Reportase Workshop Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan Dinkes Provinsi Lampung

disaster plan training 1

disaster plan training 1

Dok. Pokja Bencana Kesehatan FK-KMK “Peserta Workshop Dinkes Disaster Plan”

PKMK – Lampung. Workshop ini diselenggarakan oleh Pokja Bencana Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK – KMK) Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. Workshop dihadiri oleh perwakilan dari 4 Dinas Kesehatan Kab/Kota yaitu Dinkes Kab, Lampung Selatan, Dinkes Kab. Mesuji, Dinkes Kab. Pesisis Barat, Dinkes Kab. Pesawaran. Workshop ini bertujuan untuk peningkatan kapasitas daerah dan dinas kesehatan kabupaten/kota dalam menyusun rencana penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di daerahnya. Kegiatan ini telah diselenggarakan pada 6 – 8 Februari 2019 di Dinas Kesehatan Provinsi Lampung.

Pelaksanaan

Hari 1 : Rabu, 6 Februari 2019

Kegiatan dibuka oleh Dr.dr. Hj. Reihana, M.Kes, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. Reihana menyampaikan bahwa korban tsunami Lampung sebanyak 120 orang meninggal dan 7 orang masih hilang. “Bencana merupakan sifat alam, bila kita bisa mengurangi faktor risiko itu merupakan investasi bagi kita pada masa mendatang. Banyak puskesmas yang direlokasi, puskesmas Panjang, Sukaraja dan kota Karang. Lokasi ketiganya ada di pinggir pantai. Kejadian – kejadian yang lalu menjadi pembelajaran bagi kita. Fokus penanggulangan bencana adalah pengurangan risiko. Harapannya peserta bisa menyusun dan mengimplementasikan Dinkes Disaster Plan karena daerah kita masih siaga bencana”, tutup Reihana.

Materi 1 adalah “Kebijakan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan” disampaikan oleh Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes. Hal yang perlu kita pahami adalah tidak ada bencana yang kembar, akan berbeda di setiap daerah. Petugas kesehatan harus memehami apa yang menjadi tugas mereka untuk menanggulangi bencana. Hakekat safe community adalah mampu mengusahakan peningkatan dan pendayagunaan sumber daya manusia, sarana, prasarana yang ada guna menjamin rasa sehat dan aman yang merupakan hak asasi manusia. Terkait kebencanaan, komunitas tersebut harus tahu betul bahaya bencana yang akan mereka hadapi. Harus mengenali hazard (bahaya), vulnerability (kelompok rentan), capacity (kekuatan yang bisa digunakan untuk mengurangi risiko). Kunci menyusun rencana kontijensi adalah peta bahaya, peta kerentanan, peta kapasitas. Dalam kebencanaan, terdapat 3 sumber bencana yaitu alam, non alam dan sosial. Kapasitas itu terdiri dari pemerintah, masyarakat dan guna usaha.

disaster plan training 2

Dok. Pokja Bencana Kesehatan FK-KMK UGM “Penyampaian Materi Kebijakan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan”

Materi 2 tentang “Public health emergency preparedness” disampaikan oleh dr. Handoyo Pramusinto, Sp.BS (K). Bencana itu sekarang lebih luas seperti outbreak, serangan teroris, kejadian – kejadian katastropik. Misalnya gempa di Lombok, banyak yang selalu berpikir tidak ada gempa susulan yang lebih besar dari gempa pertama, sementara gempa di Lombok gempa susulan lebih besar dan selalu berulang. Bencana tidak bisa diprediksi. Kesiapsiagaan darurat tidak bisa diserahkan kepada satu pihak saja. Hal – hal yang harus disiapkan untuk mencegah, melindungi, merespon, pulih dari kegawatdaruratan adalah koordinasi terus – menerus. Contoh program persiapan penanggulangan bencana kesehatan, hospital disaster plan (HDP).  

disaster plan training 3

Dok. Pokja Bencana Kesehatan “Penyampaian Materi Public Health Emergency Preparedness”.

Materi berikutnya yaitu “Regional Disaster Plan (RDP), Rencana Kontijensi (Renkon), Dinkes Disaster Plan (DHDP)” oleh dr. Bella Donna, M.Kes. RDP, RENKON, DHDP mempunyai tujuan sama yaitu menyiapkan dan merencanakan Dinkes untuk menanggulangi bencana. Disaster Plan dalam Permenkes 64 Tahun 2013 memperkuat koordinasi antar sumber daya kesehatan. Dalam Permenkes tersebut, diatur kegiatan Dinkes fase pra dankrisis. Komponen Dinkes Disaster Plan adalah kebijakan, profil Dinkes, sistem pengorganisasian, tupoksi, analisis risiko dan scenario, persiapan bahaya khusus dan umum, SOP, fasilitas dan kartu kerja. Prioritas dalam analisis risiko berbeda – beda di setiap daerah. Dalam SOP tercantum hazard, dalam fasilitas tercantum denah evakuasi dan daftar kontak internal dan eksternal. Setelah selesai membuat draft DHDP, menyusun rencana tindak lanjut misalnya sosialisasi dokumen ke internal Dinkes, menyiapkan SK dan lain – lain. Kartu tugas dilampirkan dalam DHDP. Dalam form relawan penting dimasukkan nama institusi.

disaster plan training 4

Dok. Pokja Bencana Kesehatan “Penyampaian Materi Regional Disaster Plan (RDP), Rencana Kontijensi (Renkon), Dinkes Disaster Plan (DHDP”.

Selanjutnya penyampaian materi Pengaktifan Kluster. Beberapa prinsip kerja relawan adalah cepat dan tepat, koordinasi, transparansi, akuntabilitas, kemitraan, non diskriminasi dan menghormati kearifan lokal. Panca dharma relawan penanganan bencana yaitu mandiri, professional, solidaritas, sinergi dan akuntabel. Relawan memperoleh pengakuan dan tanda pengenal. Tahap persiapan pada klaster kesehatan adalah tersedianya ruangan, alat tulis, peta, form, sistem komando, pencatatan dan pelaporan dan surveilans. Pada tahap pengaktifan penempatan relawan melalui peta respon, pencatatan relawan dari masuk dan keluar, mencatat semua laporan dan melaporkan ke pusat krisis setiap hari.

 

Hari 2 : Kamis, 7 februari 2019

Penyampaian materi “Penyusunan Struktur Organisasi” oleh dr. Handoyo Pramusinto, Sp. BS (K). Rencana penyusunan organisasi harus berdasarkan organisasi sehari – hari. Konsep organisasi harus sederhana dan jelas, dapat dimobilisasi dalam waktu singkat. Bagan organisasi menunjukkan bermacam posisi yang dibutuhkan untuk menghadapi situasi darurat. Cident Command System (CS). Siapa yang menjadi komandan penanggulangan bencana (misalnya : Kepala Dinas, BPBD). Sekretariat (misal : bagian humas), dan lain – lain. Ketika terjadi bencana, pelayanan sehari – hari di RS harus tetap berjalan seperti biasa. Relawan bisa disiapkan melalui kerja sama dengan sekolah – sekolah kesehatan, sehingga ketika terjadi bencana, maka nakes dari sekolah – sekolah tersebut siap menjadi relawan di RS terkait.

Materi “Analisis Risiko untuk Dinkes Disaster Plan dan SOP” disampaikan oleh Madelina Ariani, SKM. MPH. Analisis resiko perlu dilakukan untuk mengetahui ancaman yang ada di daerah seperti apa, ini merupakan langkah awal untuk membuat kesiapsiagaan. Kemudian menentukan prioritas dalam penanggulangan bencana dan krisis kesehatan. Banyak tools yang dapat digunakan untuk analisis risiko. Peserta menyusun daftar jenis bencana yang pernah terjadi di daerah masing – masing dan menuliskan kemungkinan kejadian (1 :sangat jarang; 2 :jarang; 3 :mungkin; 4 :sering). Indikator perhitungan dampak ada 4 yaitu dampak terhadap manusia, gangguan layanan kesehatan, dampak bagi masyarakat dan gangguan fasyankes. Kebutuhan SPO dalam Dinkes Disaster Plan untuk memenuhi standard – standar yang dibutuhkan dalam penanggulangan bencana dan krisis kesehatan yang tidak terdapat dalam kegiatan sehari – hari. Isinya adalah proses penyelenggaraan kegiatan, bagaimana dan kapan dilakukan, dimana dan oleh siapa dilakukan.

disaster plan training 5

Dok. Pokja Bencana Kesehatan “Penyampaian Materi Analisis Risiko untuk Dinkes Disaster Plan dan SOP”

Materi “Logistik dan Fasilitas” disampaikan oleh dr. Bella Donna, M. Kes. Logistic merupakan unsur pokok untuk menentukan berhasil atau tidaknya manajemen bencana. Logistik mendukung pelayanan kegiatan, kelangsungan komunikasi, menfasilitasi kelangsungan transportasi, fasilitas dan dekontaminasi. Siklus manajemen obat dimulai dari seleksi, penyediaan barang, penyimpanan dan distribusi. Dalam logistik bukan hanya ada ahli farmasi namun harus ada ahli manajemen obat. Distribusi obat bisa ke RS lapangan, puskesmas, EMT mobile dan lain-lain. Dalam peta respon sebagai bagian dari kapasitas lokasi gudang farmasi, lokasi penyimpanan cold chain. Jika seadainya penuh, sejak awal perlu disiapkan gudang penyimpanan gudang cadangan untuk penyimpanan obat. Obat-obatan expired yang diberikan minimal 2 tahun dan labelnya harus bisa kita mengerti, untuk makanan yang dapat disimpan dengan syarat minimal 6 bulan masa kadaluarsa. Fasilitas terdiri dari fasilitas umum dan fasilitas penunjang.

 

Hari 3 : Jumat, 8 Februari 2019

Kegiatan hari ini adalah melanjutkan penugasan penyusunan Dinkes Disaster Plan di masing – masing kabupaten. Peserta dibagi menjadi 4 kelompok sesuai dengan daerah masing masing. Kelompk terdiri dari Dinkes Kab. Pesisir Barat, Dinkes Kab. Mesuji, Dinkes Kab. Pesawaran dan Dinkes Kab. Lampung Selatan. Penugasan untuk menyusun struktur organisasi, analisis risko bencana dan scenario.

disaster plan training 6

Dok. Pokja Bencana Kesehatan “Penugasan Penyusunan Dinkes Disaster Plan”

Selanjutnya hasil dari penugasan dipresentasikan oleh masing – masing dinas kesehatan kab/kota. Pesisir Barat rentan dengan bencana, sampai sekarang bencana yang pernah terjadi di Pesisir Barat masih skala kecil. Resiko bencana yang kemungkinan terjadi adalah gempa bumi, banjir, tsunami dan potensi KLB. Sehingga yang menjadi prioritas adalah tsunami, gempa dan banjir. ”

Kab Mesuji terdiri dari dataran rendah,mayoritas perkebunan dan mata pencaharian rata-rata petani. Dari penilaian dampak bencana, konflik sosial dampaknya lebih besar kemudian disusul dengan banjir. Ancaman yang sering terjadi juga adalah konflik sosial dan banjir. Konflik sosial yang sering terjadi adalah sengketa lahan. Skenario bencana adalah terjadi sengketa lahan dan terdapat korban 200 pengungsi serta bersamaan dengan itu terjadi banjir yang mengakibatkan Desa Talak Batu terendam sehingga masyarakat mengungsi ke desa Tebing. Kemudian dinas kesehatan memberi instruksi membentuk klaster dan komando oleh kepala dinas berkoordinasi dengan bidang – bidang terkait.

Pesawaran kemarin terkena dampak tsunami dan korban jiwa satu orang dan rumah banyak yang hancur. Potensi bencana yang terjadi adalah banjir, tanah lonsor, putting beliung, tsunami dan malaria. Berdasarkan perhitungan analisis risiko dampak yang tertinggi adalah banjir dan tsunami putting beliung, longsor dan malaria di zona kuning.

 

Penutup

Rangkaian kegiatan ditutup oleh Uki Basuki, SKM. M.Kes, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Provinsi Lampung. Uki menyampaikan bahwa sebelum bapak/ibu peserta naik jabatan atau sebelum ada rotasi jabatan, maka segera membuat nota dinas dan memasukkan dokumen Dinkes Disaster Plan dalam nota dinas tersebut, setelah pelatihan ini Dinkes sudah mempunyai DHDP dan rencana kontijensi, sehingga bisa segera disosialisasikan ke bidang – bidang terkait. Pengelolaan krisis kesehatan berbeda di setiap daerah. Form laporan – laporan yang ketika bencana terjadi mengacu paca pusat krisis kesehatan. Dalam nota dinas juga bisa dicantumkan bagaimana meningkatkan kapasitas SDM kesehatan dalam penanggulangan bencana.

Reporter: Pokja Bencana FK – KMK UGM

Reportase Kegiatan Review Post Disaster Need Assessment (PDNA) Sektor Kesehatan pada Bencana Sulawesi Tengah

1 achmad yurianto

Reportase Kegiatan

Review Post Disaster Need Assessment (PDNA) Sektor Kesehatan

pada Bencana Sulawesi Tengah

Manado, 23 – 25 Januari 2019

Pembukaan dan Penjelasan Kerangka Program dan Review Kegiatan: oleh Kepala Pusat Krisis, Kemenkes. dr. Achmad Yurianto

Ada hal yang mendasar dalam mengantispasi resiko dan mutlak harus dilakukan dengan basis kajian pasca bencana gempa bumi. Fokus kajian yang dilakukan yaitu mendalami kelompok yang selamat dari bencana. Menariknya saat terjadi bencana, ada orang yang terkena bencana menyelamatkan orang lain yang terdampak bencana. Namun, hanya 2% yang ditolong petugas kesehatan sehingga perlu dilakukan pelatihan kepada petugas kesehatan sebagai kontak awal para penyintas. Selain itu, perlu juga ada relawan yang mampu mendidik masyarakat sehingga mampu mandiri dalam memberikan pertolongan pada penyintas lain. Perguruan tinggi memilih peran yang sangat penting untuk melakukan pencegahan resiko bencana misalkan dengan melakukan KKN Tematik dan menjadi angent of change untuk masyarakat dalam menanggapi bencana.

1 achmad yurianto

Dok. PKMK FK – KMK UGM “Pembukaan oleh dr. Achmad Yurianto Kepala Pusat Krisis Kemenkes”

Review Hasil Asesment Post Disanster Need Asessement harapannya dapat diintegrasikan dalam sistem yang sudah ada pada Pusat Krisis Kementerian Kesehatan. Sedangkan tujuan jangka panjang sistem ini diharapkan ada tools yang berlaku untuk seluruh pengkajian kebutuhan pasca bencana (JITUPASNA). Pada tahap kebijakan JITUPASNA menjadi dasar untuk rehabilitasi dan rekonstruksi agar penanganan bencana dapat efektif dan efisien. Rekomendasi hasil kajian yang didapat tidak mesti mendapatkan kondisi seperti sebelum terjadi bencana. Tools PDNA ini akan menjadi lampiran dalam regulasi penanganan bencana yang sedang di – review oleh Kementerian Kesehatan.

 

Diskusi Panel I

Kegiatan selanjutnya adalah diskusi panel I. Topik diskusi panel I adalah penyempurnaan fasilitas pelayanan kesehatan, SDM dan pengguna, dan pembiayaan kesehatan. Presentase I “Fasilitas Pelayanan Kesehatan dalam bencana” dipaparkan oleh Dr. Eng. Adi Maulana, S.T. M.Phil dari Universitas Hasanuddin. Pemateri secara umum menyampaikan hasil review yang dilakukan pada 16 – 18 Januari 2019 di Surabaya. Berdasarkan hasil FGD di Surabaya, ada beberapa poin revisi instrumen tools PDNA yang sudah dirumuskan antara lain jumlah gedung fasyankes ditambahkan titik koordinatnya, serta dalam insturmen, perlu ditambahkan jumlah gedung dalam satu fasilitas kesehatan. Terdapat usulan penambahan item pertanyaan dalam instrumen yaitu apakah bangunan fasilitas kesehatan perlu direlokasi atau tidak, namun hal ini ditanggapi oleh Kepala Pusat Krisis Kesehatan bahwa untuk melakukan relokasi fasyankes bukan sesuatu yang mudah dilakukan. Pasalnya hal tersebut membutuhkan diskusi bersama lintas sektor dan kesiapan lahan.

2 bella donna

Dok. PKMK FK-KMK “Diskusi Panel I”

Presentasi kedua,“Sumber Daya Manusia Kesehatan dan Pengguna dalam Situasi Bencana” dipaparkan oleh Alfrina Hany, S.Kp., M.Ng (AC) dari Universitas Brawijaya. Terkait dengan penyusunan form Sumber Daya Manusia Kesehatan, beberapa hal yang perlu ditambahkan dan dilengkapi diantaranya penambahan kolom keterangan Sumber Daya Manusia Kesehatan Lokal atau relawan, penambahan kolom keterangan jumlah tenaga kesehatan, dan status (sebagai Pegawai Negeri Sipil, Honorer atau Relawan). Selanjutnya perlu juga mencantumkan definisi operasional pada bagian bawah form, agar memudahkan assessor maupun pengguna dalam memahami form kuesioner maupun wawancara, serta tidak menimbulkan arti ganda atau multitafsir

Presentasi ketiga, yaitu “Financing dalam situasi bencana” dipaparkan oleh dr. Bella Donna, M.Kes dari Universitas Gadjah Mada. Judul item instrumen pembiayaan dalam situasi bencana mengalami perubahan yang sebelumnya hanya fokus pada pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional, namun berdasarkan hasil FGD di Surabaya berubah menjadi Pembiayaan. Ada penambahan item pertanyaan kepersertaan JKN dan Non JKN. Penambahan Item pertanyaan, Klaim Non Kapitasi pada peserta JKN yaitu lama waktu klaim non kapitas disetujui, mekanisme pengajuan klaim non kapitasi, dan prosedur klaim pending.

Ketiga intrumen diatas dibahas oleh para pakar dari akademisi melalui webinar. Instrumen pembiayaan kesehatan dikritisi oleh Prof. Laksono dari FK – KMK UGM. Dalam pemaparannya, Prof Laksono menyampaikan bahwa bencana dapat mengacaukan sistem kesehatan karena merusak infrastruktur dan non infrastruktur layanan kesehatan. Karena sifatnya merusak, maka dibutuhkan biaya yang besar untuk melakukan recovery pada daerah yang terkena bencana, sehingga manajemen pembiayaan pasca bencana ini perlu menjadi perhatian. Ada tiga poin yang perlu diperhatikan terkait pembiayaan pada saat bencana yaitu pembiayaan pada fase mitigasi, tanggap darurat, sertarekonstruksi dan rehabilitasi. Mengingat pemerintah tidak memiliki dana yang cukup untuk membiayai layanan kesehatan pasca bencana, pemerintah perlu memperhitungkan mekanisme pengelolaan dana sisa di banyak tempat untuk pembiayaan tanggap bencana. Selain itu, pada pembiayaan fase tanggap bencana ini perlu mempertimbangan juga pendanaan dari filantoropis. Lebih lanjut Prof Laksono menyampikan, untuk recovery perlu disusun list kebutuhan sektor kesehatan pasca bencana dan list pembiayaan di daerah yang bisa digunakan untuk membantu korban – korban bencana.

Instrumen SDM dibahas oleh Kuswantoro Putra dari Universitas Brawijaya. Kuswantoro memaparkan bahwa rehabilitasi merupakan perbaikan dan pemulihan semua aspek pelayanan publik atau masyarakat sampai tingkat yang memadai pada wilayah pasca bencana dengan sasaran utama untuk normalisasi atau berjalannya secara wajar semua aspek pemerintahan dan kehidupan masyarakat pada wilayah pasca bencana. Kebutuhan SDM yang diperlukan dari masing – masing fasilitas kesehatan berdasarkan SOP dan SPM. Kemudan dibedakan tipe RS dan jenis puskesmas. Jika sebelum terjadi bencana, ternyata fasilitas pelayanan kesehatan belum mencapai Standar Pelayanan Minimal (SPM) maka dengan adanya penguatan Tools Assessment ini, diharapkan dapat meningkatkan standar pelayanan minimal, baik di fasilitas pelayanan kesehatan puskesmas maupun rumah sakit.

 

Diskusi Panel II

Diskusi panel II membahas tentang instrumen sistem kesehatan dan program pada situasi bencana dan akan dikritisi oleh direktorat kesehatan lingkungan, direktorat kesehatan keluarga dan direktorat surveilans. Presentasi awal dipaparkan oleh Madelina Ariani, SKM, MPH dari UGM. Madelina menyampaikan bahwa pada instrumen program akan dikaji tentang program – program apa saja yang menjadi prioritas ketika bencana terjadi. Pada tools program akan dicantumkan program – program di dinas kesehatan, rumah sakit, dan puskesmas. Program-program tersebut akan dispesifikkan dalam beberapa kegiatan. Tools ini akan mengkaji kapasitas program pasca bencana. Program dinkes dibagi menjadi 5 bidang, program RS dibagi menjadi 8 bidang (SNARS) dan program puskesmas dibagi menjadi 6 bidang. Secara fisik informasi tentang berfungsi atau tidaknya program bisa didapatkan dari bidang SDM.

3 diskusi

Dok. PKMK FK-KMK “Diskusi Panel II”

Direktorat Kesehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan menyampaikan bahwa gempa, tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah memicu penyebaran kuman atau mikroorganisme pathogen. Mikroorganisme tersebut dapat menyebabkan seseorang mudah terkena penyakit. Maka perlu dilakukan upaya kesehatan lingkungan di situasi bencana seperti distribusi buffer stok kesehatan lingkungan, pemberian Alat Pelindung Diri kepada petugas pengelola makanan di posko pengungsian, pemantauan kualitas kesehatan lingkungan, penyediaan,,pembangunan akses air dan sanitasi di pengungsian, dari lintas sektor dan mitra. Kompilasi data untuk keterlibatan mitra dalam aksi intervensi kesehatan lingkungan yaitu dilaksanakan pelatihan singkat pemicuan strategi sanitasi total berbasis masyarakat kepada seluruh sanitarian kota Palu, kabupaten Sigi, dan kabupaten Donggala.

Direktorat Kesehatan Keluarga, Kementerian Kesehatan fokus pada program kesehatan reproduksi pada penanggulangan bencana. Pelayanan kesehatan reproduksi sangat penting di situasi krisis karena hal tersebut terkait dengan hak asasi manusia, minimnya perhatian masyarakat tentang keamanan pengungsian, berbagai permasalahan dan resiko meningkat, dan meningkatnya kebutuhan masyarakat. Mengidentifikasi dan menyiapkan fasilitas pelayanan kesehatan untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan reproduksi yang komprehensif merupakan salah satu komponen Paket Pelayanan Awal Minimum Kesehatan Reproduksi. Dalam situasi bencana, sistem rujukan fasilitas pelayanan kesehatan juga membutuhkan proses alur yang benar, agar dapat mempermudah masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan reproduksi.

Direktorat Surveilans, Kementerian Kesehatan menyampaikan tujuan pengendalian penyakit pada saat bencana adalah mencegah kejadian luar biasa (KLB) penyakit menular potensi wabah, seperti diare, ISPA, malaria, DBD, penyakit – penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (P3DI), keracunan dan mencegah penyakit – penyakit yang spesifik lokal. Perlu dilakukan surveilans bencana pada penyakit dan faktor risiko yakni menyedikan informasi kebutuhan pelayanan kesehatan di lokasi bencana dan pengungsian sebagai bahan tindakan kesehatan segera.

Kegiatan ditutup oleh Kepala Pusat Krisis Kesehatan, dr.Achmad Yurianto. Pada sesi penutup, Achmad memaparkan Pengelolaan Kapasitas Penanggulangan Bencana. Dalam pemaparannya, di daerah bahaya dijelaskan bahwa satuan tugas dibatasi ruang dan waktu. Lalu yang dimaksud area tangggap darurat adalah menjauhkan dari hazard yakni dengan emergency respons. Capaian – capaian target pembangunan kesehatan yaitu dengan membangun pengungsian/ hunian sementara. Bila hazard sudah terkendali, selanjutnya melakukan manajemen korban pengungsian, pastikan fungsi layanan kesehatan dapat berjalan dengan terpenuhinya persyaratan minimal (public health respons).

Reportase: Happy Pangaribuan

Reportase Kegiatan Review Post Disaster Need Assessment (PDNA) Sektor Kesehatan pada Bencana Sulawesi Tengah

1 achmad yurianto

Reportase Kegiatan

Review Post Disaster Need Assessment (PDNA) Sektor Kesehatan

pada Bencana Sulawesi Tengah

Manado, 23 – 25 Januari 2019

Pembukaan dan Penjelasan Kerangka Program dan Review Kegiatan: oleh Kepala Pusat Krisis, Kemenkes. dr. Achmad Yurianto

Ada hal yang mendasar dalam mengantispasi resiko dan mutlak harus dilakukan dengan basis kajian pasca bencana gempa bumi. Fokus kajian yang dilakukan yaitu mendalami kelompok yang selamat dari bencana. Menariknya saat terjadi bencana, ada orang yang terkena bencana menyelamatkan orang lain yang terdampak bencana. Namun, hanya 2% yang ditolong petugas kesehatan sehingga perlu dilakukan pelatihan kepada petugas kesehatan sebagai kontak awal para penyintas. Selain itu, perlu juga ada relawan yang mampu mendidik masyarakat sehingga mampu mandiri dalam memberikan pertolongan pada penyintas lain. Perguruan tinggi memilih peran yang sangat penting untuk melakukan pencegahan resiko bencana misalkan dengan melakukan KKN Tematik dan menjadi angent of change untuk masyarakat dalam menanggapi bencana.

1 achmad yurianto

Dok. PKMK FK – KMK UGM “Pembukaan oleh dr. Achmad Yurianto Kepala Pusat Krisis Kemenkes”

Review Hasil Asesment Post Disanster Need Asessement harapannya dapat diintegrasikan dalam sistem yang sudah ada pada Pusat Krisis Kementerian Kesehatan. Sedangkan tujuan jangka panjang sistem ini diharapkan ada tools yang berlaku untuk seluruh pengkajian kebutuhan pasca bencana (JITUPASNA). Pada tahap kebijakan JITUPASNA menjadi dasar untuk rehabilitasi dan rekonstruksi agar penanganan bencana dapat efektif dan efisien. Rekomendasi hasil kajian yang didapat tidak mesti mendapatkan kondisi seperti sebelum terjadi bencana. Tools PDNA ini akan menjadi lampiran dalam regulasi penanganan bencana yang sedang di – review oleh Kementerian Kesehatan.

 

Diskusi Panel I

Kegiatan selanjutnya adalah diskusi panel I. Topik diskusi panel I adalah penyempurnaan fasilitas pelayanan kesehatan, SDM dan pengguna, dan pembiayaan kesehatan. Presentase I “Fasilitas Pelayanan Kesehatan dalam bencana” dipaparkan oleh Dr. Eng. Adi Maulana, S.T. M.Phil dari Universitas Hasanuddin. Pemateri secara umum menyampaikan hasil review yang dilakukan pada 16 – 18 Januari 2019 di Surabaya. Berdasarkan hasil FGD di Surabaya, ada beberapa poin revisi instrumen tools PDNA yang sudah dirumuskan antara lain jumlah gedung fasyankes ditambahkan titik koordinatnya, serta dalam insturmen, perlu ditambahkan jumlah gedung dalam satu fasilitas kesehatan. Terdapat usulan penambahan item pertanyaan dalam instrumen yaitu apakah bangunan fasilitas kesehatan perlu direlokasi atau tidak, namun hal ini ditanggapi oleh Kepala Pusat Krisis Kesehatan bahwa untuk melakukan relokasi fasyankes bukan sesuatu yang mudah dilakukan. Pasalnya hal tersebut membutuhkan diskusi bersama lintas sektor dan kesiapan lahan.

2 bella donna

Dok. PKMK FK-KMK “Diskusi Panel I”

Presentasi kedua,“Sumber Daya Manusia Kesehatan dan Pengguna dalam Situasi Bencana” dipaparkan oleh Alfrina Hany, S.Kp., M.Ng (AC) dari Universitas Brawijaya. Terkait dengan penyusunan form Sumber Daya Manusia Kesehatan, beberapa hal yang perlu ditambahkan dan dilengkapi diantaranya penambahan kolom keterangan Sumber Daya Manusia Kesehatan Lokal atau relawan, penambahan kolom keterangan jumlah tenaga kesehatan, dan status (sebagai Pegawai Negeri Sipil, Honorer atau Relawan). Selanjutnya perlu juga mencantumkan definisi operasional pada bagian bawah form, agar memudahkan assessor maupun pengguna dalam memahami form kuesioner maupun wawancara, serta tidak menimbulkan arti ganda atau multitafsir

Presentasi ketiga, yaitu “Financing dalam situasi bencana” dipaparkan oleh dr. Bella Donna, M.Kes dari Universitas Gadjah Mada. Judul item instrumen pembiayaan dalam situasi bencana mengalami perubahan yang sebelumnya hanya fokus pada pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional, namun berdasarkan hasil FGD di Surabaya berubah menjadi Pembiayaan. Ada penambahan item pertanyaan kepersertaan JKN dan Non JKN. Penambahan Item pertanyaan, Klaim Non Kapitasi pada peserta JKN yaitu lama waktu klaim non kapitas disetujui, mekanisme pengajuan klaim non kapitasi, dan prosedur klaim pending.

Ketiga intrumen diatas dibahas oleh para pakar dari akademisi melalui webinar. Instrumen pembiayaan kesehatan dikritisi oleh Prof. Laksono dari FK – KMK UGM. Dalam pemaparannya, Prof Laksono menyampaikan bahwa bencana dapat mengacaukan sistem kesehatan karena merusak infrastruktur dan non infrastruktur layanan kesehatan. Karena sifatnya merusak, maka dibutuhkan biaya yang besar untuk melakukan recovery pada daerah yang terkena bencana, sehingga manajemen pembiayaan pasca bencana ini perlu menjadi perhatian. Ada tiga poin yang perlu diperhatikan terkait pembiayaan pada saat bencana yaitu pembiayaan pada fase mitigasi, tanggap darurat, sertarekonstruksi dan rehabilitasi. Mengingat pemerintah tidak memiliki dana yang cukup untuk membiayai layanan kesehatan pasca bencana, pemerintah perlu memperhitungkan mekanisme pengelolaan dana sisa di banyak tempat untuk pembiayaan tanggap bencana. Selain itu, pada pembiayaan fase tanggap bencana ini perlu mempertimbangan juga pendanaan dari filantoropis. Lebih lanjut Prof Laksono menyampikan, untuk recovery perlu disusun list kebutuhan sektor kesehatan pasca bencana dan list pembiayaan di daerah yang bisa digunakan untuk membantu korban – korban bencana.

Instrumen SDM dibahas oleh Kuswantoro Putra dari Universitas Brawijaya. Kuswantoro memaparkan bahwa rehabilitasi merupakan perbaikan dan pemulihan semua aspek pelayanan publik atau masyarakat sampai tingkat yang memadai pada wilayah pasca bencana dengan sasaran utama untuk normalisasi atau berjalannya secara wajar semua aspek pemerintahan dan kehidupan masyarakat pada wilayah pasca bencana. Kebutuhan SDM yang diperlukan dari masing – masing fasilitas kesehatan berdasarkan SOP dan SPM. Kemudan dibedakan tipe RS dan jenis puskesmas. Jika sebelum terjadi bencana, ternyata fasilitas pelayanan kesehatan belum mencapai Standar Pelayanan Minimal (SPM) maka dengan adanya penguatan Tools Assessment ini, diharapkan dapat meningkatkan standar pelayanan minimal, baik di fasilitas pelayanan kesehatan puskesmas maupun rumah sakit.

 

Diskusi Panel II

Diskusi panel II membahas tentang instrumen sistem kesehatan dan program pada situasi bencana dan akan dikritisi oleh direktorat kesehatan lingkungan, direktorat kesehatan keluarga dan direktorat surveilans. Presentasi awal dipaparkan oleh Madelina Ariani, SKM, MPH dari UGM. Madelina menyampaikan bahwa pada instrumen program akan dikaji tentang program – program apa saja yang menjadi prioritas ketika bencana terjadi. Pada tools program akan dicantumkan program – program di dinas kesehatan, rumah sakit, dan puskesmas. Program-program tersebut akan dispesifikkan dalam beberapa kegiatan. Tools ini akan mengkaji kapasitas program pasca bencana. Program dinkes dibagi menjadi 5 bidang, program RS dibagi menjadi 8 bidang (SNARS) dan program puskesmas dibagi menjadi 6 bidang. Secara fisik informasi tentang berfungsi atau tidaknya program bisa didapatkan dari bidang SDM.

3 diskusi

Dok. PKMK FK-KMK “Diskusi Panel II”

Direktorat Kesehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan menyampaikan bahwa gempa, tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah memicu penyebaran kuman atau mikroorganisme pathogen. Mikroorganisme tersebut dapat menyebabkan seseorang mudah terkena penyakit. Maka perlu dilakukan upaya kesehatan lingkungan di situasi bencana seperti distribusi buffer stok kesehatan lingkungan, pemberian Alat Pelindung Diri kepada petugas pengelola makanan di posko pengungsian, pemantauan kualitas kesehatan lingkungan, penyediaan,,pembangunan akses air dan sanitasi di pengungsian, dari lintas sektor dan mitra. Kompilasi data untuk keterlibatan mitra dalam aksi intervensi kesehatan lingkungan yaitu dilaksanakan pelatihan singkat pemicuan strategi sanitasi total berbasis masyarakat kepada seluruh sanitarian kota Palu, kabupaten Sigi, dan kabupaten Donggala.

Direktorat Kesehatan Keluarga, Kementerian Kesehatan fokus pada program kesehatan reproduksi pada penanggulangan bencana. Pelayanan kesehatan reproduksi sangat penting di situasi krisis karena hal tersebut terkait dengan hak asasi manusia, minimnya perhatian masyarakat tentang keamanan pengungsian, berbagai permasalahan dan resiko meningkat, dan meningkatnya kebutuhan masyarakat. Mengidentifikasi dan menyiapkan fasilitas pelayanan kesehatan untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan reproduksi yang komprehensif merupakan salah satu komponen Paket Pelayanan Awal Minimum Kesehatan Reproduksi. Dalam situasi bencana, sistem rujukan fasilitas pelayanan kesehatan juga membutuhkan proses alur yang benar, agar dapat mempermudah masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan reproduksi.

Direktorat Surveilans, Kementerian Kesehatan menyampaikan tujuan pengendalian penyakit pada saat bencana adalah mencegah kejadian luar biasa (KLB) penyakit menular potensi wabah, seperti diare, ISPA, malaria, DBD, penyakit – penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (P3DI), keracunan dan mencegah penyakit – penyakit yang spesifik lokal. Perlu dilakukan surveilans bencana pada penyakit dan faktor risiko yakni menyedikan informasi kebutuhan pelayanan kesehatan di lokasi bencana dan pengungsian sebagai bahan tindakan kesehatan segera.

Kegiatan ditutup oleh Kepala Pusat Krisis Kesehatan, dr.Achmad Yurianto. Pada sesi penutup, Achmad memaparkan Pengelolaan Kapasitas Penanggulangan Bencana. Dalam pemaparannya, di daerah bahaya dijelaskan bahwa satuan tugas dibatasi ruang dan waktu. Lalu yang dimaksud area tangggap darurat adalah menjauhkan dari hazard yakni dengan emergency respons. Capaian – capaian target pembangunan kesehatan yaitu dengan membangun pengungsian/ hunian sementara. Bila hazard sudah terkendali, selanjutnya melakukan manajemen korban pengungsian, pastikan fungsi layanan kesehatan dapat berjalan dengan terpenuhinya persyaratan minimal (public health respons).

Reportase: Happy Pangaribuan

Laporan Kegiatan Review I Hasil Assessment Persiapan Memasuki Fase Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Gempa Bumi, Tsunami Dan Likuifaksi Kota Palu, Sigi dan Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah

fgd bencana donggala

Laporan Kegiatan

Review I Hasil Assessment Persiapan Memasuki Fase Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Gempa Bumi, Tsunami Dan Likuifaksi Kota Palu, Sigi dan Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah

 

Pelaksanaan

Penanggungjawab pelaksana kegiatan review I hasil assessment persiapan memasuki fase rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana PASIGALA ini adalah Pusat Penelitian dan Pengembangan Studi Kebencanaan Universitas Hasanuddin dan didukung oleh Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI dan WHO terutama dalam hal pendanaan. Tahap persiapan dilaksanakan pada 9 – 15 Januari 2019 di Ruang Pertemuan Pasca Sarjana Departemen Teknik.

Hari Pertama: Rabu, 16 Januari 2019

Kegiatan diawali dengan Peserta Check-in di Holiday Inn Express – Surabaya untuk 16-18 Januari 2019 dan dimulai sejak pukul 14.00 WIB.

Hari Kedua: Kamis, 17 Januari 2019

Registrasi peserta dilakukan pukul 08.00 – 09.00 WIB. Kegiatan dimulai dengan sambutan dari Dr. Rita Djupuri M. Epid (Kepala Bidang Fasilitas dan Penanggulangan Krisis Kesehatan Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes). Kemudian dilanjutkan oleh Didik, SKM., M. Kes (Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur / Pusat Krisis Kesehatan Regional Jawa Timur). Kegiatan dilanjutkan dengan sesi presentasi hasil assessment bencana Kota Palu, hasil asssessment bencana Kab. Sigi dan hasil assessment bencana Kab Donggala.

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan diskusi panel hasil assesment bencana kota Palu, Sigi dan Donggala. Dalam diskusi, panel Dinas Kesehatan Kab Sigi menyatakan bahwa pada prinsipnya menyetujui data – data hasil assesment yang telah didapatkan oleh tim dari Universitas Gajah Mada. Sebagai tambahan bahwa pada Januari 2019 tenaga dokter telah putus kontraknya dengan beberapa puskesmas di Kab Sigi sehingga Sigi membutuhkan tambahan tenaga dokter saat rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana. Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah juga menyepakati data – data hasil assesment yang telah didapatkan oleh tim dari Universitas Hasanuddin. Semua tenaga kesehatan di puskesmas Kota Palu perlu ditingkatkan kapasitasnya dalam menanggulangi bencana terlebih kepada Bencana susulan, teman – teman di puskesmas sulit melakukan pelaporan. Selanjutnya Dinas Kesehatan Kab Donggala menyepakati data-data hasil assesment yang telah didapatkan oleh tim dari Universitas Brawijaya. Pelatihan BPBD belum dilaksanakan untuk peningkatan kapasitas penanggulangan bencana. Kusta putus obat, obat Kusta kurang baik sebelum dan setelah bencana.

fgd bencana donggala

Dok. Pusat Penelitian dan Pengembangan Studi Kebencanaan Unhas “Kegiatan FGD”.

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan FGD yang dibagi dalam 3 kelompok untuk mengkritisi instrumen assesment. Pada instrumen Fasilitas Kesehatan, kuisioner indikator persiapan pemulihan pasca bencana terdiri dari 14 poin, ada beberapa yang harus diubah antara lain, pengelompokan parameter misalnya: bangunan, jumlah fasyankes, aksesibilitas ke fasyankes, bangunan terdiri dari 7 poin, alat kesehatan, dan kendaraan kesehatan (puskesmas keliling dan ambulance). Utilitasnya: kelistrikan, air, gas medik, sanitasi dan pengelolaan limbah, komunikasi ini merujuk pada Rifaskes (Riset Fasilitas Kesehatan) .

Pada instrumen Program disarankan program lebih spesifik, misalnya untuk program dinas kesehatan teridiri dari 6 program yaitu Yankes, Kesehatan Masyarakat, P2PL, Logistik, Perencanaan (Data dan Informasi) untuk Pencatatan dan Pelaporan). Keenam program tersebut akan diuraikan lagi dengan beberapa kegiatan karena setiap kegiatan memiliki target dan indikator yang berbeda – beda.

Pada instrumen SDM dari formulir SDM jumlah tenaga <40% berapa jumlah tenaga medis yang ada dan diletakkan status pada formulir apakah PNS atau honorer. Penambahan tenaga administrasi untuk memasukkan data – data. Definisi operasional formulir perlu ditambahkan. Pada instrumen keuangan perlu penambahan penjabaran JKN, Jamkesda, pembiayaan lain. Kemudian perlu dijabarkan jumlah peserta JKN dan non JKN.

Hari Ketiga: Jumát, 18 Januari 2019

Hari terakhir kegiatan adalah Penutup.

Laporan Harian Gempa, Tsunami, dan Likuifaksi Palu, Donggala,Sigi, Sulawesi Tengah

tim ahs ugm

Laporan dari Palu – Donggala

AHS UGM, Caritas Germany, dan Yogya Peduli Gempa, Tsunami, dan Likuifaksi Palu, Donggala,Sigi, Sulawesi Tengah

{tab title=”Hari 1″ class=”blue”}

Kamis, 4 Oktober 2018

tim ahs ugm

Dok. AHS UGM dan Caritas Germany: Pelepasan secara simbolis dan keberangkatan di Bandara Adi SUtjipto, Yogyakarta

Seluruh tim yang berjumlah 20 orang berkumpul di Bandara Adi Sutjipto, Yogyakarta pukul 06.00 WIB. Dari Yogyakarta tim diberangkatkan ke Balikpapan menggunakan pesawat komersil dan dari Balikpapan ke Palu menggunakan pesawat TNI AU. Tim tersebut terdiri dari:

Management Support:

  • dr. Bella Donna, M.Kes (Ketua Tim)
  • Madelina Ariani, SKM, MPH (Sekertaris)
  • Sutono, S.Kp, M.Sc, M.Kep
  • Cipto Leksono (Lapangan dari Caritas Germany)

Medical Support:

  • dr. Agung Widianto, Sp. B-KBD
  • dr. I Nyoman Suci Anindya Murdiyantara, Sp. OT
  • dr. Dewa Gede Andi Kurnia
  • dr. Muhammad Subhan Alfaqih
  • Arin Wahyu Purnomo, S.Kep, Ns
  • Yohanes Adi Susilo, Ns
  • Arief Dharma K, S.Kep, Ns
  • Dr. Hanifah Arrozi
  • Marjudi
  • Rahmat Wibowo
  • dr. Lipur Riyantiningtyas B.S., S.H., Sp. F
  • dr. Indra Faisal, MH
  • dr. Herratri Wikan Nur Agusti
  • dr. Arif Ikhwandi
  • dr. Nasrun
  • Paramon Apprilio, Apt

ahs caritas

Dok. AHS UGM dan Caritas Germany: Tim bersama pilot Hercules saat persiapan berangkat dari Balikpapan ke Palu

Waktu tempuh perjalanan udara tidak begitu lama tetapi antri untuk menunggu terbang yang cukup lama. Tim tiba di Palu sekitar pukul 17.00 WITA. Banyakmya logistik medis dan non medis yang dibawa menyebabkan kesulitan transportasi keluar bandara. Namun, bantuan dari TNI AU, akhirnya kami dipinjamitruk untuk mengangkut barang, serta bantuan dari tim RS Bhayangkara Palu.

Tujuan pertama kami adalah mendaftarkan tim ke Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah. Berkoordinasi untuk mendapatkan arahan tentang wilayah dan masukan untuk rencana kegiatan selanjutnya. Di sini tim bertemu juga dengan Pusat Krisis Kesehatan (PKK) Kemenkes, diskusi singkat terjadi tentang situasi sistem kesehatan pasca gempa dan tsunami di daerah ini. Namun, karena sudah cukup malam akhirnya diputuskan untuk melanjutkan diskusi esok, pukul 07.00 WITA pada kegiatan rutin health cluster meeting di Dinas Kesehatan Provinsi Sulawasi Tengah.

Tim akhirnya kembali ke RS Bhayangkara, untuk berkumpul dengan tim dari RSUP Sardjito. RS ini dijadikan tempat penampungan korban meninggal dunia saat gempa terjadi, tetapi saat ini sudah cukup bersih dan rencananya akan difungsikan kembali sebagai rumah sakit seperti biasanya. Tidak hanya itu, ada beberapa relawan yang ditugaskan dari kepolisian berbagai daerah untuk rumah sakit ini.

Rencana selanjutnya, tim ini akan dibagi dalam 3 kelompok:

  1. Tim manajemen di dinas kesehatan provinsi
  2. Tim assessment menyisir lokasi untuk mencari puskesmas yang terdampak berat
  3. Tim layanan kesehatan melakukan layanan kesehatan di rumah sakit, puskesmas, ataupun mobile sesuai dengan kebutuhan dan arahan dari dinas kesehatan.

caritas germany

{tab title=”Hari 2″ class=”green”}

Jumat, 5 Oktober 2018

h2 1 

AHS UGM, Caritas Germany, dan Yogya Peduli Gempa, Tsunami, dan Likuifaksi Palu-Donggala-Sigi Sulawesi Tengah 

Seperti rencana sebelumnya, tim hari ini akan bertugas sebagai berikut:

  1. Tim manajemen di dinas kesehatan provinsi
  2. Tim assessment menyisir lokasi untuk mencari puskesmas yang terdampak berat
  3. Tim layanan kesehatan melakukan layanan kesehatan di rumah sakit, puskesmas, ataupun mobile sesuai dengan kebutuhan dan arahan dari dinas kesehatan. 

Pagi, pukul 07.00 WITA, Tim manajemen dan assessment mengikuti rapat koordinasi klaster kesehatan rutin di Pos Klaster Kesehatan di Dinkes provinsi. Rapat ini dipimpin oleh Pusat Krisis, Kemenkes. Dimulai dengan update relawan yang masih bertugas di lapangan serta mencatat laporan kasus dan layanan kesehatan oleh relawan. Hingga saat ini, sudah ada 91 tim relawan atau 855 orang tenaga kesehatan yang mendaftar ke Pos Klaster Kesehatan. 

h2 2

Dok. AHS UGM dan Caritas Germany: Rapat manajemen

Setelah rapat klaster rutin, dilanjutkan rapat manajemen klaster kesehatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Pusat Krisis Kemenkes, dr. Yuri. Tujuannya adalah membahas strategi untuk 2 minggu kedepan. Pertama, secepatnya dalam minggu ini diselesaikan untuk mencari pasien dan melakukan layanan serta menginformasikan ke klaster untuk distribusi relawan. Kedua, kumpulkan masyarakat ke satu titik pengungsian sehingga satu pendataan, serta memudahkan koordinasi kebutuhan pengungsi dari klaster pengungsian, kebutuhan sarana prasarana MCK dan air bersih serta peningkatan kualitas lingkungan dan PHBS di pengungsian oleh sektor kesehatan. Ketiga, rencana membuka jalur ke 4 kecamatan di Kabupaten Sigi yang belum terjangkau, hal ini bekerjasama dengan TNI untuk mengirimkan timnya beserta tim kesehatan. Keempat, layanan pra rumah sakit harus ditingkatkan agar proses rujukan memaksimalkan rumah sakit yang ada di Palu. Kelima, puskesmas yang masih terkunci dan atau berfungsi tetapi tidak ada petugas puskesmas akan diberikan pemakluman sampai hari minggu ini, jika tidak ada maka puskesmas akan di bongkar dan dapat difungsikan oleh relawan. Keenam, petugas kesehatan jangan lupa untuk melakukan PHBS dan upaya promosi kesehatan. Ketujuh, evakuasi dan layanan apapun yang diberikan oleh kapal apung dan rumah sakit lapangan, semuanya harus tercatat dan diberikan datanya ke klaster kesehatan.

h2 3

Dok. AHS UGM dan Caritas Germany: Membuat peta respon per kabupaten/kota

Caritas Germany ke BNPB untuk melaporkan kegiatan tim yang bertugas di Palu. Fokusnya pada pendampingan Dinas Kesehatan Provinsi dan Puskesmas dalam mengaktifkan sistem klaster kesehatan.

Tim assessment, dr. Agung, Pak Sutono, dan dr. Nasrun memutuskan untuk menyisir ke Bolowase, sebuah puskesmas yang cukup jauh dan masih belum ada layanan kesehatan di sana. Rencana tim medis akan bertempat disini untuk menghidupkan kembali layanan puskesmas.

Tim manajemen masih melakukan pendampingan di pos klaster kesehatan, diantaranya:

  1. Mendiskusikan penggunaan formulir-formulir untuk di pos klaster kesehatan
  2. Mendiskusikan alur penerimaan obat
  3. Mengupdate data kebutuhan SDM Kesehatan untuk rumah sakit
  4. Mengupdate peta respon krisis kesehatan bencana gempa, tsunami, dan likuifaksi Palu- Donggala- Sigli
  5. Mendiskusikan struktur organisasi bencana untuk klaster kesehatan
  6. Mendiskusikan form dan pendataan kesehatan lingkungan dan sanitasi pasca bencana

Rencana untuk kegiatan esok:

  1. Tim manajemen akan kembali ke pos klaster kesehatan untuk melanjutkan kegiatan dan rapat internal dengan sub-sub klaster kesehatan
  2. Mengupayakan bertemu dengan Universitas Tadulako untuk relawan surveilans.
  3. Tim medis menuju puskesmas Marawola, Sigi

{tab title=”Hari 3″ class=”red”}

Sabtu, 6 Oktober 2018

Pagi ini semua tim masih berkumpul di RS Bhayangkara. Rapat koordinasi pagi, tim akan membagi diri menjadi dua, yakni tim manajemen masih di Palu, sedangkan tim medis ke Puskesmas Marawola Kabupaten Sigi.

h3 1

Dok. AHS UGM dan Caritas Germany: proses pemindahan logistic medis dan tim dari RS Bhayangkara ke Puskesmas Marawola

h3 2

Dok. AHS UGM dan Caritas Germany: Tampilan puskesmas tampak depan (kiri), kedatangan tim sudah disambut oleh pasien di puskesmas (kanan)

Tujuan utama tim medis di Puskesmas Marawola adalah penguatan puskesmas untuk kembali berfungsi pasca bencana. Upaya yang dilakukan adalah:

  1. Membuka pelayanan kesehatan
  2. Mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa layanan puskesmas sudah berfungsi kembali
  3. Mengaktifkan kembali manajemen layanan puskesmas, diantaranya perapian manajemen obat pasca gempa.
  4. Mendapatkan dukungan dari kecamatan dan tokoh masyarakat setempat di wilayah puskesmas untuk memfungsikan kembali puskesmas untuk masyarakat.

h3 3

Dok. AHS UGM dan Caritas Germany: Layanan kesehatan di depan puskesmas dan halaman puskesmas

Berikut layanan yang dilakukan tim di Puskesmas Marawola:

1. Upaya/jumlah pelayanan:

  • Balita dan anak: 10 anak
  • Dewasa: 47 org
  • Lansia: 13 org
  • 3 penyakit terbanyak: Myalgia, ISPA, Hipertensi

2.  Kendala di lapangan:

  • Listrik mati
  • Air terbatas tergantung listrik
  • Petugas lokal hanya 5
  • Kurangnya obat bayi/anak
  • Cairan infus RL terbatas
  • Sanitasi saluran jamban puskesmas mampet akibat gempa
  • Kesediaan air bersih masyarakat

3.  Kesehatan jiwa: Ada 2 kasus psikosa terdeteksi

4.  Upaya promosi kesehatan yang dilakukan:

  • Puskesling
  • Pendekatan ke perangkat desa tentang keberadaan tim relawan AHS UGM 24 jam di puskesmas

  5.  Kesehatan reproduksi:      

  • Pelayanan KIA: 5 psn
  • ANC: 2 psn
  • Persalinan: 3 psn
  • kasus rujukan:
    – 1 psn ke RS Undata kasus TB dan gizi buruk
    – 1 psn 2 thn ke RS Bhayangkara kasus bayi pneumonia korban tsunami

h3 4

Dok. UGM: proses identifikasi korban meninggal oleh tin forensik tim dan RS Bhayangkara

Tim foreksi bertahan sampai siang di RS Bhayangkara karena ada tubuh korban yang membutuhkan identifikasi. 3 orang dokter forensik dari tim ini. Identifikasi korban meninggal penting dilakukan untuk keterangan meninggal dunia. Dalam kebencanaan terkadang hal ini diabaikan dan korban meninggal langsung dikuburkan secara massal. Padahal identifikasi tidak saja berguna untuk mengenali korban dan memberikan informasi kepada keluarga tetapi juga untuk pengurusan surat keterangan meninggal dunia yang dapat digunakan oleh anggota keluarga untuk mendapatkan bantuan dan lain sebagainya.

h3 5Dok. UGM: manajemen support untuk dinkes

Di pos Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng, pos klaster kesehatan kembali berjalan. Dimulai dengan meeting rutin pagi hari untuk mengkoordinir pergerakan relawan, menerima dan memberikan feedbacak terhadap termuan-temuan dari relawan di lapangan. Hingga saat ini ada 127 tim relawan dengan jumlah personel mencapai 1017 orang relawan. Hari ini tim manajemen untuk penguatan klaster kesehatan melakukan:

  1. mensosialisasikan penggunaan dan fungsi formulir yang disiapkan kepada petugas
  2. membuat badan data untuk menginput data di pos klaster terutama untuk matrik kekuatan Sul-teng serta distribusi relawan
  3. memberikan manajemen kit kepada relawan ISMKI yang ditunjuk untuk membantu Klaster Kesehatan Donggala, serta menjelaskan fungsinya.
  4. Mengkoordinir input data kesling dan relawan yang dibantu oleh dua mahasiswa FK Al-Khairat

Kegiatan pendampingan akan terus dilakukan hingga masa tanggap darurat selesai atau pada saat Dinas Kesehatan, dipertimbangkan sudah kuat untuk mendiri. Saat ini petugas dinas kesehatan masih banyak yang belum hadir dikarena menjadi korban, mengungsi, dan sakit.

Rencana kegiatan untuk 7 Oktober 2018 adalah:

  1. Tim manajemen: finalisasi struktur organisasi ICS untuk dinas kesehatan, menganalisis cakupan layanan, data relawan, kesling termasuk mempublish informasi-infromasi ini pos klaster kesehatan. Termasuk, penguatan klaster kesehatan di Donggala dan Sigi.
  2. Tim medis: melanjutkan layanan di puskesmas dan mobile di wilayah kerja puskesmas.
  3. Tim forensic siap untuk penanganan korban meninggal.

{tab title=”Hari 4″ class=”grey”}

Minggu, 7 Oktober 2018

Organik Puskesmas Marawola masih beberap orang saja yang datang. Sudah didapatkan data mengenai keberadaan puskesmas pembantu di Marawola. Satu pustu rusak berat tetapi pelayanan tidak terganggu karena berpindah ke pos pengungsian terdekat dan dialihkan ke Puskesmas Marawola.

Tim medis hari ini melakukan pelayanan dalam gedung sebagai berikut:

1. Upaya/jumlah pelayanan:

  • Balita dan anak: 22 anak
  • Dewasa: 64 org
  • Lansia: 13 org
  • 3 penyakit terbanyak: Hipertensi, ISPA, vulnus

2. Kendala di lapangan:

  • Listrik mati tapi sore sudah menyala
  • Air terbatas
  • Petugas bidan hanya 5

3. Kebutuhan

  • Perbaikan sanitasi pembuangan jamban
  • Perbaikan sumber air

4. Masalah lingkungan dan kondisi tempat pembuangan sampah:

  • Lingkungan relatif bersih
  • Pengambilan sampah lambat

5. Kesehatan reproduksi:      

  • Pelayanan KIA: 6 psn
  • ANC: 2 psn
  • KB: 1 psn
  • kasus rujukan: 1 psn KIA dengan HbS Ag +, 1 psn KIA dengan KPD, dan 1 psn ruptur tendo pedis

H4 1 

Dok. AHS UGM dan Caritas Germany: Layanan kesehatan dan penemuan jenazah korban gempa

Tim medis juga menyisir layanan ke masyarakat untuk menemukan pasien atau masyarakat yang membutuhkan perawatan. Hari ini tim medis melakukan survei lapangan ke Desa Beka. Sedangkan, tim forensik hari ini bergabung dengan SAR untuk penanganan penemuan 7 jenazah di salah satu reruntuhan gempa di Petobo.

Upaya pembangunan kembali puskesmas pasca gempa dilakukan dengan melibatkan banyak sektor, salah satunya teknik. Tim medis bekerjasama dengan ESDM SKK Migas dan KagamaCare UGM untuk kelistrikan dan air di puskesmas.

H4 2

Dok. AHS UGM dan Caritas Germany: Koordinasi dengan ESDM dan Kagamacare

H4 3

Dok. AHS UGM dan Caritas Germany: situasi tim manajemen di dinkes provinsi

Sedangkan, tim manajemen yang berada di Dinas Kesehatan Provinsi masih mendampingi untuk klaster kesehatan, diantaranya:

  1. perapian registrasi relawan
  2. penempatan relawan di rumah sakit dan puskesmas
  3. pembuatan alur relawan
  4. diskusi pembangunan sistem surveilans
  5. perapian rekap laporan harian relawan
  6. dan lain sebagainya.

Berdasarkan usulan dari relawan, dikarena fungsi Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala dan Sigi belum berfungsi maksimal dikarenakan staff dinkes juga menjadi korban maka, untuk klaster kesehatan Donggala dan Sigi sementara diberikan kepada perwakilan relawan, yakni: ISMKI untuk klaster kesehatan Donggala dan PB IDI untuk klaster kesehatan Sigi. Meskidemikian, Dinkes Provinsi tetap akan menyurati kabupaten agar mengaktifkan klaster kesehatan kabupaten.

 H4 4

Dok. AHS UGM dan Caritas Germany: Rapat sub-sub klaster (kiri) dan rapat sistem rujukan RS (Kanan)

Malam, 19.00 WITA, tim manajemen membagi diri dalam dua agenda rapat penting yakni:

1. Rapat koordinasi layanan RS oleh relawan yang bertugas di RS-RS di Sul-Teng

Pertemuan koordinasi ini dipimpin oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dan Pusat Krisis. Dihadiri oleh 13 lebih perwakilan relawan baik dari instnasi pemerintah dan LSM yang bertugas di RS. Tujuan pertemuan ini adalah melakukan update kondisi rumah sakit, layanan yang bisa diberikan, serta pembentukan sistem rujukan korban.

2. Rapat koordinasi sub-sub klaster kesehatan yang dimpimpin oleh pusat krisis.

Pertemuan ini dihadiri oleh masing-masing sub klaster kesehatan seperti kesehatan lingkungan, kesehatan reproduksi, surveilans, dan gizi. Rapat ini dipimpin oleh kepala pusat krisis kesehatan, beliau menyampaikan bahwa dalam 2-3 minggu ini kita fokus pada pengungsian, pada setiap pos pengungsian itu butuh apa saja dan bagaimana yang berkaitan dengan kesehatan dapat kita penuhi. Untuk surveilans fokuskan pada pencegahan kejadian luar biasa dan peningkatan kasus. Begitu juga dengan kesehatan lingkungan guna menghindari penyakit-penyakit akibat lingkungan yang memburuk pasca bencana. 

 

{tab title=”Hari 5″ class=”blue”}

Senin, 8 Oktober 2018

h5 1 

Dok. AHS UGM dan Caritas Germany: Layanan di Poli Anak dan IGD Puskesmas Marawola

Tim medis yang bertugas di Puskesmas Marawola terus melakukan layanan kesehatan dalam dan luar gedung selama 24 jam karena pasien cukup banyak dan ada perawatan. Tidak hanya itu, upaya perbaikan fisik puskesmas, terutama jalan masuk ke IGD yang sempat rusak akibat gempa juga dilakukan.

Pasien anak dan kehamilan cukup banyak yang ditangani oleh tim di puskesmas ini. Ada beberapa rujukan juga dilakukan oleh tim ke rumah sakit yang telah ditentukan sesuai kebutuhan, diantaranya RS Bhayangkara dan RS Undata. Mobil ambulans puskesmas dapat difungsikan untuk layanan rujukan ini dan tim medis juga ikut mengantarkan.

h5 2

Dok. AHS UGM dan Caritas Germany: Kondisi bagian depan Pustu Beka

Berikut layanan kesehatan hari ini:

1. Upaya/jumlah pelayanan:

  1. Balita dan anak :20 anak
  2. Dewasa : 64 org
  3. Lansia : 11 org
  4. 3 penyakit terbanyak: Myalgia, ISPA, dyspepsia

2. Kesehatan reproduksi:

  1. Pelayanan KIA: 2 psn
  2. ANC: 1 psn
  3. Persalinan: 1 psn
  4. kasus rujukan:
  • 1 kasus hematuria ke RS Undata
  • 1 kasus GEA dengan dehidrasi sedang plus suspek TB

h5 3 

Dok. AHS UGM dan Caritas Germany: Layanan di masyarakat untuk kasus ortho

Hingga saat ini petugas puskesmas yang masuk masih beberapa karena sebagian besar juga terdampak. Masalah lingkungan puskesmas relative bersih hanya saja pengambilan sampah lama. Upaya kesehatan masyarakat berupa puskesmas keliling (pusling) dan kunjungan pasien ke rumah-rumah.

Tim forensic juga terus bekerja, hari ini bersama dengan PMI melakukan penyisiran untuk menemukan jenazah korban. Tim ke Petobo, Anjangsana. Ditemukan 18 jenazah.

h5 4 

Dok. AHS UGM dan Caritas Germany: saat melakukan pusling

Sedangkan tim manajemen masih berada di Dinas Kesehatan Provinsi untuk pendampingan klaster kesehatan. Tim masih merapikan data untuk sub klaster layanan kesehatan berupa persebaran relawan dan layanan kesehatan oleh relawan. Hari ini internal Dinkes mulai hadir, ada rapat pagi yang dilakukan oleh internal dinkes, diantaranya menetapkan struktur organisasi pelaksanaan pada saat bencana ini, rujukan, dan kasus krisis kesehatan.

h5 5

Dok. AHS UGM dan Caritas Germany: kantor darurat manajemen di belakang pos klaster kesehatan provinsi

Hari ini tim manajemen sudah tidak banyak berada di depan untuk menerima relawan, tetapi kepada staff dinas kesehatan yang baru bertugas hari ini diberitahukan mengenai fungsi dan tujuan dari formulir-formulir yang ada, bagaiman mengupdate peta respon dan menjadi penghubung penyelesaian kasus kesakitan yang ditangani antar relawan medis di lapangan. Perbekalan ATK dan peta untuk klaster kesehatan Kab. Donggala dan Sigi diberikan hari ini.

Rapat sistem rujukan kemarin malam yang dihadiri oleh relawan medis yang bertugas di rumah sakit, berlanjut hari ini dengan rapat organic rumah sakit. Kebangkitan layanan kesehatan, khususnya rumah sakit diminggu kedua ini harus terus dikuatkan. Rapat di pimpin oleh Kepala Pusat Krisis dan Kepala Dinas Kesehatan.

Tim manajemen berusaha mendorong dinkes provinsi dan kota untuk mengadakan pertemuan dengan puskesmas. Beberapa hal perlu kita ketahui untuk pemulihan puskemas sedini mungkin pasca bencana. Oleh Kabid Kesmas dan staff dinkes kota, pertemuan ini akan dilaksanakan hari rabu.

Rapat klaster kesehatan dipindah ke malam hari. 20 lebih tim relawan berhadir, dan seperti biasa dilakukan diskusi untuk rencana operasi esok dan penyelesaian masalah-masalah yang dihadapi di lapangan.

Staff Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala berhadir pada malam hari ini. Tim menanyakan kesiapan dinkes untuk mengambilalih klaster kesehatan kab Donggala yang dipegang oleh relawan saat ini. Dinkes siap, untuk itu akan ada rapat koordinasi antara dinkes kab. Donggala, relawan yang beroperasi di Donggala, serta pengurus klaster kesehatan sementara kabupaten Donggala pada esok malam.

 h5 6

Dok. AHS UGM dan Caritas Germany: situasi menunggu rapat koordinasi klaster kesehatan Provinsi

{tab title=”Hari 6″ class=”red”}

Selasa, 9 Oktober 2018

h6 1

Dok. AHS UGM can Caritas Germany: Peta digital layanan RS di Sul-Teng selama tanggapdarurat 

Agenda tim manajemen hari ini adalah melakukan survey ke puskesmas yang ada di Donggala. Ada form yang diberikan oleh Dinkes Provinsi untuk dibawa terkat pendataan bangunan fisik dan alat kesehatan, serta sarana prasarana yang rusak. Survey ini juga dilakukan bersama dengan WHO Indonesia.

Selain itu, di pos klaster kesehatan, laporan surveilans sudah mulai di input di provinsi. Namun data ini masih sedikit sekali. Tetap dibutuhkan pertemuan lintas puskesmas untuk menyepakati sistem surveilans selanjutnya. Sedangkan, sub klaster kesehatan lingkungan terus melakukan sterilisasi fasilitas kesehatan, dan juga pendataan untuk program WASH.

Rekap layanan harian oleh relawan mulai rutin di kumpulkan baik secara fisik maupun file di Group WA. Dinkes sudah menetapkan staffnya untuk melakukan penginputan setiap harinya. Ada beberap data yang kemudian dibuat infografisnya seperti sebaran puskesmas yang rusak, layanan rumah sakit, dan lainnya.

h6 2 

Dok. AHS UGM dan Caritas Germany: melakukan pencarian dan identifikasi jenazah 

Hingga hari ke 6, pencarian jenazah terus dilakukan. Sama seperti kemarin, tim forensik bekerjasama dengan PMI untuk identifikasi korban dilapangan. Ditemukan kembali 9 jenazah di daerah likuifaksi, Petobo. Dilaporkan bahwa, korban kebanyakan masih dapat diidentifikasi dan dapat dikembalikan ke keluarganya.

 h6 3

h6 4

Dok. AHS UGM dan Caritas Germany: kegiatan pusling dan rujukan pasien 

Layanan pusling dilakukan dan dalam kunjungan kali ini ditemukan dua kasus patah tulang yang kemudian di rujuk ke rumah sakit Anatapura menggunakan ambulans puskesmas. Berikut layanan medis di Puskesmas:

1. Upaya/jumlah pelayanan:

  • Balita dan anak: 29 anak
  • Dewasa: 74 org
  • Lansia: 10 org
  • 3 penyakit terbanyak: ISPA, dyspepsia, Hypertensi

2. Kesehatan reproduksi:      

  • Pelayanan KIA: 7 psn
  • ANC: 3 psn
  • KB: 1 psn

3. Kasus Rujukan :

  • 1 psn anak 8 thn dgn fraktur shaft femur tertutup S ke RS Anutapura
  • 1 obs seizure suspek meningitis TB pria 24 th riwayat HIV
  • 1 psn abortus imminens usia kehamilan 6 mgg G2P1 A0
  • 1 psn persalinan dengan pre eklampsia 38 mgg G1P0A0

h5 6 

Dok. AHS UGM dan Caritas Germany: foto bersama staff Puskesmas Marawola

{/tabs}

Rapat Koordinasi Tanggap Darurat Gempa, Tsunami, dan Likuifaksi Palu, Donggala, Sigi, Sulawesi Tengah

rakor palu donggala

Rapat Koordinasi Tanggap Darurat Gempa, Tsunami, dan Likuifaksi

Palu, Donggala, Sigi, Sulawesi Tengah


{tab title=”Rapat koordinasi 1″ class=”blue”}

Setelah saling berkoordinasi melalui whatsapp group dan email, maka Senin, 1 Oktober 2018 pukul 08.00 WIB di ruang Senat KPTU FK-KMK UGM untuk pertama kalinya dilakukan rapat koordinasi respon gempa dan tsunami Palu – Donggala, Sulawesi Tengah.

rakor palu donggala

Dok. AHS UGM: Kondisi rapat koordinasi untuk bencana Palu

Rapat ini dipimpin oleh dr. Mei Neni Sitaresmi, Sp.A(K), PhD, Wakil Dekan Bidang Kerjasama dan Pengabdian Masyarakat FK-KMK UGM dan dihadiri oleh:

  • Pihak Fakultas
  • Pokja Bencana
  • RS UGM
  • RS Sardjito
  • RS ST Klaten
  • RSPAU Hardjolukito
  • Kagama

Agenda rapat ini membahas tentang rencana tanggap darurat gempa dan tsunami termasuk pembahasan SDM, pembiayaan, dan jejaring mana saja yang akan terlibat.

Beberapa poin hasil rapat sebagai berikut:

  • Tim akan diberangkatkan jika situasi di Palu dinyatakan aman
  • Keberangkatkan tim kemungkinan dari Balikpapan menggunakan pesawat TNI Hercules
  • Tim yang diberangkatkan terdiri dari

1. Hospital
    Bedah Ortopedi

2. Pre hospital

  1. Manajemen Bencana

– Surveillans                               2

– Management support                1

b. Manajemen Medis

– Bedah Digesti                          1

– Bedah Ortopedi                        2

– Anestesi                                   1

– Dokter umum                            2

– Perawat bedah                          3

– Perawat anestesi                       1

– Logistik (Gizi)                            1

– Teknisi (IPSRS, CSSD)                1

– Farmasi                                    1

– DERU                                       4

– Forensik                                    2

TOTAL                                                 22 orang

{tab title=”Rapat koordinasi 2″ class=”green”}

Rabu, 3 Oktober 2018

Update korban meninggal, luka – luka, dan pengungsian Palu-Donggala yang semakin meningkat, membutuhkan respon yang lebih cepat darii semua pihak. Namun, situasi keamanan di Palu – Donggala mengurungkan niat untuk mengirimkan tim demi keamanan dan manfaat layanan yang akan diberikan. Perubahan keberangkatan tim assessment Selasa (2/10/2018) menjadi Kamis, 4 Oktober 2018.

Rencana UGM mengajak kerja sama dengan banyak pihak untuk penanganan bencana Palu – Donggala akhirnya terbuka. Tim yang akan diberangkatkan nanti tidak hanya berasal dar AHS UGM tetapi juga melibatkan Caritas Germany, Pusbankes 118 PERSI DIY, dan DERU UGM.

Rapat ini kembali dipimpin oleh dr. Meineni, dan dihadiri oleh:

  • Fakultas
  • Pokja Bencana
  • RS UGM
  • RS Sardjito
  • RS ST Klaten
  • RSPAU Hardjolukito
  • Kagama

Beberapa poin hasil rapat hari ini sebagai berikut:

  • Penundaan keberangkatan tim hingga situasi di Palu aman, keberangkatan dilakukan 4 Oktober 2018
  • Keberangkatan menggunakan pesawat TNI Hercules melalui Balikpapan
  • Dalam dua hari ini akan dimaksimalkan untuk memenuhi kebutuhan SDM relawan, terutama dokter umum dan perawat
  • Dalam dua hari ini dimaksimalkan untuk memenuhi kebutuhan logistik operasional layanan kesehatan maupun logistik untuk tim.

logistik ahs ugm donggala palu

Dok. AHS UGM. Di ruang depan gedung KPTU FKKMK UGM tim perencanaan dan logistik mempersiapkan seluruh kebutuhan logistik medis dan non medis untuk operasional pelayanan kesehatan serta kebutuhan tim

{tab title=”Rapat koordinasi 3″ class=”red”}

ahs dan caritas

Dok. AHS UGM dan Caritas Germany: Simbolis pelepasan tim oleh Dekan dan Direktur RS jejaring AHS UGM di RS. Sardjito

Tim yang diberangkatkan berjumlah 20 orang yang terdiri dari medis, manajemen, dan non medis. Tim ini melakukan assessment untuk kegiatan jangka panjang, melakukan medical support atau layanan kesehatan baik di rumah sakit, puskesmas maupun mobile, serta manajemen support untuk penguatan sistem klaster kesehatan di dinas kesehatan dan puskesmas.

Hari ini ditentukan rute perjalanan, dan rencana kegiatan untuk tim, serta kelengkapan jumlah logistik tim dan operasional saat bertugas di daerah bencana. Dihimbau juga untuk masing – masing relawan yang ditugaskan untuk menyiapkan logistik pribadi.

Rute perjalanan tim dimulai dari Yogyakarta menuju Balikpapan dengan pesawat komersil. Kemudian dilanjutkan dengan pesawat TNI AU ke Palu.

Pelepasan tim secara simbolis dilakukan oleh Dekan FK-KMK UGM dan direktur-direktur rumah sakit di RSUP Sardjito pukul 19.30 WIB. Terdapat dua tim yang diberangkatkan bersamaan yakni tim RSUP Sardjito dan tim AHS UGM, Caritas Germany, dan Yogya peduli gempa tsunami Sulawesi Tengah.

{/tabs} 

Laporan Harian UNIVERSITAS GADJAH MADA DAN ALMUNI PEDULI GEMPA LOMBOK 2018

1 peduli lombok

Laporan Harian

Tim Academic Health System (AHS) UGM Peduli Gempa Lombok

(FK-KMK UGM, RSUP dr. Sardjito, RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten, RS UGM, RSPAU dr. S Harjolukito)

1 peduli lombok

Gempa Lombok Juli 2018 telah mendorong civitas akademik UGM berkoordinasi baik dari dalam maupun luar kampus, rumah sakit jejaring, maupun alumi serta pemerintah daerah terdampak. Namun, secara tidak terduga  gempa besar kembali terjadi pada Minggu (5/8/2018) pukul 18.46 dengan kekuatan 6,8 SR yang belum berpotensi tsunami hingga kemudian gempa susulan pada hari yang sama hingga 7 SR dan dinyatakan berpotensi tsunami- meski dinyatakan potensi tsunami diakhri pada hari yang sama. Hal tersebut membuat pihak universitas serta Pokja bencana AHS UGM yang terdiri dari FK-KMK, RSUP dr Sardjito, RSUP Soeradji Tirtonegoro, RSPAU Hardjulukito, RSA UGM langsung melakukan rapat koordinasi dan memutuskan keberangkatan tim AHS UGM ke Lombok.

Media ini akan kita gunakan untuk berbagi informas kegiatan harian tim UGM di Lombok. Harapannya informasi ini dapat kita gunakan untuk mengetahui kondisi di sana khususnya untuk sektor kesehatan.

 

{tab title=”Rapat koordinasi” class=”blue”}

Rapat Koordinasi Keberangkatan

1 Rapat Koordinasi di Senat

Yogyakarta, Senin, 6 Agustus 2018 – di ruang eksekutif senat Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM pukul 08.00 WIB telah berkumpul dekanat, Pokja Bencana FK-KMK UGM, PKMK, KAGAMA Kedokteran, RSA UGM, RS Sardjito dan pihak terkait lainnya untuk membahas keberangkatan tim serta melakukan persiapan.

Dari koordinas ini diputuskan ada tiga tim UGM berangkat:

  • Tim A berangkat Senin,   6 Agustus 2018 pukul 15.00 WIB
  • Tim B berangkat Senin,   6 Agustus 2018 pukul 17.00 WIB
  • Tim C berangkat Selasa, 7 Agustus 2018 pukul 07.00 WIB

Secara garis besar, tim ini akan melakuan assessment dan pelayanan kesehatan serta bergabung di bawah komando Klaster Kesehatan Lombok dan Pusat Krisis. Keperluan tim dan logistik medis berasal dari RSA dan RS Sardjito.

Dok. FK-KMK UGM: Rapat koordinasi di ruang KPTU Lantai 2 FKKMK UGM

{tab title=”Tim yang berangkat” class=”red”}

Hasil rapat koordinasi, Senin, 6 Agustus 2018 diputuskan pemberangkatan tim sebagai berikut:

Akan ada 3 group yg akan berangkat sebagai Tim Advance sekaligus Tim Assesment Tanggap Darurat Gempa Lombok AHS UGM.

2 tim a

Dok. AHS UGM (RTM) – Tim A tiba di Bandara Lombok

Kelompok 1 Berangkat pukul 15.00 WIB, tiba pukul 22.00 WITA, GA transit Jakarta

  1. dr Hendro, tim leader
  2. dr Bella (LO)
  3. dr Bhirowo, anestes RSS
  4. dr Yudha, ortho RSS
  5. dr Marda Ade, ortho RSS
  6. dr Sholahudin Rhatomy, ortho RSST
  7. Suparman, perawat bedah RSS

2 tim b Dok. AHS UGM (Dewi Catur): Tim B

Kelompok 2. Berangkat pukul 17.00 WIB, tiba pukul 20.00 WITA, Lion direct flight:

  1. Sutono FKKMK
  2. dr Ubaidillah dr umum, RSS
  3. Purnowo Hari perawst anestesi RSS
  4. Sugeng staf farmasi RSA

 2 tim c

Dok. AHS UGM (Andrea V): Tim C

Kelompok 3. Berangkat besok pagi Selasa 7 Agustus 2018 jam.7.30, GA

  1. dr. Agung Widianto Sp.B-KBD (Dokter Bedah RSA)
  2. dr. Antonius Catur Sulistiyantoro, Sp.An (Anestesi RSUP Dr Sardjito)
  3. dr. Arief Hariyadi (Dokter Anastesi RSUP Dr Sardjito)
  4. Lathif Ardianto  (Perawat RSUP Dr Sardjito)
  5. Raharjo Dwi Hartanto (Teknik RSUP Dr Sardjito)
  6. Mulyono A.Md.Kep ( Perawat RSA)
  7. dr. Fita Wirastuti Sp.A (Dokter Anak RSA)
  8. Fajar Yuhanto (Perawat Bedah RSST)
  9. Marjudi  (Gizi RSST)
  10. Marsum  (Tim CSSD/sterilisasi RSST)
  11. Joko Sumiyanto (Tehnik bangunan UGM)

{tab title=”Laporan kegiatan” class=”green”}

{tab-ex  Hari 1}

Laporan harian: Senin, 6 Agustus 2018

Dilaporkan langsung dari lapangan oleh dr. Ubay
Dituliskan kembali oleh Madelina


3 hari 1

Dok. AHS UGM (Bella Donna): Tim A tiba di lombok bertemu dengan WHO CC dan Pusat Krisis Kemenkes

Waktu Keterangan
14.00 WIB

– Tim A berkumpul di depan keberangkatan

– Menitipkan ATK ke tim B

14.45 WIB

Boarding Keberangkatan Tim A, Via Garuda GA211 sesuai jadwal, a.n:

1. dr. Hendro, Sp.B

2. dr. Birowo, Sp.An

3. dr. Yudha Sp.OT

4. dr. Tomy, Sp.OT

5. dr. Ardan

6. dr. Bella Dona

7. Suparman

17.00 WIB

– Tim B berkumpul di depan terminal keberangkatan, informasi delay pesawat ke pukul 18.30

– Loading barang logistik

18.30 WIB

– Keberangkatan Tim B, Via LION JT 274, a.n

1. Sutono

2. Purnomo Harry

3. dr. Ubaidillah

4. Sugeng

– Bertemu dr. Putu (residen Anak)

22.20 WITA

– Tim B sampai di kedatangan bandara Lombok, bertemu Tim A

– Pengambilan bagasi logistik

22.50 WITA

– bertemu jemputan diluar bandara

– Tim terbagi 3:

a. dr. Hendro & dr. Bella koordinasi dinkes & menuju Wisma Rektor UNRAM

b. Pak Sutono & dr. Putu menuju Wisma Rektor

c. dr. Birowo, dkk menuju Graha RS, koordinasi RSUP

00.10 WITA

– Berkumpul di Wisma Rektor UNRAM untuk koordinasi

– Hasil rapat koordinasi:

  1. Permintaan dari crisis center, Tim UGM dan RS Sanglah ditempatkan di Lombok utara
  2. Di Lokasi, sudah ada RS lapangan yang beroperasi. Meskipun tidak dapat untuk dilakukan tindakan bedah ortopedik, minimal bisa untuk damage control & stabilisasi
  3. Informasi dari RSUP: ada 80 kasus, sudah dioperasi 40, OK yang bisa digunakan 13, tim operasi 4
  4. Hari selasa, 7/8/18 akan ada rapat koordinasi di Dinkes & RSUP pukul 07.30
  5. Besok tim ortopedi akan dibagi 2, di RSUP dipimpin dr. Tomy gunna mengoptimalkan tindakan operasi, dan dr. Yudha akan ke lapangan untuk asesmen di lapangan. Jika di RSUD dapat berfungsi baik, baru dapat dilakukan tindakan ortopedi.
  6. Untuk koordinasi tim tetap dengan dr. mei, jika besok belum ada keputusan dari beliau terkait pembagian tim, maka dr. anestesi akan mengutamakan berangkat ke lapangan, menyusul tim yang sudah lebih dulu ke lapangan.
  7. Tim Teknik UGM akan ikut serta assessment kelayakan bangunan.
   

3 hari 1 1

Dok. AHS UGM (Rahmadsyah Mansyur): Logistik yang dibawa tim B

{tab-ex Hari 2}

Laporan harian: Selasa, 7 Agustus 2018

Dilaporkan langsung dari lapangan oleh dr. Ubay
Dituliskan kembali oleh Madelina


Berikut pembagian kerja tim A dan tim B yang sudah sampai di Lombok untuk Selasa, 7 Agustus 2018 pukul 09.00 WIB.

Pembagian pos tim yg sudah standby:

  1. RS lapangan1: dr.Yudha, dr. Putu
  2. RS lapangan 2: dr.nanang (bedah), dr.Birowo, dr.tomi
  3. Posko santong: sutono, dr.internship UGM (2 org)
  4. Posko gangga: dr.bella, sugeng, dr.internship UGM
  5. Posko tanjung: dr.Hendro, dr.ubai, dr.internship UGM

Untuk tim yang datang hari ini pembagian menyusul, rencana rapat koordinasi lagi malam ini di wisma rektor.

Berikut gambaran peta pembagian tugas untuk tim kesehatan yang berada di Lombok:

4 hari2 1

Dok. AHS UGM (Bhirowo YP) : kondisis ruang operasi RSUD Mataram

Sementara itu, pukul 07.00 WIB, Tim C AHS UGM berangkat

melalui Yogyakarta ke Lombok.

Dok. AHS UGM (Nenggih)

Dok. AHS UGM (Nenggih) : Logistik yang dibawa oleh tim C

Waktu Keterangan
07.30 WIB Sebagian tim berkoordinasi di dinas kesehatan provinsi untuk kepastian penempatan semua relawan
11.00 WIB Tim berangkat ke Tanjung, Gangga dan Santong untuk mulai bekerja
12.30 WIB

Tim sampai ke RSUD Tanjung dan langsung berkoordinasi dg kordinator kesehatan yang ada disana.

RSUD tidak dapat digunakan sehingga ada RS Lapangan dari TNI serta tenda-tenda di depan RSUD.

dr Yudha (orthopedic) langsung bertugas di RS TNI

14.00 WIB

Tim mengikuti pertemuan kordinasi yang melibatkan seluruh relawan dengankordinator yang ada di sana ( dr Ridwan ) dan yang membantu di RSUD dan RS TNI.

7 1 tim ahs

Tim AHS UGM membantu menyusun sistem komando khusus klaster kesehatan yang ada di RSUD Tanjung.

 

17.00 WITA

Sebagian tim berangkat ke Gangga , Lading dan   Santong untuk pelayanan dan assessment.

7 2 koordinasi who dinkes

Sebagian koordinasi dengan WHO, Dinas kesehatan Lombok Utara, pihak RS dan relawan lainnya serta membantu menerima relawan dan pencatatan relawan yang datang untuk penempatannya.

Tim Farmasi AHS UGM membantu di tenda logistik medis RSUD

19.30 WITA

Tim dari Lading (dr Putu) dan tim dari Gangga (pak Sutono dan dr Ubay) kembali ke Pos DI RSUD Tanjung.

Daerah Santong belum sempat dilakukan assessment karena akses yang sulit dan waktunya sudah terlalu malam sehngga khawatir tidak bisa kembali.

dr Hendro sebagai ketua tim memutuskan untuk menempati ruangan Radiologi di RSUD Tanjung yang masih dapat digunakan untuk pos AHS UGM seterusnya, hingga dilakukan perubahan penempatan berikutnya.

23.00 WITA Tim 3 sampai di RSUD Tanjung dan langsung berkoordinasi untuk penugasan tim esok ke daerah yang sudah ditentukan oleh pusat krisis dan dinas kesehatan.

{tab-ex Hari 3}

Laporan Harian: Rabu, 8 Agustus 2018

Dilaporkan langsung dari lapangan oleh dr. Ubay
Dituliskan kembali oleh Madelina


Waktu Keterangan
08.00 WITA Seluruh relawan medis berkordinasi untuk memastikan penempatan tenaga kesehatan dan relawan
09.00 WITA Tim 3 kloter terakhir sampai di Tanjung
10.00 WITA

Tim AHS-UGM 1, 2, 3 berangkat ke Tanjung, Gangga dan Santong untuk mulai bekerja.

Tim Bedah dan ortopedik bertugas di RS TNI dengan seorang perawat.

Farmasi bergabung dengan farmasi di RSUD KLU

Tim assessment kelayakan bangunan oleh tim teknik sipil UGM dimulai hari ini di RSUD KLU dan beberapa puskesmas.

8 bangunan 1

Keterangan foto: Joko menandatangani salah satu bangunan yang layak pakai.

8 2 tim medis

Keterangan gambar : Tim Medis dan Tim Kelayakan Bangunan Faskes

Tim Teknik memberikan laporan dan sertifikat atas beberapa bangunan yang layak dipakai untuk nantinya diserahkan ke Direktur RSUD KLU.

 

11.00 WITA

Tim Manajemen mengikuti rapat koordinasi dengan Dinas Kesehatan dengan memetakan tim medis yang bertugas di KLU yang belum tercatat di Dinkes KLU. Kemudian, tim juga membantu menyiapkan peta respon yang sudah dipersiapkan oleh Dinas Provinsi agar terlihat tim medis yang bertugas serta jumlah pasien rawat jalan dan rawat inap.

8 3 dr bella

Keterangan foto : dr Bella bersama Gde Yulian Yogaditha (WHO)

8 4 dr bella

8 5 peta respon

Keterangan foto : Peta Respon KLU

Peta respon dibuat untuk mengetahui data tim medis yang datang dan bertugas serta jumlah korban yang ada di tiap tempat dimana tim medis tersebut bertugas.

8 6 struktur

Keterangan foto: struktur organisasi tim medis KLU

8 7 posko

Keterangan foto : Penempatan tim medis yang terdata dalam peta respon

14.00 WITA

8 8 menkes

Kunjungan panglima jenderal dan Menkes ke Kabupaten Lombok Utara (KLU) untuk melihat RS Lapangan yang sudah disiapkan TNI guna pelayanan membantu RSUD KLU, seta mengunjungi para pengungsi dan pasien yang dirawat.

17.00 WITA

Tim yang bertugas di Santong akhirnya bergeser ke desa Sentaru karena sudah ada tim medis di Santong. Ternyata di Sentaro banyak pasien anak sehingga dr Putu, dr Ubaid an Fajar (perawat) tinggal di Sentaru untuk melanjutkan pengobatan dan tidak kembali ke Tanjung.

8 9 dr putu

Keterangan foto : dr Putu melayani pasien anak

20.00 WITA

Tim mengikuti pertemuan rutin kordinasi dengan seluruh relawan yang bertugas di KLU bersama koordinator tim medis ( dr Ridwan ) . Disini dibahas mulai dari permasalahan yang dihadapi oleh tim medis yang bertugas hingga rencana yang akan diambil demi lancarnya segala tugas yang dilaksanakan.

8 10 rs lapangan

Keterangan foto : pertemuan rutin setiap malam dipimpin dr Ridwan (kanan), dr Eka (tengah, kord lapangan), dr Novel (kiri, LO)

{tab-ex Hari 4} 

Laporan harian: Kamis, 9 Agustus 2018

Dilaporkan langsung dari lapangan oleh dr. Ubay
Dituliskan kembali oleh Madelina


Waktu Keterangan
08.00 WITA Seluruh relawan medis berkordinasi rapat rutin untuk memastikan penempatan
10.00 WITA

Tim AHS-UGM 1,2,3 berangkat ke Tanjung, Gangga dan Senaru untuk mulai bekerja.

Tim Orthopedic dan anestesi bertugas di RS TNI seperti biasanya.

Farmasi mulai hari ini membantu manajemen logistic dalam pendistribusian dan penyiapan stok obat untuk kebutuhan RS maupun tim medis yang membutuhkan.

Tim relawan semakin banyak, dan sangat membutuhkan manajemen dalam mengelola penempatannya.

Hari ini tim ugm dibantu dari PB IDI Jakarta dalam mempersiapkan form, serta pendaftaran relawan.

Kita mulai lagi dengan pemetaan berdasarkan hasil yang sudah ada di hari sebelumnya agar tidak terjadi penumpukan yang tidak perlu.

Beberapa relawan berharap memilih tempat kerjanya, tetapi setelah briefing mereka akhirnya memahami kenapa ada pendaftaran dan form yang harus mereka isi.

17.00 WITA

Dr Putu bersama pak Raharjo kembali ke pos kita, dan bercerita mengenai keputusan utk tetap tinggal memberikan pelayanan di Senaru.

9 dr putu

20.00 WITA Pertemuan rutin malam hari dibatalkan Karen adanya persiapan RI1, selain itu juga diberikan

{tab-ex Hari 5}

Laporan Harian: Jumat, 10 Agustus 2018

Dilaporkan langsung dari lapangan oleh dr. Ubay
Dituliskan kembali oleh Madelina


Waktu Keterangan
08.00 WITA

Seluruh relawan medis berkordinasi rapat rutin untuk memastikan penempatan

10 1 tenda

gambar : Tenda klaster kesehatan

10.00 WITA

Hari ini untuk tim AHS-UGM hanya berangkat ke satu tempat yaitu Senaru. Sedangkan pos kesehatan di Tanjung dan Gangga sudah tidak dtempati untuk menetap disana karena sudah banyak tim medis yang dating serta tidak ada tim yang datang ke Senaru.

Sedangkan tim Orthopedic dan anestesi bertugas di RS TNI seperti biasanya.

10 2 posko ahs

Keterangan gambar: posko tim AHS-UGM di Senaru

10 3 pos pelayanan kesehatan

Keterangan gambar: Pustu tempat posko AHS-UGM

10 3 pustu

Keterangan gambar: Pos pelayanan Kesehatan di Senaru

10 5 dr agung

Keterangan gambar: dr Agung melakukan tindakan di pos kes Senaru

Pendataan tim medis yang ada dirasa tidak sinkron dengan dinas, sampai saat ini belum ada pertemuan klaster kesehatan secara keseluruhan di KLU.

Pertemuan dengan dinas kesehatan dan pusat krisis menyepakati agar dinas kesehatan KLU bisa bersama-sama dengan tim relawan medis yang berkantor di RS lapangan Yonkes 2.

Pembenahan pemetaan peta respon dilakukan kembali Karen ada beberapa relawan yang sudah tidak ditempat da nada yang juga mulai berdatangan lagi . beberapa relawan dating hanya sehari dua hari, ini agak menyulitkan kami dalam menempatkan mereka karena terlalu singkat waktu kerja terhadap pengungsi.

10 6 pendataan

Keterangan gambar: Didata kembali desa atau dusun yang belum mendapatkan bantuan medis

10 6 pendataan

Keterangan gambar: AHS-UGM dan tim PB IDI bekerjasama dalam membangun system EMT

18.00 WITA

Tim AHS-UGM 1A&B kembali ke Mataram dan akan kembali ke Yogyakarta esok hari, bertukar dengan tim 2 yang datang dari Yogyakarta ke Lombok.

20.00 WITA

Pertemuan rutin malam hari mulai membahas beberapa relawan yang hanya dating sehari dua hari, dan disepakati agar tim yang dating dalam jangka waktu yang pendek akan ditempatkan di RSUD Tanjung bergantian shift dengan tim medis yang jaga.

Dalam pertemuan Tim AHS-UGM memohon agar semua relawan dapat bertugas tidak hanya mobile tetapi fixed di satu tempat untuk membantu menguatkan system di Puskesmas maupun di RSUD KLU, karena melihat hasil rapat rutin tim TNI dan stakeholder lain dinyatakan bahwa akan diperpanjang 2 minggu masa tanggap darurat, tetapi belum ada SK resmi mengenai pernyataan tersebut.

{tab-ex  Hari 6}

Laporan Harian: Sabtu, 11 Agustus 2018

Dilaporkan langsung dari lapangan oleh dr. Ubay
Dituliskan kembali oleh Madelina


Laporan Harian: Sabtu, 11 Agustus 2018

Berdasarkan hasil cluster meeting malam ini didapatkan rencana penanggulangan bencana kesehatan selanjutnya sebagai berikut:

  1. Jumlah relawan kesehatan yang registrasi ada 32 orang
  2. Saat ini jumlah ketersediaan dokter spesialis 29 orang
  3. Dokter umum 40 orang
  4. Perawat 60 orang
  5. Sisanya Public Health
  6. Kepala Pusat Krisis menyampaikan bahwa prioritas penanganan penanggulangan bencana kesehatan selanjutnya selain meneruskan pelayanan kesehatan adalah:
    • Lakukan upaya pertolongan psikis masyarakat (hal ini akan disupport)
    • Jika puskesmas sudah mulai mampu kembali, lanjutkan upaya PROLANIS
    • Kuatkan layanan Pre Hospital/ Puskesmas (manajemennya harus dikuatkan)
    • Pusat akan mengupayakan pendampingan (jika dibutuhkan pendampingan dari dinas kesehatan lainnya yang pernah mengalami bencana serupa)
  7. Saat ini Rumah Sakit Lapangan Tanjung membutuhkan cukup banyak tenaga medis untuk pelayanan. Sudah mulai dilakukan pembagian shift baik untuk relawan maupun staff RSUD.

Berdasarkan hasil layanan kesehatan di Seneru yang dilaporkan oleh dr. Putu sebagai berikut:

          Saat ini di Puskesmas Darurat Senaru, Ancak merawat 3 pasien keracunan makanan

  • Asal : Posko 2 Senaru yg di Telagal Gundi.
  • Ijin merujuk ke RS.Tanjung 2 anak.
  • Vomitus profuse.
  • Dehirasi berat 2. Kami rehidrasi plan C dulu.
  • 1 anak dehidrasi tak berat. durante rehidrasi plan B.
  • Total 3 anak.
Waktu Keterangan
08.00 WITA

Kelompok 4 tiba di Lombok pada pukul 23.30 WITA dan langsung menuju ke Rumah Dinas Rektorat, Universitas Mataram. Tim kali ni berjumlah 12 orang serta 3 orang yang terlebih dahulu berangkat pada Kamis, 9 Agustus 2018.

Tiba pukul 00.30 dilanjutkan rapat handover yang dipimpin oleh dr. Hendro. Tim akan tetap melanjutkan kegiatan tim sebelumnya di Pos Kesehatan Tanjung dan Senaru.

11 1 sutono ahs

Dok. AHS UGM (Sutono): penjelasan tugas selanjutnya dari tim sebelumnya

  • Tim manajemen dan surveilans akan berada di Pos Kesehatan Tanjung untuk mendampingi surveilans, farmasi, dan manajemen kesehatan masyarakat.
  • Tim dokter bedah, perawat bedah, dan dokter anestesi juga di Rumah Sakit lapangan Tanjung.
  • Sedangkan dokter umum, dokter anak, dokter penyakit dalam melanjutkan pelayanan tim sebelumnya di Senaru.

11 2 foto ke tanjung

Dok. AHS UGM: Foto bersama sebelum berangkat ke Tanjung

10.00 WITA

Kelompok tiba di Rumah Sakit Lapangan RSUD Tanjung, kemudian melakukan registrasi ke Pos Kesehatan Tanjung.

6 orang tim yang ke Sineru segera berangkat setelah melakukan koordinasi dengan tim di Tanjung.

Hari ini, Pos kedatangan Gubernur, dr. Bella Donna, menjelaskan tentang kondisi peta respon kesehatan.

11 3 bell donna

Dok. AHS UGM( Bella Donna): Saat menjelaskan tentang peta respon kesehatan kepada Gubernur.

Total relawan kesehatan yang terdaftar hingga saat ini ada 32. Yang dikerahkan untuk mengisi di RS lapangan dan kecamatan di KLU.

Setiap hari terdapat 2 rapat koordinasi, yakni koordinasi pagi pukul 08.00 WITA dan malam pukul 20.00 WITA.

13.00 WITA

Tim manajemen dan surveilans ke Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung yang berada di depan RSUD Tanjung. Disana disampaikan bahwa dari kita siap mendampingin untuk manajemen, kesehatan lingkungan, surveilans, selain pelayanan kesehatan.

11 4 pos dinkes

Dok. AHS UGM (Madeline): Pos Dinas Kesehatan

Pada kesempatan ini, tim bertemu dengan Kepala Pusat Krisis Kesehatan, dr. Achmad Yurianto beserta tim lain dari Kementerian Kesehatan. Kami mengikuti rapat koordinasi antara Pusat Krisis Kemenkes dengan BNPB di Pospenas BNPB, dihadiri juga oleh kementerian terkait PU dan sosial.

11 5 rakor bnpb

Dok. AHS UGM (Madeline): Rapat Koordinasi di Pospenas BNPB

Dalam kesempatan ini, Kepala Pusat Krisis Kemenkes akan mengikuti Health Cluster Meeting di Pos Kesehatan.

15.00 WITA

Apoteker, Rima bertugas di Gudang Farmasi RSUD bersama dua Asisten Apoteker rumah sakit.

Tim surveilans mulai melakukan penginputan data seminnggu ini di Pos Kesehatan.

11 6 input data

Dok. AHS UGM: hingga menjelang senja masih melakukan penginputan data

Ada juga tim yang mengikuti peninjauan rencana lokasi untuk rumah sakit permanen sementara bersama Kemenkes.

11 7 terminal untuk rs

Dok. PKK Kemenkes (Dzulkarnain): terminal yang direncanakan menjadi lokasi rumah sakit sementera

15.00 WITA

Tim di tiba di Sineru, kemudian melakukan pelayanan di sana.

11 8 tim di sineru

Dok. AHS UGM (Fitri): berkumpul tim lama dan baru di Sineru. Tim B kembali ke Jogja esok pagi.

20.00 WITA

Diselenggarakan Cluster Health Meeting. Koordinator melaporkan. Kepala Pusat Krisis memberikan pengarahan bahwa kita semua datang untuk mensupport Pemerintah Daerah, dalam hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten dan Provinsi. Telah ditetapkan ini sebagai bencana Provinsi yang artinya untuk sektor kesehatan dikoordinatori oleh Dinas Kesehatan. Pusat akan terus mendampingi, dan akan mendorong pendampingan juga yang diberikan oleh Dinas Kesehatan lain yang memiliki pengalaman dalam penanganan gempa di daerah lainnya. diskusi berjalan lancar, rencana kegiatan disampaikan oleh rumah sakit, dinas kesehatan, dan para relawan medis.

11 9 AHS health cluster meeting

Dok. AHS UGM (Madeline): Health Cluster Meeting

{tab-ex Hari 7}

Laporan Harian: Minggu, 12 Agustus 2018

Dilaporkan langsung dari lapangan oleh dr. Ubay
Dituliskan kembali oleh Madelina


Kegiatan Klaster Kesehatan di RSUD Tanjung,

  • Setelah Health Cluster Meeting Sabtu malam, 11 Agustus 2018 maka pada Minggu, 12 Agustus 2018, seluruh pihak terkait di bawah koordinasi Dinas Kesehatan melaksanakan kegiatan klaster kesehatan, seperti perapian catatan relawan kesehatan, menata kembali rumah sakit lapangan, dan lainnya.
  • Tim manajemen bencana kesehatan AHS UGM mendampingi untuk menyusun peta respon kesehatan dan membuat alur, form, dan tanda pengenal relawan kesehatan, serta formulir bantuan logistik medis dari pos-pos kesehatan ke RSUD atau Dinas Kesehatan.
  • Tim surveilans AHS UGM terus mendampingi rekam medik RSUD serta mengumpulkan data layanan dari para relawan kesehatan di pos-pos kesehatan untuk dilakukan analisis. Pada malam, Minggu 12 Agustus 2018, tim ini sudah bisa membantu untuk mengeluarkan hasil analisis untuk pertanggal 8 agustus 2018. Selanjutnya terus menghimbau pengumpulan dan perbaikan data/pelaporan.
  • Tim kesehatan lingkungan AHS UGM melakukan penyisiran dengan dinas kesehatan ke beberapa titik pengungsian.
  • Tim pelayanan kesehatan di Senaru, melakukan penguatan puskesmas lapangan. Juga membersihkan puskesmas lapangan, pengecekan vaksin, dan lain sebagainya.
  • Tim farmasi AHS UGM terus melakukan penguatan di bagian farmasi rumah sakit dan dinas kesehatan.
  • Tim medis AHS UGM di RSUD Tanjung juga melaksanakan tugasnya sesuai shift yang sudah ditentukan.
Waktu Keterangan
08.00 WITA

Seluruh tim mengikuti health cluster meeting pagi yang ada di pos kesehatan Kabupaten Lombok Utara, RSUD Tanjung. Hari ini tim surveilans memberikan file dan form rekap harian kepada koordinator-koordinator relawan.

12 1 Healt meeting pagi

Dok. AHS UGM (Madeline) health cluster meeting pagi

Pengumpulan data harian disepakati pukul 18.00 WITA sehingga pukul 20.00 WITA sudah bisa untuk disampaikan analisisnya.

12 2 ahs ugm

Dok. AHS UGM (RTM): di depan camp AHS UGM RSUD Tanjung,

10.00 WITA

Tim AHS UGM selanjutnya yang terdiri dari 3 dokter umum serta 4 mahasiswa TBMM FK-KMK UGM tiba di Tanjung.

Dua orang kemudian menyusul ke Senaru dengan membawa logistik medis serta non medis. Mahasiswa TBMM mensupport pendataan dan surveilans.

10.00 WITA

Tim kesehatan di Senaru melakukan penguatan puskesmas, pelayanan kesehatan, pengecekan vaksin dan sebagainya.

12 3 puskemas lapngan

Dok. AHS UGM (Priyo): Pembersihan Puskesmas lapangan

12 4 puskesmas lapangan

Dok. AHS UGM (Priyo): masih melakukan pembenahan

13.00 WITA

Sekjen Kemenkes, Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes dan jajaran kementrian mendatangi Kabupaten Lombok Utara. Di Pos Klaster Kesehatan KLU, koordinator- dr. Ridwan melaporkan seluruh kegiatan.

12 5 sekjen kemenkes

Dok. AHS UGM (Madeline): Sekjen Kementerian Kesehatan di Pos Klaster Kesehatan

15.00 WITA

Ada 4 tim relawan yang mendaftar dan ditempatkan di desa dan dusun yang masih membutuhkan. Selain itu, ada juga yang ditempatkan di RSUD Tanjung.

Mulai dari ini akan dimulai pendataan ulang bahwa setiap relawan harus membawa ID relawan kesehatan dari Pos Klaster Kesehatan selama bertugas sertamenginformasikan kegiatan harian.

20.00 WITA

Kembali dilakukan health cluster meeting, tim surveilan menyampaikan termakasih atas data yang dikumpulkan sehingga dapat dikeluarkan analisisnya. Perlu diwaspadai beberapa penyakit yang ditemukan di pos desa keracunan makan dan farisela. Selanjutnya, relawan terus dihimbau untuk terus mengumpulkan rekap layanan harian tepat waktu.

12 6 Health cluster malam

Dok. AHS UGM (Madelina): health cluster meeting malam

Ada perubahan jadwal pelaporan mulai Senin, 13 Agustus 2018 sebagai berikut:

16.00 WITA rekap laporan layanan dari pos-pos kesehatan desa, dusun dikumpulkan ke Klaster Kesehatan.

19.00 WTA klaster kesehatan melaporkan ke PosPenas BNPB.

{tab-ex Hari 8}

Laporan Harian: Senin, 13 Agustus 2018

Dilaporkan oleh Madelina, Bayu, dan Fitriana


Kegiatan di Puskesmas Senaru

  • Petugas kesehatan puskesmas sudah mulai aktif. Dokter perawat bidan apoteker, sedangkan besok pagi ada dokter lagi yang datang dari Depok. Sistem pelayanan puskesmas sudah mulai berjalan sehingga tim AHS memutuskan untuk mengalihkan fokus pelayanan AHS pada pelayanan mobile.

13 1 puskesmas

Dok. AHS UGM (Bayu): Pelayanan mobile di Dusun Baro dan pengambilan obat di puskesmas

  • Setelah melakukan briefing, tim segera menuju lokasi pelayanan kesehatan lapangan di dua posko pengungsian Dusun Baro. Tim terdiri dari dua dokter, satu perawat, dan satu apoteker. Setelah itu tim melanjutkan kebangunan puskesmas Senaru yang telah hancur akibat gempa untuk mengambil sisa stok obat yang sudah mulai menipis di puskesmas lapangan.
  • Pukul 19.30WITA, Tim AHS UGM bersama kepala puskesmas melakukan koordinasi dengan kepala dusun yang besok akan menjadi tujuan pelayanan kesehatan mobile. Terdapat permintaan mendesak dari beberapa daerah pos yang terjauh dan belum terjangkau untuk layanan mobile. Setelah rapat koordinasi, diputuskan bahwa akan dikirim satu tim yang terdiri dari dua dokter dua perawat, dua internship untuk membantu obat dan surveilans.

Kegiatan di RSUD Tanjung

  • Tim manajemen bencana kesehatan AHS UGM bersama dengan Pusat Krisis Kesehatan terus memberikan pendampingan kepada Dinas Kesehatan untuk menjalankan program Klaster Kesehatan. Sistem mulai dikembalikan ke sistem harian yang telah berjalan di dinas. Hari ini,  Ketut (Kabid P2P) Dinas Kesehatan Lombok Utara menyepakati alur relawan kesehatan, termasuk mengintegrasikannya dengan alur surveilans. Serta penguatan gudang farmasi dinas kesehatan.

13 2 koordinasi

 Dok. AHS UGM (Madeline): Tim AHS UGM di Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara bersama Kepala Pusat Krisis Kemenkes

  • Tim kesehatan lingkungan AHS UGM Koordinasi dengan Dinas Kesehatan Lombok Utara dan mengumpulkan beberapa data jumlah pengungsi di sejumlah desa. Rencana kegiatan esok akan mendata kebutuhan air bersih di setiap posko pengungsian dan mendata perkiraan kebutuhan jamban per dusun.

13 3 ahs ugm

Dok. AHS UGM (Arfini dan Nurfitria): Koordinasi kegiatan kesling

  • Tim Surveilans AHS UGM sangat terbantu dengan adanya alur dan sistem yang terpusat langsung oleh Subdit Surveilans Kemenkes, Dinas Kesehatan Provinsi, Kabupaten hingga puskesmas. Sehingga AHS UGM dapat fokus pada pendampingan rekam medis rumah sakit Tanjung. Meskipun begitu,  koordinasi dengan surveilans dinas tetap dilakukan.
  • Kunjungan RI 1 menjadi perbincangan, perhatian, dan persiapan yang matang oleh seluruh masyarakat di sini.

13 4 kerumunan rombongan ri1

 Dok. AHS UGM (Madelina) : kerumunan saat Presiden RI berada mengunjungi bangsal

 

{tab-ex Hari 9}

Laporan Harian: Selasa, 14 Agustus 2018

Dilaporkan oleh Madelina, Bayu, dan Fitriana


Kegiatan di RSUD Tanjung dan Dinas Kesehatan

  • Tim manajemen melakukan update peta respon kesehatan dengan mamasukkan data yang baru. Pergerakan relawan sangat cepat sehingga harus cermat dalam penempatan relawan.
  • Kendala di manajemen adalah SDM kesehatan. Kabupaten Lombok Utara banyak sekali mengalami dampak langsung dari gempa, seperti rumah rusak dan kesakitan. Perlu mendorong serta mendukung dinkes untuk segera menjalankan sub klaster kesehatan yang belum terjangkau seperti kesehatan reproduksi dan KIA.
  • Tim kesehatan lingkungan pergi ke Kecamatan Bayan untuk meninjau lokasi. Di sana dinas kesehatan melakukan koordinasi untuk pemasangan toilet di pos pengungsian, kemudian perjalanan dilanjutkan ke Senaru untuk mendata jumlah titik pengungsian. Kemudian ke Kayangan dan Jenggala yang akan dibuat water treatment di lokasi pengungsian.

 14 1

Dok. AHS UGM (Arfiny): Pengecekan kesehatan lingkungan

  •  Tim surveilans mengeluarkan hasil analisis sementara untuk rumah sakit dan beberapa puskesmas di Lombok Utara.

 14 2

Dok. AHS UGM (Risalia): Papan informasi surveilans di pos klaster kesehatan

 

Kegiatan di Puskesmas Senaru

 14 3

Dok. AHS UGM (Bayu)

Selasa 14 Agustus 2018, pukul 07.30 WITA tim melakukan briefing koordinasi mengenai teknis pelaksanaan mobile health care AHS UGM. Setelah itu, tim mulai bergerak ke lokasi pengungsian yang dituju yaitu posko pengungsian desa Sambielen. Hal  menarik yang ditemukan di sana adalah pelayanan kesehatan sama sekali belum menjangkau daerah tersebut karena memang lokasinya yang berada di perbatasan. Banyak anak dan balita yang menderita ISPA dan diare namun belum berobat ke pusat layanan kesehatan (mungkin juga disebabkan oleh kepercayaan masyarakat sekitar yang lebih percaya untuk berobat ke “orang tetua adat”. Selain itu, warga yang terluka akibat terkena reruntuhan gempa tidak melakukan kontrol/perawatan luka sehingga hal tersebut meningkatkan resiko infeksi. Setelah dirasa cukup, tim melanjutkan perjalanan menuju posko pengungsian di desa Karang Bajo.

 14 4

Dok. AHS UGM (Bayu)

Di posko  pengungsian sesa Karang Bajo, lebih banyak anak-anak yang diperiksa. Mereka sebagian besar menderita ISPA. Pada dasarnya masalah yang dihadapi warga yang berada di posko pengungsian adalah terbatasnya air dan kondisi lingkungan yang berdebu. Kedua hal tersebut menyebabkan kondisi kesehatan warga menurun.

Pada pukul 13.00 WITA, puskesmas lapangan kedatangan dua pasien dengan kondisi kritis salah satunya adalah rujukan dari tim mobile. Pasien bayi (3,5 bulan) dirujuk dari tim mobileSambi elen dengan keluhan muntah-muntah dan dehidrasi serta memiliki penyakit jantung bawaan.

Satu lagi adalah bayi yang baru lahir di posko sekitar rumahnya sekitar 15 menit yang lalu. Riwayat kelahiran spontan, dan BBLR kurang bulan. Setelah pemeriksaan diketahui bahwa terdapat pneumonia, hipoglikemia, dan sepsis. Akibat kondisi yang berat dan keterbatasan alat di puskesmas lapangan maka pasien dirujuk ke RS Permata Hati Mataram setelah berkoordinasi dengan RS Tanjung. Permasalahannya adalah tabung oksigen yang dimiliki puskesmas lapangan terbatas (hanya bertahan 10 menit saja) sedangkan pasien membutuhkan bantuan oksigen selama perjalanan (Senaru ke Mataram dengan kondisi saat ini bisa mencapai 4 jam). Tim AHS UGM kemudian berkoordinasi dengan beberapa puskesmas/rumah sakit yang dilewati oleh ambulan untuk meminta bantuan oksigen jika sewaktu-waktu oksigen di ambulan habis. Tim kemudian memutuskan untuk berangkat merujuk pasien ke RS Permata Hati Mataram. Ditengah perjalanan,tim mampir ke puskesmas Kayangan untuk meminjam tabung oksigen karena oksigen di ambulan sudah menipis. Pada pukul 19.00 WITAtim tiba di RS Permata Hati Mataram dengan selamat.

 14 5

Dok. AHS UGM (Bayu)

{tab-ex Hari 10}

Laporan Harian: Rabu, 15 Agustus 2018

Dilaporkan oleh Madelina, Bayu, dan Fitriana


Kegiatan di RSUD Tanjung dan Dinas Kesehatan

 15 1

Dok. AHS UGM (Madeline): Pos Klaster Kesehatan Kabupaten Lombok Utara

Berikut adalah beberapa list alur dan formulir yang didampingi untuk dibuat agar memperlancar kegiatan pelayanan klaster kesehatan dengan persetujuan dan dibuat bersama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara adalah sebagai berikut:

  • Alur relawan
  • Alur surveilans
  • Alur penerimaan obat
  • Alur permintaan bantuan obat
  • Alur distribusi obat
  • Formulir registrasi relawan
  • Formulir permohonan bantuan obat
  • Formulir rekapitulasi obat masuk dan keluar

Peta respon kesehatan dibenahi agar memberikan informasi yang jelas untuk kebutuhan layanan kesehatan kepada relawan medis yang bertugas. Menjelang minggu ketiga pasca kejadian bencana sudah mulai banyak masalah kesehatan yang berkaitan dengan lingkungan, seperti ISPA dan diare untuk itu diperlukan upaya kesehatan masyarakat dan perbaikan lingkungan. Begitu juga dengan masalah kesehatan jiwa.

 15 2

Dok. AHS UGM (Madelina): Koordinasi sistem layanan rumah sakit

Kegiatan di Puskesmas Senaru

Rabu, 15 Agustus 2018 pukul 07.30 WITA, tim melakukan briefing untuk koordinasi terkait teknis pelaksanaan tim yang akan melakukan pelayanan kesehatan mobile. Pukul 08.00 WITA tim berangkat ke lokasi pelayanan kesehatan mobile di dusun Golmujid. Mulai pukul 08.30 WITA tim melakukan pelayanan kesehatan pada warga, hasilnya sebagian besar warga dalam kondisi baik namun 8 balita menderita batuk pilek, selain itu terdapat warga yang kambuh hipertensinya. Seluruh warga yang sakit telah diperiksa dan mendapat pengobatan sesuai prosedur.

Pukul 15.00 WITA tim telah menerima bantuan logistik dari UGM yang langsung dikoordinasikan dengan ketua tim logistik posko  pengungsian Ancak

Pukul 20.00 WITA tim menerima perwakilan dari SKK Migas yang hendak berkoordinasi terkait penyaluran bantuan alat medis meliputi oksigen, tenda medis, bed pasien dan lain-lain. Koordinasi teraebut juga dihadiri oleh kepala puskesmas Senaru, dokter jaga, dan staf administrasi puskesmas.

15 3

Dok. AHS UGM (Priyo): Layanan Kesehatan 

{tab-ex Hari 11}

Laporan Harian: Kamis, 16 Agustus 2018

Dilaporkan oleh Madelina, Bayu, dan Fitriana


Kegiatan di RSUD Tanjung dan Dinas Kesehatan

16 1 

Dok. AHS UGM (Madelina): Health cluster meeting pagi dengan dinas dan rumah sakit

          Klaster kesehatan terus melakukan update peta respon.

          Relawan dokter dan perawat untuk rumah sakit sudah diplot hingga 19 Agustus 2018 sehingga relawan medis lainnya dikerahkan ke sejumlah puskesmas.

          Puskesmas sudah mulai ke lapangan dan membagi relawan yang diminta berkoordinasi dengan puskesmas untuk masuk ke dusun – dusun.

          Tim manajemen bencana kesehatan terus melakukan pendampingan untuk dinkes agar menghidupkan sub klaster kesehatan lainnya karena masalah kesehatan masyarakat, lingkungan, sanitasi, dan kesehatan reproduksi mulai bermunculan.

          Kasus yang terjadi di rumah sakit dan lapangan masih didominasi oleh ISPA dan diare sehingga perlu upaya prevetif dan promotif agar tidak terjadi wabah.

          Telah disepakati jadwal jaga tenaga kesehatan relawan dokter dan perawat untuk RSUD Tanjung oleh jajaran rumah sakit.

Kegiatan Kesehatan Lingkungan

          Dinas kesehatan melakukan pemasangan toilet di pos puskemas Bayan

          Koordinasi dengan HAKLI Bima di desa Jenggala dalam rangka pembangunan toilet di posko pengungsian dan pembuatan water treatment.

  16 2

Dok. AHS UGM (Fitriana): Pemasangan Toilet

 

{tab-ex Hari 12}

Laporan Harian: Jumat, 17 Agustus 2018

Dilaporkan oleh Madelina, Bayu, dan Fitriana


Diumumkan bahwa dilakukan upacara hari kemerderkaan 17 Agustus 2018 di lapangan kantor bupati.

Seperti biasa ada health cluster meeting pagi. Rapat tersebut dihadiri oleh dinas kesehatan kabupaten, kepala bidang (kabid) layanan penunjang medis, kabid yankes, kepala IGD dan jajaran staf rumah sakit lainnya. Jadwal jaga staf rumah sakit dan relawan hari ini sudah bisa diakes .

  • Ada 6 tim relawan hari ini yang melakukan registrasi ke pos klaster kesehatan. Tim psikologi mulai datang ke lokasi dan layanan mulai beralih ke trauma healing dan PFA.
  • Data surveilans rumah sakit terus di-update dan masalah masih didominasi oleh ISPA dan diare.
  • Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes kembali datang ke Kabupaten Lombok Utara dan mengadakan rapat. Agenda rapat terkait dengan kelengkapan data kesehatan akibat gempa Lombok ini.
  • Pos klaster kesehatan merupakan pos klaster kesehatan untuk NTB.

17 1

Dok. AHS UGM (Madelina): Health cluster meeting pagi hari oleh dinas kesehatan

17 2

Dok. AHS UGM (Madelina): Rapat koordinasi dengan dinas kesehatan kabupaten, provinsi, BPBD, dan BNP

{tab-ex Hari 13}

Laporan Harian: Sabtu, 18 Agustus 2018

Dilaporkan oleh Madelina


  • Puncak pergantian tim terjadi hari ini sehingga update jaga tenaga kesehatan untuk RSUD Tanjung kembali dimulai hari ini.
  • Manajemen RSUD Tanjung sudah mengatur shift stafnya untuk bertugas yang masih dibantu oleh relawan terutama untuk malam hari.
  • Rumah sakit lapangan sudah mulai pindah ke halaman depan RSUD Tanjung yang lama dan menggunakan tenda BNPB.
  • Tim manajemen AHS UGM melakukan koordinasi dengan manajemen RSUD Tanjung untuk melakukan rapat. Disepakati rapat seksi medis pada Senin, 20 Agustus dan rapat untuk bagian penunjang medis pada Selasa, 21 Agustus 2018.
  • Tim surveilans AHS UGM terus melakukan pelatihan kepada rekam medis rumah sakit untuk mempercepat input serta melakukan analisis.
  • Di Jogja, tim ke – IV bersiap berangkat ke Lombok.

h13 rs lapangan

Dok. AHS UGM (Madelina): Bersama dengan relawan dari Universitas Brawijaya melakukan koordinasi dengan Direktur RSUD Tanjung dan Ka TU RSUD Tanjung guna penguatan manajemen RS

h13 rs lapangan 2

Dok. AHS UGM (Madelina): Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes kembali mengunjungi KLU untuk melakukan koordinasi lintas sektor serta sinkronisasi data kabupaten dan provinsi

{tab-ex Hari 14}

Laporan Harian: Minggu, 19 Agustus 2018

Dilaporkan oleh Madelina


  • Tim keempat dari AHS UGM telah tiba. Kegiatan awal yang dilakukan ialah langsung melakukan handover ada yang bertugas di pos klaster kesehatan, surveilans, pendampingan manajemen RS terutama klaim biaya, serta pendampingan penunjang medis RS. RSUD Tanjung dan Dinas Kesehatan telah mengetahui rencana pendampingan ini oleh AHS UGM.
  • Cukup banyak relawan baru yang registrasi baik handover dari tim sebelumnya ataupun yang baru datang ke KLU.
  • Kegiatan surveilans penyakit dan kesehatan jiwa langsung dikoordinatori oleh provinsi sehingga pos klaster hanya menerima data agregate dari relawan yang ditujukan untuk penempatan relawan.
  • Kesulitan untuk melakukan update dan menempatkan relawan karena sejak sistem dikembalikan ke puskemas (puskesmas yang melakukan pengaturan relawan) sejak 1 minggu lalu belum pernah ada feedback dari puskesmas mengenai daerah mana saja yang belum ter-cover layanan kesehatan oleh relawan. Tim manajamen bencana AHS UGM telah melaporkan hal ini ke dinas kesehatan agar melakukan pertemuan dengan puskesmas dan provinsi.
  • Data yang ada di pos klaster kesehatan telah diberikan ke Pusat Krisis Kemenkes dan dinas kesehatan KLU untuk digabung dan diolah.
  • Terjadi dua kali gempa susulan, siang dan malam hari dengan kekuatan yang sama yakni 7 SR. seluruh tim dalam keadaan aman.

h14 team ahs

Dok. AHS UGM (Nenggih): Tim ke-IV AHS UGM untuk gempa Lombok 2018

h14 team ahs 2

Dok. AHS UGM (Madelina): Health Cluster Meeting pagi

{tab-ex Hari 15}

Laporan Harian: Minggu – Senin 9-10 September 2018

Dilaporkan oleh Madelina


Ini adalah tim keenam yang berangkat ke Lombok dari AHS UGM Peduli Gempa Lombok. Kali ini yang berpartisipasi adalah FK-KMK UGM dan Rumah Sakit UGM. Kami berjumlah 6 orang yang terdiri dari manajemen, dokter, perawat, dan bidan. Melibatkan juga mahasiswa KKN tematik dari sektor kesehatan UGM yang kebetulan sedang betugas di Desa Gumantar.

Tim ini diberangkatkan Minggu, 9 September 2019 pukul 17.40 WIB. Bermalam di Mataram, kemudian Senin langsung menuju Kabupaten Lombok Utara. Berikut nama tim yang berangkat:

  1. dr. Bella Donna, M.Kes         : Ketua tim
  2. Madelina Ariani, SKM, MPH    : Public Health dan Manajemen
  3. Purwanta, SKp, M.Kes         : Perawat Komunitas
  4. Suseno, Skep, Ns               : Perawat
  5. Dewi Krismayanti, S.ST        : Bidan
  6. dr. Riana Dian Anggraini       : Dokter Umum

h 15 1 dinkes ntb

Dok. AHS UGM (Madelina): Di Dinas Kesehatan Provinsi NTB

Senin, 10 September 2018, pagi hari tim ke Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Di lokasi ini, tim bertemu dengan Kepala Dinas, staf ahli gubernur, dan staf lainnya. Kebetulan dinas selesai rapat membahas kasus yang didugai KLB Malaria di Lombok Barat.

Tim menyampaikan maksud dan tujuannya kembali ke Lombok. Tetap untuk penguatan dinas kesehatan, rumah sakit, dan puskesmas. Beberapa poin yang kemudian disetujui, didukung, dan memang selaras dengan keinginan dinas kesehatan provinsi antara lain:

  1. Update kekuatan dan kelemahan puskesmas di KLU pasca bencana gempa
  2. Update kekuatan relawan di KLU pasca gempa
  3. Penguatan dinas kesehatan dan puskesmas untuk program-program UKM pasca gempa

Dari rapat ini ditemukan juga rumusan tujuan penguatan sistem kesehatan untuk:

  1. Merencanakan masukan program kerja Nusantara Sehat awal Oktober 2018
  2. Penguatan koordinasi puskesmas di KLU untuk memanfaatkan kekuatan relawan dalam pelaksanaan program UKM ke masyarakat/ pengungsian
  3. Upaya promosi hidup sehat di pengungsian
  4. Serta beberapa data lainnya yang harus segera puskesmas dan dinas kesehatan KLU kirimkan ke provinsi untuk masukan revisi anggaran.

h 15 1 Rapat di Dinas Kesehatan

Dok. AHS UGM (Madelina): Rapat di Dinas Kesehatan

Pukul 12.00 WITA, tim tiba di Dinas Kesehatan KLU, disini tim kembali mengadakan rapat bersama kepala dinas, sekertaris dinas dan kabid-kabid. Tim menyampaikan maksud dan tujuan, bersambut dengan rencana dinkes untuk puskesmas-puskesmas dan relawan maka direncanakan Rabu, 13 September 2018, tim manajemen AHS UGM untuk rapat internal dengan dinas kesehatan untuk membahas update guideline puskesmas saat ini, serta rencana ke depannya.

Selesai dari dinas kesehatan, tim beranjak ke Senaru. Di sini kami tinggal bersama tim puskesmas Senaru, tepatnya di Pustu Ancak yang bersebelahan dengan puskesmas darurat sementara. Tim bersih-bersih, bertemu dengan tim puskesmas, kepala puskesmas, mengadakan diskusi informan mengenai layanan kesehatan di Senaru. Mulai Rabu, tim akan membantu untuk penguatan puskesmas baik layanan kesehatan ataupun program.

h 15 3 Pustu Ancak

Dok. AHS UGM (Madelina) Diskusi dengan petugas puskesmas di depan Pustu Ancak

{tab-ex Hari 16}

Laporan Harian: Selasa 11 September 2018

Dilaporkan oleh Madelina


h 11 posyandu

Dok. AHS UGM (Dewi): Layanan posyandu

Hari ini layanan kesehatan libur karena bertepatan dengan tahun baru hijriah. Namun, pagi hari oleh puskesmas tetap mengadakan posyandu. Untuk itu, tim AHS UGM turut membantu posyandu di Batu Koq. Layanan posyandu cukup ramai,pukul 11.00 tim kembali ke Pustu Ancak.

Siang hari, tim pergi ke Gumantar untuk bertemu dengan mahasiswa KKN FK-KMK UGM serta Kagama Care. Jarak sekitar 1,5 jam perjalanan. Tiba di sana, bertemu dengan PJ mahasiswa untuk membahas rencana kegiatan perbantuan mahasiswa KKN ke Senaru. Disepakati mahasiswa KKN dipakai 3 orang dan akan dijemput pada Kamis, 13 Agustus 2018. Mahasiswa akan diperbantukan baik dalam layanan medis di bawah pengawasan dokter AHS, serta untuk menyiapkan media-media promosi kesehatan lingkungan dan hidup sehat di pengungsian.

Malam, seperti biasa, tim mengadakan rapat untuk rencana kegiatan selanjutnya. Esok tim manajemen akan bertolak ke Tanjung, ke dinas kesehatan untuk melakukan rapat internal. Sedangkan tim medis tetap di Senaru untuk melakukan penguatan puskesmas.

Purwanta yang merupakan perawat komunitas menjadi leader untuk tim AHS UGM di Senaru. Selain melakukan layanan kesehatan juga membantu manajemen puskesmas. Esok akan diadakan brain storming dengan staf puskesmas untuk mengetahui keinginan dan rencana puskesmas serta penggalangan komitmen.

{tab-ex Hari 17}

Laporan Harian: Rabu 12 September 2018

Dilaporkan oleh Madelina


h 16 1 Layanan Posyandu

Dok. AHS UGM (Riana): Layanan Posyandu

Pagi hari, dokter dan bidan AHS UGM bersama dengan staf puskesmas melakukan posyandu di dua desa di Senaru. Penyiapan obat dan vaksin dilakukan bersama-sama dengan puskesmas. Beberapa obat umum dibawa sendiri oleh AHS UGM. Sedangkan, anggota tim lainnya ke puskesmas darurat Senaru untuk melihat situasi dan melakukan wawancara informal dengan seluruh staf yang ditemui di Puskesmas Senaru.

h 16 2 brain stroming

Dok. AHS UGM (Purwanta): Brainstorming dengan staff puskesmas

Untuk sementara, berdasarkan masukan Kepala Puskesmas Senaru juga didapatkan bahwa keinginan puskesmas untuk merapikan puskesmas yang ada saat ini, melengkapi data-data yang dibutuhkan untuk recovery dan rehabilitasi di provinsi, dan lainnya. Dari puskesmas, kami mendapatkan data alat kesehatan dan obat yang dibutuhkan untuk menjalankan pelayanan ke depannya jika puskesmas darurat ini sudah pindah ke puskesmas semi permanen.

h 16 3 petugas puskesmas

Dok. AHS UGM (Riana): Bersama dengan petugas puskesmas

h 16 4 Rapat internal dinas kesehatan KLU

Dok. AHS UGM (Madelina): Rapat internal dinas kesehatan KLU

Lepas istirahat siang, tim manajemen AHS UGM rapat dengan internal Dinas Kesehatan KLU. Mulai dari Kepala Dinas, Kabid, dan Kasie hadir pada rapat ini. Kami mendengarkan penjelasan dari masing – masing bidang terkait kondisi di dinas dan puskesmas pasca gempa terlebih saat transisi ini. Rangkuman penjelasan tersebut diantaranya:

  1. Dinas kesehatan telah membantuk pedamping wilayah untuk puskesmas di KLU sehingga perkembangan dan penguatan fokus pada penanggung jawabnya masing – masing, diantaranya:
    1. Kabid kesmas untuk Puskesmas Npah dan Pemenang
    2. Kabid P2P untuk Puskesmas Senaru dan Bayan
    3. Kabid Yankes untuk Puskesmas Kayangan dan Santong
    4. Sekretaris Dinas untuk Puskesmas Gangga dan Tanjung
  2. Saat ini dinas perlu data berapa jumlah pustu dan polindes yang membutuhkan tenda serta fasilitas di dalamnya karena terkait pendistribusian tenda yang ada
  3. Diantaranya program Gizi, PNBA, imunisasi dasar dan MR menjadi prioritas yang harus dilakukan masing – masing puskesmas
  4. Hampir semua puskesmas rusak laboratoriumnya sehingga ini menjadi tantangan untuk layanan pemeriksanaan serta penyimpanan obat yang kurang standar
  5. Dan lain-lain

Hasil pertemuan ini menyepakati akan mengundang seluruh puskesmas di KLU untuk mempresentasikan update puskesmas di masa transisi ini. 8 poin penting yang disepakati perlu disiapkan dan dipresentasikan oleh puskesmas adalah:

  1. Prioritas masalah
  2. Program penyimpanan obat
  3. Data Pustu dan Polindes
  4. Pernyataan real list sarana dan prasana layak dan tidak layak pakai untuk puskesmas yang baru
  5. Data SDM Kesehatan
  6. Program yang berjalan atau tidak
  7. Apa keinginan puskesmas

{tab-ex Hari 18}

Laporan Harian: Kamis 13 September 2018

Dilaporkan oleh Madelina


h 17 1 Mahasiswa KKN UGM

Dok. AHS UGM (Dewi): Mahasiswa KKN UGM sektor kesehatan bergabung di Puskesmas Senaru untuk melakukan layanan medis

Kondisi yang menantang, dimana kondisi air masih sulit, sehingga untuk mandi dan kakus, tim AHS UGM harus bersepeda motor mendatangi salah satu masjid di kaki bukit, perjalanan sekitar 10 menit bersepeda motor dari Pustu Ancak. Namun, hal ini tidak menurunkan semangat tim untuk terus melakukan layanan kesehatan.

Hasil brain storming yang dilakukan tim AHS UGM di Puskesmas Senaru didapatkan bahwa:

  1. Keinginan puskesmas untuk menyusun kembali alur pelayanan di puskesmas
  2. Menyepakati gotong royong pada Sabtu, 15 September 2018
  3. Merencanakan program UKM pasca gempa
  4. dan lain – lain

Puskesmas juga berkeinginan untuk menata alur dan ruangan puskesmas, untuk itu, tim AHS UGM membantu untuk mencetakkan nama-nama ruangan dan lainnya untuk digunakan pada puskesmas semi permanen nantinya.

Bidan dan dokter membantu staf puskesmas melakukan pelayanan safari KB di Batu Koa. Antusias masyarakat tinggi. Cukup memprihatinkan melihat situasi pengungsian dimana beberapa keluarga bergabung jadi satu. Namun tetap diharapkan ada upaya pemisahan masing – masing keluarga untuk menghindari kasus pelecehan seksual maupun kekerasan pada perempuan.

h 17 2 Layanan medis di puskesmas

Dok. AHS UGM (Dewi) : Layanan medis di puskesmas

Sedangkan tim manajemen AHS yang berada di Tanjung kembali ke Mataram untuk melakukan rapat dengan dinas kesehatan provinsi dalam rangka bertemu kepala dinas, bidang surveilans, dan rujukan. Setelah melaporkan rencana kegiatan di KLU, tim mendapat masukan untuk memasukkan program pelacakan atau surveilans kasus pasca operasi untuk menghindari second infection. Dinas kesehatan provinsi akan membantu mengolah data pasien dari rumah sakit-rumah sakit rujukan pada saat gempa berdasarkan nama dan puskesmas. Data ini nantinya akan diberikan ke puskesmas untuk dilakukan pelacakan dan tindakan perawatan luka. Juga ditambahkan masukan lainnya.

Selanjutnya penjemputan mahasiswa KKN di Gumantar ke Senaru. Malamnya mahasiswa mendapat briefing oleh tim di Senaru untuk membantu layanan kesehatan dan mobile esok di puskesmas atau pun di desa.

h 17 3 Kagamacare

Dok. AHS UGM (Madelina): bersama mahasiswa KKN UGM sektor kesehatan dan Kagamacare

{tab-ex Hari 19}

Laporan Harian: Jumat, 14 September 2018

Dilaporkan oleh Madelina


h 19 1 Koordinasi di Dinas Kesehatan Provinsi NTB

Dok. AHS UGM (Bella): Koordinasi di Dinas Kesehatan Provinsi NTB

Hari ini tim manajemen mengadakan pertemuan dengan Kabid P2P dan staf untuk pemetaan relawan di KLU, serta mendata relawan yang memliki long term project di KLU untuk berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan KLU. Data yang ada di provinsi dan kabupaten akan dikumpulkan. Staf dinkes KLU akan melakukan pengecekan satu per satu ke kontak relawan yang pernah dan masih ada di KLU untuk menanyakan rencana bantuan di KLU hingga kapan.

Pendataan ini bertujuan untuk mengundang para relawan tersebut untuk hadir pada, Rabu, 19 September 2018 di dinas kesehatan. Agenda pertemuan ini untuk mendengarkan rencana program puskesmas dan dinas kesehatan dan program dari organisasi relawan. Harapannya kegiatan relawan – relawan ini mampu terintegrasi dengan sistem kesehatan dan menjadi penguat puskesmas atau desa untuk kesehatan.

h 19 2 Layanan medis di puskesmas

Dok. AHS UGM (Riana): Layanan medis di puskesmas

h 19 3 layanan posyandu

Dok. AHS UGM (Seno): layanan posyandu

Sedangkan tim di Senaru masih melakukan layanan kesehatan dan penguatan manajemen untuk puskesmas. Hari ini layanan di puskesmas dilakukan oleh dokter AHS dan mahasiswa KKN UGM. Sedangkan mobil pengobatan dan puskesmas dilakukan oleh bidan dan perawat serta staf puskesmas dan mahasiswa KKN UGM di Oma Segoar. Sore hari juga ada posyandu umum untuk balita, ibu hamil, lansia.

Malamnya, seluruh tim AHS berkumpul di camp Pustu Ancak dan mengadakan rapat persiapan membantu gotong royong puskesmas esok. Tim sudah menyiapkan layout layanan puskesmas tetapi tetap fleksibel mengikuti keinginan puskesmas esok. Tidak hanya itu, tim akan kembali melakukan pendekatan agar mendorong program-program puskesma kembali berjalan terutama yang UKM.

{tab-ex Hari 20}

Laporan Harian: Sabtu, 15 September 2018

Dilaporkan oleh Madelina


20 1 Alur pelayanan puskesmas

Dok. AHS UGM (Purwanta): Alur pelayanan puskesmas yang baru

Layanan pengobatan dan posyandu dilakukan sejak pagi hari bersama dengan tim puskesmas di desa Oma Sogoar. Kemudian berlanjut ke desa Sembulan Batu. Saat ini penyakit yang dikeluhkan masyarakat masih penyakit umum, ada kunjungan ANC, dan balita. Selepas layanan mobile ini, tim medis kembali ke puskesmas untuk melakukan layanan kesehatan di poli. Rata – rata masih ditemukan perawatan luka. Saat ini puskesmas sedang berusaha melacak korban yang dulu melakukan operasi yang saat ini seharusnya rutin melakukan perawatan luka.

20 2 menata alur dan kebersihan puskesmas

Dok. AHS UGM (Bella): Gotong royong menata alur dan kebersihan puskesmas

Seperti yang disepakati kemarin, hari ini bersama dengan puskesmas melakukan gotong royong yang agendanya membersihkan, merapikan, dan menata puskesmas sementara. Puskesmas ini sudah tiga kali pindah sejak masa tanggap darurat. Saat ini hingga 1,5 bulan ke depan kemungkinan puskesmas akan tetap di sini hingga puskesmas semi permanen yang dibangunkan oleh pemerintah selesai.

20 3 penentuan alur layanan di puskesmas

Dok. AHS UGM (Bella): penentuan alur layanan di puskesmas

Kepala puskesmas, kepala TU dan seluruh staf bersama untuk menentukan alur layanan puskesmas darurat ini. Namun, perencanaan alur dan sop lainnya yang ditentukan hari ini juga untuk puskesmas permanen selanjutnya. Seru sekali, gotong royong kali ini juga melibatkan warga setempat, sekitar puskesmas.

20 4 Visit pagi

Dok. AHS UGM (Dewi): Visit pagi

Minggu, 16 Septmber 2018 layanan medis dimulai dengan melakukan visit di pasien narap puskesmas. Namun, sesaat kemudian ada pasien kecelakaan 4 orang yang datang ke puskesmas. Sejak pasca tanggap darurat selesai, layanan puskesmas sudah kembali ke sistem normal. Rujukan, pasien JKN sudah berjalan seperti semula. Puskesmas Senaru bahkan kembali berbenah untuk menyiapkan akreditasi puskesmas 2019.

20 5 penanganan kecelakaan

Dok. AHS UGM (Dewi): penanganan kasus kecelakaan di Puskesmas Senaru

{tab-ex Hari 21}

Laporan Harian: Senin, 17 September 2018

Dilaporkan oleh Madelina


21 1 rapat di puskesmas

Dok. AHS UGM (Purwanta): rapat di puskesmas

Pagi ini tim AHS UGM dan mahasiswa KKN berkumpul di Puskesmas Senaru. Kegiatan hari ini antara lain:

  1. Layanan medis di puskesmas
  2. Layanan posyandu di satu desa bersama puskesmas
  3. Rapat manajemen untuk membahas rencana program UKM
  4. Penandatanganan komitmen puskesmas untuk bangkit kembali

Diskusi rencana program puskesmas dihadiri oleh pemegang – pemegang program, kepala TU, dan kepala puskesmas, serta petugas kesehatan lingkungan yang ditugaskan oleh provinsi/ kabupaten selama sebulan. Agenda diskusi pagi ini seputar pendataan tenaga kesehatan, obat, alat kesehatan, kondisi kesehatan lingkungan, program, dan masalah lainnya per 17 September 2018. Harapannya hasil ini dapat diinfokan ke Dinas Kesehatan KLU untuk pemenuhan kebutuhan puskesmas baru nantinya.

21 2 penandatangan komitmen oleh petugas puskesmas

Dok. AHS UGM (Purwanta): penandatangan komitmen oleh petugas puskesmas

Berikut rekap layanan medis, posyandu, dan promosi kesehatan yang dilakukan oleh tim AHS UGM bersama Puskesmas Senaru sejak 11 September 2018:

SELASA/11 Sept 2018

Lokasi Dusun Batu Koq Ds Senaru

1. Bayi dan Balita 47 orang ~ Imunisasi BCG, DPT, Campak

2. ANC 10 orang

3. Anak 9 orang

Rabu 12 Sept 2018

Lokasi : Dusun Bual Bayan

Pelayanan Kesehatan

1.BP ~ 28 orang

2.Balita ~ 25

3.ANC ~ 5

Penyakit terbanyak :

1.Hipertensi

2.Diare

3.Dermatitis

4.Struma ~ 3 orang, terbanyak Di Senaru

Kamis 13 Sept 2018

Pagi

Lokasi : Balai Desa Senaru

Pelayanan KB Gratis

20 akseptor ~ Pasang Implan, Bongkar Pasang Implan, Susuk KB

Ada Kasus KDRT oleh suami sudah ke 4 kali ~ disarankan visum Di puskesmas

Kasus Pelecehan Seksual Di pengungsian

SORE

Lokasi : Dusun Bon Gontor

1.ANC 7 orang

2.Balita 34

3.BP 25 orang ~ Diare, Dermatitis, Ispa, Febris

Jum’at 14 Sept 2018

pagi

Lokasi : Dusun Oma Segoar

1.ANC 8 orang ~ imunisasi TT 7 orang

2.Balita 23 orang ~ imunisasi BCG, Polio, DPT

3.BP~ 20 orang :Ispa, Diare, Febris

Sore

Lokasi : Dusun Maglig Senaru

1.ANC : 10 orang

2.Balita 28

3.BP : 37 ~ Hipertensi, Diare, Ispa, Konjungtivitis

SABTU 15 Sept 2018

Pagi

Lokasi :Dusun Sembulan Batu

1.ANC 5

2.Balita :31

3.BP 15 orang : Febris, Dispepsia, Dermatitis

Senin/17 Sept 2018

Pagi

Lokasi : Dusun KebaLoan

a. ANC : 8

b. Suntik Kb : 2

c. Balita :43

d. BP ~ 26 : 1. DIARE, 2.ISPA 3.Hipertensi

21 3 Mahasiswa KKN yang melakukan layanan kesehatan

Dok

Dok. AHS UGM (Dewi): Mahasiswa KKN yang melakukan layanan kesehatan di posyandu bersama dokter, bidan dari TIM AHS UGM dan Puskesmas

{/tabs-ex}

{/tabs}

 

Review Kejadian Arus Mudik dan Balik 2018

pemantauan arus mudik

pemantauan arus mudikJumlah kecelakaan lalu lintas yang terjadi sejak H-8 hingga H+8 lebaran tahun ini mengalami penurunan hingga 30 persen. Jumlah kejadiannya menurun dari 2.745 kejadian pada tahun 2017 lalu menjadi 1.921 kejadian pada tahun ini. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bagian Penerangan Satuan (Kabag Pensat) Divisi Humas Polri Kombes Polisi Yusri Yunus pada Minggu (24/6/2018) lalu.

Jumlah korban meninggal pada arus mudik dan balik kali ini juga mengalami penurunan hingga 34 persen dibandingkan pada tahun lalu (2017). Secara keseluruhan terdapat 454 orang meninggal hingga H+8 lebaran tahun ini, sedangkan pada 2017 tercatat 683 orang meninggal. Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI menyebutkan bahwa, hingga H+5 lebaran pertolongan pertama yang diberikan pada korban setengahnya dilakukan di puskesmas, lainnya dilakukan di rumah sakit dan pos kesehatan.

Apabila dilihat secara keseluruhan, lalu lintas pada arus mudik dan balik di pulau Jawa selalu menjadi sorotan tiap tahunnya. Hal ini disebabkan karena kepadatan arus mudik dan balik yang tercatat. Salah satu provinsi di Indonesia yang arus mudik dan baliknya padat adalah Jawa Timur. Tercatat di provinsi Jawa Timur sendiri jumlah korban meninggal hingga 21 Juni 2018 adalah 54 orang. Sedangkan secara nasional keseluruhan terdapat 454 oang meninggal hingga H+8 lebaran tahun ini

Menurut Pusat Krisis Kesehatan Regional Jawa Timur dalam analisa dan evaluasi jenis kecelakaan di 38 kabupaten/kota, hingga 21 Juni 2018 diketahui bahwa urutan penyebab kecelakaan secara berurutan adalah kecelakaan tunggal, kecelakaan kendaraan roda 2 dengan roda 2 serta kecelakaan roda 2 dengan roda 4. Setengah dari jumlah korban meninggal di tempat, lainnya meninggal saat di rumah sakit maupun saat masih dalam perjalanan ke rumah sakit.

posko kesehatanPada kejadian arus mudik dan balik, kondisi kesehatan pemudik dapat menurun. Penanganan yang tepat pada oleh petugas kesehatan pada Pos Kesehatan yang telah tersedia harus efektif mengingat kondisi arus balik dan mudik yang beresiko meningkatkan dampak penyakit. Tren penyakit yang dialami pemudik menurut laporan pada Pos Kesehatan di Jawa Timur secara berurutan adalah infeksi saluran nafas akut, gangguan pencernaan atas, hipertensi dan diare. Kejadian ini sebagian besar terjadi pada umur > 5 tahun. Contohnya pada kejadian infeksi saluran nafas akut sebagai tren penyakit utama, jumlah kejadian pada umur > 5 tahun mencapai 1224, sedangkan pada umur < 5 tahun hanya 435 kejadian.

Secara keseluruhan disebutkan bahwa salah satu penyebab terjadinya kemacetan yang dialami selama arus mudik dan balik kali ini adalah masih adanya mobil barang yang melewati jalan tol selama masa operasi ketupat. Faktor sosialisasi aturan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang kurang gefektif serta kurang tegasnya anggota lalu lintas dalam penegakan hukum khususnya pelanggaran operasional mobil penumpang pada 12-14 Juni dan 23-24 Juni menjadi menjadi penyebabnya. Akan tetapi, hal ini tidak mengurangi kenyataan bahwa terdapat peningkatan kesiapan Pemerintah dengan terjadinya penurunan baik angka kecelakaan hingga jumlah korban meninggal pada tahun ini.

pdfLaporan Pemantauan Bidang Kesehatan
Arus Mudik/Balik Lebaran Tahun 2018 oleh Pusat Krisis Kesehatan Regional Jawa Timur

 


Disusun Oleh: Dzurriyatun Thoyyibah ZA.

Sumber:

  1. Laporan Pemantauan Mudik/Balik Lebaran Tahun 2018 oleh Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI
  2. LaporanPemantauan Bidang Kesehatan
    Arus Mudik/Balik Lebaran Tahun 2018
  3. Laporan Kepala Bagian Penerangan Satuan (Kabag Pensat) Divisi Humas Polri Kombes Polisi Yusri Yunus pada Minggu (24/6/2018) yang dikutip dari CNN Indonesia dan Kompas Nasional

Reportase : Rapat Koordinasi Penyiapan Skenario dan Rencana Penanganan Erupsi Merapi saat Libur Lebaran 2018

Reportase :

Rapat Koordinasi Penyiapan Skenario dan Rencana Penanganan Erupsi Merapi saat Libur Lebaran 2018

Yogyakarta , 6 Juni 2018
Ruang Sidang Gedung KPTU lt.3 FKKMK UGM
Reportase oleh Intan Anatasia


rakor persiapan bencana 2018 merapi 01

Yogyakarta memiliki potensi terjadi bencana yang bermacam-macam dan salah satu yang kerap terjadi yaitu Gunung Merapi, dengan siklus 4 tahun sekali. Dari bulan Mei sampai dengan Juni sudah terjadi 3 kali letusan freatik dan status Gunung Merapi sudah meningkat dari Normal menjadi Waspada. Letusan freatik pertama terjadi pada 11 Mei 2018 kemudian terjadi kembali pada 21 Mei 2018. Update terakhir letusan freatik terjadi pada 1 Juni 2018 pukul 08.20 WIB dengan ketinggian kolom 6000 meter kearah barat laut dengan durasi 2 menit dan amplitudo 77mm. Fenomena ini tidak terlalu berbahaya, tetapi kita tetap perlu selalu siap dalam menghadapinya. Persiapan yang dilakukan sudah harus dimulai sejak sebelum terjadinya bencana. Sebentar lagi umat muslim di Indonesia akan merayakan libur Lebaran dan seluruh pegawai baik negeri maupun swasta akan mendapatkan libur nasional mulai dari 12 Juni 2018 sampai 20 Juni 2018. Oleh karena itu, sangat diperlukan rapat koordinasi untuk mempersiapkan skenario dan rencana penanganan bencana Erupsi Merapi saat libur Lebaran untuk mengantisipasi jika terjadi Erupsi Merapi pada saat jangka waktu tersebut.

Kelompok Kerja Bencana (POKJA BENCANA) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada mecoba untuk menginisiasi rapat koordinasi untuk mempersiapkan skenario dan rencana penanganan bencana erupsi Merapi saat libur Lebaran dengan mengundang beberapa instansi terkait dalam penanganan bencana ini. Beberapa instansi yang menghadiri rapat koordinasi ini yakni Pokja Bencana FKKMK UGM, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Pusbankes 118, Dinas Kesehatan Provinsi DIY, RSUP Dr. Sardjito, Rumah Sakit Akademik UGM, Tim Bantuan Medis Mahasiswa (TBMM) Panacea FKKMK UGM dan NIKATANA. Tujuan dari kegiatan ini untuk mengidentifikasi permasalahan yang timbul, melakukan koordinasi untuk mengevaluasi kebijakan, rencana, prosedur, peran dan tanggung jawab serta memperjelas peran, tugas dan tanggung jawab ;mengukur kesiapsiagaan dari kelompok pemangku kepentingan yang terlibat dalam penanggulangan bencana; dan menyusun, menyiapkan skenario dan rencana dalam penanganan Erupsi Merapi saat libur Lebaran 2018.

rakor persiapan bencana 2018 merapi 04

Ketua Pokja Bencana FKKMK UGM, dr. Handoyo Pramusinto Sp.BS(K) memberikan sedikit pengantar kegiatan sebelum masuk ke sesi diskusi. Beliau menyampaikan betapa pentingnya kita untuk selalu siap siaga terhadap bencana karena tidak ada yang bisa memprediksi kapan bencana itu datang. Oleh karena itu, dirasa sangatlah penting untuk melakukan koordinasi ini terlebih Merapi sudah mulai bergejolak dari bulan Mei, tidak ada salahnya sebelum kita menghadapi libur panjang nasional kita melakukan persiapan untuk memastikan kesiapsiagaan masing-masing instansi apabila bencana yang tidak kita inginkan ini terjadi saat periode Lebaran. Acara ini dibuka oleh dr. Mei Neni Sitaresmi Sp.(A)K,P.hd selaku Wakil Dekan Bidang Kerja Sama, Alumni dan Pengabdian Masyakarat. Mei berharap dengan adanya kegiatan ini setiap instansi dapat melakukan simulasi apabila Erupsi Merapi terjadi saat Libur Lebaran dan dapat memastikan kesiapsiagaan untuk menghadapi bencana ini yang harapannya akan menjadi masukan saat kembali ke instansi masing-masing.

Masuk pada sesi diskusi yang di fasilitasi oleh dr. Bella Donna, M.Kes dan Sutono S.Kp., M.Sc.M.Kep selaku tim dari Pokja Bencana FKKMK UGM. Sutono membacakan kembali skenario dan beberapa pertanyaan terkait kesiapsiagaan yang telah masing-masing instansi lakukan jika erupsi Merapi yang terjadi saat libur Lebaran. Kemudian Bella Donna mulai menanyakan ke masing-masing instansi mengenai persiapan yang telah dilakukan oleh masing-masing instansi untuk mengatasi apabila terjadi erupsi Merapi saat Libur Lebaran 2018.

Hasil Diskusi Rapat Koordinasi:

  1. Persiapan yang dilakukan oleh Rumah Sakit Akademik UGM adalah sudah melakukan koordinasi dengan Tim Hospital Disaster Plan
  2. Persiapan yang dilakukan oleh RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta adalah melakukan koordinasi dengan Tim Hospital Disaster Plan dengan Manajemen Rumah Sakit ; melakukan pemetaan untuk ruang perawatan untuk luka bakar jika terjadi erupsi Merapi; mempersiapkan satuan tugas untuk tambahan pada situasi lebaran ini ; persiapan untuk mengirimkan EMT yaitu memastikan peralatan dan ambulance untuk mengirimkan tim.
  3. Persiapan yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman adalah melakukan koordinasi lintas sektor; meng-update informasi dari BPPTKG; memastikan situasi di sekitar wilayah gunung merapi terkait dengan objek wisata yang ada; berkoordinasi dengan dinas pariwisata untuk memastikan kondisi aman selama libur lebaran; mempersiapkan tim yang ada di posko selama libur lebaran; berkoordinasi dan meng-update berita ke BPBD DIY.
  4. Persiapan yang dilakukan oleh Pusbankes 118 adalah melakukan koordinasi dengan BPBD Provinsi Yogyakarta dan lintas sektor terkait untuk mengetahui kondisi terkait Merapi saat ini; mengkoordinir semua rumah sakit untuk selalu siaga dalam menghadapi Lebaran dan situasi erupsi Merapi serta mengatur jadwal untuk mobilisasi tim dari rumah sakit; mempersiapkan ambulance untuk keperluan lebaran dan situasi darurat; meng-update informasi mengenai sistem rujukan di rumah sakit dengan dinas kesehatan; mempersiapkan logistik untuk situasi darurat saat lebaran dan erupsi Merapi.
  5. Persiapan yang dilakukan oleh Pokja Bencana FKKMK UGM adalah melakukan koordinasi dengan lintas sektor terkait penangan bencana erupsi Merapi; mempersiapkan tim Pokja Bencana jika harus berangkat ke lokasi bencana dan pengungsian; mempersiapkan logistik seperti masker dan bantuan-bantuan kesehatan lainnya; melakukan koordinasi dengan tim DERU.
  6. Persiapan yang dilakukan oleh TBMM FKKMK UGM adalah mempersiapkan tim yang akan fokus memantau keadaan Merapi; melakukan persiapan logistik terutama masker yang bisa disalurkan ke masyarakat; melakukan koordinasi dengan tim bantuan mahasiswa dari universitas lain; melakukan latihan untuk mengantisipasi bencana serta mengundang pembicara untuk menambah wawasan mengenai mitigasi bencana.
  7. Persiapan yang dilakukan oleh Nikatana UGM adalah melakukan koordinasi dan komunikasi dengan tim bantuan mahasiswa; memantau situasi Merapi.
  8. Persiapan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Yogyakarta adalah melakukan koordinasi baik internal maupun eksternal; untuk lebaran dinas kesehatan sudah memantau persiapan rumah sakit dan puskesmas di seluruh Yogyakarta, sampai saat ini berjalan lancar dan sudah siap menghadapi situasi lebaran; melakukan koordinasi dan koordinasi dengan BPBD DIY dan RSUP Dr. Sardjito; melakukan komunikasi dengan subklaster kesehatan untuk memudahkan koordinasi dan dalam mengaktifkan klaster kesehatan saat situasi darurat saat lebaran dan erupsi merapi; sudah mempersiapkan logistik terutama masker apabila ada erupsi susulan.

Informasi tambahan selama rapat:

  1. Untuk tim bantuan mahasiswa perlu diminta kontaknya jika sewaktu-waktu dibutuhkan bantuannya.
  2. Dinas Kesehatan Provinsi Yogyakarta menyampaikan alur rujukan saat terjadi situasi darurat jika memang kasusnya adalah luka bakar maka pasien langsung dibawa ke RSUP Dr. Sardjito namun untuk kasus lainnya rujukan disesuaikan dengan kemampuan dan kapasitas rumah sakit lainnya. Dinas Kesehatan selalu berkoordinasi dengan BPBD DIY dan lintas sektor untuk selalu memantau situasi gawat darurat dan terkait bencana. Dinkes Provinsi DIY juga selalu melakukan latihan bersama dengan lintas sektor lain.
  3. BPBD Sleman mengharapkan seluruh lintas sektor bisa melakukan persiapan terfokus pada situasi level Waspada saat ini, misalnya dengan menyiapkan logistik masker dan penyiapan psikososial masyarakat di area Merapi saat ini.
  4. Semua sektor diharapkan untuk mempersiapkan kejadian terburuk yang mungkin terjadi apabila terjadi Erupsi Merapi saat kondisi lebaran agar masyarakat tidak panik. Harapannya sektor pariwisata Sleman tidak terganggu karena situasi erupsi Merapi ini.
  5. Memperbaiki koordinasi untuk mengirimkan bantuan medis agar dapat terkoordinasi dengan baik dengan lintas sektor lain terkait penanganan bencana.

Kesimpulan rapat koordinasi kali ini adalah selalu melakukan koordinasi dan komunikasi serta selalu siap siaga dalam situasi apapun baik lebaran atau erupsi Merapi; perlu diadakannya terapi psikososial untuk masyarakat di sekitar lereng Merapi untuk mencegah post trauma akibat Erupsi Freatik Merapi belakangan ini; untuk saat ini BPBD Sleman menyatakan lokasi sekitaran Merapi masih dalam kondisi Aman untuk dikunjungi saat libur Lebaran.