Webinar Series Pengembangan Konsep Telemedicine dan Manajemen Bencana Kesehatan di Era Pandemi Covid-19

Webinar Series
Pengembangan Konsep Telemedicine dan Manajemen Bencana Kesehatan di Era Pandemi Covid-19
30 Agustus – 27 September
{tab Kerangka Acuan Kegiatan}
Latar Belakang
Di era pandemic COVID-19, penggunaan teknologi informasi atau aplikasi digital kesehatan menjadi strategi yang efektif untuk mendukung berjalannya pelayanan kesehatan. Kementerian Kesehatan menggandeng banyak platform layanan telemedicine untuk konsultasi kesehatan virtual bagi pasien COVID-19 khususnya yang menjalani isolasi mandiri. Konsep telemedicine ini juga sudah banyak diaplikasikan dan dikembangkan di berbagai daerah termasuk Sulawesi Tengah.
Sejak Juni 2021 terjadi peningkatan kasus COVID-19 yang signifikan di Kota Palu Sulawesi Tengah dan dinyatakan Kota Palu memberlakukan PPKM Level 4. Fasilitas kesehatan penuh dan mulai kewalahan menagani pasien, ditambah lagi keterbatasan jumlah tenaga kesehatan. Untuk menekan kekacauan tersebut, pemerintah Kota Palu mengambil langkah strategi bagaimana meningkatkan peran serta masyarakat dalam hal penanganan COVID-19, berharap mereka bisa mandiri dan tangguh. Pemerintah Kota Palu didukung dengan berbagai organisasi profesi kesehatan di Kota Palu membentuk Tim Relawan Nagasi. Tim Relawan Nagasi membuka konsultasi pelayanan kesehatan pasien COVID-19 via WhatsApp. Tidak hanya sebatas konsultasi tetapi ada pengantaran obat dan membantu mengkoordinasikan dengan fasilitas kesehatan terdekat jika pasien membutuhkan perawatan segera. Program Tim Relawan Nagasi ini disebut juga sebagai pemanfaatan telemedicine untuk melakukan pelayanan kesehatan.
Sangat penting bagi daerah yang menggunakan aplikasi digital kesehatan mengetahui dan lebih memahami konsep telemedicine dan mekanisme pelaporan dan pencatatan telemedicine, termasuk bagaimana konsep ini bisa diintergrasikan dengan manajemen bencana serta krisis kesehatan. Bersama Relawan Nagasi dan peserta lainnya, PKMK FK-KMK UGM dan Caritas Germany berinisiatif membuat 5 rangkaian webinar rutin satu jam setiap minggunya. Penyampaian konsep dan penugasan ini akan dikembangkan secara mandiri oleh Relawan Nagasi untuk mendisain telemedicine yang paling cocok dan sesuai dengan kapasitas dan situasi penanganan bencana alam non alam di Kota Palu khususnya.
Tujuan
Peserta memahami konsep telemedicine secara umum khususnya dalam era pandemic COVID-19. Secara khusus diharapkan dapat memahami mengenai konsep dan mekanisme pelayanan kesehatan telemedicine, memahami pencatatan dan pelaporan pelayanan kesehatan telemedicine, memahami manajemen informasi bencana, serta mampu membuat perencanaan kegiatan telemedicine Relawan Nagasi.
Proses Kegiatan
Kegiatan ini berbentuk webinar yang dilaksanakan melalui aplikasi zoom meeting. Narasumber akan menyampaikan konsep secara umum. Dilanjutkan dengan diskusi dan penugasan untuk Relawan Nagasi. Proses pendampingan dilakukan secara jarak jauh baik pada saat pertemuan rutin setiap Senin pukul 13.00 – 14.30 WIB ataupun melalui email dan grup chating antara peserta dan fasilitatror. Evaluasi tertulis dan penilaian hasil penugasan peserta akan dinilai sebagai pertimbangan kebutuhan sertifikat kegiatan.
Peserta Kegiatan
- Tim Relawan Nagasi Kota Palu Sulawesi Tengah
- Fasilitator Lokal Disaster Plan Sulawesi Tengah (*dampingan PKMK FK-KMK UGM)
Undangan:
- Bidang Krisis Kesehatan dan Bidang terkait Di Dinas Kesehatan Sulawesi Barat
- UPT P2KT Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah
- Dinas Kesehatan Kota Palu
- Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala
- Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi
- PSC 119 Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota di Sulawesi Tengah
Output Kegiatan dan Syarat Sertifikat
Peserta mendapatkan pengetahuan terkait konsep telemedicine secara umum khususnya dalam era pandemic COVID-19 dan draft-draft penugasan. Syarat mendapatkan sertifikat adalah menghadiri kegiatan secara penuh (5 kali pertemuan), aktif berdiskusi, mengerjakan penugasan, dan mengikuti ujian tulis dengan nilai minimal 7.
Waktu Pelaksanaan dan Rundown Kegiatan
Hari/Tanggal : 5 kali pertemuan setiap Senin, 30 Agustus – 27 September 2021
Waktu : 14.00 – 15.30 WITA
Link Zoom : Meeting ID: 817 6782 5523 / Passcode: 934606
| Waktu | Kegiatan/Materi | Narasumber/Moderator |
| Pertemuan 1: Senin, 30 Agustus 2021 | ||
| 14.00 – 14.10 WITA | Pembukaan dan pengantar | Inisiator Relawan Nagasi dan PKMK-FK-KMK UGM |
| 14.10 – 14.50 WITA | Pemaparan Materi Pelayanan telemedicine : Konsep, Regulasi dan Implementasi |
Anis Fuad, S.Ked., DEA (Konsultan dan Dosen Sistem Informasi FK-KMK UGM) |
| 14.50 – 15.25 WITA | Diskusi (dan penyampaian tugas) |
– Gde Yulian Yogadhita, Apt, M.Epid – Madelina Ariani, SKM, MPH |
| 15.25 – 15.30 WITA | Penutup | PKMK FK-KMK UGM |
| Pertemuan 2: Senin, 6 September 2021 | ||
| 14.00 – 14.05 WITA | Pengantar | dr. Bella Donna, M.Kes |
| 14.05 – 14.50 WITA | Pemaparan Materi : Monitoring Telemedicine | Anis Fuad, S.Ked., DEA (Konsultan dan Dosen Sistem Informasi FK-KMK UGM) |
| 14.50 – 15.25 WITA | Diskusi (dan penyampaian tugas) |
Gde Yulian Yogadhita, Apt, M.Epid Madelina Ariani, SKM, MPH |
| 15.25 – 15.30 WITA | Penutup | |
| Pertemuan 3: Senin, 13 September 2021 | ||
| 14.00 – 14.05 WITA | Pengantar | dr. Bella Donna, M.Kes |
| 14.05 – 14.45 WITA | Penugasan Relawan Nagasi |
dr. Bella Donna, M.Kes Gde Yulian Yogadhita, Apt, M.Epid Madelina Ariani, SKM, MPH |
| 14.45 – 15.25 WITA | Pengerjaan Mandiri oleh peserta | Happy Pangaribuan, SKM, MPH |
| 15.25 – 15.30 WITA | Penutup | PKMK FK-KMK UGM |
| Pertemuan 4: Senin, 20 September 2021 | ||
| 14.00 – 14.05 WITA | Pengantar | dr. Bella Donna, M.Kes |
| 14.05 – 14.50 WITA | Penugasan (lanjutan) |
dr. Bella Donna, M.Kes Gde Yulian Yogadhita, Apt, M.Epid Madelina Ariani, SKM, MPH |
| 14.50 – 15.25 WITA | Diskusi (dan penyampaian tugas) | Happy Pangaribuan, SKM, MPH |
| 15.25 – 15.30 WITA | Penutup | PKMK FK-KMK UGM |
| Pertemuan 5: Senin, 27 September 2021 | ||
| 14.00 – 14.05 WITA | Pengantar | dr. Bella Donna, M.Kes |
| 14.05 – 14.45 WITA | Pemaparan Materi : Manajemen bencana (informasi, komunikasi risiko, promkes dan perilaku) |
Gde Yulian Yogadhita, Apt, M.Epid |
| 14.45 – 15.25 WITA | Ujian tulis | Happy Pangaribuan, SKM, MPH |
| 15.25 – 15.30 WITA | Penutup | PKMK FK-KMK UGM |
Penutup
Demikian kerangka acuan webinar konsep telemedicine di era pandemic COVID-19. Pelatihan ini bermanfaat untuk meningkatkan pelayanan kesehatan berbasis digital kesehatan di daerah. Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FKKMK UGM sebagai penyelenggara program akan berkomitmen demi tercapainya tujuan program dan Caritas Germany sebagai mitra penyelenggara program akan mendapatkan laporan rutin terkait keberlangsungan program.
{tab Reportase}
Series ini dilaksanakan sebanyak 5 kali pertemuan setiap Senin dimulai pada 30 Agustus 2021. Webinar ini bertujuan supaya peserta memahami konsep telemedicine secara umum khususnya dalam era pandemi COVID-19. Secara khusus peserta diharapkan dapat memahami konsep dan mekanisme pelayanan kesehatan telemedicine, memahami pencatatan dan pelaporan pelayanan kesehatan telemedicine, memahami manajemen informasi bencana, serta mampu membuat perencanaan telemedicine Relawan Nagasi. Peserta kegiatan ini khusus yaitu Tim Relawan Nagasi Kota Palu Sulawesi Tengah.
{slider title=”Senin, 30 Agustus 2021″ class=”icon” open=”false”}

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Sesi Pembukaan oleh dr. Reny Lamadjijo Sp.PK, M.Kes”
Peserta dari Tim Relawan Nagasi yang mengikuti pertemuan pertama sebanyak 89 orang. Pertemuan pertama ini dibuka oleh dr. Reny Lamadjido Sp.PK., M.Kes selaku Wakil Walikota Palu sekaligus inisiator Relawan Nagasi. Reny menekankan kembali bahwa Tim Nagasi sangat diapresiasi seluruh masyarakat, melalui tim Nagasi ini masyarakat mau membuka diri tentang yang dialami dan masyarakat sangat terbantu. Artinya webinar terkait telemedicine ini akan sangat membantu untuk menambah pengetahuan relawan Nagasi dan memperbaiki atau mengembangkan sistem yang ada saat ini. Selanjutnya Anis Fuad, S.Ked., DEA menyampaikan materi berjudul Pelayanan Telemedicine di era Pandemi : Konsep, Regulasi dan Implementasi. Telemedicine merupakan pelayanan kesehatan secara jarak jauh oleh tenaga kesehatan yang menggunakan sarana teknologi informasi dan komunikasi untuk pertukaran informasi yang valid. Kegiatan telemedicinie dilakukan dalam kegiatan pencegahan, diagnosis, pengobatan, penelitian dan evaluasi serta pendidikan berkelanjutan para tenaga kesehatan untuk meningkatkan kesehatan individu dan populasi. Regulasi terkait telemedicine telah diatur dalam PMK Nomor 20 Tahun 2019 tentang penyelenggaraan pelayanan telemedicine antar fasilitas kesehatan. Telemedicine dapat dilakukan selama kedaruratan kesehatan masyarakat dan/ atau bencana nasional COVID-19. Implementasi telemedicine dapat menggunakan platform komunikasi yang ada, mudah digunakan (diakses) serta efektif.
Pada sesi diskusi, peserta menyampaikan bahwa kekurangan pada sistem pelayanan relawan Nagasi adalah kerahasiaan pasien tidak terjaga, sehingga isu yang muncul ialah bagaimana untuk memperkuat perlindungan kepada pasien. Mungkin harus dibuat general consent yang menyatakan bahwa pemeriksaan hanya bersifat diagnosis. Faktanya saat ini adalah kondisi yang tidak ideal. Ketika dibuat grup WhatsApp untuk konsultasi dan ternyata kondisinya tidak ideal maka perlu dilakukan assessment sembari melihat apakah ada platform lain yang lebih efektif. Dalam grup WhatsApp susah untuk membuat konsep, namun bisa juga disebutkan di depan bahwa data bisa dibaca pasien lain. Ketika proses perbaikan, pengembangan telemedicine tergantung pada leader. Tantangan dalam grup yaitu antar pasien mengetahui satu sama lain. Mencantumkan etika dan aturan – aturan perlu dibuat misalnya tidak bisa capture, jika tetap dilakukan akan terkena hukum. Permenkes Nomor 20 Tahun 2019 masih mengatur telemedicine dari 1 faskes ke faskes lain. Aturan ini menjadi aspek yang penting dalam inovasi. Pada sesi akhir moderator menyampaikan penugasan dari pertemuan ertama dan akan dibahas pada pertemuan kedua.
Selengkapnya Series I Pengembangan Konsep Telemedicine dan Manajemen Bencana Kesehatan di Era Pandemi Covid 19
YouTube http://ugm.id/2BQ
{slider title=”Senin, 6 September 2021” class=”icon”}

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Pemaparan Materi Monitoring Telemedicine”
Peserta dari Tim Relawan Nagasi yang mengikuti pertemuan kedua ini sebanyak 43 orang. Peserta mendapatkan materi Monitoring Telemedicine yang disampaikan Anis Fuad, S.Ked., DEA. Sebelum sesi dimulai, moderator memaparkan secara singkat hasil dari penugasan peserta yaitu terkait kendala yang dialami pada platform yang ada dan platform apa yang cocok digunakan pada sistem Nagasi. Anis menyatakan bahwa evaluasi perlu dilakukan untuk memperkuat praktik telemedicine yang baik. kerangka implementasi telemedicine yang berhasil meliputi 3 lapisan yaitu aspek tindak lanjut, evaluasi dan optimisasi; aspek pengembangan layanan telemedicine; dan aspek strategi telemedicine nasional. Terkait pembahasan pada pertemuan pertama bagaimana menjaga privasi pasien melalui grup WhatsApp? Grup Whatsapp isoman bisa diatur read only oleh admin grup, sementara igrup Whatsapp dokter bisa dua arah. Tentunya ini dilengkapi atau disertakan dengan berbagai aturan sederhana atau kebiajakan sederhana pada platform. Sistem yang sudah dikembangkan oleh relawan Nagasi sebaiknya bekerja sama dengan platform spesifik seperti platform yang dikembangkan oleh Alodokter, platform Kemenkes dan platform BPJS Kesehatan.
Pada sesi diskusi disampaikan bahwa dasar hukum yang dimiliki oleh relawan Nagasi saat ini adalah SK tim. SK disusun berdasarkan tupoksi, dimana yang bertugas harus memiliki standar kompetensi seperti Surat Izin Praktik (SIP) dan STR. Inilah yang menjadi dasar hukumnya dan ada juga surat tugas mereka.
Selengkapnya Webinar Seri 2: Pengembangan Konsep Telemedicine dan Manajemen Bencana Kesehatan di Masa Covid-19
YouTube http://ugm.id/2CG
{slider title=” enin, 13 September 2021 ” class=”icon”}

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Diskusi Penugasan”
Peserta dari Tim Relawan Nagasi yang mengikuti pertemuan ketiga ini sebanyak 95 orang. Diskusi penugasan ini difasilitasi oleh Gde Yulian Yogadhita M.Epid, Apt. Pada pemaparan awal Gde menyampaikan pemetaan kapasitas, target dan ekspektasi relawan Nagasi. Relawan Nagasi memiliki anggota dan ada pemimpinnya di masing – masing kelompok. Memiliki latar belakang yang sama namun keseharian/kebiasaan yang berbeda. Metode pelayanan setiap kelompok seragam sehingga kualitas pelayanan yang diberikan setara. Selanjutnya dibantu oleh moderator peserta dipandu untuk mengisi input, output untuk mencapai tujuan dan hasil relawan Nagasi. Salah satu peserta yang bertugas jadi admin relawan nagasi menampilkan format yang selama ini digunakan dan algoritma message yang digunakan selama ini. Ada keseragaman format message dan ini perlu didokumentasikan dan menjadi SOP, misalnya welcoming message. Konsep organisasi dari relawan ini harus diperkuat, ini akan membantu masyarakat di Palu. Disusun alur komando dan alur konsultasi.
Selengkapnya Webinar Seri 3: Pengembangan Konsep Telemedicine & Manajemen Bencana Kesehatan di Era Pandemi Covid19 – YouTube http://ugm.id/2DU
{slider title=”Senin, 21 September 2021” class=”icon”}

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Diskusi Penugasan melalui Whattsup Group”
Karena adanya kendala koneksi wifi dan internet di Yogyakarta serta di Kota Palu, pertemuan keempat hari ini diganti dengan diskusi penugasan melalui grup WhatsApp peserta webinar. Peserta tetap berproses dan mendiskusikan perihal input dan output dari masing – masing profesi. Gde Yulian Yogadhita M.Epid, Apt memandu diskusi dalam grup WA, bagaimana masing – masing profesi dalam relawan Nagasi dapat dikembangkan untuk mencapai tujuan pelayanan. Layanan yang diberikan oleh relawan Nagasi ini sangat komplit karena tergabung dari berbagai profesi yaitu admin, dokter, apoteker, perawat, bidan, mahasiswa dan psikolog.
{/sliders}
Reporter : Happy R Pangaribuan
Div. Manajemen Bencana Kesehatan
{/tabs}

Post Comment