Daerah DKI yang Dulu Banjir 3 Hari, Kini Kering Sehari

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pamer pencapaian soal penanganan banjir. Kata Anies, banjir di Ibu Kota yang biasanya menelan waktu 3-4 hari untuk surut kini bisa kering kurang dalam satu hari.

“Di awal tahun ini terasa daerah-daerah yang biasanya kalau banjir tergenang 3-4 hari sekarang kurang dari satu hari sudah kering, kenapa ya karena sekarang petugas lurah, camat, BPBD itu semua punya target 6 jam kering, 6 jam kering apa pun kondisinya,” kata Anies dalam dalam Rakornas Antisipasi La Nina yang disiarkan di kanal YouTube BMKG, Jumat (29/10/2021).

Anies mengatakan penanganan banjir di Jakarta saat ini sudah menggunakan sistem key performance indicator (KIP) dengan target 6 jam surut setelah hujan reda. Dia juga menyebut, jika hujan di bawah 50 mm, jalan utama di Jakarta tidak boleh banjir.

“Nah ini kata kunci kalau di bawah 100 mm dan di bawah 50 mm tidak boleh banjir, tapi kalau di atas 100 mm sampai terjadi hujan setinggi itu dan kita tahu sekarang hujannya ekstrem apalagi seperti diantisipasi dalam pertemuan ini dengan adanya La Nina ini potensi hujan intensif jangka pendek tinggi sekali. Apa KIP-nya, 6 jam harus surut. Jadi 6 jam sesudah air hujan berhenti tempat yang di situ terjadi genangan harus bisa surut dalam 6 jam,” kata Anies.

Anies menyebut fenomena banjir harus dihadapi secara terus-menerus dan harus bisa dikendalikan. Menurut Anies, air hujan yang datang bisa dikendalikan oleh manusia.

“Pertama adalah hujan, banjir itu fenomena yang kita hadapi cyclical, terus-menerus. Saya garis bawahi kepada seluruh jajaran, jangan dianggap ini sebagai given, tapi harus bisa kita kendalikan. Kalau gempa bumi itu di luar kendali manusia, tapi kalau air, hujan, itu dalam kendali manusia. Karena itu, setiap kita melewati satu fase gelombang baru, apakah curah hujan yang ekstrem, apakah kiriman air yang ekstrem, harus ada perbaikan yang diidentifikasi,” kata Anies.

Anies mengatakan pihaknya telah membagi wilayah operasi di Jakarta berdasarkan teritori. Kata Anies, hal itu dilakukan agar semua petugas yang dikerahkan tidak kumpul di satu titik yang menjadi perhatian media.

“Kita di Jakarta ini membagi wilayah operasi itu berbasiskan teritori. Jadi semua sumber daya dari Pemprov, dari TNI, dari polisi, dari civil society, dari SAR, dari Kementerian Sosial dan lain-lain yang belum tersebut itu dibagi wilayah operasinya. Jadi tidak terkumpul di tempat yang dapat perhatian media. Kadang-kadang, kalau dapat perhatian media, di situ semua kekuatan berkumpul. Yang tidak didatangi media tidak ada kekuatan yang datang, jadi ada bagian dari teritori,” tutur Anies,

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan prakiraan curah hujan akibat fenomena La Nina. BMKG menyebut fenomena La Nina pada level moderat sering dimulai pada musim hujan sampai Februari 2022.

“Demikian juga pusat layanan iklim dunia lainnya, seperti di Amerika oleh NOAA, di Australia oleh BoM, dan di Jepang oleh Japan Meteorological Agency, memperkirakan bahwa La Nina ini setidaknya akan terjadi hingga level moderate hingga Februari 2022,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam Rakornas Antisipasi La Nina yang disiarkan di kanal YouTube BMKG.

Dwikorita mengatakan, dari data BMKG, fenomena La Nina ini menyebabkan terjadinya peningkatan curah hujan bulanan di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur pada November mendatang. Akumulasi curah hujan bulanan dapat meningkat 70 persen.

Kota Bekasi Banjir karena Sungai Meluap

Bekasi – Kali Bekasi meluap sejak Sabtu malam, 30 Oktober 2021, karena kiriman air dari Bogor melalui Kali Cileungsi. Puluhan permukiman penduduk terdampak banjir dengan ketinggian mulai satu meter. Beberapa wilayah sudah surut, sebagian masih terendam.

“Sudah surut di wilayah hulu Bendung Bekasi,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Bekasi, Enung Nurcholis, Ahad, 31 Oktober 2021.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat ketinggian muka air maksimal di pertemuan Cileungsi-Cileungsi mencapai 650 sentimeter, sedangkan batas ketinggian maksimal yaitu 350 sentimeter.

Banjir yang telah surut seperti di Perumahan Pondok Gede Permai, Vila Jatirasa, Kemang IFI, Pondok Mitra Lestari, Perumahan Jaka Kencana hingga menjelang Bendungan Bekasi.

Banjir masih belum surut di bantaran Jalan Kartini, Agus Salim dan Bekasi Utara. Beberapa wilayah di Tambun Utara, Kabupaten Bekasi juga terdampak mulai pagi ini.

“Wilayah yang belum surut masih terus didata,” kata Enung.

Di Teluk Pucung, Bekasi Utara sampai dengan pukul 09.00, ketinggian air masih mencapai sepaha orang dewasa. Petugas BPBD bersama dengan relawan sudah siaga sejak tadi malam. Membantu warga terdampak untuk mengevakuasi diri maupun barang-barangnya.

Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas, Puarman mengatakan, tiga jam sebelum air dari hulu tiba di Kali Bekasi, pihaknya telah mengumumkan status siaga. Ini dilakukan agar warga bantaran Kali Bekasi bersiap menghadapi banjir luapan. “Pompa banjir efektif meminimalisasi banjir.”

Daerah Diharapkan Memperkuat Aspek Mitigasi Bencana

Lombok Utara – Dinas Pariwisata NTB menggelar pelatihan mitigasi bencana di desa wisata Senaru. Selama ini Senaru dikenal sebagai pintu gerbang pendakian gunung Rinjani.

Senaru adalah sebuah desa wisata yang terletak di Kabupaten Lombok Utara. Senaru merupakan salah satu pintu pendakian gunung Rinjani yang dikunjungi banyak pendaki setiap tahunnya.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pelatihan Mitigasi Bencana pun digelar di desa wisata Senaru pada 22-23 Oktober akhir pekan lalu.

Kabid Destinasi Pariwisata Provinsi NTB H. Ahlul Wakti mengatakan, dengan adanya pelatihan mitigasi bencana ini desa-desa wisata diharapkan memiliki kemampuan mitigasi dan adaptasi bencana.

“Pelatihan ini juga dimaksudkan untuk mempersiapkan NTB demi menyambut event-event internasional dari sisi mitigasi bencana,” ujar Wakti dalam keterangannya seperti dikutip detikTravel, Kamis (28/10/2021).

Desa wisata Senaru mendapatkan materi mitigasi bencana dari pihak BMKG dan BPBD sebagai narasumber. Dalam materinya, Yudhit Adiyatma selaku perwakilan BMKG menyampaikan beberapa hal seperti manajemen resiko dan bencana, adanya info khusus pariwisata, serta info sebaran titik panas.

Nantinya informasi harian maupun mingguan terkait informasi cuaca, suhu, curah hujan dan sebagainya akan diperbaharui setiap Senin dan Kamis melalui grup WhatsApp oleh BMKG.

BMKG juga diharapkan bisa memberikan informasi untuk diletakkan di Tourist Information Center nantinya, termasuk di pintu-pintu pendakian, sehingga bisa dibaca oleh para pendaki.

“Sehingga nanti ketika wisatawan hendak melakukan pendakian dan travelling destinasi-destinasi wisata, bisa merasa aman dan nyaman,” harap Wakti.

Sedangkan Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) yang diwakili oleh Kabid Penanggulangan Bencana BPBD NTB, Mustakim menyampaikan materi terkait Regulasi dan Tantangan dalam Melaksanakan Mitigasi Bencana dan Pengelolaan Krisis Kepariwisataan Akibat Bencana.

Menyadari NTB yang rawan bencana seperti gempa bumi, banjir, dan tsunami, Mustakim menekankan upaya antisipasi dengan meningkatkan pemahaman dan pengetahuan dasar kebencanaan penting.

Berkaca pada bagaimana Jepang dalam menanggapi bencana, Mustakim menyampaikan bahwa kita bisa menunjukkan upaya serupa, misalnya dengan memiliki bangunan tahan gempa.

Mustakim menilai bahwa pariwisata sangat membutuhkan informasi seperti ini untuk meningkatkan kepercayaan wisatawan. Karena itu, Mustakim percaya dengan narasi Desa Tangguh Bencana, desa akan memiliki nilai lebih.

“Bagaimana menjadikan desa tangguh bencana, hal ini yang (kemudian) dapat dijual,” pungkasnya.

Jakarta Siaga Banjir, Ini Arahan Anies soal Mitigasi

Jakarta – BMKG menetapkan DKI Jakarta dan lima wilayah lainnya berstatus siaga banjir hingga besok. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah menyiapkan mitigasi bencana banjir.

BMKG dalam keterangan tertulis menyebutkan ada enam wilayah yang berpotensi banjir dan banjir bandang untuk periode 31 Oktober hingga 1 November 2021. Selain Jakarta, lima wilayah tersebut adalah Banten, Jabar, Jateng, Kalteng, dan Kalsel.

“Untuk periode 3 (tiga) hari mendatang (31 Okt-01 Nop 2021), berdasarkan Prakiraan Cuaca Berbasis Dampak, wilayah yang berpotensi dampak banjir dan banjir bandang, dengan Kategori SIAGA,” ujar Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto, dalam keterangan tertulis BMKG, Minggu (31/10/2021).

Untuk di Jakarta, Anies sudah melakukan apel antisipasi cuaca ekstrem pada Rabu (13/10) lalu. Anies menjelaskan ada tiga ancaman musim hujan yang akan dihadapi oleh Ibu Kota. Di antaranya banjir rob di wilayah utara Jakarta, pertemuan 13 aliran sungai di wilayah Selatan Jakarta hujan ekstrem di dalam kota.

Siapkan Pola Penanganan Sampah

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menyiapkan pola penanganan sampah demi mengantisipasi terjadinya banjir. Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan hal ini bertujuan mengatasi permasalahan sampah akibat hujan yang terjadi di dalam kota ataupun di kawasan hulu.

“Sesuai dengan pesan Pak Gubernur DKI Jakarta bahwa kita harus siaga, tanggap, dan galang. Siaga dengan melihat beberapa indikator yang memungkinkan kenaikan air, seperti intensitas curah hujan yang tinggi, ketinggian muka air di Bendung Katulampa, dan potensi adanya rob di pesisir Jakarta,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto saat Apel Kesiapsiagaan Antisipasi Musim Hujan di DLH DKI Jakarta, Cililitan, Jakarta Timur, Selasa (19/10).

Asep menjabarkan, penanganan sampah terbagi ke dalam empat mode, yaitu mode normal, mode awas, mode tergenang, dan mode rehabilitasi. Pola ini, sebutnya, sesuai dengan arahan dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat apel di Monumen Nasional beberapa waktu lalu.

“Mode normal pada awal musim penghujan kita pastikan tidak ada sampah yang menghambat badan air, mode awas untuk siaga banjir yang indikasinya dari tingginya muka air Bendung Katulampa dan tingginya intensitas curah hujan, mode tergenang, yaitu ketika tanggap darurat banjir yang ditetapkan statusnya oleh BPBD dan terakhir mode rehabilitasi pasca terjadinya genangan,” terangnya.

Siapkan Pengungsian-Sumur Resapan

Pemprov DKI Jakarta menyiapkan 1.262 lokasi pengungsian untuk menghadapi musim hujan. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menuturkan nantinya lokasi pengungsian itu dapat menampung 105 ribu orang.

“Menyiapkan 1.262 lokasi pengungsian daya tampung 105.804 jiwa, dan sarana-prasarana pendukung, seperti tenda pengungsi, dapur umum, logistik, dan lain sebagainya,” kata Riza dalam rekaman video, Jumat (29/10/2021).

Untuk mengantisipasi banjir, Pemprov DKI juga mengupayakan program revitalisasi waduk serta pompa secara berkala serta memasang alat pengukur curah hujan di 267 kelurahan di Jakarta.

“Kami lakukan adalah revitalisasi waduk dan pompa program Gerebek Lumpur di lima wilayah kota administrasi pembangunan sumur resapan drainase vertikal, memasang alat ukur curah hujan di seluruh yakni 267 kelurahan sehingga kita tahu persis kalau musim hujan seperti apa,” ujarnya.

Banjir Bandang Terjang Palopo Sulsel, Sebagian Warga Mengungsi di Tempat Ibadah

Liputan6.com, Jakarta BPBD Sulawesi Selatan atau Sulsel melaporkan, banjir bandang menerjang Kota Palopo, Sabtu malam (30/10/2021).

Akibatnya, tiga kelurahan dan satu kecamatan terdampak dan sebagian warga mengungsi ke tempat Masjid Nurul Ikhlas.

“Peristiwa tersebut berlangsung pada pukul 20.00 waktu setempat. BPBD melaporkan ada sebagian warga mengungsi ke tempat ibadah,” tulis siaran pers BNPB diterima, Minggu (31/10/2021).

BPBD merinci, tiga kelurahan terdampak adalah Pentojangan, Jaya, Sumarambu dan Salubattang. Sedangkan satu kecamatan terdampak banjir bandang ada di Kecamatan Telluwanua.

“Saat ini, petugas di lapangan masih melakukan pendataan terhadap warganya yang berada di tempat itu dan pendataan kerugian material akibat banjir bandang tersebut,” jelas BNPB.

Jurus Polri Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi Akibat La Nina

Liputan6.com, Jakarta – Polri menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di Indonesia akibat perubahan cuaca ekstrem dampak dari fenomena La Nina.

“Polri beserta jajarannya telah diinstruksikan untuk menyiapkan setiap langkah antisipasi terhadap bencana alam yang berpotensi di Indonesia,” kata Kabagpenum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan dikutip dari Antara, Minggu (31/10/2021).

Ia mencontohkan, langkah-langkah antisipatif yang dimaksudkan, seperti penyiapan personel yang ditugaskan ketika terjadi bencana. Kemudian langkah-langkah ketika ada bencana, seperti pendistribusian logistik.

“Tentunya layanan kesiapsiagaan personel, menangani pelayanan kesehatan, dan logistik,” ujar Ramadhan.

Menurut Ramadhan, dalam melakukan antisipasi tersebut, Polri akan berkoordinasi bersama pemerintah daerah dan stakeholders lainnya secara intensif.

“Koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI juga. Berkoordinasi dengan pemda itu seperti BNPB maupun BPBD di wilayah, agar lebih sigap dalam melakukan antisipasi bencana,” terang Ramadhan.

Lebih lanjut, Polri akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) untuk menangani mitigasi bencana, salah satu kegiatannya melakukan pelatihan penanggulangan bencana baik kepada masyarakat atau mitra kepolisian.

“Polri menyiapkan satgas tentunya akan melakukan pelatihan penanganan bencana,” ujarnya.

Seperti November 2020 lalu, Divisi Humas Polri mengadakan pelatihan peliputan bencana banjir untuk awak media di Jakarta.

Ramadhan memastikan Polri beserta seluruh jajaran di wilayah (polda, polres dan polsek) menyiapkan upaya-upaya antisipasi menghadapi bencana hidrometeorologi.

Musim Hujan Tiba, Warga Trenggalek Diimbau Waspadai Bencana

Liputan6.com, Trenggalek – Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek Tri Puspita Sari, mengimbau warga mulai mewaspadai potensi bencana banjir dan tanah longsor sebagai dampak peralihan musim kemarau ke musim hujan, akhir Oktober hingga beberapa bulan ke depan.

“Kami berharap semua pihak termasuk masyarakat mulai meningkatkan kesiapsiagaan bencana, terutama daerah-daerah yang selama ini menjadi lokasi rawan bencana,” katanya dikutip dari Antara, Sabtu (30/10/2021).

Selain banjir dan longsor, bencana yang kerap melanda pada saat peralihan musim yang juga harus diantisipasi adalah angin puting beliung.

Beberapa daerah yang berada di dataran dan diapit perbukitan, seperti Kecamatan Durenan, Pogalan dan Gandusari terdapat beberapa desa yang kerap menjadi langganan bencana puting beliung.

Pada saat yang sama potensi banjir juga mengancam, terutama saat turun hujan dengan intensitas curah air tinggi hingga beberapa jam yang merata di wilayah pegunungan.

Menurut dia, daerah-daerah di Trenggalek yang selama ini rawan longsor ada di Kecamatan Bendungan, Dongko, Tugu, Pule, Munjungan, Panggul, dan Watulimo.

Sementara di wilayah perkotaan Kecamatan Trenggalek, beberapa titik menjadi langganan banjir. Melihat geografis Trenggalek, mayoritas daerah berpotensi terjadi bencana alam.

“Untuk itu kami terus lakukan koordinasi antar-stakeholder terkait untuk melakukan langkah-langkah kesiapsiagaan sesuai tugas pokok fungsi dan kewenangan. Termasuk meningkatkan koordinasi dengan BMKG,” ujarnya.

Be Prepared: Build a disaster supplies kit

GENESEO – With winter storms on the horizon now is a good time for build a disaster supplies kit to help you weather such emergencies as a power outage, or if you are stuck at work or stranded in your car.

The Livingston County Department of Health and the Livingston County Office of Emergency Management have information to help you “Build A Kit.”

After an emergency, you may need to survive on your own for several days. Since you do not know where you will be when an emergency occurs, prepare disaster supplies kits for home, work and vehicles. Make sure all family members know where the kits are kept.

A disaster supplies kit for your home is a collection of basic items your household may need in the event of an emergency. Visit https://tinyurl.com/nvyzy7f6 for a preparedness checklist.

After gathering basic items consider what unique needs your family might have, such as supplies for pets or seniors. Don’t forget to include additional items such as cloth face coverings (for everyone ages 2 and above), soap, hand sanitizer, and disinfecting wipes to disinfect surfaces which help prevent the spread of COVID-19, flu, or other viruses.

To assemble your home kit, store items in airtight plastic bags and put your entire disaster supplies kit in one or two easy-to-carry containers such as plastic bins or duffel bags. Remember it is important to maintain your kit so it is ready when needed.

Some helpful tips:

  • Keep canned food in a cool, dry place
  • Store boxed food in tightly closed plastic or metal containers
  • Replace expired items as needed and re-think your needs every year and update your kit as your family’s needs change.

A Work Kit should be stored in a “grab and go” case with items that you will need for at least 24 hours. Items include food, water and other necessities such as medicines and comfortable walking shoes.

Build a car kit in case you get stranded in your vehicle. Keep an emergency supply kit in your car that include jumper cables, flares or reflective triangle, ice scraper, car cell phone charger, blanket, map and cat litter or sand (for better tire traction).

For more information, visit https://www.ready.gov/kit.

BNPB Catat Terjadi 2.203 Bencana Alam, Korban Meninggal 549 Orang

TEMPO.CO, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 2.203 bencana alam terjadi di Indonesia terhitung sejak 1 Januari-30 Oktober 2021. Kejadian bencana alam yang paling banyak terjadi ialah banjir, puting beliung, tanah longsor, serta kebakaran hutan dan lahan. Mayoritas bencana alam itu terjadi di Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Aceh. 

BNPB mencatat peristiwa banjir sebanyak 891 kejadian, puting beliung 587, tanah longsor 406, kebakaran hutan dan lahan 258. Selanjutnya, gempa bumi tercatat 26 kejadian, gelombang pasang dan abrasi 22 kali, serta kekeringan 22 peristiwa.

Ribuan bencana alam tersebut mengakibatkan 6,63 juta orang menderita dan mengungsi, 13.031 orang luka-luka, 549 orang meninggal, dan 74 orang hilang.

BNPB juga mencatat ada 134.587 rumah rusak. Angka itu terdiri dari 17.007 rumah rusak berat, 24.035 rumah rusak sedang, 93.545 rumah rusak ringan.

Selain itu, sebanyak 3.597 fasilitas publik mengalami kerusakan yang meliputi 1.446 fasilitas pendidikan, 1.798 fasilitas peribadatan, dan 353 fasilitas kesehatan. Kemudian, 502 kantor dan 359 jembatan mengalami kerusakan.

Kepala BNPB Ganip Warsito menegaskan pentingnya peringatan dini dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Secara khusus ia menyoroti dampak yang ditimbulkan akibat La Nina yang diperkirakan akan bertahan sampai Februari 2022.

Ganip menuturkan peringatan dini dari BMKG menjadi salah satu referensi untuk ditindaklanjuti di lapangan. Bahkan BNPB memasang 27 alat peringatan dini bencana tanah longsor untuk membantu pengambilan keputusan proses evakuasi masyarakat.

Alat tersebut masih terus ditambah hingga menjangkau ke seluruh pelosok Indonesia yang berpotensi terjadi bencana alam. Dalam waktu dekat penambahan alat untuk beberapa wilayah aliran sungai di Jawa Timur dan Jawa Tengah akan dilakukan penambahan sebanyak tujuh unit alat.

Italia Banjir Bandang, Dua Orang Meninggal Dunia

Jakarta, CNN Indonesia — Wilayah Sisilia, Italia, diterjang banjir bandang menyebabkan dua orang meninggal dunia. Banjir ini menutupi berbagai jalan di Catania.

Situasi banjir di daerah itu sangat kritis, menurut pejabat pemerintah yang berbasis di Catania, Giuseppa Maria Spampinato pada CNN, Selasa (26/10). Spampinato menyatakan kalau jalan utama di kota itu Via Etnea, terendam banjir.

Pada Senin (25/10), Departemen Perlindungan Sipil Italia memberikan peringatan darurat untuk bencana banjir yang terjadi di Sisilia dan Calabria. Peringatan ini juga diberikan pada Selasa (26/10) akibat potensi turunnya hujan lebat lebih lanjut.

Hujan lebat dan angin kencang tengah melanda wilayah selatan Italia sejak Minggu (24/10).

Beberapa daerah Italia dengan curah hujan tertinggi ialah Linguaglossa, Sisilia, sebanyak 520.4 millimeter dan Fabrizia, Calabria, sebanyak 440.2 millimeter.

Catania sendiri melaporkan curah hujan sebanyak 167 millimeter dalam sehari terakhir. Angka ini meningkat dua kali lipat dibandingkan curah hujan rata-rata daerah itu yang hanya 62,7 millimeter pada Oktober.

Akibat kondisi ini, Mayor Catania Salvo Pogliese menutup sekolah dan taman di daerah tersebut. Para warga juga dilarang mampir ke daerah yang rentan mengalami longsor dan wilayah pesisir.

Sementara itu, tim SAR Italia Vigili del Fuoco menyatakan bahwa pihaknya menerima 250 panggilan akibat cuaca buruk di Catania.

Mengutip Euro News, sebanyak dua orang meninggal dunia akibat banjir di Sisilia. Kabar ini dikonfirmasi oleh kepala daerah tersebut, Nello Musumeci. Tak hanya itu, ia menyampaikan ada satu orang yang hilang akibat banjir ini.

Musumeci juga menyampaikan bahwa perubahan iklim menjadi salah satu alasan banjir parah ini terjadi.

“Perubahan iklim, kerentanan wilayah kami, dan kondisi instabilitas, yang kebanyakan disebabkan oleh intervensi manusia, adalah faktor yang, jika digabungkan, dapat menyebabkan efek mematikan, seperti yang kita lihat sekarang,” tambahnya.

Mengutip laman resmi Badan Lingkungan PBB (UNEP), banjir dapat disebabkan oleh pola cuaca yang kian ekstrim akibat masalah perubahan iklim.

Tak hanya itu, banjir juga rentan terjadi di dataran rendah yang dekat dengan pesisir dan sungai. Untuk daerah langganan banjir, seperti Jakarta, tak menutup kemungkinan banjir akan lebih sering terjadi.