PKMK–Papua Barat. Provinsi ketiga dan yang terakhir yang menjadi sasaran tindak lanjut UNICEF yang bekerjasama dengan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan dan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK-KMK UGM dalam menyusun modul Operasionalisasi Klaster Kesehatan pada 2022 adalah Provinsi Papua Barat. PKMK FK-KMK UGM memfasilitasi peningkatan kapasitas untuk tenaga kesehatan di Dinas Kesehatan dan lintas sektor dalam menyusun dan merevisi rencana penanggulangan bencana dan operasionalisasi HEOC-health emergency operation center sebagai bagian dari klaster kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di Hotel Swiss-Bell Manokwari ini dilangsungkan selama lima hari yaitu 13-18 Februari 2023. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas menyusun rencana penanganan bencana dan krisis kesehatan serta cara mengoperasionalisasikan klaster kesehatan. Selengkapnya
“Program Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM” Outlook Kebijakan Kesehatan “Transformasi Sistem Kesehatan Indonesia: Prospek dan Tantangan”
Pengantar website mengawali Februari 2023, divisi manajemen bencana akan menyampaikan gambaran besar rencana program divisi tahun ini yang sudah dipaparkan pada kegiatan Outlook Kebijakan Kesehatan. Rencana kegiatan yang disusun tentunya mendukung dan bersinergi dengan transformasi sistem kesehatan Indonesia. Visi pelatihan program penyusunan dokumen perencanaan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan (rencana kontijensi/renkon) di rumah sakit, puskesmas dan dinas kesehatan adalah bagaimana dokumen ini operasional untuk digunakan saat terjadi bencana. Divisi Manajemen Bencana bekerja sama dengan Pusat Krisis Kesehatan (PKK) Kemenkes untuk mengembangkan pelatihan renkon bidang kesehatan dan formasi pembimbingan pelatihan cadangan tenaga kesehatan, dan pegembangan penyusunan modul rencana kontijensi bidang kesehatan. Mengawali 2023 Divisi Manajemen Bencana Kesehatan bersama PKK Kemenkes akan mempresentasikan secara oral 5 kegiatan divisi bencana di Kongres World Association for Disaster and Emergency Medicine (WADEM) pada Mei 2023. Tim akan meneruskan pengembangan pelatihan dan pendampingan penyusunan dokumen disaster plan sektor kesehatan dan tentunya akan selalu melibatkan pihak-pihak terkait.
PKK Kemenkes merespon dengan baik seluruh rencana program divisi 2023 dan konsisten akan mendukung penuh kegiatan. Apalagi setelah dikaji lebih lanjut banyak sekali potensi yang akan mengancam negara kita. Kondisi di Indonesia informasi surveillance belum real time, jaringan laboratorium belum terintegrasi, screening di pintu masuk belum optimal, tenaga relawan belum terkoordinasi dengan baik, respon tanggap darurat belum optimal, pemenuhan logistik belum mencukupi. Untuk menghadapi kondisi tersebut tentunya dibutuhkan integrasi, koordinasi dan kolaborasi pentahelix. Hal baru sekarang yang sedang disusun adalah pedoman sistem ketahanan kesehatan yang berketahanan iklim. Kebijakan adaptasi perubahan iklim sangat luas. Ini dapat dikembangkan dalam penelitian dan pengembangan guideline.
Educational Programmes in Health Emergency and Disaster Management
Program edukasi manajemen bencana sebagai bentuk kegiatan mitigasi bencana di Indonesia sering diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Nasional dan Daerah. Kegiatan ini rutin dilakukan khususnya di sekolah-sekolah rawan bencana. Namun sejauh ini, pengetahuan terkait bencana belum masuk dalam program kurikulum sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas. Di beberapa universitas, pembelajaran terkait kebencanaan sudah masuk dalam kurikulum perkuliahan.Pengetahuan terkait kebencanaan ini sangatlah luas, dapat dikaji dari sisi kesehatan, geografi, ekonomi, sosial dan sebagainya. Artikel berikut mengidentifikasi program edukasi health emergency and disaster management di Eropa dan panduan untuk membantu meningkatkan kurikulum terkait kebencanaan sektor kesehatan. Diidentifikasi terdapat 34 program edukasi dimana sebagian besar berlokasi di Spanyol, Inggris, atau Prancis. Hampir semua program menggunakan ruang kelas universitas virtual, yang ketiga menawarkan konten dan guru manajemen bencana multidisiplin, dan setengahnya menggunakan simulasi situasional. Kualitas program pendidikan Eropa dalam kedaruratan kesehatan dan manajemen bencana telah meningkat, terutama dalam hal penggunaan metodologi pengajaran yang lebih praktis dan interaktif dan dalam penyertaan topik yang relevan seperti komunikasi, pendekatan psikologis dan evaluasi intervensi. Penggunaan metode ini bisa diadaptasi dan dikembangkan di Indonesia.
Penanggulangan Bencana di Indonesia: Tantangan Kompleks dari Sistem Peringatan Dini Ganda
Indonesia adalah salah satu daerah paling rawan bencana di dunia dan manajemen risiko bencana telah dipraktikkan dengan cara yang spesifik secara lokal selama ratusan tahun. Sistem peringatan dini (early warning system/EWS) yang baru-baru ini digariskan dalam peraturan belum sepenuhnya dilaksanakan dengan baik, dan memiliki kerumitan besar mulai dari alokasi anggaran hingga koordinasi pemerintah. Bagaimana cara terbaik bagi negara untuk menavigasi jalannya melalui kedua sistem manajemen bencana? Artikel ini dipublikasikan pada 2022.
Reportase Pelatihan Penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana untuk Sektor Kesehatan di Provinsi Maluku
PKMK–Maluku. Provinsi kedua yang menjadi sasaran tindak lanjut UNICEF yang bekerjasama dengan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan dan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK-KMK UGM dalam menyusun modul Operasionalisasi Klaster Kesehatan pada 2022 adalah Provinsi Maluku. PKMK FK-KMK UGM memfasilitasi peningkatan kapasitas untuk tenaga kesehatan di Dinas Kesehatan dalam menyusun dan merevisi rencana penanggulangan bencana dan operasionalisasi HEOC-health emergency operation center sebagai bagian dari klaster kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di Hotel Santika Premiere Ambon ini dilangsungkan selama lima hari yaitu 16-20 Januari 2023. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas menyusun rencana penanganan bencana dan krisis kesehatan serta cara mengoperasionalisasikan klaster kesehatan.
Reportase Pelatihan Penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana untuk Sektor Kesehatan di Provinsi Papua

PKMK – Papua. Sebagai rencana tindak lanjut UNICEF yang bekerjasama dengan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan dan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FKKMK UGM dalam menyusun modul Operasionalisasi Klaster Kesehatan pada 2022, di awal tahun ini kembali mempercayakan PKMK FK-KMK UGM untuk memfasilitasi peningkatan kapasitas untuk tenaga kesehatan di Dinas Kesehatan dalam menyusun dan merevisi rencana penanggulangan bencana dan operasionalisasi klaster kesehatan. Kegiatan di – Hotel Horison, Kotaraja Papua, Abepura yang akan dilangsungkan selama lima hari yaitu 9-13 Januari 2023. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas menyusun rencana penanganan bencana dan krisis kesehatan serta cara mengoperasionalisasikan klaster kesehatan
Pokja Bencana FK-KMK UGM Menandatangani Pakta Integritas Tenaga Cadangan Kesehatan
Makassar. Dalam rangkaian Pencanangan dan Sosialisasi Tenaga Cadangan Kesehatan oleh Kementerian Kesehatan, Ketua Pokja Bencana FK-KMK UGM – Sutono, SKp, M.Kep, MSc telah mendatangi pakta integritas mengenai komitmennya sebagai tenaga cadangan kesehatan yang siap dimobilisasi kapanpun pada situasi tanggap darurat bencana dan krisis kesehatan di seluruh Indonesia. Penandatanganan pakta integritas ini juga melibatkan organisasi profesi kesehatan, tim-tim medis, PSC 119, dan organisasi kemasyarakat lainnya. Kegiatan ini juga diikuti oleh seluruh dinas kesehatan provinsi di Indonesia.
Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 dan Rumah Resiliensi Indonesia (RR-I)

Dalam rangkaian Global Platform for Disaster Risk Reduction ke-7 di Bali pada 23-28 Mei 2022, sebagai bagian dari kegiatan untuk mengangkat pembelajaran dan praktik baik berbagai pihak di Indonesia ke tingkat dunia, Pemerintah Indonesia bersama berbagai lembaga/organisasi non-pemerintah menyelenggarakan Rumah Resiliensi Indonesia (RRI).
PKMK FK – KMK UGM bersama Caritas Germany Indonesia turut berkontribusi dalam market place, Panggung Resiliensi, talkshow, panel pameran, serta World Café yang bertempat di Art Bali – Bali Collection (AB-BC) – Nusa Dua Bali.
- Agenda kegiatan GPDRR dan beberapa kelas yang dapat diikuti secara online melalui https://globalplatform.undrr.org/programme/agenda-during
- Menariknya, BNPB juga menyiapkan tautan Zoom untuk kegiatan Panggung Resiliensi dan Talkshow pada link berikut https://bit.ly/RRI-H2
- Untuk melihat seluruh organisasi yang terlibat dan bahasan pembicara silakan kunjungi https://rumahresiliensiind.wixsite.com/my-site-2
Peningkatan Kapasitas Public Health Emergency Operation Center

Kegiatan ini merupakan lanjutan kegiatan Peningkatan Kapasitas Public Health Emergency Operation Center (PHEOC) di daerah yang diselenggarakan pada tahun lalu. Pada 2021 lalu telah dilaksanakan rangkaian kegiatan mulai dari pengkajian kapasitas daerah untuk melihat sejauh mana Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Dinas Kesehatan Kota Makassar dan Dinas Kesehatan Kabupaten Maros sudah menyiapkan kegiatan KKM sampai pengayaan terkait materi ICS dan PHEOC. Hasil reviewmenunjukkan bahwa kapasitas umum untuk KKM masih perlu dikembangkan dan diperlukan kapasitas khusus dalam menyusun rencana penanggulangan bencana daerah. Langkah selanjutnya adalah pelaksanaan pelatihan online dan offline mengenai Dinas Kesehatan Disaster Plan Dinkes Disaster Plan (DDP) dan bagaimana integrasinya dengan PHEOC. Harapannya agar peran PHEOC di daerah oleh dinas kesehatan semakin kuat dan pondasi struktur penanganan bencana di daerah terbangun. Dinas kesehatan akan difasilitasi untuk menyusun perencanaan DDP dan organisasi PHEOC daerah, mengevaluasi rangkaian kegiatan dan merencanakan penanggulangan bencana alam, non alam, krisis dan kedaruratan kesehatan masyarakat menggunakan pendekatan dinkes disaster plan di daerah.
The Capacity of the Indonesian Healthcare System to Respond to COVID-19
Pengantar website bencana minggu ini membagikan salah satu artikel hasil kajian tim peneliti dari FK-KMK UGM terkait bagaimana kapasitas sistem kesehatan Indonesia untuk respon COVID 19. Kapasitas ini dianalisis dengan fokus pada elemen surge capacity : staff, stuff, structure, and system. Elemen staff mengidentifikasi kapasitas tenaga medis belum cukup menangani permintaan perawatan kesehatan yang berpotensi meningkat karena pandemi. Demikian halnya dengan infrastruktur, masih terbatas untuk menangani peningkatan kasus COVID-19, terungkap kelemahan sistem rujukan pasien dan keterbatasan memberikan layanan kesehatan esensial dalam keadaan darurat yang berkepanjangan. Setelah berakhirnya pandemi COVID-19, fasilitas kesehatan harus mampu menyusun rencana penanggulangan bencana alam dan non alam dengan skenario kenaikan lonjakan kasus yang tinggi dalam waktu yang singkat. Respon menghadapi bencana non alam seperti pandemi COVID-19 membuktikan pada akhirnya membutuhkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan berdasarkan keempat elemen surge capacity. Peningkatan kapasitas ini dapat dimulai dengan menyusun rencana penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di daerah.

