Bincang Radio Edukasi untuk Masyarakat Mengenai Kegiatan Peningkatan Kapasitas Penanggulangan Bencana Alam dan Pandemi di Sulawesi Tengah

Kerangka Acuan Kegiatan

Bincang Radio

Edukasi untuk Masyarakat Mengenai Kegiatan Peningkatan Kapasitas Penanggulangan Bencana Alam dan Pandemi di Sulawesi Tengah

Kerjasama antara

Caritas Germany dan PKMK FK-KMK UGM) bersama Pemerintah Sulawesi Tengah

 

Pengantar

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (PKMK FK-KMK) UGM telah bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah dalam penanggulangan bencana dan peningkatan kapasitas kesiapsiagaan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan sejak 2018. Kegiatan yang dilakukan adalah pendampingan klaster kesehatan pada respon tanggap darurat bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi sejak hari 4 kejadian. Di masa transisi tanggap darurat pada April 2019 mulai melakukan upaya pendampingan penyusunan Dokumen Disaster Plan untuk Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten Sigi, termasuk rumah sakit Torabelo, Puskesmas Marawola dan puskesmas terdekat. Pada pandemi COVID-19 awal 2020 melanjutkan perluasan upaya pendampingan kesiapsiagaan penanggulangan bencana untuk Kota Palu dan Kabupaten Sigi, yang meliputi dinas kesehatan, puskesmas dan rumah sakit. Tidak hanya itu, untuk mendukung keberlangsungan kegiatan maka perluasan kerjasama dilakukan dengan melatih fasilitator disaster plan yang berasal dari Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako dan Universitas Al-Khairat.

 

Kegiatan ini telah menginspirasi daerah – daerah lain untuk belajar ke Sulawesi Tengah dalam hal penanggulangan bencana dan krisis kesehatan. Meski demikian, upaya publikasi juga harus dilakukan lebih luas ke lintas sektor dan masyarakat Sulawesi Tengah Sendiri. Harapannya, masyarakat luas mengetahui, mendukung dan terlibat dalam upaya penanggulangan bencana dan krisis kesehatan hingga ke tingkat keluarga.

 

Agar sosialisasi kegiatan dan edukasi dapat mencakup masyarakat Sulawesi Tengah maka dipilihkan radio sebagai salah satu media. Seluruh aktivitas dan pengetahuan yang akan dipublikasi ke masyarakat dirangkum menjadi empat bahasan sebagai berikut:

  1. Peran masyarakat dan keluarga dalam mendukung program kesiapsiagaan penanggulangan bencana alam dan krisis kesehatan di dinas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas
  2. Pelibatan dan pemberdayaan masyarakat dalam upaya rencana penanggulangan bencana dan krisis kesehatan, termasuk dukungan psikologis
  3. Pemanfaatan kapasitas relawan kesehatan “Nagasi” untuk penanganan krisis kesehatan pandemi COVID-19 gelombang kedua
  4. Adaptasi baru perubahan perilaku masyarakat dan sikap kesiapsiagaan menghadapi tantangan bencana dan krisis kesehatan

 

Tujuan

Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi program kesiapsiagaan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di Sulawesi Tengah, baik di dinas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas kepada masyarakat luas, dengan harapan masyarakat hingga ke tingkat keluarga dapat mendukung dan menguatkan diri serta keluarga.

 

Proses Kegiatan

Kegiatan ini dilakukan melalui siaran radio. waktu siaran dipilih waktu prime time. narasumber berasal dari instansi pemerintah, NGO, dan selebgram di Sulawesi Tengah, serta pelibatan pakar terkait.

 

Peserta Kegiatan

Masyarakat yang pada saat kegiatan sedang mengudara melalui siaran radio MS. Capaian yang menonton rekaman kegiatan di media sosial MS dan PKMK FK-KMK UGM.

 

Output Kegiatan

Empat kali kegiatan talkshow radio dan laporan interakif pada saat siaran.

 

Jadwal dan Materi Kegiatan

Hari/Tanggal   : Jumat, 26 November – 3, 10 dan 17 Desember 2021
Waktu              : 16.00 – 17.00 WITA
Tempat            : MS Radio, Jl. Masjid Raya No.9A, Palu, Sulawesi Tengah

Jumat, 26 November 2021
Topik 1 Narasumber

Kesiapsiagaan penangguangan bencana ditingkat keluarga (Family disaster preparedness planning)

 

PKMK FK-KMK UGM

1. dr Bella Donna, M.Kes Kepala Divisi Manajemen Bencana PKMK FK-KMK UGM

2. Apoteker Gde yulian, Peneliti Divisi Manajemen Bencana PKMK FK-KMK UGM

 

Jumat, 3 Desember 2021
Topik 2 Narasumber
Peran masyarakat dan keluarga dalam mendukung program kesiapsiagaan penanggulangan bencana alam dan krisis kesehatan di dinas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas
  • Erywahyuningtias, SKM, MAP – Kepala Seksi Bidang Kesiapsiagaan UPT P2KT Dinas Kesehatan Provinsi, Sulawesi Tengah
Jumat, 10 Desember 2021
Topik 3 Narasumber
Pemanfaatan kapasitas relawan kesehatan “Nagasi” untuk penanganan krisis kesehatan pandemi COVID -19 gelombang kedua Wakil Walikota Kota Palu/ Inisiator Relawan Nagasi,
Jumat, 17 Desember 2021
Topik 4 Narasumber
Adaptasi baru perubahan perilaku masyarakat dan sikap kesiapsiagaan menghadapi tantangan bencana dan krisis kesehatan
  • Direktur Klinik Agung/ Dokter Preneur – dr. Ryzka, M.Kes
  • Selebgram/ influencer

 

Draft daftar pertanyaan

 

Topik 1 Pertanyaan:

Kesiapsiagaan penangguangan bencana ditingkat keluarga (Family disaster preparedness planning)

 

  • Apa program kerja yang dilakukan oleh PKMK FK-KMK UGM yang didukung oleh Caritas Germany selama ini di Sulawesi Tengah?
  • Apa itu kesiapsiagaan bencana dalam keluarga?Mengapa keluarga harus siapa?
  • Apa tugas anggota keluarga dalam program kesiapsiagaan bencana dalam keluarga ini?
  • Family disaster kit itu apa saja dan apa saja isi dari tas bencana ?
  • Jika keluarga sudah siap apakah ada kaitannya dengan kesiapsiagaan bencana daerah? Seperti daerah memiliki BPBD, Dinkes, RS dan Puskesmas yang berperan untuk penanggulangan bencana sector kesehatan.
Topik 2 Pertanyaan
Peran masyarakat dan keluarga dalam mendukung program kesiapsiagaan penanggulangan bencana alam dan krisis kesehatan di dinas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas
  • Progam apa yang telah dikerjakan oleh dinas kesehatan provinsi bekerjasama dengan PKMK FK-KMK UGM dan Caritas Germany ini?
  • Siapa yang terlibat dalam program tersebut selama ini?
  • Apakah masyarakat perlu dilibatkan?
  • Mengapa masyarakat perlu dilibatkan dalam program tersebut?
  • Apa yang diharapkan oleh masyarakat setelah mengetahui program ini dan terlibat?
Topik 3 Pertanyaan
Pemanfaatan kapasitas relawan kesehatan “Nagasi” untuk penanganan krisis kesehatan pandemi COVID-19 gelombang kedua
  • Selama masa pandemi COVID-19 ini, berapa banyak relawan yang sudah terbentuk atau diketahui oleh narasumber? dan apa yang mereka kerjakan.
  • Apa itu relawan nagasi? bagaimana awal terbentunya dan kerjanya?
  • Apa pencapaian relawan Nagasi sejauh ini?
  • Bagaimana cara masyarakat untuk memanfaatkan layanan relawan Nagasi ini?
  • Apakah relawan nagasi juga bersiap untuk kemungkinan adanya gelombang ketiga COVID-19?
Topik 4 Pertanyaan
Adaptasi baru perubahan perilaku masyarakat dan sikap kesiapsiagaan menghadapi tantangan bencana dan krisis kesehatan
  • Sudah dua tahun pandemi COVID-19 ini, dari sisi perilaku masyarakat, apa perubahan perilaku masyarakat atau adaptasi yang terlihat?
  • Apa yang masih kurang atau perilaku yang masih keliru dalam menghadapi pandemi covid sejau ini?
  • Bagaimana perilaku kesehatan yang seharusnya selama pandemi ini?
  • Apa upaya dan peran swasta dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat sejauh ini dan ke depannya?
  • Apa peran dan upaya influencer dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat sejauh ini dan ke depannya?

 

 

Matrikulasi Materi Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan pada Fasilitator Lokal Sulawesi Tengah

Kerangka Acuan Kegiatan

Matrikulasi Materi Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan pada Fasilitator Lokal Sulawesi Tengah

Mei – Oktober 2021


 

Pengantar

Pada kejadian gempa Mamuju Sulawesi Barat, fasilitator lokal berkoordinasi dengan tim PKMK FK – KMK UGM untuk ikut terlibat dalam penanganan gempa. Selanjutnya fasilitator lokal juga sudah berperan sebagai pemateri pada pelatihan penyusunan dokumen penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di Dinkes Kota Palu, Dinkes Kabupaten Donggala, RSUD Kabelota, Puskesmas Tompe dan Puskesmas Sangurara. Secara umum, fasilitator mampu memaparkan materi dengan baik. Penyampaian materi pada pelatihan tersebut didampingi oleh narasumber dari PKMK FK – KMK UGM.

 

PKMK FK – KMK UGM akan terus bekerja sama dengan fasilitator lokal dalam rangka melakukan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis Kesehatan di Sulawesi Tengah. Pengembangan kapasitas lokal ini juga menjadi salah satu program pengembangan kapasitas sumber daya di daerah dalam penanganan bencana dan krisis kesehatan. Fasilitator lokal sudah memilih materi yang mereka minati dan menjadi materi ajar ketika ada pelatihan penyusunan disaster plan. Harapannya, fasilitator lokal bukan hanya sekedar mengetahui gambaran umum dari materi ajar melainkan juga benar – benar memahami konsep materi dan tujuan dari materi.

Terlebih materi perencanaan penanggulangan bencana ini terus berkembang dan perlu untuk di – update sesuai dengan potensi bencana yang sedang dan yang akan terjadi. Dengan demikian, penguatan pemahaman fasilitator lokal terhadap materi yang sudah dipilih sangat penting untuk diperdalam kembali supaya fasilitator lebih memahami dan menguasai konsep materi. Melalui kegiatan matrikulasi ini dapat memenuhi kekurangan dan menjawab kesenjangan dalam pengetahuan atau keterampilan fasilitator lokal dalam menguasai materi pembelajaran disaster plan.

 

Tujuan

Kegiatan ini bertujuan untuk memenuhi kekurangan dan menjawab kesenjangan dalam pengetahuan atau keterampilan fasilitator lokal untuk menguasai materi pembelajaran penyusunan perencanaan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di dinas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas.

 

Proses Kegiatan

Kegiatan ini akan dilakukan secara daring melalui aplikasi zoom meeting dengan pembagian room sesuai dengan minat fasilitator.

 

Peserta Kegiatan

Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah fasilitator lokal yang sudah mengikuti rangkaian training of trainer (TOT) disaster plan oleh PKMK FK – KMK UGM

 

Hal yang Perlu Dipersiapkan oleh peserta:

Materi yang sudah pernah dibawakan pada pelatihan dan pertanyaan/ pernyataan yang perlu diperdalam.

 

Output Kegiatan

Fasilitator lokal lebih memahami konsep materi yang diminati/dipilih

 

Jadwal dan Materi Kegiatan

Link zoom (setiap pertemuan)           

Meeting ID: 849 5726 0557

Passcode: 712834

 

Pertemuan 1

Hari/Tanggal   : Jumat, 15 Mei 2021
Waktu            : 14.00 – 15.30 WITA

Pertemuan 2

Hari/Tanggal   : Senin, 25 Oktober 2021
Waktu            : 14.00 – 15.30 WITA

 

Pertemuan 3

Hari/Tanggal   : Kamis, 28 Oktober 2021
Waktu            : 14.00 – 15.30 WITA

 

Kamis, 15 April 2021  
Waktu Materi/Kegiatan Fasilitator Lokal Narasumber
Pertemuan 1 : Jumat, 15 Mei 2021
14.00 – 14.10 Pengantar –          PKMK FK – KMK UGM –         
14.10 – 14.20 Pembagian room sesi 1 –          PKMK dan Peserta –         
14.20 – 15.20

Room 1 :

Materi Kebijakan dan Komponen Disaster Plan di Dinkes, RS dan Puskesmas

Akreditasi SNARS

  • Erywahyuningtias, SKM, MAP
  • Fatma A.Deu, SKM, M.Si

dr. Bella Donna, M.Kes

 

Room 2 :

Materi Analisis Risiko

  • Sutarto, SKM
  • Lusia Salmawati, SKM, M.Sc
  • Zakiyatun, MH, SKM
  • Lepsi Saputri, SKM

–          Madelina Ariani, MPH

–          Happy R Pangaribuan, MPH

Room 3 :

Materi Logistik dan Fasilitas saat Bencana

 

Gde Yulian Yogadhita, M.Epid, Apt

 

15.20 Rencana Tindak Lanjut    
Pertemuan 2 : Senin, 25 Oktober 2021
14.00 – 14.05 Pembagian room –           
14.05 – 15.30

Room 1 :

Sistem Pengorganisasian

  • Sutarto, SKM
  • Iskandar

dr. Bella Donna, M.Kes

 

 

Room 2 :

SOP dan Pengembangan Skenario

  • Indrawati Patappa
  • Erywahyuningtias, SKM, MAP
  • Iskandar
  • Lepsi Saputri, SKM

–          Madelina Ariani, MPH

–          Happy R Pangaribuan, MPH

 

Room 3 :

–          Data dan Informasi

–          Peta Respon

  • Muhammad Nasir, SKM, MSc
  • Warihan Unok, S.Kep.Ns. M.Kep
  • Astrin, Amd.Keb
  • Ahsan, S.Kep, Ns, M.Kes

Gde Yulian Yogadhita, M.Epid, Apt

 

Pertemuan 3 : Kamis, 28 Oktober 2021
14.00 -14.05 Pembagian room penugasan    
14.05 – 14. 50

Room 1

Penugasan Sistem Pengorganisasian

  • Sutarto, SKM
  • Iskandar
  • Fatma A.Deu, SKM, M.Si
dr. Bella Donna, M.Kes

Room 2

Penugasan Analisis Risiko

  • Lusia Salmawati, SKM, M.Sc
  • Zakiyatun, MH, SKM
  • Lepsi Saputri, SKM
Happy R Pangaribuan, SKM, MPH

Room 3

Penugasan Pengembangan Skenario dan SOP

  • Indrawati Patappa
  • Erywahyuningtias, SKM, MAP
Madelina Ariani, MPH

Room 4

Penugasan Praktik Peta Respon dan Fasilitas saat Bencana

  • Muhammad Nasir, SKM, MSc
  • Warihan Unok, S.Kep.Ns. M.Kep
  • Astrin, Amd.Keb
  • Ahsan, S.Kep, Ns, M.Kes

Gde Yulian Yogadhita, M.Epid, Apt

 

14.50 – 15.30 Penugasan Draft Dokumen Disaster Plan Seluruh fasilitator lokal  
15.30 Penutupan dan Rencana Tindak Lanjut    
         

Reportase Review Penanganan COVID-19 Berbasis Kawasan: Relawan Nagasi Kota Palu

relawan palu nagasi 1

Reportase

Review Penanganan COVID-19 Berbasis Kawasan: Relawan Nagasi Kota Palu

Senin, 23 Agustus 2021


relawan palu nagasi 1

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Pemamparan terkait Relawan Nagasi oleh  dr. Reny Lamadjido Sp.PK., M.Kes 

PKMK FK – KMK UGM bekerja sama dengan Caritas Germany aktif mendukung setiap program pengembangan manajemen bencana dan krisis kesehatan di Sulawesi Tengah. Pada awal pemaparannya, dr. Reny Lamadjido Sp.PK., M.Kes selaku Wakil Walikota Palu sekaligus sebagai inisiator Relawan Nagasi sangat mendukung setiap program atau inovasi dalam peningkatan pelayanan kesehatan khususnya selama pandemi COVID-19. Pertengahan Juli awal, Sulawesi Tengah sudah mulai diwaspadai level 4 dan ini menjadi dasar yang kuat untuk menciptakan strategi yang lebih inovatif dan langsung berdampak. Pemerintah Kota Palu didukung dengan berbagai organisasi profesi kesehatan di Kota Palu membentuk Tim Relawan Nagasi. Tim Relawan Nagasi membuka konsultasi pelayanan kesehatan pasien COVID-19 via WhatsApp. Tidak hanya sebatas konsultasi tetapi ada pengantaran obat dan membantu mengkoordinasikan dengan fasilitas kesehatan terdekat jika pasien membutuhkan perawatan segera. Tim nagasi sangat diapresiasi seluruh masyarakat, melalui tim nagasi ini masyarakat mau membuka diri tentang yang dialami dan masyarakat sangat terbantu. Nagasi sendiri memiliki arti cepat tanggap.

Selanjutnya dr. Ryzka, M.Kes sebagai Inisiator Relawan Nagasi Kota Palu menyampaikan sangat penting menangani pandemi COVID-19 dengan melibatkan masyarakat. Penanganan COVID-19 berbasis masyarakat ini akan membantu pemerintah khususnya sektor kesehatan untuk menekan penularan COVID-19. Relawan Nagasi bergerak dibeberapa wilayah dimana dalam koordinator layananan terdiri dari tim kesehatan, tim logistik dan tim keamanan. Pasien positif dengan kriteria OTG/gejala ringan yang isoman menjadi kriteria pasien yang dilayani Tim Nagasi. Khusus untuk ibu hamil yang positif, kendala yang dihadapi adalah ibu hamil ingin bertemu langsung sementara konsultasi yang disediakan hanya melalui WA. Tapi jika urgent akan dikonsultasikan ke puskesmas dan bidan di wilayah masing – masing.

relawan palu nagasi 1

 Dok. PKMK FK-KMK UGM “Sesi Diskusi dari Relawan Nagasi Kota Palu”

Pembentukan Relawan Nagasi ini sangat diapresiasi oleh Pokja Bencana FK – KMK UGM. dr. Hendro Wartatmo, SpB.KBD yang menyampaikan apa yang sudah dilakukan Kota Palu ini dasarnya adalah surge capacity. Pemerintah Kota Palu mampu meningkatkan kapasitas melalui networking. Prinsip dasar networking adalah orang atau intitusi kesehatan tidak mungkin bisa bekerja sendiri dan dalam situasi bencana tidak bisa kaku, harus fleksibel. Seperti yang sudah dilakukan Kota Palu, membentuk Relawan Nagasi dari berbagai institusi/lembaga/organisasi. Hal yang dilakukan di Palu ini sangat luar biasa dan bisa dicontoh oleh daerah lain. dr. Bella Donna, M.Kes dari PKMK FK – KMK UGM juga menyebutkan hal yang sama bahwa Kota Palu menunjukkan keterbatasan SDM tidak menjadi masalah. Sistem komandonya berjalan dan SDM alternatifnya juga berjalan. Tim Relawan Nagasi membuat masyarakat tidak takut sehingga masyarakat kuat (kelompok rentan). Tim turun ke bawah untuk menjangkau masyarakat dan ini sangat dapat meningkatkan kapasitas sehingga risiko yang ada semakin turun. Ini yang sudah dilakukan Kota Palu dan ini harus dikembangkan serta lebih dimatangkan lagi konsepnya.

 

Reporter : Happy R Pangaribuan

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK – KMK UGM

 

Webinar Series Pengembangan Konsep Telemedicine di Era Pandemi Covid-19

logo caritas

logo caritas

 

Webinar Series

Pengembangan Konsep Telemedicine di Era Pandemi COVID-19

30 agustus – 27 september 2021
14.00 – 15.30 WITA

Latar Belakang

Di era pandemi COVID-19, penggunaan teknologi informasi atau aplikasi digital kesehatan menjadi strategi yang efektif untuk mendukung berjalannya pelayanan kesehatan. Kementerian Kesehatan menggandeng banyak platform layanan telemedicine untuk konsultasi kesehatan virtual bagi pasien COVID-19 khususnya yang menjalani isolasi mandiri. Konsep telemedicine ini juga sudah banyak diaplikasikan dan dikembangkan di berbagai daerah termasuk Sulawesi Tengah.

 

Sejak Juni 2021 terjadi peningkatan kasus COVID-19 yang signifikan di Palu, Sulawesi Tengah dan dinyatakan kota Palu memberlakukan PPKM Level 4. Fasilitas kesehatan penuh dan mulai kewalahan menagani pasien, ditambah lagi keterbatasan jumlah tenaga kesehatan. Untuk menekan kekacauan tersebut, Pemerintah Kota Palu mengambil langkah strategis bagaimana meningkatkan peran serta masyarakat dalam hal penanganan COVID-19, berharap mereka bisa mandiri dan tangguh. Pemerintah Kota Palu didukung berbagai organisasi profesi kesehatan di Kota Palu membentuk Tim Relawan Nagasi. Tim Relawan Nagasi membuka konsultasi pelayanan kesehatan pasien COVID-19 via WhatsApp, bukan hanya konsultasi melainkan juga sampai pada pengantaran obat dan membantu mengkoordinasikan dengan fasilitas kesehatan terdekat jika pasien membutuhkan perawatan segera. Program Tim Relawan Nagasi ini disebut juga sebagai pemanfaatan telemedicine untuk melakukan pelayanan kesehatan.

 

Sangat penting bagi daerah yang menggunakan aplikasi digital kesehatan mengetahui dan lebih memahami konsep telemedicine dan mekanisme pelaporan dan pencatatan telemedicine, termasuk bagaimana konsep ini bisa diintergrasikan dengan manajemen bencana serta krisis kesehatan. Bersama Relawan Nagasi dan peserta lainnya, PKMK FK – KMK UGM dan Caritas Germany berinisiatif membuat 5 rangkaian webinar rutin satu jam setiap minggunya. Penyampaian konsep dan penugasan ini akan dikembangkan secara mandiri oleh Relawan Nagasi untuk mendisain telemedicine yang paling cocok dan sesuai dengan kapasitas dan situasi penanganan bencana alam non alam di Palu khususnya.

Tujuan

Peserta memahami konsep telemedicine secara umum khususnya dalam era pandemi COVID-19. Secara khusus diharapkan dapat memahami mengenai konsep dan mekanisme pelayanan kesehatan telemedicine, memahami pencatatan dan pelaporan pelayanan kesehatan telemedicine, memahami manajemen informasi bencana, serta mampu membuat perencanaan kegiatan telemedicine Relawan Nagasi.

Proses Kegiatan

Kegiatan ini berbentuk webinar yang dilaksanakan melalui aplikasi zoom meeting. Narasumber akan menyampaikan konsep secara umum. Dilanjutkan dengan diskusi dan penugasan untuk Relawan Nagasi. Proses pendampingan dilakukan secara jarak jauh baik pada saat pertemuan rutin setiap Senin pukul 13.00 – 14.30 WIB atau 14.00 – 15.30 WITA ataupun melalui email dan grup chating antara peserta dan fasilitatror. Evaluasi tertulis dan penilaian hasil penugasan peserta akan dinilai sebagai pertimbangan kebutuhan sertifikat kegiatan.

 

Peserta Kegiatan

  • Tim Relawan Nagasi Kota Palu Sulawesi Tengah
  • Fasilitator Lokal Disaster Plan Sulawesi Tengah (*dampingan PKMK FK – KMK UGM)

 

Undangan:

  • Bidang Krisis Kesehatan dan Bidang terkait Di Dinas Kesehatan Sulawesi Barat
  • UPT P2KT Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah
  • Dinas Kesehatan Kota Palu
  • Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala
  • Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi
  • PSC 119 Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota di Sulawesi Tengah

Output Kegiatan dan Syarat Sertifikat

Peserta mendapatkan pengetahuan terkait konsep telemedicine secara umum khususnya dalam era pandemI COVID-19 dan sejumlah draft penugasan. Syarat mendapatkan sertifikat adalah menghadiri kegiatan secara penuh (5 kali pertemuan), aktif berdiskusi, mengerjakan penugasan, dan mengikuti ujian tulis dengan nilai minimal 7.

Waktu Pelaksanaan

Hari/Tanggal               : 5 kali pertemuan setiap Senin, 30 Agustus – 27 September 2021
Waktu                        : 14.00 – 15.30 WITA
Link Zoom                  : Meeting ID: 817 6782 5523 / Passcode: 934606

 

Rundown Kegiatan

 

Waktu Kegiatan/Materi Narasumber/Moderator
Pertemuan 1: Senin, 30 Agustus 2021
14.00 – 14.10 WITA Pembukaan dan pengantar Inisiator Relawan Nagasi dan PKMK FK – KMK UGM
14.10 – 14.50 WITA Pemaparan Materi : Konsep dan mekanisme pelayanan kesehatan telemedicine Anis Fuad, S.Ked., DEA (Konsultan dan Dosen Sistem Informasi FK – KMK UGM)
14.50 – 15.25 WITA Diskusi (dan penyampaian tugas)

          Gde Yulian Yogadhita, Apt, M.Epid

          Madelina Ariani, SKM, MPH

15.25 – 15.30 WITA Penutup PKMK FK – KMK UGM
Pertemuan 2: Senin, 6 September 2021
14.00 – 14.05 WITA Pengantar dr. Bella Donna, M.Kes
14.05 – 14.50 WITA Pemaparan Materi : Pencatatan dan pelaporan pelayanan kesehatan telemedicine Anis Fuad, S.Ked., DEA (Konsultan dan Dosen Sistem Informasi FK -KMK UGM)
14.50 – 15.25 WITA Diskusi (dan penyampaian tugas)

          Gde Yulian Yogadhita, Apt, M.Epid

          Madelina Ariani, SKM, MPH

15.25 – 15.30 WITA Penutup
Pertemuan 3: Senin, 13 September 2021
14.00 – 14.05 WITA Pengantar dr. Bella Donna, M.Kes
14.05 – 14.45 WITA Diskusi penugasan

          dr. Bella Donna, M.Kes

          Gde Yulian Yogadhita, Apt, M.Epid

          Madelina Ariani, SKM, MPH

14.45 – 15.25 WITA Pengerjaan Mandiri oleh peserta Happy Pangaribuan, SKM, MPH
15.25 – 15.30 WITA Penutup PKMK FK – KMK UGM
Pertemuan 4: Senin, 20 September 2021
14.00 – 14.05 WITA Pengantar dr. Bella Donna, M.Kes
14.05 – 14.50 WITA Pemaparan Materi : Manajemen bencana (informasi, komunikasi risiko, promkes dan perilaku) Gde Yulian Yogadhita, Apt, M.Epid
14.50 – 15.25 WITA Diskusi (dan penyampaian tugas) Happy Pangaribuan, SKM, MPH
15.25 – 15.30 WITA Penutup PKMK FK-KMK UGM
Pertemuan 5: Senin, 27 September 2021
14.00 – 14.05 WITA Pengantar dr. Bella Donna, M.Kes
14.05 – 14.45 WITA Diskusi penugasan

          dr. Bella Donna, M.Kes

          Gde Yulian Yogadhita, Apt, M.Epid

          Madelina Ariani, SKM, MPH

14.45 – 15.25 WITA Ujian tulis Happy Pangaribuan, SKM, MPH
15.25 – 15.30 WITA Penutup PKMK FK – KMK UGM

 

Penutup

Demikian kerangka acuan webinar konsep telemedicine di era pandemi COVID-19. Pelatihan ini bermanfaat untuk meningkatkan pelayanan kesehatan berbasis digital kesehatan di daerah. Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FKKMK UGM sebagai penyelenggara program akan berkomitmen demi tercapainya tujuan program dan Caritas Germany sebagai mitra penyelenggara program akan mendapatkan laporan rutin terkait keberlangsungan program.

Respons Gempa Sulbar oleh Tim Medis Gabungan PKMK FK – KMK UGM dan Sulawesi Tengah

sulbar 1 madel

Reportase Live Report 4:

Respons Gempa Sulbar oleh Tim Medis Gabungan PKMK FK – KMK UGM dan Sulawesi Tengah

16 Februari 2021


sulbar 1 madel

Selasa, 16 Februari 2021 langsung dari Kabupaten Mamuju, tim medis gabungan 3 melaporkan kegiatan dan rekomendasi pada akhir masa tugasnya. Tim ini menjadi tim penutup setelah sebelumnya ada dua tim dan tim pendahulu yang sudah hadir sejak 2 hari pasca kejadian bencana, 15 Januari lalu.

Dimoderatori oleh Madelina Ariani yang sebelumnya memimpin tim 1 dan 2, di kesempatan ini ditanyakan beberapa pertanyaan seperti bagaimana situasi bidang kesehatan di 2 minggu transisi darurat, apakah masih membutuhkan tim medis serta logsitik yang masih dibutuhkan, hingga perbedaan antara gempa Sulteng 2018 dengan Sulbar 2021 ini? Happy Pangaribuan sebagai ketua tim sekaligus bertugas untuk mendukung manajemen di bidang kesehatan menyatakan bahwa kegiatan rapat masih terus dilaksanakan oleh dinas kesehatan meski tidak sesering masa tanggap darurat, masih ada penerimaan relawan yang langsung diarahkan ke puskesmas, serta prioritas respons saat ini lebih diarahkan pada upaya pemulihan segera program – program kesehatan yang tertunda karena bencana, termasuk juga upaya kesehatan masyarakatnya tanpa meninggalkan kebutuhan kuratif dan rehabilitatif korban/pasien.

dr. Rizka sebagai ketua tim medis dari Palu yang juga berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah menyatakan bahwa tim medis sudah tidak begitu diperlukan, semua layanan sudah diupayakan di fasilitas kesehatan agar sistem kesehatan kembali seperti sedia kala. Ditambahkan juga oleh perawat dari Rumah Sakit Torabelo Kabupaten Sigi bahwa rawat luka juga sudah dikembalikan ke puskesma, harapannya apa yang diajarkan atau didampingi saat respons kemarin dapat menjadi penyegaran dan bekal bagi organik puskesmas untuk follow up pasien/korban. Begitu juga dengan layanan fisioterapi yang diungkapkan oleh fisioterapis Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Mamuju yang tergabung dalam tim ini, kami akan berusaha melakukan upaya untuk follow up pasien yang masih membutuhkan layanan fisioterapi pasca gempa ini karena memang masih didapati beberapa warga yang ketakutan untuk bergerak dan itu berdampak buruk pada pemulihan, ungkapnya.

Sedangkan dari ketua tim kesehatan lingkungan dan kesehatan masyarakat, Ryman dari FKM Universitas Tadulako menyatakan bahwa edukasi tetap harus digalakkan di tingkat masyarakat dan pemukiman pengungsian karena jika hal tersebut tidak dilaksanakan maka masalah lingkungan ini bisa menimbulkan masalah yang lebih serius apalagi di situasi pendemi seperti saat ini. Kami sudah advokasi ini ke level dinas kesehatan dan untungnya sudah selalu bekerja di bawah koordinasi dinas kesehatan Kabupaten Mamuju. Jelly dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah menyatakan bahwa jika membandingkan dengan gempa Sulteng 2018 lalu maka situasi di Mamuju bisa dikatakan lebih kecil dan dampak yang ditimbulkan tidak sekompleks Sulteng dulu, tetapi situasi pendemi ini sangat memperberat penanganan gempa di Sulbar.

Terakhir, Gde sebagai penanggung jawab respons PKMK FK – KMK UGM bersama dengan Caritas Germany dan Sulteng ini merasakan banyak pembelajaran untuk penanggulangan bencana ke depannya dari gempa Sulbar ini, mengenai penanganan bencana alam di tengah bencana non alam. Sedangkan dr. Bella menyatakan bahwa konsep pelokalan seperti ini sangat bagus dikembangkan ke depannya. Tim medis dari tetangga provinsi yang terdekat bisa segera membantu daerah terdampak. Tidak hanya waktu lebih cepat, tetapi juga efisien untuk masalah logistik dan biaya.

drg. Pandita dari Pusat Krisis Kesehatan, Kemenkes memberikan tanggapannya bahwa melalui live report series seperti ini sangat membantu kita semua mengetahui situasi di lapangan. Sebagai pendamping daerah untuk penanggulangan bencana, Pandita berharap exit report dari tim medis ini bisa dikelola dengan baik oleh daerah untuk rencana strategis ke depannya.

Saksikan rekaman video selengkapnya pada https://www.youtube.com/watch?v=wAKu-fW1L5U

Reportase oleh Madelina A.

Training of Trainer (TOT) Dinkes Disaster Plan, Hospital Disaster Plan dan Puskesmas Disaster Plan – November 2020

logo caritas

logo caritas

Training of Trainer (TOT) Dinkes Disaster Plan, Hospital Disaster Plan dan Puskesmas Disaster Plan

November 2020


{tab title=”Kerangka Acuan Kegiatan” class=”blue”}

Pengantar

PKMK FK-KMK UGM bekerja sama dengan Caritas Germany akan melakukan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis Kesehatan di Sulawesi Tengah. Fasilitas kesehatan yang menjadi sasaran program ini adalah Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah, Dinkes Kabupaten Donggala, RS Kabelota, RS Kota Palu, Puskesmas Sangurara dan Puskesmas Tompe. Dalam pelaksanaan program ini PKMK FK-KMK UGM akan tetap melibatkan Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah dan universitas lokal.

Peningkatan kapasitas sumber daya local dalam menyusun perencanaan penanggulangan bencana dan krisis keseahatan di daerah sangatlah penting. Pada project tahun sebelumnya PKMK FK-KMK UGM telah mendampingi Dinkes Provinsi Sulteng, Dinkes Kab. Sigi, RSUD Tora Bello dan Puskesmas Marawola untuk menyelesaikan dokumen disaster plan. Harapannya tim kecil atau peserta yang aktif dalam penyusunan tersebut mampu mendampingi untuk menyiapkan dokumen disaster plan di dinkes, rumah sakit dan puskesmas lainnya. Proses pendampingan ini juga akan diperkuat oleh peran universitas lokal yaitu dari Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, dan Fakultas Kedokteran Universitas Al-Khairat.

TOT ini merupakan salah satu kegiatan dari rangkaian kegiatan Perluasan Program Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan ke Masyarakat di Sulawesi Tengah. Kegiatan TOT tidak hanya sebatas pemberian materi pada saat pelatihan. Kegiatan ini akan berkelanjutan dimana setelah mendapatkan TOT, peserta bersedia dan mampu menjadi Fasilitator dan Pendamping dalam meningkatkan kapasistas manajemen penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di dinas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas.

Tujuan

TOT ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Dinas Kesehatan dan Perguruan Tinggi untuk mendampingi kabupaten/kota di Sulawesi Tengah dalam menyusun perencanaan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan.

Proses Kegiatan

Proses kegiatan ini lakukan dalam bentuk laring dan daring. Kelas TOT akan dikelompokkan menjadi 3 bagian yaitu :

  • TOT Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Puskesmas (Puskesmas Disaster Plan)
  • TOT Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Rumah Sakit (Hospital Disaster Plan)
  • TOT Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Dinas Kesehatan (Dinkes Disaster Plan)

PKMK FK-KMK UGM sudah membagikan terlebih dahulu link google form surat komitmen dan registrasi peserta TOT. Didalam formulir tersebut peserta memilih kelas TOT yang akan diikuti.

Peserta Kegiatan

Peserta kegiatan ini sekitar 20 orang yang berasal dari universitas, dinas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas.

 

Output Kegiatan

  • Peserta memahami konsep penyusunan disaster plan
  • Peserta mampu dan bersedia menjadi pendamping dan fasilitator penyusunan dokumen disaster plan di puskesmas, rumah sakit dan dinas kesehatan.

 

Jadwal

TOT I : dilakukan via laring atau pertemuan langsung

Waktu : Selasa – Rabu / 17-18 November 2020
Pukul : 08.00 – 10.00 WITA
Tempat : Fakultas Kedokteran Untad

 

Selasa, 17 November 2020
Waktu Materi Penanggung Jawab
08.00 – 08.10 Pembukaan dan Pengantar

Dinkes Provinsi Sulteng

PKMK

08.10 – 08.20

Penugasan 1:

Peserta dengan stiky note, menuliskan apa saja kebutuhan Penyusunan rencana di RS, Puskesmas dan Dinas Kesehatan

Tim PKMK FK-KMK UGM dan Peserta
08.20 – 08.50

Materi 1:

Program,aktivitas, misi dan visi

Gde Yulian Yogadhita M.Epid, Apt
08.50 – 09.05

Penugasan 2:

Menuliskan misi dan visi dalam disaster plan dan program aktivitas

Tim PKMK FK-KMK UGM dan Peserta

09.05 – 09.35

 

09.35 – 09.50

Materi 2 :

Konsep Disaster Plan

Diskusi

dr. Bella Donna, M.Kes
09.50 – 10.00 Review hari 1 Tim PKMK FK-KMK UGM dan Peserta
Rabu, 18 November 2020
Jam Materi Penanggung Jawab
08.00 – 08.10 Pengantar hari ke-2 PKMK FK-KMK UGM

08.10 – 08.25

 

 

 

08.25 – 08.40

Penugasan 3:

Menuliskan aktivitas dari sebuah perencanaan penanggulangan bencana

 

Diskusi

Tim PKMK FK-KMK UGM dan Peserta

08.40 – 09.10

 

 

09.10 – 09.25

Materi 3 :

Komponen Disaster Plan

 

Diskusi

dr. Bella Donna, M.Kes

09.25 – 09.40

 

 

 

09.40 – 09.50

Penugasan 4:

Mencoba Menyusun alternatif organisasi penanggulangan bencana

 

Diskusi

Tim PKMK FK-KMK UGM dan Peserta
09.50 – 10.00 Penutup  

 

TOT II : dilakukan via daring atau dalam jaringan

Catatan : peserta mengikuti TOT II berdasarkan kelas TOT yang dipilih. Misalnya peserta yang memilih TOT Puskesmas Disaster Plan, maka peserta tersebut hanya mengikuti kelas TOT Puskesmas Disaster Plan

1. TOT Puskesmas Disaster Plan

Waktu : Senin, 23 November 2020

Pukul : 09.00 – 12.00 WITA

Tempat : dari tempat masing-masing peserta

 

Senin, 23 November 2020
Waktu Materi Penanggung Jawab
09.00 – 09.10 Pengantar PKMK FK-KMK UGM

09.10 – 09.40

 

 

 

09.40 – 09.55

Materi 1 :

Sistem pengorganisasian berbasis Incident Command System (ICS) di Puskesmas

Diskusi

dr. Hendro Wartatmo

09.55 – 10. 25

 

 

10.25 – 10.35

Penugasan 1 :

Menyusun sistem pengorganisasian berbasis ICS di Puskesmas

Diskusi

Tim PKMK FK-KMK UGM dan Peserta

10.35 – 11.05

 

 

11.05 – 11.20

Materi 2 :

Analisis Risiko, HVA dan Manajemen Risiko

Diskusi

Madelina Ariani, MPH

11.20 – 11. 50

 

 

11.50 – 12.00

Penugasan 2 :

Melakukan perhitungan analisis risiko di Puskesmas

Diskusi

Tim PKMK FK-KMK UGM dan Peserta
12.00 Pengarahan TOT III  

 

2. TOT Dinkes Disaster Plan :

Waktu : Senin, 23 November 2020
Pukul : 13.00 – 16.00 WITA
Tempat : dari tempat masing-masing peserta

Senin, 23 November 2020
Waktu Materi Penanggung Jawab
13.00 – 13.10 Pengantar PKMK FK-KMK UGM

13.10 – 13.40

 

 

 

13.40 – 13.55

Materi 1 :

Sistem pengorganisasian dan gugus tugas berbasis Incident Command System (ICS) di Dinas Kesehatan

Diskusi

dr. Hendro Wartatmo

13.55 – 14. 25

 

 

14.25 – 14.35

Penugasan 1 :

Menyusun sistem pengorganisasian berbasis ICS di Dinas Kesehatan

Diskusi

Tim PKMK FK-KMK UGM dan Peserta

14.35 – 15.05

 

 

15.05 – 15.20

Materi 2 :

Analisis Risiko, HVA dan Manajemen Risiko

Diskusi

Madelina Ariani, MPH

15.20 – 15. 50

 

 

15.50 – 16.00

Penugasan 2 :

Melakukan perhitungan analisis risiko di DInas Kesehatan

Diskusi

Tim PKMK FK-KMK UGM dan Peserta
16.00 Pengarahan TOT III  

 

3. TOT Hospital Disaster Plan :

Waktu : Selasa, 24 November 2020
Pukul : 09.00 – 12.00 WITA
Tempat : dari tempat masing-masing peserta

 

Selasa, 24 November 2020
Waktu Materi Penanggung Jawab
09.00 – 09.10 Pengantar PKMK FK-KMK UGM

09.10 – 09.40

 

 

 

09.40 – 09.55

Materi 1 :

Sistem pengorganisasian berbasis Incident Command System (ICS) di Rumah Sakit

Diskusi

dr. Hendro Wartatmo

09.55 – 10. 25

 

 

10.25 – 10.35

Penugasan 1 :

Menyusun sistem pengorganisasian berbasis ICS di Rumah Sakit

Diskusi

Tim PKMK FK-KMK UGM dan Peserta

10.35 – 11.05

 

 

11.05 – 11.20

Materi 2 :

Analisis Risiko, HVA, HSI dan Manajemen Risiko

Diskusi

Madelina Ariani, MPH

11.20 – 11. 50

 

 

11.50 – 12.00

Penugasan 2 :

Melakukan perhitungan analisis risiko di Rumah Sakit

Diskusi

Tim PKMK FK-KMK UGM dan Peserta
12.00 Pengarahan TOT III  

 

 

TOT III : dilakukan via daring atau dalam jaringan

Catatan : peserta mengikuti TOT III berdasarkan kelas TOT yang dipilih. Misalnya peserta yang memilih TOT Puskesmas Disaster Plan, maka peserta tersebut hanya mengikuti kelas TOT Puskesmas Disaster Plan

 

1.TOT Puskesmas Disaster Plan

Waktu : Rabu, 25 November 2020

Pukul : 09.00 – 12.00 WITA

Tempat : dari tempat masing-masing peserta

 

Rabu, 25 November 2020
Waktu Materi Penanggung Jawab
09.00 – 09.10 Pengantar PKMK FK-KMK UGM

09.10 – 09.40

 

09.40 – 09.55

Materi 1 :

Penyusunan Skenario di Puskesmas

Diskusi

Madelina Ariani

09.55 – 10. 25

 

10.25 – 10.35

Materi 2 :

Peta respon dan Peta Risko

Diskusi

Gde Yulian Yogadhita M.Epid, Apt

10.35 – 11.05

 

 

11.05 – 11.20

Materi 3 :

Teknis Menyusun Puskesmas Disaster Plan

Diskusi

dr. Bella Donna, MPH

11.20 – 11. 50

 

11.50 – 12.00

Penugasan :

Penyusunan Puskesmas Disaster Plan

Diskusi

Tim PKMK FK-KMK UGM dan Peserta
12.00 Penutupan dan Rencana Tindak Lanjut  

 

2. TOT Dinkes Disaster Plan :

Waktu : Rabu, 25 November 2020

Pukul : 13.00 – 16.00 WITA

Tempat : dari tempat masing-masing peserta

 

 

Rabu, 25 November 2020
Waktu Materi Penanggung Jawab
13.00 – 13.10 Pengantar PKMK FK-KMK UGM

13.10 – 13.40

 

 

13.40 – 13.55

Materi 1 :

Penyusunan Skenario di Dinas Kesehatan

Diskusi

Madelina Ariani

13.55 – 14. 25

 

14.25 – 14.35

Materi 2 :

Peta respon dan Peta Risko

Diskusi

Gde Yulian Yogadhita M.Epid, Apt

14.35 – 15.05

 

 

 

15.05 – 15.20

Materi 3 :

Rencana Operasional Penaggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Dinkes

Diskusi

dr. Bella Donna, MPH

15.20 – 15. 50

 

15.50 – 16.00

Penugasan :

Penyusunan Dinkes Disaster Plan

Diskusi

Tim PKMK FK-KMK UGM dan Peserta
16.00 Penutupan dan Rencana Tindak Lanjut  

 

3. TOT Hospital Disaster Plan :

Waktu : Kamis, 26 November 2020

Pukul : 09.00 – 12.00 WITA

Tempat : dari tempat masing-masing peserta

 

Kamis, 26 November 2020
Waktu Materi Penanggung Jawab
09.00 – 09.10 Pengantar PKMK FK-KMK UGM

09.10 – 09.40

 

 

09.40 – 09.55

Materi 1 :

Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Infeksi (PPI) di Rumah Sakit

Diskusi

dr. Handoyo Pramusinto, SpB

09.55 – 10. 25

 

10.25 – 10.35

Materi 2 :

Logistik Kesehatan dan surge capacity

Diskusi

dr. Sulanto Saleh Danu, Sp.FK

10.35 – 11.05

 

11.05 – 11.20

Materi 3 :

Teknik Penyusunan HDP

Diskusi

dr. Bella Donna, MPH

11.20 – 11. 50

 

11.50 – 12.00

Penugasan:

Penyusunan Dokumen HDP

Diskusi

Tim PKMK FK-KMK UGM dan Peserta
12.00 Penutupan dan Rencana Tindak Lanjut  

 

Penutup

Demikian Kerangka Acuan Kegiatan Training of Trainer (TOT) Dinkes Disaster Plan, Hospital Disaster Plan dan Puskesmas Disaster Plan. Kegiatan ini penting sebagai peningkatan kapasitas peserta dalam proses pendampingan penyusunan rencana penanggulangan bencana dan krisis kesehatan ke puskesmas, rumah sakit dan dinas kesehatan lainnya. Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM sebagai penyelenggara program akan berkomitmen demi tercapainya tujuan program dan Caritas Germany sebagai mitra penyelenggara program akan mendapatkan laporan rutin terkait keberlangsungan program.

 

{tab title=”Reportase” class=”red”}

Reportase

Training of Trainer (TOT) Dinkes Disaster Plan, Hospital Disaster Plan dan Puskesmas Disaster Plan

November 2020

TOT ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Dinas Kesehatan dan Perguruan Tinggi untuk mendampingi kabupaten/kota di Sulawesi Tengah dalam menyusun perencanaan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan. Pada kegiatan sinkronisasi program tanggal 26 Oktober 2020, rencana kegiatan TOT ini sudah disampaikan kepada Dinas Kesehatan dan Pihak Universitas. Kemudian PKMK FK – KMK UGM membuat satu formulir melalui google form sebagai bentuk registrasi dan surat komitmen dari calon peserta TOT. Berdasarkan penjelasan di google form tersebut, Dinkes Provinsi Sulteng, Dinkes Kabupaten Sigi, FK Universitas Tadulako, FKM Universitas Tadulako dan FK Universitas Alhaeraat mengirimkan surat penugasan calon peserta TOT. Jumlah calon peserta TOT yang mendaftar ada sekitar 37 orang. Bentuk surat komitmen dan registrasi dapat diakses pada link http://bit.ly/TOTdisasterplan.

Sebelum peserta mendapatkan TOT, PKMK FK – KMK UGM membagikan undangan kegiatan pre fornas JKKI dengan topik workshop perencanaan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di puskesmas, rumah sakit dan dinas kesehatan kepada calon peserta TOT. Harapannya setelah mengikuti kegiatan ini calaon peserta TOT sudah memiliki gambaran terkait dengan perencanaan penanggulangan becana dan krisis kesehatan. Penyelenggaraan TOT ini dilakukan engan dua metode yaitu Pertemuan Pertama secara laring (langsung) yang diselenggarakan pada 17 – 19 November di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako dan Pertemua kedua secara daring (online) yang diselenggarakan pada 24 – 26 November 2020.

{tab-ex 17 November 2020}

h2 tot caritas

Dok. PKMK FK-KMK UGM ”Penugasan kelompok penyusunan Program, Project, Vision, Mission“

Sesi ini diawali dengan penjelasan kembali terkait gambaran umum rencana pelaksanaan TOT disaster plan. Kegiatan ini akan berkelanjutan dimana setelah mendapatkan TOT, peserta bersedia dan mampu menjadi Fasilitator dan Pendamping dalam meningkatkan kapasistas manajemen penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di dinas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas. Selanjutnya pemaparan dari Gde Yulian Yogadhita M.Epid, Apt terkait ”Program, Project, Vision Mission“. Melalui materi ini peserta bisa memahami apa yang dimaksud dengan program, visi dan misi dalam merencanakan sebuah kegiatan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Program adalah proses yang terorganisir didisain secara sistematis dan strategis dengan dukungan proyek untuk mencapai tujuan yang ditetapkan sehubungan dengan visi. Sementara project adalah proses yang terorganisir didisain secara sistematis dan strategis terdiri dari kegiatan kegiatan untuk mencapai sasaran yang ditetapkan sehubungan dengan tujuan dan visi.

Selanjutnya peserta dibagi menjadi 3 kelompok yaitu (1) Kelompok Puskesmas Disaster Plan; (2) Kelompok Hospital Disaster Plan; (3) Kelompok Dinkes Disaster Plan. Masing – masing kelompok didampingi oleh fasilitator. Setiap kelompok mencoba menyusun program, project, vision, mission. Fasilitator telah menyiapkan template untuk pengisian penugasan tersebut. Adapun komponen yang harus diisi adalah visi-misi, program – goal, project – objective – activity -strategi. Masing-masing kelompok berproses dengan baik dan mereka dibebaskan untuk mengeluarkan pendapat. Hasil penugasan ini akan dikoreksi dan direview kembali pada TOT selanjutnya.

Reporter : Happy R Pangaribuan

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

{tab-ex 18 November 2020}

h2 tot caritas 18

”Dok. PKMK FK-KMK UGM ”Diskusi pada pemaparan materi Disaster Plan (kiri) dan Review penugasan Program, Project, Vision, Mission“

Pada sesi hari ini peserta TOT mendapatkan materi pembelajaran dari dr. Bella Donna, M.Kes terkait dengan disaster plan. Perlu membangun kapasitas untuk mengelola keadaan darurat dan bencana serta mempersiapkan dalam menghadapi risiko ke depan, tepat waktu. Langkah kesiapan menghadapi bencana dimulai dari identifikasi risiko, menyusun perencanaan, menyiapkan sistem komando/klaster dan terakhir implementasi dan latih. Di dalam sistem klaster keseahtan akan terbangun koordinasi tim, kolaborasi bantuan dan integrasi sistem. Disaster Plan ini dibuat untuk menghadapi keadaan darurat yang masih bisa ditanggulangi oleh kapasitas lokal, disusun bersama pihak – pihak yang terlibat. Skenario dan tujuan disepakati bersama serta menetapkan peran dan tugas setiap pihak yang terkait. Dokumen perencanaan yang disusun oleh dinkes, RS dan puskesmas menjadi bagian dari dokumen renkon daerah yang dibuat oleh BPBD.

Dokumen perencanaan penanggulangan bencana dan kriris kesehatan harus sedetail mungkin dan sesuai kebutuhan sehingga dapat dioperasionalkan dalam rencana operasi tanggap darurat. Dokumen ini dikaji ulang secara periodik berdasarkan perubahan komponen risiko bencana yang berdampak terhadap kesehatan.

Selanjutnya peserta dibagi kembali dalam kelompok berdasarkan kelas TOT yang dipilih. Kelompok TOT Puskesmas Disaster Plan ada sebanyak 11 orang, TOT Hospital Disaster Plan ada sebanyak 16 orang dan TOT Dinkes Disaster Plan ada sebanyak 10 orang. Peserta kelompok melanjutkan review penugasan Program, Project, Vision, Mission. Setelah mendapatkan materi dari dr. Bella Donna, peserta lebih mudah me – review kembali hasil penugasan. Secara umum mereka sudah memahami bagaimana proses penyusunan rencana program sehingga muncul satu project yang dapat meningkatkan penanganan bencana dan krisis kesehatan.

Reporter : Happy R Pangaribuan

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

{tab-ex 19 November 2020}

h2 tot caritas 19

Dok. PKMK FK-KMK UGM „Pemaparan Analisis Risiko (kiri) dan Prakter pembuatan peta respon (kanan)“

Sesi hari ini ada 2 materi yang disampaikan yaitu : (1) Analisis Risiko dan Pengembangan Skenario oleh Madelina Ariani, MPH dan (2) Peta Risiko oleh Gde Yulian Yogadhita, Apt, M.Epid. Madelina menekankan bahwa sektor kesehatan, untuk membuat perencanaan bencana membutuhkan pendekatan multidisiplin dan multi sektor. Melakukan identifikasi potensi hazard adalah langkah awal yang tepat untuk menyusun perencanaan/ kesiapsiagaan yang tepat. Perencanaan yang efektif dengan mengetahui serta menggunakan sumber yang ada untuk menghadapi bencana sangat penting untuk menentukan atau memprediksi kejadian yang nyata kedepannya dan bagaimana menyusun respon yang tepat terhadap ancaman tersebut. Pemaparan materi diselangselingi dnegan penugasan analisis risiko dan penyusunan skenario.

Pada pemaparan peta risiko Gde Yulian menyampaikan Peta Risiko Bencana merupakan gambaran Tingkat Risiko bencana suatu daerah secara spasial dan non spasial berdasarkan Kajian Risiko Bencana suatu daerah. Ini tercantum dalam Peraturan Kepala BNPB Nomor 2 Tahun 2012 tentang pedoman pengkajian umum risiko bencana. Sedangkan peta respon merupakan respon kapasitas daerah dalam merespon kedaruratan yang disajikan dalam bentuk peta yang berisi bahaya (single hazard), kapasitasm alur respon, dan jalur evakuasi. Peta respon diletakkan di tempat yang mudah dilihat, selalu diupdate berdasarkan hasil laporan perkembangan. Selanjutnya peserta kembali kemasing-masing kelompok dan melakukan praktek penyusunan peta respon.

Reporter : Happy R Pangaribuan

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

{tab-ex 24 November 2020}

h2 tot caritas 3

Dok. PKMK FK-KMK UGM ” Diskusi Materi Sistem pengorganisasian berbasis Incident Command System (ICS)“

Penyelenggaraan TOT kali ini dilakukan via online dimanana sesi ini merupakan lanjutan dari kegiatan TOT yang sebelumnya dilaksanakan onsite. Materi pertama disampaikan oleh dr. Hendro tentang sistem pengorganisasian berbasi ICS. Sistem pengorganisasian ini penting untuk menetapkan bagaimana proses inisiasi atau mulai bekerjanya organisasi penanggulangan bencana dan siapa yang mempunyai kewenangan atas itu. ICS sebagai sistem komando untuk perintah, kontrol dan sumber daya selama suatu kegiatan berlangsung. Artinya struktur yang dibentuk hanya berlaku saat kejadian, misalnya saat tanggap darurat. Sistem komando itu bukan organisasi tetapi sistem yang mengatur komandonya. Fungsi komando membagi habis tugas personilnya, menetapkan prosedur komunikasi antar elemen pendukung dan membuat program cadangan untuk situasi darurat yang terjadi diluar rencana.

Pada sesi diskusi peserta menanyakan sebaiknya simulasi dilakukan berapa kali. Simulasi menunjukkan kemampuan yang dimiliki, demonstrasi menunjukkan apa yang idealnya. Simulasi dilakukan sekali setahun untuk melihat kekurangan dan yang perlu diperbaiki apa jadi bukan untuk sekedar syarat akreditasi. Setelah sesi diskusi, melalui aplikasi brakroom zoom peserta dibagi menjadi 3 kelas sesuai dengan kelompok TOT yang dipilih yaitu kelompok puskesmas disaster plan, hospital disaster plan dan dinkes disaster plan. Dalam kelompok terdapat fasilitator yang mengarahkan. Peserta mencoba menyusun satu struktur pengorganisasian saat bencana berdasarkan sistem komando. Selama penugasan peserta lebih mudah memahami karena sebelumnya pada kegiatan pre fornas mereka sudah mendapatkan materi ini apalagi ada fasilitator yang bisa memberi arahan dan masukan selama proses pengerjaan. Struktur organisasi yang dibangun saat bencana, harus sejalan dengan struktur organisasi sehari – hari. Artinya sebagian besar strukturnya menyerupai, bidang logistik saat sehari-hari menjadi penanggung jawab tim logistik di struktur tim bencana.

Reporter : Happy R Pangaribuan

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

{tab-ex 25 November 2020}

h2 tot caritas 4

Dok. PKMK FK-KMK UGM ”Pemaparan materi Logistik saat Bencana (kiri) dan peserta TOT Hospital Disaster Plan (Kanan)

Pada awal kegiatan sesi hari ini semua peserta masih digabungkan dalam satu room untuk mendapatkan materi pembelajarand dari dr. Sulanto Saleh Danu, Sp.FK tentang Logistik Medik dan Fasilitas saat Bencana.Kesiapan logistik medik ini ada dalam setiap fase bencana yaitu logistik medik pada fase pra bencana, fase respon dan pasca bencana. Penyimpanan logistik medik bencana tergantung pada fase bencana, tipe bencana, dampak bencana, lokasi bencana, komunikasi dan transportasi. Dalam mempersiapkan logitik medik pada saat respon, penting terlebih dahulu diketahui data informasi situasi di lokasi bencana, informasi ini didapatkan dari tim surveilans dan tim RHA. Dalam menyiapkan logistik medik untuk operasional (pelayanan) harus berdasarkan pedoman pengobatan.

Selanjutnya melalui aplikasi brakroom zoom peserta dibagi menjadi 3 kelas sesuai dengan kelompok TOT yang dipilih yaitu kelompok puskesmas disaster plan, hospital disaster plan dan dinkes disaster plan.Pada room kelompok puskesmas disaster plan terdapat 2 materi yang disampaikan yaitu data informasi oleh Madelina Ariani, MPH dan komunikasi risiko manajemen relawan oleh Gde Yulian Yogadhita, Apt, M.Epid. Pada Kelompok TOT Hospital Disaster Plan disampaikan materi Pengendalian dan Pencegahan Infeksi oleh dr. Handoyo Pramusinto, SpB dan materi Hospital Safety Index oleh Madelina Ariani, MPH. Pada kelompok TOT Dinkes Disaster Plan disampaikan materi Aktivasi Klaster Kesehatan dan materi Data Informasi oleh dr. Bella Donna, M.Kes. Seluruh materi yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan dari masing – masing kelompok TOT. Melalui materi data informasi dan manajemen risiko, puskesmas dapat memahami alur informasi dan formulir apa saja yang disiapkan di puskesmas dalam penanganan bencana dan krisis kesehatan. Pada materi pengendalian penyakit infeksi rumah sakit dapat memahami bagaimana tim PPI ini bekerja dan mampu mengendalikan penularan penyakit di rumah sakit. Pada materi aktivasi klaster kesehatan dinas kesehatan sebagai leading sektor dan koordinato klaster kesehatan dapat memahami sistem pengaktifan klaster kesehatan, bidang apa saja yang terlibat dan bagaimana membangun koordinasi dalam sistem klaster kesehatan.

Reporter : Happy R Pangaribuan

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

{tab-ex 26 November 2020}

h2 tot caritas 5

Dok. PKMK FK-KMK UGM ”Presentase penugasan dari kelompok TOT Hospital Disaster Plan“

Pada pertemuan TOT hari ini berfokus pada teknis pengerjaan dokumen disaster plan. Peserta langsung dibagi melalui aplikasi zoom peserta (melalui break out room) berdasarkan kelompok TOT (kelompok puskesmas disaster plan, hospital disaster plan dan dinkes disaster plan). Proses teknis pengerjaan dokumen disaster plan di dalam kelompok didampingi oleh fasilitator dari PKMK FK – KMK UGM. Masing – masing kelompok berdiskusi mengisi draft dokumen disaster plan. Setelah pengerjaan selesai, peserta kembali digabungkan dalam satu room dan masing – masing kelompok mempersentasikan hasil penugasan.

Pada penugasasan kelompok TOT Dinkes Diasaster Plan, di latar belakang dokumen dimasukkan gambaran umum demografi, kebijakan, bencana dan analisis risiko. Dasar hukum diisi dengan kebijakan – kebijakan yang update serta keputusan – keputusan terkait yang mendukung dokumen perencanaan ini misalnya dari BPBD setempat. Untuk Bab 2, gambaran umum demografi dimasukkan, semua kapasitas masing-masing daerah yang didampingi dinkes mulai dari SDM dan fasilitas lainnya. Untuk bab 3 untuk pengorganisasian disesuaikan dengan struktur organisasi dinkes setempat. Dalam struktur komando disusun sesuai dengan ICS di dinkes. Tupoksi membagi habis tugas dari yang ada di struktur. Di analisis risiko akan menghasilkan bencana apa yang menjadi prioritas untuk disiapkan dari hasil perhitungan. Skenario yang disusun berdasarkan dari hasil analisis risiko tersebut. SOP untuk semua jenis bencana yang umum, misalnya pengaktifan klaster, sistem koordinasi, sistem data dan informasi, mobilisasi petugas kesehatan dan sebagainya.

Pada penugasan kelompok TOT Hospital Disaster Plan data dan sarana dimasukkan dalam dokumen. Tim – tim yang siap melakukan pelayanan dimasukkan juga dalam komponen ketenagaan. Semua tenaga kesehatan yang memiliki keahlian tertentu didata. Analisis risiko mulai dengan mengidentifikasi data – data empiris dari sekitar rumah sakit. Terdapat sistem komando dan kontrol khusus untuk skenario, kapasitas fungsionalnya seperti apa dan lebih baik jika dilengkapi tabel pengkategorian risiko bencana. Dalam sistem komando disusun orang – ornag yang bekerja saat bencana, komando ya jelas, dan ada pembagian tugas yang jelas. Untuk fasilitas.
Lampiran berupa SOP yang dilakukan dalam setiap tahapan penanggulangan bencana.

Pada penugasan Kelompok TOT Puskesmas Disaster Plan, mencoba menyusun dokumen disaster plan Puskesmas Kaleke. Daftar istilah disesuaikan dengan konten. Pada latar belakang dimasukkan gambaran geografis puskesmas, informasi umum bencana mulai sulteng sampai ke pkm dan pentingnya menyusus naskah disaster plan. Dasar hukum sudah ada, tapi ini penting untuk dicek kembali supaya dasar hukum yang disusun sudah update. Pada gambaran umum wilayah kerja dimasukkan profil kesehatan, vulnerability dan 12 standar SPM puskesmas. Struktur organisasi dan ketenagaan mengambil dari struktur puskesmas. Sama juga dengan ketenagaan sesuai dengan yg ada di puskesmas. Sistem komando akan membuat bagannya dan akan didiskusikan dan disepakati dengan pihak Puskesmas Kaleke. Terkait SOP disesuaikan dengan kebutuhan puskesmas.

Reporter : Happy R Pangaribuan

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

{/tabs-ex}

{/tabs}

Sosialisasi Rencana Kegiatan Pelatihan Penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit

logo caritas

logo caritas

Kerangka Acuan Kegiatan

Sosialisasi Rencana Kegiatan Pelatihan Penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit

(Dinkes Kab. Donggala, Dinkes Kota Palu, RS Kabelota dan RS di Kota Palu)


Jumat, 26 Februari 2021

Pengantar

PKMK FK-KMK UGM bekerja sama dengan Caritas Germany akan melakukan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis Kesehatan di Sulawesi Tengah. Fasilitas kesehatan yang menjadi sasaran program ini adalah Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah, Dinkes Kabupaten Donggala, RS Kabelota, RS di Kota Palu, Puskesmas Sangurara dan Puskesmas Tompe. Dalam pelaksanaan program ini PKMK FK-KMK UGM akan tetap melibatkan Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah dan universitas lokal (Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, dan Fakultas Kedokteran Universitas Al-Khairat).

Peningkatan kapasitas sumber daya local dalam menyusun perencanaan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di daerah sangatlah penting. Dalam peningkatan kapasitas sumber daya local tersebut, PKMK FK-KMK UGM telah menyelenggarakan Training of Trainer (TOT) Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan (Disaster Plan) pada November 2020 dan ujian interview peserta pada Desember 2021. Dari proses kegiatan tersebut dihasilkan sebanyak 25 orang peserta TOT yang bersedia dan mampu menjadi Fasilitator dan Pendamping dalam penyusunan dokumen perencanaan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di dinas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas.

Melalui kegatan sosialisasi ini Tim PKMK FK-KMK UGM akan menyampaikan rencana penyusunan dokumen penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit. Bagaimana persiapan, metode dan waktu pelaksanaan kegiatan akan disepakati pada pertemuan ini. Sosialisasi ini juga akan melibatkan Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah, Dinkes Kab. Sigi, Fakultas Kedokteran, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, Fakultas Kedokteran Universitas Al-Khairat, dan RS Undata khususnya peserta TOT yang bersedia menjadi fasilitator dan pendamping dalam penyusunan dokumen.

Tujuan

Sosialisasi ini bertujuan untuk menyampaikan rencana kegiatan :

  • Pelatihan aktivasi klaster kesehatan di Dinas Kesehatan Kab. Donggala dan Dinas Kesehatan Kota Palu
  • Pelatihan penyusunan dokumen perencanaan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di Dinas Kesehatan Kab. Donggala dan Dinas Kesehatan Kota Palu
  • Pelatihan penyusunan dokumen perencanaan penanggulangan bencana di RS Kabelota
  • Review dokumen perencanaan penanggulangan bencana rumah sakit (Hospital Disaster Plan) di kota Palu

Proses Kegiatan

Kegiatan ini akan dilakukan via daring (online) dengan menggunakan aplikasi zoom. Tim PKMK FK-KMK UGM akan menyampaikan rencana kegiatan kemudian akan disiskusikan bersama-sama dengan peserta.

Peserta Kegiatan

  1. Bidang terkait yang mengurusi bencana dan krisis kesehatan di:
    • Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah
    • Dinas Kesehatan Kab. Donggala
    • Dinas Kesehatan Kota Palu
    • Rumah Sakit Kabelota Kab. Donggala
  2. Tim penyusun atau bidang penyusun dokumen Hospital Disaster Plan RS di Kota Palu :
    1. Rumah Sakit Undata
    2. Rumah Sakit Woodward Palu
    3. Rumah Sakit Anutapura
    4. Rumah Sakit Bhayangkara
    5. Rumah Sakit Wirabuana
    6. Rumah Sakit Budi Agung
    7. Rumah Sakit Samaritan
    8. Rumah Sakit Madani
  3. Fasilitator dan Pendamping dari Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah, Dinkes Kab. Sigi, Fakultas Kedokteran, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, Fakultas Kedokteran Universitas Al-Khairat, dan RS Undata

 

Output Kegiatan

Peserta memahami dan bersedia bekerja sama dalam pelaksanaan rencana penyusunan dokumen penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit.

 

Jadwal

Waktu : Jumat, 26 Februari 2021
Pukul : 13.00 – 14.00 WITA
Tempat : dari tempat masing-masing

 

Jumat, 26 Februari 2021
Waktu Materi Penanggung Jawab
13.00 – 13.10 Pembukaan dan Pengantar

Dinkes Provinsi Sulteng

PKMK

13.10 – 13.40 Sosialisasi Rencana Kegiatan Tim PKMK FK-KMK UGM dan Peserta
13.40 – 14.00 Diskusi dan Rencana Tindak Lanjut  
14.00 Penutupan Tim PKMK FK-KMK UGM

 

Penutup

Demikian Kerangka Acuan Kegiatan Training of Trainer (TOT) sosialisasi rencana penyusunan dokumen penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit. Kegiatan ini penting sebagai persiapan perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis Kesehatan di Sulawesi Tengah. Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM sebagai penyelenggara program akan berkomitmen demi tercapainya tujuan program dan Caritas Germany sebagai mitra penyelenggara program akan mendapatkan laporan rutin terkait keberlangsungan program.

 

 

Pelatihan Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Dinas Kesehatan Maret 2021

logo caritas

logo caritas

Pelatihan Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Dinas Kesehatan

(Dinkes Disaster Plan)

Selasa-Kamis/23-25 Maret 2021


{tab title=”Kerangka Acuan Kegiatan” class=”blue”}

 

Pengantar

PKMK FK-KMK UGM bekerja sama dengan Caritas Germany akan melakukan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis Kesehatan di Sulawesi Tengah. Fasilitas kesehatan yang menjadi sasaran program ini adalah Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah, Dinkes Kabupaten Donggala, RS Kabelota, RS di Kota Palu, Puskesmas Sangurara dan Puskesmas Tompe. Dalam pelaksanaan program ini PKMK FK-KMK UGM akan tetap melibatkan Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah dan universitas lokal (Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, dan Fakultas Kedokteran Universitas Al-Khairat).

Dinas kesehatan sebagai leading sektor di bidang kesehatan penting mempersiapkan kapasitas dalam menghadapi bencana dan harus menyiapkan dokumen rencana penanggulangan bencana. Amanat menyusun rencana penanganan bencana di Dinas Kesehatan tercantum pada UU 36 Tahun 2009 pasal 82 ayat (1) menyatakan bahwa pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat bertanggung jawab atas ketersediaan sumber daya, fasilitas dan pelaksanaan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan berkesinambungan pada bencana. Dinas kesehatan juga berperan dalam upaya mendorong dan mensosialisasikan Hospital Disaster Plan bagi rumah sakit umum dan swasta di wilayah kerjanya, termasuk juga untuk penanggulangan bencana di tingkat puskesmas.

Ketidakjelasan sistem komando kerap sekali masih menjadi kendala utama pada saat pengaktifanTentu ini akan semakin sulit bagi dinas kesehatan yang belum memiliki dokumen perencanaan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan. Kendala sistem komando mulai dari pembagian tugas yang kurang jelas, alur komunikasi yang belum optimal dan tidak ada rencana alternatif sangat menghambat kecepatan respon penanganan bencana. Apalagi dalam kondisi pandemi COVID-19, peran dinas kesehatan tidak hanya sekedar sebagai pembuat kebijakan namun harus mampu menjamin bahwa perencanaan yang sudah disusun sebelumnya bisa mengakomodir segala kebutuhan penanganan bencana termasuk dalam pemutusan mata rantai penularan dan menghadapi lonjakan pasien. Dengan demikian sudah saatnya Dinas Kesehatan memperkuat kapasitas penanganan bencana di daerah melalui satu perencanaan yang operasional, yang hidup dan mencakup semua rencana kebutuhan dan penanganan bencana alam dan non alam.

Tujuan

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Dinas Kesehatan Kota Palu dan Dinas Kesehatan Kab. Donggala dalam menyusun rencana penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di daerahnya.

Proses Kegiatan

Kegiatan ini akan dilakukan secara langsung di Dinas Keseahtan Kota Palu selama 3 hari. Hari pertama dan kedua peserta akan mendapatkan materi dan hari ketiga peserta akan diberi penugasan.

Yang Perlu dipersiapkan oleh peserta

  • Profil dinas kesehatan
  • Struktur organisasi SOTK terbaru
  • Dokumen penanggulangan bencana/ rencana kontijensi yang dimiliki oleh Provinsi/ Kabupaten Kota (biasanya ada di BPBD, bisa diminta)
  • Draft/ SOP/ dokumen renkon bidang kesehatan punya dinkes*jika ada
  • SK tim bencana dinkes, atau perpub, atau kebijakan lainnya di daerah mengenai penanganan bencana*jika ada
  • Laptop

Peserta Kegiatan

Peserta kurang lebih berjumlah 20 orang yang berasal dari

  • Dinas Kesehatan Kota Palu
  • Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala

Peserta dari masing-masing dinas kesehatan terdiri dari:

  • 5 orang tim sebagai tim penyusun yang berasal dari bagian yang mengurusi bidang wabah dan kebencanaan
  • 5 orang bidang/bagian terkait lainnya dengan penanggulangan wabah dan bencana (kepala bidang/seksi)

Output Kegiatan

Peserta memahami pentingnya dinas kesehatan memiliki perencanaan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di daerah. Selanjutnya, peserta memahami dokumen Dinkes Disaster Plan dan masing-masing dinkes dapat menyelesaikan dokumen Dinkes Disaster Plan.

Jadwal dan Materi Kegiatan

Waktu              : Selasa – Kamis / 23-25 Maret 2021
Pukul               : 08.30 – 15.00 WITA
Tempat            : Puskesmas Sangurara


Selasa, 23 Maret 2021
Waktu Materi/Kegiatan Fasilitator Narasumber
08.30 – 08.45

Pembukaan

  • Pengantar dari PKMK FK-KMK UGM
  • Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah

08.45 – 09.25

09.25 – 09.40

Materi 1: Kebijakan dan Komponen penyusunan rencana penanggulangan bencana di Dinas Kesehatan

Diskusi

Dr. dr. Ketut Suarayasa, M.Kes

Materi

dr. Bella Donna, M.Kes

 

09.40 – 10.20

10.20 – 10.35

Materi 2: Sistem Komando dan Pengorganisasian

Diskusi

Alfina A. Deu, SKM, M.Si

Materi

dr. Bella Donna, M.Kes

 

10.35 – 10.45 Coffee Break

10.45 – 11.15

11.15 – 11.45

Penugasan Pengorganisasian
  • Dr. dr. Ketut Suarayasa, M.Kes
  • Alfina A. Deu, SKM, M.Si
  • Lepsi Saputri, SKM

Happy Pangaribuan, MPH

11.45 – 13.00 ISHOMA
13.00 – 13.40 Materi 3 : Analisis Risiko dan Pengembangan Skenario

Lepsi Saputri, SKM

Materi

Madelina Ariani, MPH

 

13.40 – 14.10

14.10 – 14.40

Penugasan Analisis Risiko
  • Dr. dr. Ketut Suarayasa, M.Kes
  • Alfina A. Deu, SKM, M.Si
  • Lepsi Saputri, SKM

Happy Pangaribuan, MPH

14.40 Pengarahan hari-2
Rabu, 24 Maret 2021
Waktu Materi/Kegiatan
08.30 – 08.45 Review kegiatan hari 1 Happy Pangaribuan, MPH

08.45 – 09.25

09.25 – 09.40

Materi 4: Logistik Medik dan Fasilitas

Diskusi

drg. Lutfiah

Materi

Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
09.40 – 09.50 Coffee Break

09.50 – 10.30

10.30 – 10.40

Materi 5 : Data dan Informasi

Diskusi

Drg. Elli Yane Bangkele, M.Kes

Materi

Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
10.40 – 11.20 Materi 6 : SOP saat Bencana Jellyta H. E. Bofe, SKM, MSi Madelina Ariani, MPH

11.20 – 11.40

11.40 – 12.00

Penugasan SOP
  • drg. Lutfiah
  • Drg. Elli Yane Bangkele, M.Kes
  • Jellyta H. E. Bofe, SKM, MSi
  • dr.Muhammad Ali Hi.Palanro

Happy Pangaribuan, MPH

12.00 – 13.00 ISHOMA

13.00 – 13.40

13.40 – 14.00

Materi 7 : Peta Risiko dan Peta Respon

Praktek Peta Risiko

dr.Muhammad Ali Hi.Palanro

Materi

Drg. Elli Yane Bangkele, M.Kes

Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid

14.00 – 14.30

14.00 – 15.00

Penyusunan dokumen Dinkes Disaster Plan
  • drg. Lutfiah
  • Drg. Elli Yane Bangkele, M.Kes
  • Jellyta H. E. Bofe, SKM, MSi
  • dr.Muhammad Ali Hi.Palanro
Tim PKMK FK-KMK UGM
Kamis, 25 Maret 2021
Waktu Materi
08.30 – 08.45 Review Kegiatan hari-2 Happy Pangaribuan, MPH

08.45 – 09.25

09.25 – 09.40

Materi 8 : Manajemen Klaster Kesehatan saat Bencana

Diskusi

Materi Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
09.40 – 09.50 Coffee break
09.50 – 10.20 Penugasan Manajemen Klaster Kesehatan saat Bencana
  • Dr. dr. Ketut Suarayasa, M.Kes
  • Alfina A. Deu, SKM, M.Si
  • Lepsi Saputri, SKM drg. Lutfiah
  • Drg. Elli Yane Bangkele, M.Kes
  • Jellyta H. E. Bofe, SKM, MSi
  • dr.Muhammad Ali Hi.Palanro
Tim PKMK FK-KMK UGM

10.20 – 10.50

10.50 – 11.20

11.20 – 11.50

Penyusunan Dokumen Dinkes Disaster Plan
11.50 – 13.00 ISHOMA

13.00 – 13.30

13.30 – 14.00

Presentasi draft dokumen Dinkes Disaster Plan

Diskusi

14.00 – 14.10 Pembentukan Tim Kecil Penyusun Dinkes Disaster Plan
14.10 – 14.30 Rencana Tindak Lanjut Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
14.30 Penutupan dr. Bella Donna, M.Kes

Penutup

Demikian TOR Rencana Penyusunan Penanggulangan Bencana Dinas Kesehatan (Dinkes Disaster Plan). Kegiatan ini bermanfaat bagi Dinas Kesehatan Kota Palu dan Dinas Kesehatan Kab. Donggala yaitu tersusunnya draft dokumen Dinkes Disaster Plan. Bagi Divisi Bencana Kesehatan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (PKMK FK-KMK) UGM, sebagai lembaga riset dan konsultasi, akan bermanfaat untuk memberikan sumbangan pengembangan inovasi dalam dunia keilmuan di bidang kesehatan dan Manajemen Bencana Kesehatan di Dinas Kesehatan. Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FKKMK UGM sebagai penyelenggara program akan berkomitmen demi tercapainya tujuan program dan Caritas Germany sebagai mitra penyelenggara program akan mendapatkan laporan rutin terkait keberlangsungan program.

{tab title=”Reportase” class=”red”}

donggala 1

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Peserta Pelatihan Dinkes Disaster Plan“

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Dinas Kesehatan Kota Palu dan Dinas Kesehatan Kab. Donggala dalam menyusun rencana penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di daerahnya. Kegiatan dilaksanakan secara langsung selama 3 hari dimana hari pertama dan kedua peserta mendapat materi dan hari ketiga peserta diberi penugasan. Seluruh materi disampaikan oleh fasilitator lokal dari Dinkes Provinsi Sulteng, FK Universitas Tadulako, dan FK Universitas Alkhaeraat didampingi oleh narasumber dari tim PKMK FK – KMK UGM. Mereka adalah peserta kegiatan Training of Trainer Dinkes Disaster Plan yang dilakukan pada November 2020 lalu. Setiap fasilitator selesai memaparkan materi, tim PKMK FK – KMK UGM menambahkan hal yang perlu yang belum disampaikan oleh fasilitator. Jumlah peserta yang mengikuti Pelatihan Dinkes Disaster Plan dari Dinkes Kota Palu sebanyak 13 orang, dari Dinkes Kab. Donggala sebanyak 6 orang, fasilitator lokal 6 orang dan tim dari PKMK FK – KMK UGM 4 orang.

Selasa, 23 Maret 2021

Pertemuan hari ini peserta mendapatkan 3 materi yaitu (1) Kebijakan dan Komponen Dinkes Disaster Plan oleh Dr. dr. Ketut Suarayasa, M.Kes; (2) Sistem Komando dan Pengorganisasian oleh Alfina A. Deu, SKM, M.Si dan (3) Analisis Risiko dan Pengembangan Skenario oleh Lepsi Saputri, SKM. Materi pertama menekankan setiap terjadi bencana di daerah dinas kesehatan menjadi koordinator dalam operasi klaster kesehatan. Artinya dinas kesehatan perlu menyusun rencana kontijensi atau rencana penanggulangan bencana dan krisis kesehatan. Perencanaan yang matang ini akan membantu dinas kesehatan saat bencana terjadi, karena di dalam perencanaan ini akan dituliskan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh dinas dan apa saja yang perlu disiapkan. Sehingga ketika terjadi bencana dinas kesehatan melihat kembali dokumen yang sudah disusun artinya ada acuan atau panduan yang digunakan oleh dinas kesehatan. Materi kedua menekankan bahwa dalam sistem pengorganisasian tidak bersifat individual tapi ada sistem yang dibangun yaitu sistem komando. Di dalam struktur disusun mulai dari komandan, sekretaris, keuangan, tim logistik, tim data dan informasi, tim promosi kesehatan, dan semua bidang sub klaster kesehatan. Disusun lengkap dengan tupoksi masing – masing bidang, sehingga jelas siapa melakukan apa. Materi ketiga menekankan dalam dokumen dinkes disaster plan, perlu ditetapkan potensi bencana apa yang memiliki risiko tinggi. Tentu ini didapatkan melalui analisis risiko, artinya ada prioritas bencana apa yang akan dikembangkan dalam bentuk skenario di dalam dokumen.

 donggala2

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Penyampaian materi sistem pengorganisasian (kiri) dan materi analisis risiko (kanan)“

Rabu, 24 Maret 2021

Pada pertemuan hari kedua ini peserta mendapatkan 3 materi yaitu (1) Data dan Informasi oleh drg. Elli Yane Bangkele, M.Kes; (2) Logistik dan Fasilitas oleh drg. Lutfiah; dan (3) Peta Risiko dan Peta Respon oleh dr. Muhammad Ali Hi.Palanro. Materi data dan informasi membicarakan terkait bagaimana alur dari puskesmas melapor ke Dinkes Kab/Kota kemudian diteruskan ke Dinkes Provinsi dan bagaimana alur komunikasi ke BPBD. Alur komunikasi ini harus dimuat dalam dokumen dinkes disaster plan. Begitu juga dengan alur penanganan relawan, relawan yang datang registrasi di dinas kesehatan, kemudian dinas kesehatan menentukan penempatan bertugas. Pada materi logistik dan fasilitas banyak membahas bagaimana manajemen pengelolaan bantuan yang datang mulai dari penerimaan, penyimpanan, dan pendistribusian. Segala bantuan obat – obatan dan makanan yang datang harus diperhatikan masa kadaluarsanya dan jika ada yang tidak sesuai standar dinas kesehatan berhak mengembalikan logistik tersebut kepada relawan. Sementara yang dimaksud dengan fasilitas saat bencana adalah bagaimana dinas kesehatan mengalihfungsikan ruangan sehari – hari menjadi ruangan yang dibutuhkan saat bencana. Misalnya dalam sehari – hari ruangan aula dipakai untuk pertemuan namun saat bencana ruangan ini dipakai menjadi ruang komando. Selanjutnya pada materi peta risiko dan peta respon, di dalam peta risiko akan terlihat wialyah mana saja yang zona merah, kuning, oranye dan hijau dan lokasi fasilitas kesehatan. Saat terjadi bencana peta risiko ini digunakan menjadi peta respon untuk menentukan titik pelayanan kesehatan (fasyankes dan pos pelayanan kesehatan) yang menangani korban bencana. Sehingga memudahkan dinas kesehatan untuk menempatkan relawan dengan melihat peta respon tersebut.

donggala3

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Penyampaian materi data dan informasi (kiri), materi logistik (tengah) dan praktek peta respon (kanan)

Rabu, 25 Maret 2021

Kegiatan hari ini dimulai dengan penyampaian materi Aktivasi Klaster Kesehatan oleh Gde Yulian Yogadhita M.Epid, Apt. Pemenuhan kebutuhan kesehatan yang bermutu pada saat bencana maupun krisis kesehatan sesuai standar minimal menggunakan sistem koordinasi yang terkoneksi. Aktivasi klaster ini merupakan tanggung jawab dinas kesehatan dimana dinas kesehatan berperan sebagai koordinator klaster kesehatan. Semua koordinasi penanganan bencana terpusat di dinas kesehatan, pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh puskesmas dan rumah sakit dan juga relawan harus melapor ke dinas kesehatan. Selanjutnya penyampaian materi Standar Prosedur Operasional (SPO) saat bencana oleh Madelina Ariani, MPH. Memenuhi standar – standar yang dibutuhkan dalam pengelenggaraan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan yang tidak terdapat pada kegiatan sehari – hari. Isi SPO ini adalah proses penyelenggaraan kegiatan, bagaimana dan kapan harus dilakukan, dimana, dan oleh siapa dilakukan. Setelah penyampaian materi selesai, peserta melanjutkan penugasan menyusun draft dokumen dinkes disaster plan. Peserta dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok Dinkes Kota Palu dan Kelompok Dinkes Kab. Donggala. Proses penugasan ini didampingi oleh fasilitator lokal dan tim dari PKMK FK – KMK UGM.

 donggala 4

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Diskusi Klaster Kesehatan (kiri) dan penugasan (kanan)“

Penutup dan Rencana Tindak Lanjut

Kegiatan ini berjalan dengan baik, selanjutnya fasilitator lokal akan mendampingi dinas kesehatan dalam proses penyelesaian dokumen dinkes disaster plan. Pada 31 Maret fasilitator akan melakukan pendampingan yang pertama untuk melanjutkan penyusunan dokumen di Dinkes Kab. Donggala.

Reporter : Happy R Pangaribuan

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK – KMK UGM

{tab title=”Video” class=”green”}

{/tabs}

 

Pelatihan Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Puskesmas – 26 Maret 2021

logo caritas

logo caritas

 

Pelatihan Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Puskesmas

(Puskesmas Disaster Plan)

Puskesmas Sangurara, 26-27 Maret 2021


{tab title=”Kerangka Acuan Kegiatan” class=”blue”}

Pengantar

PKMK FK-KMK UGM bekerja sama dengan Caritas Germany akan melakukan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis Kesehatan di Sulawesi Tengah. Fasilitas kesehatan yang menjadi sasaran program ini adalah Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah, Dinkes Kabupaten Donggala, RS Kabelota, RS di Kota Palu, Puskesmas Sangurara dan Puskesmas Tompe. Dalam pelaksanaan program ini PKMK FK-KMK UGM akan tetap melibatkan Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah dan universitas lokal (Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, dan Fakultas Kedokteran Universitas Al-Khairat).

Pengembangan dokumen perencanaan penanggulangan bencana di tingkat puskesmas (Puskesmas Disaster Plan) masih sangat jarang dilakukan. Sementara selama ini yang terjadi adalah banyak puskesmas mengalami kekacauan pelayanan kesehatan ketika terjadi bencana. Puskesmas yang belum memiliki dokumen perencanaan penanggulangan bencana akan kesulitan untuk mengoperasionalkan manajemen penanganan bencana mulai dari pembagian tugas yang jelas, alur komunikasi dan rencana alternatif. Puskesmas harus memahami bahwa dokumen Puskesmas Disaster Plan sebagai salah satu bentuk kesiapan puskesmas untuk menghadapi bencana alam dan bencana non alam. Ini menjadi pembelajaran bagi seluruh fasilitas kesehatan terutama puskesmas saat terjadi bencana non alam pandemi COVID-19 yang menuntut puskesmas harus siap, khususnya dalam pelaksanaan layanan COVID-19 tapi juga tidak mengganggu layanan rutin sehari – hari terhadap pasien non COVID-19.

Dengan demikian sudah saatnya puskesmas memahami pentingnya menyusun dokumen perencanaan penanggulangan bencana operasional mungkin yang mencakup semua rencana kebutuhan dan penanganan bencana alam dan non alam. Pelatihan Puskesmas Disaster Plan ini akan membahas bagaimana upaya penyusunan rencana penanggulangan bencana di tingkat puskesmas, apa saja komponen, indikator penilaiannya, siapa saja yang terlibat hingga sharing pengalaman dalam pengembangan Puskesmas Disaster Plan.

Tujuan

Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong puskesmas dalam menyusun dan mempersiapkan rencana penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di wilayah kerja puskesmas masing – masing.

Proses Kegiatan

Kegiatan ini akan dilakukan secara langsung di Puskesmas Sangurara selama 2 hari. Hari pertama dan kedua peserta akan mendapatkan materi dan penugasan

Yang Perlu dipersiapkan oleh peserta

Peserta diharapkan dapat membawa Profil Puskesmas seperti:

  1. Peta (Map)Puskesmas, termasuk Peta wilayah kerja dan Hazard Mapping
  2. Inventarisasi :Sarana dan Prasarana serta Fasilitas Medis dan Non Medis.
  3. Kapasitas: Jumlah Tempat tidur dan SDM Medis dan Non Medis (untuk Puskesmas Rawat Inap)
  4. Mapping Fasilitas Kesehatan

Peserta Kegiatan

Peserta kegiatan sekitar 20 orang dengan rincian 10 orang dari Puskesmas Sangurara dan 10 orang Puskesmas lainnya di sekitar Sangurara. Perserta adalah Kepala Puskesmas, tim akreditasi puskesmas, dan/atau tim penanggulangan bencana puskesmas. Jika ada peserta dari puskesmas lain maka tim atau perorangan yang mewakili puskesmas diharapkan berasal dari unsur pimpinan (kepala puskesmas, KTU)/ operasional (dokter umum, perawat, bidan)/ logistik (Gizi, apoteker, tenaga kesehatan masyarakat, rumah tangga) atau perencanaan (administrasi, keuangan, dan medical record). Peserta dari Puskesmas lain yang bersedia ikut maksimal 2 orang.

Output Kegiatan

Setelah melalui proses pelatihan maka pihak puskesmas akan mempunyai tenaga yang terlatih dan memahami Teknik penyusunan dokumen Puskesmas Disaster Plan. Kemudian terbentu satu tim kecil yang memiliki komitmen menyelesaikan penyusunan dokumen Puskesmas Disaster Plan.

Jadwal dan Materi Kegiatan

Waktu              : Jumat-Sabtu / 26-27 Maret 2021

Pukul               : 08.30 – 15.00 WITA

Tempat            : Puskesmas Sangurara

Jumat, 26 Maret 2021 Fasilitator Narasumber
Waktu Materi/Kegiatan
08.30 – 08.45

Pembukaan

          Pengantar dari PKMK FK-KMK UGM

          Kepala Puskesmas

08.45 – 09.25

09.25 – 09.35

Materi 1: Konsep dan komponen puskesmas Disaster Plan

Diskusi

Erywahyuningtias, SKM, MAP

Dr. Bella Donna, M.Kes/ Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid

09.35 – 10.15

10.15 – 10.25

Materi 2: Sistem Komando dan Pengorganisasian dan SOP

Diskusi

Sutarto, SKM Dr. Bella Donna, M.Kes/ Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
10.25 – 10.35 Coffee Break
10.35 – 11.05 Penugasan Pengorganisasian
  • Erywahyuningtias, SKM, MAP
  • Sutarto, SKM
  • dr. Puspita Sari, M.Biomedic
Happy Pangaribuan, MPH/ Madelina Ariani, MPH

11.05 – 11.45

11.45 – 11.55

Materi 3 : Logistik Medik dan Fasilitas

Diskusi

dr. Puspita Sari, M.Biomedic Dr. Bella Donna, M.Kes/ Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
11.55 – 13.00 ISHOMA

13.30 – 14.10

14.10 -14.20

Materi 3 : Analisis Risiko

Diskusi

Sutarto, SKM Happy Pangaribuan, MPH/ Madelina Ariani, MPH
14.20 – 14.50 Penugasan Analisis Risiko
  • Erywahyuningtias, SKM, MAP
  • Sutarto, SKM
  • dr. Puspita Sari, M.Biomedic
  • Muhammad Nasir, SKM, MSc
  • Astrin, Amd.Keb

14.50 – 15.00 Pengarahan hari-2 Happy Pangaribuan, MPH/ Madelina Ariani, MPH
Sabtu, 27 Maret 2021
Waktu Materi/Kegiatan
08.30 – 08.45 Review kegiatan hari 1 Happy Pangaribuan, MPH/ Madelina Ariani, MPH

08.45 – 09.25

09.25 – 09.40

Materi 5: Data dan Informasi

Diskusi

Muhammad Nasir, SKM, MSc Dr. Bella Donna, M.Kes/ Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
09.40 – 09.50 Coffee Break

09.50 – 10.30

10.30 – 11.00

Materi 6 : Peta Risiko dan Peta Respon

Praktek Peta Risiko

Astrin, Amd.Keb

Dr. Bella Donna, M.Kes/ Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
11.00 – 12.00 Penugasan Penyusunan Puskesmas Disaster Plan
  • Erywahyuningtias, SKM, MAP
  • Sutarto, SKM
  • dr. Puspita Sari, M.Biomedic
  • Muhammad Nasir, SKM, MSc
  • Astrin, Amd.Keb

Tim PKMK FK-KMK UGM
12.00 – 13.00 ISHOMA
13.00 – 14.00 Penugasan Penyusunan Puskesmas Disaster Plan

14.00 – 14.30

14.30 – 14.45

Presentasi draft dokumen Puskesmas Disaster Plan

Diskusi

14.45 – 15.00 Pembentukan Tim Kecil Penyusun Puskesmas Disaster Plan dan Rencana Tindak Lanjut Happy Pangaribuan, MPH/ Madelina Ariani, MPH
15.00 Penutupan Dr. Bella Donna, M.Kes/ Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid

Penutup

Demikian kerangka acuan kegiatan Pelatihan Rencana Penyusunan Penanggulangan Bencana di Puskesmas (Puskesmas Disaster Plan). Kami berharap puskesmas dapat memahami Teknik penyusunan dokumen Puskesmas Disaster Plan. Sebagai lembaga riset dan konsultasi, Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (PKMK FK-KMK) UGM, akan memberikan sumbangan pengembangan inovasi dalam dunia keilmuan di bidang kesehatan dan Manajemen Bencana di Puskesmas. Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FKKMK UGM sebagai penyelenggara program akan berkomitmen demi tercapainya tujuan program dan Caritas Germany sebagai mitra penyelenggara program akan mendapatkan laporan rutin terkait keberlangsungan program.

{tab title=”Reportase” class=”red”}

sagura 1

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Sesi Pembukaan oleh Kepala Puskesmas Sangurara“

Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong puskesmas dalam menyusun dan mempersiapkan rencana penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di wilayah kerja puskesmas masing masing. Kegiatan dilakukan secara langsung di Puskesmas Sangurara selama 2 hari. Seluruh materi disampaikan oleh fasilitator lokal dari Dinkes Provinsi Sulteng, Dinkes Kab. Sigi, FK Universitas Tadulako, dan FK Universitas Alkhaeraat didampingi oleh narasumber dari tim PKMK FK – KMK UGM. Fasilitator ini adalah peserta kegiatan Training of Trainer Puskesmas Disaster Plan pada November 2020 lalu yang bersedia dan berkomitmen untuk terlibat dalam perluasan kapasitas sistem manajemen penanganan bencana di puskesmas. Tim PKMK FK – KMK UGM menambahkan hal yang perlu atau belum disampaikan oleh fasilitator saat pemaparan materi. Selain peserta dari Puskesmas Sangurara, pelatihan ini juga diikuti oleh puskesmas lainnya yaitu Puskesmas Lere, Puskesmas Singgani, Puskesmas Tawaeli, Puskesmas Pantoloan, Puskesmas Mamboro, Puskesmas Kamonji, Puskesmas Tipo, Puskesmas Bulili, Puskesmas Talise, Puskesmas Nosarara, Puskesmas Birobuli dan Puskesmas Mabelopura. Jumlah peserta yang mengikuti dari puskesmas sebanyak 24 orang, fasilitator lokal 4 orang dan tim dari PKMK FK – KMK UGM 4 orang.

Jumat, 26 Maret 2021

Pertemuan hari ini peserta mendapatkan 4 materi yaitu (1) Konsep dan Komponen Puskesmas Disaster Plan oleh Erywahyuningtias, SKM, MAP; (2) Sistem Komando dan Pengorganisasian oleh Sutarto, SKM (3) Analisis Risiko oleh Sutarto, SKM; dan (4) Logistik dan fasilitas saat bencana oleh dr. Puspita Sari, M.Biomedic. Saat pemaparan, Erywahyuningtias menyatakan puskesmas harus menyadari bahawa puskesmas merupakan lini terdepan yang memegang peranan utama untuk kesiapsiagaan bencana dan krisis kesehatan. Selama ini yang dihadapi puskesmas saat terjadi bencana adalah bingung harus melakukan apa terlebih dahulu apalagi jika tenaga kesehatan ikut menjadi korban, dan wajar jika terjadi kekacauan. Bagaimana meminimalkan kekacauan ini salah satunya dengan menyiapkan sejak dini dokumen puskesmas disaster plan. Dalam dokumen ini akan memuat segala sesuatu yang dibutuhkan puskesmas saat becana, jadi dokumen ini adalah dokumen yang harus disusun seoperasioanl mungkin dan lengkap. Sutarto memaparkan bahwa koordinasi yang tidak baik akan menimbulkan kekacauan karena masing – masing tidak tahu apa yang harus dilakukan dan kepada siapa akan berkoordinasi. Penting dalam dokumen disusun struktur organisasi yang berbasi sistem komando. Struktur organisasi ini bersifat sederhana, jelas dan dapat dimobilisasi dengan singkat.

Analisis risiko penting untuk mengidentifikasi potensi ancaman (hazards) di lingkungan puskesmas, ini merupakan langkah awal yang paling baik untuk membuat kesiapsiagaan/perencanaan. Melalui analisis risiko puskesmas akan mengetahui potensi ancaman bencana yang ada di wilayah dan menentukan prioritas dalam penanggulangan bencana dan krisis Kesehatan. Pada materi logistik, dr. Puspita Sari menekankan bahwa ornag yang bertugas di bidang penerimaan dan pendistribusian logistik saat bencana harus memahami standar logistik saat bencana. Banyak hal yang harus disiapkan seperti berita acara, pengecekan kualitas logistik dan pemetaan atau list logitik yang dibutuhkan di daerah puskesmas. Artinya jika ada bantuan yang datang tidak sesuai standar dan tidak dibutuhkan, puskesmas berhak untuk mengembalikannya ke relawan. Manajemen logistik dikelola bukan anya pada saat ebncana namun pada pra bencana dan pasca bencana. Pada pra bencana menganalisis kebutuhan logistik jika bencana terjadi, jenis bencana bisa disesuaikan dnegan hasil analisis risiko.

 sagura 2

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Penyampaian materi konsep dan komponen puskesmas disaster plan (kiri) dan materi analisis risiko (kanan)“

Sabtu, 27 Maret 2021

Pada pertemuan hari kedua ini peserta mendapatkan 2 materi yaitu (1) Data dan Informasi oleh Muhammad Nasir, SKM, MSc; (2) Peta Risiko dan Peta Respon oleh dr.Muhammad Ali Hi.Palanro. Dalam struktur organisasi berbasis sistem komando ada tim data dan informasi. Pengelolaan data dan informasi bertujuanmenjamin ketersediaan informasi yang cepat, tepat, akurat, konsisten, terkini, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar pengambilan keputusan. Peta Risiko Bencana adalah gambaran Tingkat Risiko bencana suatu daerah secara spasial dan non spasial berdasarkan Kajian Risiko Bencana suatu daerah. Saat terjadi bencana peta risiko ini digunakan menjadi peta respon untuk menentukan titik pelayanan kesehatan (fasyankes dan pos pelayanan kesehatan) yang menangani korban bencana. Sehingga memudahkan dinas kesehatan untuk menempatkan relawan dengan melihat peta respon tersebut. Peserta melakukan praktek langsung bagaimana membuat peta respon yang didampingi oleh fasilitator lokal dan tim PKMK FK -KMK UGM. Peserta memerankan ada yang menjadi relawan, tim logistik, tim penerimaan relawan dan tim peta respon. Kemudian peserta melanjutkan penyusunan draft dokumen puskesmas disaster plan.

 sagura 3

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Penyampaian materi data dan informasi (kiri), materi logistik (kanan)

Penutup dan Rencana Tindak Lanjut

Kegiatan ini berjalan dengan baik, selanjutnya fasilitator lokal akan mendampingi puskesmas dalam proses penyelesaikan dokumen dinkes disaster plan. Dalam mempermudah pendampingan ini, puskesmas membentuk tim penyusun dokumen dan membuat grup whatsApp.

Reporter : Happy R Pangaribuan

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

{tab title=”Video” class=”green”}

{/tabs}

Pelatihan Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Puskesmas – 29 Maret 2021

logo caritas

logo caritas

Kerangka Acuan Kegiatan

Pelatihan Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Puskesmas

(Puskesmas Disaster Plan)

Puskesmas Tompe, 29-30 Maret 2021


{tab title=”TOR” class=”red”}

Pengantar

PKMK FK-KMK UGM bekerja sama dengan Caritas Germany akan melakukan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis Kesehatan di Sulawesi Tengah. Fasilitas kesehatan yang menjadi sasaran program ini adalah Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah, Dinkes Kabupaten Donggala, RS Kabelota, RS di Kota Palu, Puskesmas Tompe dan Puskesmas Tompe. Dalam pelaksanaan program ini PKMK FK-KMK UGM akan tetap melibatkan Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah dan universitas lokal (Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, dan Fakultas Kedokteran Universitas Al-Khairat).

Pengembangan dokumen perencanaan penanggulangan bencana di tingkat puskesmas (Puskesmas Disaster Plan) masih sangat jarang dilakukan. Sementara selama ini yang terjadi adalah banyak puskesmas mengalami kekacauan pelayanan kesehatan ketika terjadi bencana. Puskesmas yang belum memiliki dokumen perencanaan penanggulangan bencana akan kesulitan untuk mengoperasionalkan manajemen penanganan bencana mulai dari pembagian tugas yang jelas, alur komunikasi dan rencana alternatif. Puskesmas harus memahami bahwa dokumen Puskesmas Disaster Plan sebagai salah satu bentuk kesiapan puskesmas untuk menghadapi bencana alam dan bencana non alam. Ini menjadi pembelajaran bagi seluruh fasilitas kesehatan terutama puskesmas saat terjadi bencana non alam pandemi COVID-19 yang menuntut puskesmas harus siap, khususnya dalam pelaksanaan layanan COVID-19 tapi juga tidak mengganggu layanan rutin sehari – hari terhadap pasien non COVID-19.

Dengan demikian sudah saatnya puskesmas memahami pentingnya menyusun dokumen perencanaan penanggulangan bencana operasional mungkin yang mencakup semua rencana kebutuhan dan penanganan bencana alam dan non alam. Pelatihan Puskesmas Disaster Plan ini akan membahas bagaimana upaya penyusunan rencana penanggulangan bencana di tingkat puskesmas, apa saja komponen, indikator penilaiannya, siapa saja yang terlibat hingga sharing pengalaman dalam pengembangan Puskesmas Disaster Plan.

Tujuan

Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong puskesmas dalam menyusun dan mempersiapkan rencana penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di wilayah kerja puskesmas masing – masing.

Proses Kegiatan

Kegiatan ini akan dilakukan secara langsung di Puskesmas Tompe selama 2 hari. Hari pertama dan kedua peserta akan mendapatkan materi dan penugasan.

Yang Perlu dipersiapkan oleh peserta

Peserta diharapkan dapat membawa Profil Puskesmas seperti:

  1. Peta (Map)Puskesmas, termasuk Peta wilayah kerja dan Hazard Mapping
  2. Inventarisasi :Sarana dan Prasarana serta Fasilitas Medis dan Non Medis.
  3. Kapasitas: Jumlah Tempat tidur dan SDM Medis dan Non Medis (untuk Puskesmas Rawat Inap)
  4. Mapping Fasilitas Kesehatan

Peserta Kegiatan

Peserta kegiatan sekitar 20 orang dengan rincian 10 orang dari Puskesmas Tompe dan 10 orang Puskesmas lainnya di sekitar Sangurara. Perserta adalah Kepala Puskesmas, tim akreditasi puskesmas, dan/atau tim penanggulangan bencana puskesmas. Jika ada peserta dari puskesmas lain maka tim atau perorangan yang mewakili puskesmas diharapkan berasal dari unsur pimpinan (kepala puskesmas, KTU)/ operasional (dokter umum, perawat, bidan)/ logistik (Gizi, apoteker, tenaga kesehatan masyarakat, rumah tangga) atau perencanaan (administrasi, keuangan, dan medical record). Peserta dari Puskesmas lain yang bersedia ikut maksimal 2 orang.

Output Kegiatan

Setelah melalui proses pelatihan maka pihak puskesmas akan mempunyai tenaga yang terlatih dan memahami Teknik penyusunan dokumen Puskesmas Disaster Plan. Kemudian terbentu satu tim kecil yang memiliki komitmen menyelesaikan penyusunan dokumen Puskesmas Disaster Plan.

Jadwal dan Materi Kegiatan

Waktu              : Senin-Selasa / 29-30 Maret 2021
Pukul               : 08.30 – 15.00 WITA
Tempat            : Puskesmas Tompe

Jumat, 26 Maret 2021 Fasilitator Narasumber
Waktu Materi/Kegiatan
08.30 – 08.45

Pembukaan

  • Pengantar dari PKMK FK-KMK UGM
  • Kepala Puskesmas

08.45 – 09.25

09.25 – 09.35

Materi 1: Konsep dan komponen puskesmas Disaster Plan

Diskusi

Erywahyuningtias, SKM, MAP

Dr. Bella Donna, M.Kes/ Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid

09.35 – 10.15

10.15 – 10.25

Materi 2: Sistem Komando dan Pengorganisasian dan SOP

Diskusi

Sutarto, SKM Dr. Bella Donna, M.Kes/ Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
10.25 – 10.35 Coffee Break
10.35 – 11.05 Penugasan Pengorganisasian
  • Erywahyuningtias, SKM, MAP
  • Sutarto, SKM
  • dr. Puspita Sari, M.Biomedic
Happy Pangaribuan, MPH/ Madelina Ariani, MPH

11.05 – 11.45

11.45 – 11.55

Materi 3 : Logistik Medik dan Fasilitas

Diskusi

dr. Puspita Sari, M.Biomedic Dr. Bella Donna, M.Kes/ Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
11.55 – 13.00 ISHOMA

13.30 – 14.10

14.10 -14.20

Materi 3 : Analisis Risiko

Diskusi

Sutarto, SKM Happy Pangaribuan, MPH/ Madelina Ariani, MPH
14.20 – 14.50 Penugasan Analisis Risiko
  • Erywahyuningtias, SKM, MAP
  • Sutarto, SKM
  • dr. Puspita Sari, M.Biomedic
  • Muhammad Nasir, SKM, MSc
  • Astrin, Amd.Keb

14.50 – 15.00 Pengarahan hari-2 Happy Pangaribuan, MPH/ Madelina Ariani, MPH
Sabtu, 27 Maret 2021
Waktu Materi/Kegiatan
08.30 – 08.45 Review kegiatan hari 1 Happy Pangaribuan, MPH/ Madelina Ariani, MPH

08.45 – 09.25

09.25 – 09.40

Materi 5: Data dan Informasi

Diskusi

Muhammad Nasir, SKM, MSc Dr. Bella Donna, M.Kes/ Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
09.40 – 09.50 Coffee Break

09.50 – 10.30

10.30 – 11.00

Materi 6 : Peta Risiko dan Peta Respon

Praktek Peta Risiko

Astrin, Amd.Keb

Dr. Bella Donna, M.Kes/ Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
11.00 – 12.00 Penugasan Penyusunan Puskesmas Disaster Plan
  • Erywahyuningtias, SKM, MAP
  • Sutarto, SKM
  • dr. Puspita Sari, M.Biomedic
  • Muhammad Nasir, SKM, MSc
  • Astrin, Amd.Keb

Tim PKMK FK-KMK UGM
12.00 – 13.00 ISHOMA
13.00 – 14.00 Penugasan Penyusunan Puskesmas Disaster Plan

14.00 – 14.30

14.30 – 14.45

Presentasi draft dokumen Puskesmas Disaster Plan

Diskusi

14.45 – 15.00 Pembentukan Tim Kecil Penyusun Puskesmas Disaster Plan dan Rencana Tindak Lanjut Happy Pangaribuan, MPH/ Madelina Ariani, MPH
15.00 Penutupan Dr. Bella Donna, M.Kes/ Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid

Penutup

Demikian kerangka acuan kegiatan Pelatihan Rencana Penyusunan Penanggulangan Bencana di Puskesmas (Puskesmas Disaster Plan). Kami berharap puskesmas dapat memahami Teknik penyusunan dokumen Puskesmas Disaster Plan. Sebagai lembaga riset dan konsultasi, Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (PKMK FK-KMK) UGM, akan memberikan sumbangan pengembangan inovasi dalam dunia keilmuan di bidang kesehatan dan Manajemen Bencana di Puskesmas. Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FKKMK UGM sebagai penyelenggara program akan berkomitmen demi tercapainya tujuan program dan Caritas Germany sebagai mitra penyelenggara program akan mendapatkan laporan rutin terkait keberlangsungan program.

 

{tab title=”Reportase” class=”green”}

dinkes disaster plan tompe 1

Dok. PKMK FK-KMK UGM.

Peserta Pelatihan Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Puskesmas Tompe“

Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong puskesmas dalam menyusun dan mempersiapkan rencana penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di wilayah kerja puskesmas masing – masing. Kegiatan dilakukan secara langsung di Puskesmas Sangurara selama 2 hari. Seluruh materi disampaikan oleh fasilitator lokal dari Dinkes Provinsi Sulteng, Dinkes Kab. Sigi, FK Universitas Tadulako, dan FK Universitas Alkhaeraat didampingi oleh narasumber dari tim PKMK FK – KMK UGM. Fasilitator acara ini merupakan peserta Training of Trainer Puskesmas Disaster Plan pada November 2020 lalu yang bersedia dan berkomitmen untuk terlibat dalam perluasan kapasitas sistem manajemen penanganan bencana di puskesmas. Tim PKMK FK – KMK UGM menambahkan hal yang perlu atau belum disampaikan oleh fasilitator saat pemaparan materi. Jumlah peserta dari puskesmas yang mengikuti pelatihan ini sebanyak 16 orang, fasilitator lokal 4 orang dan tim dari PKMK FK – KMK UGM 4 orang.

Pertemuan hari pertama Puskesmas Tompe mendapatkan 4 materi yaitu (1) Konsep dan Komponen Puskesmas Disaster Plan oleh Erywahyuningtias, SKM, MAP; (2) Sistem Komando dan Pengorganisasian oleh Iskandar (3) Analisis Risiko oleh Muhammad Nasir, SKM, MSc; serta (4) Logistik dan fasilitas saat bencana oleh dr. Puspita Sari, M.Biomedic. Pada materinya Erywahyuningtias mengatakan puskesmas harus menyadari bahwa puskesmas merupakan lini terdepan yang memegang peranan utama untuk kesiapsiagaan bencana dan krisis kesehatan. Penting dalam dokumen disusun struktur organisasi yang berbasi sistem komando. Struktur organisasi ini bersifat sederhana, jelas dan dapat dimobilisasi dengan singkat. Analisis risiko penting untuk mengidentifikasi potensi ancaman (hazards) di lingkungan puskesmas, ini merupakan langkah awal yang paling baik untuk membuat kesiapsiagaan/perencanaan. Manajemen logistik dikelola bukan hanya pada saat bencana namun pada pra bencana dan pasca bencana.

Pada pertemuan hari kedua ini masing – masing puskesmas mendapatkan 2 materi yaitu (1) Data dan Informasi oleh Muhammad Nasir, SKM, MSc; (2) Peta Risiko dan Peta Respon oleh Gde Yulian Yogadhita, M.Epid . Dalam struktur organisasi berbasis sistem komando ada tim data dan informasi. Pengelolaan data dan informasi bertujuan menjamin ketersediaan informasi yang cepat, tepat, akurat, konsisten, terkini, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar pengambilan keputusan. Peta Risiko Bencana adalah gambaran Tingkat Risiko bencana suatu daerah secara spasial dan non spasial berdasarkan Kajian Risiko Bencana suatu daerah. Pada akhir sesi peta respon, peserta melakukan praktek langsung bagaimana cara membuat peta respon. melakukan praktek langsung bagaimana membuat peta respon yang didampingi oleh fasilitator lokal dan tim PKMK FK – KMK UGM. Peserta memerankan ada yang menjadi relawan, tim logistik, tim penerimaan relawan dan tim peta respon. Pada sesi diskusi juga peserta menanyakan apa perbedaan peta risiko dan peta respon dan siapa yang bertanggung jawab untuk membuat peta ini. Peserta. Kemudian peserta melanjutkan penyusunan draft dokumen puskesmas disaster plan.

 dinkes disaster plan tompe 2

Dok. PKMK FK-KMK UGM.
“Penyampaian materi Data dan Informasi (kiri) dan praktek peta respon (kanan)

Penutup dan Rencana Tindak Lanjut

Kegiatan ini berjalan dengan baik, selanjutnya fasilitator lokal akan mendampingi puskesmas dalam proses penyelesaikan dokumen dinkes disaster plan. Dalam mempermudah pendampingan ini, puskesmas membentuk tim penyusun dokumen dan membuat grupW.

 

Reporter : Happy R Pangaribuan

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK – KMK UGM

{/tabs}