Materi Pelatihan Dasar Online Penyusunan Rencana Penanganan Bencana di Rumah Sakit
{tab title=”Materi” class=”red”}
Hari Pertama : Selasa, 11 April 2023
| Materi/Kegiatan | Narasumber |
| Pembukaan dan Pengantar | dr. Hendro Wartatmo, SpB.KBD |
|
Materi 1: Akreditasi dan Strategi Penyiapan HDP di RS |
dr. Bella Donna, M.Kes |
|
Materi 2: Analisis Risiko, Hospital Safety Indeks |
Madelina Ariani, MPH |
|
Materi 3 : Sistem Komando dan Pengorganisasian |
Dr. Yudha Mathan Sakti,SpOT, K(Spine) |
|
Materi 4 : Logistik Medik dan Manajemen Relawan |
apt.Gde Yulian Yogadhita, M.Epid |
Selasa, 18 April 2023
| Materi/Kegiatan | Narasumber/Fasilitator |
|
Materi 5 : identifikasi fasilitas dan penyusunan SOP saat Bencana |
Sutono, S.Kp, M.Sc, M.Kep |
|
Materi 6 : Pengorganisasian sub bab Tupoksi dan Kartu Tugas |
dr. Bella Donna, M.Kes |
|
Materi 7 : Manajemen Penanganan Bencana non Alam (Penyakit Menular) dalam dokumen HDP |
dr. Wahyu Kartiko Tomo, Sp.B |
{tab title=”Reportase Pertemuan 1″ class=”blue”}
Pelatihan Dasar Penyusunan Rencana Penanganan Bencana di Rumah Sakit (Hospital Disaster Plan) oleh Pusat Kebijakan Manajemen Kesehatan (PKMK) UGM diadakan pada tanggal 11 April 2023 merupakan pelatihan HDP pertama kali di tahun ini setelah diselenggarakan beberapa kali pada 2022. Seluruh sesi pelatihan kali ini dipandu peneliti PKMK UGM yaitu Happy Pangaribuan, MPH. Pelatihan diikuti oleh 7 rumah sakit antara lain, RSJ dr. Yaunin, RS Mata dr. YAP Yogyakarta, RS Ibu dan Anak Al Islam Bandung, RSUD dr. Karneni Kabupaten Tulungagung, RS Immanuel, RS St. Carolus Jakarta, RS Dr. Drajat Prawiranegara. Kegiatan ini bertujuan untuk memahami alasan diperlukannya dokumen HDP dalam penanganan kondisi bencana, memahami komponen dan proses penyusunan dokumen HDP. Rangkaian kegiatan dilaksanakan dalam dua pertemuan secara daring, pertemuan kedua akan dilaksanakan 18 April 2023.
Acara dibuka oleh dr. Hendro Wartatmo, SpB-KBD selaku penasihat di Divisi Manajemen Bencana PKMK. Hendro menekankan hubungan dokumen HDP dengan akreditasi bahwa dokumen HDP dapat memenuhi persyaratan akreditasi (penilaian MFK 9) sekaligus digunkan untuk menangani pasien pada kondisi bencana. Hal tersebut berarti HDP memiliki 2 fungsi yaitu fungsi operasional dan fungsi administrasi. Setelah pembukaan, para peserta diarahkan untuk mengerjakan soal pre test selama 5 menit.

Sesi selanjutnya diisi oleh dr. Bella Donna, M.Kes dengan topik “Akreditasi dan Strategi Penyiapan HDP di RS”. Bella menyampaikan poin-poin penting dalam materinya yaitu terkait Safe Hospital, konsep risiko, hazard, kerentanan, kapasitas, surge capacity, manajemen fasilitas, manajemen keselamatan, dan komponen HDP. Hal baru yang disampaikan Bella yaitu dari perspektif ekonomi, respon kebijakan sistem kesehatan ada dalam prioritas 3S: memobilisasi SDM (Staff), meningkatkan persediaan (Supply), serta mengoptimalkan fasilitas (Space). 3S dibutuhkan menjadi satu kebijakan dalam sistem kesehatan menghadapi lonjakan kasus. Terakhir, kaitan antara akreditasi dan dokumen HDP adalah MFK dalam akreditasi termasuk di dalam elemen-elemen HDP. Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh beberapa peserta.
Materi kedua dipaparkan oleh Madelina Ariani, MPH dengan judul “Analisis Risiko, Hospital Safety Index (HSI)”. Madelina mengajak para peserta untuk mengenali risiko, potensi bencana yang pernah dan yang mugkin terjadi, kapasitas, dan ancaman yang dimiliki di rumah sakit masing-masing. Madelina juga memaparkan contoh dokumen HDP dan penyusunan dokumen HDP berawal dari analisis risiko. Hasil dari perhitungan analisis risiko berupa prioritas mitigasi dan kesiapsiagaan, dari situ akan didapatkan prioritas lalu akan muncul kebutuhan logistik. Terakhir ia memaparkan berbagai macam instrumen menghitung HSI.
Materi ketiga berjudul Pengorganisasian dan Sistem Komando dalam HDP disampaikan oleh dr. Yudha Mathan Sakti, SpOT(K). dr. Yudha mengingatkan sekali lagi bahwa potensi bencana alam di Indonesia tinggi dan menekankan bahwa persiapan dan koordinasi adalah kunci utama dalam penanganan bencana. Poin penting materi antara lain sistem pengorganisasian, uraian tugas, dan fasilitas. Yudha pun menceritakan pengalaman tim RSUP Dr. Sardjito dalam persiapan erupsi Gunung Merapi pada 2006.
Materi terakhir dipresentasikan oleh Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid. tentang Logistik Medik dan Manajemen Relawan. Gde selalu berpesan bahwapersiapan logistik adalah hal yang krusial dan kebutuhan logistik dalam kondisi bencana dapat diprediksi seperti yang Ia contohkan dengan instrumen WHO pada pandemi COVID-19. Gde juga menyebutkan pentingnya dokumen Berita Acara Serah Terima (BAST). Manajemen relawan juga perlu dilakukan. Acara ditutup dengan pengarahan pertemuan kedua oleh Happy.
Reportase oleh dr. Satrio Pamungkas
PKMK FK-KMK UGM
{tab title=”Reportase Pertemuan 2″ class=”grey”}
Pertemuan kedua pelatihan penyusunan dokumen HDP diadakan pada Selasa, 18 April 2023, dan kembali dipandu oleh Happy R. Pangaribuan, MPH. Pada pertemuan kali ini terdapat 3 materi pelatihan lalu di akhir acara para peserta diminta untuk mengerjakan post test.

Dok. PKMK. Happy R. Pangaribuan, MPH sebagai moderator.
Materi pertama disampaikan oleh Sutono, S.Kep, M.Sc, M.Kep dengan topik Identifikasi Fasilitas dan penyusunan SOP saat Bencana. Sutono mengawali presentasi dengan menceritakan pengalaman penanganan bencana gempa bumi Bantul 2006 di RSUP Dr. Sardjito. Hal penting yang perlu diperhatikan adalah diperlukan SOP khusus dalam penanganan bencana yang berbeda dengan SOP sehari-hari. Dalam kondisi bencana, Sutono menyampaikan faktor-faktor kunci yang terbagi dalam manajemen kesehatan (Medical Management) dan bantuan kesehatan (Medical Support) dan penjabaran secara detil. Di akhir materinya, Sutono memberikan contoh daftar SPO dalam bencana. Pada sesi diskusi, perwakilan dari RSUD Dr. Dradjat Prawiranegara memberikan contoh SOP yang mereka miliki.

Dok. PKMK. Sutono, S.Kep, M.Sc, M.Kep
Materi kedua oleh dr. Bella Donna, M.Kes dengan judul “Pengorganisasian sub bab Tupoksi dan Kartu Tugas”. Bella menjelaskan tentang sistem koordinasi dalam klaster kesehatan dan konsep pengorganisasian pada saat penanggulangan bencana. Metode pengorganisasian dapat menggunakan ICS dan MIMMS. Bella menyampaikan metode MIMMS digunakan oleh beberapa RS di Bali. Perbedaannya, HICS yang memiliki sifat networking, sedangkan MIMMS bersifat urutan proses. Pada sesi diskusi, perwakilan peserta dari RSUD dr. Dradjat Prawiranegara memaparkan contoh struktur organisasi lalu diberi masukan oleh Bella.

Dok. PKMK. Pemateri kedua dr. Bella Donna, M.Kes
Materi terakhir pada pertemuan kedua dipaparkan oleh dr. Wahyu Kartiko Tomo, SpB dengan judul “Manajemen Penanganan Bencana Non Alam (Penyakit Menular) dalam dokumen HDP”. Tomo menceritakan pengalaman dalam penerjunan penanganan bencana di Palu, Majene pada Januari 2021. Tomo menyampaikan bahwa penyakit-penyakit yang ada perlu didokumentasikan dan perlu dipertimbangkan untuk dimasukkan ke dalam dokumen HDP. Tomo menekankan prinsip penanganan infeksi pada kondisi bencana adalah perencanaan dan manajemen bencana yang efektif. Pihaknya pun memberikan contoh penyakit menular setelah bencana alam berdasarkan beberapa artikel ilmiah. Di akhir, Tomo merekomendasikan untuk membaca lebih lanjut buku pedoman penyelidikan penanggulangan KLB penyakit menulat dan keracunan pangan untuk sebagai referensi dokumen HDP.

Dok. PKMK. Pemateri ketiga dr. Wahyu Kartiko Tomo, SpB
Reportase oleh dr. Satrio Pamungkas
Divisi Manajemen Bencana PKMK UGM
{tab title=”Video” class=”green”}
Selasa, 11 April 2023
Selasa, 18 April 2023
{/tabs}

Post Comment