Reportase: Penyusunan Pedoman Rumah Sakit Aman Bencana (RSAB) Daerah Istimewa Yogyakarta

rsab diy 1

{tab title=”Pertemuan I” style=”blue”}

Rapat Koordinasi Persiapan Penyusunan Panduan RSAB

Selasa, 25 Januari 2022

rsab diy 1

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Rapat Koordinasi RSAB DIY”

BPBD mengundang 13 RS yang akan terlibat dalam penyusunan panduan RSAB Provinsi DIY. Pada pertemuan ini, BPBD menyampaikan tujuan penyusunan panduan RSAB, dimana proses penyusunan ini dilaksanakan melalui Forum Group Discussion (FGD) sebanyak 3 kali pertemuan. BPBD menggandeng ahli manajemen bencana kesehatan dari PKMK FK – KMK UGM untuk menfasilitasi penyusunan Panduan RSAB. dr. Bella Donna, M.Kes sebagai koordinator tim ahli dari PKMK FK – KMK UGM mengharapkan dengan adanya RSAB, ketika terjadi situasi kegawatdaruratan RS dan fasilitas kesehatan lainnya harus tetap aman dan dapat berfungsi pada kapasitas maksimum. dr. Fitri dari Dinkes DIY juga mengingatkan berdasarkan kajian indeks risiko bencana di DIY hasinya meningkat. Kegiatan penyusunan panduan RSAB ini merupakan momen untuk membenahi dan memperkuat kesiapsiagaan DIY dalam menghadapi bencana dan krisis kesehatan. Apalagi sekarang, RS harus waspada dengan kemungkinan terjadinya gelombang ketiga COVID-19. Dari hasil pertemuan awal ini terdapat 5 kata kunci yang akan dikembangkan dalam pelaksanaan FGD selanjutnya yaitu MoU, manajemen krisis, manajemen risiko, pembiayaan, SOP, komunikasi dan koordinasi.

Reportase : Happy R Pangaribuan

Div. Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

 

{tab title=”Pertemuan 2″ style=”red”}

Pertemuan II : Forum Group Discussion Pendahuluan

Rabu, 2 Februari 2022

fgd rsab

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Pemantik diskusi Manajemen Krisis (kiri) dan Diskusi Kelompok (kanan)

Pertemuan hari ini, sebagai FGD Pendahuluan untuk mendiskusikan lesson learn dan best practice rumah sakit dalam manajemen krisis, sistem pembiayaan dan klaim saat bencana, serta menyusun MoU dengan jejaring RS. Dinkes DIY berperan sebagai moderator menyampaikan bahwa kondisi aman di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya dapat ditingkatkan setiap saat melalui upaya terpadu dan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan. Penyusunan panduan RSAB ini merupakan salah satu bentuk komitmen dari pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana dan krisis kesehatan di DIY.

Dr. dr. Darwito SH SpB(K)Onk pemantik diskusi pembiayaan dan klaim saat bencana menekankan prinsip pendanaan harus direncanakan. Jika pemerintah daerah belum memiliki pendanaan bencana maka hal tersebut tidak sesuai dengan perundangan. Sejak 2014 pemerintah telah menyatukan sistem asuransi pemerintah menjadi “single player” yaitu BPJS. Sistem pembiayanan dalam penanganan pasien saat bencana didiskusikan bersama, sebaiknya apakah fee for service atau mengikuti sistem INA CBGs?. dr. Hendro Wartatmo, SpB.KBD pemantik diskusi manajemen krisis menanyakan bagaimana tim bencana RS mengelola situasi krisis, komandan dan koordinasi, aktivasi SOP? Menyiapkan RSAB boleh dimulai dari menyiapkan RS menghadapi gelombang ketiga COVID-19. RSAB adalah perencanaan untuk pendayagunaan seluruh kapasitas RS sebagai persiapan menghadapi situasi bencana : hardware (fasilitas), software (sistem-manajemen) dan brainware (SDM). Hal tersebut bisa dipenuhi dengan penyusunan dokumen hospital disaster plan. Setelah diskusi, peserta dibagi menjadi 3 kelompok untuk melanjutkan diskusi manajemen krisis dan pembiayaan saat bencana.

Reportase : Happy R Pangaribuan

{tab title=”Pertemuan 3″ style=”red”}

Pertemuan III : Forum Group Discussion Antara

Selasa, 1 Maret 2022

sutonoPertemuan GD kedua membahas 2 topik yaitu bagaimana Mobilisasi SDM kesehatan dan Back up Database RS saat Bencana. Sutono, S.Kp, M.Sc, M.Kep pemantik diskusi mobilisasi SDM kesehatan menyampaikan bagaimana pengalaman FKKMK UGM mempersiapkan dan mengirimkan tim ke daerah bencana. Dalam mobilisasi tim FK-KMK UGM bekerjasama dengan mitra, lahan praktek, dan RS yang menyediakan SDM tersertifikasi. Sebelum mengirimkan tim ke lokasi bencana, dilakukan terlebih dahulu Rapid Helath Assessment (RHA), mengirimkan secara langsung tim awal untuk melakukan RHA dan dari rekanan di dinas kesehatan dan BPBD yang ada di daerah, juga dengan kementerian kesehatan. Dari hasil FGD mobilisasi SDM, fasilitas kesehatan membutuhkan tambahan SOP terkait perencanaan terkait dengan asesmen dan RHA. Setiap rumah sakit butuh perencanaan yang kemudian mengeluarkan SOP RHA apakah membutuhkan SDM dan tidak membutuhkan dengan mempertimbangkan ada tidaknya krisis kesehatan

Topik kedua terkait Back up Database RS saat Bencana disampaikan oleh dr. Guardian Yoki Sanjaya, MHlthInfo. Back up data database dibutuhkan jika ada peristiwa yang membuat sistem informasi tidak dapat digunakan dan membutuhkan recovery. Cara recovery umumnya adalah ada SOP yang bisa dibuat dan dilakukan rumah sakit dalam rangka disaster recovery nya. Bagaimana melakukan recovery sistem IT jika terjadi bencana? Ada tim yang dibentuk, ada koordinator dan ada pusatnya (command system). Misalnya kalau terjadi gempa dan menyebabkan infrastruktur hancur, bagaimana tim ini dapat bekerja di suatu tempat/ center. Disaster command center penting sekali, bagaimana membuat sistem yang rusak ada di situ sehingga menjadi tempat temporer untuk kegiatan operasionalisasi terutama untuk sistem-sistem yang krisis.

Reportase : Happy R Pangaribuan

{tab title=”Pertemuan 4″ style=”grey”}

Pertemuan IV: Forum Group Discussion Akhir

Rabu, 23 Maret 2022

pertemuan4 2maretPada pertemuan akhir ini sudah tersusun draft pedoman RSAB. dr. Hendro Wartatmo sebagai narasumber dan konsultan di pertemuan sebelumnya memberikan masukan SOP disusun objektif, berdasar, operasional, konsisten dan tidak menutup kearifan lokal. Konsep RSAB tidak bisa dilepaskan dengan standar nasional atau akreditasi RS. BPBD menyampaikan panduan ini sebenarnya berawal dari pengalaman di lapangan ketika RS cukup kesulitan dalam penanganan bencana. Ada RS yang sudah memiliki dokumen Hospital Disaster Plan (HDP) namun belum operasional, pelayanan kesehatan masih sulit untuk diakses. Khususnya dalam kondisi COVID ini, pasien non COVID kesulitas mendapatkan pelayanan kesehatan di RS. Harapannya dengan RSAB ini, sudah ada standar atau protab sebagai pedoman.

dr. Bella Donna menampilkan draft pedoman RSAB hasil dari FGD awal hingga FGD akhir. Banyak hal-hal yang perlu dilakukan agar RS bisa aman bencana. Bagaimana RSAB tercapai? Dapat dilihat melalui indikator Hospital Safety Index dan indikator Surge Capacity. RS dapat mereview kembali dokumen HDP dan memastikan adanya penambahan kegiatan dan SOP diantaranya rencana penentuan status kedaruratan di RS, pemanfaatan fungsi komando, simulasi manajemen, penguatan kapasitas RHA, SOP pembukaan keran donasi dan sebagainya. Terkait logistic saat bencana Gde Yulian Yogadhita, M.Epid menyampaikan bahwa Pengorganisasian yang baik menjadi kunci sukses keberhasilan pengembangan kapasitas fasilitas ICU dalam penanganan COVID-19. Termasuk pengorganisasian dalam pengadaan logistic, dalam alur ICS sudah terlihat alur pengadaan dan distribusi sumber daya dari rumah sakit.

Pemberdayaan masyarakat juga penting dilibatkan dalam perencanaan RSAB. Rumah sakit harus mampu membangun kemitraan yang bagus dengan masyarakat sekitar rumah sakit. Belajar dari pengalaman peserta, sering juga masyarakat yang melakukan pertolongan tidak sesuai dengan aturan saat bencana. Ini bisa dicegah dengan adanya pemberdayaan masyarakat. Peningkatan kapasitas komunitas atau masyarakat dapat dilakukan dengan melibatan mereka dalam kajian risiko bencana, menyusun perencanaan PRB berbasis, renkon teritegrasi dan simulasi.

Reporter : Happy R Pangaribuan (Divisi Manajemen Bencana Kesehatan, PKMK FK-KMK UGM)

{/tabs}

Buku, Dokumen Disaster Plan dan Modul

puskesmas marawola

{tab title=”Dokumen Disaster Plan” class=”red”}

{slider title=”Puskesmas Disaster Plan” class=”red”  open=”false”}

puskesmas marawola     sayegan dok

puskesmas sangurara     puskesmas tompe

{slider title=”Hospital Disaster Plan” class=”green”}

rsude torabello sigi     rsud kobelta

rs hasan basri

{slider title=”Dinas Kesehatan Disaster Plan” class=”blue”}

dinkes prov sulteng     dinkes sigi

 

dinkes kota palu

 

{/sliders}

{tab title=”Modul” class=”green”}

{/tabs}

Dukungan Tim Manajemen Kesehatan untuk Letusan Gunung Semeru

semeru ahs ugm

semeru ahs ugm

Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur terjadi pada Sabtu, 4 Desember 2021 pukul 15.00 WIB. Berdasarkan data sementara BPBD Provinsi Jawa Timur, awan panas guguran Gunung Semeru mengakibatkan 15 orang meninggal dunia, luka berat sebanyak 69 orang dan luka ringan 100 orang (06/12/2021). Total korban terdampak di Kabupaten Lumajang sebanyak 5.205 orang. Relawan kesehatan khususnya tenaga medis sudah banyak dikirim ke lokasi dan sementara cukup menangani korban bencana. Pokja Bencana FK-KMK UGM dan AHS UGM turut berpartisipasi dalam penanganan bencana Gunung Semeru. Pokja Bencana FK-KMK UGM dan AHS UGM berkoordinasi dengan Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes dan Pemerintah Daerah Jawa Timur untuk mendapatkan informasi awal terkait updape kondisi dan kebutuhan penanganan bencana Gunung Semeru. Dari hasil diskusi tersebut, pemerintah daerah membutuhkan relawan yang dapat membantu Dinas Kesehatan Kab. Lumajang dalam hal manajemen penanganan bencana. Manajemen penanganan bencana yang dimaksud adalah melakukan pemetaan respon tanggap darurat, manajemen relawan kesehatan dan sistem pelaporan penanganan. Pokja Bencana FK-KMK UGM dan AHS UGM siap menugaskan per 6 Desember 2021 relawan manajemen bencana kesehatan ke Lumajang, Jawa Timur. Informasi terkait berita/artikel Bencana Gunung Semeru, Laporan Kegiatan Tim serta Live Report dapat dibaca berikut :

Berita/Artikel Gunung Semeru      

Laporan Kegiatan Harian 

Live Report

Infografis Data Layanan Pos Kesehatan

Reportase Bincang Radio Series 1 – 4

logo caritas

logo caritas

Reportase  Bincang Radio Series 1 – 4

Edukasi untuk Masyarakat mengenai Kegiatan Peningkatan Kapasitas Penanggulangan Bencana Alam dan Pandemi di Sulawesi Tengah

Kerjasama antara
Caritas Germany, PKMK F – KKMK UGM dan Pemerintah Sulawesi Tengah


Peningkatan Kapasitas Penanggulangan Bencana Alam dan Pandemi di Sulawesi Tengah telah menginspirasi daerah – daerah lain dalam penanggulangan bencana dan krisis kesehatan. Harapannya, masyarakat Sulawesi Tengah juga mengetahui, mendukung dan terlibat dalam upaya penanggulangan bencana dan krisis kesehatan hingga ke tingkat keluarga.

Radio menjadi pilihan yang tepat untuk sosialisasi kegiatan dan edukasi terkait penanganan bencana. Terdapat 4 bahasan yang sudah dipublikasikan dengan narasumber dari PKMK FK – KMK UGM, Dinas Kesehatan Provinsi, Wakil Walikota Palu dan Dokter Preneur. Siaran radio ini kerja sama dengan MSRadio 98,3 FM Sulawesi Tengah. Dimana dapat juga diakses oleh masyarakat di luar Sulawesi Tengah melalui https//linktr.ee/msradiopalu .

 

Series 1
Kesiapsiagaan penangguangan bencana ditingkat keluarga (Family disaster preparedness planning)

podcast series 1Narasumber siaran pertama menghadirkan dr. Bella Donna, M.Kes dan Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid. Narasumber mengawali dengan menceritakan secara singkat apa program kerja yang dilakukan oleh PKMK FK – KMK UGM selama ini di Sulawesi Tengah. Kemudian dilanjutkan dengan bagaimana kesiapsiagaan bencana dalam keluarga dan mengapa keluarga harus siap? Satu desa terdiri dari beberapa keluarga, jika dalam keluarga kuat maka desa kuat. Kita harus membiasakan kesiapsiagaan dari unit terkecil yaitu keluarga. Keluarga mengetahui resiko apa yang terjadi di rumah, misalnya gempa, dihindari meletakkan barang – barang berat di atas lemari, keluarga sudah mengetahui posisi dimana pertama kali berlindung. Keluarga bisa juga menyiapkan pembagian tugas jika terjadi gempa, misalnya ibu segera mematikan kompor, bapak mengambil barang/dokumen berharga, anak – anak menghubungi PSC-119 jika ada yang terluka, atau anak mendampingi nenek untuk jalan keluar. Artinya sudah diidentifikasi jika di rumah ada kelompok rentan. Sebelum terjadi bencana kita sudah siap dengan tas bencana, di dalamnya ada kesiapan untuk kebutuhan kita minimal 3 hari misalnya makanan, minuman, pakaian tipis, obat – obatan, surat penting dan sebagainya.

Selengkapnya YouTube VIDEO

 

Series 2
Peran masyarakat dan keluarga dalam mendukung program kesiapsiagaan penanggulangan bencana alam dan krisis kesehatan di dinas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas

podcast series 2Narasumber siaran kedua menghadirkan Erywahyuningtias, SKM, MAP dan apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid. Narasumber mengawali dengan menjelaskan progam apa yang telah dikerjakan oleh dinas kesehatan provinsi bekerjasama dengan PKMK FK – KMK UGM. Kerja sama sudah lama berlangsung dimulai dari penyusunan rencana kontingensi, dalam hal ini adalah dinkes disaster plan, hospital disaster plan dan puskesmas disaster plan. Ini sangat penting sebagai kesiapsiagaan daerah dalam penanggulangan bencana sektor kesehatan. Ada juga kegiatan yang sangat menarik yaitu Training of Trainer (TOT) fasilitator lokal, untuk pengembangan kapasitas lokal. Dengan output akhir fasilitator lokal ini yang akan siap untuk mendampingi daerah lainnya untuk penyusunan disaster plan. Masyarakat sangat berperan dalam penanggulangan bencana, keluarga adalah kunci utamanya. Puskesmas yang berhubungan langsung dan memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam hal, pencegahan dan pengurangan risiko bencana kesehatan. Organisasi pemuda merupakan bagian dari masyarakat. Akan lebih bagus jika komponen – komponen masyarakat juga diberi pemahaman terkait penanganan bencana khususnya gempa. Organisasi pemuda bisa menghubungi puskesmas setempat jika ingin terlibat dalam program kesiapsiagaan bencana, sehingga organisasi pemuda ini bisa menjadi elemen yang bisa digerakkan oleh puskesmas. Sehingga bisa menjadi tenaga cadangan/relawan yang siap dimobilisasi jika sewaktu – waktu ada bencana. Masyarakat perlu dilibatkan dalam mitigasi dan kesiapsiagaan bencana untuk mengurangi risiko bencana.

Selengkapnya YouTube VIDEO

 

Series 3
Pemanfaatan kapasitas relawan kesehatan “Nagasi” untuk penanganan krisis kesehatan pandemi COVID-19 gelombang kedua

podcast series 3Series-3 menghadirkan dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK.,M.Kes Wakil Walikota Palu dan berperan sebagai Inisiator Relawan Nagasi Kota Palu. Narasumber mengawali dengan menjelaskan apa itu relawan nagasi dan bagaimana sistem kerjanya. Tim Nagasi dibentuk untuk membantu penaganan COVID-19, karena pada masa itu ada kenaikan kasus gelombang-2 COVID-19. Pemerintah Desa juga dilibatkan untuk mendukung program kerja Relawa Nagasi. Relawan Nagasi terhubung juga dengan Dinas Kesehatan dan RS, khususnya jika ada pasien yang membutuhkan rujukan penanganan.

Relawan Nagasi terdiri dari berbagai profesi yaitu dokter, bidan, perawat, admin dan apoteker. Pelayanan kesehatan yang dilakukan berbasis online yaitu WhatsApp Group. Semua berperan sesuai dnegan profesinya masing – masing. Bidan mengetahui dimana saja ibu hamil yang terpapar dan rutin memantau kesehatannya. Mereka tersebar di 8 kecamatan berdasarkan wilayah Puskesmas. Dibentuk WAG di masing – masing kecamatan. Jadi akses pelayanan melalui WAG, semua informasi masuk dalam grup tersebut. Camat yang menjadi koordinator WAG tersebut.

Selengkapnya YouTube VIDEO

 

Series 4
Adaptasi baru perubahan perilaku masyarakat dan sikap kesiapsiagaan menghadapi tantangan bencana dan krisis kesehatan

podcast series 4Series 4 menghadirkan dr. Rizqa, M.Kes sebagai Dokter Preneur dan Direktur Klinik Agung untuk mendiskusikan bagaimana perilaku masyarakat dan sikap kesiapsiagaan menghadapi tantangan bencana dan krisis kesehatan. Diskusi diawali dengan pertanyaan dari sisi perilaku masyarakat, apa perubahan perilaku masyarakat atau adaptasi yang terlihat setelah 2 tahun menghadapi pandemi COVID-19. Ketika kasus meningkat, masih terlihat kedisiplinan masyarakat terhadap prokes namun ketika sudah mulai turun kedisiplin ini menurun. Perubahan perilaku masuk dalam kategori mitigasi, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana non alam ini. Perubahan perilaku yang terlihat adalah beraktivitas menggunakan masker, membatasi kerumunan. Artinya perilaku yang dibentuk harus memperhatikan protokol kesehatan apalagi mendekati liburan akhir tahun. Pendataan orang – orang rentan dalam satu komunitas atau dalam keluarga kita sendiri perlu kita identifikasi. Kemudian mereka diedukasi untuk mampu secara mandiri mematuhi protokol kesehatan, khususnya disabilitas dan lansia. Dinkes Provinsi memiliki layanan call centre khusus untuk melaporkan keadaan gawat darurat, boleh juga dilaporkan jika merasakan ada gejala COVID-19. Terkait influencer, mereka bisa memberikan pengaruh positif misalnya sering post video perilaku disiplin prokes, post informasi yang benar terkait vaksin, jadi informasi – informasi yang meyakinkan masyarakat untuk taat prokes.

Selengkapnya YouTube VIDEO

 

Reporter : Happy R Pangaribuan

Div Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

Table Top Exercise (TTX) Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan

logo caritas

logo caritas

Table Top Exercise (TTX) Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan

(Dinkes Kota Palu, Dinkes Kab. Donggala, RSUD Kabelota, Puskesmas Sangurara dan Puskesmas Tompe)

November 2021

 

{tab title=”Kerangka Acuan Kegiatan” class=”red”}

 

Pengantar

PKMK FK – KMK UGM bekerja sama dengan Caritas Germany melakukan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis kesehatan di Sulawesi Tengah. Pengembangan dokumen perencanaan penanggulangan bencana di tingkat puskesmas (Puskesmas Disaster Plan) masih sangat jarang dilakukan. Pada Maret 2021, lalu Dinkes Kota Palu, Dinkes Kab. Donggala, RSUD Kabelota, Puskesmas Tompe, Puskesmas Sangurara sudah menyusun dokumen disaster plan yang telah berproses selama 8 bulan untuk penyelesaian dokumen disaster plan. Penyusunan dokumen disaster plan ini didampingi oleh fasilitator lokal Sulawesi Tengah dan Tim dari PKMK FK – KMK UGM. Melalui dokumen ini dinas kesehatan, rumah sakit serta puskesmas harus memahami bahwa dokumen Disaster Plan adalah salah satu bentuk kesiapan untuk menghadapi bencana alam dan bencana non alam. Artinya dokumen yang disusun harus seoperasional mungkin sehingga saat bencana terjadi tidak mengganggu layanan rutin sehari – hari.

Dalam penanganan bencana dan krisis kesehatan tentunya banyak sektor dan lintas program yang terlibat artinya dokumen ini penting untuk disosialisasikan kepada pihak internal dan eksternal. Setelah dokumen ini disosialisasikan kepada pihak internal maka dokumen disaster plan penting diuji keoperasionalannya, apakah dapat diimplementasikan, serta dipahami oleh semua petugas yang terlibat dalam struktur pengorganisasian. Salah satu cara yang dilakukan menguji keoperasionalan dokumen melalui Table Top Exercises (TTX). Kegiatan table top exercise membutuhkan persiapan yang matang seperti pemahaman terhadap dokumen yang akan diuji coba, penyusunan skenario, dan penyusunan pemain. Pada tahap persiapan TTX, PKMK FK-KMK UGM akan mengundang dinas kesehatan, rumah sakit, puskesmas, BPBD, dinas sosial, dan sektor lainnya untuk berdiskusi hal-hal yang perlu dipersiapkan pada kegiatan table top exercise. TTX ini dirancang untuk menguji kemampuan teoritis dan manajemen (berdasarkan dokumen) petugas dinas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas, serta lintas sektor untuk menanggapi situasi bencana yaitu bagaimana mereka memahami tugas dan fungsi mereka saat bencana. Kemudian meninjau dan mendiskusikan kembali tindakan apa saja yang perlu ditambahkan dalam dokumen.

Tujuan

  1. Menguji dokumen disaster plan apakah sudah operasional dan sesuai dengan kapasitas daerah.
  2. Menguji kemampuan teoritis dan manajemen (berdasarkan dokumen) personel dinas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas dalam memahami tugas dan fungsi mereka saat bencana.
  3. Meninjau dan mendiskusikan kembali tindakan apa saja yang perlu ditambahkan dalam dokumen.
  4. Merevisi dan finalisasi dokumen disaster plan.

Proses Kegiatan

Berikut rangkaian kegiatan TTX mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan TTX hinga evaluasi

  1. Persiapan TTX (online dan onsite) : menyusun skenario dan menentukan pemain
    1. Persiapan TTX secara daring sebanyak 2 kali pertemuan untuk mematangkan skenario dan menentukan pemain TTX. Dinkes Kota Palu, Dinkes Kab. Donggala, RSUD Kabelota, Puskesmas Tompe, Puskesmas Sangurara akan bergabung dalam tahap persiapan serta intitusi lintas sektor juga akan diundang mengikuti pertemuan ini.
    2. Persiapan TTX secara onsite (langsung) dilakukan sebanyak 1 kali. Dinkes Kab. Donggala, RSUD Kabelota dan Puskesmas Tompe bergabung di satu tempat. Dinkes Kota Palu, Puskesmas Sangurara serta Rumah Sakit di Kota Palu yang pernah mendapatkan pelatihan review Hospital Disaster Plan juga bergabung di saatu tempat. Peserta undangan lintas sektor yang mengikuti secara online diundang kembali untuk hadir dalam persiapan secara onsite.
  2. Pelaksanaan TTX terbagi menjadi 2 tempat yaitu :
    1. TTX Dinkes Kab. Donggala, RSUD Kabelota dan Puskesmas Tompe.
      Pelaksanaan TTX dokumen disaster plan Kab. Donggala, RSUD Kabelota dan Puskesmas Tompe digabungkan di satu tempat. RSUD Kabelota dan Puskesmas Tompe datang ke Dinkes Kab. Donggala untuk pelaksanaan TTX. TTX akan dilaksanakan selama 1 hari penuh dan lintas sektor terkait seperti BPBD, KKP, Dinsos, Bidokkes dan sebagainya akan diundang turut hadir.
    2. TTX Dinkes Kota Palu dan Puskesmas Sangurara
      TTX Dinkes Kota Palu dan Puskesmas Sangurara akan digabungkan di satu tempat. Puskesmas Sangurara akan mendatangi Dinkes Kota Palu. TTX akan dilaksanakan selama 1 hari penuh dan lintas sektor terkait seperti BPBD, KKP, Dinsos, Bidokkes dan sebagainya akan diundang turut hadir. Rumah Sakit di Kota Palu yang pernah mendapatkan pelatihan review Hospital Disaster Plan juga akan dilibatkan dalam TTX.
  3. Evaluasi TTX
    Evaluasi TTX ini bertujuan untuk meninjau dan mendiskusikan kembali tindakan apa saja yang perlu ditambahkan dalam dokumen. Khusus kabupaten Donggala, Evaluasi akan dilakukan dimasing-masing instansi yaitu di Dinkes Kab. Donggala, RSUD Kabelota dan Puskesmas Tompe. Sementara evaluasi Dinkes Kota Palu dan Puskesmas Sangurara akan digabungkan di satu tempat.

Peserta Kegiatan

I. Persiapan TTX

  1. Persiapan TTX online
    – Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah
    – UPTP2KT Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah
    – Fasilitator Lokal disaster plan Sulawesi Tengah
    – Dinas Kesehatan Kota Palu
    – Dinas Kesehatan Kab. Donggala
    – RSUD Kabelota
    – RS di Kota Palu
    – Puskesmas Tompe
    – Puskesmas Sangurara
    – DVI Bidokkes Kota Palu
    – DVI Bodokkes Kab Donggala
    – BPBD Provinsi Sulawesi Tengah
    – BPBD Kota Palu
    – BPBD Kab. Donggala
    – KKP Kota Palu
    – KKP Kab. Donggala
    – Jejaring Universitas : FK Universitas Tadulako, FKM Universitas Tadulako, FK Universitas Alkhaeraat
  2. Persiapan TTX onsite (langsung)
Persiapan TTX Dinkes Kab. Donggala, RSUD Kabelota dan Puskesmas Tompe

Persiapan TTX Dinkes Kota Palu dan Puskesmas Sangurara

– Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah

– UPTP2KT Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah

– Fasilitator Lokal disaster plan Sulawesi Tengah

– Dinas Kesehatan Kab. Donggala

– RSUD Kabelota

– Puskesmas Tompe

– DVI Bodokkes Kab Donggala

– BPBD Provinsi Sulawesi Tengah

– BPBD Kab. Donggala

– KKP Kab. Donggala

– Jejaring Universitas : FK Universitas Tadulako, FKM Universitas Tadulako, FK Universitas Alkhaeraat

– Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah

– UPTP2KT Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah

– Fasilitator Lokal disaster plan Sulawesi Tengah

– Dinas Kesehatan Kota Palu

– RS di Kota Palu : RSUD Undata, RSU Sis Aljufri, RS Bhayangkara, RSU Universitas Tadulako, RS Anutapura, RS Woodward dan RS Budi Agung

– Puskesmas Sangurara

– DVI Bidokkes Kota Palu

– BPBD Kota Palu

– KKP Kota Palu

– Jejaring Universitas : FK Universitas Tadulako, FKM Universitas Tadulako, FK Universitas Alkhaeraat

 

II. Pelaksanaan TTX

TTX Dinkes Kab. Donggala, RSUD Kabelota dan Puskesmas Tompe

TTX Dinkes Kota Palu dan Puskesmas Sangurara

– Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah

– UPTP2KT Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah

– Fasilitator Lokal disaster plan Sulawesi Tengah

– Dinas Kesehatan Kab. Donggala

– RSUD Kabelota

– Puskesmas Tompe

– DVI Bodokkes Kab Donggala

– BPBD Provinsi Sulawesi Tengah

– BPBD Kab. Donggala

– KKP Kab. Donggala

– Jejaring Universitas : FK Universitas Tadulako, FKM Universitas Tadulako, FK Universitas Alkhaeraat

– Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah

– UPTP2KT Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah

– Fasilitator Lokal disaster plan Sulawesi Tengah

– Dinas Kesehatan Kota Palu

– RS di Kota Palu : RSUD Undata, RSU Sis Aljufri, RS Bhayangkara, RSU Universitas Tadulako, RS Anutapura, RS Woodward dan RS Budi Agung

– Puskesmas Sangurara

– DVI Bidokkes Kota Palu

– BPBD Kota Palu

– KKP Kota Palu

– Jejaring Universitas : FK Universitas Tadulako, FKM Universitas Tadulako, FK Universitas Alkhaeraat

 

III. Evaluasi

– Fasilitator Lokal disaster plan Sulawesi Tengah
– Dinas Kesehatan Kota Palu, Puskesmas Sangurara (digabung di 1 tempat)
– Dinas Kesehatan Kab. Donggala
– RSUD Kabelota
– Puskesmas Tompe

 

Waktu Pelaksanaan

I. Persiapan TTX

Persiapan TTX secara online
Pertemuan 1
Hari/Tanggal : Rabu, 10 November 2021
Pukul : 14.00 – 15.30 WITA
Link Zoom :
Meeting ID: 810 9782 3514
Passcode: 395074
Pertemuan 2
Hari/Tanggal : Jumat, 12 November 2021
Pukul : 14.00 – 15.30 WITA
Link Zoom :
Meeting ID: 810 9782 3514
Passcode: 395074

Persiapan TTX secara onsite (langsung)
Persiapan TTX Dinkes Kota Palu dan Puskesmas Sangurara
Hari/Tanggal : Senin, 15 November 2021
Pukul : 09.00 – 11.00 WITA
Tempat : Aula FK Untad

Persiapan
TTX Dinkes Kab. Donggala, RSUD Kabelota dan Puskesmas Tompe
Hari/Tanggal : Selasa, 16 November 2021
Pukul : 09.00 – 11.00 WITA
Tempat : Aula Dinkes Kab. Donggala

II. Pelaksanaan TTX

TTX Dinkes Kab. Donggala, RSUD Kabelota dan Puskesmas Tompe
Hari/Tanggal : Rabu, 17 November 2021
Pukul : 08.00 – 15.00 WITA
Tempat : Aula Dinkes Kab. Donggala 

TTX Dinkes Kota Palu dan Puskesmas Sangurara
Hari/Tanggal : Kamis, 18 November 2021
Pukul : 08.00 – 15.00 WITA
Tempat : Aula FK Untad

 III. Evaluasi

Dinas Kesehatan Kota Palu, Puskesmas Sangurara (digabung di 1 tempat)

Hari/Tanggal :Jumat, 19 November 2021
Pukul :09.00 – 12.00 WITA
Tempat : Aula Dinkes FK Untad

Dinas Kesehatan Kab. Donggala (mandiri)

Puskesmas Tompe
Hari/Tanggal : Rabu, 24 November 2021
Pukul : 09.00 – 12.00 WITA
Tempat : Aula Puskesmas Tompe

RSUD Kabelota
Hari/Tanggal : Rabu, 24 November 2021
Pukul : 09.00 – 12.00 WITA
Tempat : Aula RSUD Kabelota

 

Rundown Kegiatan

Waktu Kegiatan/Materi Narasumber/Fasilitator/Peserta

Persiapan TTX Dinkes Kota Palu dan Puskesmas Sangurara

Hari/Tanggal : Senin, 15 November 2021

09.00 – 09.10 Pengantar dan Pembukaan PKMK FK-KMK UGM
09.10 – 09.20 Pemaparan skenario PKMK FK-KMK UGM
09.20 – 10.50 Diskusi

Fasilitator :

– Sutono, S.Kp, M.Sc,

M.Kep

– apt.Gde Yulian Yogadhita, M.Epid

10.50 – 11.00 Rencana Tindak Lanjut  

Persiapan TTX Dinkes Kab. Donggala, RSUD Kabelota dan Puskesmas Tompe

Hari/Tanggal : Selasa, 16 November 2021

09.00 – 09.10 Pengantar dan Pembukaan PKMK FK-KMK UGM
09.10 – 09.20 Pemaparan skenario PKMK FK-KMK UGM
09.20 – 10.50 Diskusi

Fasilitator :

– Sutono, S.Kp, M.Sc,

M.Kep

– apt.Gde Yulian Yogadhita, M.Epid

10.50 – 11.00 Rencana Tindak Lanjut  

TTX Dinkes Kab. Donggala, RSUD Kabelota dan Puskesmas Tompe

Hari/Tanggal : Rabu, 17 November 2021

08.00 – 08.10 Pengantar dan Pembukaan

PKMK FK-KMK UGM

Dinkes Kab. Donggala

08.10 – 08.20 Pemaparan skenario PKMK FK-KMK UGM

08.20 – 09.20

09.20 – 10.20

10.20 – 11.20

11.20 – 12.20

 

 

Pelaksanaan TTX :

  • Hari 1- 2 kejadian respon awal kejadian sesuai dengan bencana
  • Hari 2-3 kejadian Klaster kesehatan sudah mulai diaktifkan dan relawan sudah banyak yang datang
  • Hari 4 kejadian terdapat 2 kasus positif COVID-19 di pos pengungsian
  • Hari 5-6 kejadian Bantuan logistik menumpuk di Dinas Kesehatan

Evaluator :

  • Sutono, S.Kp, M.Sc, M.Kep
  • Madelina Ariani, SKM, MPH

 

Observer (Fasilitator Lokal)

  • Warihan Unok, S.Kep.Ns. M.Kep

 

 

 

12.20 – 13.00 ISHOMA

13.00 – 14.00

14.40 – 14.45

Pelaksanaan TTX (lanjutan)

  • Hari 7-14 kejadian mulai terdapat 5 penyakit besar yang dialami masyarakat pengungsi
  • Hari 15 kejadian (sudah memasuki masa transisi darurat)
14.45 – 15.00 Rencana Tindak Lanjut dan Penutup  

TTX Dinkes Kota Palu dan Puskesmas Sangurara

Hari/Tanggal : Kamis, 18 November 2021

08.00 – 08.10 Pengantar dan Pembukaan

PKMK FK-KMK UGM

Dinkes Kab. Donggala

08.10 – 08.20 Pemaparan skenario PKMK FK-KMK UGM

08.20 – 09.20

09.20 – 10.20

10.20 – 11.20

11.20 – 12.20

 

 

Pelaksanaan TTX :

  • Hari 1- 2 kejadian respon awal kejadian sesuai dengan bencana
  • Hari 2-3 kejadian Klaster kesehatan sudah mulai diaktifkan dan relawan sudah banyak yang datang
  • Hari 4 kejadian terdapat 2 kasus positif COVID-19 di pos pengungsian

Hari 5-6 kejadian Bantuan logistik menumpuk di Dinas Kesehatan

Evaluator :

  • Sutono, S.Kp, M.Sc, M.Kep
  • Madelina Ariani, SKM, MPH

 

Observer (Fasilitator Lokal)

  • Warihan Unok, S.Kep.Ns. M.Kep

 

12.20 – 13.00 ISHOMA  

13.00 – 14.00

14.40 – 14.45

Pelaksanaan TTX (lanjutan)

  • Hari 7-14 kejadian mulai terdapat 5 penyakit besar yang dialami masyarakat pengungsi

Hari 15 kejadian (sudah memasuki masa transisi darurat)

 
14.45 – 15.00 Rencana Tindak Lanjut dan Penutup  

Evaluasi dan Revisi Dokumen Dinas Kesehatan Kota Palu, Puskesmas Sangurara

Hari/Tanggal : Jumat, 19 November 2021

09.00 – 11.00 Revisi Dokumen Fasilitator :

  • Sutono, S.Kp, M.Sc, M.Kep
  • Happy R Pangaribuan

Evaluasi Dokumen RSUD Kabelota

Hari/Tanggal : Rabu, 24 November 2021

09.00 – 11.00 Revisi Dokumen Fasilitator :

  • Bella Donna, M.Kes
  • Happy R Pangaribuan

Evaluasi Dokumen Puskesmas Tompe

Hari/Tanggal : Rabu, 24 November 2021

09.00 – 11.00 Revisi Dokumen

Fasilitator :

Madelina Ariani, MPH

Penutup

Demikian kerangka acuan table top exercise dokumen perencanaan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan Dinkes Kota Palu, Dinkes Kab. Donggala, RSUD Kabelota, Puskesmas Tompe, Puskesmas Sangurara . Harapannya, kegiatan ini bermanfaat dalam peningkatan sistem manajemen penanggulangan bencana sektor kesehatan.

{tab title=”Reportase” class=”red”}

 Rangkaian kegiatan TTX mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan TTX hinga evaluasi. TTX ini dirancang untuk menguji kemampuan teoritis dan manajemen (berdasarkan dokumen) petugas dinas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas, serta lintas sektor untuk menanggapi situasi bencana yaitu bagaimana mereka memahami tugas dan fungsi mereka saat bencana. Kemudian meninjau dan mendiskusikan kembali tindakan apa saja yang perlu ditambahkan dalam dokumen.

{slider Persiapan TTX (online dan onsite)}

ttx palu 1

Persiapan TTX secara daring dilaksanakan pada Rabu 10 November 2021 dengan jumlah peserta 20 orang. Kegiatan ini bertujuan untuk mematangkan skenario dan menentukan pemain TTX. Dinkes Kota Palu, Dinkes Kab. Donggala, RSUD Kabelota, Puskesmas Tompe, Puskesmas Sangurara akan bergabung dalam tahap persiapan serta intitusi lintas sektor juga akan diundang mengikuti pertemuan ini. Skenario yang disiapkan adalah gempa di tengah pandemi COVID-19. Peserta setuju dengan skenario adanya penambahan COVID-19 dan lebih baik jumlah kasus disebutkan dalam skenario. Peserta TTX adalah tim yang tertulis dalam dokumen, jika tidak memungkinan hadir diharapkan stand by karena sewaktu – waktu akan ditelepon. Pada kasus Kota Palu bisa ditambahkan di skenario bagaimana Dinkes memanggil/koordinasi dengan Puskesmas Pantoloan. KKP Kota Palu memiliki renkon pintu masuk untuk karantina COVID-19. Ini di skenario kita tekankan untuk masuknya relawan. Bagaimana peran dari lintas sectoral dan bagaimana koordinasinya perlu juga diujicoba pada TTX.

ttx palu 2

Dok. PKMK FK – KMK UGM “Persiapan TTX untuk Dinkes Kota Palu dan Puskesmas Sangurara”

Persiapan TTX Dinkes Kota Palu dan Puskesmas Sangurara secara langsung dilaksanakan Senin, 15 November 2021 dengan jumlah peserta 45 di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako. Pada pertemuan ini hadir juga dari KKP Kota Palu dan Fasilitator lokal disaster plan. Peserta bersama dengan tim PKMK FK – KMK UGM mematangkan dan mendetailkan skenario serta gambaran besar yang akan ditanyakan pada kegiatan TTX. Disepakati skenario yang digunakan adalah gempa tanggal 28 september 20XX hari jumat pukul 19.21 WITA. Gempa terjadi di tengah pademi COVID-19. Terdapat 2 kasus positif di pos pengungsian dekat Puskesmas Pantoloan. Puskesmas Sangurara terdampak dan tidak dapat memberikan pelayanan kesehatan sama sekali (rusak berat). Puskesmas Pantoloan terdampak tetapi tetap dapat memberikan pelayanan kesehatan (rusak ringan).

ttx palu 3

Dok. PKMK FK – KMK UGM “Diskusi Skenario”

Persiapan TTX Dinkes Kab. Donggala, RSUD Kabelota dan Puskesmas Tompe secara langsung dilaksanakan Selasa, 16 November 2021 dengan jumlah peserta 55 di Aula Dinkes Kabupaten Donggala. Disepakati skenario pada 17 November pukul 20.00 WITA tahun 20XX terjadi banjir bandang di tengah pandemi COVID-19. Rumah Sakit Kabelota terdampak parah, terutama ruang perawatan semuanya terendam dan 100 Bed harus segera dievakuasi. Terdapat 6 puskesmas yang dimobilisasi Dinkes Kab. Donggala untuk membantu pelayanan, salah satunya Puskesmas Tompe.

Video Kegiatan

Reportase : Happy R Pangaribuan

 

{slider Table Top Exercises (TTX) Dokumen Disaster Plan}

ttx tompe 1

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Pelaksanaan TTX”

Pelaksanaan TTX dokumen disaster plan Kab. Donggala, RSUD Kabelota dan Puskesmas Tompe pada Rabu, 17 November 2021 dilaksanakan di aula Dinas Pendidikan Kabupaten Donggala dengan jumlah peserta 55 orang. Seperti yang sudah disepakati sebelumnya, skenario yang digunakan untuk menguji operasional dokumen disaster plan adalah bencana banjir di tengah pandemi. Pertanyaan pertama yang diajukan oleh evaluator adalah apa yang harus dilakukan tim bencana sebagai respon awal kejadian? Masing – masing bidang Dinkes Kabupaten Donggala merespon dengan melakukan penilaian awal, mengidentifikasi kelompok rentan dan mulai memetakan kebutuhan dasar penanganan bencana. RSUD Kabelota melalui satpam beserta dokter yang sedang bertugas pada saat segera melakukan evakuasi pasien ke IGD, ketua penanganan bencana sementara dipegang dokter jaga saat itu. Sementara Puskesmas Tompe sebagai puskesmas yang tidak terdampak namun memiliki kapasitas tim bencana untuk ditugaskan mulai mengumpulkan data dan informasi terkait kejadian awal bencana termasuk logistik.

ttx tompe 2

Dok PKMK FK – KMK UGM “Tim Puskesmas Tompe (kiri) dan RSUD Kabelota (kanan)

Pertanyaan selanjutnya adalah klaster kesehatan sudah mulai diaktifkan dan relawan sudah banyak yang datang, begitu juga bantuan logistik sudah mulai menumpuk, hal apa saja yang disiapkan oleh dinkes, RS dan puskesmas. Puskesmas Tompe sebagai relawan lokal yang siap ditugaskan akan registrasi ke Dinkes Kab. Donggala dan ketika ditugaskan akan membangun komunikasi dengan relawan yang sedang ditugaskan ditempat yang sama. Sementara RSUD Kabelota menyampaikan terkait dengan relawan yang akan ditugaskan di RS, tetap dijalankan sesuai dengan SOP, harus di skrining terlebih dahulu karena masih pandemi. Pertanyaan selanjutnya bagaimana memasuki masa transisi dan ketika masa tanggap darurat sudah berakhir. RSUD Kabelota dan Puskesma Tompe dari hasil evaluator menyampaikan bahwa peserta sudah memahami apa yang ditulis dalam dokumen. Ada beberapa catatan tambahan untuk dilengkapi pada saat evaluasi dan revisi dokumen. Khusus untuk Dinkes Kabupaten Donggala, pemahaman terkait dnegan dokumen ini masih perlu disosialisasikan kembali ke staf internal dan didorong supaya peserta tetap commit untuk perbaikan dokumen.

Video Kegiatan

Reportase : Happy R Pangaribuan

Div. Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

 

{slider Table Top Exercises (TTX) Dokumen Dinkes Kota Palu dan Puskesmas Sangurara}

ttx sangurara 1

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Pelaksanaan TTX”

TTX Dinkes Kota Palu dan Puskesmas Sangurara dilaksanakan di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako pada Kamis, 18 November 2021 dengan jumlah peserta 45 orang. Skenario yang digunakan untuk menguji operasional dokumen disaster plan adalah gempa di tengah pandemi. Pertanyaan bahan evaluator dimulai dari respon awal bencana seperti apa, manajemen relawan dan logistik, manajemen penanganan COVID-19 di pengungsian, saat memasuki masa transisi dan sampai deaktivasi tim bencana. Pada awal kejadian gempa semua staf Dinkes Kota Palu yang bisa langsung berkumpul di Dinkes (aula depan kantor dinas) sesegera mungkin, kemudian langsung mengadakan rapat dadakan untuk koordinasi. Jika komandan bencana tidak berada di tempat maka komando sementara dipegang oleh sekretaris. Sementara Puskesmas Sangurara akan menyelamatkan korban bencana yang datang ke puskesmas sembari mengaktifkan tim bencana. Selanjutnya ketika memasuki hari-3 pasca gempa dan sistem komando sudah aktif maka masing – masing bidang di Dinkes Kota Palu dan Puskesmas Aangurara melaksanakan peran dan fungsinya masing – masing. Tentu ini berdasarkan yang tercatat dengan memperhatikan SOP dan alur yang sudah disusun.

ttx sangurara 2

Dok. PKMK FK – KMK UGM “Penjelasan dari Peserta Puskesmas Sangurara”

Dinkes Kota Palu menerima registrasi relawan dan mendistribusikan relawan ke puskesmas terdampak dan pos pengungsian. Seluruh sistem pelaporan akan berpusat di Dinkes Kota Palu. Jika banyak jenazah diantarkan ke puskesmas maka puskesmas akan koordinasi dengan Dinas Kesehatan terkait dengan evakuasi korban dan meminta bantuan KKP untuk pengurusan jenazah. Khusus untuk kasus COVID-19 di pos pengungsian, puskesmas akan segera melakukan pemeriksaan pada korban yang diduga, melaporkan ke surveilans dinkes dan jika positif akan dirujuk pasien COVID-19 ke RS Madani. Untuk menghindari penumpukan bantuan logistik, Dinkes Kota Palu mengecek logistik yang ada apakah layak didistribusikan, obat yang layak disimpan di gudang dan didistribusikna ke puskesmas dan pos pengungsian yang membutuhkan. Setelah peserta menjawab pertanyaan evaluasi, seluruh jawaban akan di cross check apakah sudah tertulis dalam dokumen disaster plan Dinkes Kota Palu dan Puskesmas Sangurara atau belum. Jika belum tertulis, menjadi catatan dinkes dan puskesmas untuk evaluasi dan revisi dokumen. Secara keseluruhan peserta Dinkes Kota Palu dan Puskesmas Sangurara sudah memahami isi dokumen dan dokumen sudah operasional untuk dijalankan jika terjadi bencana.

Video Kegiatan

Reportase : Happy R Pangaribuan

Div. Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

{slider Evaluasi TTX dan Revisi Dokumen}

 ttx h3

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Evaluasi dan revisi dokumen RSUD Kabelota (kiri) dan Dinkes Kota Palu (kanan)

Evaluasi TTX Dinkes Kota Palu dan Puskesmas Sangurara terlaksana Jumat, 19 November 2021 dengan jumlah peserta 45 orang. Evaluasi RSUD Kabelota terlaksana Rabu, 24 November 2021 dengan jumlah peserta 20 orang. EValuasi Puskesmas Tompe terlaksana Rabu, 24 November dengan jumlah peserta 25 orang. Evaluasi TTX ini bertujuan untuk meninjau dan mendiskusikan kembali tindakan apa saja yang perlu ditambahkan dalam dokumen. Dinkes Kab. Donggala memilih melakukan evaluasi secara mandiri karena kesibukan program di Dinas Kesehatan. Sementara evaluasi RSUD Kabelota, Puskesmas Tompe, Dinkes Kota Palu dan Puskesmas Sangurara didampingi langsung oleh PKMK FK-KMK UGM dan fasilitator lokal. Beberapa tambahan untuk RSUD Kabelota setelah melakukan evaluasi adalah SOP Evakuasi Pasien, penambahan Bab Rencana Tindak Lanjut, dan fasilitas penempatan keluarga korban sementara komposisi tim lapangan (memperhatikan standard EMT tipe 1). Dinkes Kota Palu diantaranya menambahkan form BAST, mendetailkan kembali SOP titik kumpul awal setelah mendengar ada bencana, dan tentang komunikasi alternatif. Puskesmas Sangurara diantaranya menambahkan SOP terkait pelaporan data kesehatan, SOP hasil Swab Antigen relawan yang hendak jika dalam kondisi pandemic. Puskesmas Tompe menambahkan SOP penugasan tim bencana membantu bencana eksternal puskesmas (misalnya ketika bertugas membantu puskesmas lain yang terdampak bencana).
Dari hasil evaluasi ini, tim langsung revisi dokumen dan dikirimkan kembali kepada PKMK FK-KMK UGM. Selalu diingatkan kepada tim bahwa dokumen adalah dokumen yang hidup, artinya harus diupdate sewaktu-waktu ada perubahan. Dokumen disaster plan yang sudah disusun Dinkes Kota Palu, RSUD Kabelota, Puskesmas Sangurara dan Puskesmas Tompe siap untuk disosialisasikan ke pihak eksternal dan dapat menjadi pembelajaran untuk fasilitas kesehatan lainnya. Dokumen ini akan di diseminasi bulan Desember, dipaparkan langsung oleh tim penyusun dan tim PKMK FK-KMK UGM.

Video Kegiatan

Reportase : Happy R Pangaribuan
Div. Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

{/sliders}

{/tabs}

 

Penguatan Pengetahuan dan Pemahaman Bidan dan Kader Kesehatan Puskesmas Marawola tentang Promosi Family Disaster Plan

logo caritas

logo caritas

Penguatan Pengetahuan dan Pemahaman Bidan dan Kader Kesehatan Puskesmas Marawola tentang Promosi Family Disaster Plan

23 November 2021

 

{tab title=”Kerangka Acuan Kegiatan” class=”red”}

Latar Belakang

PKMK FK – KMK UGM bekerja sama dengan Caritas Germany melakukan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis Kesehatan di Sulawesi Tengah. PKMK FK – KMK UGM telah melakukan pendampingan penyusunan perencanaan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di Puskesmas Marawola pada 2019. Dari hasil pendampingan ini didapatkan satu dokumen perencanaan (puskesmas disaster plan) sebagai panduan kepada Puskesmas Marawola. Salah satu rencana tindak lanjut dari kegiatan tersebut adalah puskesmas memiliki program – program terkait penanggulangan bencana khususnya berbasis komunitas. Integrasi program kesehatan masyarakat di puskesmas terkait penanggulangan bencana akan diintegrasikan dengan rencana kegiatan penanganan bencana keluarga (family disaster plan).

Hal ini penting dilakukan untuk peningkatan kapasitas tenaga kesehatan masyarakat di puskesmas serta kader kesehatan. Kegiatan Training of Trainer (TOT) family disaster plan untuk tim puskesmas dan kader Puskesmas Marawola sudah dilaksanakan Juni 2021. Peserta mendapatkan pengetahuan terkait prinsip penanggulangan bencana di keluarga, peralatan sehari – hari yang perlu disiapkan, dan rencana evakuasi keluarga dalam satu paket Family Disaster Kit. Pemahaman terkait family disaster plan ini masih perlu dikuatkan khususnya bagi bidan dan kader kesehatan, karena mereka yang akan meneruskan promosi family disaster kit ke desa/dusun wilayah kerja Puskesmas Marawola.

 

Tujuan

Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman bidan dan kader kesehatan Puskesmas Marawola terkait promosi family disaster plan

 

Proses Kegiatan

Kegiatan ini akan dilakukan secara offline dimana tim PKMK FK – KMK UGM akan datang ke Puskesmas Marawola.

 

Peserta Kegiatan

Peserta kegiatan ini adalah bidan dan kader kesehatan di Puskesmas Marawola

 

Output Kegiatan

Bidan dan Kader Kesehatan Puskesmas Marawola mampu mempromosikan family disaster plan kepada masyarakat desa/dusun wilayah kerja puskesmas

 

Waktu dan Tempat Kegiatan

Waktu : Selasa, 23 November 2021
Pukul : 10.30 – 12.00 WITA
Tempat : *situasional

Narasumber dan Fasilitator

1. dr. Bella Donna, M.Kes
2. Madelina Ariani, MPH
3. Gde Yulian Yogadhita M.Epid, Apt

 

Penutup

Demikian Kerangka Acuan Kegiatan Penguatan Pengetahuan dan Pemahaman Bidan dan Kader Kesehatan Puskesmas Marawola terkait dengan Promosi Family Disaster Plan. Kami mengharapkan apabila kerjasama ini terwujud, menjadi kerjasama yang saling menguntungkan. Puskesmas Marawola akan mendapatkan pemahaman terkait peningkatan program kesehatan masyarakat dalam penanganan bencana dan krisis kesehatan di puskesmas. Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK – KMK UGM sebagai penyelenggara program akan berkomitmen demi tercapainya tujuan program dan Caritas Germany sebagai mitra penyelenggara program akan mendapatkan laporan rutin terkait keberlangsungan program.

 

{tab title=”Reportase” class=”red”}

Awalnya sasaran kegiatan ini difokuskan untuk bidan dan kader kesehatan Puskesmas Marawola namun setelah melihat kondisi di lapangan, pengetahuan terkait family disaster plan ini juga disampaikan juga kepada relawan Nagasi Kota Palu dan mahasiswa FKM Universitas Tadulako yang akan melaksanakan KKN. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman bidan, kader kesehatan serta masyarakat awam terkait family disaster plan. Bagaimana akhirnya keluarga mampu dan siap menghadapi bencana. Total peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 115 orang.

family disaster plan 1

Dok. PKMK FK – KMK UGM “Promosi family disaster plan di Desa Beka“

Pada Selasa, 23 November 2021 promosi family disaster plan dilaksanakan di Desa Beka wilayah kerja Puskesmas Marawola. Kegiatan ini bersamaan dengan vaksinasi Puskesmas Marawola di Desa Beka. Tim PKMK FK – KMK UGM diwakili oleh Happy Pangaribuan, MPH menyampaikan pemaparan singkat bagaimana kesiapsiagaan keluarga dalam bencana. Apa yang dimaksud dengan family disaster plan?, siapa saja yang bisa berpartisipasi dalam keluarga untuk kesiapsiagaan tersebut dan contoh kit yang disiapkan. Akhir paparan dan setelah peserta sudah divaksin, mereka mendapatkan hygiene kit.

Pada hari yang sama, promosi family disaster plan ini juga disampaikan kepada relawan Nagasi Kota Palu bertempat di Aula FK Universitas Tadulako. Dr. Rizqa sebagai koordinator tim relawan nagasi palu menyampaikan pengantar singkat terkait dengan kondisi relawan Nagasi Kota Palu. Relawan nagasi ini tetap ada, artinya grupnya tidak dibubarkan dan menjadi relawan yang siap bertugas jika terjadi bencana. Lonjakan kasus sudah menurun namun relawan Nagasi Kota Palu tetap harus siaga jika terjadi lonjakan.

family disaster plan 2

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Promosi family disaster plan kepada tim Relawan Nagasi Kota Palu“

Selanjutnya pemaparan materi family disaster plan oleh dr. Bella Donna. Family disaster plan artinya keluarga membuat sebuah rencana jika terjadi bencana. Setiap keluarga mempunyai tanggung jawab maisng – masing. Misalnya sebelum terjadi gempa ada tas yang disiapkan, di dalamnya ada makanan, kit, peluit, obat – obatan, dokumen penting dan lain – lain. Ketika keluarga sudah kuat maka desa juga sudah kuat. Dalam sebuah keluarga dan masyarakat pasti terdapat kelompok rentan. Dalam penilaian risiko yang pertama dilakukan adalah identifikasi kelompok rentan yang ada di rumah. Pertolongan dan informasi kepada kelompok rentan diutamakan dan menjadi titik fokus. Hal ini berarti kelompok rentan ini bisa mendapatkan informasi lebih cepat daripada kelompok lainnya. Keterlibatan/partisipasi masyarakat dan keluarga untuk kelompok rentan yang terlatih sehingga ada peningkatan kapasitas pada kelompok rentan.

apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid juga menyampaikan bagaimana komunikasi yang dibangun dalam keluarga sebagi bentuk kesiapsiagaan menghadapi bencana. Idealnya dalam keluarga selalu menjaga keharmonisan dengan memiliki komunikasi yang baik, paham terhadap kemungkinan bencana yang ada di sekitar. Diskusikan dengan keluarga inti dan keluarga bahaya bencana. pencegahan bagaimana terhindar dari dampak bencana. Kesiapsiagaan mengetahui apa yang harus dilakuakn jika banjir terjadi. Mitigasi sudah mengetahui event bencana akan terjadi, mengurangi dampak becana. Pastikan dan kalau perlu latih anggota keluarga agar paham apa yang harus dilakukan ketika bencana. Kemudian pada Jumat, 26 November 2021 materi yang sama juga disampaikan kepada mahasiswa FKM Universitas Tadulako.

Reportase : Happy R Pangaribuan

Div.Manajemen Bencana FK – KMK UGM

{/tabs}

Serah Terima Fasilitator Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan kepada Daerah Sulawesi Tengah oleh PKMK FK – KMK UGM

logo caritas

logo caritas

Serah Terima Fasilitator Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan kepada Daerah Sulawesi Tengah oleh PKMK FK – KMK UGM

22 November 2021

 

{tab title=”Kerangka Acuan Kegiatan” class=”red”}

Pengantar

PKMK FK – KMK UGM akan terus bekerja sama dengan fasilitator lokal dalam rangka melakukan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis Kesehatan di Sulawesi Tengah. Pengembangan kapasitas lokal ini juga menjadi salah satu program pengembangan kapasitas sumber daya di daerah dalam penanganan bencana dan krisis kesehatan. Peningkatan kapasitas fasilitator lokal sidah dilaksankan sejak November 2020, dimulai dari Training of Trainer (TOT) Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan. Fasilitator lokal sudah memilih materi yang mereka minati dan menjadi materi ajar ketika ada pelatihan penyusunan disaster plan. Harapannya fasilitator lokal tidak hanya sekedar mengetahui gambaran umum dari materi ajar tetapi benar – benar memahami konsep materi dan tujuan dari materi.

Materi perencanaan penanggulangan bencana ini terus berkembang dan perlu untuk diupade sesuai dengan potensi bencana yang sedang dan yang akan terjadi. PKMK sudah melakukan berbagai kegiatan untuk memperdalam pemahaman fasilitator melalui kegiatan pengayaan dan matrikulasi materi disaster plan. Awalnya yang mengikuti kegiatan Kegiatan Training of Trainer (TOT) Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan tercatat sebanyak 41 orang. Namun setelah mengikuti berbagai rangkaian kegiatan untuk melihat komitmen dan kemampuan fasiltator maka ada sekitar 21 orang yang siap dan mampu menjadi fasilitator perencanan penanggulangan bencana dan krisis Kesehatan. Melalui kegiatan ini PKMK FK – KMK UGM akan menyerahkan fasilitator kepada daerah dan menyatakan bahwa fasilitator sudah siap dan mampu mendampingi dinas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas dalam penyusunan dokumen penanggulangan bencana dan krisis ke depannya. Sehingga ke depannya PKMK – FKM UGM dapat bekerja sama dengan fasilitator lokal Sulawesi Tengah dalam mengembangkan manajemen perencanaan penanggulangan bencana dan krisis Kesehatan di daerah lain.

Tujuan

Kegiatan ini bertujuan untuk serah terima fasilitator Disaster Plan kepada Sulawesi Tengah dan menyatakan bahwa fasilitator sudah siap dan mampu mendampingi dinas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas dalam penyusunan dokumen penanggulangan bencana dan krisis ke depannya.

Proses Kegiatan

Kegiatan ini akan dilakukan secara langsung. PKMK FK – KMK akan menyampaikan penjelasan singkat proses rangkaian kegiatan pengembangan fasilitator lokal. Kemudian peserta yang sudah dinyatakan mampu sebagai fasilitator akan mendapatkan sertifikat penghargaan.

Peserta Kegiatan

Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah fasilitator lokal yang sudah mengikuti rangkaian TOT disaster plan oleh PKMK FK – KMK UGM

Output Kegiatan

Fasilitator siap mendampingi dinas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas dalam penyusunan dokumen disaster plan.

Jadwal dan Materi Kegiatan

Hari/Tanggal : Senin, 22 November 2021
Waktu : 12.00 – 14.00 WITA

Senin, 22 November 2021
Waktu Materi/Kegiatan Narasumber/Fasilitator  
12.00 – 12.30 Makan siang bersama  
12.30 – 12.40 Pembukaan Kepala Dinas Kesehatan Prov. Sulteng  
12.40 – 13.00 Flash Back Pelatihan dan Pendampingan Fasilitator dr. Bella Donna, M.Kes  
13.00 – 13.10 Sambutan dari Gubernur Sulawesi Tengah Gubernur Sulawesi Tengah  
13.10 – 13.20

Pembagian Sertifikat kepada Fasilitator

Gubernur Sulawesi Tengah  

13.20 – 13.50

13.50 – 14.00

Materi Upate Kebijakan Nasional Penanggulangan Krisis Kesehatan

Diskusi

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes  
14.00 Penutupan  

Penutupan

Demikian Kerangka Acuan Kegiatan serah terima fasilitator perencanaan penanggulangan bencana kepada Sulawesi Tengah. Ke depannya, Sulawesi tengah sudah memiliki fasilitator yang memiliki kapasitas mengembangkan manajemen perencanaan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di daerah lain. PKMK FK – KMK UGM khususnya Divisi Manajemen Bencana Kesehatan akan terus bergerak dan melakukan inovasi manajemen penanggulangan bencana dan krisis kesehatan berdasarkan ilmu kajian ilmiah. Caritas Germany sebagai donor kegiatan ini juga dapat memperluas kerja sama dengan akademisi dan pemerintahan untuk memperbaiki sistem manajemen perencanaan penangananan bencana dan krisis kesehatan.

{tab title=”Reportase” class=”red”}

 

penyerahan fasilitator 1

Dok. PKMK FK – KMK UGM “Serah Terima Fasilitator Lokal di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah”

Kegiatan ini bertujuan untuk serah terima Fasilitator Disaster Plan kepada Daerah Sulawesi Tengah dan menyatakan bahwa fasilitator sudah siap dan mampu mendampingi dinas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas dalam penyusunan dokumen penanggulangan bencana dan krisis kedepannya. Penyerahan sertifikat yang pertama dilaksanakan pada Senin, 22 November 2021 diwakilkan oleh 5 orang fasilitator lokal di kantor Gubernur Sulawesi Tengah. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Kepala Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah dan BPBD. Sebelum penyerahan fasilitator lokal, dr. Bella Donna, M.Kes sebagai project manager menyampaikan bagaiamana proses penguatan sistem manajemen penanganan bencana sektor kesehatan melalui pengembangan kapasitas lokal. Awalnya terdapat 41 orang yang mendaftar dan bersedia mengikuri rangkaian kegiatan Training of Trainer (TOT) Fasilitator lokal, namun yang komitment sampai mampau menjadi fasilitator lokal sebanyak 21 orang.

Mereka didampingi mulai dari pelatihan TOT, dalam hal ini disampaikan pengetahuan dan pemahaman mengenai perencanaan penanggulangan bencana (disaster plan) di dinas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas. Fasilitator loklal diberi kewenangan untuk memiliki materi terkait yang ingin dikuasai dan fasilitas kesehatan yang akan didampingi. Setelah pelatihan fasilitator lokal juga melakukan ujian tertulis dan wawancara langsung oleh PKK Kemenkes dan ahli manajemen bencana laiinya dari MDMC dan Universitas Brawijaya. Setelah mereka diuji, mereka menjadi narasumber pada pelatihan penyusunan disaster plan di Dinkes Kab. Donggala, Dinkes Kota Palu, RSUD Kabelota, Puskesmas Tompe dan Puskesmas Sangurara didampingi oleh tim dari PKMK FK – KMK UGM. Pemahaman fasilitator lokal diperdalam lagi dnegan kegiatanpengayaan dan matrikulasi materi disaster plan.

penyerahan fasilitator 2

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Arahan Wakil Gubernur Sulteng (kiri) dan penyerahan sertifikat oleh Kepala Dinkes Prov. Sulteng (kanan)

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dan Kepala Dinkes Sulawesi Tengah sangat mengapresiasi proses pendampingan yang sudah dilakukan oleh PKMK FK – KMK UGM. Disampaikan juga, mempersiapakn disaster plan ini diwajibkan dan penting bagi daerah Sulawesi Tengah yang masuk dalam zona merah rentan bencana. Harapannya fasilitator lokal mampu mendampingi daerah lain untuk penyusunan dokumen, seperti Kabupaten Banggai Laut ini rentan gempa. Tugas ini tentunya bisa diteruskan melalui program mitigasi dan perencanaan bencana Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng khususnya UPTP2KT. Terlebih terdapat dari akademisi juga yang menjadi fasilitator lokal, ini akan menjadi kolaborasi yang sangat baik. Setelah mendapatkan respon dan arahan dari Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, diserahkan sertifikat kepada 5 orang perwakilan fasilitator lokal. Serah terima fasilitator lokal lainnya dilanjutkan kembali pada Kamis, 25 November di ruangan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah.

Reporter : Happy R Pangaribuan
Div. Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK – KMK UGM

 

{/tabs}

Dukungan Tim Manajemen Kesehatan untuk Letusan Gunung Semeru

dukungan penanganan semeru1

Laporan Kegiatan

Dukungan Tim Manajemen Kesehatan untuk Letusan Gunung Semeru

Oleh Pokja Bencana FK – KMK UGM dan AHS UGM

{slider title=”Selasa, 7 Desember 2021″ class=”orange solid” }

 


dukungan penanganan semeru1

Dok. Pokja Bencana dan AHS UGM “Penilaian dan pemetaan kapasitas dan kebutuhan penanganan bencana letusan Gunung Semeru di Dinkes Kab. Lumajang”

Pada Senin, 6 Desember 2021 pukul 22.00 WIB, tim Pokja Bencana dan AHS UGM tiba di Lumajang. Adapun tim yang ditugas untuk membantu manajemen penanganan bencana Letusan Gunung Semeru Jawa Timur adalah :

  1. apt.Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
  2. Happy R Pangaribuan, MPH
  3. Endroyanto

Hari Pertama

Pada Selasa, 7 Desember 2021 pukul 08.00 WIB tim mengunjungi Dinas Kesehatan Lumajang dan langsung berkoordinasi dengan Sub Koordinator Substansi Tanggap Darurat Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI, dr. Rakhmad dan Penanggungjawab Tim Disaster Emergency Management Team (DEMIT) Provinsi Jawa Timur, Sony. Tim Kemenkes dan provinsi memberikan arahan dan pengantar mengenai pentingnya manajemen klaster Kesehatan termasuk pengelolaan data dan informasi awal krisis. Kemudian tim UGM melakukan pendampingan dan fasilitasi penyusunan struktur organisasi Klaster Kesehatan (Health Emergency Operation Center/ HEOC), penyusunan peta respon krisis Kesehatan dengan metode visualization in participatory process, dan pendokumentasian alur – alur yang dibutuhkan dalam pengelolaan krisis Kesehatan bencana erupsi Gunung Semeru 2021 di Dinkes Kabupaten Lumajang.

Bidang terkait berkumpul dalam satu ruangan untuk membahas sejauh mana penanganan yang sudah dilakukan. Bidang yang ikut rapat adalah Yankes dan petugas PSC 119 Lumajang; KIA – Gizi dan Kesga; P2P dan Kesling, Logistik dan Keuangan, penanggungjawab Data dan Informasi dan tim dari EMT MDMC dan PB Muhammadiyah yang kebetulan sedang melakukan registrasi relawan kesehatan. Difasilitasi oleh Gde Yulian dan Happy Pangaribuan, peserta menyusun peta respon untuk memetakan fasilitas kesehatan apa saja yang melakukan pelayanan. Tercatat 4 puskesmas yang melakukan pelayanan kesehatan di daerah terdampak yaitu Puskesmas Candipuro, Puskesmas Pronojiwo, Puskesmas Penanggal dan Puskesmas Pasirian. Selanjutnya RS yang turut menangani korban adalah RSUD Haryoto, RS Bhayangkara, dan RSUD Pasirian. Sementara RS BUMN Jatiroto disiapkan sebagai RS rujukan covid jika ada pengungsi korban bencana yang terindikasi COVID-19. Setelah penyusunan peta respon, tim bersama dengan Dinkes Lumajang merapikan alur relawan, alur penerimaan logistik dan alur data informasi kesehatan.

Kondisi saat ini belum ada data riil jumlah relawan yang ditugaskan di puskesmas dan pos kesehatan, sudah teridentifikasi ada 18 tim, namun belum ada spesifikasi teknis berapa dan kompetensi apa saja. Kendala yang dialami oleh dinkes adalah keterlambatan pengiriman laporan harian dari tim kesehatan di pos pelayanan kesehatan dan puskesmas sehingga dinkes belum bisa menvisualisasikan data penyakit, data logistik, data pasien dan kebutuhan secara rutin. Hal ini disebabkan kurangnya SDM yang bisa membantu merekap data kesehatan di pos pelayanan kesehatan dan di puskesmas.

Rencana Tindak Lanjut :

  • Melaporkan kegiatan hari ini kepada tim Pokja FK-KMK UGM dan AHS UGM melalui virtual zoom pukul 19.00 WIB
  • Membantu dinkes merekap laporan data kesehatan (data penyakit, data relawan, data logistik, kelompok rentan)
  • Update peta respon
  • Merapikan form pelaporan, registrasi relawan, distribusi logistik
  • Print out alur relawan, alur penerimaan logistik dan alur data informasi kesehatan

Reporter : Happy R Pangaribuan dan Gde Yulian Yogadhita

 

{slider title=”Rabu, 8 Desember 2021″  class=”blue}

Dukungan Tim Manajemen Kesehatan untuk Letusan Gunung Semeru

Oleh Pokja Bencana FK-KMK UGM dan AHS UGM

ahs ugm lumajang 2021

Dok. Pokja Bencana dan AHS UGM “Briefing dengan relawan data dan informasi”

Tim manajemen Pokja Bencana FK – KMK UGM dan tim AHS sudah hadir di Dinkes Kabupaten Lumajang pukul 08.00 WIB melakukan briefing singkat terkait rencana kerja hari ini. Bersama dengan Tim Datin Dinkes Kabupaten Lumajang, MDMC dan PKK Kemenkes merapikan sistem pendataan kesehatan. Berdasarkan analisis masalah dan kebutuhan di hari sebelumnya MDMC sudah menghadirkan 10 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember untuk melakukan pendampingan puskesmas dalam mengkompilasi data di pos kesehatan. Sebelum ke lapangan tim Pokja Bencana FK – KMK UGM membantu dinkes menfasilitasi briefing dengan 10 mahasiswa tersebut sebelum ditugaskan ke lapangan.

ahs ugm lumajang 2021 peta respon cut

Dok. Pokja Bencana dan AHS UGM “Peta sebaran relawan”

Sistem pelaporan data kesehatan dari puskesmas ke dinkes dilakukan dengan pengisian Google Sheet yang bisa diakses oleh PJ data kesehatan. Demikian halnya dengan registrasi relawan menggunakan link Google Form, ini memudahkan dinkes untuk mendata ulang relawan karena beberapa relawan sudah melayani di pos kesehatan namun belum registrasi di dinkes. Data kesehatan seperti jumlah pasien rawat inap, rawat jalan, dan kelompok rentan sudah dapat dikompilasi. Bidang pengendalian penyakit, promosi kesehatan dan gizi sudah melaporkan pelayanan kesehatan yang dilakukan hari ini. Khusus untuk logistik sudah memetakan logistik kesehatan yang dibutuhkan, ini menjadi data bagi tim logistik untuk menolak donasi yang tidak dibutuhkan. Tim manajemen merapikan kembali peta sebaran relawan, dimana saja relawan ditugaskan dan ini di – update di peta respon.

Rencana Tindak Lanjut

  • Melanjutnkan membantu tim datin Dinkes Lumajang rekapitulasi sistem pelaporan data kesehatan
  • Update peta respon
  • Melanjutkan membantu tim logistik rekapitulasi data logistik kesehatan

Reportase : Happy R Pangaribuan dan Gde Yulian Yogadhita

 

{slider title=”Kamis, 9 Desember 2021″  class=”orange}

Dukungan Tim Manajemen Kesehatan untuk Letusan Gunung Semeru

Oleh Pokja Bencana FK-KMK UGM dan AHS UGM

ahs ugm lumajang 2021 12 9 1

Dok. Pokja Bencana FK-KMK UGM dan AHS UGM

Pada pagi hari, tim HEOC memiliki perbedaan persepsi mengenai tugas dan fungsi teknis sub-klaster dan tim pendukung, mengantisipasi hal ini, tim UGM kemudian mencoba untuk memfasilitasi mengurai permasalahan perbedaan persepsi yang terjadi kepada tim HEOC khususnya tim promkes dan PSC mengenai peran fungsi Sub Klaster Kesehatan dan Tim Pendukung saat bencana yang mengacu pada Permenkes Nomor 75 Tahun 2019. Pelayanan kesehatan yang diberikan secara individual itu dilakukan oleh bidang pelayanan kesehatan sementara tim promkes lebih kepada pelayanan kolektif (komunitas). Tim promkes juga berperan mendukung kegiatan sub klaster lainnya misalnya kolaborasi dengan sub klaster kesehatan jiwa dalam melakukan kegiatan psikososial. Selanjutnya hal ini menginisiasi rapat klister kesehatan di ruangan HEOC dinkes Lumajang yang dipimpin oleh kepala dinas untuk menyamakan persepsi terkait sistem pelaporan dan membangun koordinasi antar bidang, terutamanya untuk mengurangi kesalahpahaman. Kadis kemudian mengumpulkan semua bidang yang terlibat dalam struktur HEOC pusat darurat krisis kesehatan kabupaten lumajang. Kepala dinas menyampaikan bahwa masing – masing bidang wajib melaporkan progress pelayanan kesehatan yang sudah dilakukan dan mencari apa yang menjadi kebutuhan di lapangan. Laporan ini lah yang akan disampaikan kepala dinas pada saat rapat koordinasi bersama dengan lintas sektor dan yang akan diteruskan ke Kemenkes. Menambahkan pesan kepala dinas, tim PKK dari Kemenkes juga menekankan pentingnya ada briefing atau pertemuan rutin dilakukan di dinas kesehatan khususnya untuk update laporan kegiatan. Selanjutnya Tim Manajemen FK – KMK dan AHS UGM juga menyampaikan perkembangan dari segi manajemen. Melalui pertemuan singkat ini disepakati semua bidang yang terlibat dalam struktur HEOC pusat darurat krisis kesehatan akan melakukan rapat koordinasi setiap hari pukul 13.00 WIB.

ahs ugm lumajang 2021 12 9 3

Dok. Pokja Bencana FK-KMK UGM dan AHS UGM “Live Report Tim Manajemen Penanganan Bencana Erupsi Semeru (kiri) dan diskusi perbaikan data informasi tim relawan”

Siang hari pukul 12.00 – 13.00 WIB Tim Manajemen FK – KMK UGM dan AHS UGM bersama dengan Dinkes Kaupaten. Lumajang yang diwakili oleh Irma Rokhmania, S.Si dari bidang pemberdayaan masyarakat dan humas melakukan live report dukungan tim manajemen dalam penanganan Erupsi Gunung Semeru. Informasi yang disampaikan adalah seputar update manajemen relawan, manajemen pengungsian, sistem koordinasi dan sistem komunikasi yang sudah dibangun. Pada akhir sesi Sobat FK – KMK UGM menyampaikan peran FK – KMK dalam berdonasi mendukung pelayanan penangann bencana Erupsi Semeru.

Pukul 16.00 WIB Tim bersama dengan PKK Kemenkes dan Dinkes Provinsi Jatim, mendampingi langsung tim datin HEOC Dinkes Kabupaten Lumajang yang terdiri dari tim Sun-Gram, tim PSC 119, dan relawan data bantuan MDMC untuk dapat melanjutkan kompilasi data informasi kesehatan ke dalam satu file laporan. File ini yang akan dirilis setiap harinya dan dilaporkan kepada PKK Kemenkes dan Kepala Dinas Kesehatan. Tim juga mulai memperbaiki data relawan yang bertugas.

Rencana tindak lanjut : esok tim ke puskesmas Pasirian

Reporter : Happy R Pangaribuan dan Gde Yulian Yogadhita

 

{slider title=”Jumat, 10 Desember 2021″  class=”orange” open=”true”}

Dukungan Tim Manajemen Kesehatan untuk Letusan Gunung Semeru

Oleh Pokja Bencana FK – KMK UGM dan AHS UGM

 ahs ugm lumajang 2021 12 10 1

Dok. Pokja Bencana FK-KMK UGM dan AHS UGM “ meninjau Instalasi Farmasi Kabupaten Lumajang (kiri) dan menyusun papan informasi pelayanan kesehatan (kanan)”

Dalam pengelolaan manajemen data logistik medis, tim Pokja Bencana FK – KMK UGM dan AHS UGM dibantu oleh Danny dari MDMC Jawa Timur, yang bertugas untuk membantu dinas kesehatan dalam merapikan pendataan logistik kesehatan yaitu menyusun pembuatan tabel rekapan yang memuat breakdown jenis logistik, jumlah masuk dan keluar serta sisa logistik kesehatan. Informasi ini sudah berhasil direkapitulasi dalam satu Google Sheet yang dapat diakses tim logistik. Hasil rekapan sangat memudahkan PJ Logistik Dinkes Kabupaten Lumajang dalam melakukan monitoring stok, menganalisis logistik kesehatan apa yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan sehingga mudah dalam memberikan rekomendasi kebijakan kepada kepala dinas untuk meminta maupun menahan bantuan terutamanya logistik kesehatan yang datang. Dari hasil assessment lapangan yang dilakukan tim disampaikan juga gudang farmasi per 10 Desember sudah penuh (90% telah digunakan). Kendala lain yaitu banyak donatur yang mengirimkan barang tanpa berkoordinasi dengan penerima, jika hanya satu dua kardus mungkin dapat diakomodasi oleh tim dinas kesehatan, namun jika bantuan yang diberikan sampai satu truk engkol atau bahkan kontainer wing boks akan merepotkan petugas karena dibutuhkan tenaga unloading barang, storage cadangan dan kendaraan untuk mempercepat distribusi ke lapangan.

Siang hari pukul 13.30 WIB tim bersama dengan HEOC kembali melakukan rapat koordinasi rutin untuk mendiskusikan progress dan kebutuhan dari masing – masing bidang. Kepala dinas kesehatan menyampaikan untuk menghindari bias pemahaman data korban maka informasi penanganan kesehatan korban terdampak langsung dan korban di pengungsian dibedakan. Sistem pelaporan data dan informasi kesehatan sudah berjalan dengan baik. Begitu juga halnya dengan publikasi, di pintu ruang masuk dinkes sudah disediakan papan informasi terkait sebaran relawan, alur logsitik, alur pelaporan data informasi, 10 penyakit terbesar dan kompilasi laporan harian HEOC. Di akhir rapat, tim secara simbolis menyerahkan Disaster Management Kit untuk pengelolaan HEOC Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang dan sekali lagi mencoba mengadvokasikan untuk segera menyusun rencana kontingensi kesehatan Dinkes Lumajang, karena dari hasil pengkajian sementara terhadap dokumen rencana kontingensi daerah Kabupaten Lumajang untuk ancaman gunung berapi (Gunung Lamongan), informasi yang dimuat sangat normatif dan kurang operasional, sehingga saat terjadi bencana yang mengakibatkan krisis kesehatan seperti kejadian erupsi Gunung Semeru ini, masih terjadi kepanikan dan kebingungan.

ahs ugm lumajang 2021 12 10 2

Dok. Pokja Bencana FK-KMK UGM dan AHS UGM “Serah terima Disaster Management Kit HEOC kepada Kepala Dinas Kab.Lumajang yang disaksikan perwakilan Dinkes Prov.Jawa Timur (kiri), Rapat koordinasi tim Pokja Bencana FK-KMK UGM dan AHS UGM (kanan)”

Pukul 19.00 WIB, tim manajemen dari lapangan melaporkan progress kegiatan dan situasi manajemen di HEOC Dinkes Sulteng kepada tim Pokja Bencana FK – KMK UGM dan AHS UGM secara virtual. Berdasarkan laporan yang disampaikan oleh tim maka penugasan tim manajemen sudah mencapai tujuannya selama satu minggu ini, dan karena sistem sudah mulai berjalan dengan baik maka setelah proses transisi selesai tim akan ditarik kembali ke Yogyakarta. Kajian kebutuhan sementara dari segi manajemen untuk skala jangka menengah dan panjang adalah Dinkes Kabupaten Lumajang membutuhkan pendampingan penyusunan rencana kontingensi (Dinkes Disaster Plan), dan ini bisa diberikan saat memasuki masa transisi setelah masa tanggap darurat selesai pada 3 Januari 2022 yang sebelumnya mungkin dapat didahului dengan AAR atau after action review.

Rencana Tindak Lanjut :

Tim akan kelapangan untuk cross cek data yang ada di Dinkes apakah sudah sesuai dengan implementasi di lapangan. Bersama dengan Tim Promkes Dinkes Lumajang dan Bidang Promkes Kemenkes akan berangkat menuju pos pengungsian di Puskesmas Candipuro dan Puskesmas Penanggal.

Reporter : Happy R Pangaribuan dan Gde Yulian Yogadhita

 

{slider title=”Sabtu, 11 Desember 2021″  class=”red” open=”true”}

Dukungan Tim Manajemen Kesehatan untuk Letusan Gunung Semeru

Oleh Pokja Bencana FK-KMK UGM dan AHS UGM

 ahs ugm lumajang 2021 12 11 1

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Tinjau pos pengungsian Desa Candipuro di SMP 1 Candipuro (kiri) dan pos pengungsian Desa Penanggal di SD Penanggal (kanan)

Pagi hari pukul 05.00 WIB, Tim bersama dengan tim promkes dari Dinkes Kabupaten Lumajang dan Kemenkes berangkat ke pos pengungsian Candipuro dan Penanggal. Perjalanan menuju ke pengungsian kurang lebih 60 menit. Tim bergabung dengan tim promkes melakukan senam CTPS dan sosialisasi terkait PHBS di pos pengungsian Candipuro. Tim juga melakukan cross check dengan pengelola pos pengungsian mengenai relawan kesehatan yang bertugas di pos pengungsian apakah sudah sesuai dengan penugasan yang diberikan oleh koordinator relawan dari dinas kesehatan. Tim juga secara langsung melihat dan mengamati apa yang menjadi kebutuhan pengungsi saat ini. Untuk ketersedian makanan, minuman, air bersih dan pakaian sudah cukup karena pengungsi diakomodasi dalam sebuah tempat bangunan sekolah yang layak, hanya memang kebersihan dan sanitasi untuk lebih ditingkatkan dan visibilitas ruangan yang menjadi pos pelayanan kesehatan untuk dapat diperjelas, diperbanyak tanda – tanda yang mengarahkan ke sana. Selanjutnya tim menuju pos pengungsian Penanggal. Di lapangan, tim bertemu dengan relawan kesehatan yang dimobilisasi dari organik puskesmas lain di Kabupaten Lumajang yang sedang bertugas pada saat itu. Relawan yang bertugas di pos pengungsian Penanggal sesuai dengan data yang tercatat di Tim Datin Dinkes Kabupaten Lumajang.

Di pos pelayanan kesehatan Balai Desa Penanggal ini, tim juga menempelkan alur registrasi relawan, alur penerimaan logistic kesehatan dan alur sistem pelaporan layanan kesehatan di pos pengungsian. Terlihat di pos pengungsian penimbuan bantuan pakaian. Menurut informasi yang didapat dari relawan kesehatan tidak banyak pengungsi yang membutuhkan pelayanan kesehatan, satu harinya hanya berkisar 2 sampai 10 orang saja.

ahs ugm lumajang 2021 12 11 2

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Cross check penugasan relawan dan penjelasan singkat terkait alur relawan dan logistik di pos pengungsian Penanggal (kiri) dan serah terima papan informasi Klaster Kesehatan kepada ibu Sekertaris Dinas Kesehatan dan Humas HEOC Dinas Kesehatan (kanan).

Siang hari tim kembali ke Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang dan menyampaikan bagaimana sinkronisasi data yang ada di dinkes dengan implementasi di lapangan. Dari sistem manajemen penempatan relawan dan pelaporan data kesehatan sudah mulai tertata dengan baik. Ini perlu dipertahankan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang dan puskesmas. Selanjutnya tim melaporkan rencana kepulangan tim kepada Sekertaris Dinas Kesehatan dan Tim PSC Dinkes Kabupaten Lumajang yang bertugas menerima dan menempatkan relawan. Aturan baru di Dinkes, relawan yang baru datang bertugas dan yang akan pulang wajib melakukan swab antigen COVID-19 di dinkes.

Rencana Tindak Lanjut : serah terima laporan akhir (exit report) tim manajemen Pokja Bencana FK-KMK UGM dan Tim AHS UGM kepada Dinkes Kab. Lumajang.

Reporter : Happy R Pangaribuan dan Gde Yulian Yogadhita

 

{slider title=”Exit Report”  class=”blue” open=”true”}

EXIT REPORT

PENANGANAN ERUPSI GUNUNG SEMERU, KAB.LUMAJANG – DESEMBER 2021

 

Masa penugasan : 6 – 12 Desember 2021
Nama Tim   Pokja Bencana AHS UGM
Ketua tim : apt.Gde Yulian Yogadhita, M.Epid, Peneliti Divisi Manajemen Bencana PKMK FK-KMK UGM (08175450684 / [email protected])
Anggota tim :

Happy R Pangaribuan, MPH.

Endroyanto

Keberlanjutan penugasan : Selesai, dan tidak akan mengirimkan tim pengganti/ tambahan.
Lokasi penugasan : Pos Koordinasi Klaster Kesehatan (Health Emergency Operation Center – HEOC) Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang
Tujuan penugasan :
  1. Melakukan rapid health assessment
  2. Melakukan pendampingan pos koordinasi klaster kesehatan/ HEOC
Pejabat terkait yang ditemui :

Dinarasikan pada uraian kegiatan.

Catatan:

Laporan exit report ini akan dilengkapi dengan lampiran day-to-day activity terpisah yang hanya akan diberikan kepada dinas kesehatan. Laporan detail penugasan tim Pokja Bencana AHS UGM juga dapat diakses secara online melalui tautan https://bencana-kesehatan.net/index.php/59-halaman/reportase/4458-dukungan-tim-manajemen-kesehatan-untuk-letusan-gunung-semeru

Uraian Penugasan

1Melakukan rapid health assessment

Pengambilan data primer penilaian kaji cepat kesehatan di daerah terdampak bencana dilakukan di hari pertama penugasan dengan difasilitasi oleh dinas kesehatan propinsi dan kabupaten, relawan MDMC dan penilaian kaji cepat diperkuat dari data sekunder yang didapat dari laporan petugas kesehatan dan relawan kesehatan (tim EMT) yang bertugas di daerah terdampak.

  • Lokasi rapid health assessment
    • Penilaian kaji cepat dilakukan di ruang kendali HEOC dengan sasaran Puskesmas Penanggal, Puskesmas Candipuro, Puskesmas Pronojiwo, dan Puskesmas Pasirian, kemudian ke instalasi farmasi kabupaten.
    • Dari kaji cepat yang dilakukan pada tanggal tersebut, sekitar 100% dari tenaga puskesmas yang aktif datang ke faskes.
    • Protokol Kesehatan 90% tidak dilakukan karena promosi Kesehatan yang kurang gencar dilakukan, tidak adanya tempat cuci tangan atau hand sanitizer, dan sempitnya tenda pengungsian apalagi hujan di empat hari pertama setelah erupsi.
    • Masih banyak pengungsi yang membutuhkan layanan kesehatan namun tidak mau datang ke faskes karena sungkan, takut divaksinasi, dan lain – lain.
  • Rekomendasi rapid health assessment
    • Hasil kaji cepat dikomunikasikan ke petugas dan petugas terkait di dinas kesehatan propinsi dan kabupaten, kendala di bencana yang berkarakter massive media coverage dan multi access ini adalah melimpahnya informasi yang tidak tepat mengenai situasi dan kebutuhan di lapangan serta mudahnya akses ke daerah terdampak. Sehingga bantuan kesehaan baik sumberdaya manusia dan logistik melimpah di titik – titik yang mudah diakses oleh relawan. Sesi live report pertama yang ditayangkan di kanal Youtube FK – KMK UGM yang dapat diakses via tautan: https://www.youtube.com/watch?v=Crb5DZwO_aE memberikan gambaran tentang hasil assessment dari lapangan yang sudah dlakukan oleh tim sejauh ini. Instalasi farmasi kabupaten yang masih menyimpan obat rutin yang cukup untuk pelayanan Kesehatan dasar, 90% dari kapasitas Gudang sudah terpakai dan sulit untuk menyimpan barang bantuan berupa logistik medis.

2. Melakukan pendampingan pos koordinasi klaster kesehatan

  1. Lokasi pendampingan pos koordinasi klaster kesehatan
    Pos Koordinasi Klaster Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang (di ruangan Pisang Kirana, sebelah ruangan Sekdis dan Kadis) contact person dr Hani Setiawati sebagai Kasi Yankes Rujukan dan ibu Irmawati SSi sebagai Kasi Promkes yang juga ditunjuk sebagai spokesperson atau humas.

ahs ugm lumajang exit 1

Struktur HEOC DInkes Kabupaten Lumajang

  1. Rekomendasi pendampingan pos koordinasi klaster kesehatan
  • Sumber D Petugas pengelola pos koordinasi klaster kesehatan di dinas kabupaten terbatas, dukungan tenaga berasal dari PPK Regional/ Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur (Pak Sonny Oktafiano dan pak Dimas), Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI (dr Rakhmad Ramadhanjaya dan pak Dodi Hermawan) melengkapi dr Hani Setiawati dan Yana (Yankes Rujukan/PSC119), Ririn Fitriani, Aulia, Ratri (Penyusunan Program/sun-gram), apt.Sri Lestari (logistik), dan Irmawati (promkes) dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang. Seperti yang sudah dipantau dalam grup komunikasi online WhatsApp, sumberdaya untuk melakukan pengelolaan klaster kesehatan terbatas, untuk mempermudah tim dalam melakukan pendampingan pos, maka telah disiapkan beberapa form sebagai berikut: (1)Form registrasi EMT di dinkes – fakses; (2)ID EMT di dinkes; (3)Laporan harian oleh EMT kepada Dinkes; (4)Form permintaan logistik medik ke dinkes; (5) Form penerimaan donasi medik oleh dinkes; (6) Form pendistribusian logistik medik dari dinkes ke faskes dan lain – lain. Dalam pengelolaan HEOC, tim UGM menginisiasikan adanya kolaborasi dengan relawan MDMC Jawa Timur yaitu pak Danny dan Ns.Neni. Lesson learnt:Tidak adanya rapat koordinasi harian klaster kesehatan kabupaten Lumajang menyebabnya banyak terjadi simpang siur informasi.
  • Pemetaan kapasitas. Hal pertama yang paling fundamental dalam melakukan pendampingan pos koordinasi klaster kesehatan adalah pemetaan kapasitas baik tenaga maupun lokasi layanan kesehatan. Tim membantu petugas pos koordinasi dalam melakukan pemetaan ulang struktur komando insiden gempa ini dengan petugas yang benar benar ada di lapangan dan bukan hanya karena jabatan yang melekat. Kemudian pemetaan pelayanan kesehatan dalam bentuk penyusunan peta respon untuk memvisualisasikan keadaan geografis kapasitas layanan kesehatan terhadap karakter topografi dan kerentanan penduduk yang berorientasi pada titik fasilitas layanan kesehatan, ada perbedaan perspektif dalam penyusunan peta respon dengan pejabat Kementerian Kesehatan namun ini segera dikomunikasikan untuk mendapatkan hasil yang optimal. Yang kedua, pendataan registrasi relawan sebagai salah satu bentuk pendampingan klaster kesehatan. Lesson learnt: Peran PSC119 sangat krusial sebagai pusat pendataan relawan, namun mekanisme pendataan dan indicator yang dikumpulkan sebaiknya konsisten, informatif (jenis profesi lain – lain untuk dapat dihindari, lokasi dan durasi penugasan untuk dapat lebih detail dan diperjelas) dan untuk dapat selalu diupdate berkala.
  • Pengelolaan informasi. Tim mengimplementasikan manajemen pengetahuan dengan memfasilitasi alur pelaporan klaster kesehatan, sebanyak tiga dokumen rekapan dipublikasikan menggunakan spreadsheed, yaitu:
  • Lesson learnt:pentingnya untuk semua petugas yang memiliki fungsi di HEOC mendapatkan informasi terkait spreadsheet ini dan sosialisasi google form yang digunakan baik ke tim relawan yang bertugas maupun petugas puskesmas/pos kesehatan di pengungsian

Rekomendasi:

  1. Untuk jangka pendek sudah tidak diperlukan baik tim pelayanan Kesehatan dari AHS dan pokja bencana UGM maupun pendampingan yang intens dalam pengelolaan HEOC/klister Kesehatan karena kapasitas ad-hoc pengelolaan krisis Kesehatan di Kabupaten Lumajang baik di bagian sun-gram maupun PSC119 sudah terbangun dengan baik. Untuk jangka Panjang diperlukan pelatihan dan peningkatan kapasitas terkait penyusunan rencana kontingensi bencana atau krisis Kesehatan termasuk dengan penyusunan peta risiko dan peta respon bersama lintas sektor.
  2. Melakukan kolaborasi pentahelix dengan tenaga akademisi (KKN UGM, Universitas Muhammadiyah Jember, Poltekkes Malang, dan yang lain), organisasi profesi (IBI, IAI, IDI, PPNI), swasta dan organisasi non pemerintah (MDMC, MSF, PMI) dan lintas sektor (dinas sosial, TNI/Polri) dalam upaya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana selanjutnya.
  3. Melakukan dokumentasi dari proses pendampingan dalam bentuk live report maupun webinar agar permasalahan di lapangan dapat teridentifikasi dan segera dicarikan alternatif pemecahannya.

{/sliders}