Pelatihan Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Dinas Kesehatan Maret 2021

logo caritas

logo caritas

Pelatihan Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Dinas Kesehatan

(Dinkes Disaster Plan)

Selasa-Kamis/23-25 Maret 2021


{tab title=”Kerangka Acuan Kegiatan” class=”blue”}

 

Pengantar

PKMK FK-KMK UGM bekerja sama dengan Caritas Germany akan melakukan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis Kesehatan di Sulawesi Tengah. Fasilitas kesehatan yang menjadi sasaran program ini adalah Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah, Dinkes Kabupaten Donggala, RS Kabelota, RS di Kota Palu, Puskesmas Sangurara dan Puskesmas Tompe. Dalam pelaksanaan program ini PKMK FK-KMK UGM akan tetap melibatkan Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah dan universitas lokal (Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, dan Fakultas Kedokteran Universitas Al-Khairat).

Dinas kesehatan sebagai leading sektor di bidang kesehatan penting mempersiapkan kapasitas dalam menghadapi bencana dan harus menyiapkan dokumen rencana penanggulangan bencana. Amanat menyusun rencana penanganan bencana di Dinas Kesehatan tercantum pada UU 36 Tahun 2009 pasal 82 ayat (1) menyatakan bahwa pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat bertanggung jawab atas ketersediaan sumber daya, fasilitas dan pelaksanaan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan berkesinambungan pada bencana. Dinas kesehatan juga berperan dalam upaya mendorong dan mensosialisasikan Hospital Disaster Plan bagi rumah sakit umum dan swasta di wilayah kerjanya, termasuk juga untuk penanggulangan bencana di tingkat puskesmas.

Ketidakjelasan sistem komando kerap sekali masih menjadi kendala utama pada saat pengaktifanTentu ini akan semakin sulit bagi dinas kesehatan yang belum memiliki dokumen perencanaan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan. Kendala sistem komando mulai dari pembagian tugas yang kurang jelas, alur komunikasi yang belum optimal dan tidak ada rencana alternatif sangat menghambat kecepatan respon penanganan bencana. Apalagi dalam kondisi pandemi COVID-19, peran dinas kesehatan tidak hanya sekedar sebagai pembuat kebijakan namun harus mampu menjamin bahwa perencanaan yang sudah disusun sebelumnya bisa mengakomodir segala kebutuhan penanganan bencana termasuk dalam pemutusan mata rantai penularan dan menghadapi lonjakan pasien. Dengan demikian sudah saatnya Dinas Kesehatan memperkuat kapasitas penanganan bencana di daerah melalui satu perencanaan yang operasional, yang hidup dan mencakup semua rencana kebutuhan dan penanganan bencana alam dan non alam.

Tujuan

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Dinas Kesehatan Kota Palu dan Dinas Kesehatan Kab. Donggala dalam menyusun rencana penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di daerahnya.

Proses Kegiatan

Kegiatan ini akan dilakukan secara langsung di Dinas Keseahtan Kota Palu selama 3 hari. Hari pertama dan kedua peserta akan mendapatkan materi dan hari ketiga peserta akan diberi penugasan.

Yang Perlu dipersiapkan oleh peserta

  • Profil dinas kesehatan
  • Struktur organisasi SOTK terbaru
  • Dokumen penanggulangan bencana/ rencana kontijensi yang dimiliki oleh Provinsi/ Kabupaten Kota (biasanya ada di BPBD, bisa diminta)
  • Draft/ SOP/ dokumen renkon bidang kesehatan punya dinkes*jika ada
  • SK tim bencana dinkes, atau perpub, atau kebijakan lainnya di daerah mengenai penanganan bencana*jika ada
  • Laptop

Peserta Kegiatan

Peserta kurang lebih berjumlah 20 orang yang berasal dari

  • Dinas Kesehatan Kota Palu
  • Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala

Peserta dari masing-masing dinas kesehatan terdiri dari:

  • 5 orang tim sebagai tim penyusun yang berasal dari bagian yang mengurusi bidang wabah dan kebencanaan
  • 5 orang bidang/bagian terkait lainnya dengan penanggulangan wabah dan bencana (kepala bidang/seksi)

Output Kegiatan

Peserta memahami pentingnya dinas kesehatan memiliki perencanaan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di daerah. Selanjutnya, peserta memahami dokumen Dinkes Disaster Plan dan masing-masing dinkes dapat menyelesaikan dokumen Dinkes Disaster Plan.

Jadwal dan Materi Kegiatan

Waktu              : Selasa – Kamis / 23-25 Maret 2021
Pukul               : 08.30 – 15.00 WITA
Tempat            : Puskesmas Sangurara


Selasa, 23 Maret 2021
Waktu Materi/Kegiatan Fasilitator Narasumber
08.30 – 08.45

Pembukaan

  • Pengantar dari PKMK FK-KMK UGM
  • Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah

08.45 – 09.25

09.25 – 09.40

Materi 1: Kebijakan dan Komponen penyusunan rencana penanggulangan bencana di Dinas Kesehatan

Diskusi

Dr. dr. Ketut Suarayasa, M.Kes

Materi

dr. Bella Donna, M.Kes

 

09.40 – 10.20

10.20 – 10.35

Materi 2: Sistem Komando dan Pengorganisasian

Diskusi

Alfina A. Deu, SKM, M.Si

Materi

dr. Bella Donna, M.Kes

 

10.35 – 10.45 Coffee Break

10.45 – 11.15

11.15 – 11.45

Penugasan Pengorganisasian
  • Dr. dr. Ketut Suarayasa, M.Kes
  • Alfina A. Deu, SKM, M.Si
  • Lepsi Saputri, SKM

Happy Pangaribuan, MPH

11.45 – 13.00 ISHOMA
13.00 – 13.40 Materi 3 : Analisis Risiko dan Pengembangan Skenario

Lepsi Saputri, SKM

Materi

Madelina Ariani, MPH

 

13.40 – 14.10

14.10 – 14.40

Penugasan Analisis Risiko
  • Dr. dr. Ketut Suarayasa, M.Kes
  • Alfina A. Deu, SKM, M.Si
  • Lepsi Saputri, SKM

Happy Pangaribuan, MPH

14.40 Pengarahan hari-2
Rabu, 24 Maret 2021
Waktu Materi/Kegiatan
08.30 – 08.45 Review kegiatan hari 1 Happy Pangaribuan, MPH

08.45 – 09.25

09.25 – 09.40

Materi 4: Logistik Medik dan Fasilitas

Diskusi

drg. Lutfiah

Materi

Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
09.40 – 09.50 Coffee Break

09.50 – 10.30

10.30 – 10.40

Materi 5 : Data dan Informasi

Diskusi

Drg. Elli Yane Bangkele, M.Kes

Materi

Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
10.40 – 11.20 Materi 6 : SOP saat Bencana Jellyta H. E. Bofe, SKM, MSi Madelina Ariani, MPH

11.20 – 11.40

11.40 – 12.00

Penugasan SOP
  • drg. Lutfiah
  • Drg. Elli Yane Bangkele, M.Kes
  • Jellyta H. E. Bofe, SKM, MSi
  • dr.Muhammad Ali Hi.Palanro

Happy Pangaribuan, MPH

12.00 – 13.00 ISHOMA

13.00 – 13.40

13.40 – 14.00

Materi 7 : Peta Risiko dan Peta Respon

Praktek Peta Risiko

dr.Muhammad Ali Hi.Palanro

Materi

Drg. Elli Yane Bangkele, M.Kes

Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid

14.00 – 14.30

14.00 – 15.00

Penyusunan dokumen Dinkes Disaster Plan
  • drg. Lutfiah
  • Drg. Elli Yane Bangkele, M.Kes
  • Jellyta H. E. Bofe, SKM, MSi
  • dr.Muhammad Ali Hi.Palanro
Tim PKMK FK-KMK UGM
Kamis, 25 Maret 2021
Waktu Materi
08.30 – 08.45 Review Kegiatan hari-2 Happy Pangaribuan, MPH

08.45 – 09.25

09.25 – 09.40

Materi 8 : Manajemen Klaster Kesehatan saat Bencana

Diskusi

Materi Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
09.40 – 09.50 Coffee break
09.50 – 10.20 Penugasan Manajemen Klaster Kesehatan saat Bencana
  • Dr. dr. Ketut Suarayasa, M.Kes
  • Alfina A. Deu, SKM, M.Si
  • Lepsi Saputri, SKM drg. Lutfiah
  • Drg. Elli Yane Bangkele, M.Kes
  • Jellyta H. E. Bofe, SKM, MSi
  • dr.Muhammad Ali Hi.Palanro
Tim PKMK FK-KMK UGM

10.20 – 10.50

10.50 – 11.20

11.20 – 11.50

Penyusunan Dokumen Dinkes Disaster Plan
11.50 – 13.00 ISHOMA

13.00 – 13.30

13.30 – 14.00

Presentasi draft dokumen Dinkes Disaster Plan

Diskusi

14.00 – 14.10 Pembentukan Tim Kecil Penyusun Dinkes Disaster Plan
14.10 – 14.30 Rencana Tindak Lanjut Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
14.30 Penutupan dr. Bella Donna, M.Kes

Penutup

Demikian TOR Rencana Penyusunan Penanggulangan Bencana Dinas Kesehatan (Dinkes Disaster Plan). Kegiatan ini bermanfaat bagi Dinas Kesehatan Kota Palu dan Dinas Kesehatan Kab. Donggala yaitu tersusunnya draft dokumen Dinkes Disaster Plan. Bagi Divisi Bencana Kesehatan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (PKMK FK-KMK) UGM, sebagai lembaga riset dan konsultasi, akan bermanfaat untuk memberikan sumbangan pengembangan inovasi dalam dunia keilmuan di bidang kesehatan dan Manajemen Bencana Kesehatan di Dinas Kesehatan. Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FKKMK UGM sebagai penyelenggara program akan berkomitmen demi tercapainya tujuan program dan Caritas Germany sebagai mitra penyelenggara program akan mendapatkan laporan rutin terkait keberlangsungan program.

{tab title=”Reportase” class=”red”}

donggala 1

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Peserta Pelatihan Dinkes Disaster Plan“

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Dinas Kesehatan Kota Palu dan Dinas Kesehatan Kab. Donggala dalam menyusun rencana penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di daerahnya. Kegiatan dilaksanakan secara langsung selama 3 hari dimana hari pertama dan kedua peserta mendapat materi dan hari ketiga peserta diberi penugasan. Seluruh materi disampaikan oleh fasilitator lokal dari Dinkes Provinsi Sulteng, FK Universitas Tadulako, dan FK Universitas Alkhaeraat didampingi oleh narasumber dari tim PKMK FK – KMK UGM. Mereka adalah peserta kegiatan Training of Trainer Dinkes Disaster Plan yang dilakukan pada November 2020 lalu. Setiap fasilitator selesai memaparkan materi, tim PKMK FK – KMK UGM menambahkan hal yang perlu yang belum disampaikan oleh fasilitator. Jumlah peserta yang mengikuti Pelatihan Dinkes Disaster Plan dari Dinkes Kota Palu sebanyak 13 orang, dari Dinkes Kab. Donggala sebanyak 6 orang, fasilitator lokal 6 orang dan tim dari PKMK FK – KMK UGM 4 orang.

Selasa, 23 Maret 2021

Pertemuan hari ini peserta mendapatkan 3 materi yaitu (1) Kebijakan dan Komponen Dinkes Disaster Plan oleh Dr. dr. Ketut Suarayasa, M.Kes; (2) Sistem Komando dan Pengorganisasian oleh Alfina A. Deu, SKM, M.Si dan (3) Analisis Risiko dan Pengembangan Skenario oleh Lepsi Saputri, SKM. Materi pertama menekankan setiap terjadi bencana di daerah dinas kesehatan menjadi koordinator dalam operasi klaster kesehatan. Artinya dinas kesehatan perlu menyusun rencana kontijensi atau rencana penanggulangan bencana dan krisis kesehatan. Perencanaan yang matang ini akan membantu dinas kesehatan saat bencana terjadi, karena di dalam perencanaan ini akan dituliskan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh dinas dan apa saja yang perlu disiapkan. Sehingga ketika terjadi bencana dinas kesehatan melihat kembali dokumen yang sudah disusun artinya ada acuan atau panduan yang digunakan oleh dinas kesehatan. Materi kedua menekankan bahwa dalam sistem pengorganisasian tidak bersifat individual tapi ada sistem yang dibangun yaitu sistem komando. Di dalam struktur disusun mulai dari komandan, sekretaris, keuangan, tim logistik, tim data dan informasi, tim promosi kesehatan, dan semua bidang sub klaster kesehatan. Disusun lengkap dengan tupoksi masing – masing bidang, sehingga jelas siapa melakukan apa. Materi ketiga menekankan dalam dokumen dinkes disaster plan, perlu ditetapkan potensi bencana apa yang memiliki risiko tinggi. Tentu ini didapatkan melalui analisis risiko, artinya ada prioritas bencana apa yang akan dikembangkan dalam bentuk skenario di dalam dokumen.

 donggala2

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Penyampaian materi sistem pengorganisasian (kiri) dan materi analisis risiko (kanan)“

Rabu, 24 Maret 2021

Pada pertemuan hari kedua ini peserta mendapatkan 3 materi yaitu (1) Data dan Informasi oleh drg. Elli Yane Bangkele, M.Kes; (2) Logistik dan Fasilitas oleh drg. Lutfiah; dan (3) Peta Risiko dan Peta Respon oleh dr. Muhammad Ali Hi.Palanro. Materi data dan informasi membicarakan terkait bagaimana alur dari puskesmas melapor ke Dinkes Kab/Kota kemudian diteruskan ke Dinkes Provinsi dan bagaimana alur komunikasi ke BPBD. Alur komunikasi ini harus dimuat dalam dokumen dinkes disaster plan. Begitu juga dengan alur penanganan relawan, relawan yang datang registrasi di dinas kesehatan, kemudian dinas kesehatan menentukan penempatan bertugas. Pada materi logistik dan fasilitas banyak membahas bagaimana manajemen pengelolaan bantuan yang datang mulai dari penerimaan, penyimpanan, dan pendistribusian. Segala bantuan obat – obatan dan makanan yang datang harus diperhatikan masa kadaluarsanya dan jika ada yang tidak sesuai standar dinas kesehatan berhak mengembalikan logistik tersebut kepada relawan. Sementara yang dimaksud dengan fasilitas saat bencana adalah bagaimana dinas kesehatan mengalihfungsikan ruangan sehari – hari menjadi ruangan yang dibutuhkan saat bencana. Misalnya dalam sehari – hari ruangan aula dipakai untuk pertemuan namun saat bencana ruangan ini dipakai menjadi ruang komando. Selanjutnya pada materi peta risiko dan peta respon, di dalam peta risiko akan terlihat wialyah mana saja yang zona merah, kuning, oranye dan hijau dan lokasi fasilitas kesehatan. Saat terjadi bencana peta risiko ini digunakan menjadi peta respon untuk menentukan titik pelayanan kesehatan (fasyankes dan pos pelayanan kesehatan) yang menangani korban bencana. Sehingga memudahkan dinas kesehatan untuk menempatkan relawan dengan melihat peta respon tersebut.

donggala3

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Penyampaian materi data dan informasi (kiri), materi logistik (tengah) dan praktek peta respon (kanan)

Rabu, 25 Maret 2021

Kegiatan hari ini dimulai dengan penyampaian materi Aktivasi Klaster Kesehatan oleh Gde Yulian Yogadhita M.Epid, Apt. Pemenuhan kebutuhan kesehatan yang bermutu pada saat bencana maupun krisis kesehatan sesuai standar minimal menggunakan sistem koordinasi yang terkoneksi. Aktivasi klaster ini merupakan tanggung jawab dinas kesehatan dimana dinas kesehatan berperan sebagai koordinator klaster kesehatan. Semua koordinasi penanganan bencana terpusat di dinas kesehatan, pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh puskesmas dan rumah sakit dan juga relawan harus melapor ke dinas kesehatan. Selanjutnya penyampaian materi Standar Prosedur Operasional (SPO) saat bencana oleh Madelina Ariani, MPH. Memenuhi standar – standar yang dibutuhkan dalam pengelenggaraan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan yang tidak terdapat pada kegiatan sehari – hari. Isi SPO ini adalah proses penyelenggaraan kegiatan, bagaimana dan kapan harus dilakukan, dimana, dan oleh siapa dilakukan. Setelah penyampaian materi selesai, peserta melanjutkan penugasan menyusun draft dokumen dinkes disaster plan. Peserta dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok Dinkes Kota Palu dan Kelompok Dinkes Kab. Donggala. Proses penugasan ini didampingi oleh fasilitator lokal dan tim dari PKMK FK – KMK UGM.

 donggala 4

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Diskusi Klaster Kesehatan (kiri) dan penugasan (kanan)“

Penutup dan Rencana Tindak Lanjut

Kegiatan ini berjalan dengan baik, selanjutnya fasilitator lokal akan mendampingi dinas kesehatan dalam proses penyelesaian dokumen dinkes disaster plan. Pada 31 Maret fasilitator akan melakukan pendampingan yang pertama untuk melanjutkan penyusunan dokumen di Dinkes Kab. Donggala.

Reporter : Happy R Pangaribuan

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK – KMK UGM

{tab title=”Video” class=”green”}

{/tabs}

 

Pelatihan Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Puskesmas – 26 Maret 2021

logo caritas

logo caritas

 

Pelatihan Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Puskesmas

(Puskesmas Disaster Plan)

Puskesmas Sangurara, 26-27 Maret 2021


{tab title=”Kerangka Acuan Kegiatan” class=”blue”}

Pengantar

PKMK FK-KMK UGM bekerja sama dengan Caritas Germany akan melakukan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis Kesehatan di Sulawesi Tengah. Fasilitas kesehatan yang menjadi sasaran program ini adalah Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah, Dinkes Kabupaten Donggala, RS Kabelota, RS di Kota Palu, Puskesmas Sangurara dan Puskesmas Tompe. Dalam pelaksanaan program ini PKMK FK-KMK UGM akan tetap melibatkan Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah dan universitas lokal (Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, dan Fakultas Kedokteran Universitas Al-Khairat).

Pengembangan dokumen perencanaan penanggulangan bencana di tingkat puskesmas (Puskesmas Disaster Plan) masih sangat jarang dilakukan. Sementara selama ini yang terjadi adalah banyak puskesmas mengalami kekacauan pelayanan kesehatan ketika terjadi bencana. Puskesmas yang belum memiliki dokumen perencanaan penanggulangan bencana akan kesulitan untuk mengoperasionalkan manajemen penanganan bencana mulai dari pembagian tugas yang jelas, alur komunikasi dan rencana alternatif. Puskesmas harus memahami bahwa dokumen Puskesmas Disaster Plan sebagai salah satu bentuk kesiapan puskesmas untuk menghadapi bencana alam dan bencana non alam. Ini menjadi pembelajaran bagi seluruh fasilitas kesehatan terutama puskesmas saat terjadi bencana non alam pandemi COVID-19 yang menuntut puskesmas harus siap, khususnya dalam pelaksanaan layanan COVID-19 tapi juga tidak mengganggu layanan rutin sehari – hari terhadap pasien non COVID-19.

Dengan demikian sudah saatnya puskesmas memahami pentingnya menyusun dokumen perencanaan penanggulangan bencana operasional mungkin yang mencakup semua rencana kebutuhan dan penanganan bencana alam dan non alam. Pelatihan Puskesmas Disaster Plan ini akan membahas bagaimana upaya penyusunan rencana penanggulangan bencana di tingkat puskesmas, apa saja komponen, indikator penilaiannya, siapa saja yang terlibat hingga sharing pengalaman dalam pengembangan Puskesmas Disaster Plan.

Tujuan

Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong puskesmas dalam menyusun dan mempersiapkan rencana penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di wilayah kerja puskesmas masing – masing.

Proses Kegiatan

Kegiatan ini akan dilakukan secara langsung di Puskesmas Sangurara selama 2 hari. Hari pertama dan kedua peserta akan mendapatkan materi dan penugasan

Yang Perlu dipersiapkan oleh peserta

Peserta diharapkan dapat membawa Profil Puskesmas seperti:

  1. Peta (Map)Puskesmas, termasuk Peta wilayah kerja dan Hazard Mapping
  2. Inventarisasi :Sarana dan Prasarana serta Fasilitas Medis dan Non Medis.
  3. Kapasitas: Jumlah Tempat tidur dan SDM Medis dan Non Medis (untuk Puskesmas Rawat Inap)
  4. Mapping Fasilitas Kesehatan

Peserta Kegiatan

Peserta kegiatan sekitar 20 orang dengan rincian 10 orang dari Puskesmas Sangurara dan 10 orang Puskesmas lainnya di sekitar Sangurara. Perserta adalah Kepala Puskesmas, tim akreditasi puskesmas, dan/atau tim penanggulangan bencana puskesmas. Jika ada peserta dari puskesmas lain maka tim atau perorangan yang mewakili puskesmas diharapkan berasal dari unsur pimpinan (kepala puskesmas, KTU)/ operasional (dokter umum, perawat, bidan)/ logistik (Gizi, apoteker, tenaga kesehatan masyarakat, rumah tangga) atau perencanaan (administrasi, keuangan, dan medical record). Peserta dari Puskesmas lain yang bersedia ikut maksimal 2 orang.

Output Kegiatan

Setelah melalui proses pelatihan maka pihak puskesmas akan mempunyai tenaga yang terlatih dan memahami Teknik penyusunan dokumen Puskesmas Disaster Plan. Kemudian terbentu satu tim kecil yang memiliki komitmen menyelesaikan penyusunan dokumen Puskesmas Disaster Plan.

Jadwal dan Materi Kegiatan

Waktu              : Jumat-Sabtu / 26-27 Maret 2021

Pukul               : 08.30 – 15.00 WITA

Tempat            : Puskesmas Sangurara

Jumat, 26 Maret 2021 Fasilitator Narasumber
Waktu Materi/Kegiatan
08.30 – 08.45

Pembukaan

          Pengantar dari PKMK FK-KMK UGM

          Kepala Puskesmas

08.45 – 09.25

09.25 – 09.35

Materi 1: Konsep dan komponen puskesmas Disaster Plan

Diskusi

Erywahyuningtias, SKM, MAP

Dr. Bella Donna, M.Kes/ Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid

09.35 – 10.15

10.15 – 10.25

Materi 2: Sistem Komando dan Pengorganisasian dan SOP

Diskusi

Sutarto, SKM Dr. Bella Donna, M.Kes/ Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
10.25 – 10.35 Coffee Break
10.35 – 11.05 Penugasan Pengorganisasian
  • Erywahyuningtias, SKM, MAP
  • Sutarto, SKM
  • dr. Puspita Sari, M.Biomedic
Happy Pangaribuan, MPH/ Madelina Ariani, MPH

11.05 – 11.45

11.45 – 11.55

Materi 3 : Logistik Medik dan Fasilitas

Diskusi

dr. Puspita Sari, M.Biomedic Dr. Bella Donna, M.Kes/ Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
11.55 – 13.00 ISHOMA

13.30 – 14.10

14.10 -14.20

Materi 3 : Analisis Risiko

Diskusi

Sutarto, SKM Happy Pangaribuan, MPH/ Madelina Ariani, MPH
14.20 – 14.50 Penugasan Analisis Risiko
  • Erywahyuningtias, SKM, MAP
  • Sutarto, SKM
  • dr. Puspita Sari, M.Biomedic
  • Muhammad Nasir, SKM, MSc
  • Astrin, Amd.Keb

14.50 – 15.00 Pengarahan hari-2 Happy Pangaribuan, MPH/ Madelina Ariani, MPH
Sabtu, 27 Maret 2021
Waktu Materi/Kegiatan
08.30 – 08.45 Review kegiatan hari 1 Happy Pangaribuan, MPH/ Madelina Ariani, MPH

08.45 – 09.25

09.25 – 09.40

Materi 5: Data dan Informasi

Diskusi

Muhammad Nasir, SKM, MSc Dr. Bella Donna, M.Kes/ Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
09.40 – 09.50 Coffee Break

09.50 – 10.30

10.30 – 11.00

Materi 6 : Peta Risiko dan Peta Respon

Praktek Peta Risiko

Astrin, Amd.Keb

Dr. Bella Donna, M.Kes/ Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
11.00 – 12.00 Penugasan Penyusunan Puskesmas Disaster Plan
  • Erywahyuningtias, SKM, MAP
  • Sutarto, SKM
  • dr. Puspita Sari, M.Biomedic
  • Muhammad Nasir, SKM, MSc
  • Astrin, Amd.Keb

Tim PKMK FK-KMK UGM
12.00 – 13.00 ISHOMA
13.00 – 14.00 Penugasan Penyusunan Puskesmas Disaster Plan

14.00 – 14.30

14.30 – 14.45

Presentasi draft dokumen Puskesmas Disaster Plan

Diskusi

14.45 – 15.00 Pembentukan Tim Kecil Penyusun Puskesmas Disaster Plan dan Rencana Tindak Lanjut Happy Pangaribuan, MPH/ Madelina Ariani, MPH
15.00 Penutupan Dr. Bella Donna, M.Kes/ Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid

Penutup

Demikian kerangka acuan kegiatan Pelatihan Rencana Penyusunan Penanggulangan Bencana di Puskesmas (Puskesmas Disaster Plan). Kami berharap puskesmas dapat memahami Teknik penyusunan dokumen Puskesmas Disaster Plan. Sebagai lembaga riset dan konsultasi, Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (PKMK FK-KMK) UGM, akan memberikan sumbangan pengembangan inovasi dalam dunia keilmuan di bidang kesehatan dan Manajemen Bencana di Puskesmas. Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FKKMK UGM sebagai penyelenggara program akan berkomitmen demi tercapainya tujuan program dan Caritas Germany sebagai mitra penyelenggara program akan mendapatkan laporan rutin terkait keberlangsungan program.

{tab title=”Reportase” class=”red”}

sagura 1

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Sesi Pembukaan oleh Kepala Puskesmas Sangurara“

Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong puskesmas dalam menyusun dan mempersiapkan rencana penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di wilayah kerja puskesmas masing masing. Kegiatan dilakukan secara langsung di Puskesmas Sangurara selama 2 hari. Seluruh materi disampaikan oleh fasilitator lokal dari Dinkes Provinsi Sulteng, Dinkes Kab. Sigi, FK Universitas Tadulako, dan FK Universitas Alkhaeraat didampingi oleh narasumber dari tim PKMK FK – KMK UGM. Fasilitator ini adalah peserta kegiatan Training of Trainer Puskesmas Disaster Plan pada November 2020 lalu yang bersedia dan berkomitmen untuk terlibat dalam perluasan kapasitas sistem manajemen penanganan bencana di puskesmas. Tim PKMK FK – KMK UGM menambahkan hal yang perlu atau belum disampaikan oleh fasilitator saat pemaparan materi. Selain peserta dari Puskesmas Sangurara, pelatihan ini juga diikuti oleh puskesmas lainnya yaitu Puskesmas Lere, Puskesmas Singgani, Puskesmas Tawaeli, Puskesmas Pantoloan, Puskesmas Mamboro, Puskesmas Kamonji, Puskesmas Tipo, Puskesmas Bulili, Puskesmas Talise, Puskesmas Nosarara, Puskesmas Birobuli dan Puskesmas Mabelopura. Jumlah peserta yang mengikuti dari puskesmas sebanyak 24 orang, fasilitator lokal 4 orang dan tim dari PKMK FK – KMK UGM 4 orang.

Jumat, 26 Maret 2021

Pertemuan hari ini peserta mendapatkan 4 materi yaitu (1) Konsep dan Komponen Puskesmas Disaster Plan oleh Erywahyuningtias, SKM, MAP; (2) Sistem Komando dan Pengorganisasian oleh Sutarto, SKM (3) Analisis Risiko oleh Sutarto, SKM; dan (4) Logistik dan fasilitas saat bencana oleh dr. Puspita Sari, M.Biomedic. Saat pemaparan, Erywahyuningtias menyatakan puskesmas harus menyadari bahawa puskesmas merupakan lini terdepan yang memegang peranan utama untuk kesiapsiagaan bencana dan krisis kesehatan. Selama ini yang dihadapi puskesmas saat terjadi bencana adalah bingung harus melakukan apa terlebih dahulu apalagi jika tenaga kesehatan ikut menjadi korban, dan wajar jika terjadi kekacauan. Bagaimana meminimalkan kekacauan ini salah satunya dengan menyiapkan sejak dini dokumen puskesmas disaster plan. Dalam dokumen ini akan memuat segala sesuatu yang dibutuhkan puskesmas saat becana, jadi dokumen ini adalah dokumen yang harus disusun seoperasioanl mungkin dan lengkap. Sutarto memaparkan bahwa koordinasi yang tidak baik akan menimbulkan kekacauan karena masing – masing tidak tahu apa yang harus dilakukan dan kepada siapa akan berkoordinasi. Penting dalam dokumen disusun struktur organisasi yang berbasi sistem komando. Struktur organisasi ini bersifat sederhana, jelas dan dapat dimobilisasi dengan singkat.

Analisis risiko penting untuk mengidentifikasi potensi ancaman (hazards) di lingkungan puskesmas, ini merupakan langkah awal yang paling baik untuk membuat kesiapsiagaan/perencanaan. Melalui analisis risiko puskesmas akan mengetahui potensi ancaman bencana yang ada di wilayah dan menentukan prioritas dalam penanggulangan bencana dan krisis Kesehatan. Pada materi logistik, dr. Puspita Sari menekankan bahwa ornag yang bertugas di bidang penerimaan dan pendistribusian logistik saat bencana harus memahami standar logistik saat bencana. Banyak hal yang harus disiapkan seperti berita acara, pengecekan kualitas logistik dan pemetaan atau list logitik yang dibutuhkan di daerah puskesmas. Artinya jika ada bantuan yang datang tidak sesuai standar dan tidak dibutuhkan, puskesmas berhak untuk mengembalikannya ke relawan. Manajemen logistik dikelola bukan anya pada saat ebncana namun pada pra bencana dan pasca bencana. Pada pra bencana menganalisis kebutuhan logistik jika bencana terjadi, jenis bencana bisa disesuaikan dnegan hasil analisis risiko.

 sagura 2

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Penyampaian materi konsep dan komponen puskesmas disaster plan (kiri) dan materi analisis risiko (kanan)“

Sabtu, 27 Maret 2021

Pada pertemuan hari kedua ini peserta mendapatkan 2 materi yaitu (1) Data dan Informasi oleh Muhammad Nasir, SKM, MSc; (2) Peta Risiko dan Peta Respon oleh dr.Muhammad Ali Hi.Palanro. Dalam struktur organisasi berbasis sistem komando ada tim data dan informasi. Pengelolaan data dan informasi bertujuanmenjamin ketersediaan informasi yang cepat, tepat, akurat, konsisten, terkini, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar pengambilan keputusan. Peta Risiko Bencana adalah gambaran Tingkat Risiko bencana suatu daerah secara spasial dan non spasial berdasarkan Kajian Risiko Bencana suatu daerah. Saat terjadi bencana peta risiko ini digunakan menjadi peta respon untuk menentukan titik pelayanan kesehatan (fasyankes dan pos pelayanan kesehatan) yang menangani korban bencana. Sehingga memudahkan dinas kesehatan untuk menempatkan relawan dengan melihat peta respon tersebut. Peserta melakukan praktek langsung bagaimana membuat peta respon yang didampingi oleh fasilitator lokal dan tim PKMK FK -KMK UGM. Peserta memerankan ada yang menjadi relawan, tim logistik, tim penerimaan relawan dan tim peta respon. Kemudian peserta melanjutkan penyusunan draft dokumen puskesmas disaster plan.

 sagura 3

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Penyampaian materi data dan informasi (kiri), materi logistik (kanan)

Penutup dan Rencana Tindak Lanjut

Kegiatan ini berjalan dengan baik, selanjutnya fasilitator lokal akan mendampingi puskesmas dalam proses penyelesaikan dokumen dinkes disaster plan. Dalam mempermudah pendampingan ini, puskesmas membentuk tim penyusun dokumen dan membuat grup whatsApp.

Reporter : Happy R Pangaribuan

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

{tab title=”Video” class=”green”}

{/tabs}

Pelatihan Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Puskesmas – 29 Maret 2021

logo caritas

logo caritas

Kerangka Acuan Kegiatan

Pelatihan Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Puskesmas

(Puskesmas Disaster Plan)

Puskesmas Tompe, 29-30 Maret 2021


{tab title=”TOR” class=”red”}

Pengantar

PKMK FK-KMK UGM bekerja sama dengan Caritas Germany akan melakukan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis Kesehatan di Sulawesi Tengah. Fasilitas kesehatan yang menjadi sasaran program ini adalah Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah, Dinkes Kabupaten Donggala, RS Kabelota, RS di Kota Palu, Puskesmas Tompe dan Puskesmas Tompe. Dalam pelaksanaan program ini PKMK FK-KMK UGM akan tetap melibatkan Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah dan universitas lokal (Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, dan Fakultas Kedokteran Universitas Al-Khairat).

Pengembangan dokumen perencanaan penanggulangan bencana di tingkat puskesmas (Puskesmas Disaster Plan) masih sangat jarang dilakukan. Sementara selama ini yang terjadi adalah banyak puskesmas mengalami kekacauan pelayanan kesehatan ketika terjadi bencana. Puskesmas yang belum memiliki dokumen perencanaan penanggulangan bencana akan kesulitan untuk mengoperasionalkan manajemen penanganan bencana mulai dari pembagian tugas yang jelas, alur komunikasi dan rencana alternatif. Puskesmas harus memahami bahwa dokumen Puskesmas Disaster Plan sebagai salah satu bentuk kesiapan puskesmas untuk menghadapi bencana alam dan bencana non alam. Ini menjadi pembelajaran bagi seluruh fasilitas kesehatan terutama puskesmas saat terjadi bencana non alam pandemi COVID-19 yang menuntut puskesmas harus siap, khususnya dalam pelaksanaan layanan COVID-19 tapi juga tidak mengganggu layanan rutin sehari – hari terhadap pasien non COVID-19.

Dengan demikian sudah saatnya puskesmas memahami pentingnya menyusun dokumen perencanaan penanggulangan bencana operasional mungkin yang mencakup semua rencana kebutuhan dan penanganan bencana alam dan non alam. Pelatihan Puskesmas Disaster Plan ini akan membahas bagaimana upaya penyusunan rencana penanggulangan bencana di tingkat puskesmas, apa saja komponen, indikator penilaiannya, siapa saja yang terlibat hingga sharing pengalaman dalam pengembangan Puskesmas Disaster Plan.

Tujuan

Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong puskesmas dalam menyusun dan mempersiapkan rencana penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di wilayah kerja puskesmas masing – masing.

Proses Kegiatan

Kegiatan ini akan dilakukan secara langsung di Puskesmas Tompe selama 2 hari. Hari pertama dan kedua peserta akan mendapatkan materi dan penugasan.

Yang Perlu dipersiapkan oleh peserta

Peserta diharapkan dapat membawa Profil Puskesmas seperti:

  1. Peta (Map)Puskesmas, termasuk Peta wilayah kerja dan Hazard Mapping
  2. Inventarisasi :Sarana dan Prasarana serta Fasilitas Medis dan Non Medis.
  3. Kapasitas: Jumlah Tempat tidur dan SDM Medis dan Non Medis (untuk Puskesmas Rawat Inap)
  4. Mapping Fasilitas Kesehatan

Peserta Kegiatan

Peserta kegiatan sekitar 20 orang dengan rincian 10 orang dari Puskesmas Tompe dan 10 orang Puskesmas lainnya di sekitar Sangurara. Perserta adalah Kepala Puskesmas, tim akreditasi puskesmas, dan/atau tim penanggulangan bencana puskesmas. Jika ada peserta dari puskesmas lain maka tim atau perorangan yang mewakili puskesmas diharapkan berasal dari unsur pimpinan (kepala puskesmas, KTU)/ operasional (dokter umum, perawat, bidan)/ logistik (Gizi, apoteker, tenaga kesehatan masyarakat, rumah tangga) atau perencanaan (administrasi, keuangan, dan medical record). Peserta dari Puskesmas lain yang bersedia ikut maksimal 2 orang.

Output Kegiatan

Setelah melalui proses pelatihan maka pihak puskesmas akan mempunyai tenaga yang terlatih dan memahami Teknik penyusunan dokumen Puskesmas Disaster Plan. Kemudian terbentu satu tim kecil yang memiliki komitmen menyelesaikan penyusunan dokumen Puskesmas Disaster Plan.

Jadwal dan Materi Kegiatan

Waktu              : Senin-Selasa / 29-30 Maret 2021
Pukul               : 08.30 – 15.00 WITA
Tempat            : Puskesmas Tompe

Jumat, 26 Maret 2021 Fasilitator Narasumber
Waktu Materi/Kegiatan
08.30 – 08.45

Pembukaan

  • Pengantar dari PKMK FK-KMK UGM
  • Kepala Puskesmas

08.45 – 09.25

09.25 – 09.35

Materi 1: Konsep dan komponen puskesmas Disaster Plan

Diskusi

Erywahyuningtias, SKM, MAP

Dr. Bella Donna, M.Kes/ Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid

09.35 – 10.15

10.15 – 10.25

Materi 2: Sistem Komando dan Pengorganisasian dan SOP

Diskusi

Sutarto, SKM Dr. Bella Donna, M.Kes/ Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
10.25 – 10.35 Coffee Break
10.35 – 11.05 Penugasan Pengorganisasian
  • Erywahyuningtias, SKM, MAP
  • Sutarto, SKM
  • dr. Puspita Sari, M.Biomedic
Happy Pangaribuan, MPH/ Madelina Ariani, MPH

11.05 – 11.45

11.45 – 11.55

Materi 3 : Logistik Medik dan Fasilitas

Diskusi

dr. Puspita Sari, M.Biomedic Dr. Bella Donna, M.Kes/ Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
11.55 – 13.00 ISHOMA

13.30 – 14.10

14.10 -14.20

Materi 3 : Analisis Risiko

Diskusi

Sutarto, SKM Happy Pangaribuan, MPH/ Madelina Ariani, MPH
14.20 – 14.50 Penugasan Analisis Risiko
  • Erywahyuningtias, SKM, MAP
  • Sutarto, SKM
  • dr. Puspita Sari, M.Biomedic
  • Muhammad Nasir, SKM, MSc
  • Astrin, Amd.Keb

14.50 – 15.00 Pengarahan hari-2 Happy Pangaribuan, MPH/ Madelina Ariani, MPH
Sabtu, 27 Maret 2021
Waktu Materi/Kegiatan
08.30 – 08.45 Review kegiatan hari 1 Happy Pangaribuan, MPH/ Madelina Ariani, MPH

08.45 – 09.25

09.25 – 09.40

Materi 5: Data dan Informasi

Diskusi

Muhammad Nasir, SKM, MSc Dr. Bella Donna, M.Kes/ Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
09.40 – 09.50 Coffee Break

09.50 – 10.30

10.30 – 11.00

Materi 6 : Peta Risiko dan Peta Respon

Praktek Peta Risiko

Astrin, Amd.Keb

Dr. Bella Donna, M.Kes/ Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
11.00 – 12.00 Penugasan Penyusunan Puskesmas Disaster Plan
  • Erywahyuningtias, SKM, MAP
  • Sutarto, SKM
  • dr. Puspita Sari, M.Biomedic
  • Muhammad Nasir, SKM, MSc
  • Astrin, Amd.Keb

Tim PKMK FK-KMK UGM
12.00 – 13.00 ISHOMA
13.00 – 14.00 Penugasan Penyusunan Puskesmas Disaster Plan

14.00 – 14.30

14.30 – 14.45

Presentasi draft dokumen Puskesmas Disaster Plan

Diskusi

14.45 – 15.00 Pembentukan Tim Kecil Penyusun Puskesmas Disaster Plan dan Rencana Tindak Lanjut Happy Pangaribuan, MPH/ Madelina Ariani, MPH
15.00 Penutupan Dr. Bella Donna, M.Kes/ Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid

Penutup

Demikian kerangka acuan kegiatan Pelatihan Rencana Penyusunan Penanggulangan Bencana di Puskesmas (Puskesmas Disaster Plan). Kami berharap puskesmas dapat memahami Teknik penyusunan dokumen Puskesmas Disaster Plan. Sebagai lembaga riset dan konsultasi, Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (PKMK FK-KMK) UGM, akan memberikan sumbangan pengembangan inovasi dalam dunia keilmuan di bidang kesehatan dan Manajemen Bencana di Puskesmas. Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FKKMK UGM sebagai penyelenggara program akan berkomitmen demi tercapainya tujuan program dan Caritas Germany sebagai mitra penyelenggara program akan mendapatkan laporan rutin terkait keberlangsungan program.

 

{tab title=”Reportase” class=”green”}

dinkes disaster plan tompe 1

Dok. PKMK FK-KMK UGM.

Peserta Pelatihan Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Puskesmas Tompe“

Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong puskesmas dalam menyusun dan mempersiapkan rencana penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di wilayah kerja puskesmas masing – masing. Kegiatan dilakukan secara langsung di Puskesmas Sangurara selama 2 hari. Seluruh materi disampaikan oleh fasilitator lokal dari Dinkes Provinsi Sulteng, Dinkes Kab. Sigi, FK Universitas Tadulako, dan FK Universitas Alkhaeraat didampingi oleh narasumber dari tim PKMK FK – KMK UGM. Fasilitator acara ini merupakan peserta Training of Trainer Puskesmas Disaster Plan pada November 2020 lalu yang bersedia dan berkomitmen untuk terlibat dalam perluasan kapasitas sistem manajemen penanganan bencana di puskesmas. Tim PKMK FK – KMK UGM menambahkan hal yang perlu atau belum disampaikan oleh fasilitator saat pemaparan materi. Jumlah peserta dari puskesmas yang mengikuti pelatihan ini sebanyak 16 orang, fasilitator lokal 4 orang dan tim dari PKMK FK – KMK UGM 4 orang.

Pertemuan hari pertama Puskesmas Tompe mendapatkan 4 materi yaitu (1) Konsep dan Komponen Puskesmas Disaster Plan oleh Erywahyuningtias, SKM, MAP; (2) Sistem Komando dan Pengorganisasian oleh Iskandar (3) Analisis Risiko oleh Muhammad Nasir, SKM, MSc; serta (4) Logistik dan fasilitas saat bencana oleh dr. Puspita Sari, M.Biomedic. Pada materinya Erywahyuningtias mengatakan puskesmas harus menyadari bahwa puskesmas merupakan lini terdepan yang memegang peranan utama untuk kesiapsiagaan bencana dan krisis kesehatan. Penting dalam dokumen disusun struktur organisasi yang berbasi sistem komando. Struktur organisasi ini bersifat sederhana, jelas dan dapat dimobilisasi dengan singkat. Analisis risiko penting untuk mengidentifikasi potensi ancaman (hazards) di lingkungan puskesmas, ini merupakan langkah awal yang paling baik untuk membuat kesiapsiagaan/perencanaan. Manajemen logistik dikelola bukan hanya pada saat bencana namun pada pra bencana dan pasca bencana.

Pada pertemuan hari kedua ini masing – masing puskesmas mendapatkan 2 materi yaitu (1) Data dan Informasi oleh Muhammad Nasir, SKM, MSc; (2) Peta Risiko dan Peta Respon oleh Gde Yulian Yogadhita, M.Epid . Dalam struktur organisasi berbasis sistem komando ada tim data dan informasi. Pengelolaan data dan informasi bertujuan menjamin ketersediaan informasi yang cepat, tepat, akurat, konsisten, terkini, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar pengambilan keputusan. Peta Risiko Bencana adalah gambaran Tingkat Risiko bencana suatu daerah secara spasial dan non spasial berdasarkan Kajian Risiko Bencana suatu daerah. Pada akhir sesi peta respon, peserta melakukan praktek langsung bagaimana cara membuat peta respon. melakukan praktek langsung bagaimana membuat peta respon yang didampingi oleh fasilitator lokal dan tim PKMK FK – KMK UGM. Peserta memerankan ada yang menjadi relawan, tim logistik, tim penerimaan relawan dan tim peta respon. Pada sesi diskusi juga peserta menanyakan apa perbedaan peta risiko dan peta respon dan siapa yang bertanggung jawab untuk membuat peta ini. Peserta. Kemudian peserta melanjutkan penyusunan draft dokumen puskesmas disaster plan.

 dinkes disaster plan tompe 2

Dok. PKMK FK-KMK UGM.
“Penyampaian materi Data dan Informasi (kiri) dan praktek peta respon (kanan)

Penutup dan Rencana Tindak Lanjut

Kegiatan ini berjalan dengan baik, selanjutnya fasilitator lokal akan mendampingi puskesmas dalam proses penyelesaikan dokumen dinkes disaster plan. Dalam mempermudah pendampingan ini, puskesmas membentuk tim penyusun dokumen dan membuat grupW.

 

Reporter : Happy R Pangaribuan

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK – KMK UGM

{/tabs}

Pelatihan Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Puskesmas – 30 Maret 2021

logo caritas

logo caritas

Pelatihan Perencanaan Penanggulangan Bencana di Rumah Sakit

(Hospital Disaster Plan)

RSUD Kabelota Donggala Sulawesi Tengah, 30 Maret – 1 April 2021


{tab title=”Kerangka Acuan Kegiatan” class=”blue”}

Pengantar

PKMK FK-KMK UGM bekerja sama dengan Caritas Germany akan melakukan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis Kesehatan di Sulawesi Tengah. Fasilitas kesehatan yang menjadi sasaran program ini adalah Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah, Dinkes Kabupaten Donggala, RS Kabelota, RS di Kota Palu, Puskesmas Sangurara dan Puskesmas Tompe. Dalam pelaksanaan program ini PKMK FK-KMK UGM akan tetap melibatkan Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah dan universitas lokal (Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, dan Fakultas Kedokteran Universitas Al-Khairat).

Rumah sakit yang belum memiliki Hospital Disaster Plan (HDP) akan kesulitan untuk mengoperasionalkan manajemen penanganan bencana mulai dari pembagian tugas yang jelas, alur komunikasi dan rencana alternatif. Demikian juga akan terjadi bagi rumah sakit yang sudah memiliki HDP namun belum operasional. Rumah sakit harus memahami bahwa HDP adalah sebagai salah satu bentuk kesiapan rumah sakit untuk menghadapi bencana alam dan bencana non alam. Seperti situasi sekarang dunia telah digemparkan dengan terjadinya bencana non alam pandemik COVID-19. Masalah yang dihadapi rumah sakit akan semakin kompleks karena rumah sakit harus memikirkan bagaimana memutuskan mata rantai penularan di rumah sakit dan bagaimana untuk menghadapi lonjakan pasien. Pada dasarnya konsep penanganan pandemi ini sama dengan penanganan bencana, perbedaannya terletak pada sifat agen kausatif virus.

Dengan demikian sudah saatnya rumah sakit memahami bahwa HDP ini sangat penting dipersiapkan sejak sekarang, HDP yang operasional dan yang mencakup semua rencana kebutuhan dan penanganan bencana alam dan non alam. HDP yang disusun dalam bentuk dokumen berisi potensi bencana yang dihadapi rumah sakit, aktivasi sistem komando, prosedur pengananan bencana, fasilitas saat bencana dan alur komunikasi. HDP ini merupakan dokumen yang bersifat hidup (update) dan menjadi satu sistem untuk memenuhi kebutuhan menuju Safe Hospital yang dapat digunakan dalam keadaan krisis kesehatan sehari-hari di Rumah Sakit.

Tujuan

  1. Peserta memahami penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana di Rumah Sakit (HDP) harus menyesuaikan dengan karakteristik di tiap rumah sakit.
  2. Peserta mampu memahami dan menyusun HDP berdasarkan template yang ada.
  3. Peserta mampu membuat Plan of Action tentang penanganan bencana.

Proses Kegiatan

Kegiatan ini akan dilakukan secara langsung di RSUD Kabelota selama 3 hari. Hari pertama dan kedua peserta akan mendapatkan materi dan hari ketiga peserta akan diberi penugasan.

Peserta Kegiatan

Peserta diperkirakan sekitar 10-15 orang yang terdiri dari :

  • Direksi dan Kepala Bagian RSUD Kabelota
  • Bidang/bagian yang mengurusi rujukan, wabah, bencana, krisis kesehatan
  • Tim penyusun

Yang Perlu dipersiapkan oleh peserta:

Pengetahuan mengenai rumah sakitnya, seperti profil rumah sakit, organisasi RS, peta (Map) Rumah Sakit, termasuk peta wilayah kerja.

Output Kegiatan

Setelah melalui proses Workshop, terdapat tim kecil dari peserta workshop yang komitmen menyelesaikan penyusunan dokumen HDP RSUD Kableota.

Jadwal dan Materi Kegiatan

Waktu              : Selasa-Kamis, 30 Maret – 1 April 2021
Pukul               : 08.30 – 15.00
Tempat            : RSUD Kabelota

Selasa, 30 Maret 2021
Waktu Materi/Kegiatan Fasilitator Narasumber
08.30 – 08.45

Pembukaan

          Pengantar dari PKMK FK-KMK UGM

          Direktur RSUD Kabelota

08.45 – 09.25

09.25 – 09.40

Materi 1: Akreditasi (SNARS) dan Strategi Penyiapan HDP di RS

Diskusi

  • Dr. Surianto, S.Kep, Ns, MPH
  • Fatma A.Deu, SKM, M.Si
dr. Bella Donna, M.Kes

09.40 – 10.20

10.20 – 10.35

Materi 2: Sistem Komando dan Pengorganisasian

Diskusi

  • dr. David Pakaya, M.Biomed
  • dr.Imtihanah Amri, M.Kes., Sp.An
dr. Sulanto Saleh Danu, Sp.FK
10.35 – 10.45 Coffee Break

10.45 – 11.15

11.15 – 11.45

Penugasan Pengorganisasian Happy Pangaribuan, MPH
11.45 – 13.00 ISHOMA
13.00 – 13.40 Materi 3 : Analisis Risiko
  • Lusia Salmawati, SKM, M.Sc
  • Zakiyatun, MH, SKM
dr. Wahyu Kartiko Tomo, Sp.B

13.40 – 14.10

14.10 – 14.40

Penugasan Analisis Risiko Happy Pangaribuan, MPH
14.40 Pengarahan hari-2
Rabu, 31 Maret 2021
Waktu Materi/Kegiatan
08.30 – 08.45 Review kegiatan hari 1 Happy Pangaribuan, MPH
08.45 – 09.15 Materi 4 : Pengenalan Tools Hospital Safety Index (HIS)
  • dr. Mohamad Zulfikar Sp.B
  • dr. Diah Mutiarasari, MPH
Madelina Ariani, MPH

09.15 – 10.00

10.00 – 10.15

Materi 5: Logistik Medik dan Fasilitas

Diskusi

  • dr. Ryzka, M.Kes
  • Dr. Muh. Ryman Napirah, S.KM., M.Kes
dr. Sulanto Saleh Danu, Sp.FK
10.15 – 10.25 Coffee Break
10.25 – 11.05 Materi 6 : SOP saat Bencana
  • Indrawati Patappa
  • Dr. Surianto, S.Kep, Ns, MPH
dr. Wahyu Kartiko Tomo, Sp.B

11.05 – 11.35

11.35 – 12.05

Penugasan SOP Happy Pangaribuan, MPH
12.05 – 13.00 ISHOMA

13.00 – 13.40

13.40 – 13.55

Materi 7 : Data dan Informasi

Diskusi

  • Warihan Unok, S.Kep.Ns. M.Kep
  • dr. Rafly Suwandhi Wahid, M.Kes
Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid

13.55 – 14.35

14.35 – 15.00

Materi 8 : Peta Risiko dan Peta Respon

Praktek Peta Risiko

Ahsan, S.Kep, Ns, M.Kes

dr. Miranti, M.Kes

Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
15.00 Pengarahan kegiatan hari-3
Kamis, 1 April 2021
Waktu Materi
08.30 – 08.45 Review Kegiatan hari-2 Happy Pangaribuan, MPH

08.45 – 09.30

09.30 – 10.15

Penyusunan dokumen HDP Tim Fasilitator
  • dr. Sulanto Saleh Danu, Sp.FK
  • dr. Wahyu Kartiko Tomo, Sp.B
  • Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
10.15 – 10.25 Coffee break

10.25 – 11.10

11.10 – 12.00

Penyusunan Dokumen HDP
12.00 – 13.00 ISHOMA

13.00 – 13.30

13.30 – 14.00

Presentasi draft dokumen HDP

Diskusi

14.00 – 14.10 Pembentukan Tim Kecil Penyusun HDP Tim PKMK
14.10 – 14.30 Rencana Tindak Lanjut Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
14.30 Penutupan dr. Bella Donna, M.Kes

Penutup

Demikian TOR Pelatihan Rencana Penyusunan Penanggulangan Bencana di Rumah Sakit (Hospital Disaster Plan). Kami mengharapkan apabila kerjasama ini terwujud, menjadi kerjasama yang saling menguntungkan. Bagi RSUD Kabelota keuntungan yang didapat adalah tersusunnya dokumen HDP. Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM sebagai penyelenggara program akan berkomitmen demi tercapainya tujuan program dan Caritas Germany sebagai mitra penyelenggara program akan mendapatkan laporan rutin terkait keberlangsungan program.

 

{tab title=”Reportase” class=”red”}

kabelota 1

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Peserta pelatihan penyusunan HDP di RSUD Kabelota“

Kegiatan ini dilakukan secara langsung di RSUD Kabelota selama 3 hari. Hari pertama dan kedua peserta mendapatkan materi dan hari ketiga peserta diberi penugasan. Kegiatan ini bertujuan supaya peserta memahami penyusunan rencana penanggulangan bencana di rumah sakit (Hospital Disaster Plan) sesuai dengan karakteristik di tiap rumah sakit. Seluruh materi disampaikan oleh fasilitator lokal dari Dinkes Provinsi Sulteng, FK Universitas Tadulako, dan FK Universitas Alkhaeraat didampingi oleh narasumber dari tim PKMK FK – KMK UGM. Fasilitator ini adalah peserta kegiatan Training of Trainer Puskesmas Disaster Plan pada November 2020 lalu yang bersedia dan memiliki komitmen untuk terlibat dalam perluasan kapasitas sistem manajemen penanganan bencana di puskesmas. Tim PKMK FK – KMK UGM menambahkan hal yang perlu atau belum disampaikan oleh fasilitator saat pemaparan materi. Jumlah peserta yang mengikuti dari rumah sakit sebanyak 17 orang, fasilitator lokal 8 orang dan tim dari PKMK FK – KMK UGM 4 orang.

Selasa, 30 Maret 2021

Pertemuan hari ini peserta mendapatkan 3 materi yaitu (1) Akreditasi (SNARS) dan Strategi Penyiapan HDP di RS oleh Dr. Surianto, S.Kep, Ns, MPH dan Fatma A.Deu, SKM, M.Si; (2) Sistem Komando dan Pengorganisasian oleh dr. David Pakaya, M.Biomed (3) Analisis Risiko oleh Lusia Salmawati, SKM, M.Sc dan Zakiyatun, MH, SKM. Akreditasi merupakan pengakuan erhadap standar mutu rumah sakit. Kesiapsiagaan rumah saakit dalam menghadapi bencana termasuk dalam penilaian akreditasi rumah sakit. Dokumen HDP menekan kekacauan jika terjadi bencana. Rumah sakit harus siap dengan kemungkinan bahaya yang terjadi di wilayah kerja rumah sakit. Dalam pengorganisasian yang penting adalah sistem komando. Sistem komando akan memperjelas siapa melakukan apa, bagaimana komunikasinya dan menyusun rencana alternatif. Analisis risiko akan lebih mudah dilakukan jika ada data kejadian bencana. Risiko dapat dikurangi dengan meningkatkan kapasitas.

Rabu, 31 Maret 2021

Pada pertemuan hari kedua ini peserta mendapatkan 5 materi yaitu (1) Pengenalan tools HSI oleh dr. Wahyu Kartiko Tomo, Sp.B; (2) logistik medik dan fasilitas oleh Dr. Muh. Ryman Napirah, S.KM., M.Kes; (3) SOP saat bencana oleh Indrawati Patappa; (4) Data dan Informasi oleh Warihan Unok, S.Kep.Ns. M.Kep; dan (5) Peta risiko dan peta respon oleh Ahsan, S.Kep, Ns, M.Kes. Tool HIS dapat digunakan rumah sakit untuk menilai kapasitas rumah sakit dalam penanganan bencana. Logistik merupakan unsur pokok yang menentukan berhasil atau gagalnya manajemen bencana. Manajemen logistik akan mengatur mulai dari perencanaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian dan pelaporan pengunaan logistik saat bencana. Data dan informasi penting menjamin ketersediaan informasi krisis kesehatan yang cepat, tepat, akurat, konsisten, terkini, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar pengambilan keputusan. SOP memenuhi standar – standar yang dibutuhkan dalam pengelenggaraan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan yang tidak terdapat pada kegiatan sehari – hari. Peta Risiko Bencana adalah gambaran Tingkat Risiko bencana suatu daerah secaraspasial dan non spasial berdasarkan Kajian Risiko Bencana suatu daerah. Pada akhir kegiatan peserta melakukan praktek menyusun peta respon sesuai dengan hasil analisis risiko yang sudah dilakukan pada pertemuan hari pertama.

kabelota 2

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Praktek penyusunan peta respon“

Kamis, 1 April 2021

Hari ini peserta didampingi langsung oleh fasilitator lokal untuk penugasan penyusunan draft dokumen HDP. Peserta terbagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok sistem pengorganisasian, kelompok analisis risiko dan kelompok fasilitas saat bencana. Selama penugasan peserta menanyakan langsung kepada fasilitator jika mengalami kesulitan dalam pengerjaan. Setelah sesi penugasan selesai, PKMK FK – KMK UGM menyampaian rencana tindak lanjut dari kegiatan ini.

kabelota 3

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Penugasan penyusunan dokumen HDP“

Penutup dan Rencana Tindak Lanjut

Kegiatan ini berjalan dengan baik, selanjutnya fasilitator lokal akan mendampingi rumah sakit dalam proses penyelesaikan dokumen Hospital Disaster Plan. Dalam mempermudah pendampingan ini, puskesmas membentuk tim penyusun dokumen dan membuat grup whatsApp.

Reporter : Happy R Pangaribuan

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

{/tabs}

 

Enlarging public health disaster plan into community level

logo caritas

logo caritas

Enlarging public health disaster plan into community level in managing natural disaster and pandemi crisis in Central Sulawesi

Diselenggarakan oleh :
Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM bekerja sama dengan Caritas Germany


Pengantar

Pasca gempa, tsunami, dan likuifaksi di Palu, Sigi dan Donggala tercatat dari 49 Puskesmas ada sebanyak 9 puskesmas terkena dampak dengan rusak berat dan 12 puskesmas dengan rusak ringan. Selain itu terdapat 2 rumah sakit mengalami kerusakan berat dan 11 rumah sakit mengalami kerusakan ringan. Sebagai wilayah zona merah berpotensi bencana, banyak hal yang harus disiapkan untuk meningkatkan kapasitas sektor kesehatan dalam menghadapi bencana di Sulawesi Tengah. Pada tahun 2019-2020 pasca bencana (gempa, tsunami, dan likuifaksi) Sulawesi Tengah, PKMK FK-KMK UGM bekerja sama dengan Caritas Germany telah melakukan program pendampingan rutin dalam menguatkan sistem manajemen dan kapasitas SDM kesehatan Sulawesi Tengah. Fasilitas kesehatan yang menjadi sasaran program ini adalah Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah, Dinkes Kabupaten Sigi, RS Tora Belo dan Puskesmas Marawola.

Berdasarkan lesson learn dari program tersebut dan setelah melihat kebutuhan lanjutan dalam peningkatan kapasitas Sulawesi Tengah, maka PKMK FK – KMK UGM bekerja sama dengan Caritas Germany merencanakan perluasan program ini ke daerah lainnya di Sulawesi Tengah. Oleh karena itu, pada rapat evaluasi dan rencana tindak lanjut proyek antara PKMK FK – KMK UGM dan stakeholder di Sulawesi Tengah maka dilakukanlah sinkronisasi program dengan rencana aksi daerah bidang kesehatan sebagai berikut: dinas kesehatan provinsi memperluas pendampingannya ke Kota Palu dan Kabupaten Donggala, serta pengembangan aplikasi akses kegawatdaruratan untuk masyarakat, dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di Sulawasi Tengah dalam pengaktifan pos klaster kesehatan. Perluasan program ini akan berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis keseahtan di Sulawesi Tengah.

Tujuan umum

Kegiatan ini adalah untuk memperluas dan meningkatkan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana alam dan krisis kesehatan di Sulawesi Tengah.

Tujuan khusus

  • Meningkatkan kemampuan Dinas Kesehatan dan perguruan tinggi untuk mendampingi kabupaten/kota di Sulawesi Tengah dalam menyusun perencanaan penanggulangan bencana bidang kesehatan.
  • Meningkatkan kapasitas sistem manajemen penanggulangan bencana alam dan pandemi di Kota Palu dan Kabupaten Donggala
  • Meningkatkan kesiapsiagaan dan pemberdayaan masyarakat untuk adaptasi kebiasaan baru dan penanganan bencana alam di masa pandemic
  • Monitoring, evaluasi dan diseminasi pembelajaran kegiatan ke daerah lainnya

Waktu Pelaksanaan

Kegitan proyek ini dimulai sejak 1 Oktober 2020 s/d 30 September 2021

Target

  • Target kunci dalam project ini adalah Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah, Dinkes Kabupaten Sigi, Dinkes Kabupaten Donggala, Dinkes Kota Palu, Rumah Sakit Kabupaten Donggala, Kota Palu dan dua Puskesmas Model di masing-masing Kabupaten/Kota.
  • Target pendukung adalah universitas yakni Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, dan Fakultas Kedokteran Universitas Al – Khairat.

 

Kegiatan

Beberapa Kegiatan untuk Mencapai Tujuan Program :

  • Update modul pembelajaran dan ujian TOT penyusunan rencana penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di tingkat dinas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas
  • Training of Trainer (TOT) Penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Puskesmas, Rumah Sakit dan Dinas Kesehatan
  • Pelatihan Penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Rumah Sakit (Hospital Disaster Plan)
  • Pelatihan Penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Dinas Kesehatan (Dinkes Disaster Plan)
  • Pelatihan Penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Puskesmas (Puskesmas Disaster Plan)
  • Pelatihan Aktivasi Klaster Kesehatan di Dinas Kesehatan
  • Pengembangan sistem teknis pelayanan pre hospital PSC 119 dan masyarakat
  • Peningkatan kapasitas kader, tokoh di masyarakat, dan relawan kesehatan di bawah wilayah kerja puskesmas untuk mengintergrasikan family disaster plan dengan program puskesmas disaster plan
  • rapat rutin bulanan dan monitoring tiga bulanan tim PKMK FK-KMK UGM dan seluruh tim bencana kesehatan Sulawesi Tengah (Dinas Kesehatan, Rumah Sakit, Puskesmas, Kader)
  • Pengelolaan pengetahuan dan publikasi kegiatan

REPORTASE BINCANG RADIO SERIES 1 – 4
EDUKASI UNTUK MASYARAKAT MENGENAI KEGIATAN PENINGKATAN KAPASITAS PENANGGULANGAN BENCANA ALAM DAN PANDEMI DI SULAWESI TENGAH


PEKAN DISEMINASI
PENGUATAN KETAHANAN SISTEM KESEHATAN
UNTUK BERBAGAI ANCAMAN BENCANA ALAM DAN PANDEMI

15 – 17 Desember 2021


Serah Terima Fasilitator Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan kepada Daerah Sulawesi Tengah oleh PKMK FK – KMK UGM

22 November 2021


Penguatan Pengetahuan dan Pemahaman Bidan dan Kader Kesehatan Puskesmas Marawola tentang Promosi Family Disaster Plan

23 & 26 November 2021


Table Top Exercise (TTX) Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana Dan Krisis Kesehatan

November 2021


Sosialisasi Internal Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Puskesmas Tompe

22 dan 29 Oktober 2021


Sosialisasi Internal Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Puskesmas Sangurara

Jum’at, 22 dan 29 Oktober 2021


Sosialisasi Internal DokumenHospital Disaster Plan(HDP) RSUD Kabelota Donggala

22 dan 29 Oktober 2021


Sosialisasi Internal Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala

21 dan 28 Oktober 2021


Sosialisasi Internal Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Dinas Kesehatan Kota Palu

21 – 28 Oktober 2021


Matrikulasi Materi Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan pada Fasilitator Lokal Sulawesi Tengah

Mei – Oktober 2021


Webinar Series:  Pengembangan Konsep Telemedicine dan Manajemen Bencana Kesehatan di Era Pandemi Covid-19

30 Agustus – 27 September


Review Penanganan Covid-19 Berbasis Kawasan: Relawan Nagasi Kota Palu

Senin, 23 Agustus 2021


Sinkronisasi Program dengan Dinas Kesehatan Provinsi, Kabupaten/Kota Sulawesi Tengah


Sinkronisasi Program dengan Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, dan Fakultas Kedookteran Universitas Al-Khairat

Perluasan Peningkatan Kapasitas Masyarakat melalui Penguatan Sistem dan Pemberdayaan dalam Menghadapi Bencana dan Krisis Kesehatan di Sulawesi Tengah


Training of Trainer (TOT) Dinkes Disaster Plan, Hospital Disaster Plan dan Puskesmas Disaster Plan


Ujian dan Interview Peserta Training of Trainer (TOT) Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan


Sosialisasi Rencana Kegiatan Pelatihan Penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit


Pelatihan Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Dinas Kesehatan (Dinkes Disaster Plan)


Pelatihan Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Puskesmas (Puskesmas Disaster Plan)


Pelatihan Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Puskesmas (Puskesmas Disaster Plan)


Pelatihan Perencanaan Penanggulangan Bencana di Rumah Sakit (Hospital Disaster Plan)


Review Perencanaan Penanggulangan Bencana di Rumah Sakit (Hospital Disaster Plan) di Kota Palu


Pengembangan Sistem Teknis Pelayanan Pre-Hospital PSC 119


Pelatihan Pertolongan Pertama saat Bencana terhadap Staf Medis, non Medis dan Masyarakat Terlatih di Wilayah Puskesmas

Sinkronisasi Program 26 Oktober 2020

logo caritas

logo caritas

Kerangka Acuan Kegiatan

Sinkronisasi Program dengan Dinas Kesehatan Provinsi, Kabupaten/Kota Sulawesi Tengah

Perluasan Peningkatan Kapasitas Masyarakat melalui Penguatan Sistem dan Pemberdayaan dalam Menghadapi Bencana dan Krisis Kesehatan di Sulawesi Tengah


Pasca gempa, tsunami, dan likuifaksi di Palu, Sigi dan Donggala tercatat dari 49 Puskesmas ada sebanyak 9 puskesmas terkena dampak dengan rusak berat dan 12 puskesmas dengan rusak ringan. Selain itu terdapat 2 rumah sakit mengalami kerusakan berat dan 11 rumah sakit mengalami kerusakan ringan. Sebagai wilayah zona merah berpotensi bencana,banyak hal yang harus disiapkan untuk meningkatkan kapasitas sektor kesehatan dalam menghadapi bencana di Sulawesi Tengah.Pada tahun 2019-2020 pasca bencana (gempa, tsunami, dan likuifaksi)Sulawesi Tengah, PKMK FK-KMK UGM bekerja sama dengan Caritas Germany telah melakukan program pendampingan rutin dalam menguatkan sistem manajemen dan kapasitas SDM kesehatan Sulawesi Tengah. Fasilitas kesehatan yang menjadi sasaran program ini adalah Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah, Dinkes Kabupaten Sigi, RS Tora Belo dan Puskesmas Marawola.

Berdasarkan lesson learn dari program tersebut dan setelah melihat kebutuhan lanjutan dalam peningkatan kapasitas Sulawesi Tengah, maka PKMK FK-KMK UGM bekerja sama dengan Caritas Germany merencanakan perluasan program ini ke daerah lainnya di Sulawesi Tengah. Oleh karena itu, pada rapat evaluasi dan rencana tindak lanjut proyek antara PKMK FK-KMK UGM dan stakeholder di Sulawesi Tengah maka dilakukanlah sinkronisasi program dengan rencana aksi daerah bidang kesehatan sebagai berikut: Dinas Kesehatan Provinsi memperluas pendampingannya ke Kota Palu dan Kabupaten Donggala, serta pengembangan aplikasi akses kegawatdaruratan untuk masyarakat, dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di Sulawasi Tengah dalam pengaktifan pos klaster kesehatan. Perluasan program ini akan berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis keseahtan di Sulteng.

Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah tetap dilibatkan dan dikuatkan agar dapat memberikan pendampingan penguatan kapasitas penanganan bencana sektor kesehatan bagi 12 kabupaten/kota lainnya di Provinsi Sulawesi Tengah. Dalam pelaksanaan program ini juga akan melibatkan universitas lokal yaitu Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, dan Fakultas Kedokteran Universitas Al-Khairat. Harapannya universitas lokal mampu mendukung dan mendampingi pemerintah lokal dalam penanggulangan bencana. Pada kegiatan sinkronisasi ini PKMK FK-KMK UGM akan mensosialisasikan kegiatan-kegiatan dan tujuan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis kesehatan kepada Dinas Kesehatan Provinsi dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Sehingga tidak terjadi tumpang tindih program dengan program regional. Dengan demikian program ini akan sinkron dengan program bencana dan krisis kesehatan yang sedang berlangsung dan yang sudah direncanakan di daerah Sulawesi Tengah.

 

Tujuan

Mensosialisasikan kegiatan-kegiatan dan tujuan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis kesehatan kepada Dinas Kesehatan Provinsi dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.

Proses Kegiatan

Kegiatan ini dilakukan via virtual dimana PKMK FK-KMK UGM akan bersama-sama berdiskusi dan berkoordinasi untuk sinkronisasi program perluasan dengan program bencana dan krisis kesehatan yang sedang berlangsung dan yang sudah direncanakan di daerah Sulawesi Tengah

Peserta Kegiatan

Peserta kegiatan adalah bidang yang terlibat dalam penanganan bencana dan krisis kesehatan di Dinas Kesehatan dan :

  • Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah
  • UPT P2KT Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah
  • Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi
  • Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala
  • Dinas Kesehatan Kota Palu
  • Puskesmas Marawola

Output Kegiatan

Terdapat sinkronisasi program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat oleh PKMK FK-KMK UGM dengan program bencana dan krisis kesehatan yang sedang berlangsung dan yang sudah direncanakan di daerah Sulawesi Tengah

 

Jadwal dan Materi Kegiatan

Hari, tanggal : Senin, 26 Oktober 2020

Waktu : 13.00 – 14.00 WITA

Tempat : di tempat masing-masing peserta

 

Waktu Materi/Kegiatan Narasumber/Fasilitator
13.00 – 13.10 Pengantar PKMK FK-KMK UGM/Caritas Germany
13.10 – 13.30 Gambaran umum kegiatan dan tujuan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis Kesehatan di Sulawesi Tengah PKMK FK-KMK UGM
13.30 – 13.50 Dinkusi Sinkronisasi Program dengan Program terkait Bencana dan Krisis Kesehatan di Sulawesi Tengah PKMK FK-KMK UGM dan Dinas Kesehatan
13.50 – 14.00 Kesimpulan dan Rencana Tindak Lanjut PKMK FK-KMK UGM

 

Penutup

Demikian TOR kegiatan sinkronisasi program perluasan kapasitas masyarakat. Kegiatan ini menjadi awal proses kerja sama antara PKMK FK-KMK UGM dengan pemerintah daerah dan sektor kesehatan Sulawesi Tengah untuk mendukung keberlangsungan dan keberlanjutan program. Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM sebagai penyelenggara program akan berkomitmen demi tercapainya tujuan program dan Caritas Germany sebagai mitra penyelenggara program akan mendapatkan laporan rutin terkait keberlangsungan program.

Sinkronisasi Program dengan Fakultas Kedokteran – 26 Oktober 2020

logo caritas

logo caritas

Sinkronisasi Program dengan Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, dan Fakultas Kedookteran Universitas Al-Khairat

Perluasan Peningkatan Kapasitas Masyarakat melalui Penguatan Sistem dan Pemberdayaan dalam Menghadapi Bencana dan Krisis Kesehatan di Sulawesi Tengah

{tab title=”Kerangka Acuan Kegiatan” class=”blue”} 

Pasca gempa, tsunami, dan likuifaksi di Palu, Sigi dan Donggala tercatat dari 49 Puskesmas ada sebanyak 9 puskesmas terkena dampak dengan rusak berat dan 12 puskesmas dengan rusak ringan. Selain itu terdapat 2 rumah sakit mengalami kerusakan berat dan 11 rumah sakit mengalami kerusakan ringan. Sebagai wilayah zona merah berpotensi bencana,banyak hal yang harus disiapkan untuk meningkatkan kapasitas sektor kesehatan dalam menghadapi bencana di Sulawesi Tengah.Pada tahun 2019-2020 pasca bencana (gempa, tsunami, dan likuifaksi)Sulawesi Tengah, PKMK FK-KMK UGM bekerja sama dengan Caritas Germany telah melakukan program pendampingan rutin dalam menguatkan sistem manajemen dan kapasitas SDM kesehatan Sulawesi Tengah. Fasilitas kesehatan yang menjadi sasaran program ini adalah Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah, Dinkes Kabupaten Sigi, RS Tora Belo dan Puskesmas Marawola.

Berdasarkan lesson learn dari program tersebut dan setelah melihat kebutuhan lanjutan dalam peningkatan kapasitas Sulawesi Tengah, maka PKMK FK-KMK UGM bekerja sama dengan Caritas Germany merencanakan perluasan program ini ke daerah lainnya di Sulawesi Tengah. Oleh karena itu, pada rapat evaluasi dan rencana tindak lanjut proyek antara PKMK FK-KMK UGM dan stakeholder di Sulawesi Tengah maka dilakukanlah sinkronisasi program dengan rencana aksi daerah bidang kesehatan sebagai berikut: Dinas Kesehatan Provinsi memperluas pendampingannya ke Kota Palu dan Kabupaten Donggala, serta pengembangan aplikasi akses kegawatdaruratan untuk masyarakat, dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di Sulawasi Tengah dalam pengaktifan pos klaster kesehatan. Perluasan program ini akan berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis keseahtan di Sulteng.

Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah tetap dilibatkan dan dikuatkan agar dapat memberikan pendampingan penguatan kapasitas penanganan bencana sektor kesehatan bagi 12 kabupaten/kota lainnya di Provinsi Sulawesi Tengah. Dalam pelaksanaan program ini juga akan melibatkan universitas lokal yaitu Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, dan Fakultas Kedokteran Universitas Al-Khairat. Pada kegiatan sinkronisasi ini PKMK FK-KMK UGM akan mensosialisasikan kegiatan-kegiatan dan tujuan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis kesehatan kepada pihak universitas lokal. Harapannya universitas lokal mampu mendukung dan mendampingi pemerintah lokal dalam penanggulangan bencana.

 

Tujuan

Mensosialisasikan kegiatan-kegiatan dan tujuan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis kesehatan di Sulawesi Tengah.

 

Proses Kegiatan

Kegiatan ini dilakukan via virtual atau daring. PKMK FK-KMK UGM akan berdiskusi dan berkoordinasi dengan pihak universitas terkait program perluasan peningkatan pemberdayaan masyarakat sehingga universitas dapat berperan dalam pelaksanaan program tersebut.

 

Peserta Kegiatan

Peserta kegiatan adalah dosen/pengajar dan staff fakultas:

  1. Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
  2. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako
  3. Fakultas Kedokteran Universitas Al-Khairat

 

Output Kegiatan

Universitas lokal berperan dalam pelaksanaan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat serta bersedia mendukung dan mendampingi pemerintah lokal dalam penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di Sulawesi Tengah.

 

Jadwal dan Materi Kegiatan

Hari, tanggal : Senin, 26 Oktober 2020

Waktu : 14.30 – 15.30 WITA

Tempat : di tempat masing-masing peserta

 

Waktu Materi/Kegiatan Narasumber/Fasilitator
14.30 – 14.40 Pengantar PKMK FK-KMK UGM/Caritas Germany
14.40 – 15.00 Gambaran umum kegiatan dan tujuan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis Kesehatan di Sulawesi Tengah PKMK FK-KMK UGM
15.00 – 15.20 Diskusi Sinkronisasi Program dengan Peran Universitas

PKMK FK-KMK UGM

Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako

Fakultas Kedokteran Universitas Al-Khairat

15.20 – 15.30 Kesimpulan dan Rencana Tindak Lanjut PKMK FK-KMK UGM

 

Penutup

Demikian TOR kegiatan sinkronisasi program perluasan kapasitas masyarakat. Kegiatan ini menjadi awal proses kerja sama antara PKMK FK-KMK UGM universitas lokal untuk mendukung keberlangsungan dan keberlanjutan program. Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM sebagai penyelenggara program akan berkomitmen demi tercapainya tujuan program dan Caritas Germany sebagai mitra penyelenggara program akan mendapatkan laporan rutin terkait keberlangsungan program.

{tab title=”Reportase” class=”red”}

Reportase

Sinkronisasi Program dengan Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kabupaten/Kota, Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, dan Fakultas Kedokteran Universitas Al-Khairat

Senin, 26 Oktober 2020

enlarge sulsel h1

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Diskusi sikronisasi program dengan Dinas Kesehatan dan Pihak Universitas”

Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan kegiatan -kegiatan dan tujuan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis kesehatan kepada Dinas Kesehatan dan Universitas. Kegiatan dilakukan via virtual dimana PKMK FK – KMK UGM bersama – sama berdiskusi dan berkoordinasi untuk sinkronisasi program perluasan dengan program bencana dan krisis kesehatan yang sedang berlangsung dan yang sudah direncanakan di daerah Sulawesi Tengah. Peserta kegiatan bersasal dari Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah, Dinkes Kabupaten Sigi, Dinkes Kota Palu, Dinkes Kabupaten Donggala, Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, dan Fakultas Kedokteran Universitas Al-Khairat.

Gambaran umum proyek disampaikan oleh Madelina Ariani, MPH sebagai perwakilan tim dari PKMK FK – KMK UGM. Proyek yang dilakukan oleh PKMK FK – KMK UGM bekerja sama dengan Caritas Germany dan ini merupakan lanjutan dari kerja sama tahun lalu. Kegiatan proyek ini belangsung selama 12 bulan terhitung sejak 1 Oktober 2020 – 30 September 2021. Tujuan umum proyek untuk memperluas dan meningkatkan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis kesehatan di Sulawesi Tengah. Tujuan khusus proyek : (1) meningkatkan kemampuan Dinas Kesehatan dan perguruan tinggi untuk mendampingi kabupaten/kota di Sulawesi Tengah dalam menyusun perencanaan penanggulangan bencana bidang kesehatan; (2) meningkatkan kapasitas sistem manajemen penanggulangan bencana alam dan non Alam (pandemi) di Kota Palu dan Kabupaten Donggala; (3) meningkatkan kesiapsiagaan dan pemberdayaan masyarakat untuk adaptasi kebiasaan baru dan penanganan bencana alam di masa pandemi; dan (4) monitoring, evaluasi dan diseminasi pembelajaran kegiatan ke daerah lainnya.

Banyak kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan tesebut. Tentu proses penyelenggaran kegiatan ini membutuhkan kerja sama dan keterlibatan dari dinas kesehatan dan universitas. Kegiatan Training of Trainer (TOT) terkait dengan penyusunan rencana penanggulangan bencana dan krisis kesehatan akan diikuti oleh dinas kesehatan dan universitas. Kegiatan pelatihan penyusunan dinkes disaster plan dan pelatihan aktivasi klaster kesehatan akan diikuti oleh Dinkes Kota Palu dan Dinkes Kab. Donggala. Pelatihan Hospital Disaster Plan akan diikuti oleh RS Kab. Donggala dan Kota Palu. Kegiatan Pelatihan Puskesmas Disaster Plan akan diikuti oleh Puskesmas Tompe dan Puskesmas Sangurara. Kegiatan lainnya adalah terkait layanan pre hospital PSC 119 untuk UPT P2KT Dinkes Prov. Sulteng, pelatihan family disaster plan untuk Puskesmas Marawola dan kegiatan untuk edukasi masyarakat.

Diskusi

enlarge sulsel h1 1

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Sesi Diskusi”

dr Lutfiah (Kabid P2) dari Dinkes Kota Palu menyambut baik seluruh kegiatan. Jika membutuhkan budgeting tambahan dari Dinkes akan dikoordinasikan kepada Kepala Dinkes, karena rencana kegiatan ini akan sangat membantu dinkes dalam manajemen bencana sektor kesehatan. Setelah ada pandemi COVID-19 terjadi perubahan RAB, banyak dana tersedot kesana, semua anggaran berubah 70%. Selanjutnya Alfina A.Deu Kepala UPT P2KT Dinkes Sulteng menyatakan pelatihan – pelatihan dalam kegiatan ini berkesinambungan. Sekarang yang perlu diperhatikan adalah bagaimana memperkuat klaster kesehatan. Harapannya PKMK FK – KMK UGM membantu advokasi pimpinan untuk implementasi kegiatan bencana dan krisis kesehatan. Bagaimana klaster kesehatan ini berperan aktif ketika terjadi krisis kesehatan. Selanjutnya penguatan sub klaster kesehatan. Pihak universitas juga sangat menyambut baik semua rangkaian kegiatan dan bersedia terlibat aktif dalam implementasi kegiatan.

Reporter : Happy R Pangaribuan
Div. Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

{/tabs}

 

Ujian dan Interview Peserta Training of Trainer (TOT) Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan – Desember 2020

logo caritas

logo caritas

Ujian dan Interview Peserta Training of Trainer (TOT) Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan

(Dinkes, Rumah Sakit dan Puskesmas)

Selasa-Kamis/ 15-18 Desember 2020


Pengantar

PKMK FK-KMK UGM bekerja sama dengan Caritas Germany akan melakukan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis Kesehatan di Sulawesi Tengah. Fasilitas kesehatan yang menjadi sasaran program ini adalah Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah, Dinkes Kabupaten Donggala, RS Kabelota, RS Kota Palu, Puskesmas Sangurara dan Puskesmas Tompe. Dalam pelaksanaan program ini PKMK FK-KMK UGM akan tetap melibatkan Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah dan universitas lokal.

Peningkatan kapasitas sumber daya local dalam menyusun perencanaan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di daerah sangatlah penting. Dalam peningkatan kapasitas sumber daya local tersebut, PKMK FK-KMK UGM telah menyelenggarakan TOT Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan (Disaster Plan) pada 17-26 November 2020. TOT ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Dinas Kesehatan dan Perguruan Tinggi untuk mendampingi kabupaten/kota di Sulawesi Tengah dalam menyusun perencanaan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan. Peserta yang telah mendapatkan Pelatihan TOT disaster plan sebanyak 37 orang yang berasal dari Dinas Dinkes Povinsi Sulteng, Dinkes Kab. Sigi, RSUD Undata, Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, dan Fakultas Kedokteran Universitas Al-Khairat.

Peserta TOT terbagi menjadi 3 kelas yaitu kelas TOT Dinkes Disaster Plan, TOT Puskesmas Disaster Plan dan TOT Hospital Disaster plan. Setelah mendapatkan pelatihan, untuk melihat sejauh mana pemahaman peserta terhadap materi pelatihan TOT maka peserta akan diuji dan diinterview oleh konsultan terkait. Peserta akan menjawab soal sesuai dengan kelas yang dipilih kemudian diinterview langsung oleh konsultan. Harapannya peserta bisa memahami bagaimana konsep perencanaan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan. Kegiatan ini akan berkelanjutan, dimana peserta yang lulus ujian dan interview bersedia serta mampu menjadi Fasilitator dan Pendamping dalam meningkatkan kapasitas manajemen penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di dinas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas.

 

Tujuan

Ujian dan Interview peserta TOT disaster plan bertujuan untuk menilai dan mengetahui sejauh mana pemahaman peserta terhadap konsep perencanaan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di dinas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas.

Proses Kegiatan

Ujian dan interview dilakukan via online. Peserta akan mendapatkan soal ujian pada 1 Desember 2020 dan diberi waktu menjawab soal selama satu munggu. Bentuk soal berupa pertanyaan essay. Kemudian peserta akan diinterview oleh konsultan bidang perencanaan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan melalui daring. Interview dilakukan secara perorangan dimana bahan interview adalah jawaban dari soal ujian.

 

Peserta Kegiatan

Peserta ujian dan interview sekitar 37 orang dan konsultan sebanyak 8 orang.

 

Output Kegiatan

Peserta bersedia dan mampu menjadi Fasilitator dan Pendamping dalam meningkatkan kapasitas manajemen penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di dinas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas.

 

Jadwal

Ujian

Soal akan dibagikan ke peserta tanggal 1 Desember 2020 dan peserta mengumpulkan jawaban tanggal 8 Desember 2020.

 

Interview

Waktu : Selasa-Kamis/ 15-18 Desember 2020

Pukul : 10.00 – 12.00 WITA

Tempat : dari tempat masing-masing peserta

 

Selasa-Kamis/ 15-18 Desember 2020
Waktu Materi Penanggung Jawab

10.00 – 10.30

10.30 – 11.00

11.00 – 11.30

11.30 – 12.00

Interview Peserta

kelas TOT Dinkes Disaster Plan

Fasilitator :

Madelina Ariani, MPH

 

Konsultan (Interviewer) :

– dr. Hendro Wartatmo, SpB.KBD – Pokja Bencana Kesehatan FK-KMK UGM

– dr. Ina Agustina Isturini, M.K.M – Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes

– drg. A. Hadijah Pandita M. Kes – Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes

10.00 – 10.30

10.30 – 11.00

11.00 – 11.30

11.30 – 12.00

Interview Peserta

kelas TOT Hospital Disaster Plan

Fasilitator :

Happy R Pangaribuan, MPH

 

Konsultan (Interviewer):

– dr. Handoyo Pramusinto, SpB – RS Sardjito

– Sutono, S.Kp, M.Sc, M.Kep – Pokja Bencana FK-KMK UGM

dr. CoronaRintawan, SpEM – Muhammadiyah Disaster Management Center(MDMC)

10.00 – 10.30

10.30 – 11.00

11.00 – 11.30

11.30 – 12.00

Interview Peserta

kelas TOT Puskesmas Disaster Plan

Fasilitator :

Gde Yulian M.Epid, Apt

 

Konsultan (Interviewer):

– dr. Sulanto Saleh Danu, Sp.FK

– Ns. Alfrina Hany SKp, MNg(AC) – Universitas Brawijaya

 

Penutup

Demikian Kerangka Acuan Kegiatan Ujian dan Iinterview Pesreta TOT Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan (Disaster Plan). Kegiatan ini penting sebagai peningkatan kapasitas peserta dalam proses pendampingan penyusunan rencana penanggulangan bencana dan krisis kesehatan ke puskesmas, rumah sakit dan dinas kesehatan lainnya. Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM sebagai penyelenggara program akan berkomitmen demi tercapainya tujuan program dan Caritas Germany sebagai mitra penyelenggara program akan mendapatkan laporan rutin terkait keberlangsungan program.

Apa Itu Mitigasi Bencana: Kapan dan Bagaimana Tindakannya?

tirto.id – Kejadian bencana atau darurat dapat muncul sewaktu-waktu, apalagi berbagai daerah di Indonesia masuk dalam kategori rawan bencana. Besar kecilnya bencana tentu sulit diprediksi. Ketika bencana terjadi, masyarakat hanya memiliki waktu yang singkat untuk mengevakuasi diri.

Cara terbaik mengurangi risiko korban dan kerugian adalah mempersiapkan diri dengan memiliki rencana manajemen darurat sebelum terjadi bencana. Oleh karena itu, penting untuk membekali diri dengan pengetahuan yang berkaitan dengan kondisi darurat, termasuk mitigasi bencana.


Apa itu mitigasi bencana?

Pengertian mengenai mitigasi bencana tertuang dalam Pasal 1 ayat 6 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana. PP tersebut menyebutkan bahwa mitigasi bencana merupakan serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.

Tindakan yang dilakukan dalam mitigasi bencana diharapkan dapat mengurangi dampak dan risiko sebelum atau pun saat bencana terjadi. Mitigasi bencana dilakukan dengan pendekatan manajemen darurat mengenai segala bentuk risiko dan dampak sengaja maupun tidak disengaja, alamiah maupun non alamiah.

Seberapa penting mitigasi bencana?

Bencana, baik bencana alam maupun non-alam dapat terjadi di mana saja dan kapan saja, sehingga kewaspadaan masyarakat perlu ditingkatkan. Seperti dilansir laman Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan, tindakan siap siaga terhadap bencana diharapkan mampu meminimalkan korban jiwa, korban luka, hingga kerusakan infrastruktur.

Sejumlah ahli bahkan menyebutkan bahwa mitigasi bencana sama seperti investasi yang dapat meminimalisasi kerugian saat terjadi kondisi darurat. Selain itu, langkah-langkah yang terintegrasi dalam mitigasi bencana diharapkan dapat membantu wilayah terdampak kembali normal lebih cepat.


Kapan mitigasi bencana harus dilakukan?

Mengutip dari laman BPBD Kabupaten Karanganyar, mitigasi bencana termasuk tahap pra-bencana dalam siklus manajemen bencana. Mitigasi bencana sebaiknya sudah dilakukan jauh sebelum terjadi bencana. Jika memungkinkan, mitigasi bencana dapat menjadi agenda rutin dalam periode tertentu.


Bagaimana melakukan mitigasi bencana dan apa saja yang perlu dipersiapkan?

Tujuan mitigasi bencana adalah untuk memastikan respons cepat, terkoordinasi, dan efektif selama terjadi keadaan darurat. Untuk dapat mencapai hal tersebut, ada sejumlah hal yang dipersiapkan dalam mitigasi bencana.

Menurut Hanjar Pencegahan dan Mitigasi terbitan Kementerian Pertahanan (Kemenhan), dari sisi pemerintah, persiapan mitigasi bencana berupa persiapan fisik dan non-fisik. Persiapan fisik berupa penataan ruang kawasan bencana serta penataan kode bangunan. Lalu, persiapan non-fisik meliputi upaya:

  • Memberikan pendidikan mengenai bencana alam.
  • Menempatkan korban di tempat aman sesuai dengan Deklarasi Hyogo 2005.
  • Membentuk tim penanggulangan bencana.
  • Memberikan penyuluhan-penyuluhan.
  • Merelokasi korban secara bertahap.

Sementara dari sisi masyarakat, persiapan mengenai keadaan darurat meliputi upaya kesiapsiagaan seperti yang disebutkan oleh BNPB, meliputi:

  • Memiliki rencana darurat keluarga. Rencana ini meliputi analisis ancaman sekitar, identitas titik kumpul, nomor kontak penting, identifikasi titik aman, hingga mengetahui rute evakuasi.
  • Mempersiapkan benda-beda yang dibutuhkan saat bencana dalam tas siaga bencana, yang berisi air, pakaian, uang, dokumen, dan sebagainya.
  • Memantau kondisi wilayah sekitar melalui informasi yang diberikan berbagai media termasuk radio, televisi, media online, dan sumber resmi lainnya.


Perbedaan mitigasi tiap-tiap bencana

 

Ada perbedaan upaya mitigasi pada tiap-tiap bencana. Seperti yang dilansir dari laman BPBD Kabupaten Karanganyar, baik bencana banjir, tanah longsor, gempa bumi, tsunami, hingga gunung meletus memiliki upaya mitigasi yang berbeda-beda.


1. Mitigasi Banjir

 

Sebelum banjir, upaya yang dapat dilakukan meliputi:

  • Menata daerah aliran sungai;
  • Membangun sistem pemantauan dan peringatan banjir;
  • Tidak membangun bangunan di bantaran sungai;
  • Tidak membuang sampah di sungai;
  • Mengeruk dasar sungai;
  • Melakukan penghijauan di hulu sungai.

Saat dan setelah banjir, upaya yang dapat dilakukan meliputi:

  • Mematikan listrik;
  • Mengungsi ke kawasan aman;
  • Tidak berjalan di dekat saluran air;
  • Menghubungi instansi yang berkaitan dengan penanggulangan bencana;
  • Mempersiapkan air bersih untuk menghindari diare;
  • Mewaspadai binatang berbisa dan peyebar penyakit;
  • Mewaspadai banjir susulan.


2. Mitigasi Tanah Longsor

 

Mitigasi tanah longsor meliputi upaya:

  • Menghindari bermukim di wilayah rawan longsor;
  • Mengurangi tingkat keterjalan lereng;
  • Membangun terasering dengan sistem drainase yang tepat;
  • Melakukan penghijauan dengan menanam tanaman berakar dalam;
  • Mendirikan bangunan dengan pondasi kuat;
  • Menutup rekahan di atas lereng agar air tidak cepat masuk;
  • Melakukan relokasi;


3. Mitigasi Gempa

 

Sebelum gempa, yang dapat dilakukan meliputi:

  • Mendirikan bangunan yang tahan gempa
  • Mengidentifikasi lokasi bangunan tempat tinggal
  • Menempatkan perabotan rumah di tempat yang proporsional
  • Menyiapkan peralatan bencana, termasuk makanan, P3K, alat penerangan, dan sebagainya.
  • Memantau penggunaan listrik dan gas
  • Mencatat nomor telepon penting
  • Mengenali jalur evakuasi
  • Mengikuti simulasi kegiatan mitigasi bencana gempa

Saat dan setelah gempa, yang dapat dilakukan meliputi:

 

  • Menghindari segala obyek dan bangunan yang kemungkinan roboh;
  • Menyelamatkan diri ke tanah lapang;
  • Memperhatikan tempat berdiri apabila terdapat retakan tanah;
  • Turun dari kendaraan dan menjauhi pantai;
  • Segera keluar dari bangunan saat gempa selesai;
  • Menghindari penggunaan lift, gunakan tangga biasa;
  • Memeriksa keadaan sekitar apakah ada yang terluka. Jika ada lakukan pertolongan pertama;
  • Mewaspadai adanya gempa susulan.


4. Mitigasi Tsunami

 

Mitigasi tsunami meliputi upaya:

  • Menyelamatkan diri ke daratan tinggi segera terjadi gejala tsunami (gempa, air laut surut, dan muncul gelombang tinggi);
  • Setelah tsunami surut, jangan kembali ke pantai untuk menghindari adanya gelombang susulan;
  • Menghindari area tergenang dan rusak sampai ada informasi aman dari pihak berwenang;
  • Jauhi reruntuhan di dalam air;
  • Mengutamakan keselamatan diri bukan barang-barang.


5. Mitigasi Gunung Meletus

Sebelum terjadi gunung meletus, yang dapat dilakukan meliputi:

  • Pemantauan dan penyelidikan aktivitas gunung berapi oleh lembaga resmi setempat;
  • Pemerintah setempat melakukan sosialisasi mengenai tanggap bencana gunung meletus pada masyarakat sekitar;
  • Melakukan serangkaian upaya tanggap darurat;
  • Memetakan kawasan rawan terdampak bencana gunung meletus;
  • Memetakan jalur evakuasi, pengungsian, dan pos penanggulangan bencana gunung meletus;
  • Mempersiapkan kebutuhan dasar.

Saat dan setelah terjadi gunung meletus, yang dapat dilakukan meliputi:

  • Menggunakan pakaian pelindung tubuh, termasuk baju lengan panjang, sepatu, topi, kacamata, dan masker.
  • Menghindari penggunaan lensa kontak.
  • Menutup wajah dengan dua tangan saat awan panas turun.
  • Menghindari wilayah rawan bencana termasuk lereng, lembah, dan daerah aliran lahan.
  • Mewaspadai adanya bencana susulan.
  • Menjauhi wilayah hujan abu.
  • Kembali ke rumah saat keadaan dinyatakan aman oleh pihak yang berwenang.
  • Menghindari mengendarai kendaraan bermotor setelah terkena hujan abu karena dapat merusak mesin hingga menyebabkan terbakar.

Pencegahan dan Mitigasi Jadi Kunci Utama Tangani Bencana

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Presiden Joko Widodo menyampaikan kunci utama dalam penanganan bencana di Indonesia yakni mempersiapkan aspek pencegahan dan mitigasi bencana.

Jokowi mengatakan dalam menghadapi suatu bencana bukan berarti aspek lainnya tidak diperhatikan. Namun menurutnya, hal ini agar pemerintah tidak bersikap reaktif ketika sedang menghadapi sebuah bencana.

Ia menambahkan, pemerintah sendiri harus bisa mempersiapkan diri dari bencana dengan mengantisipasi secara terencana dengan baik dan detail. Oleh karena itu, kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus sensitif mengingat Indonesia rawan akan bencana.

video: https://www.republika.co.id/