Tahap Tanggap Bencana, Mensos Jamin Penuhi Perlindungan Sosial Korban Gempa di Malang

Merdeka.com – Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan tahap tanggap bencana untuk para korban gempa di Malang, Jawa Timur. Salah satunya yaitu menyelamatkan masyarakat yang menjadi korban akibat kejadian tersebut.

“Kalau sekarang ini, tahap tanggap bencana, dan itu yang di depan saya, Mensos. Jadi, sekarang ini, yang penting saya menyelamatkan dulu orangnya, mereka yang jadi korban,” kata Risma dalam keterangan pers, Selasa (13/4).

Pemerintah kata dia juga saat ini sedang bekerja sama untuk membantu para korban. Dari sisi kesehatan, kata Risma, Menteri Kesehatan sudah mengatasi hal tersebut. Kemudian dari sisi perlindungan para korban, sia mengatakan pihaknya memberikan jaminan perlindungan hidup para korban gempa dengan harapan standar minimumnya dapat terpenuhi.

“Saya menjamin bahwa mereka yang tertimpa ini dari segi kebutuhan-kebutuhan dasarnya terpenuhi,” katanya menambahkan.

Mantan Walikota Surabaya dua periode itu mencontohkan beberapa kasus, seperti ibu hamil dan kelompok rentan, yang ia temui di lapangan, dipastikan langsung diberikan penanganan di Puskesmas. Sementara yang sehat, lanjutnya, langsung dibawa ke tempat penampungan di lapangan wilayah terdekat masing-masing di Kabupaten Malang atau Lumajang.

“Yang sehat dibawa ke tempat penampungan,” ungkapnya. [bal]

Hingga Tadi Malam, Terdata 222 Orang Tewas dan Hilang Akibat Bencana Siklon Tropis Seroja

TRIBUNNEWS.COM, KUPANG –  Hingga Minggu 11 April  malam, sebanyak 177 orang dilaporkan meninggal dunia dan 45 lainnya dilaporkan masih hilang akibat bencana Siklon Tropis Seroja yang melanda Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Korban bertambah usai dalam pencarian korban pada hari Minggu, tim kembali menemukan 3 korban meninggal dunia.

Demikian keterangan Wagub NTT Josef Adrianus Nae Soi dalam konferensi pers di Posko Tanggap Darurat Bencana Siklon Tropis Seroja Provinsi NTT, pada Minggu  11 April 2021 malam.

“Dengan demikian total seluruh korban meninggal dan hilang adalah 222 orang,” ujar Josef Nae Soi.

Data Satgas Tanggap Darurat Bencana NTT, korban meninggal dunia terdapat di 8 kabupaten dan Kota Kupang.

Sementara korban yang masih hilang ada di 5 kabupaten. 

Korban meninggal dunia terbanyak saat ini berada di Pulau Adonara Kabupaten Flores Timur dengan 72 orang.

Berikut di Lembata sebanyak 46 orang, menyusul Kabupaten Alor sebanyak 28 orang, Kabupaten Kupang sebanyak 12 orang, Kota Kupang 6 orang, Kabupaten Malaka 6 orang Sabu Raijua 3 orang dan Ende serta Sikka masing masing 1 orang. 

Sementara itu, korban yang masih hilang terdapat di Kabupaten Lembata sebanyak 22 orang, Kabupaten Alor sebanyak 13 orang, Kabupaten Flores Timur sebanyak 2 orang, Kabupaten Sabu Raijua sebanyak 3 orang dan Kabupaten Kupang sebanyak 3 orang.

Oepoli, Kabupaten Kupang Belum Terjangkau

Wagub Josef Nae Soi mengatakan, dari seluruh daerah yang terdampak bencana, hanya satu wilayah di Kabupaten Kupang yang belum terjangkau logistik tanggap darurat bencana.

Keterlambatan itu diakui Josef Nae Soi karena alasan akses ke wilayah itu yang terputus. 

“Daerah yang belum terjangkau yaitu di kabupaten Kupang, dan ini agak terlambat kita mendapatkan informasi karena memang kondisi daerah terputus karena hanya bisa dilalui jalan darat dan laut dan kemarin-kemarin cuaca sangat tidak bersahabat,” kata dia.

Beberapa desa di wilayah Kecamatan Amfoang Timur Kabupaten Kupang yang belum dijangkau itu kata dia akan diatasi dengan pengerahan armada helikopter untuk melakukan distribusi logistik mulai besok, Senin 12 April 2021.

“Oleh sebab itu, mulai besok kami akan kerahkan armada berupa helikopter untuk menuju ke tempat yang belum terjangkau,” kata dia. 

Distribusi logistik ke wilayah Kabupaten Sabu Raijua dan Kabupaten Sumba Timur juga akan dilaksanakan Senin besok dengan menggunakan armada KRI Ahmad Yani. 

“Mulai besok kami akan teruskan lagi dengan bantuan baik darat, laut maupun udara. Besok KRI Ahmad Yani akan bertolak ke sabu dan Sumba timur.

Di beberapa lokasi di  kabupaten Kupang ,kami menyiapkan satu feri ke daerah yang belum terjangkau,” tambah dia.

Sementara untuk semua wilayah terdampak bencana di  kabupaten Flores Timur, Lembata dan Alor yang jumlah korbannya cukup banyak, distribusi logistik tanggap darurat bencana telah dilaksanakan sebagaimana mestinya.

“Sampai hari ini desa yang punya korban sudah mendapat bantuan, dan pengungsi sudah kita minta pindahkan ke rumah penduduk supaya menghindari klaster batu Covid-19,” tegas Josef Nae Soi.

Artikel ini telah tayang di pos-kupang.com dengan judul Update Korban Bencana Siklon Tropis NTT, Hingga Minggu Malam 177 Meninggal Dunia, 45 Masih Hilang

Viktor Laiskodat Menilai Status Bencana Nasional di NTT Tidak Diperlukan

TEMPO.CO, Jakarta –  Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Laiskodat menilai penetapan status bencana alam di provinsi berbasis kepulauan itu sebagai bencana nasional tidak perlu dilakukan. “Saat ini kami memiliki argumentasi yang logis untuk kepentingan daerah kami agar tidak perlu ditetapkan sebagai bencana nasional,” katanya kepada wartawan di Kupang, Senin, 12 April 2021.

Hal itu disampaikan Viktor menanggapi usulan sejumlah kalangan agar pemerintah pusat segera menetapkan bencana alam di NTT sebagai bencana nasional. Menurut dia, koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah pusat dapat dilakukan tanpa memerlukan alasan formal yang sifatnya administratif. “Tentunya kami memiliki argumentasi untuk percepatan pemulihan dari kondisi yang ada saat ini,” ujar dia.

Kenyataannya, kata dia, komunikasi dan koordinasi yang telah dilakukan dalam beberapa waktu ini telah menunjukkan perhatian serius pemerintah pusat terhadap NTT yang mengalami bencana alam dengan dampak sosial ekonomi yang besar.

Untuk mengatasi dampak sosial dan ekonomi dari bencana ini, kata dia, presiden telah menggerakkan semua infrastruktur pemerintahan, TNI, Polri, kementerian, dan lembaga terkait. “Bahkan Presiden telah hadir dan melihat dari dekat dampak bencana ini seraya menginstruksikan seluruh jajaran pemerintahan, baik pusat maupun daerah untuk melakukan intervensi penuh sesuai dengan tupoksi masing-masing,” ujar dia.

 

Ia menilai tanpa status bencana nasional pun, perhatian Presiden Jokowi begitu besar terhadap NTT dengan berbagai kebijakan pembangunan, mulai dari tanggap darurat sampai rencana pemulihan dan pembangunan kembali infrastruktur-infrastruktur yang rusak akibat bencana.

Alasan kedua, katanya, jika pemerintah menerapkan bencana alam sebagai bencana nasional maka hal itu akan mendorong negara-negara lain mengeluarkan travel warning untuk tidak berkunjung sementara waktu sampai peringatan tersebut dicabut.

“Padahal, kita sedang memulihkan semua sarana prasarana pariwisata mengantisipasi kedatangan wisatawan. Status travel warning, juga dapat berdampak pada asuransi wisatawan yang tidak dapat diklaim apabila terjadi sesuatu terhadap mereka,” kata Viktor Laiskodat.

Waspadai Hujan Lebat Berdampak Longsor hingga Banjir Bandang Usai Gempa Malang

Surabaya – BMKG memberikan peringatan dini cuaca di wilayah Jawa Timur. Diprakirakan terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Hujan yang terjadi usai gempa bumi ini dikhawatirkan memicu longsor hingga banjir bandang.

Dari data BMKG Kelas I Juanda Surabaya, hujan intensitas sedang hingga lebat terjadi di sejumlah kabupaten atau kota. Di antaranya Gresik, Jombang, Mojokerto, Pasuruan, Bondowoso, Jember, Malang, Kota Malang, Malang, Blitar, Trenggalek, Kediri.

Lalu, hujan akan merembet di wilayah Gresik, Lamongan, Madiun, Nganjuk, Jombang, Mojokerto, Kota Mojokerto, Sidoarjo, Pasuruan, Probolinggo, Kota Probolinggo, Bondowoso, Jember, Lumajang, Kota Batu, Malang, Kota Kediri, Kota Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, hingga Kediri.

“Iya, untuk tetap menjaga kewaspadaan, Mbak. Biasanya setelah gempa, ada beberapa tanah yang bergerak atau rapuh. Biasanya daerah yang sedang kena hujan dengan intensitas intens atau ekstrem akan mudah berpotensi terjadi longsor,” kata Kasi Data dan Informasi BMKG Kelas I Juanda Surabaya Teguh Tri Susanto kepada detikcom di Surabaya, Sabtu (10/4/2021).

Sebelumnya, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers mengatakan, saat kondisi habis hujan dan diguyur hujan, lereng-lereng atau batuan menjadi rapuh, sehingga dikhawatirkan dapat memicu longsor dan banjir bandang.

“Lereng-lereng atau batuan itu habis digoyang biasanya menjadi agak rapuh. Apabila diguyur hujan, meskipun hujannya tidak lama tetapi lebat atau sedang, atau juga hujannya tidak lebat tapi lama, dikhawatirkan dapat memicu bencana lanjutan, yaitu bencana longsor dan banjir bandang,” ungkap Dwikorita.

Dwikorita menyebut hal serupa terjadi pada banjir bandang di NTT. Dia mengatakan, sebelum terjadi banjir bandang NTT, terlebih dulu diguncang gempa dengan kekuatan M 4,1.

“Sebagai catatan, kemarin kami baru saja mendatangi wilayah NTT. Di situ hujan lebat, ternyata sehari sebelumnya juga terjadi gempa dengan kekuatan M 4,1. Jadi dikhawatirkan, wilayah yang habis terkena ada gempa, kemudian diguyur hujan, itu dikhawatirkan akan memicu terjadinya longsor atau banjir bandang,” pungkasnya.

Wilayah yang diprediksi akan terjadi hujan sedang hingga lebat di antaranya Jombang, Gudo, Bandarkedungmulyo, Mojokerto, Pasuruan, Bondowoso, Jember, Malang, Pakis, Jambung, Kota Malang, Seluruh kecamatan Kota Malang, Blitar, Trenggalek, Kediri, Gresik, Lamongan, Madiun, Nganjuk, Bondowoso, Probolinggo, Jember, Kota Batu, Tulungagung, Ponorogo, dan Purwosari. (hil/fat)

Peringatan Jatim Hujan Usai Gempa Malang M 6,1, Waspada Longsor-Banjir

Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini cuaca di wilayah Jawa Timur. Diprediksi akan terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

“Dari BMKG Jawa Timur ada peringatan dini cuaca yang dimulai pukul 14.50 WIB, diprediksi akan berakhir pukul 17.30 WIB. Diprediksi akan mengalami hujan sedang hingga lebat,” ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers, Sabtu (10/4/2021).

Dwikorita meminta masyarakat memperhatikan prediksi yang diberikan. Pasalnya, gempa dengan kekuatan M 6,1 baru saja terjadi di Malang.

“Ini mohon diperhatikan, ini banyak wilayah yang diprediksi akan hujan sedang hingga lebat. Kenapa harus diperhatikan, karena baru saja mengalami gempa bumi, kekuatannya lebih dari M 6,” ujarnya.

Dia mengatakan pada saat kondisi habis hujan dan diguyur hujan, lereng-lereng atau batuan menjadi rapuh, sehingga dikhawatirkan dapat memicu longsor dan banjir bandang.

“Lereng-lereng atau batuan itu habis digoyang biasanya menjadi agak rapuh. Apabila diguyur hujan, meskipun hujannya tidak lama tetapi lebat atau sedang, atau juga hujannya tidak lebat tapi lama, dikhawatirkan dapat memicu bencana lanjutan, yaitu bencana longsor dan banjir bandang,” tuturnya.

Dwikorita menyebut hal serupa terjadi pada banjir bandang di NTT. Dia mengatakan, sebelum terjadi banjir bandang NTT, terlebih dulu diguncang gempa dengan kekuatan M 4,1.

“Sebagai catatan, kemarin kami baru saja mendatangi wilayah NTT. Di situ hujan lebat, ternyata sehari sebelumnya juga terjadi gempa dengan kekuatan M 4,1. Jadi dikhawatirkan, wilayah yang habis terkena ada gempa, kemudian diguyur hujan, itu dikhawatirkan akan memicu terjadinya longsor atau banjir bandang,” pungkasnya.

Wilayah yang diprediksi akan terjadi hujan sedang hingga lebat di antaranya Jombang, Gudo, Bandarkedungmulyo, Mojokerto, Pasuruan, Bondowoso, Jember, Malang, Pakis, Jambung, Kota Malang, Seluruh kecamatan Kota Malang, Blitar, Trenggalek, Kediri, Gresik, Lamongan, Madiun, Nganjuk, Bondowoso, Probolinggo, Jember, Kota Batu, Tulungagung, Ponorogo, dan Purwosari. (dwia/idh)

Korban Tewas Banjir Bandang Flores Timur NTT Bertambah Jadi 54 Orang

Kupang – Jumlah korban banjir bandang di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu (4/4/2021), yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia terus bertambah. Jumlah korban tewas kini menjadi 54 orang.

“Jumlah korban longsor yang ditemukan dalam kondisi tak bernyawa hingga Minggu sore, ada 54 orang dari sebelumnya 20 orang, sementara ini upaya pencarian masih terus berlangsung di lapangan,” kata Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli dilansir dari Antara, Senin (5/4).

Banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Desa Nele Lamadiken, Kecamatan Ile Boleng, ini terjadi pada Minggu, sekitar pukul 01.00 Wita. Banjir tersebut akibat hujan lebat serta angin kencang yang berlangsung cukup lama di wilayah tersebut.

Agustinus mengatakan kondisi cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan banjir dan tanah longsor yang membawa serta kayu dan batu besar. Benda-benda tersebut pun menghantam permukiman warga desa itu.

Selain menelan korban jiwa, puluhan rumah di Desa Nele Lamadiken beserta berbagai barang berharga milik warga setempat juga ludes diterjang longsor. Ada sejumlah daerah yang terkena dampak banjir bandang ini.

“Ada korban meninggal juga yang ditemukan di Desa Nobo yang berada di area bawah Desa Nele Lamadiken karena terseret banjir,” katanya.

Agustinus mengatakan korban banjir bandang yang terjadi di titik lain, yaitu wilayah Waiwerang dan sekitarnya di Kecamatan Adonara Timur, yang ditemukan meninggal juga bertambah satu orang sehingga kini menjadi empat orang.

Ia menambahkan, pemerintah daerah bersama berbagai elemen saat ini masih terus bergerak di lapangan untuk melakukan langkah penanggulangan dampak bencana, baik pencarian dan evakuasi korban maupun penanganan korban yang selamat.

Agustinus melanjutkan, saat ini upaya pencarian korban masih terus berlangsung di lapangan. Upaya pencarian itu dilakukan oleh petugas dengan dukungan berbagai elemen masyarakat setempat. (mae/bar)

Banjir NTT, 54 Orang Meninggal dan Permukiman Porak-poranda

Jakarta, CNN Indonesia — Banjir bandang menerjang Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (4/4) dini hari. Kabar terkini menyebut 54 orang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

“Jumlah korban longsor yang ditemukan dalam kondisi tak bernyawa hingga Minggu sore, ada 54 orang dari sebelumnya 20 orang, sementara ini upaya pencarian masih terus berlangsung di lapangan,” kata Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli kemarin.

itu terjadi di beberapa desa yang ada di Kabupaten Flores Timur. Longsoran paling parah terjadi di Desa Nele Lamadiken, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur.

Agustinus mengatakan, bencana itu terjadi pada Minggu sekitar pukul 01.00 Wita. Banjir terjadi akibat hujan yang disertai angin kencang dan terjadi cukup lama.

Agustinus mengatakan, air yang mengalir deras di pemukiman warga saat banjir bandang terjadi tak hanya membawa longsoran tanah, tetapi kayu bahkan batu-batu besar yang langsung menghantam permukiman warga.

Selain korban meninggal, puluhan rumah juga diprediksi mengalami kerusakan parah akibat kejadian ini.

“Ada korban meninggal juga yang ditemukan di Desa Nobo yang berada di area bawah Desa Nele Lamadiken karena terseret banjir,” katanya.

Agustinus mengatakan korban banjir bandang yang terjadi di titik lain, yaitu wilayah Waiwerang dan sekitarnya di Kecamatan Adonara Timur yang ditemukan meninggal juga bertambah satu orang sehingga menjadi empat orang.

Meski telah menemukan banyak korban jiwa, namun keterbatasan peralatan juga disebut menjadi penghambat upaya pencarian korban di lokasi kejadian. Hal ini diungkap Camat Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur Damianus Wuran.

Damianus menyebut keterbatasan alat berat di daerahnya menghambat upaya pencarian korban banjir bandang yang melanda wilayah Waiwerang dan sekitarnya di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (4/4) dini hari WITA.

Bahkan hingga saat ini, warga masih melakukan pencarian korban secara mandiri di lokasi kejadian. Alasannya persediaan alat berat yang ada di Pulau Adonara sudah dimobilisasi untuk mendukung penanganan bencana serupa di Kecamatan Ile Boleng.

“Karena korban yang di Ile Boleng lebih banyak sehingga evakuasi alat berat diprioritaskan ke sana, kami kesulitan alat berat. Sehingga, pencarian korban jadi lambat,” katanya.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan pihaknya akan menyiapkan 10 ribu kit tes antigen di wilayah Flores Timur untuk mencegah penularan covid-19 di pengungsian.

“Rapid test antigen 10 ribu test kit,” kata Raditya dalam jumpa pers daring.

Menurutnya, meski dalam kondisi dirundung bencana BNPB tetap mengedepankan protokol kesehatan selama menanggulangi bencana banjir di Flores. Mereka tak ingin penanganan pandemi diabaikan saat ada bencana alam.

(tst/ain)

Nelayan di Pangandaran Dilatih Penanggulangan Bencana

REPUBLIKA.CO.ID, PANGANDARAN — Sebanyak 1.000 nelayan di Kabupaten Pangandaran dilatih mengenai upaya penanggulangan bencana, Seni (29/3). Para nelayan di daerah itu disiapkan sebagai sahabat Taruna Siaga Bencana (Tagana).

Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Kementerian Sosial (Kemensos) Alam Syafii Nasution mengatakan, pelatihan itu dilakukan sebagai upaya pemerintah untuk melindungi warga pesisir selatan Pulau Jawa, termasuk Kabupaten Pangandaran. Sebab, daerah itu memiliki potensi terjadinya bencana gempa bumi megathrust yang dapat memicu kejadian tsunami.

“1.000 nelayan ini nantinya mendapatkan pelatihan penanggulangan bencana, sehingga jika terjadi megathrust mereka dapat membantu masyarakat lainnya untuk menyelamatkan diri,” kata dia melalui keterangan resmi, Senin malam.

Dalam peta bencana yang dikeluarkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 2019, Kabupaten Pangandaran merupakan wilayah rawan bencana ke-17 secara nasional. Sementara di tingkat Provinsi Jawa Barat (Jabar), daerah itu menduduki posisi keenam paling rawan bencana.

Sedangkan berdasarkan Peta Sumber Gempa Nasional 2017 yang diterbitkan Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen), zona yang berpotensi memunculkan gempa megathrust di Jawa berada di tiga lokasi. Salah satunya adalah wilayah selatan perbatasan Jabar dan Jawa Tengah.

Syafii mengklaim, pihaknya terus melakukan edukasi kepada masyarakat terhadap ancaman bencana gempa bumi megathrust. Beberapa upaya yang dilakukan dalam proses edukasi adalah melakukan pelatihan dan membentuk Kampung Siaga Bencana (KSB) berbasis kawasan di sejumlah kabupaten di Jabar, termasuk di Kabupaten Pangandaran.

Setelah mendapatkan pelatihan, para nelayan itu akan dikukuhkan menjadi sahabat Tagana pada Rabu (31/3). Rencananya, pengukuhan akan dilakukan langsung oleh Menteri Sosial Tri Rismaharini, sekaligus memeringati HUT ke-17 TAGANA

Kabar Buruk Vaksin AstraZeneca Lagi, Kini dari Kanada

Jakarta, CNBC Indonesia – Vaksin Covid-19 besutan perusahaan Inggris AstraZeneca kembali dirundung permasalahan baru. Pada Senin (29/3/2021) sekelompok ahli dari Kanada merekomendasikan penghentian penggunaan suntikan AstraZeneca Covid-19 untuk orang berusia 55 tahun ke bawah, setelah sejumlah kecil pasien di luar negeri menderita pembekuan darah.

“Ada ketidakpastian yang substansial tentang manfaat pemberian vaksin AstraZeneca untuk orang dewasa di bawah usia 55 tahun,” kata Wakil Kepala Kesehatan Masyarakat Kanada Howard Njoo dalam konferensi pers sebagaimana dilaporkan AFP, Senin (29/3/2021).

“Saat ini, kami menghentikan sementara penggunaan vaksin AstraZeneca untuk orang dewasa di bawah usia 55 tahun, menunggu analisis risiko-manfaat lebih lanjut.”

Sementara itu, pejabat kesehatan juga mendesak warga Kanada yang telah menerima suntikan AstraZeneca dalam 20 hari terakhir untuk berkonsultasi dengan dokter. Dokter Health Canada dan Komite Penasihat Nasional untuk Imunisasi dan Kesehatan (NACI) juga meminta produsen vaksin melakukan penilaian rinci tentang manfaat dan risiko vaksin, berdasarkan usia dan jenis kelamin.

“Sampai saat ini, tidak ada kasus (gumpalan bercak) yang dilaporkan di Kanada,” kata Kepala Petugas Medis Health Kanada Supriya Sharma.

“Namun, melalui kerja sama internasional kami yang sedang berlangsung, Health Canada menjadi sadar bahwa kasus tambahan dari peristiwa ini telah dilaporkan di Eropa.”

NACI awal bulan ini mendesak pemberian suntikan AstraZeneca hanya kepada orang-orang yang berusia 18 hingga 64 tahun. Badan itu mengatakan uji klinis tidak melibatkan cukup lansia.

Lalu, badan ini kemudian merevisi rekomendasinya untuk menyertakan orang-orang berusia 65 ke atas. Ini setelah meninjau “bukti dunia nyata” tentang keefektifannya di kelompok usia lanjut.

Vaksin AstraZeneca sendiri mulai disetujui untuk digunakan di Kanada pada bulan Februari. Ini bersamaan dengan suntikan Johnson & Johnson, Pfizer-BioNTech dan Moderna.

Kanada dijadwalkan menerima 1,5 juta dosis AstraZeneca surplus dari Amerika Serikat (AS). Ini karena Negeri Paman Sam belum memberikan persetujuan untuk vaksin yang merupakan hasil kerjasama dengan Universitas Oxford itu.

BNPB Sebut Lima Desa Kena Dampak Kebakaran Kilang Minyak Pertamina

TEMPO.CO, Jakarta – Lima desa terdampak kebakaran kilang minyak PT Pertamina di Desa Balongan, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, berdasarkan laporan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu.

“Peristiwa terbakarnya tiga unit tank product premium 42 T 301 A/B/C itu berdampak pada lima desa meliputi Desa Balongan, Desa Sukareja, Desa Rawadalem, Desa Sukaurip dan Desa Tegalurung,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati di Jakarta, Senin 29 Maret 2021.

Dalam rangka percepatan penanganan kebakaran tersebut, BPBD Kabupaten Indramayu juga berkoordinasi dengan TNI, Polri dan Basarnas setempat guna melakukan evakuasi warga setempat serta para pekerja.

Hingga saat ini, TRC BPBD Kabupaten Indramayu masih melakukan pendataan di lokasi terbakarnya kilang minyak tersebut.

Ada 912 jiwa diungsikan akibat kebakaran tersebut, meliputi 220 jiwa di GOR Komplek Perum Pertamina Bumi Patra, 300 jiwa di Pendopo Kantor Bupati Indramayu dan 392 jiwa di Gedung Islamic Center Indramayu.

Sementara itu, data korban jiwa yang berhasil dihimpun hingga pukul 08.00 WIB adalah lima orang luka berat, 15 orang luka ringan dan tiga orang masih dalam pencarian.

“Kondisi hingga saat ini api masih dalam proses pemadaman dan warga diharapkan agar tidak panik serta selalu mengikuti arahan pihak-pihak yang berwajib untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Raditya.

Sebelumnya, kebakaran terjadi di Kilang Minyak RU IV milik PT Pertamina di Desa Balongan, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat mengalami kebakaran pada Senin dini hari pukul 01.59 WIB.

Penyebab kebakaran belum diketahui pasti, namun saat kejadian kondisi sedang turun hujan lebat disertai petir.

Meskipun ada insiden kilang terbakar, Pertamina memastikan pasokan bahan bakar minyak untuk masyarakat tidak terganggu dan saat ini masih berjalan normal.