PPKM Diperpanjang, 9 Daerah di Jawa-Bali Ini Berstatus Level 1

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah menerbitkan peraturan teknis perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali untuk periode 19 Oktober-1 November 2021.

Aturan itu berupa Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 53 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3, Level 2 dan Level 1 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali.

Dikutip dari salinan Inmendagri, Selasa (19/10/2021), ada sembilan daerah di Jawa-Bali yang menerapkan PPKM Level 1 selama dua pekan mendatang.

Sembilan daerah di tiga provinsi berstatus level 1, yakni:

Jawa Barat

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

  • Kabupaten Pangandaran
  • Kota Banjar

Jawa Tengah

  • Kota Tegal
  • Kota Semarang 

Jawa Timur

  • Kota Surabaya
  • Kota Mojokerto
  • Kota Kediri
  • Kota Blitar
  • Kota Pasuruan

Adapun daerah yang menerapkan PPKM Level 1 ini dianggap telah memenuhi syarat indikator dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

Indikator tersebut yakni angka kasus konfirmasi positif Covid-19 kurang dari 20 orang per 100.000 penduduk per minggu.

Kemudian, jumlah rawat inap di rumah sakit kurang dari 5 orang per 100.000 penduduk dan kasus kematian kurang dari 1 orang per 100.000 penduduk.

Selain itu, target cakupan vaksinasi Covid-19 dosis pertama di Kota Blitar sudah sebesar 70 persen dan cakupan vaksinasi dosis pertama untuk lansia sebesar 60 persen.

Gunung di Pulau La Palma Spanyol Meletus, 5.000 Warga Mengungsi

MADRID, KOMPAS.com – Ratusan rumah hancur dan sekitar 5.000 warga mengungsi ketika gunung di Pulau La Palma, Spanyol, meletus.

Lava yang berasal dari erupsi Gunung Cumbre Vieja terus merusak apapun yang dilewatinya sejak Minggu waktu setempat (19/9/2021).

Otoritas pulau yang berada di kawasan Kepulauan Canary itu menyatakan, setidaknya 100 rumah hancur karena terjangan lava.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez terbang langsung ke La Palma pada Minggu untuk mengawasi jalannya evakuasi.

Sanchez mengatakan, pihaknya memantau kebakaran yang sewaktu-waktu keluar dari lava. Militer dan garda sipil dikerahkan untuk membantu penduduk.

Kepada televisi lokal TVE warga bernama Rodriguez mengatakan lava meluluhlantakkan apapun di jalannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Dilansir BBC Senin (20/9/2021), dia menuturkan warga La Palma untuk sementara waktu tidak akan pulang ke rumah mereka.

Perintah evakuasi dikeluarkan unuk empat desa, termasuk El Paso dan Los Llanos de Aridane, dengan penampungan sementara didirikan.

Presiden Kepulauan Canary Angel Victor Torres menerangkan, upaya evakuasi tambahan belum dibutuhkan pihaknya.

Kali terakhir Gunung Cumbre Vieja, yang berlokasi di sebelah selatan pulau, meletus adalah 50 tahun silam.

Sementara Canary, rumah bagi tujuh pulau di barat laut Afrika, terakhir mencatatkan letusan pada 2011, ketika gunung bawah laut Pulau El Hierro meletus.

Erupsi dilaporkan terjadi pukul 15.00 waktu setempat, dengan lava mengalir dari sisi bukit menuju ke permukiman.

Pemandu wisata lokal Jonas Perez mengungkapkan, dia masih merasakan getaran yang diakibatkan letusan Cumbre Vieja.

“Tetapi yang luar biasanya adalah, suara dari erupsi tersebut seperti… 20 jet tempur lepas landas. Sangat bising, luar biasa,” kata dia.

Bencana Mengerikan Terjadi di La Palma Spanyol, Real Madrid Unggah Ucapan Bela Sungkawa

PIKIRAN RAKYAT – Salah satu tim dari Liga Spanyol, Real Madrid mengungkapkan bela sungkawa atas bencana yang terjadi di La Palma, Spanyol.

Gunung berapi di La Palma pertama kali meletus pada Minggu, 19 September 2021.

Pada saat pertama kali gunung berapi tersebut meletus, dilaporkan tidak ada korban jiwa.

Namun, akibat letusan tersebut, sekira 100 rumah yang ada di La Palma terbakar.

Kebakaran hebat terlihat di La Palma yang seluruh pulau dipenuhi dengan warna api.

Bencana yang dialami warga di La Palma tidak berhenti hingga meletusnya gunung berapi tersebut.

Serangkaian gempa juha mengguncang La Palma dua hari (waktu setempat) usai gunung berapi tersebut meletus.

Akibat bencana alam itu, lebih dari 5.000 warga dievakuasi untuk menghindari adanya korban jiwa.

Dilansir Pikiran-Rakyat.com dari akun Instagram milik Real Madrid, tim berjuluk Los Blancos itu mengucapkan bela sungkawa atas bencana alam yang terjadi di La Palma.

“Mengirimkan kekuatan, perhatian, dan solidaritas kami untuk warga di La Palma,” ucap Real Madrid dalam pernyataan tertulis.

Dari letusan gunung berapi tersebut, lava yang mengalir melalui mulut kawah telah melahap 106 hektare lahan.

Lava tersebut juga menghancurkan 166 rumah dan bangunan lainnya, termasuk membakar segala sesuatu yang dilaluinya.***

Las Palmas Berikan Bencana bagi Valencia Pasca Pengusiran Munir

Las Palmas, Valencia kembali jatuh. Usai dua kemenangan beruntun di La Liga Spanyol versus Espanyol dan Villareal, Los Che â?? julukan Valencia â?? menelan kekalahan kesepuluh dalam 19 laga di La Liga musim ini di markas Las Palmas.

Dalam laga yang berlangsung di Stadion Gran Canaria, Senin (30/1/2017) atau Selasa dini hari wib itu, hasil akhir menunjukkan kemenangan 3-1 untuk tuan rumah. Namun, sebenarnya Valencia memulai laga dengan percaya diri melalui gol yang dicetak oleh Santi Mina di menit ke-21.

Sebuah permainan direct menempatkan bola ke sisi kiri area pertahanan Las Palmas. Jose Gaya melepaskan umpan yang diselesaikan oleh Mina dengan menjulurkan kakinya untuk menceploskan bola ke gawang Las Palmas yang dikawal kiper kawakan, Javi Varas.

Namun, angin berubah setelah Kevin-Prince Boateng memberikan umpan untuk Jonathan Viera tiga menit menjelang babak pertama usai. Dari luar kotak penalti, Viera melepaskan sepakan yang menjadi awal dari mimpi buruk Valencia.

Tanda-tanda bencana kian terlihat setelah winger asal Valencia yang dipinjamkan dari Barcelona, Munir El Haddadi menerima dua kartu kuning dalam tiga menit saja. Di menit ke-51, pelanggaran kedua terhadap Pedro Bigas usai Dani Castellano, berbuah pengusiran terhadap Munir.

Enam menit kemudian, Las Palmas mendapat keuntungan melalui tendangan bebas usai Carlos Soler menarik Jonathan Viera. Mauricio Lemos tak menyia-nyiakan kesempatan itu dengan mencetak gol melalui tendangan bebas untuk keunggulan Los Amarillos â?? julukan Las Palmas.

Dalam situasi itu, tuan rumah menguasi 62 persen penguasaan bola plus unggul jumlah pemain. Di menit ke-61, Eliaquim Mangala melakukan kesalahan yang memberikan kesempatan bagi Boateng untuk berhadapan satu lawan satu dengan kiper. Dan Boateng menjadi pencetak gol terakhir dalam laga itu.

Bagi Las Palmas, hasil ini membuat mereka bertahan di peringkat kesebelas klasemen sementara La Liga Spanyol dengan 28 angka. Di sisi lain, Valencia masih berkutat di peringkat ke-15 dengan nilai 19, dibuntuti Deportivo La Coruna dengan nilai sama.

Gunung berapi meletus di La Palma di Kepulauan Canary Spanyol

La Palma, Spanyol (ANTARA) – Sebuah gunung berapi meletus di kepulauan Canary Spanyol, tepatnya di pulau La Palma, pada Minggu (19/9).

Letusan gunung berapi mengirimkan gumpalan asap dan abu ke udara dari taman nasional Cumbre Vieja di selatan pulau itu.

Pihak berwenang sudah mulai mengevakuasi kaum rentan dan beberapa hewan ternak dari desa-desa sekitar sebelum letusan gunung, yang terjadi di rute Cabeza de Vaca di kota El Paso pada pukul 15:15. (waktu setempat), menurut pemerintah Kepulauan Canary.

Ada lebih dari 22.000 getaran yang terjadi pada pekan ini di daerah itu, yang berasal dari salah satu gunung berapi paling aktif di Kepulauan Canary.

Para tentara dikerahkan untuk membantu evakuasi dan diperkirakan lebih banyak penduduk akan dievakuasi dari kota-kota di sekitar kepulauan Canary, kata kementerian pertahanan Spanyol.

Menjelang letusan gunung berapi itu, para ilmuwan telah mencatat serangkaian gempa bumi berkekuatan 3,8 skala Richter di taman nasional Cumbre Vieja, menurut Institut Geografi Nasional Spanyol (ING).

ING menyebutkan letusan gunung berapi paling awal yang tercatat di pulau La Palma terjadi pada 1430.

Dalam peristiwa letusan terakhir pada 1971, satu orang tewas ketika dia mengambil foto di dekat aliran lava tetapi tidak ada properti yang rusak.

Bencana Alam Akibat Perubahan Iklim Mengancam, PMI Persiapkan Ini

Merdeka.com – Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) M. Jusuf Kalla meminta PMI bersiap menghadapi potensi bencana alam yang dipicu perubahan iklim. Meski demikian, PMI diminta tetap optimal membantu penanganan pandemi Covid-19.

“Hari ini kita selalu mendengarkan bagaimana dahsyatnya Covid-19, tetapi menurut para ahli akan muncul bencana yang lebih besar lagi yaitu perubahan cuaca atau perubahan iklim,” ujarnya saat memberi sambutan dalam acara pelantikan Pengurus PMI DIY masa bakti 2021-2026 di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, Jumat (8/10) malam.

Mantan Wakil Presiden RI itu mengungkapkan bahwa bencana alam yang dipicu perubahan iklim, seperti banjir, telah melanda sejumlah negara di benua Eropa, Amerika Serikat, Asia, dan Afrika.

“Banjir, gempa bumi, dan bahaya-bahaya dari perubahan alam. Karena itulah di samping kita mengatasi masalah Covid-19 ini kita juga harus siap mengatasi bencana-bencana alam selanjutnya apabila ada,” ungkapnya.

Siaga Bencana, BPBD Padang Siagakan Personel dan Peralatan

PADANG – Gubernur Mahyeldi menetapkan status siaga darurat bencana banjir, banjir bandang, dan tanah longsor di wilayah Sumbar.

Menyikapi itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang menyiagakan personil dan peralatan guna membantu warga jika sewaktu-waktu terjadi bencana.

“Menurut prakiraan dari BMKG, cuaca ekstrim akan berlangsung hingga akhir tahun nanti. Sebagai antisipasi, kita menyiagakan personil dan peralatan bencana,” kata Kepala BPBD Kota Padang Barlius, Minggu (10/10/2021).

Menurut Barlius, wilayah Sumbar, termasuk Kota Padang berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.

Di Kota Padang sendiri terdapat beberapa wilayah yang menjadi langganan bencana banjir dan tanah longsor. Diantaranya Kecamatan Koto Tangah, Lubuk Kilangan, Bungus Teluk Kabung, Padang Selatan dan Nanggalo.

Untuk itu, Barlius kembali mengingatkan masyarakat agar selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam.

“Personil kita selalu siaga 24 jam. Mereka siap diturunkan kapan saja untuk membantu dan mengevakuasi warga nantinya,” tutur Barlius.

Barlius menambahkan, dalam penanggulangan bencana, BPBD juga dibantu TNI/Polri, insan kebencanaan seperti Tagana, Kelompok Sadar Bencana (KSB) dan organisasi relawan kebencanaan lainnya. (MC)

Bencana Besar Landa China

jpnn.com, BEIJING – Sedikitnya 54.000 warga dievakuasi akibat banjir melanda wilayah utara dan timur China selama masa libur Hari Nasional.

Selain itu, sebanyak 60 lokasi pertambangan batu bara, 372 pertambangan nonbatu bara, 14 pabrik kimia berbahaya, 1.035 lokasi proyek konstruksi, dan 166 objek wisata di Provinsi Shanxi di wilayah utara China itu ditutup.

Air meluap di wilayah hilir Sungai Fenhe, Provinsi Shanxi. Peristiwa terburuk dalam 40 tahun terakhir, tulis media China, Sabtu.

Lebih dari 100 unit alat berat dan 500 orang dikerahkan untuk membendung tanggul sungai dengan batu sebanyak 5.000 meter kubik, demikian diungkapkan otoritas Shanxi.

Biro meteorologi Provinsi Shanxi memperkirakan banjir akan melanda wilayah timur China itu karena hujan deras turun terus-menerus sejak Jumat (8/10) hingga Sabtu.

Otoritas setempat telah melakukan berbagai tindakan darurat dalam 24 jam terakhir.

Kementerian Sumber Daya Air China telah mengirimkan tujuh satuan tugas khusus ke Shaanxi, Shanxi, Henan, dan Shandong untuk melakukan upaya pengendalian banjir.

Tanah longsor yang menyertai hujan secara terus-menerus sejak Kamis (7/10) telah mengakibatkan satu gedung perkantoran di Provinsi Shaanxi runtuh. Tiga dari empat orang yang tertimbun reruntuhan bangunan tersebut tewas, seperti diberitakan sebelumnya.

Kota Beijing diguyur hujan sejak Sabtu (2/10) hingga Rabu (6/10). Hanya Kamis (7/10) dan Jumat (8/10) cuaca Beijing cerah, namun pada Sabtu kembali hujan.

Libur Hari Nasional yang merupakan peringatan berdirinya Republik Rakyat China berlangsung pada 1-7 Oktober 2021. (ant/dil/jpnn)  

Jusuf Kalla Minta PMI Bersiap Hadapi Potensi Bencana yang Dipicu Perubahan Iklim

Liputan6.com, Jakarta – Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla meminta PMI bersiap menghadapi potensi bencana alam yang dipicu perubahan iklim. Meskipun tetap melakukan pelayanan di masa pandemi COVID-19 ini.

“Hari ini kita selalu mendengarkan bagaimana dahsyatnya COVID-19, tetapi menurut para ahli akan muncul bencana yang lebih besar lagi yaitu perubahan cuaca atau perubahan iklim,” kata Jusuf Kalla saat memberikan sambutan dalam acara pelantikan Pengurus PMI DIY masa bakti 2021-2026 di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, Jumat (9/10/2021) malam.

Dia mengatakan bencana akibat perubahan iklim, seperti banjir, telah melanda sejumlah negara di benua Eropa, Amerika Serikat, Asia, dan Afrika.
“Banjir, gempa bumi, dan bahaya-bahaya dari perubahan alam. Karena itulah di samping kita mengatasi masalah COVID-19 ini kita juga harus siap mengatasi bencana-bencana alam selanjutnya apabila ada,” ujar JK seperti dikutip dari Antara.

JK menegaskan PMI selalu berusaha bekerja dengan baik dan secepat-cepatnya membantu masyarakat sesuai prinsip kemanusiaan tanpa mempunyai batasan diskriminatif.

Antisipasi Bencana

Selain memberikan pertolongan, kata dia, para relawan PMI juga perlu hadir untuk memberikan informasi dan pemahaman kepada masyarakat mengenai mitigasi bencana.
“Harus juga memberikan mitigasi kepada masyarakat serta memberikan penjelasan kepada masyarakat, memberikan bantuan informasi kepada masyarakat. Karena hanya dengan bantuan itu kita dapat mencegah bahaya yang lebih besar,” kata dia.

Dengan kerja sama yang baik antara PMI Pusat dan PMI di tingkat daerah, ia berharap, dampak yang besar dari bencana-bencana yang mungkin terjadi itu bisa dihindari.
“PMI tidak ada artinya tanpa PMI di daerah sebagai ujung tombak mengatasi masalah di daerah,” kata dia.

Kepala BMKG Sebut Wilayah Cilacap Paling Rawan Bencana Tsunami

JawaPos.com–Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menilai, wilayah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, paling rawan terhadap gempa bumi berpotensi tsunami dibandingkan dengan daerah lain.

”Cilacap ini ibaratnya suatu wilayah yang kotanya langsung berada di pantai. Beda ya, misalnya Purworejo, kotanya kan jauh dari pantai, Kebumen jauh dari pantai. Yang langsung di pantai dan aset nasional ada di Cilacap, ada Pertamina, ada PLTU, dan sebagainya, itu infrastruktur yang vital,” kata Dwikorita Karnawati seperti dilansir dari Antara di Cilacap, Senin (4/10).

Dwikorita mengatakan hal itu di sela kegiatan penyusuran jalur evakuasi dalam rangkaian peluncuran sistem peringatan dini tsunami berbasis frekuensi radio dan aplikasi Sirita (Sirens for Rapid Information on Tsunami Alert).

Jika terjadi sesuatu hal terhadap objek vital di Cilacap tersebut, kata dia, nasional akan lumpuh sehingga hal itu harus diamankan. Oleh karena itu, kegiatan penyusuran jalur evakuasi bencana tsunami tersebut juga melibatkan berbagai pihak seperti Pertamina, PT Solusi Bangun Indonesia (Semen Indonesia Group), PLTU, dan sebagainya.

”Jadi, kita kerja bareng. Peringatan dini atau mitigasi bencana itu akan sia-sia kalau kita kerja sendiri-sendiri,” ujar Dwikorita Karnawati.

Terkait dengan keberadaan jalur pipa dalam tanah milik Pertamina yang menjadi bagian jalur evakuasi bencana tsunami, dia mengatakan, demi keamanan, pihaknya menyarankan jalur tersebut lebih baik tidak dijadikan sebagai jalur evakuasi jika ada pilihan lain. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi dampak buruk dari ancaman gempa megathrust berkekuatan lebih dari 8 skala Richter yang berpotensi terjadi di selatan Jawa.

”Jadi daripada gambling, nyawa jangan untuk gambling, tutup saja. Kan masih banyak jalur yang lain,” tegas Dwikorita Karnawati.

Terkait dengan keberadaan sirine peringatan dini bencana tsunami (early warning system/EWS), Dwikorita mengaku, pernah mendapatkan data jika Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah memasang ratusan sirine di berbagai wilayah Indonesia yang selanjutnya dihibahkan ke pemerintah daerah.

”Itu kami data, EWS yang sudah tidak berfungsi, itu puluhan, mungkin hampir 100 atau bahkan lebih, kenapa? Life time-nya sudah habis, dipasang sudah 10 tahun yang lalu dan biaya pemeliharaannya mahal, apalagi di Cilacap ini kan (kena) korosi,” jelas Dwikorita Karnawati.

Dengan demikian, kata dia, solusinya adalah menggunakan alternatif lain berupa sistem informasi peringatan dini tsunami berbasis frekuensi radio dan aplikasi Sirita berbasis Android.

Sementara itu, Wakil Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rahman mengatakan, Cilacap merupakan salah satu daerah yang berpotensi terkena ancaman gempa megathrust berkekuatan 8,7 SR dan dapat mengakibatkan terjadinya gelombang setinggi 12 meter.

Menurut dia, simulasi dan penyusuran jalur evakuasi tersebut dilakukan bukan didasari harapan tsunami itu terjadi melainkan bagian dari kesiapsiagaan masyarakat jika bencana tersebut benar-benar terjadi. Terkait dengan sirine EWS tsunami yang rusak, dia mengatakan, suku cadang perangkat yang sebelumnya hibah dan saat sekarang dikelola Pemerintah Kabupaten Cilacap melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat itu susah sekali diperoleh.

”Akhirnya kalau kita menganggarkan (untuk perbaikan) mungkin enggak ketemu lagi karena sudah puluhan tahun yang lalu. Saya setuju karena sekarang zamannya teknologi, kalau kita bisa memanfaatkan teknologi, tentunya ini akan lebih mudah,” ucap Syamsul.