Pelatihan Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Puskesmas – 30 Maret 2021

logo caritas

logo caritas

Pelatihan Perencanaan Penanggulangan Bencana di Rumah Sakit

(Hospital Disaster Plan)

RSUD Kabelota Donggala Sulawesi Tengah, 30 Maret – 1 April 2021


{tab title=”Kerangka Acuan Kegiatan” class=”blue”}

Pengantar

PKMK FK-KMK UGM bekerja sama dengan Caritas Germany akan melakukan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis Kesehatan di Sulawesi Tengah. Fasilitas kesehatan yang menjadi sasaran program ini adalah Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah, Dinkes Kabupaten Donggala, RS Kabelota, RS di Kota Palu, Puskesmas Sangurara dan Puskesmas Tompe. Dalam pelaksanaan program ini PKMK FK-KMK UGM akan tetap melibatkan Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah dan universitas lokal (Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, dan Fakultas Kedokteran Universitas Al-Khairat).

Rumah sakit yang belum memiliki Hospital Disaster Plan (HDP) akan kesulitan untuk mengoperasionalkan manajemen penanganan bencana mulai dari pembagian tugas yang jelas, alur komunikasi dan rencana alternatif. Demikian juga akan terjadi bagi rumah sakit yang sudah memiliki HDP namun belum operasional. Rumah sakit harus memahami bahwa HDP adalah sebagai salah satu bentuk kesiapan rumah sakit untuk menghadapi bencana alam dan bencana non alam. Seperti situasi sekarang dunia telah digemparkan dengan terjadinya bencana non alam pandemik COVID-19. Masalah yang dihadapi rumah sakit akan semakin kompleks karena rumah sakit harus memikirkan bagaimana memutuskan mata rantai penularan di rumah sakit dan bagaimana untuk menghadapi lonjakan pasien. Pada dasarnya konsep penanganan pandemi ini sama dengan penanganan bencana, perbedaannya terletak pada sifat agen kausatif virus.

Dengan demikian sudah saatnya rumah sakit memahami bahwa HDP ini sangat penting dipersiapkan sejak sekarang, HDP yang operasional dan yang mencakup semua rencana kebutuhan dan penanganan bencana alam dan non alam. HDP yang disusun dalam bentuk dokumen berisi potensi bencana yang dihadapi rumah sakit, aktivasi sistem komando, prosedur pengananan bencana, fasilitas saat bencana dan alur komunikasi. HDP ini merupakan dokumen yang bersifat hidup (update) dan menjadi satu sistem untuk memenuhi kebutuhan menuju Safe Hospital yang dapat digunakan dalam keadaan krisis kesehatan sehari-hari di Rumah Sakit.

Tujuan

  1. Peserta memahami penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana di Rumah Sakit (HDP) harus menyesuaikan dengan karakteristik di tiap rumah sakit.
  2. Peserta mampu memahami dan menyusun HDP berdasarkan template yang ada.
  3. Peserta mampu membuat Plan of Action tentang penanganan bencana.

Proses Kegiatan

Kegiatan ini akan dilakukan secara langsung di RSUD Kabelota selama 3 hari. Hari pertama dan kedua peserta akan mendapatkan materi dan hari ketiga peserta akan diberi penugasan.

Peserta Kegiatan

Peserta diperkirakan sekitar 10-15 orang yang terdiri dari :

  • Direksi dan Kepala Bagian RSUD Kabelota
  • Bidang/bagian yang mengurusi rujukan, wabah, bencana, krisis kesehatan
  • Tim penyusun

Yang Perlu dipersiapkan oleh peserta:

Pengetahuan mengenai rumah sakitnya, seperti profil rumah sakit, organisasi RS, peta (Map) Rumah Sakit, termasuk peta wilayah kerja.

Output Kegiatan

Setelah melalui proses Workshop, terdapat tim kecil dari peserta workshop yang komitmen menyelesaikan penyusunan dokumen HDP RSUD Kableota.

Jadwal dan Materi Kegiatan

Waktu              : Selasa-Kamis, 30 Maret – 1 April 2021
Pukul               : 08.30 – 15.00
Tempat            : RSUD Kabelota

Selasa, 30 Maret 2021
Waktu Materi/Kegiatan Fasilitator Narasumber
08.30 – 08.45

Pembukaan

          Pengantar dari PKMK FK-KMK UGM

          Direktur RSUD Kabelota

08.45 – 09.25

09.25 – 09.40

Materi 1: Akreditasi (SNARS) dan Strategi Penyiapan HDP di RS

Diskusi

  • Dr. Surianto, S.Kep, Ns, MPH
  • Fatma A.Deu, SKM, M.Si
dr. Bella Donna, M.Kes

09.40 – 10.20

10.20 – 10.35

Materi 2: Sistem Komando dan Pengorganisasian

Diskusi

  • dr. David Pakaya, M.Biomed
  • dr.Imtihanah Amri, M.Kes., Sp.An
dr. Sulanto Saleh Danu, Sp.FK
10.35 – 10.45 Coffee Break

10.45 – 11.15

11.15 – 11.45

Penugasan Pengorganisasian Happy Pangaribuan, MPH
11.45 – 13.00 ISHOMA
13.00 – 13.40 Materi 3 : Analisis Risiko
  • Lusia Salmawati, SKM, M.Sc
  • Zakiyatun, MH, SKM
dr. Wahyu Kartiko Tomo, Sp.B

13.40 – 14.10

14.10 – 14.40

Penugasan Analisis Risiko Happy Pangaribuan, MPH
14.40 Pengarahan hari-2
Rabu, 31 Maret 2021
Waktu Materi/Kegiatan
08.30 – 08.45 Review kegiatan hari 1 Happy Pangaribuan, MPH
08.45 – 09.15 Materi 4 : Pengenalan Tools Hospital Safety Index (HIS)
  • dr. Mohamad Zulfikar Sp.B
  • dr. Diah Mutiarasari, MPH
Madelina Ariani, MPH

09.15 – 10.00

10.00 – 10.15

Materi 5: Logistik Medik dan Fasilitas

Diskusi

  • dr. Ryzka, M.Kes
  • Dr. Muh. Ryman Napirah, S.KM., M.Kes
dr. Sulanto Saleh Danu, Sp.FK
10.15 – 10.25 Coffee Break
10.25 – 11.05 Materi 6 : SOP saat Bencana
  • Indrawati Patappa
  • Dr. Surianto, S.Kep, Ns, MPH
dr. Wahyu Kartiko Tomo, Sp.B

11.05 – 11.35

11.35 – 12.05

Penugasan SOP Happy Pangaribuan, MPH
12.05 – 13.00 ISHOMA

13.00 – 13.40

13.40 – 13.55

Materi 7 : Data dan Informasi

Diskusi

  • Warihan Unok, S.Kep.Ns. M.Kep
  • dr. Rafly Suwandhi Wahid, M.Kes
Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid

13.55 – 14.35

14.35 – 15.00

Materi 8 : Peta Risiko dan Peta Respon

Praktek Peta Risiko

Ahsan, S.Kep, Ns, M.Kes

dr. Miranti, M.Kes

Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
15.00 Pengarahan kegiatan hari-3
Kamis, 1 April 2021
Waktu Materi
08.30 – 08.45 Review Kegiatan hari-2 Happy Pangaribuan, MPH

08.45 – 09.30

09.30 – 10.15

Penyusunan dokumen HDP Tim Fasilitator
  • dr. Sulanto Saleh Danu, Sp.FK
  • dr. Wahyu Kartiko Tomo, Sp.B
  • Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
10.15 – 10.25 Coffee break

10.25 – 11.10

11.10 – 12.00

Penyusunan Dokumen HDP
12.00 – 13.00 ISHOMA

13.00 – 13.30

13.30 – 14.00

Presentasi draft dokumen HDP

Diskusi

14.00 – 14.10 Pembentukan Tim Kecil Penyusun HDP Tim PKMK
14.10 – 14.30 Rencana Tindak Lanjut Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
14.30 Penutupan dr. Bella Donna, M.Kes

Penutup

Demikian TOR Pelatihan Rencana Penyusunan Penanggulangan Bencana di Rumah Sakit (Hospital Disaster Plan). Kami mengharapkan apabila kerjasama ini terwujud, menjadi kerjasama yang saling menguntungkan. Bagi RSUD Kabelota keuntungan yang didapat adalah tersusunnya dokumen HDP. Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM sebagai penyelenggara program akan berkomitmen demi tercapainya tujuan program dan Caritas Germany sebagai mitra penyelenggara program akan mendapatkan laporan rutin terkait keberlangsungan program.

 

{tab title=”Reportase” class=”red”}

kabelota 1

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Peserta pelatihan penyusunan HDP di RSUD Kabelota“

Kegiatan ini dilakukan secara langsung di RSUD Kabelota selama 3 hari. Hari pertama dan kedua peserta mendapatkan materi dan hari ketiga peserta diberi penugasan. Kegiatan ini bertujuan supaya peserta memahami penyusunan rencana penanggulangan bencana di rumah sakit (Hospital Disaster Plan) sesuai dengan karakteristik di tiap rumah sakit. Seluruh materi disampaikan oleh fasilitator lokal dari Dinkes Provinsi Sulteng, FK Universitas Tadulako, dan FK Universitas Alkhaeraat didampingi oleh narasumber dari tim PKMK FK – KMK UGM. Fasilitator ini adalah peserta kegiatan Training of Trainer Puskesmas Disaster Plan pada November 2020 lalu yang bersedia dan memiliki komitmen untuk terlibat dalam perluasan kapasitas sistem manajemen penanganan bencana di puskesmas. Tim PKMK FK – KMK UGM menambahkan hal yang perlu atau belum disampaikan oleh fasilitator saat pemaparan materi. Jumlah peserta yang mengikuti dari rumah sakit sebanyak 17 orang, fasilitator lokal 8 orang dan tim dari PKMK FK – KMK UGM 4 orang.

Selasa, 30 Maret 2021

Pertemuan hari ini peserta mendapatkan 3 materi yaitu (1) Akreditasi (SNARS) dan Strategi Penyiapan HDP di RS oleh Dr. Surianto, S.Kep, Ns, MPH dan Fatma A.Deu, SKM, M.Si; (2) Sistem Komando dan Pengorganisasian oleh dr. David Pakaya, M.Biomed (3) Analisis Risiko oleh Lusia Salmawati, SKM, M.Sc dan Zakiyatun, MH, SKM. Akreditasi merupakan pengakuan erhadap standar mutu rumah sakit. Kesiapsiagaan rumah saakit dalam menghadapi bencana termasuk dalam penilaian akreditasi rumah sakit. Dokumen HDP menekan kekacauan jika terjadi bencana. Rumah sakit harus siap dengan kemungkinan bahaya yang terjadi di wilayah kerja rumah sakit. Dalam pengorganisasian yang penting adalah sistem komando. Sistem komando akan memperjelas siapa melakukan apa, bagaimana komunikasinya dan menyusun rencana alternatif. Analisis risiko akan lebih mudah dilakukan jika ada data kejadian bencana. Risiko dapat dikurangi dengan meningkatkan kapasitas.

Rabu, 31 Maret 2021

Pada pertemuan hari kedua ini peserta mendapatkan 5 materi yaitu (1) Pengenalan tools HSI oleh dr. Wahyu Kartiko Tomo, Sp.B; (2) logistik medik dan fasilitas oleh Dr. Muh. Ryman Napirah, S.KM., M.Kes; (3) SOP saat bencana oleh Indrawati Patappa; (4) Data dan Informasi oleh Warihan Unok, S.Kep.Ns. M.Kep; dan (5) Peta risiko dan peta respon oleh Ahsan, S.Kep, Ns, M.Kes. Tool HIS dapat digunakan rumah sakit untuk menilai kapasitas rumah sakit dalam penanganan bencana. Logistik merupakan unsur pokok yang menentukan berhasil atau gagalnya manajemen bencana. Manajemen logistik akan mengatur mulai dari perencanaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian dan pelaporan pengunaan logistik saat bencana. Data dan informasi penting menjamin ketersediaan informasi krisis kesehatan yang cepat, tepat, akurat, konsisten, terkini, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar pengambilan keputusan. SOP memenuhi standar – standar yang dibutuhkan dalam pengelenggaraan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan yang tidak terdapat pada kegiatan sehari – hari. Peta Risiko Bencana adalah gambaran Tingkat Risiko bencana suatu daerah secaraspasial dan non spasial berdasarkan Kajian Risiko Bencana suatu daerah. Pada akhir kegiatan peserta melakukan praktek menyusun peta respon sesuai dengan hasil analisis risiko yang sudah dilakukan pada pertemuan hari pertama.

kabelota 2

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Praktek penyusunan peta respon“

Kamis, 1 April 2021

Hari ini peserta didampingi langsung oleh fasilitator lokal untuk penugasan penyusunan draft dokumen HDP. Peserta terbagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok sistem pengorganisasian, kelompok analisis risiko dan kelompok fasilitas saat bencana. Selama penugasan peserta menanyakan langsung kepada fasilitator jika mengalami kesulitan dalam pengerjaan. Setelah sesi penugasan selesai, PKMK FK – KMK UGM menyampaian rencana tindak lanjut dari kegiatan ini.

kabelota 3

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Penugasan penyusunan dokumen HDP“

Penutup dan Rencana Tindak Lanjut

Kegiatan ini berjalan dengan baik, selanjutnya fasilitator lokal akan mendampingi rumah sakit dalam proses penyelesaikan dokumen Hospital Disaster Plan. Dalam mempermudah pendampingan ini, puskesmas membentuk tim penyusun dokumen dan membuat grup whatsApp.

Reporter : Happy R Pangaribuan

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

{/tabs}

 

Sinkronisasi Program 26 Oktober 2020

logo caritas

logo caritas

Kerangka Acuan Kegiatan

Sinkronisasi Program dengan Dinas Kesehatan Provinsi, Kabupaten/Kota Sulawesi Tengah

Perluasan Peningkatan Kapasitas Masyarakat melalui Penguatan Sistem dan Pemberdayaan dalam Menghadapi Bencana dan Krisis Kesehatan di Sulawesi Tengah


Pasca gempa, tsunami, dan likuifaksi di Palu, Sigi dan Donggala tercatat dari 49 Puskesmas ada sebanyak 9 puskesmas terkena dampak dengan rusak berat dan 12 puskesmas dengan rusak ringan. Selain itu terdapat 2 rumah sakit mengalami kerusakan berat dan 11 rumah sakit mengalami kerusakan ringan. Sebagai wilayah zona merah berpotensi bencana,banyak hal yang harus disiapkan untuk meningkatkan kapasitas sektor kesehatan dalam menghadapi bencana di Sulawesi Tengah.Pada tahun 2019-2020 pasca bencana (gempa, tsunami, dan likuifaksi)Sulawesi Tengah, PKMK FK-KMK UGM bekerja sama dengan Caritas Germany telah melakukan program pendampingan rutin dalam menguatkan sistem manajemen dan kapasitas SDM kesehatan Sulawesi Tengah. Fasilitas kesehatan yang menjadi sasaran program ini adalah Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah, Dinkes Kabupaten Sigi, RS Tora Belo dan Puskesmas Marawola.

Berdasarkan lesson learn dari program tersebut dan setelah melihat kebutuhan lanjutan dalam peningkatan kapasitas Sulawesi Tengah, maka PKMK FK-KMK UGM bekerja sama dengan Caritas Germany merencanakan perluasan program ini ke daerah lainnya di Sulawesi Tengah. Oleh karena itu, pada rapat evaluasi dan rencana tindak lanjut proyek antara PKMK FK-KMK UGM dan stakeholder di Sulawesi Tengah maka dilakukanlah sinkronisasi program dengan rencana aksi daerah bidang kesehatan sebagai berikut: Dinas Kesehatan Provinsi memperluas pendampingannya ke Kota Palu dan Kabupaten Donggala, serta pengembangan aplikasi akses kegawatdaruratan untuk masyarakat, dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di Sulawasi Tengah dalam pengaktifan pos klaster kesehatan. Perluasan program ini akan berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis keseahtan di Sulteng.

Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah tetap dilibatkan dan dikuatkan agar dapat memberikan pendampingan penguatan kapasitas penanganan bencana sektor kesehatan bagi 12 kabupaten/kota lainnya di Provinsi Sulawesi Tengah. Dalam pelaksanaan program ini juga akan melibatkan universitas lokal yaitu Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, dan Fakultas Kedokteran Universitas Al-Khairat. Harapannya universitas lokal mampu mendukung dan mendampingi pemerintah lokal dalam penanggulangan bencana. Pada kegiatan sinkronisasi ini PKMK FK-KMK UGM akan mensosialisasikan kegiatan-kegiatan dan tujuan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis kesehatan kepada Dinas Kesehatan Provinsi dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Sehingga tidak terjadi tumpang tindih program dengan program regional. Dengan demikian program ini akan sinkron dengan program bencana dan krisis kesehatan yang sedang berlangsung dan yang sudah direncanakan di daerah Sulawesi Tengah.

 

Tujuan

Mensosialisasikan kegiatan-kegiatan dan tujuan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis kesehatan kepada Dinas Kesehatan Provinsi dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.

Proses Kegiatan

Kegiatan ini dilakukan via virtual dimana PKMK FK-KMK UGM akan bersama-sama berdiskusi dan berkoordinasi untuk sinkronisasi program perluasan dengan program bencana dan krisis kesehatan yang sedang berlangsung dan yang sudah direncanakan di daerah Sulawesi Tengah

Peserta Kegiatan

Peserta kegiatan adalah bidang yang terlibat dalam penanganan bencana dan krisis kesehatan di Dinas Kesehatan dan :

  • Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah
  • UPT P2KT Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah
  • Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi
  • Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala
  • Dinas Kesehatan Kota Palu
  • Puskesmas Marawola

Output Kegiatan

Terdapat sinkronisasi program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat oleh PKMK FK-KMK UGM dengan program bencana dan krisis kesehatan yang sedang berlangsung dan yang sudah direncanakan di daerah Sulawesi Tengah

 

Jadwal dan Materi Kegiatan

Hari, tanggal : Senin, 26 Oktober 2020

Waktu : 13.00 – 14.00 WITA

Tempat : di tempat masing-masing peserta

 

Waktu Materi/Kegiatan Narasumber/Fasilitator
13.00 – 13.10 Pengantar PKMK FK-KMK UGM/Caritas Germany
13.10 – 13.30 Gambaran umum kegiatan dan tujuan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis Kesehatan di Sulawesi Tengah PKMK FK-KMK UGM
13.30 – 13.50 Dinkusi Sinkronisasi Program dengan Program terkait Bencana dan Krisis Kesehatan di Sulawesi Tengah PKMK FK-KMK UGM dan Dinas Kesehatan
13.50 – 14.00 Kesimpulan dan Rencana Tindak Lanjut PKMK FK-KMK UGM

 

Penutup

Demikian TOR kegiatan sinkronisasi program perluasan kapasitas masyarakat. Kegiatan ini menjadi awal proses kerja sama antara PKMK FK-KMK UGM dengan pemerintah daerah dan sektor kesehatan Sulawesi Tengah untuk mendukung keberlangsungan dan keberlanjutan program. Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM sebagai penyelenggara program akan berkomitmen demi tercapainya tujuan program dan Caritas Germany sebagai mitra penyelenggara program akan mendapatkan laporan rutin terkait keberlangsungan program.

Sinkronisasi Program dengan Fakultas Kedokteran – 26 Oktober 2020

logo caritas

logo caritas

Sinkronisasi Program dengan Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, dan Fakultas Kedookteran Universitas Al-Khairat

Perluasan Peningkatan Kapasitas Masyarakat melalui Penguatan Sistem dan Pemberdayaan dalam Menghadapi Bencana dan Krisis Kesehatan di Sulawesi Tengah

{tab title=”Kerangka Acuan Kegiatan” class=”blue”} 

Pasca gempa, tsunami, dan likuifaksi di Palu, Sigi dan Donggala tercatat dari 49 Puskesmas ada sebanyak 9 puskesmas terkena dampak dengan rusak berat dan 12 puskesmas dengan rusak ringan. Selain itu terdapat 2 rumah sakit mengalami kerusakan berat dan 11 rumah sakit mengalami kerusakan ringan. Sebagai wilayah zona merah berpotensi bencana,banyak hal yang harus disiapkan untuk meningkatkan kapasitas sektor kesehatan dalam menghadapi bencana di Sulawesi Tengah.Pada tahun 2019-2020 pasca bencana (gempa, tsunami, dan likuifaksi)Sulawesi Tengah, PKMK FK-KMK UGM bekerja sama dengan Caritas Germany telah melakukan program pendampingan rutin dalam menguatkan sistem manajemen dan kapasitas SDM kesehatan Sulawesi Tengah. Fasilitas kesehatan yang menjadi sasaran program ini adalah Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah, Dinkes Kabupaten Sigi, RS Tora Belo dan Puskesmas Marawola.

Berdasarkan lesson learn dari program tersebut dan setelah melihat kebutuhan lanjutan dalam peningkatan kapasitas Sulawesi Tengah, maka PKMK FK-KMK UGM bekerja sama dengan Caritas Germany merencanakan perluasan program ini ke daerah lainnya di Sulawesi Tengah. Oleh karena itu, pada rapat evaluasi dan rencana tindak lanjut proyek antara PKMK FK-KMK UGM dan stakeholder di Sulawesi Tengah maka dilakukanlah sinkronisasi program dengan rencana aksi daerah bidang kesehatan sebagai berikut: Dinas Kesehatan Provinsi memperluas pendampingannya ke Kota Palu dan Kabupaten Donggala, serta pengembangan aplikasi akses kegawatdaruratan untuk masyarakat, dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di Sulawasi Tengah dalam pengaktifan pos klaster kesehatan. Perluasan program ini akan berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis keseahtan di Sulteng.

Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah tetap dilibatkan dan dikuatkan agar dapat memberikan pendampingan penguatan kapasitas penanganan bencana sektor kesehatan bagi 12 kabupaten/kota lainnya di Provinsi Sulawesi Tengah. Dalam pelaksanaan program ini juga akan melibatkan universitas lokal yaitu Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, dan Fakultas Kedokteran Universitas Al-Khairat. Pada kegiatan sinkronisasi ini PKMK FK-KMK UGM akan mensosialisasikan kegiatan-kegiatan dan tujuan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis kesehatan kepada pihak universitas lokal. Harapannya universitas lokal mampu mendukung dan mendampingi pemerintah lokal dalam penanggulangan bencana.

 

Tujuan

Mensosialisasikan kegiatan-kegiatan dan tujuan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis kesehatan di Sulawesi Tengah.

 

Proses Kegiatan

Kegiatan ini dilakukan via virtual atau daring. PKMK FK-KMK UGM akan berdiskusi dan berkoordinasi dengan pihak universitas terkait program perluasan peningkatan pemberdayaan masyarakat sehingga universitas dapat berperan dalam pelaksanaan program tersebut.

 

Peserta Kegiatan

Peserta kegiatan adalah dosen/pengajar dan staff fakultas:

  1. Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
  2. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako
  3. Fakultas Kedokteran Universitas Al-Khairat

 

Output Kegiatan

Universitas lokal berperan dalam pelaksanaan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat serta bersedia mendukung dan mendampingi pemerintah lokal dalam penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di Sulawesi Tengah.

 

Jadwal dan Materi Kegiatan

Hari, tanggal : Senin, 26 Oktober 2020

Waktu : 14.30 – 15.30 WITA

Tempat : di tempat masing-masing peserta

 

Waktu Materi/Kegiatan Narasumber/Fasilitator
14.30 – 14.40 Pengantar PKMK FK-KMK UGM/Caritas Germany
14.40 – 15.00 Gambaran umum kegiatan dan tujuan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis Kesehatan di Sulawesi Tengah PKMK FK-KMK UGM
15.00 – 15.20 Diskusi Sinkronisasi Program dengan Peran Universitas

PKMK FK-KMK UGM

Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako

Fakultas Kedokteran Universitas Al-Khairat

15.20 – 15.30 Kesimpulan dan Rencana Tindak Lanjut PKMK FK-KMK UGM

 

Penutup

Demikian TOR kegiatan sinkronisasi program perluasan kapasitas masyarakat. Kegiatan ini menjadi awal proses kerja sama antara PKMK FK-KMK UGM universitas lokal untuk mendukung keberlangsungan dan keberlanjutan program. Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM sebagai penyelenggara program akan berkomitmen demi tercapainya tujuan program dan Caritas Germany sebagai mitra penyelenggara program akan mendapatkan laporan rutin terkait keberlangsungan program.

{tab title=”Reportase” class=”red”}

Reportase

Sinkronisasi Program dengan Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kabupaten/Kota, Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, dan Fakultas Kedokteran Universitas Al-Khairat

Senin, 26 Oktober 2020

enlarge sulsel h1

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Diskusi sikronisasi program dengan Dinas Kesehatan dan Pihak Universitas”

Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan kegiatan -kegiatan dan tujuan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis kesehatan kepada Dinas Kesehatan dan Universitas. Kegiatan dilakukan via virtual dimana PKMK FK – KMK UGM bersama – sama berdiskusi dan berkoordinasi untuk sinkronisasi program perluasan dengan program bencana dan krisis kesehatan yang sedang berlangsung dan yang sudah direncanakan di daerah Sulawesi Tengah. Peserta kegiatan bersasal dari Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah, Dinkes Kabupaten Sigi, Dinkes Kota Palu, Dinkes Kabupaten Donggala, Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, dan Fakultas Kedokteran Universitas Al-Khairat.

Gambaran umum proyek disampaikan oleh Madelina Ariani, MPH sebagai perwakilan tim dari PKMK FK – KMK UGM. Proyek yang dilakukan oleh PKMK FK – KMK UGM bekerja sama dengan Caritas Germany dan ini merupakan lanjutan dari kerja sama tahun lalu. Kegiatan proyek ini belangsung selama 12 bulan terhitung sejak 1 Oktober 2020 – 30 September 2021. Tujuan umum proyek untuk memperluas dan meningkatkan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis kesehatan di Sulawesi Tengah. Tujuan khusus proyek : (1) meningkatkan kemampuan Dinas Kesehatan dan perguruan tinggi untuk mendampingi kabupaten/kota di Sulawesi Tengah dalam menyusun perencanaan penanggulangan bencana bidang kesehatan; (2) meningkatkan kapasitas sistem manajemen penanggulangan bencana alam dan non Alam (pandemi) di Kota Palu dan Kabupaten Donggala; (3) meningkatkan kesiapsiagaan dan pemberdayaan masyarakat untuk adaptasi kebiasaan baru dan penanganan bencana alam di masa pandemi; dan (4) monitoring, evaluasi dan diseminasi pembelajaran kegiatan ke daerah lainnya.

Banyak kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan tesebut. Tentu proses penyelenggaran kegiatan ini membutuhkan kerja sama dan keterlibatan dari dinas kesehatan dan universitas. Kegiatan Training of Trainer (TOT) terkait dengan penyusunan rencana penanggulangan bencana dan krisis kesehatan akan diikuti oleh dinas kesehatan dan universitas. Kegiatan pelatihan penyusunan dinkes disaster plan dan pelatihan aktivasi klaster kesehatan akan diikuti oleh Dinkes Kota Palu dan Dinkes Kab. Donggala. Pelatihan Hospital Disaster Plan akan diikuti oleh RS Kab. Donggala dan Kota Palu. Kegiatan Pelatihan Puskesmas Disaster Plan akan diikuti oleh Puskesmas Tompe dan Puskesmas Sangurara. Kegiatan lainnya adalah terkait layanan pre hospital PSC 119 untuk UPT P2KT Dinkes Prov. Sulteng, pelatihan family disaster plan untuk Puskesmas Marawola dan kegiatan untuk edukasi masyarakat.

Diskusi

enlarge sulsel h1 1

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Sesi Diskusi”

dr Lutfiah (Kabid P2) dari Dinkes Kota Palu menyambut baik seluruh kegiatan. Jika membutuhkan budgeting tambahan dari Dinkes akan dikoordinasikan kepada Kepala Dinkes, karena rencana kegiatan ini akan sangat membantu dinkes dalam manajemen bencana sektor kesehatan. Setelah ada pandemi COVID-19 terjadi perubahan RAB, banyak dana tersedot kesana, semua anggaran berubah 70%. Selanjutnya Alfina A.Deu Kepala UPT P2KT Dinkes Sulteng menyatakan pelatihan – pelatihan dalam kegiatan ini berkesinambungan. Sekarang yang perlu diperhatikan adalah bagaimana memperkuat klaster kesehatan. Harapannya PKMK FK – KMK UGM membantu advokasi pimpinan untuk implementasi kegiatan bencana dan krisis kesehatan. Bagaimana klaster kesehatan ini berperan aktif ketika terjadi krisis kesehatan. Selanjutnya penguatan sub klaster kesehatan. Pihak universitas juga sangat menyambut baik semua rangkaian kegiatan dan bersedia terlibat aktif dalam implementasi kegiatan.

Reporter : Happy R Pangaribuan
Div. Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

{/tabs}

 

Ujian dan Interview Peserta Training of Trainer (TOT) Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan – Desember 2020

logo caritas

logo caritas

Ujian dan Interview Peserta Training of Trainer (TOT) Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan

(Dinkes, Rumah Sakit dan Puskesmas)

Selasa-Kamis/ 15-18 Desember 2020


Pengantar

PKMK FK-KMK UGM bekerja sama dengan Caritas Germany akan melakukan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis Kesehatan di Sulawesi Tengah. Fasilitas kesehatan yang menjadi sasaran program ini adalah Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah, Dinkes Kabupaten Donggala, RS Kabelota, RS Kota Palu, Puskesmas Sangurara dan Puskesmas Tompe. Dalam pelaksanaan program ini PKMK FK-KMK UGM akan tetap melibatkan Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah dan universitas lokal.

Peningkatan kapasitas sumber daya local dalam menyusun perencanaan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di daerah sangatlah penting. Dalam peningkatan kapasitas sumber daya local tersebut, PKMK FK-KMK UGM telah menyelenggarakan TOT Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan (Disaster Plan) pada 17-26 November 2020. TOT ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Dinas Kesehatan dan Perguruan Tinggi untuk mendampingi kabupaten/kota di Sulawesi Tengah dalam menyusun perencanaan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan. Peserta yang telah mendapatkan Pelatihan TOT disaster plan sebanyak 37 orang yang berasal dari Dinas Dinkes Povinsi Sulteng, Dinkes Kab. Sigi, RSUD Undata, Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, dan Fakultas Kedokteran Universitas Al-Khairat.

Peserta TOT terbagi menjadi 3 kelas yaitu kelas TOT Dinkes Disaster Plan, TOT Puskesmas Disaster Plan dan TOT Hospital Disaster plan. Setelah mendapatkan pelatihan, untuk melihat sejauh mana pemahaman peserta terhadap materi pelatihan TOT maka peserta akan diuji dan diinterview oleh konsultan terkait. Peserta akan menjawab soal sesuai dengan kelas yang dipilih kemudian diinterview langsung oleh konsultan. Harapannya peserta bisa memahami bagaimana konsep perencanaan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan. Kegiatan ini akan berkelanjutan, dimana peserta yang lulus ujian dan interview bersedia serta mampu menjadi Fasilitator dan Pendamping dalam meningkatkan kapasitas manajemen penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di dinas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas.

 

Tujuan

Ujian dan Interview peserta TOT disaster plan bertujuan untuk menilai dan mengetahui sejauh mana pemahaman peserta terhadap konsep perencanaan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di dinas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas.

Proses Kegiatan

Ujian dan interview dilakukan via online. Peserta akan mendapatkan soal ujian pada 1 Desember 2020 dan diberi waktu menjawab soal selama satu munggu. Bentuk soal berupa pertanyaan essay. Kemudian peserta akan diinterview oleh konsultan bidang perencanaan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan melalui daring. Interview dilakukan secara perorangan dimana bahan interview adalah jawaban dari soal ujian.

 

Peserta Kegiatan

Peserta ujian dan interview sekitar 37 orang dan konsultan sebanyak 8 orang.

 

Output Kegiatan

Peserta bersedia dan mampu menjadi Fasilitator dan Pendamping dalam meningkatkan kapasitas manajemen penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di dinas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas.

 

Jadwal

Ujian

Soal akan dibagikan ke peserta tanggal 1 Desember 2020 dan peserta mengumpulkan jawaban tanggal 8 Desember 2020.

 

Interview

Waktu : Selasa-Kamis/ 15-18 Desember 2020

Pukul : 10.00 – 12.00 WITA

Tempat : dari tempat masing-masing peserta

 

Selasa-Kamis/ 15-18 Desember 2020
Waktu Materi Penanggung Jawab

10.00 – 10.30

10.30 – 11.00

11.00 – 11.30

11.30 – 12.00

Interview Peserta

kelas TOT Dinkes Disaster Plan

Fasilitator :

Madelina Ariani, MPH

 

Konsultan (Interviewer) :

– dr. Hendro Wartatmo, SpB.KBD – Pokja Bencana Kesehatan FK-KMK UGM

– dr. Ina Agustina Isturini, M.K.M – Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes

– drg. A. Hadijah Pandita M. Kes – Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes

10.00 – 10.30

10.30 – 11.00

11.00 – 11.30

11.30 – 12.00

Interview Peserta

kelas TOT Hospital Disaster Plan

Fasilitator :

Happy R Pangaribuan, MPH

 

Konsultan (Interviewer):

– dr. Handoyo Pramusinto, SpB – RS Sardjito

– Sutono, S.Kp, M.Sc, M.Kep – Pokja Bencana FK-KMK UGM

dr. CoronaRintawan, SpEM – Muhammadiyah Disaster Management Center(MDMC)

10.00 – 10.30

10.30 – 11.00

11.00 – 11.30

11.30 – 12.00

Interview Peserta

kelas TOT Puskesmas Disaster Plan

Fasilitator :

Gde Yulian M.Epid, Apt

 

Konsultan (Interviewer):

– dr. Sulanto Saleh Danu, Sp.FK

– Ns. Alfrina Hany SKp, MNg(AC) – Universitas Brawijaya

 

Penutup

Demikian Kerangka Acuan Kegiatan Ujian dan Iinterview Pesreta TOT Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan (Disaster Plan). Kegiatan ini penting sebagai peningkatan kapasitas peserta dalam proses pendampingan penyusunan rencana penanggulangan bencana dan krisis kesehatan ke puskesmas, rumah sakit dan dinas kesehatan lainnya. Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM sebagai penyelenggara program akan berkomitmen demi tercapainya tujuan program dan Caritas Germany sebagai mitra penyelenggara program akan mendapatkan laporan rutin terkait keberlangsungan program.

Live Musik Virtual Penggalangan Dana untuk Tim Bencana FK-KMK UGM

info icon

Bencana yang terjadi di Indonesia sangat bervariasi. Tim Bencana FK – KMK UGM sudah aktif merespon bencana yang terjadi di Indonesia sejak tsunami Aceh 2004, gempa Nias, gempa Padang, gempa Bantul, gempa dan tsunami Pangandaran, erupsi Gunung Merapi, gempa Lombok, likuifaksi Sulteng, tsunami Selat Sunda, hingga pandemi COVID-19 dan Gempa Sulbar. Tim Bencana FK – KMK UGM bukan hanya terlibat dalam penanganan medis dan manajemen pada masa respon darurat melainkan juga pendampingan program untuk stakeholder kesehatan di daerah untuk recovery dan kesiapsiagaan. Tentunya kegiatan ini membutuhkan biaya untuk transportasi, akomodasi, dan perbekalan logistik. Apalagi dengan situasi pandemi COVID-19, kubutuhan lebih tinggi. Seperti pengalaman pengiriman Tim Bencana FK-KMK saat respon Gempa Sulbar selama pandemi, ada banyak penambahan logistik tim untuk menjaga keamanan dan keselamatan tim selama bertugas. Seperti kelengkapan APD, vitamin, alat test SWAB dan lain – lain.

Keluarga Alumnus PPDS THT FK – KMK UGM akan menyelenggarakan konser virtual penggalangan dana untuk Tim Bencana FK – KMK UGM pada Sabtu, 27 Februari 2021 pukul 19.30 – 21.15 WIB. Konser ini akan menampilkan genre musik SLOW ROCK, yang dinyanyikan oleh pengisi acara atau pemusik dari FK – KMK UGM. Tim Bencana FK – KMK UGM juga akan menampilkan foto dan video kegiatan tim bencana selama melakukan penanganan bencana.

 

Silakan join melalui:

info icon https://www.youtube.com/c/livemusikjogja/live

 

Sambil menikmati musik, kami menghimbau pemirsa untuk berkenan memberikan sumbangan ke Tim Bencana Gempa Bumi FK-KMK UGM dan AHS yang saat ini ada Sulawesi Barat melalui:

Mandiri 8888807013040003 A.N Dana Bencana

 

NB:

– Setelah transfer dimohon konfirmasi dengan mengirim bukti transfer kepada narahubung

 

Narahubung:

Dewi Catur W. (0818-263-653)

Live Report: PENGELOLAAN BENCANA ALAM DI KALA PANDEMI – 9 Februari

live report 9 feb

Reportase

Live Report ke-3 tanggal 9 Februari 2021

PENGELOLAAN BENCANA ALAM DI KALA PANDEMI

(Bencana Non-Alam)

live report 9 feb

PKMK FK – KMK UGM bekerjasama dengan Caritas Germany, sejak respon bencana Sulawesi Tengah pada 2018 hingga saat ini telah melakukan peningkatan kapasitas untuk Dinas Kesehatan, Rumah Sakit, Puskesmas dan masyarakat dalam merencanakan dan merespon bencana. Oleh karena itu, untuk merespon Gempa Bumi Sulawesi Barat 15 Januari 2021 lalu, PKMK telah melakukan koordinasi dan persiapan keberangkatan tim medis dengan mengandalkan kapasitas lokal Sulawesi Tengah sebagai provinsi tetangga.

Pada Selasa, 9 Februari 2021 pukul 07.30 – 08.30 WIB langsung dari Sulawesi Barat, kembali dilaksanakan live report tim gabungan PKMK FK – KMK UGM bekerjasama dengan Caritas Germany dan kapasitas lokal Sulawesi Tengah (RS Undata, FKM Universitas Tadulako dan InWCCA Sulteng) dengan kekuatan tiga tim, tim manajemen bencana dengan narasumber Madelina Ariani, SKM, MPH., tim medis pelayanan kesehatan terdiri dari dr. Muhammad Ilham Juraij, dr. Agnesstacia Vania Lumintang, Ns. Syaiful R. Tahir, S.Kep., M.Kep, dan Armawin, A.Md.Kep dari RSUD Undata, dan Ns. Sabir, S.Kep beserta Ns. Aprianis, S.Kep dari InWCCA Sulteng. Ditambah dengan tim penyehatan lingkungan, Abdul Hamid, SKM, MKKK dan Yusril, SKM dari FKM Untad. Seperti minggu sebelumnya, acara ini kembali dimoderatori oleh apt. Gde Yulian, M.Epid.

Saat live report berlangsung, tim manajemen bencana sudah menyelesaikan tugas dan alhamdulillah kondisi semua anggota tim pada hari ini baik dan sehat, dan semua anggota tim sedang berada di pantai Manakarra. Tim gabungan ini dinamakan “Tim Gabungan Pokja Bencana FK-KMK UGM, Caritas Germany, dan Sulteng (RSUD Undata, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako dan perawat dari InCCWA Sulawesi Tengah) kembali diketuai oleh Madelina, tim ini adalah tim dengan misi dan tujuan yang sama, yaitu follow up dari project pelokalan dan pengingkatan kapasitas pasca Gempa-Tsunami dan Likuifaksi di Sulteng pada 2018, dan karena ini tim yang dibentuk saat akan berangkat, maka komunikasi dan keterbukaan antar anggota tim adalah hal yang sangat penting. Ditambahkan oleh dr. Ilham, karena merupakan tim gabungan yang baru dibentuk maka miskomunikasi beberapa kali terjadi, peran koordinator tim menjadi kunci agar komunikasi berjalan lancar, dr. Agnes juga memiliki perasaan bingung kaget dan canggung pada awalnya bekerjasama dengan tim lain di luar tim dari RS Undata. Madelina menambahkan, dirinya sebagai c\koordinator tim untuk mengatasi kekhawatiran saat menerjunkan tim mobile memberikan pelayanan ke daerah terdampak bencana diantaranya melengkapi diri dengan APD dan logistik, istirahat dan pengaturan load kerja yang disesuaikan, dan tentunya disiplin dalam menerapkan protokol Kesehatan yang hal ini diamini oleh dr Agnes yang menekankan ke disiplin penggunaan APD di pengungsian. Juga kendala di lapangan adalah cuaca panas saat penggunaan APD saat pelayanan di pengungsian tambah dr Ilham.

Program kerja/target tim gabungan ini yang pertama memberikan layanan kesehatan dalam bentuk EMT tipe-1, yang kedua tim manajemen bencana mendampingi dinas Kesehatan dan fasyankes yang ketiga adalah Kesehatan masyarakat baik promosi Kesehatan maupun penyehatan lingkungan. Di masa awal transisi ini tim mengarahkan kepada fasyankes agar mulai ke situasi normal dengan tidak meninggalkan pemantauan -pemantauan yang sudah dijalankan oleh sub – sub klaster. Ns Armawin menyampaikan salah satu targetnya melakukan pelayanan kesehatan secara mobile dan perawatan luka dan post-op dan luka dengan penyerta diabetes di wilayah Botteng Utara, Desa Taan dan wilayah Tapalang Barat. Sementara tim dari penyehatan lingkungan, Hamid dan Yusril menyampaikan target pengelolaan sampah dilakukan dengan melibatkan kepala desa dan masyarakat di bawah koordinasi dinas kesehatan dan dinas lingkungan hidup setempat. Di awal masa transisi ini juga tim perawat melakukan sosialisasi dan pendampingan perawatan luka kepada perawat puskesmas tempat tim bertugas. Dari sisi manajemen, Ketika tanggap darurat selesai pada 4 Februari 2021, koordinasi klaster kesehatan ditutup dan sub – sub klaster kesehatan melakukan serah terima upaya kesehatan bencana ke program, dimana salah satu yang menjadi tantangan adalah program imunisasi dan program gizi. relawan kesehatan yang masuk ke Sulawesi Barat masih diterima oleh Dinas Kesehatan namun sudah bukan tim EMT mobile lagi tapi menyatu dengan puskesmas yang sedang diaktifkan kembali. Sehubungan dengan ini, tim gabungan mempersiapkan puskesmas untuk dapat beroperasi seperti sebelum gempa dengan membantu dalam penyusunan alur dan sistem puskesmas darurat di wilayah penugasan, yaitu Puskesmas Botteng dan Puskesmas Satelit Tapalang Barat.

 live report 9 feb 1

Sebelum menutup live report, kembali dr Ilham menegaskan agar tim yang datang membantu pelayanan Kesehatan di wilayah terdampak bencana Sulawesi Barat untuk selalu dapat disiplin menjaga protokol kesehatan dan tidak henti hentinya melakukan edukasi dan promosi kesehatan kepada masyarakat yang masih ada di pengungsian untuk mematuhi 3M. Acara kemudian ditutup dengan mengheningkan cipta selama 15 detik sebagai tanda turut berbelasungkawa atas meninggalnya Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi barat, dr. Muhammad Alif Satria Lahmuddin, M.Kes., pada hari Ahad 7 Februari 2021 di Makassar akibat COVID-19.

Link video: https://youtu.be/Rx4xIYvRr68

Reportase oleh: apt.Gde Yulian, M.Epid.

Live Report: PENGELOLAAN BENCANA ALAM DI KALA PANDEMI – 3 Februari

live report 3 feb 1

Laporan Penanganan
Bencana Gempa Sulbar oleh Pokja Bencana FK-KMK UGM dan AHS UGM:
Pengelolaan Bencana Alam di Kala Pandemi

Rabu, 3 Februari 2021


live report 3 feb 1

Pokja Bencana AHS FK – KMK UGM memberangkatkan dua tim untuk penanganan bencana Sulawasi Barat, pada Rabu, 3 Februari 2021 pukul 12.30 – 14.00 WIB dilaksanakan laporan dari dua tim yang berangkat, dimana tim pelayanan Kesehatan AHS diwakili oleh ketua tim dr.Yudha Mathan Sakti, SpOT(K) dan dr. Tomo, sementara tim manajemen bencana diwakili oleh apt.Gde Yulian Yogadhita, M.Epid., dan pembahasan oleh dr.Hendro Wartatmo SpB, moderator sesi ini ialah Nenggih Sri Wahyuni, MA.

Acara dibuka oleh dr Mei Neni Sitaresmi, PhD, Sp.A(K) selaku wakil dekan FK – KMK sekaligus, dalam pembukaannya pihaknya mengepresiasi willingness dari tim yang sudah sudi diberangkatkan ke daerah bencana dengan persiapan yang singkat dan dalam masa pandemi COVID-19 ini dengan risiko yang sudah dipertimbangkan betul dan kerja keras mereka di sana dengan segala keterbatasan di daerah bencana, alhamdulillah tim pulang dengan kondisi yang baik. Adapun terdapat hasil swab PCR positif dari anggota tim didapatkan bukan selama periode bertugas di daerah bencana.

Selanjutnya laporan disampaikan oleh dr Yudha Mathan, SpOT(K) mewakili seluruh anggota tim pelayanan kesehatan yang berangkat ke sana: Wahyu Tomo, Agus Damar, Sutarno Eko, Septian Gathot, Waafiyah Rizki, laporan disampaikan secara chronological time sequence, dimulai dari fase persiapan tim untuk dipastikan bagaimana tim berangkat dengan good assessment yang tervalidasi, memiliki objective yang tepat, kesiapan penugasan secara administratif, logistik dan koordinatif dengan tim yang sudah diberangkatkan lebih dulu, dan yang paling penting segera membangun kekompakan tim agar nantinya tim pre-deployment composite EMT AHS UGM ini benar – benar self-sufficient secara materiil dan spirituil. Berbeda dengan penugasan bencana terdahulu, sebelum berangkat, tim harus mendapatkan informed consent terlebih dahulu dari para anggotanya, saat bertugas pun tanda vital anggota selalu dipantau setiap hari dan protokol kesehatan selalu dijaga ketat, termasuk harus selalu mandi sebelum dan setelah keluar basecamp, minum (membuka masker) bergantian di dalam mobil dan selalu mendapat asupan makanan yang bergizi dan vitamin/obat – obatan profilaksis secukupnya.

live report 3 feb 1

Tim setelah berkoordinasi dengan tim manajemen yang diberangkatkan sebelumnya di pos koordinasi Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat untuk mendapatkan gambaran lapangan, melakukan pelayanan di Dusun Galang Utara, wilayah kerja Puskesmas Tapalang di hari ke-2, Puskesmas Botteng di hari ke-3, pos – pos pengungsian di wilayah kerja Puskesmas Binanga di hari ke-4, Puskesmas Tapalang di hari ke-5, Pustu Karampuang Puskesmas Bambu di hari ke-6, dan Desa Bambangan di Malunda di hari ke-7. Menariknya, karena ini adalah composite team (gabungan) di hari ke-3 beberapa anggota tim dipecah untuk memberikan layanan ke daerah terdampak bencana sesuai dengan keahliannya, seperti bu Wafiyyah yang membantu mengaktifkan SKDR Bencana menggunakan platform DHIS2 di pos koordinasi klaster Kesehatan Mamuju Bersama tim PHEOC Kemenkes, dan dr. Yudha Mathan yang melakukan tindakan operasi bersama tim UB di RSUD regional. Bahkan di hari terakhir, tim composite EMT AHS kemudian membentuk tim composite EMT lagi bersama tim UB RSSA untuk memberikan pelayanan Kesehatan di Desa Bambangan.

Narasumber kedua yaitu dr Wahyu Tomo SpB menambahkan bahwa sungguh sebuah pengalaman yang sangat berharga diberangkatkan menjadi bagian tim yang melakukan respon bencana di saat pandemi, dari hasil penyisiran pengungsian dalam rangka mendekatkan korban terdampak bencana alam dengan fasilitas kesehatan, tim mendapatkan banyak temuan untuk dibagikan dalam sesi laporan ini. Antara lain tidak adanya awareness akan prokes terkait COVID-19, kemudian beberapa pasien menolak dirujuk dengan alasan takut gempa lagi dan alasan COVID-19, oleh karenanya tim selalu melakukan edukasi berkesinambungan prokes covid dan kebersihan lingkungan pengungsian selama melakukan pelayanan medis, protokol Kesehatan selalu dijaga dan disiplin diterapkan saat melakukan pelayanan di lapangan. Satu hari seblum penugasan berakhir, tim melakukan swab antigen di lapangan PSC 119 Mamuju dengan hasil semua anggota negatif kemudian menyerahkan perbekalan medis orthopaeedi (gips, crutch dan cane) kepada dr.Indra Sakti Sp.OT sebagai Sp.OT Organik di Sulawesi Barat dan secara administrative menyerahkan exit report ke pos koordinasi klaster Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat.

Narasumber yang ketiga, apt.Gde Yulian menyampaikan bagaimana pihaknya sebagai tim manajemen bencana mencoba melakukan RHA (kaji cepat Kesehatan) dengan memanfaatkan potensi relawan kesehatan di klaster kesehatan. Untuk itu, koordinasi klaster kesehatan diperkuat terlebih dahulu dengan penyunan struktur komanda yang sesuai dengan sumberdaya yang ada, penyusunan peta respon dengan pendekatan fasilitas layanan Kesehatan, registrasi dan mobilisasi relawan, dan penguatan laporan harian untuk mendapatkan informasi penyakit di pos -pos pengungsian. Hasil ini kemudian disampaikan ke tim relawan kesehata yang salah satunya adalah tim AHS UGM agar lebih efisien dalam bekerja.

Pembahas pada sesi ini yaitu dr Hendro Wartatmo, SpB(K) Digestive, menyampaikan pengalamannya Ketika menangani Tsunami Aceh pada 2004 lalu, sekarang koordinasi sudah jauh lebih baik, sudah ada pencatatan baik itu relawan yang datang maupun penyakit dan pasien yang ditangani sehingga tenaga Kesehatan setempat lebih mudah melakukan follow up. Sambung beliau juga waktu Tsunami Aceh banyak kebetulan kebetulan yang terjadi untuk dapat memobilisasi sumber daya, dan pesannya agar pengalaman tim yang diberangkatkan ke sana segera didokumentasikan agar menjadi pembelajaran, lesson learnt untuk bencana yang akan datang. Apalagi ini bagian dari sejarah saat melakukan penanganan bencana di masa pandemi.

Reportase oleh: apt.Gde Yulian, M.Epid.

Live Report: PENGELOLAAN BENCANA ALAM DI KALA PANDEMI – 2 Februari

live report 2 feb

Reportase
Live Report:

PENGELOLAAN BENCANA ALAM DI KALA PANDEMI

(Bencana Non-Alam)

live report 2 feb

PKMK FK – KMK UGM bekerjasama dengan Caritas Germany, sejak respon bencana Sulawesi Tengah pada 2018 hingga saat ini telah melakukan peningkatan kapasitas untuk Dinas Kesehatan, Rumah Sakit, Puskesmas dan masyarakat dalam merencanakan dan merespon bencana. Oleh karena itu, untuk merespon Gempa Bumi Sulawesi Barat 15 Januari 2021 lalu, telah melakukan koordinasi dan persiapan keberangkatan tim medis dengan mengandalkan kapasitas lokal Sulawesi Tengah sebagai provinsi tetangga.

Pada Selasa, 2 Februari 2021 pukul 07.30 – 8.30 WIB langsung dari Sulawesi Barat, telah dilaksanakan live report tim gabungan PKMK FK-KMK UGM bekerjasama dengan Caritas Germany dan kapasitas lokal Sulawesi Tengah (RS Undata, Puskesmas Marawola dan FKM Universitas Tadulako) yang menerjunkan tiga tim, tim manajemen bencana dengan narasumber Madelina Ariani, SKM, MPH., tim pelayanan kesehatan yang diwakili oleh Arifin, A.Md.Kep dan dr M Hapsi dari RSUD Undata, dan tim promosi Kesehatan Lusia Salmawati, SKM, MSc., dari FKM Untad. Acara ini dimoderatori oleh apt.Gde Yulian, M.Epid.

Saat live report berlangsung, tim manajemen bencana berada di PSC 119 Mamuju, tim pelayanan Kesehatan dan promkes sedang di basecamp bersiap untuk turun ke lapangan, alhamdulillah kondisi semua anggota tim pada hari ini baik dan sehat. Nama tim yang panjang yaitu “Tim Gabungan Pokja Bencana FK-KMK UGM, Caritas Germany, dan Sulteng (RSUD Undata, Puskesmas Marawola dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako) menunjukkan bahwa ini adalah tim gabungan yang dibentuk sebelum ditugaskan (pre-deployed composite EMT). Dijelaskan oleh Madelina, ini adalah follow up dari project pelokalan dan pengingkatan kapasitas pasca Gempa-Tsunami dan Likuifaksi di Sulteng pada 2018, agar dinas Kesehatan, rumah sakit, puskesmas dan perguruan tinggi kesehatan di Sulteng berdayaguna dalam merespon bencana kesehatan baik di daerahnya maupun daerah terdekat.

Untuk anggota tim sendiri, ini adalah pengalaman pertama mereka bekerja dalam composite EMT, menurut dr Hapsi dan ners. Arifin ini pengalaman yang sangat menarik karena pelayanannya komprehensif dan efisien, saling mengerti kebutuhan di bidang keilmuan yang berbeda, sedangkan menurut dr Maya meskipun mereka belum pernah bertemu sebelumnya, namun semangat sebagai penyintas di bencana 2018 menyatukan mereka, membuka wawasan akan banyaknya komponen yang terlibat dalam penanggulangan bencana dan masing masing komponen itu penting. Sementara menurut bidan Evi dan bidan Intan, ide komposit ini saling melengkapi dan membangun kekompakan tim, Lusia dosen FKM Untad juga menambahkan pentingnya membangun jejaring saat kesiapsiagaan bencana. Kemudian dr.Bella Donna, M. Kes menjelaskan mengapa UGM melakukan pelatihan pelatihan dan pelokalan untuk mempersiapkan kejadian seperti ini, dimana kolaborasi tidak hanya sekedar teori di atas kertas.

Program kerja/target tim gabungan ini yang pertama memberikan layanan kesehatan dalam bentuk EMT tipe-1 dengan tambahan tim manajemen bencana dan promosi Kesehatan masyarakat. Untuk layanan kesehatan mobile mendapatkan tantangan tambahan karena bencana ini terjadi di masa pandemi dan di pengungsian masyarakat banyak yang mengabaikan protokol Kesehatan, jadi programnya selain untuk memberikan pelayanan primer, mendekatkan pasien korban gempa ke fasilitas layanan Kesehatan. Informasi dari Lusia, di ranah promosi Kesehatan sendiri programnya adalah edukasi 3M, edukasi pemberian makanan siap saji, sanitasi dan manajemen sampah di pos-pos pengungsian karena masalah Kesehatan masyarakat seperti ISPA dan diare mulai banyak bermunculan. Target daerah penugasan yaitu di tiga titik di wilayah kerja Puskesmas Botteng (bukit,kendang ayam, lapangan) dan Puskesmas Tapallang (bukit baruda, desa kaeli, desa takandeang).

live report 2 feb madelina

Ibu Madelina Ariani, SKM, MPH., memberikan laporan langsung dari pos koordinasi klaster Kesehatan Kab.Mamuju bertempat di PSC 119 Mamuju

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, bahwa penanganan bencana di masa pandemic ini membutuhkan kesiapan yang lebih untuk para relawan Kesehatan, dijelaskan oleh dr. Hapsi dan ners.Arifin bahwa relawan kesehatan yang memberikan pelayanan mobile agar selalu disiplin terhadap protokol Kesehatan pribadi dan tim, kemudian tidak henti – hentinya melakukan edukasi ke pengungsi akan pentingnya 3M jika bisa dilakukan. Ditambahkan oleh bu Madelina, rencana tim pengganti sudah ada dalam dua tiga hari kedepan dan akan bertugas selama seminggu melanjutkan pelayanan Kesehatan mobile di titik titik yang sudah disebut di atas. Pelayanan Kesehatan pun sedapat mungkin akan dilakukan di luar puskesmas mengingat pengungsi dan petugas puskesmas belum berani masuk ke puskesmas dan gempa masih kerap terjadi di Majene, untuk itu tim gabungan ini telah mencoba memfasilitasi untuk membuatkan standar alur pelayanan.

Reportase oleh: apt.Gde Yulian, M.Epid.

 

Reportase: PENGELOLAAN BENCANA ALAM DI KALA PANDEMI

sulbar 19

Reportase

Live Report:

PENGELOLAAN BENCANA ALAM DI KALA PANDEMI

(Bencana Non-Alam)

sulbar 19

Rabu, 20 Januari 2021, langsung dari pos klaster kesehatan Gempa SulBar, Dr. Joko Mardiyanto, Sp.An (Alumnus FK-KMK UGM dan MMR, MDMC, RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta) dan Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid (Tim medis AHS UGM dan Konsultan Divisi MBK PKMK FK-KMK UGM) memberikan laporan situasi di lapangan khususnya pengelolaan koordinasi dan relawan/EMT dalam memberikan pelayanan kesehatan. Diantaranya menanyakan tentang perbedaan penanganan bencana alam yang selama ini dilakukan dan situasi bencana non-alam pandemi COVID-19 kali ini, apa saran untuk emergency medical team/EMT dan relawan non medis untuk datang ke situasi bencana alam, serta apa yang harus disiapkan oleh dinas kesehatan daerah lain dalam kesiapsiagaan bencana alam. dr. Joko sangat menekankan persiapan baik fisik dan mental untuk seluruh EMT yang akan bertugas, perhatikan skrining dan tes COVID-19, perhatikan logistik, waktu kerja, dan istirahat karena situasi jelas sangat berbeda jika tidak ada COVID-19. Sedangkan Apoteker Gde menyatakan bahwa aktivasi klaster kesehatan jelas sangat berbeda, di sana telah dibentuk alur penanganan dan rujukan COVID-19 dan non- COVID-19, ambulans. Beruntungnya, masyarakat cukup sadar untuk tidak berkumpul pada satu titik pengungsian yang besar dan padat tetapi lebih memilih berdiam di halaman rumah atau berkumpul sesama anggota keluarga terdekat saja. Justru ini tantangan yang lain, dimana kita sangat membutuhkan banyak EMT Type 1 mobile yang memberikan layanan untuk masing – masing keluarga. Dr. Bella juga menambahkan bahwa pedoman ini sudah disusun oleh kementerian, inilah saatnya kita implementasi dan tentunya perlu tetap menyesuaikan dengan situasi bencana di masing – masing daerah.

ARSIP

Video   Rekaman Audio  

Reportase oleh: Madelina Ariani

Banjir Kalimantan Selatan

20 jan kalsel

Pengantar

Mengawali 2021, provinsi yang terkenal dengan sebutan Kota Seribu Sungai ini sedang menghadapi curah hujan yang lebat. Puncaknya, Senin, 11 Januari 2020 intensitas hujan sangat tinggi yang menyebabkan banjir di 13 kabupaten/kota dengan ketinggian 30 cm hingga lebih dari 200 cm. Pada 14 Januari 2021 oleh Gubernur telah ditetapkan tanggap darurat bencana banjir, tanah longsor, angin puting beliung, dan gelombang pasang di Provinsi Kalimantan Selatan. Diperkirakan penduduk terdampak lebih dari 22 ribu KK atau lebih dari 94 ribu jiwa dan penduduk mengungsi mencapai 34 ribu jiwa. Menurut masyarakat, banjir kali ini adalah yang terbesar dalam kurun waktu 30 tahun terakhir. Silakan menyimak informasi yang kami kumpulkan dari berbagai sumber dari Banjir Kalimantan Selatan.

{tab title=”Laporan Kegiatan” class=”red”}

{slider title=”Laporan Situasi, 16 Januari 2021″ open=”false” class=”icon”}

{slider title=”Laporan Kegiatan, Rabu 20 Januari 2021″ class=”icon”}

Respon Bencana Banjir Kalimantan Selatan
Pendampingan Aktivasi Klaster Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan

Pokja Bencana FK – KMK UGM
20 – 22 Januari 2021

Reportase oleh Happy R P dan Madelina A
Sumber dari tim lapangan

20 jan kalsel

Dok. Pokja Bencana FK-KMK UGM “Pertemuan untuk aktivasi Klaster Kesehatan”

Pokja Bencana FK – KMK UGM diminta oleh Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes untuk membantu aktivasi klaster kesehatan. Ibu Madelina Ariani saalah satu anggota Pokja Bencana FK – KMK UGM yang sedang tinggal di Banjarmasin merespon baik Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes. Namun hari ini belum bisa menuju klaster kesehatan karena jalan menuju kesana masih tergenang banjir. Pertemuan dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan direncanakan esok sore 21 Januari untuk sounding aktivasi klaster kesehatan.

Kamis, 21 Januari 2021

20 jan kalsel 1

Dok. Pokja Bencana FK-KMK UGM “Pusat Krisis Kemenkes berdama dengan Pokja Bencana FK-KMK UGM diskusi dengan Dinas Kesehatan tentang rencana aktivasi klaster kesehatan”

Pukul 15.00 WITA Madelina Ariani mewakili Pokja Bencana FK – KMK UGM menuju Dinas Kesehatan Provinsi Kalaimantan Selatan. Disana bertemu dengan bidang surveilans, bidang pengendalian penyakit dan sekretaris dinas. Madelina menjelaskan bahwa sudah saatnya dinas kesehatan mengaktifkan klaster kesehatan karena Banjir Kalimantan Selatan sudah diputuskan sebagai tanggap darurat bencana. Klaster kesehatan ini dikoordinir langsung oleh dinas kesehatan provinsi. Seluruh pelayanan kesehatan yang dilakukan akan berpusat di klaster kesehatan. Klaster kesehatan ini akan memudahkan koordinasi selama penanganan banjir, mulai dari penerimaan relawan sampai dengan sistem pelaporan. Sebagai tindak lanjut arahan tersebut, sekretaris dinas segera mengundang bidang – bidang terkait untuk melakukan pertemuan esok dengan agenda aktivasi klaster kesehatan.

Jumat, 22 Januari 2021

Pukul 09.00 – 12.00 WITA dilakukan pertemuan aktivasi klaster kesehatan di aula Dinas Kesehatan. Peserta yang mengikuti pertemuan ini adalah semua kepala bidang dan kepala seksi. Pertemuan dimulai dengan arahan dari sekretaris dinas menjelaskan tujuan pertemuan untuk segera mengaktifkan klaster kesehatan. Kemudian dilanjutkan dengan penjelasan bagaimana aktivasi klaster kesehatan, apa – apa saja yang harus disiapkan dan siapa saja yang bertugas. Madelina Ariani memberikan contoh bagaimana aktivasi klaster kesehatan Gempa Sulteng dan Gempa Sulbar. Kemudian dalam rapat, berdiskusi membentuk pengorganisasian klaster kesehatan. Struktur organisasi yang dibentuk ini mengacu pada sistem komando. Setelah struktur organisasi terbentuk, peserta menyusun alur data informasi dan penyiapan klaster kesehatan.

20 jan kalsel 2

Dok. Pokja Bencana FK-KMK UGM “Penyusunan Pengorganisasian Klaster Kesehatan”

Pukul 13.00 – 15.00 WITA Sub Klaster Pelayanan Kesehatan membuat peta respon. Rencana selanjutnya penyusunan peta respon ini akan diajarkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Kemudian merapikan data yang dimiliki sekarang. Madelina Ariani juga menunjukkan beberapa formulir yang dibutuhkan saat penanganan bencana.

Pukul 15.00-17.00 WITA memberikan penjelasan kepada tim data dan informasi dan surveilans untuk laporan harian. Kegiatan hari ini ditutup dengan persiapan pertemuan zoom meeting esok yang difasilitasi oleh Pusat Krisis Kemenkes untuk pendampingan aktivasi klaster kesehatan di 11 kabupaten/kota yang terdampak. Pada pertemuan esok provinsi akan menyampaikan pengorganisasiannya, alur data, dan peta respon kepada Pusat Krisis Kemenkes.

20 jan kalsel 3

Dok. Pokja Bencana FK-KMK UGM “ Penjelasan kepada tim data dan informasi dan surveilans untuk laporan harian”

{/sliders}

{tab title=”Aturan Kebijakan”  class=”blue”}

{tab title=”Infografis” class=”info”}

{slider 21 Januari}

banjil kalsel 21 jan

{slider 16 Januari}

gempa sulbar

{/sliders}

 

{tab title=”Informasi Lainnya” class=”green”}

{/tabs}