan bencana. Termasuk di dalamnya mengirimkan segera buffer stock, peralatan bencana dan kebutuhan kebencanaan lainnya ke lokasi bencana,” kata Mensos di kantor Kementerian Sosial, Senin (09/5/2022).

Kesiapsiagaan dalam penanganan bencana oleh sentra Kemensos terkait dengan layanan multifungsi yang diamanatkan dalam Struktur Organisasi dan Tata Kelola (SOTK) baru.

Penanganan bencana menjadi perhatian penting Mensos, sejalan dengan tingginya potensi bencana di Indonesia. Di lain pihak, kawasan terdampak bencana kerap kali berada di lokasi dengan akses terbatas. Maka itu, gerak cepat sentra-sentra Kemensos yang tersebar di berbagai daerah, penting untuk memastikan bantuan segera diterima masyarakat terdampak bencana.

Kemensos memang memiliki gudang logistik di Makasar. Namun gudang logistik tersebut masih cukup jauh dari lokasi bencana, misalnya, saat bencana terjadi di Kepulauan Selayar. Sehingga membutuhkan waktu lama untuk sampai ke lokasi bencana.

“Dengan perahu, membutuhkan waktu 16 jam ke Selayar. Tapi sekarang kami membangun lumbung sosial di sana dengan berbagai peralatan kebencanaan. Dengan demikian, apabila terjadi kondisi darurat, maka kami siap kapan saja,” katanya.

Dibangun di lokasi terdekat, lumbung sosial bisa memastikan masyarakat terdampak bencana terakses oleh berbagai sarana yang dibutuhkan. Lumbung sosial tidak hanya berisi kebutuhan logistik dan makanan, namun juga beberapa kebutuhan yang menopang kelangsungan kehidupan sosial masyarakat terdampak bencana.

Selain bahan makanan, lumbung sosial juga bisa berupa genset, bahan bakar, perahu karet, penjernih air, pompa air, tenda keluarga, tendon air, kids ware, food ware, dan kebutuhan bahan pokok.

Tidak kalah penting, Mensos juga menekankan urgensi pimpinan dan staf di sentra untuk meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah (pemda) dan instansi terkait lainnya. Dengan demikian, diharapkan rencana tersebut bisa disergikan dan berjalan efektif di lapangan. CM

BNPB Catat Ada 1.448 Bencana Alam di Indonesia Hingga 7 Mei 2022

UTARA TIMES Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB catat ada 1.448 bencana alam yang telah terjadi di Indonesia hingga 7 Mei 2022 kemarin.

BNPB catat ada 1.448 kejadian bencana alam di Indonesia dari 1 Januari 2022 hingga 7 Mei 2022.

Ketika BNPB catat 1.448 kejadian bencana alam di Indonesia hingga 7 Mei 2022 kemarin ternyata didominasi dengan cuaca ekstrem, banjir, dan tanah longsor.

Adapun bencana alam Indonesia hingga 7 Mei 2022 telah menelan korban meninggal dunia sebanyak 87 jiwa, hilang 10 jiwa, 625 luka-luka dan terdampak serta mengungsi 1.863.726 jiwa.

Sedangkan dampak kerusakan dari bencana alam Indonesia hingga 7 Mei 2022 telah menyebabkan 22.701 rumah rusak yang terdiri dari 3.777 kasus rumah berat, 4.364 kasus rumah rusak sedang, dan 14.560 rumah rusak ringan.

Kemudian dampak kerusakan bencana alam Indonesia tersebut juga menyebabkan 595 kasus fasilitas rusa dengan 374 fasilitas pendidikan rusak, 158 fasilitas peribadatan rusak, serta 63 fasilitas kesehatan rusak.

Selain itu, ada 67 kantor rusak dan 81 jembatan rusak dampak bencana alam di Indonesia sejak 1 Januari 2022-7 Mei 2022.

WHO: Pandemi Covid-19 Tewaskan Hampir 17 Juta Orang pada 2020 dan 2021

TRIBUNNEWS.COM – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Kamis (5/5/2022), memperkirakan pandemi Covid-19 telah menewaskan sekitar 13,3 juta orang di tahun 2020 dan 16,6 juta orang pada 2021.

Perkiraan WHO tentang jumlah total kematian yang disebabkan oleh pandemi, termasuk nyawa yang hilang akibat efek sampingnya, akhirnya memberikan angka pada dampak krisis yang lebih luas.

“Perkiraan baru dari Organisasi Kesehatan Dunia menunjukkan bahwa jumlah kematian penuh yang terkait langsung atau tidak langsung dengan pandemi Covid-19 antara 1 Januari 2020 hingga 31 Desember 2021 adalah sekitar 14,9 juta (kisaran 13,3 juta hingga 16,6 juta),” kata badan kesehatan PBB, sebagaimana dilansir CNA.

Angka tersebut merupakan kematian berlebih akibat krisis Covid-19, yang telah menjungkirbalikkan sebagian besar planet ini selama lebih dari dua tahun.

“Data yang serius ini tidak hanya menunjukkan dampak pandemi tetapi juga kebutuhan semua negara untuk berinvestasi dalam sistem kesehatan yang lebih tangguh yang dapat mempertahankan layanan kesehatan penting selama krisis, termasuk sistem informasi kesehatan yang lebih kuat,” kata kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Baca juga: Varian Baru Covid-19 Picu Kenaikan Kasus di Afrika Selatan, Penyintas Omicron Berpotensi Terinfeksi

Baca juga: Kemenkes Bantah Hepatitis Akut Terkait dengan Vaksinasi Covid-19: Itu Tidak Benar

Kematian dihitung sebagai selisih antara jumlah kematian yang telah terjadi dan jumlah yang diharapkan tanpa adanya pandemi, berdasarkan data dari tahun-tahun sebelumnya.

Kematian berlebih mencakup kematian yang terkait dengan Covid-19 secara langsung, karena penyakit, dan secara tidak langsung karena dampak pandemi pada sistem kesehatan dan masyarakat.

WHO menyatakan Covid-19 sebagai darurat kesehatan masyarakat internasional pada 30 Januari 2020, setelah kasus virus corona baru menyebar ke luar China.

Negara-negara di seluruh dunia melaporkan 5,42 juta kematian akibat Covid-19 kepada WHO pada tahun 2020 dan 2021, angka yang saat ini mencapai 6,24 juta, termasuk kematian pada tahun 2022.

Organisasi yang berbasis di Jenewa telah lama mengatakan bahwa jumlah kematian sebenarnya akan jauh lebih tinggi daripada hanya kematian yang tercatat akibat infeksi Covid-19.

Gunung Berapi Bawah Laut Antartika Akan Ciptakan Bencana Alam Terhebat di Bumi

GREENLAND – Pusat Penelitian Geosains Jerman GFZ di Potsdam, telah memantau adanya aktivitas sebuah gunung berapi bawah laut yang lama tidak aktif di dekat Antartika telah terbangun dan memicu 85.000 kali gempa bumi. Fenomena ini membuat ilmuwan geologi ketar-ketir

Gelombang gempa bumi ini adalah ledakan seismik terkuat yang pernah tercatat di Antartika. Gempa bumi yang terjadi mulai pada Agustus 2020 dan mereda pada November 2020, adalah aktivitas gempa terkuat yang pernah tercatat di wilayah tersebut.

Gempa bumi itu kemungkinan disebabkan oleh “jari” magma panas yang menyembul ke dalam kerak bumi.

“Ada intrusi serupa di tempat lain di Bumi, tetapi ini adalah pertama kalinya kami mengamatinya di sana,” kata Simone Cesca, seorang ahli seismologi di Pusat Penelitian Geosains Jerman GFZ di Potsdam, kepada Live Science.

Dua gempa bumi terbesar dalam rangkaian tersebut adalah gempa berkekuatan 5,9 pada Oktober 2020 dan gempa berkekuatan 6,0 pada November.

Setelah gempa November, aktivitas seismik berkurang. Gempa tampaknya menggerakkan tanah di Pulau King George sekitar 4,3 inci (11 sentimeter). Hanya 4% dari perpindahan itu yang dapat dijelaskan secara langsung oleh gempa bumi.

Para ilmuwan menduga pergerakan magma ke dalam kerak sebagian besar merupakan penyebab pergeseran dramatis dari tanah.

“Apa yang kami pikirkan adalah bahwa magnitudo 6 entah bagaimana menciptakan beberapa rekahan dan mengurangi tekanan dari tanggul magma,” kata Cesca.

Menurut hasil sebuah studi pada 2018 yang diterbitkan di jurnal Polar Science, di wilayah ini, lempeng tektonik Phoenix menyelam di bawah lempeng Antartika benua, menciptakan jaringan zona patahan.

Kemudian, meregangkan beberapa bagian kerak dan membuka celah di tempat lain.Tapi sampai sekarang, tidak ada bukti langsung untuk letusan; untuk mengkonfirmasi bahwa gunung berapi perisai besar meledakkan puncaknya.

Para ilmuwan harus mengirim misi ke selat untuk mengukur batimetri, atau kedalaman dasar laut, dan membandingkannya dengan peta sejarah. 

BNPB: Relawan, Agen Pembangunan Peradaban Berbasis Pengurangan Risiko Bencana

KLATEN, suaramerdeka-solo.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menilai, gerakan berbasis budaya lokal, persatuan masyarakat dan relawan menjadi modal sosial yang luar biasa dalam penanggulangan bencana di Indonesia.

Hal itu ditegaskan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto pada puncak peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Tingkat Nasional Tahun 2022 yang digelar di Taman Ledok Sari (Talesa) Desa Balerante, Kemalang, Klaten, Selasa (26/4/2022).

Menurutnya, relawan penanggulangan bencana merupakan agen perubahan dalam pembangunan peradaban bangsa berbasis pengurangan risiko bencana (PRB).

‘’Modal sosial yang luar biasa berupa kesetiakawanan, kedermawanan, kegotongroyongan dan partisipasi semua pihak. Salah satu kekuatan yang kita milik adalah potensi dan kekuatan relawan penanggulangan bencana,’’ tegas Suharyanto.

Peringatan HKB merupakan ikhtiar membangun ketangguhan bangsa, membangun peradaban bangsa berbasis PRB dan menumbuhkan karakter sadar bencana sejak dini, membangun kesiapsiagaan dan budaya sadar bencana.

Upaya itu, tak bisa hanya dilakukan pemerintah. Perlu kolaborasi pentahelix antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga usaha, akademisi, masyarakat dan komunitas rakyat banyak, menjadi kekuatan dan energi besar dalam membangun peradaban bangsa berbasis PRB.

Relawan yang sukarela dan ikhlas untuk ikut dalam penanggulangan bencana, akan menjadi agen perubahan bagi pembangunan berkelanjutan yang berbasis PRB.

‘’Relawan adalah pahlawan kemanusiaan yang rela memberikan waktu tenaga dan harta dalam penanggulangan bencana. Peran relawan tak hanya pada saat tanggap darurat dan penanganan pasca bencana, tapi juga pra bencana, sehingga dia menjadi agen PRB,’’ ujar Suharyanto.

Jokowi Minta Masyarakat Pahami Ancaman Bencana Alam Supaya Bisa Antisipasi Dini

Suara.com – Presiden Joko Widodo mengajak masyarakat untuk bisa mengenali ancaman bencana alam. Hal tersebut dimintanya supaya masyarakat bisa melakukan mitigasi, antisipasi sedini mungkin.

Antisipasi dini terhadap bencana alam tersebut harus bisa dilakukan masyarakat karena letak Indonesia yang berada di wilayah cincin api. Karena itu, Indonesia juga terkena imbas akan perubahan iklim serta ancaman bencana alam yang kerap menghantui masyarakat karena kapanpun bisa terjadi.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk mengenali ancaman bencana, memahami jenis dan risikonya agar dapat menyiapkan antisipasi sedini mungkin,” kata Jokowi di acara Puncak Hari Kesiapsiagaan Bencana 2022 yang disiarkan melalui YouTube BNPB, Selasa (26/4/2022).

Selain itu, Jokowi juga menerangkan kalau penanggulangan bencana itu menjadi tanggung jawab seluruh pihak. Karena itu budaya sadar bencana harus terus ditingkatkan. Dia mengajak agar edukasi soal sadar bencana itu bisa digencarkan di berbagai tingkatan wilayah.

Baca Juga:Presiden Joko Widodo Larang Ekspor Minyak Goreng

“Kita gencarkan edukasi di berbagai tingkatan, kita tingkatkan kesiapsiagaan agar Indonesia semakin tangguh terhadap bencana,” ujarnya.

“Kita siap untuk selamat, salam tangguh salam kemanusiaan.”

Potensi Bahaya Erupsi Anak Krakatau Berdasarkan Peta Kawasan Rawan Bencana

TRIBUNNEWS.COM – Aktivitas gunung Anak Krakatau terus mengalami peningkatan semenjak April 2022 ini.

Badan Geologi Kementerian ESDM mengeluarkan surat menaikkan status Gunung Anak Krakatau (GAK) jadi Level III atau Siaga, Minggu (24/4/2022) pukul 18.00 WIB.

Dalam surat tersebut, kegempaan GAK selama 1-24 April 2022 ditandai dengan terekamnya 21 kali gempa letusan, 155 kali gempa embusan, 14 kali harmonik, 121 gempa low frequency, dan 17 kali gempa vulkanik dangkal.

Selain itu, juga tercatat 38 kali gempa vulkanik dalam, tremor menerus dengan amplitudo 0,5-55 milimeter, serta terekam dua kali gempa tektonik lokal, enam kali gempa tektonik jauh, dan satu gempa terasa dengan skala I MMI.

Masih dalam surat yang ditandatangani Kepala Badan Geologi, Eko Budi Lelono, itu, aktivitas GAK masih dalam periode erupsi menerus dengan perubahan erupsi yang semula dominan abu menerus menjadi tipe strombolian.

Yaitu menghasilkan lontaran-lontaran lava pijar pada 17 April 2022.

Pada 23 April 2022 sekitar pukul 12:19 WIB, teramati lava mengalir dan masuk ke laut.

Hasil estimasi energi seismik saat ini teramati meningkat tajam bersamaan dengan membesarnya amplitudo Tremor menerus dan semakin intensnya kejadian erupsi yang menerus.

Peningkatan ini diikuti pula dengan hasil pengukuran deformasi yang menunjukkan fluktuasi pola inflasi dan deflasi.

Dalam surat tersebut juga menjelaskan potensi bahaya.

Peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) menunjukan hampir seluruh tubuh GAK yang berdiameter ± 2 Km merupakan kawasan rawan bencana.

Berdasarkan data-data visual dan instrumental potensi bahaya dari aktivitas GAK saat ini adalah lontaran material pijar dalam radius 2 km dari pusat erupsi.

Namun, kemungkinan lontaran akan menjangkau jarak yang lebih jauh.

Adapun sebaran abu vulkanik tergantung dari arah dan kecepatan angin dapat menjangkau kawasan yang lebih jauh.

Masyarakat atau wisatawan dilarang melakukan aktivitas radius 5 kilometer dari Gunung Anak Krakatau.

Catatan Badan Geologi, Gunung Anak Krakatau yang aktivitasnya menggeliat sejak awal April 2022 sudah mengeluarkan material jenis sulfur dioksida sebanyak 9.219 ton.

Pada tanggal 14 April 2022 tercatat gunung Anak Krakatau mengeluarkan emisi sebanyak 28,4 ton sulfur dioksida per hari.

Kemudian pada tanggal 15 April 2022 naik menjadi 68,4 ton sulfur dioksida per hari.

Selanjutnya tanggal 17 April 2022 menjadi 181,1 ton sulfur dioksida per hari.

Puncaknya terjadi pada tanggal 23 April 2022 mencapai 9.219 ton sulfur dioksida per hari.

“Pantauan SO2 dari magma ini berkorelasi dengan peningkatan aktivitas erupsi Guning Anak Krakatau saat ini.Peningkatan SO2 yang signifikan mengindikasikan adanya suplai magma baru dan adanya material magmatik yang keluar ke permukaan berupa lontaran material pijar yang diikuti oleh aliran lava,” tulis keterangan Badan Geologi di situs resminya, Minggu (24/4/2022) malam.

Dilihat dari jumlah emisi sulfur dioksida yang kecendrungannya terus mengalami peningkatan belum ada tanda-tanda aktivitas Gunung Anak Krakatau turun.

“Dari pantauan emisi ada kecendrungan aktivitas Gunung Anak Krakatau terus meningkat. Belum menunjukkan adanya penurunan aktivitas vulkanik,” tulis Badan Geologi. (*)

Indonesia Tuan Rumah Forum Internasional Mitigasi Bencana

BADUNG, KOMPAS TV – Kamis (21/04/2022) sore, Menteri Koordinasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhajir Effendy mengatakan, sebagai tuan rumah Global Platform For Disaster Risk Reduction – GPDRR 2022, panduan pelaksanaan terhadap pengurangan resiko bencana sangat penting. Apalagi Indonesia berada pada ring of fire, dimana Indonesia lebih rentan terhadap bencana seperti gunung meletus dan gempa bumi.

Pada RTM tersebut, setidaknya ada delapan bidang yang dibahas antara lain bidang substansi, acara persidangan, dan registrasi penyelenggaraan acara VVIP, media, dan humas program pendampingan serta pengamanan sekretariat. RTM dilakukan guna memonitoring, mengevaluasi sekaligus menghimpun berbagai macam tren baru penanganan kebencanaan.

Dipercayakannya Indonesia sebagai tuan rumah forum internasional ini, menjadi momentum untuk memperkuat mitigasi praktik, baik pengutangan resiko bencana, termasuk penanggulangan bencana secara global.

Adapun hingga 12 April 2022, 3.142 delegasi telah mendaftar untuk hadir dalam GPDRR 2022, dan 1.863 undangan sudah terakreditasi. Tercatat sekitar 76 persen telah mengkonfirmasi akan hadir.

BNPB Rilis Peta Rawan Bencana di Jalur Mudik Lebaran 2022, Antisipasinya?

Liputan6.com, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah merilis peta daerah rawan bencana di jalur mudik Lebaran 2022.

Hal ini dilakukan, agar para pemudik khususnya yang menggunakan moda transportasi darat tetap bisa aman sampai kampung halaman.

Berdasarkan data dari BNPB yang dikutip pada Jumat (22/4/2022), peta wilayah rawan bencana tersebut hanya memuat dua wilayah saja. Yakni Pulau Sumatera dan Jawa.

Untuk Jalur rawan banjir di Sumatera, BNPB memuatnya antara lain; Banda Aceh-Medan, Medan-Padang, Padang-Jambi, Bengkulu-Palembang, dan Palembang-Bandar Lampung.

Sedangkan jalur rawan longsor bagi pemudik di Sumatera diantaranya; Banda Aceh-Medan, Medan-Pekanbaru, Padang-Pekanbaru, Jambi-Palembang, Palembang-Bandar Lampung, Bengkulu-Bandar Lampung.

Sementara itu, jalur rawan banjir di pulau Jawa meliputi; Merak-Serang, Labuan-Bogor, Jakarta-Bogor, Karawang-Purwakarta, Purwakarta-Bandung, Bandung-Kadipaten, Kadipaten-Ciamis, Indramayu-Karang Ampel, Cirebon-Kuningan, Kuningan-Pemalang, Pemalang-Ungaran, Semarang-Purwodadi, Semarang-Kudus, Demak-Solo, Purwodadi-Cepu, Cepu-Jombang, dan Bondowoso-Situbondo.

Untuk jalur rawan longsor di pulau Jawa, diantaranya; Merak-Tangerang, Tangerang-Jakarta, Merak-Pelabuhan Ratu, Jakarta-Bogor, Jakarta-Cikampek, Cikampek-Purwakarta, Cikampek-Cirebon, Kadipaten-Sumedang, Cirebon-Pemalang, Pemalang-Batang, Batang -Semarang, Semarang-Yogyakarta, Semarang-Solo, Jepara-Tuban, Tuban-Gresik, Gresik-Surabaya, Surabaya-Besuki, Gempol-Malang, Probolinggo-Klakah, Besuki-Ketapang, Jember-Banyuwangi, Pulau Madura: Kamal-Kalianget.

Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto mengatakan, pihaknya merilis Peta Mudik Aman Bencana 2022 bekerjasama dengan segenap pemangku kepentingan di tingkat nasional seperti PUPR dan BMKG, serta tentu saja dengan pemerintah daerah melalui BPBD-BPBD di sepanjang jalur mudik khususnya Jawa dan Sumatra.

Dia menyebut ini penting, yang pertama adalah ini adalah mudik setelah 2 tahun kita bergulat menghadapi pandemi.

“Dalam 2 tahun ini tentu saja ada perubahan-perubahan karakteristik potensi bencana yang harus diwaspadai oleh pemudik untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Suharyanto kepada Liputan6.com, Jumat (22/4/2022).

Menurut dia, akhir bulan April hingga awal Mei saat arus balik nanti, wilayah Jawa dan Sumatra akan didominasi oleh karakteristik cuaca musim peralihan dengan bencana dominan cuaca ekstrim berupa angin puting beliung, angin kencang baik yang disertai hujan dengan intensitas tinggi dengan durasi pendek maupun tanpa hujan. Disamping itu di beberapa wilayah cuaca ekstrim ini dapat berkembang menjadi bencana lanjutan seperti tanah longsor.

“Catatan BNPB hingga 21 April 2022 tercatat 81 kali kejadian cuaca ekstrim yang sebagian besar terjadi di Jawa dengan dampak pohon tumbang, tiang listik atau papan reklame roboh, kerusakan rumah bagian atas, dan pada beberapa kejadian juga menimpa mobil atau motor yang saat itu berada di lokasi kejadian. Selain itu, potensi banjir juga masih cukup tinggi, di bulan April ini sudah tercatat 60 kejadian banjir yang cukup merata terjadi di jalur mudik Jawa dan Sumatra,” jelas Suharyanto.

“Hal-hal inilah yang membuat BNPB merasa perlu merilis peta mudik tersebut agar masyarakat yang melakukan mudik tahun ini bisa lebih waspada dan terhindar dari potensi bencana,” sambungnya.

Suharyanto mengatakan, dalam peta tersebut telah dilengkapi dengan nomor telepon BPBD di sepanjang jalur mudik tersebut jika ada kondisi darurat yang membutuhkan pertolongan cepat. Selain itu peta mudik juga bisa diakses secara interaktif melalui aplikasi Inarisk di gawai komunikasi pelaku mudik.

BNPB, lanjutnya, melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) selalu melakukan komunikasi secara harian kepada BPBD-BPBD seluruh Indonesia.

“Khusus untuk mudik ini tentu saja penguatan koordinasi terus kita lakukan karena tidak hanya untuk kesiapsiagaan terhadap potensi bencana alam, tetapi juga untuk penguatan kembali posko-posko satgas penegakan disiplin protokol kesehatan, agar tujuan kita sesuai tagar mudik aman, mudik sehat benar-benar bisa kita laksanakan,” kata Suharyanto.

Bentuk Antisipasi di Tengah Cuaca Ekstrem

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, memandang, apa yang dilakukan BNPB sebagai langkah kesiap-siagaan atas potensi bencana yang muncul sebagai tindak lanjut Peringatan dini dan Prakiraan Cuaca berbasis Dampak (IBF) yang dirilis oleh pihaknya.

Bahkan, menurut dia, cuaca di Indonesia saat ini dilanda Pancaroba, di mana akan ada cuaca ekstrem dalam waktu singkat terlebih di sore hari.

“Saat ini sebagian besar wilayah Indonesia memang sedang memasuki periode Pancaroba, yaitu transisi dari musim hujan ke musim kemarau yang ditandai dengan beberapa kejadian cuaca ekstrem dalam waktu singkat, terutana di sore, malam, atau dini hari. Peta rawan bencana yang dikeluarkan oleh BNPB dengan mengacu info peringatan dini dari BMKG sangat penting untuk mendukung keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang melakukan mudik,” kata Dwikorita kepada Liputan6.com, Jumat (22/4/2022).

Karena itu, pihaknya meminta bagi para pemudik untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrim yang menyebabkan terjadinya potensi bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang dan puting beliung, terutama untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana.

“BMKG juga menghimbau masyarakat agar lebih mengenali lingkungan dan potensi bencana di lingkungan tempat tingalnya, karena salah satu upaya mitigasi sesungguhnya adalah dengan memahami cuaca dan lingkungan tempat kita tinggal, sehingga dapat mengurangi dampak yang ditimbulkan dari bencana hidrometeorologi yang dapat datang sewaktu-waktu,” jelas Dwikorita.

Selain itu, dia meminta agar masyarakat tetap meng-update informasi cuaca dari BMKG (Cuaca Publik, Cuaca Penerbangan Dan Cuaca Maritim) melalui kanal-kanal yang tersedia, baik melalui call centre 196, website www.bmkg.go.id, sosial media infoBMKG di instagram dan YouTube, serta pada aplikasi telepon pintar infoBMKG.

“BMKG selama ini selalu melakukan koordinasi secara Pentahelik pemerintah, masyarakat, akademisi, media massa dan dunia usaha terkait bencana hidrometeorologi melalui update informasi cuaca, potensi cuaca ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologi di wilayah bencana. Peringatan dini Cuaca juga selalu disampaikan oleh BMKG, termasuk peningkatan Sistem Koordinasi Dan Kecepatan Koordinasi antar kementrian, lembaga, pemerintah daerah, TNI/Polri, LSM dan BNPB, serta pemuka msyarakat di daerah bencana,” kata Dwikorita.

BNPB: Gempa di barat daya Nias Barat tak sampai menimbulkan kepanikan

Jakarta (ANTARA) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa gempa dengan magnitudo 5,0 yang terjadi pada Jumat dini hari di barat daya wilayah Nias Barat, Sumatera Utara, tidak sampai menimbulkan kepanikan warga.

Sebagaimana dikutip dalam siaran pers BNPB, Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan bahwa gempa yang pusatnya berada di perairan 113 km barat daya Nias Barat pada kedalaman 16 km itu menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) hanya menimbulkan getaran lemah selama satu sampai dua detik.

Abdul mengatakan bahwa menurut pemodelan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) gempa yang terjadi pada pukul 03.23 WIB tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Berdasarkan kajian inaRISK, Kabupaten Nias Barat termasuk wilayah dengan potensi gempa kategori sedang hingga tinggi.

“Delapan kecamatan di kabupaten ini memiliki potensi bahaya tersebut,” kata Abdul.

Wilayah kecamatan di Nias Barat yang menghadapi potensi gempa meliputi Mandrehe, Sirombu, Moro’o, Mandrehe Utara, Lolofitu Moi, Mandrehe Barat, Lahomi, dan Ulu Moro’o.

Selain gempa, wilayah Nias Barat juga menghadapi potensi bahaya tsunami dengan kategori sedang hingga tinggi. Bagian wilayah Nias Barat yang menghadapi potensi bahaya tsunami meliputi Sirombu, Mandrehe Barat, Moro’o, dan Mandrehe.

BNPB mengimbau warga waspada dan siaga karena gempa tidak dapat diprediksi secara akurat waktu dan tempat terjadinya.